Kepulauan Meranti, katakabar.com - Seorang perempuan bernama Sri Mulyana 26 tahun ditemukan meninggal dunia di ruang dapur rumahnya di Jalan Utama, Desa Tenan, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (19/11) malam.
Saat ditemukan, tubuh korban berada posisi tergantung dengan lilitan tali di leher. Penemuan jenazah kali pertama diketahui suami korban, Arifin, sekitar pukul 22.30 WIB. Lalu, Arifin meminta pertolongan kepada tetangganya, Kolil, yang langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah tidak bernyawa.
“Saya lihat tubuh korban tergantung menghadap pintu belakang dapur. Setelah itu, saya membantu suaminya menurunkan korban,” ceritaKolil.
Tidak lama, setelah laporan diterima dari Bhabinkamtibmas sekitar pukul 00.30 WIB, personel Polres Kepulauan Meranti bersama Unit Identifikasi dan Samapta bergerak ke lokasi meskipun kondisi cuaca hujan deras serta akses jalan yang rusak dan gelap.
Untuk menjangkau Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim bahkan harus mengoperasikan pompong secara manual guna menembus derasnya hujan.
Tiba di lokasi, kondisi rumah sudah dipenuhi warga. Korban ditemukan dalam keadaan sudah terbaring di kasur, dengan bekas lilitan tali pada leher. Barang bukti berupa tali dan sejumlah benda lain di dapur langsung diamankan oleh penyidik.
Menurut hasil observasi medis sementara, terlihat lebam mayat pada bagian punggung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual. Tetapi, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan sebelum hasil visum dan autopsi keluar.
“Kasus ini masih penyelidikan. Kita belum bisa memastikan apakah murni bunuh diri atau terdapat unsur pidana lain. Semua barang bukti sudah diamankan, dan kami menunggu hasil pemeriksaan forensik,” jelas
Ipda Richi Afredo, Pamapta 1 Polres Kepulauan Meranti, yang pimpin langsung proses evakuasi.
Lantaran akses menuju RSUD sulit dilalui, proses evakuasi jenazah dilakukan menggunakan dua ambulans secara estafet. Setelah tiba di RSUD Kepulauan Meranti, pihak keluarga meminta agar dilakukan autopsi penuh.
Tim medis RSUD menyatakan autopsi hanya bisa dilakukan oleh dokter forensik dari Pekanbaru, dan tim forensik dijadwalkan tiba hari ini.
Sementara, suami korban, serta saksi-saksi lain telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim. Polisi menegaskan setiap kemungkinan masih terbuka hingga hasil medis keluar dan pemeriksaan saksi-saksi rampung.
Kasus ini kini ditangani serius Polres Kepulauan Meranti, mengingat adanya sejumlah indikasi yang masih harus diuji melalui proses penyidikan dan visum et repertum dari tim forensik.
Hujan Deras dan Akses Ekstrem, Polisi Tempuh Malam Gelap Ungkap Kematian Sri Mulyana
Diskusi pembaca untuk berita ini