Asahan, katakabar.com — Suasana pagi di Desa Aek Ledong Timur mendadak gempar setelah seorang warga, Eko, menemukan mayat bayi laki-laki tanpa identitas di Gang Jumali, Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 07.55 WIB. 

Bayi itu tergeletak telungkup di belakang Rumah Makan Nasi Uduk Pekalongan, tanpa sehelai kain, dengan ari-ari yang masih menempel dan luka di bagian kepala. Warga yang panik langsung menghubungi polisi.

Tak butuh waktu lama, Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan bersama Polsek Pulau Raja melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan menelusuri setiap petunjuk. Hasil penyelidikan mengarah pada SU, perempuan 18 tahun—diduga ibu kandung sang bayi—yang bekerja di rumah makan tersebut dan tinggal di kamar ruko lantai tiga.

Keterangan para rekan kerja membuka tabir. Selama empat hari terakhir SU tak keluar kamar. Siang hari setelah kejadian, ia minta diantar pulang ke rumahnya di Dusun V Aek Korsik. Rekan-rekannya sempat melihat bercak darah di bajunya, namun SU berdalih hanya mimisan.

Polisi kemudian menyusul ke rumahnya dan mengamankan SU sekitar pukul 15.00 WIB. Di hadapan penyidik, ia mengaku melahirkan bayinya sendiri pada pukul 06.25 WIB di lantai tiga, lalu membuangnya dari atas ruko. Ia mengaku tidak mengetahui kondisi bayi saat lahir.

Pada sore hari, seorang bidan dari Puskesmas Aek Korsik memastikan bahwa SU baru saja melahirkan dan membutuhkan perawatan. Ia kemudian dibawa ke RSUD Abdul Manan Simatupang Kisaran.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya dua telepon genggam milik pelaku dan satu alas tidur berwarna biru.

Kasus ini kini memasuki tahap penyidikan. Polres Asahan akan melakukan pemeriksaan lanjutan, melengkapi berkas, dan segera melimpahkannya ke Jaksa Penuntut Umum.*