Rakernas

Sorotan terbaru dari Tag # Rakernas

Bersua Menteri Imipas, Ketua IWO Riau Siap Bersinergi Bangun Informasi Publik Sehat Nasional
Nasional
Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:55 WIB

Bersua Menteri Imipas, Ketua IWO Riau Siap Bersinergi Bangun Informasi Publik Sehat

Jakarta, katakabar.com - Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, menyatakan kesiapan IWO Riau untuk menjadi mitra strategis jajaran Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh wilayah Riau. Itu disampaikan Muridi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke III Ikatan Wartawan Online (IWO) di Aula PDS HB Jassin, Jakarta Pusat, Selasa Pon, 28 hingga 29 Oktober 2025. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., sekaligus Ketua Majelis Kehormatan PP IWO, hadir di Rakernas, bersama H Teuku Yudhistira Adi Nugraha, serta pengurus IWO dari seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia. Muridi menegaskan, IWO Riau siap memperkuat kemitraan dengan Imigrasi dan Lapas di 12 kabupaten dan kota sebagai bagian dari komitmen organisasi mendorong transparansi dan literasi informasi publik. “IWO Riau siap menjadi mitra strategis bagi seluruh jajaran Imigrasi dan Lapas. Kami akan berperan aktif menyebarluaskan informasi positif, edukatif, dan berimbang agar masyarakat memahami kinerja lembaga pemerintah,” jelasnya, Rabu (29/10) Menurutnya, sinergi antara media dan pemerintah langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik dan menciptakan komunikasi yang sehat. “Kami tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tapi juga ingin menjadi bagian dari solusi dengan tetap berpegang pada etika dan profesionalisme,” imbuhnya. Sementara, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal (Purn) Agus Andrianto, mengapresiasi semangat IWO membangun kemitraan positif dengan pemerintah. “Kami sambut baik komitmen IWO, terutama dari Riau. Media yang profesional adalah mitra penting dalam menjaga transparansi dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” terang Agus Andrianto. Ia menegaskan, kementerian yang dipimpinnya terus mendorong pelayanan publik yang humanis, transparan, dan profesional, serta terbuka terhadap kolaborasi dengan insan pers. Muridi menimpali, IWO Riau juga fokus pada peningkatan kapasitas wartawan online melalui pelatihan, sertifikasi, dan literasi digital. “Era digital menuntut wartawan tidak hanya cepat, tapi juga akurat. Kami ingin setiap anggota IWO menjunjung tinggi integritas dan kode etik jurnalistik,” tegasnya. Rakernas ke III IWO menjadi momentum penguatan peran organisasi pers digital di tingkat nasional dan daerah. Muridi menegaskan, PW IWO Riau akan menindaklanjuti hasil Rakernas dengan membangun sinergi nyata bersama jajaran Imigrasi dan Lapas di seluruh Riau.

BPDP Paparkan Optimalisasi Promosi Sawit Baik di Forum Rakernas Apkasindo Sawit
Sawit
Minggu, 23 Maret 2025 | 21:20 WIB

BPDP Paparkan Optimalisasi Promosi Sawit Baik di Forum Rakernas Apkasindo

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus melakukan upaya untuk meningkatkan citra nilai komoditas kelapa sawit melalui kerja sama dengan segenap pemangku kepentingan kelapa sawit. Ini ditegaskan Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana, sekaligus Pelaksana Tugas atau Plt. Direktur Kemitraan BPDP, Kabul Wijayanto di forum pleno I Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Akasindo) yang berlangsung selama dua hari, di Jakarta pada 18 hingga 19 Maret 2025 lalu. Kabul Wijayanto mengutarakan, program promosi sawit BPDP dituangkan dalam beragam bentuk kegiatan di dalam maupun di luar negeri. “Di dalam negeri kegiatannya antara lain melalui media coverage, promosi segmented target (dengan sasaran guru, siswa, mahasiswa, jurnalis, diplomat, dll), promosi media luar ruang, produksi materi promosi, dan dukungan pendanaan kegiatan yang diselenggarakan mitra,” jelas Kabul Wijayanto. “Di dalam negeri isu negatif terhadap sawit masih ada, maka kami mempromosikan kebaikan sawit sejak dini kepada para siswa agar mereka dapat mengetahui fakta objektif tentang kelapa sawit dan manfaatnya bagi sosial ekonomi masyarakat Indonesia,” ulas Kabul Wijayanto. Untuk promosi luar negeri, cerita Kabul, kegiatan dalam bentuk penguatan hubungan dengan negara-negara importir utama, partisipasi misi dagang untuk perluasan pasar ekspor sawit, litigasi dan advokasi atas diskriminasi terhadap sawit, kampanye positif dan media coverage pada media luar negeri, serta dukungan event sawit skala internasional. “BPDP turut memberikan dukungan pendanaan atas proses litigasi dalam sengketa Pemerintah RI dan Uni Eropa terkait regulasi RED II yang mendiskrimasi sawit (sengketa DS 593 WTO), dimana dalam sengketa ini, Pemerintah RI memenangkan gugatan yang ada,“ ucapnya.

Bahas Edukasi WBP Hingga Rekernas Saat pertemuan Menteri Imipas dan PP IWO Nasional
Nasional
Kamis, 20 Februari 2025 | 16:55 WIB

Bahas Edukasi WBP Hingga Rekernas Saat pertemuan Menteri Imipas dan PP IWO

Jakarta, katakabar.com - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jendral (Purn) Agus Andrianto gelar pertemuan dengan Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) di Kantor Kemenimipas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/2) lalu. Di pertemuan itu, PP IWO dengan Menteri Imipas, Agus Andrianto tampak membahas berbagai hal, diantaranya mengenai fenomena di tanah air yang terjadi saat ini, persoalan politik, keamanan hingga gebrakan Agus Andrianto terkait edukasi terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai dengan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto. “Mas Agus Adrianto, selain menjabat sebagai Menteri Imipas, sejak awal kepemimpinan saya di IWO, beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan PP IWO. Lantaran itu, sebagai organisasi jurnalis, sekaligus generasi bangsa sangat wajar bersilaturahmi sambil berdiskusi tentang berbagai isu di tanah air era ini hingga bertukar pikiran tentang bangsa ke depannya, khususnya dalam mendukung program Kemenimipas," ujar Ketua Umum PP IWO, Teuku Yudhistira.

Rakernas GAPKI Kelar, Program PSR  Prioritas Kedepan Nasional
Nasional
Sabtu, 15 Juli 2023 | 22:52 WIB

Rakernas GAPKI Kelar, Program PSR Prioritas Kedepan

Jakarta, katakabar.com - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sudah kelar. Kegiatan yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta menghasilkan kesepakatan, yakni GAPKI fokus dan prioritaskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Itu sejalan dengan tema tajuk Rakernas yang digelar dari 14 hingga 15 Juli 2023, yakni "Penguatan Kemitraan dan Percepatan PSR untuk Ketahanan Pangan dan Energi, Demi Kestabilan Domestik dan Internasional". Kita fokus itu kata Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, seraya menekankan tidak serta merta muncul Rakernas tapi sudah dari awal tahun ini. Produksi minyak sawit yang terus melorot empat tahun belakangan ini, menjadi musababnya. Lihat, angka-angka ini. Di tahun 2019, produksi minyak sawit nasional masih 47,18 juta ton. Setahun kemudian menjadi 47,03 juta ton, 2021 46,89 juta ton dan tahun 2022 46,73 juta ton. "Data terakhir, konsumsi sawit nasional sudah di angka 21 juta ton. Ini bakal terus naik. Kalau produksi enggak kita genjot, pemenuhan kebutuhan dalam negeri bakal kurang. Biar ini tertutupi, ekspor bakal dikorbankan. Kalau ekspor dikorbankan, devisa terganggu," terangnya dilansir dari laman elaeis.co, Sabtu (15/7). Diceritakan Eddy, dari 2016 silamnsudah ada program PSR. Program ini sangat prospektif. Soalnya menyasar sekitar 2,7 juta hektar perkebunan sawit rakyat. Masalahnya, sejak berjalan hingga kini program justru berjalan tertatih. Menurutnya, "tahun ini target PSR 180 ribu hektar. Melalui skema rekomtek 80 ribu hektar, sisanya skema kemitraan dengan perusahaan." Saat ini ulasnya, ada sekitar 200 ribu hektar kebun plasma yang siap untuk diremajakan. Tapi melihat waktu yang tersisa tahun ini, hanya sekitar lima bulan lagi enggak mungkin semuanya bisa diremajakan. Selain produktivitas di dalam negeri sebenarnya yang menjadi tantangan. GAPKI menengok, European Union Deforestation Regulation (EUDR) atau undang-undang anto deforestasi yang sudah disahkan April lalu, bisa menjadi masalah. Memang sambungnya, baru berlaku 18 bulan setelah disahkan. Proses menuju tenggat berlakunya bakal dikawal. "Ekspor minyak sawit ke Eropa hanya sekitar 3,5 juta ton. Tapi masalahnya saat negara lain ikut-ikutan memberlakukan aturan, seperti EUDR itu," bebernya. Soal EUDR ini, sebelumnya Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Rizal Affandi Lukman meminta agar pelaku sawit menyikapinya biasa saja. "Kalau dibilang EUDR itu enggak berdampak, ya pasti berdampak. Tapi pengaruhnya enggak heboh-heboh amatlah. Disikapi saja secara terukur dan membuktikan sertifikasi nasional yang sudah ada seperti ISPO dan MSPO sudah mengcover beberapa hal yang dipersyaratkan EUDR. Jangan terlalu disikapi berlebihan. Jangan gara-gara itu seolah dunia akan runtuh," titahnya. Kata Rizal, Eropa Union bersama Indonesia dan Malaysia sudah membentuk Joint Task Force (JTF). Di JTF nanti dibahas berbagai persoalan yang timbul akibat persyaratan EUDR yang harus dipenuhi oleh pihak eksportir. Salah satunya adalah aturan ketertelusuran. "Pertemuan pertama JTF digelar pekan pertama bulan depan. Cocoa, kopi, karet dan kayu bakal dibahas," tambahnya.