Sumatera Utara, katakabar.com - Kali perdana dalam sejarah, PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) operasikan co-firing Bio Compressed Natural Gas atau BioCNG berbahan baku limbah kelapa sawit di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap atau PLTGU Belawan, Sumatera Utara.

Inovasi energi bersih ini sekaligus jadi kado spesial pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia.

Penggunaan perdana energi terbarukan ini menjadi tonggak penting diversifikasi sumber energi ramah lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen PLN menuju Net Zero Emissions atau NZE pada 2060 atau lebih cepat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi atau EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Eniya Listiani Dewi hadir di peresmian itu memberikan apresiasi langkah PLN menghadirkan inovasi BioCNG pertama di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi co-firing BioCNG pertama di Indonesia ini sebagai upaya membangun energi baru terbarukan atau EBT di sektor pembangkitan. Ini bakal menambah bauran EBT khususnya yang berada di Sumatera Utara,” kata Eniya Kamis kemarin, dilansir dari laman manodopost.id, Jumat (12/9).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan PLN akan terus mengoptimalkan potensi lokal untuk menghadirkan solusi energi bersih.

“Melalui pemanfaatan energi baru dan terbarukan ini, kami tidak hanya menghadirkan listrik yang ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi dan di saat yang bersamaan menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja baru, dan membantu mengentaskan kemiskinan,” ucap Darmawan.

BioCNG yang digunakan di PLTGU Belawan dihasilkan dari pengolahan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent atau POME. Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia memiliki potensi signifikan untuk mengubah limbah ini menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.

Pemanfaatan ini tidak hanya menghadirkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan dan stabil secara ekonomi, tapi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, mendorong tumbuhnya industri pengolahan lokal, serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan di sekitar wilayah perkebunan.

Sedang Direktur Teknologi, Enjiniring, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, mengutarakan potensi listrik bersih dari pemanfaatan BioCNG di Sumatera Utara mencapai 478 GWh per tahun.

Melalui integrasi BioCNG sebagai bahan bakar alternatif, PLN berhasil mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan sekaligus mendayagunakan limbah organik menjadi energi bersih. Pemanfaatan BioCNG ini akan berkontribusi terhadap produksi listrik bersih sebesar 478 GWh pertahun, penghematan bahan bakar setara Rp48 Miliar pertahun dan pengurangan emisi CO2 sebesar 80 ribu ton pertahun,” jelas Haryadi.

PLTGU Belawan memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW dan menyumbang 10,96 persen pasokan listrik di Sumatera serta 30,75 persen di wilayah Sumatera Bagian Utara. Sepanjang 2024, capaian co-firing biomassa di pembangkit PLN mencapai 854 ribu MWh, dan targetnya akan meningkat dengan pemanfaatan BioCNG.

Melalui inisiatif ini, PLN membuktikan kesiapan teknologi dan komitmen penuh untuk mempercepat transisi energi bersih, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mengembangkan energi terbarukan yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.