Berhasil
Sorotan terbaru dari Tag # Berhasil
Karhutla di Kepeluan Meranti Berhasil Dikendalikan Kini Tahap Pendinginan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla yang melanda Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya berhasil dikendalikan setelah upaya intensif selama tujuh hari lamanya oleh tim gabungan. Saat ini, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala. Tim gabungan meliputi TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih berjaga di lokasi untuk melakukan tahap pendinginan guna mencegah kebakaran susulan. Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar menyampaikan, salah satu kendala terbesar yang dihadapi di awal proses pemadaman adalah kekurangan sumber air. "Awalnya kita kesulitan air, tapi sekarang bantuan 19 embung dari pihak swasta sangat membantu. Alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan," ujarnya. Ia menyebutkan, setidaknya terdapat 11 titik api dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai puluhan hektar. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi imbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ia menegaskan tindakan tersebut selain membahayakan lingkungan, juga dapat dikenai sanksi hukum. “Penanganan Karhutla membutuhkan kewaspadaan dan sinergi semua pihak. Langkah pencegahan tetap menjadi kunci utama untuk menghindari bencana yang dapat berdampak luas,” tegas Kapolres.
Berkah Program PSR, Petani Aceh Tamiang: Sawit Kami Bak Punya Perusahaan
Kuala Simpang, katakabar.com - Ratusan pekebun kelapa sawit, peserta program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, tersenyum merekah, senang dan bahagia. Soalnya, kerja keras dan kesabaran bertahun lamanya saat ini berbuah manis. Di mana kelapa sawit hasil direplanting tahun 2018 lalu sudah berbuah. Apalagi, selama ini banyak petani tidak mampu untuk meremajakan tanaman kelapa sawit miliknya disebabkan tidak ada modal. Tapi, dengan program PSR sangat membantu dan menguntungkan masyarakat bisa memiliki kebun kelapa sawit yang produktif. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit diperkirakan bakal meningkat dengan menggunakan bibit unggul (bersertifikat). Hadirnya PSR seluruh proses replanting mulai pembersihan lahan, pengadaan bibit, tanam hingga beberapa kali pemupukan gratis biaya ditanggung pemerintah lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). “Saya sudah delapan kali panen hingga bulan ini. Ceritanya sudah menikmati jual buah sawit hasil PSR ini,” ujar petani sawit di Desa Seunebok Baru, Kecamatan Manyak Payed, Suprapto 52 tahun, dilansir dari laman website resmi, pada Senin (16/10). Luas kebun kelapa sawit, kata Suprapto, direplanting melalui program PSR seluas 1,5 hektar. Bibit ditanam sekitar awal 2020 lalu. Artinya, umur 4 tahun kelapa sawit program PSR sudah berbuah. "Pertumbuhan batang dan daun kelapa sawit cukup bagus, seperti standar perusahaan. Bobot TBS masih buah pasir tapi sudah laku dijual ke agen. Di mana awal panen rata-rata janjangan dijadikan berondolan dulu harga lebih tinggi,” jelasnya. Ayah empat orang anak ini sangat bersyukur bisa ikut program PSR melalui lembaga koperasi. Saya sadari kalau melakukan replanting secara mandiri tidak mungkin mampu lantaran membutuhkan biaya besar. Selama empat tahun penantian, kini sudah bisa rutin menjual hasil panen TBS kelapa sawit ke agen pengumpul di tingkat kampung. Dia merasa puas melihat pertumbuhan pohon kelapa sawit PSR beda dengan kebun sawit kampung (pribadi) umumnya. “Saya panen satu bulan dua kali, hasilnya lumayan bisa untuk tambahan beli pupuk supaya bobot buahnya makin berat,” jelasnya. Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Ditanakbun) Kabupaten Aceh Tamiang mencatat luasan peremajaan kelapa sawit rakyat dari 2018 hingga 2023 sudah terealisasi masuk Rekomendasi Teknis (Rekomtek) Ditjenbun RI sekitar 10.300 hektar. Di mana luasan ini menembus target yang ditetapkan Distanakbun. “Target Aceh Tamiang hingga 2022 seluas 10 ribu hektar. Alhamdulillah, sekarang target sudah terlampaui,” cerita Kabid Perkebunan Distanakbun, Edwar Fadli Yukti. Sementara itu pihaknya memastikan tanaman tahun perdana PSR (2018-2019) yang tersebar di 11 kecamatan kecuali Kota Kuala Simpang sudah berproduksi. Dari 3.947 hektar realisasi luasan tanam, 1.092 hektar diantaranya luas panen yang sudah dihimpun dari hasil laporan di lapangan. "Areal ini milik petani swadaya yang tergabung dalam tujuh koperasi sebagai pelaksana PSR," ucapnya. Alhamdulillah, terangnya Edwar, program penanaman tahun 2019 sudah berproduksi dengan BJR (berat janjang rata-rata) 2 hingga 5 kilogram per janjang. "Untuk data produksinya belum lengkap, tapi data dan dokumentasi hasil penanaman 2019 ada di kantor bisa jadi referensinsi,” sebutnya.
Koperasi KPSLJ Akhirnya Dapat DBH Kebun Plasma Perusahaan
Kolonodale, katakabar.com - Koperasi Konsumen Petani Sawit Lembo Jaya (KPSLJ akhirnya jadi operator kebun plasma perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan anggota. Untuk dipercaya jadi operator kebun plasma perusahaan tidak mudah, pengurus koperasi butuh perjuangan cukup panjang terus berusaha meyakinkan PT Kirana Sinar Gemilang (KSG). Kerja keras tidak menghianati hasil, keberhasilan pengurus koperasi disambut senang dan gembira peserta Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi yang digelar di Desa Kumpi, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Morowali Utara, Yarid F. Marande SE, pimpinan PT. Kirana Sinar Gemilang, Binsar Sirait, serta ratusan anggota koperasi, turut hadir di RAT. Koperasi KPSLJ punya anggota 434 orang tersebar di tiga desa, yakni Desa Po'ona, Kumpi, dan Uluanso. Mereka pemilik tanah ulayat di mana perusahaan sawit beroperasi di wilayah Lembo Raya. Pada RAT itu, Ketua Lembo Jaya, Guslan Tomboelu MAP, membacakan laporan tahunan dan menguraikan pencapaian dan rencana program ke depan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Di dalam laporan itu dijelaskan pengurus koperasi terus berupaya mengumpulkan data-data hasil kebun plasma, melakukan pengawasan, dan kajian atas hasil kinerja jajaran PT KSG. Nah, dari hasil kajian atas dukungan Bupati Morut, pada 18 Agustus 2023 kemitraan Koperasi Konsumen Petani Sawit Lembo Jaya dengan PT KSG memasuki babak baru dengan lahirnya enam poin kesepakatan bersama. Salah satu poin penting dari kesepakatan, yakni kalau selama ini anggota koperasi menerima kompensasi dana talangan sebesar Rp70.000 dalam bentuk utang. Tapi, dari Oktober 2023 berubah menjadi Dana Bagi Hasil (DBH) bagi petani plasma sebesar Rp500.000 per hektar bukan utang lagi. "Ini kesepakatan strategis dan sejarah baru bagi koperasi kami. Di tempat lain masih menggunakan sistem dana talangan," ujar Guslan lewat keterangan resmi Pemkab Morut, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (16/10). Pengelolaan lahan perkebunan ini, kata Guslan, menguntungkan anggota koperasi. Kalau di tempat lain komposisi pengelolaan dibagi 80 persen inti (perusahaan) - 20 persen petani, di Lembo Jaya pembagiannya 65 persen inti dan 35 persen petani. "Jajaran pengurus koperasi terus berupaya melakukan langkah-langkah konstruktif dan berkoordinasi dengan pemerintah Desa Kumpi, Desa Po'ona dan Desa Uluanso, serta lembaga-lembaga terkait lainnya untuk memperjuangkan kepentingan anggota koperasi," jelasnya. Masih rapat anggota tahunan, forum rapat menerima laporan pengurus koperasi dan setujui 14 program kerja tahun 2023 sebagai dasar kegiatan pengurus koperasi. Dari 14 program kerja diantaranya pengurus koperasi mengupayakan usaha koperasi berupa angkutan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit plasma. Selain itu, mengupayakan usaha lainnya dengan memanfaatkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dan bantuan Pemda Morut. "Kita mengarahkan Desa Uluanso sebagai sentra pengembangan bibit sawit, Po'ona sebagai sentra ayam petelur, dan Kumpi sebagai sentra jahit-menjahit untuk pakaian pekerja di perusahaan," beber Guslan. Yarid F. Marande sambut baik pelaksanaan RAT ini. "Koperasi Konsumen Petani Sawit Lembo Jaya saat ini termasuk koperasi yang paling sehat di Morut," terangnya. Di rangkaian pelaksanaan RAT dilaksanakan pula aksi sosial donor darah dengan melibatkan karyawan PT KSG dan anggota Koperasi Konsumen Petani Sawit Lembo Jaya.