Pinggir, katakabar.com - Para nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) curhat ke tim penyedik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kabupaten Bengkalis yang datang mendalami kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pinggir, Kamis kemarin.

Dengan datangnya tim penyidik Tipikor Polres Bengkalis menemui para nasabah bukti kasus dugaan penipuan oknum karyawan BRI Unit Pinggir, Duri,  Kabupaten Bengkalis, Riau sudah sampai ke aparat penegak hukum.

Para nasabah dihadapan penyidik Tipikor Polres Bengkalis, Bripka Juliandi Bazrah memberikan keterangan terkait kronologis kejadian kasus dugaan penipuan oleh oknum karyawan BRI Unit Pinggir.

"Saya ditawarkan oknum pinjaman dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan syarat harus melunaskan pinjaman sebelumnya yang tersisa hanya hitungan bulan sudah lunas. Kami percaya kepada oknum, sebab bersangkutan karyawan BRI Unit Pinggir," ujar seorang nasabah bernama SE kepada wartawan, Kamis (30/1) kemarin.

http://Baca Juga https://www.katakabar.com/berita/baca/penyidik-tipikor-polres-bengkalis-turun-lidik-nasabah-dan-bri-unit-pinggir

Kamipun melunasi sisa utang lama, kata ME, dengan menyerahkan uang kepada oknum karyawan BRI Unit Pinggir tersebut sebesar puluhan juta rupiah. Saat penyerahan dana pelunasan KUR oknum kayawan menjanjikan bisa cair selama 14 hari kerja. Setelah jadwal pencairan sampai oknum karyawan tidak kelihatan lagi ditelepon nomor tidak aktif, kami tanya ke BRI Unit Pinggir kata mereka lagi cuti.

"Kami sudah mulai curiga, kami coba cek ke BRI Unit Pinggir, ternyata uang pelunasan kresit KUR tidak disetorkan oknum karyawan ke bank," cerita ME pilu.

Nasabah lainnya berinisial SI menuturkan dirinya mengajukan pinjaman dana KUR sebesar Rp100 juta.

"Pinjaman dana KUR Rp100 juta itu cair, sudah kami ambil. Malam harinya, oknum karyawan datang kerumah ingin meminjam uang sebesar Rp85 juta, dengan janji 1 minggu lamanya dibayar,  alasannya pinjam uang untuk menutupi nasabah lain," ulasnya.


Kami percaya, tutur SI, lantaran beliau karyawan BRI Unit Pinggir, dan meminjamkan uang tersebut. Tapi, janji mengembalikan uang yang dipinjam sudah sudah lewat dari yang dijadwalkan, saat kami hubungi nomor handphone oknum karyawan tidak aktif hingga saat ini.

"Oknum karyawan BRI Unit Pinggir tawarkan pinjaman KUR sebesar Rp80 juta. Begitu dana cair oknum karyawan minta dibagi dua, alasannya bayar angsuran berdua. Tapi, hingga saat ini bersangkutan tidak tahu lagi kemana rimbanya, timpal BG nasabah yang jadi korban kasus dugaan penipuan.

"Kalau saya muodusnya beda Pak, saya jual ladang sawit untuk melunasi utang di BRI Unit Pinghir sebesar Rp105 juta. Di mana sudah saya bayar atau angsur selama 8 bulan. Begitu kami bawa uang ke Bank Unit Pinggir untuk mengambil agunan tiba-tiba, oknum karyawan datang mengatakan, sudah bapak bayar di rumah saja. Kami menuruti apa kata bersangkutan, pulanglah kami kerumah.

Tiba di rumah, kami serahkan uang sebesar Rp92 juta untuk pelunasan utang, dan meminta kembali agunan surat tanah," bebernya.

http://Baca Juga https://www.katakabar.com/berita/baca/dewan-sarankan-para-nasabah-diduga-ditipu-oknum-karyawan-bri-unit-pinggir-lapor-polisi

Tapi, kata korban, beberapa hari menunggu agunan tidak diantar kerumah. Kamipun curiga dan tanya ke Kantor BRI Unit Pinggir.  Kami sangat terkejut, sebab jawaban dari BRI Unit Pinggir kami masih ada utang.

"Saat ini oknum karyawan tersebut  tidak kelihatan lagi, dihubungi nomor handphonenya tidak aktif," imbuhnya.

Harapan kami kasus ini segera kelar. Nama kami dibersihkan dari tunggakan bank karena sudah melunasi utang atau angsuran.

"Kepada bapak polisi yang hadir tolong  bantu kami, jika oknum-oknum di bank ini bermain tolong ditangkap," harapnya.