Jakarta, katakabar.com - Klaster Interaksi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Sosial, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia atau UI serahkan rekomendasi kebijakan guna mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit kepada Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker)l.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Estiarty Haryani mengatakan, dokumen tersebut dapat menjadi masukan penting menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Rekomendasi ini mencakup pengembangan pusat pelatihan regional, program kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan gender dan pemuda untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja dan mendukung kesejahteraan masyarakat di sektor sawit,” jelasnya Estiarty lewat keterangan pers, dilansir dari laman EMG, Jumat (5/12).

Ketua peneliti dari Sekolah Ilmu Lingkungan UI, Herdis Herdiansyah menjabarkan, rekomendasi ini dirancang berdasarkan praktik terbaik dari Australia dan Thailand dengan fokus pada tiga program utama, yakni:

Pertama, Program Pusat Pelatihan Regional untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja melalui kursus berkelanjutan, teknologi digital, dan manajemen keuangan.

Kedua, Program Kesehatan dan Kesejahteraan untuk memberikan akses layanan kesehatan dan dukungan kesehatan mental bagi pekerja dan keluarganya.

Ketiga, Program Pemberdayaan Gender dan Pemuda untuk mendorong partisipasi perempuan dan pemuda melalui pelatihan dan mentorship.

“Program ini diharapkan mampu mengatasi tantangan sosial dan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi sektor sawit,” tuturnya.

Rekomendasi ini bagian dari Hibah PUTI UI 2023 dan diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan strategis Kemenaker untuk sektor sawit yang berkelanjutan dan berkeadilan.