Rembuk
Sorotan terbaru dari Tag # Rembuk
Camat Tebing Tinggi Buka Rembuk Stunting untuk Konvergensi PS dan Perendes
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Desa Alahair gelar rembuk stunting untuk konvergensi pencegahan stunting, dan perencanaan Desa Tahun 2025, di Kantor Desa Alahair, Kamis (4/9) kemarin. Di kegiatan itu hadir Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak, Pj Kepala Desa Alahair, Tauhid Yusro, Kabid dinas PMD, Bidan Desa, Pendamping Desa, Pendamping Pertanian, Pendamping PKH, Ketua BPD Desa Alahair, Ketua LPMD Alahair, Ketua RW, Ketua RT, dan Kader Posyandu Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak, yang buka rembuk stunting untuk konvergensi pencegahan stunting dan perencanaan Desa Tahun 2025. Menurut Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak, kami dari Kecamatan Tebing Tinggi berharap banyak dari kegiatan rembuk setanting Desa Alahair ini setidaknya ada perubahan. "Ini program nasional. Untuk itu, kami berharap setanting bisa jalankan dengan baik walaupun tidak bisa diciptakan dengan 100 persen," ujarnya. Dijelaskan Husni, kita minimal mencegah. Makanya kita perlu pembelajaran para kader Posyandu agar ke depan mereka tahu yang disebut stunting itu, bagimana tidak semu anak yang bisa dikatakan stunting bisa jadi dari sebagian masyarakat Desa Alahair anak-anaknya itu cerdas. "Selesaikan penerapan stunting kepada para kader yang di Desa Alahair, dan Posyandu di Kecamatan Tebing Tinggi," ucapnya. Pj Kepala Desa Alahair menimpali, rembuk stunting ini salah satu bagian program Desa yang diatur Kementrian Pusat. Jadi, kita harus melaksanakan program ini, dan kita harus melihat kondisi balita, serta laporkan bagaiman progres stunting.
Rembuk Stunting Aksi III, Sekdakab Kepulauan Meranti Ajak Seluruh Pihak Jaga Konsentrasi
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga berencana gelar Rembuk Stunting Aksi III Tahun 2024. Kegiatan itu dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kepulauan Meranti, Bambang Supriyanto, di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, pada Kamis (28/3). Menurut Bambang Supriyanto, percepatan penurunan stunting program nasional dan menjadi mandatori bagi pemerintah daerah yang tertuang di dalam RPJMN 2020-2024. "Implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting tersebut adalah telah disusunnya rencana Aksi Nasional Pasti (RAN-PASTI) sebagai pedoman dan panduan bagi pemerintah Pusat, daerah hingga level desa dalam melaksanakan program penurunan stunting," ujarnya saat sampaikan sambutan. Ditegaskan Bambang, kepada seluruh yang hadir terutama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi pengampu stunting untuk benar-benar serius dan menjaga konsentrasi dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti agar target 14 persen tahun 2024 ini bisa tercapai sesuai dengan target nasional. "Mari kepada seluruhnya, terutama kepada perangkat daerah, dan seluruh pihak terkait untuk menjaga konsentrasi, berpartisipasi dan berkontribusi dalam program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk intervensi kepada sasaran intervensi stunting, baik anak stunting maupun keluarga beresiko stunting dan sasaran intervensi lainnya," seru Bambang. Selain itu, kata Bambang lagi, soal peran posyandu dalam percepatan penurunan stunting. Peran posyandu tidak hanya untuk menimbang dan memberi susu kepada bayi atau anak yang datang untuk imunisasi, tapi berikan pengetahuan kepada ibu hamil atau ibu menyusui tentang pola hidup sehat, sebab ini sangat penting dimana kesehatan ibu hamil dan menyusui berpengaruh kepada pertumbuhan anak. "Saya minta posyandu-posyandu lebih aktif dalam memebrikan pelayanan dan pengetahuan kepad ibu-ibu. Nanti kita akan upayakan untuk melengkapi seluruh peralatan yang ada di posyandu seperti timbangan dan lainnya agar program penurunan stunting ini benar-benar tercapai," imbuhnya. Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Dody Zulkarnain Hasibuan, Kasi Intel Kejari, Tiyan Andesta, Kepala Kantor Kemenag, Drs. H. Sulman, Ketua Pengadilan Agama Selatpanjang, H. Khairul Huda, Kepala OPD, Camat Se Kabupaten Kepulauan Meranti, Sekretaris PKK Kepulauan Meranti, Siti Rukijah, dan Kepala Desa se Kabupaten Kepulauan Meranti turut hadir.
Musrenbang dan Rembuk Stunting Kecamatan Tasik Putri Puyu, Ini Pesan Asisten II
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana tugas (Plt) Asisten II Setdakab Kepulauan Meranti, Rokhaizal buka Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rembuk Stunting di Kantor Kecamatan Tasik Putri Puyu, pada Rabu (28/2) kemarin. "Ayo manfaatkan Musrenbang guna menjaring aspirasi masyarakat sebagai proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), yang lebih baik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat," seru Rokhaizal dalam sambutannya. Dijelasknnya, dengan mengakomodir kepentingan masyarakat yang paling prioritas dan diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah. Musrenbang yang dilakukan dengan tatap muka dapat berjalan lebih efektif, dan permasalahan-permasalahan pembangunan yang berada dari level desa dan kecamatan dapat terserap dengan baik. "Kepada OPD yang hadir diharapkan dapat mencatat dan menganalisa permasalahan pembangunan yang ada, serta mencari solusi bagaimana cara mengatasinya sehingga dapat segera ditangani," jelasnya. Kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, pinta Rokhaizal, untuk menyusun strategi dan bersinergi agar semua lintas sektor bergerak menurunkan angka stunting di Kecamatan Tasik Putri Puyu. "Mari bersama kita dukung program dan strategi percepatan penurunan stunting yang telah disusun, khususnya intervensi ke desa lokus tahun 2024 dan 2025 mendatang," serunya. Sebelumnya, Camat Tasik Putri Puyu Zainal ucapkan terima kasih atas kehadiran Plt Asisten II, Rokhaizal beserta rombongan di Kecamatan Tasik Putri Puyu. "Semoga kehadiran ini dapat membawa karomah dan hidayah di Tasik Putri Puyu," harapnya. Zainal menceritakan sekilas balik infrastruktur tahun 2023, menurutnya Kecamatan Tasik Putri Puyu merupakan wilayah yang memiliki potensi di bidang perikanan, perkebunan, dan pariwisata. "Di bidang pariwisata, kami berharap wisata alam Tasik Putri Puyu bisa dilestarikan, begitu juga dengan event lainnya seperti menongkah dan sampan layar kedepan bisa dipayungi pemerintah daerah," tuturnya. Anggota DPRD Dapil V Kepulauan Meranti, Darsini menekankan, permasalahan yang ditemui di masing-masing desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu. Ini pekerjaan rumah baginya untuk disampaikan melalui pokok pikiran (Pokir) DPRD Kepulauan Meranti. "Di mana yang menjadi prioritas untuk kecamatan dan desa tumpuannya ada pada anggota DPRD," sebutnya.