Luruskan

Sorotan terbaru dari Tag # Luruskan

Pj Sekda Kuansing Luruskan Sengkarut LPj APBD Tahun 2024 Politik
Politik
Rabu, 09 Juli 2025 | 17:37 WIB

Pj Sekda Kuansing Luruskan Sengkarut LPj APBD Tahun 2024

Teluk Kuantan, katakabar.com - Anggota dewan perwakilan rakyat daerah atau DPRD Kuatan Senginging, Provinsi Riau kembali gelar sidang paripurna dengan agenda mendengar jawaban pemerintah daerah atas pandangan fraksi-fraksi soal laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Tahun 2024 yang disampaikan, Selasa (8/7) kemarin. Satria Mandala Putra, Wakil Ketua I DPRD Kuansing memimpin jalannya rapat paripurna 9 Juli 2025 yang dihadiri sebanyak 18 anggota dewan lain. dr. Fahriansyah, Pj. Sekda tampak hadir mewakili Bupati Kuansing, Suhardiman Amby bersama rombongan perwakilan organisasi perangkat daerah atau OPD, serta instansi vertikal. Pantauan katakabar.com, dr. Fahdiansyah menjelaskan tentang pertanggung jawaban APBD Tahun 2024 Rp1,5 Triliun yang tadinya mendapat kritikan bersifat membangun bahkan ada yang disinyalir melanggar peraturan yang berlaku. “Perlu kami luruskan hasil dari pemeriksaan BPK, pengelolaan keuangan Pemkab Kuansing telah sesuai dengan standar akutansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” terangnya saat berpidato. Soal ketimpangan anggaran pada Dinas Perumahan Kawasan Permukinan dan Pertanahan yang semula dianggarkan Rp4,6 miliar tapi dalam perkembangan rapat Komisi pada 27 Januari 2024, anggota Komisi mengusulkan untuk penambahan pagu anggaran. “Maka deal anggaran di Dinas Perkimtan menjadi Rp48 miliar, kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara anatara Komisi III DPRD dengan Kadis Perkimtan, di Banggat pun demikian dijelaskan secara rinci tetap memperhatikan skala prioritas dan kemampuan keungan daerah,” terangnya.

Peran Dunia Pendidikan Bisa Luruskan Stigma Negatif Kelapa Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 05 November 2023 | 21:29 WIB

Peran Dunia Pendidikan Bisa Luruskan Stigma Negatif Kelapa Sawit

Bogor, katakabar.com - Ketua Umum Yayasan Pusat Pentaheliks Ilmuwan Pertanian Indonesia, Paristiyanti Nurwardani menjelaskan, peranan tenaga pendidik sangat penting menanamkan sikap positif kelapa sawit sejak dini. "Tenaga pendidik yang dimaksud dari guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan," ujarnya saat Focus Group Discussion (FGD), di Bogor Provinsi Jawa Barat, dilansir dari laman ngopibareng.id, pada Minggu (5/11). Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kata Paristiyanti, pendidik tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Indonesia negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, sehingga komoditas ini sangat penting bagi perekonomian. Kontribusi kelapa sawit, menurut data OJK, sepanjang mata rantai distribusi dari hulu hingga hilir mencapai 6 persen hingga 7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sedang, total produksi minyak sawit mencapai 47,4 juta ton di tahun 2018, dengan komposisi ekspor mencapai angka 80,7 persen dari total produksi komoditas ini. Total luasan kebun sawit di Indonesia telah mencapai 14,03 juta hektar, dan telah meningkatkan penyerapan tenaga kerja menjadi lebih dari 16 juta orang. Komposisi tersebut terdiri dari 12 juta orang pekerja langsung dan 4 juta petani di perkebunan. “Dengan potensi yang besar serta keunggulan minyak sawit ini, dianggap mengganggu eksistensi dari minyak nabati lain sehingga menimbulkan persaingan, bahkan memicu aksi untuk menahan perkembangan kelapa sawit di Indonesia,” jelasnya. Salah satu tantangan, sebutnya, kampanye negatif dan kebijakan hambatan perdagangan untuk minyak kelapa sawit. Isu yang banyak diangkat dalam kampanye negatif, saat ini adalah terkait lingkungan dan sosial. Kampanye negatif itu sendiri telah berhasil membuat stigma negatif pada sebagian masyarakat Indonesia. "Itu tadi, sangat penting peranan dunia pendidikan meluruskan stigma negatif kelapa sawit," terangnya lagi.

Luruskan Persepsi Masyarakat, BPDPKS dan PB PMII Sosialisasi Manfaat Sawit Nasional
Nasional
Rabu, 11 Oktober 2023 | 20:57 WIB

Luruskan Persepsi Masyarakat, BPDPKS dan PB PMII Sosialisasi Manfaat Sawit

Jakarta, katakabar.com - Sosialisasi dilakukan untuk merubah pola pikir masyarakat tentang produksi kelapa sawit. Di mana kelapa sawit punya banyak manfaat bagi masyarakat. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII, kolaborasi taja sosialisasi Sawit Baik 2023 di Kantor Bupati Batang Hari, Provinsi Jambi. Kegiatan itu bertema, 'Pemanfaatan Hasil Produksi Kelapa Sawit untuk Membangun Ekonomi Kerakyatan' diikuti 100 orang lebih peserta, diantaranya Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Batang Hari, HM Isah, Ketua PKC PMII Provinsi Jambi, dan Ketua Cabang PMII Batang Hari. Ketua PB PMII, Adlin Pandjaitan.menuturkan, sosialisasi digelar merubah pola pikir masyarakat mengenai produksi kelapa sawit. "Kelapa sawit punya banyak manfaat bagi masyarakat. Sawit itu baik. Lantaran itu kita mau rubah pola pikir masyarakat mengenai perkebunan dan produksi kelapa sawit," ulasnya. Selama ini, ujar Adlin, masih banyak yang berpikiran produksi kelapa sawit ini hanya merugikan masyarakat saja, perkebunan kelapa sawit hanya menyerap air yang begitu banyak," bebernya lewat keterangan persnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (11/10). Jika dikaji lebih dalam, lanjutnya, merujuk pada hilirisasinya, masih banyak hal-hal lain yang bermanfaat dari produksi kelapa sawit ini. Kegiatan sosialisasi ini sesuai dengan visi dan misi BPDPKS, yakni menjadi badan pengelola dana yang terpercaya dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan sebagai komoditas strategis nasional untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Kepala Divisi Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) BPDPKS, Helmi Muhansyah menimpali, sosialisasi itu salah satu upaya lembaganya mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit. "BPDPKS menjalankan kebijakan-kebijakan dan langkah-langkah strategis pemerintah dalam pengembangan sawit berkelanjutan," ucapnya. Kelapa sawit jadi salah satu komoditas strategis dalam mendorong perekonomian dan sebagai sektor penyumbang devisa negara tiap tahunnya. "Tidak semua masyarakat mengetahui produk turunan sawit dapat dikembangkan. Itu sebabnya, ke depan bagaimana mengembangkan kelapa sawit ini terus berkelanjutan. Itu tadi, kelapa sawit salah satu komoditas strategis yang ada di Indonesia ini," terangnya. Kolaborasi dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, tambah Helmi, kunci kelapa sawit terus berkelanjutan untuk mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit.