Pasir Pengaraian, katakabar.com - Suasana khidmat penuh semangat warnai halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Senin (6/4). Di hadapan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), momen bersejarah terjadi, yakni serah terima jabatan (Sertijab) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu secara resmi digelar.

Muhammad Zaki, S.STP, M.Si, serahkan tongkat estafet kepemimpinan, sekaligus buku memori kerja, kepada Drs. H Yusmar, M.Si, kini resmi sandang status sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Rokan Hulu

Bagi Yusmar, jabatan ini bukan sekadar perubahan status atau penambahan tanda pangkat. Dalam pandangannya, ini adalah sebuah amanah luhur dan kepercayaan besar yang diberikan Bupati Rokan Hulu, yang harus dipertanggungjawabkan dengan segenap kemampuan, dan integritas.

Di awal kepemimpinannya, Yusmar langsung memaparkan arah kebijakan yang akan menjadi perhatian utamanya. Salah satu prioritas yang ditekankan pembinaan dan penertiban ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

Menurutnya, fondasi birokrasi yang kuat dimulai dari sumber daya manusia yang disiplin dan profesional.

Selain itu, Yusmar menyoroti urgensi penyelesaian laporan Program Strategis Nasional (PSN). Tenggat waktu yang sempat diundur hingga 17 April mendatang, menurutnya, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Ini kesempatan bagi kita untuk memastikan data yang disampaikan benar-benar realistis dan tepat. Tidak boleh ada kesalahan atau ketidakkonsistensian," tegasnya.

Era Baru Birokrasi: Work From Anywhere dan Respons Cepat

Angin segar pun segera ditiupkan Plt Sekda. Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk segera menyesuaikan diri dengan budaya kerja baru yang mulai berlaku per 1 April 2026, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri. Sebuah terobosan yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas kerja.

"Ke depannya, akan diterapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Office (WFO). Khususnya pada hari Jumat, dan hari-hari lain yang akan diatur kemudian, tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi kualitas pelayanan," jelas Yusmar.

Tetapi, fleksibilitas ini tidak berarti keleluasaan yang tanpa batas. Yusmar menegaskan aturan ketat terkait komunikasi dan tanggung jawab. Selama masa kerja jarak jauh atau WFA, seluruh staf diwajibkan memberikan respon atau tanggapan terhadap instruksi pimpinan dalam jangka waktu maksimal 5 menit. Sebuah tuntutan yang menguji kesiapan mental dan teknologi para ASN.

Komitmen terhadap efisiensi tidak hanya berlaku pada cara kerja, tetapi juga pada pengelolaan fasilitas negara. Yusmar mengingatkan atas instruksi Bupati, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pengecekan ini tidak main-main. Satpol PP akan turun tangan pada Jumat, Sabtu, Minggu, hingga hari libur nasional. Fokus pengawasan adalah memastikan efisiensi penggunaan listrik dan mematikan lampu atau perangkat yang tidak terpakai.

"Kita harus bijak mengelola aset dan anggaran daerah. Efisiensi dimulai dari hal-hal kecil, seperti mematikan lampu saat ruangan kosong," ujarnya.

Di akhir amanatnya, Yusmar mengajak seluruh jajaran ASN untuk menyatukan langkah. Ia menekankan pentingnya kekompakan, kerja sama, dan solidaritas (soliditas) agar roda pemerintahan dapat berjalan lancar dan efektif.

Untuk memotivasi kinerja, khususnya di lingkungan Sekretariat Daerah, Yusmar memperkenalkan moto baru yang menjadi jargon perjuangan bersama: "Aparatur Loyal Berintegritas, Pelayanan Berkualitas".

"Saya memohon dukungan dan kerjasama yang lebih solid dari seluruh jajaran: para asisten, inspektur, kepala OPD, hingga pejabat fungsional. Mari kita satukan tekad untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati demi kemajuan Rokan Hulu yang kita cintai," ajaknya dengan penuh harap.

Langkah Yusmar baru saja dimulai, tetapi pesan yang disampaikannya sudah terdengar jelas. Birokrasi Rokan Hulu kini menuju arah yang lebih disiplin, efisien, dan berintegritas.