Indragiri Hulu, katakabar.com - Konflik lahan antara PT Bukit Betabuh Sei Indah dan masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, terus berlanjut.
Kali ini konflik lahan ini sepertinya mengarah kepada hal-hal tidak diinginkan terjadi di lokasi lahan yang bersengketa, Senin (3/2).
Bersama ormas Pemuda Pancasila, masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga terang-terangan mengusir para pekerja perusahaan agar keluar dari lokasi lahan yang bersengketa.
"Masyarakat dibantu Ormas PP usir para pekerja PT BBSI agar keluar dan mundur dari lahan sengketa. Beruntung para pekerja keluar sehingga tidak terjadi kontak fisik," kata Joni Sigiro kepada katakabar.com, Senin sore.
Menurut Joni, PT BBSI terus menerus memancing keributan di lapangan dengan mengerahkan para pekerja dikawal sekuriti melakukan aktivitas di lahan.
"Pihak perusahaan tidak mengindahkan anjuran dari pihak pemerintah daerah, yaknu Komisi II DPRD Indragiri Hulu agar menghentikan aktivitas di lapangan saat pertemuan di Kantor PT BBSI, pada 6 Januari 2025 lalu. Tidak cuma itu, Komisi DPRD Indragiri Hulu kembali gelar pertemuan ke kantor perusahaan, pada 31 Januari 2025. Di mana PT BBSI diimbau agar tidak melakukan aktivitas di lapangan. Saat itu, dewan Sidak ke lapangan melihat apa terjadi di lapangan tapi tidak sesuai apa yang diinformasikan Humas PT BBSI," jelasnya.
Belum genap sehari lepas Sidak Komisi II DPRD Indragiri Hulu, ucap Joni, pihak perusahaan merusak tanaman masyarakat, tanaman aktifpun digiling, dan besok harinya merusak tanaman masyarakat hingga hancur.
"Masyarakat mengadu ke pemerintah tidak ditanggapi, sekarang masyarakat meminta pendampingan ke pihak Pemuda Pancasila (PP) agar membantu masyarakat," sebutnya.
Bersama PP Masyarakat Usir Pekerja PT BBSI dari Lahan Konflik
Diskusi pembaca untuk berita ini