Panen
Sorotan terbaru dari Tag # Panen
Polsek Rangsang Panen Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pagan Daerah
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan SH gelar Panen Jagung Pipil dukung Ketahanan Pangan Daerah, di Desa Teluk Samak Kecamatan Rangsang Senin (22/12). Selain itu, Polsek Rangsang laksanakan panen jagung pipil di lahan Bumdes Artha Niaga, guna mendukung Ketahanan Pangan Nasional. "Adapun Luas Lahan setengah hektar umur tanam 110 hari jenis bibit bisi 18 pee 6 kilogram, lalu hasil panen 2500 kilogeram, lokasi lahan BumDes Artha Niaga di Desa Teluksamak Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan SH Kata Kapolsek Rangsang, kegiatan panen jagung menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program Ketahanan pangan. "Panen Jagung menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. dengan keterlibatan aktif dalam program Ketahanan Pangan, kegiatan ini sebagai bukti dukungan guna membantu kesejahteraan masyarakat melalui stabilitas produksi pangan yang berkelanjutan," sebutnya.
Mantap! Petani Sawit Dapat Pupuk Gratis dan Mobil Angkut Panen dari Pemkab Dharmasraya
Sumbar, katakabar.com - Petani kelapa sawit dapat pupuk gratis dan mobil angkut panen di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Ini bukti Pemkab Dharmasraya, di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, SH, LLM., bersama Wakil Bupati Leliarni, S. Pd, M. Si, yang menghadirkan beragam program langsung ke tangan petani agar produktivitas, dan penghasilan mereka meroket. Lewat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Pemkab Dharmasraya memberikan bantuan pupuk gratis, perbaikan jalan usaha tani, dan bahkan mobil langsir untuk angkutan hasil panen khusus kebun sawit berusia 4 tahun. Semua dilakukan agar panen bisa cepat dijual tanpa hambatan logistik. Selain itu, ada program replanting bagi sawit tua atau tidak produktif. Setiap hektare mendapatkan dana hingga Rp60 juta untuk bibit unggul, pupuk, pengolahan lahan, dan sarana kebun lainnya. Bahkan, anak-anak petani mendapat perhatian khusus lewat beasiswa hingga perguruan tinggi, menjadikan program ini bukan sekadar jangka pendek, tetapi investasi masa depan keluarga petani. Syarat untuk menikmati semua fasilitas ini cukup sederhana, tetapi tetap jelas. Petani harus tergabung dalam Kelompok Tani minimal 20 anggota, memiliki lahan 50 hektare, dan dokumen kepemilikan berupa Sertifikat atau Alashak. Kebun juga tidak boleh berada di kawasan hutan atau HGU perusahaan. Pemkab memastikan semua warga Dharmasraya memiliki kesempatan yang sama. Bagi petani yang masih bingung atau ragu soal prosedur, bisa langsung datang ke kantor wali nagari setempat. Alternatifnya, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Dharmasraya siap dihubungi di nomor 0853-5646-2272. “Pemkab akan aktif mendorong setiap usulan agar diterima BPDPKS dan cepat direalisasikan. Tujuannya jelas pendapatan petani meningkat, sawit Dharmasraya makin berkualitas, dan ekonomi desa bergerak maju,” kata salah satu pejabat Dinas Pertanian. Program ini jadi bukti nyata petani sawit Dharmasraya kini dimanjakan pemerintah. Dari bantuan pupuk gratis hingga replanting hingga beasiswa anak, semuanya dirancang untuk mendorong kesejahteraan dan produktivitas. Dengan langkah ini, Dharmasraya berpotensi jadi kawasan sawit paling progresif di Sumatera Barat, sekaligus jadi inspirasi bagi daerah lain.
Warga Sambut Baik Fungsi dan Peran Bendungan Logung, Panen Meningkat dan Banjir Tereduksi
Kudus, katakabar.com - Fungsi dan peran Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, disambut sangat baik warga sekitar yang merasakan langsung dampak positifnya. Sejak dirampungkan pada 2018 lalu, bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi telah menjelma menjadi penggerak utama dalam peningkatan produktivitas pertanian, pengendali banjir, hingga pembuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Rasa syukur dan manfaat nyata ini paling dirasakan oleh para petani. Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air atau IP3A Kecamatan Jekulo, dan Mejobo, Suwandi, mengungkapkan bagaimana bendungan ini telah mengubah nasib pertanian di wilayahnya. Menurutnya, suplai air yang kini stabil sepanjang tahun memungkinkan pola tanam yang jauh lebih produktif. “Dulu pola tanam di tempat saya acak dan kadang hanya sekali tanam padi karena kekurangan air. Sekarang setelah bendungan dibangun bisa tanam padi 2-3 kali setahun. Tahun ini bahkan tiga kali masa tanam, dan hasilnya rata-rata 7–8 ton per hektar,” ujar Suwandi, melalui siaran pers diterima katakabar.com, Senin (8/9). Selain irigasi, fungsi bendungan sebagai pengendali banjir juga membawa kelegaan besar bagi warga. Bahrudin, seorang petani dari Desa Delango, mengenang masa-masa sulit sebelum bendungan beroperasi, di mana banjir sering kali menghanyutkan hasil panen yang sudah di depan mata. "Pernah pada saat itu lagi panen-panennya, petani sudah menyabit, tinggal ditumbuk, eh hujan besar dibawa sama arus. Akhirnya petani kecewa mengalami kerugian besar saat itu. Tetapi akhir-akhir ini, Alhamdulillah sudah 3 atau 4 tahun ini tidak pernah banjir di desa kami,” kata Bahrudin. Hal ini diaminkan Purnomo, petani dari Kecamatan Undaan. Ia menuturkan bagaimana Bendungan Logung berhasil mengubah lahan yang tergenang air menjadi area produktif. Sebelum ada bendungan, luas lahan yang bisa digarap hanya sekitar 80–100 hektare karena sisanya terendam seperti rawa. “Setelah bendungan dibangun, genangan air berkurang, distribusi air irigasi stabil, sehingga luas lahan yang bisa ditanami bertambah menjadi lebih dari 600 hektare. Bahkan lahan tidur 800 hektare di Legowo yang sebelumnya tidak bisa ditanami kini kembali produktif,” ucap Purnomo. Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum atau PU, Dody Hanggodo menegaskan komitmen kementeriannya akan selalu memastikan pengelolaan Bendungan Logung berjalan optimal. Ia menekankan, bendungan ini dirancang sebagai infrastruktur multifungsi. Selain untuk irigasi, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 200 liter/detik untuk Kota Kudus, mampu mereduksi potensi banjir hingga 105 m³/detik, berpotensi menghasilkan listrik 0,5 MW, serta mengembangkan kawasan sekitarnya menjadi destinasi wisata baru.
Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton?
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo catat capaian mengejutkan dalam panen perdana sawit pasca replanting di Kebun Terantam, Regional III Riau. Di usia tanam baru 2,5 tahun yang sejatinya masih tergolong belum menghasilkan atau TBM, tanaman kelapa sawit di bawah pengelolaan PalmCo telah mampu menyentuh angka produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektar. Angka ini hampir dua kali lipat dari rerata nasional untuk umur tanam yang sama, yang umumnya berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektar. Panen perdana ini dilakukan di area seluas 615,74 hektar yang berada di Afdeling 7 dan 8 Kebun Terantam. Areal ini bagian dari siklus tanam kedua di kebun tersebut, yang sebelumnya telah memasuki fase tanaman tua sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Bahkan, jika tren ini bertahan, bukan tidak mungkin saat memasuki usia TM 1 tahun depan, kebun ini mampu mencetak produksi hingga 18 ton per hektare. Dalam kondisi optimal, proyeksi produksinya bahkan bisa menyentuh angka 33 hingga 35 ton per hektar. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa hadir langsung di lokasi panen menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, performa ini adalah buah dari konsistensi dan strategi tanam yang terukur. “Ini adalah cara kita menjawab risiko terbesar di PTPN Group yakni menjaga kualitas investasi tanam. Hasilnya tidak hanya optimal, tapi bahkan bisa kita dorong hingga maksimal,” ujar Jatmiko, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Sabtu siang. PalmCo sendiri telah mereplanting lebih dari 19 ribu hektar sejak integrasi PTPN, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing. Selama lima tahun terakhir, pola replanting yang diterapkan terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat. Misalnya, untuk tanaman tahun tanam 2020, PalmCo mencatat rata-rata produktivitas TBM 3 sebesar 7,2 ton per hektare,jauh di atas potensi standar nasional versi PPKS yang hanya 4 ton per hektar. Saat tanaman tersebut masuk usia TM1, hasil panennya tercatat mencapai 14,5 ton per hektare, melebihi standar PPKS yang berada di angka 12 ton. “Ini bukan hanya soal unggul dari sisi produktivitas, tapi juga soal konsistensi di berbagai wilayah operasional,” imbuh Jatmiko.
Panen Sayur Mayur, WBP Rutan Kelas IIB Rengat Wujud Ketahanan Pangan Nasional
Indragiri Hulu, katakabar.com - Petugas rumah tahanan negara atau Rutan Kelas IIB Rengat, Indragiri Hulu, Riau berhasil membina warga binaan pemasyarakatan atau WBP sektor holtikultura, yakni budidaya sayur kangkung. Hasil panennya yang dilakukan pada Kamis (10/7) mencapai 100 kilogram. Kendati hasilnya menjanjikan paling penting membina kemandirian mereka menjadi keterampilan masa depan, sehingga warga binaan setelah keluar dari Rutan kembali kemasyarakatan ada harapan, dan peluang kemandirian lantaran sudah dibekali keterampilan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bukti nyata pemasyarakatan di lingkungan Ditjenpas Riau berkomitmen penuh dukung ketahanan pangan, yakni dengan memberdayakan keterampilan warga binaan melalui program pembinaan,” kata Ridar Firdaus Ginting, Karutan Rengat. Kegiatan tersebut selaras dengan 13 program akselerasi yang di canangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu memberdayakan warga binaan untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan. Ditegaskannya, kami terus berkomitmen mengembangkan program ketahanan pangan dilingkungan pemasyarakatan agar berdampak semakin luas.
Panen Raya Jagung Serentak, Polres Inhil Tunjukkan Komitmen Swasembada Pangan
Indragiri Hilir, katakabar.com - Kepolisian Resor atau Polres Indragiri Hilir gelar panen raya jagung kuartal II mendukung swasembada pangan tahun 2025 di Dusun Sungai Buluh Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu. Di kegiatan Panen Raya Jagung Serentak yang digelar secara nasional itu Polres Indragiri Hilir, Kamis (5/6). Kapolres Indragiri Hilir diwakili Wakapolres, Kompol Rizki Hidayat, yang pimpin panen raya jagung, dihadiri Forkopimcam Tembilahan Hulu, Lurah, dan Kepala DeHulse Tembilahan Hulu. Secara nasional, kepolisian pasang target menanam jagung di lahan seluas sejuta hektar. Nah, di kuartal pertama bulan Februari 2025, Polri telah menghasilkan 118.075 ton jagung. Sedang, kuartal kedua, panen dilakukan lahan seluas 344.524 hektar dengan hasil mencapai 2,74 juta ton. Polri tengah membangun 12 gudang pangan dengan kapasitas total 18.000 ton, serta menggandeng Bulog untuk menyerap hasil panen secara optimal. Terpisah, Wakapolres Indragiri Hilir, Kompol Rizky menyatakan, panen jagung tersebut panen kesekian yang dilakukan Polres Indragiri Hilir. Selain jagung di lahan Tembilahan Hulu, Polres Indragiri Hilir menanam jagung di lahan Desa se Kabupaten Indragiri Hilir.
Jagung Pipil Binaan Dipanen, Polres Inhu Songsong Swasembada Pangan
Indragiri Hulu, katakabar.com - Wakapolres Indragiri Hulu, Kompol Manapar Situmeang pimpin prosesi panen jagung pipil bersama pihak management PT Inecda Plantations di Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, Selasa (3/6). Sumringah melihat hasil panen perdana. Apalagi semangat gotong royong guna mendukung program Asta Cita Presiden RI, H. Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan membuahkan hasil (panen perdana skala nasional tahap II). Menurut Wakpolres Indragiri Hulu, kegiatan ini menjadi tonggak penting kerja sama strategis antara Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan dan sektor swasta, yang diwujudkan PT Inecda Plantation. “Panen ini bukan hanya hasil dari benih jagung yang tumbuh, tapi bukti nyata semangat, dan kekuatan kelompok tani kita yang luar biasa,” ujarnya. Jagung bukan sekadar komoditas, kata Kompol Manapar, melainkan simbol harapan yakni 'Harapan Akan Kemandirian Pangan, Kekuatan Ekonomi Desa, dan Keberlangsungan Kesejahteraan Generasi' masa datang. "Kepada generasi muda untuk kembali mencintai pertanian. “Mari kita jadikan Desa Sibabat bukan hanya penghasil jagung, tapi juga pusat ketahanan pangan dan inovasi pertanian,” serunya. Ini bentuk nyata komitmen Polres Inhu mendukung program nasional, terangnya, ini bukan momen kegiatan panen yang tergerak, gerakannya menyongsong swasembada pangan membangun desa dari peladangan dan kebun.
Wabup Rohul: Kuncinya Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Menabung di Bank
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Panen hadiah Simpedes Periode 2, yakni september 2024 hingga Februari 2025 Bank BRI Branch Office Pasir Pengaraian di gelar di Hotel gelora Pasir Pengaraian, Minggu (25/5). Hadir di acara Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti SH MM, Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini bersama perwakilan Forkopimda Rokan Hulu, Kepala DPMPTSP, Munandar,SE, Sekretaris Dinsos P3A, April Liyadi, S.E, M.Si, dan para undangan serta nasabah BRI cabang Pasir pengaraian. Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti mengatakan, hal terpenting dari sebuah bank adalah Keamanan dan kenyamanan nasabah untuk menabung dan menyimpan uang mereka di bank, memberikan keyakinan kepada masyarakat dengan menabung di bank akan lebih aman dan nyaman. "Kunci pertama adalah keamanan dan kenyamanan nasabah untuk menabung di Bank, sebab kenyamanan hal utama bagi nasabah," ujarnya. Selain itu, Syafaruddin Poti menjelaskan salah satu program pemerintah daerah membangun generasi muda berakhlak. Jadi, ia berharap Bank BRI dapat berkontribusi dalam dunia pendidikan, dan keagamaan, serta memberikan edukasi kepada generasi muda di Kabupaten Rokan hulu melalui CSR Bank BRI, seperti memberikan support untuk anak anak tahfidz, dan lainnya. "Kita berharap Bank BRI Memberikan sedikit CSR nya untuk memberikan sarana di bidang pendidikan di kab. Rohul," ucapnya. Lantas, Wabup Rokan Hulu memberikan saran agar ke depan event ini dibuat secara terbuka, untuk mensosialisasikan, dan memberikan pelayanan serta edukasi untuk masyarakat Rohul, seluruh nasabah bisa mengikuti dan menyaksikan pencabutan undian ini, sehingga memotivasi nasabah untuk menabung lebih banyak lagi di Bank BRI. "Ke depan event seperti ini bisa dibuat lebih terbuka lagi, agar seluruh nasabah bisa melihat pelayanan yang diberikan, menyaksikan pencabutan hadiah agar memotivasi masyarakat untuk menabung lebih banyak di bank BRI" harapnya. Sementara, Pimpinan Cabang BRI Pasir Pangaraian diwakili Manajer bisnis Mikro Branch Office Pasir Pengaraian, Indra Yuliadi mengutarakan, Panen Hadiah Simpedes kegiatan rutin yang dilaksanakan 2 kali setahun sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih kepada para nasabah khususnya nasabah tabungan Simpedes yang selalu memberikan kepercayaan kepada bank BRI Branch Office Pasir Pengaraian.
Keramba Apung Ikan Modern: Rahasia Sukses Panen Melimpah!
Jakarta, katakabar.com - Keramba apung ikan berbasis kubus apung menawarkan solusi modern yang tahan lama, efisien, dan minim perawatan bagi para pembudidaya. Ini jadi jawaban atas tantangan budidaya tradisional yang seringkali mahal dan kurang fleksibel. Anda seorang pembudidaya ikan yang mendambakan hasil panen melimpah dan berkelanjutan? Pernahkah Anda merasa kerepotan dengan perawatan keramba apung ikan tradisional yang mudah rusak dan butuh banyak biaya perbaikan? Jika iya, mungkin ini saatnya Anda melirik solusi yang lebih modern, efisien, dan tahan lama. Di era akuakultur yang terus berkembang, inovasi menjadi kunci sukses, dan salah satunya hadir dalam bentuk keramba apung ikan yang dibangun menggunakan teknologi kubus apung. Dunia budidaya ikan terus bergerak maju. Kebutuhan akan pasokan ikan yang stabil dan berkualitas semakin tinggi. Tapi, tantangan seperti kondisi cuaca, serangan hama, dan efisiensi operasional seringkali menjadi batu sandungan bagi para pembudidaya. Metode tradisional memang punya tempatnya, tapi seringkali kurang fleksibel dan butuh perawatan ekstra. Bayangkan sebuah fondasi yang kokoh, adaptif, dan minim perawatan untuk usaha Anda. Inilah yang ditawarkan oleh keramba apung ikan modern.
Biar Harga Tidak Rusak, Petani Jangan Panen Buah Sawit Mentah!
Arga Makmur, katakab - Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Provinsi Bengkulu sempat sentuh Rp3000 per kilogram, tapi belakangan ini di tingkat pabrik terus turun. Selain dipengaruhi kondisi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil CPO) di pasar global, rupanya penurunan harga TBS disebabkan ulah sebagian petani sawit setempat. Harga TBS di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) di BU saat ini berkisar Rp2.610 hingga Rp 2.900 per kilogram. Penurunan harga terjadi setiap hari sejak pergantian tahun, besarnya mulai dari Rp20 hingga Rp50 per kilogram. Kalau dibandingkan dengan harga resmi yang ditetapkan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, harga TBS sawit di lapangan terpaut cukup jauh. Soalnya, untuk periode Januari 2025 ini harga penetapan untuk TBS sawit produksi petani bermitra di Bengkulu mencapai Rp3.769 per kilogram.