Paser

Sorotan terbaru dari Tag # Paser

Di Paser Pekebun Sawit Didorong Bentuk Korporasi dan Lembaga Petani Sawit
Sawit
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 19:24 WIB

Di Paser Pekebun Sawit Didorong Bentuk Korporasi dan Lembaga Petani

Tana Paser, katakabar.com - Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), para pekebun kelapa sawit didorong untuk bentuk dan kembangkan korporasi berbasis petani sawit. Tidak cuma itu, mereka didorong untuk membangun dan menguatkan kelembagaan petani demi terciptanya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur yang mendorong para pekebun dalam sebuah sosialisasi yang digelar di Hotel Hendra Jaya, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Jumat (30/8).

BRIN dan Kopontren Kembangkan Jeruk di Lahan Gambut Manfaatkan Limbah Tangkos Nusantara
Nusantara
Senin, 18 Desember 2023 | 21:53 WIB

BRIN dan Kopontren Kembangkan Jeruk di Lahan Gambut Manfaatkan Limbah Tangkos

Jakarta, katakabar.com - Kawasan Ekonomi Khusus ibu kota nusantara (IKN) di Paser, Kalimantan Timur, terbentang potensi luar biasa pengembangan ketahanan pangan. Kolaborasi yang kokoh antara riset hortikultura dan sektor industri jadi tonggak utama menguatkan kesiapan pangan di kawasan IKN. Rupanya, Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan (PRHP) Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN telah membuat Perjanjian Kerja Sama dengan Mitra Industri Kopontren Trubus Iman Kabupaten Paser dengan judul “Pengembangan Varietas Unggul Baru Jeruk Pada Lahan Pasang Surut dan Lahan Kering”. Perjanjian itu diteken pada 31 Oktober 2022 oleh Kepala PRHP ORPP BRIN, Dr Dwinita Wikan Utami dan Ketua Kopontren Trubus, Iman Dr Daniar. "Tujuan dari kerja sama melaksanakan pengembangan varietas unggul baru jeruk di lahan pasang surut dan kering dengan menerapkan teknologi penyediaan benih melalui Okucang (Okulasi Cangkok) sesuai lahan pasang surut," kata Utami lewat keterangan resmi BRIN, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (18/12). Setahun berjalan, kerja sama pun membuahkan hasil pengembangan komoditas jeruk yang ditanam di lahan gambut menggunakan varietas unggul baru Siam Sinta Ponsoe, Siam Pontianak, dan Keprok RGL dengan penyediaan benih secara okulasi dan cangkok. Inovasi teknologi disiapkan periset BRIN dipimpin Dr Anang Triwiratno dan telah menanam 4 hektar lahan jeruk dengan pembiayaan bekerja sama in kind oleh Mitra Industri meliputi persiapan lahan dan pengelolaan tanam jeruk. Inovasi yang diterapkan mengelola tanaman jeruk, yakni penggunaan benih Okucang dan okulasi pada lahan pasang surut dan lahan kering masam, menggunakan dekomposer yang dihasilkan peneliti BRIN untuk memfermentasi limbah Tandan Kosong (Tankos) kelapa sawit dan limbah baglok jamur. Berikutnya, mengurangi jumlah limbah Tangkos dan Baglok jamur yang dimanfaatkan untuk pupuk organik, pengendalian OPT menggunakan agens hayati entomopatogen untuk mengendalikan hama kutu sisik, dan pengelolaan budidaya yang intensif meliputi pemangkasan, pemupukan, pengairan, dan pengendalian OPT. "Riset hortikultura inti dari upaya peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, menghadirkan inovasi-inovasi berbasis ilmiah yang diterapkan secara langsung dalam proses produksi. Melalui keterlibatan industri, hasil-hasil riset ini diimplementasikan dengan efisien, memungkinkan pengembangan produksi jeruk yang lebih bermutu dan memiliki daya saing tinggi," jelasnya. Pemanfaatan limbah yang melimpah di lokasi Mitra Industri, yakni Tankos kelapa sawit dan limbah baglok bekas budidaya jamur telah diolah menjadi kompos yang berperan sebagai pupuk organik. Pengolahan limbah menjadi kompos untuk tanaman jeruk menggunakan dekomposer yang berbahan mikro organisme jamur yang dikoleksi dari lokasi lahan pasang surut dan lahan kering masam dengan kemampuan mendegradasi limbah yang mengandung lignin tinggi. Kerja sama ini selama tiga tahun dan hasilnya diharapkan dapat menambah luas kebun jeruk pada lahan pasang surut dan lahan kering masam yang akan menambah produksi buah jeruk dari dalam negeri. "Selama ini kita harus mengimpor sekitar 100 ribu ton buah jeruk dari beberapa negara, atau setara dengan penambahan 4.000 hektar lahan jeruk baru," tuturnya. Fokus pada keseimbangan antara inovasi dan penerapan praktis, ucap Utami, kolaborasi ini tidak hanya perkuat ketersediaan pangan tapi merangsang pertumbuhan ekonomi lokal serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat. "Bila kolaborasi ini terus dioptimalkan, IKN di Paser bakal jadi lokomotif penyediaan pangan berkelanjutan dan berdaya saing," tandasnya.

Siap-siap, 21 BUMDes di Paser Bakal Dapat Modal Bisa Bangun Usaha Sawit Sawit
Sawit
Senin, 18 Desember 2023 | 19:58 WIB

Siap-siap, 21 BUMDes di Paser Bakal Dapat Modal Bisa Bangun Usaha Sawit

Tana Paser, katakabae.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur siapkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar lebih untuk bantuan modal penguatan perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Paser. Setiap BUMDes bakal dapat bantuan modal sebesar Rp60 juta. Bantuan penguatan perekonomian ini bakal digelontorkan pada tahun 2024 nanti. “Dana ini buat bantuan modal pengembangan usaha atau unit usaha BUMDes,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Paser, Chandra Irwanadi lewat keterangan resmi MC Paser, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (18/12). Bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur ini, kata Chandra, boleh digunakan masing-masing BUMDes sesuai dengan kebutuhan mereka guna menggerakan perekonomian di desa. "Dana bantuan bisa buat toko, tambahan modal usaha, mengelola kebun sawit, penggiling padi, dan sebagainya. Disesuaikan dengan keperluan setiap desa,” jelasnya. Dana bantuan, terang Chandra, digelontokan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur ke kas desa pada tahun 2024 nanti. "Saat ini baru 21 BUMDes yang dapat bantuan lantaran sudah berbadan hukum dan terverifikasi," ucapnya. Ke depan, harap Chandra, jumlah BUMDes yang dapat bantuan bisa bertambah. Data DPMD Paser menunjukkan, dari 139 BUMDes, ada sebanyak 118 BUMDes yang aktif dan 30 diantaranya berbadan hukum. "Kami terus fasilitasi proses pembuatan badan hukum dan verifikasi. Ke depan jumlahnya bisa terus bertambah,” harapnya. Saat ini, sambung Chandra, pengurus BUMDes sedang membuat proposal bantuan sesuai pagu dana yang telah ditetapkan sebesar Rp60 juta. Setiap desa wajib melampirkan profil BUMDes beserta analisa usaha yang direncanakan dengan menggunakan dana bantuan. Nantinya dana dapat digunakan sebagaimana peruntukkannya dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan pelatihan maupun perjalanan dinas. “Penggunaannya diawasi dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Ini nama 21 Bumdes yang dapat bantuan modal, yakni BUMDes Awa Bolum Desa Samurangau, BUMDes Mangku Awat Desa Legai, BUMDes Mitra Usaha Desa Pasir Belengkong, BUMDes Maju Bersama Desa Seniung Jaya, BUMDes Nusantara Desa Olong Pinang, BUMDes Suatang Sejahtera Desa Suatang, BUMDes Payo Klato Desa Kersik Bura, BUMDes Rajawali Padang Pangrapat, BUMDes Karya Tapis Desa Tapis, BUMDes Sempulang Berkah Mandiri Desa Sempulang. Selanjutnya, BUMDes Sembilan-Sembilan Desa Rangan, BUMDes Sama Umpu Desa Modang, BUMDes Amanah Desa Padang Jaya, BUMDes Mandiri Desa Krayan Jaya, BUMDes Maju Bersama Desa Sawit Jaya, BUMDes Surya Gemilang Desa Pait, BUMDes Maju Terus Desa Saing Prupuk, BUMDes Tebru Raya Mandiri Desa Libur Dinding, BUMDes Tepian Gedong Desa Tebru, BUMDes Suweto Jaya Desa Suweto, dan BUMDes Usaha Taka Desa Muser.

Penerbitan STDB Digesa di Paser Biar Petani Swadaya Ikut Sertifikasi ISPO Nasional
Nasional
Sabtu, 16 Desember 2023 | 19:37 WIB

Penerbitan STDB Digesa di Paser Biar Petani Swadaya Ikut Sertifikasi ISPO

Tana Paser, katakabar.com - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur gesa penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) untuk petani kelapa sawit swadaya atau mandiri. Hal itu dilakukan melihat luasan kebun kelapa sawit swadaya di Kabupaten Paser mencapai 80.703 hektar. Dari total itu, baru 3.219 hektar yang sudah kantongi STDB. Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono mengatakan, pihaknya menargetkan penerbitan 1.000 STDB baru tiap tahun. "Pemkab mengalokasikan anggaran Rp500 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk penerbitan STDB," ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (16/12). Petani sawit sangat membutuhkan STDB, kata Djoko, lantaran jadi syarat untuk sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Apalagi, Permentan Nomor 11 Tahun 2015, ISPO adalah mandatory atau wajib bagi perusahaan maupun petani sebagai upaya memelihara lingkungan, meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan penegakan paraturan perundang-undangan di bidang perkelapasawitan. "ISPO adalah program pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Kalau sudah dapat ISPO, berarti pengelolaan kebun di Paser sudah semakin baik," jelasnya. Manfaat dari ISPO ini, tutur Djoko, sangat banyak buat petani. Jika nanti ada bantuan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang sudah ISPO jadi prioritas sebab lahannya sudah terverifikasi. Itu sebabnya, harap Djoko, pada 2025 mendatang seluruh kebun kelapa sawit swadaya di Paser sudah miliki STDB dan ISPO. "Kendala pembuatan ISPO ini, selain wajib memiliki STDB, biayanya cukup besar," ulasnya. Kendala lain, sebut Djoko, masih banyak lahan petani swadaya masuk kawasan hutan dan masih banyak petani swadaya yang belum memiliki administrasi legal tergabung dalam koperasi atau kelembagaan yang terdaftar. Diketahui selain bantuan penerbitan STDB, Pemkab Paser pada tahun 2023 ini alokasikan Rp90,3 miliar untuk 31 proyek peningkatan Jalan Usaha tmTani dan kebun (JUT). Proyek ini diharapkan memudahkan petani swadaya mendistribusikan hasil panen kelapa sawit ke pabrik. Sementara, Kabupaten Paser punya lahan sawit seluas 201.168 hektar. Di mana terdapat 18 pabrik kelapa sawit dengan total produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 519.458 ton per tahun.

Demi Daya Saing Sawit, Disbun Kaltim Lakukan Sertifikasi KUD di Paser Nasional
Nasional
Jumat, 01 Desember 2023 | 17:22 WIB

Demi Daya Saing Sawit, Disbun Kaltim Lakukan Sertifikasi KUD di Paser

Paser, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk perkebunan kelapa sawit. Kali ini gandeng sejumlah pihal terkait melakukan sertifikasi ISPO kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Bumi Subur di Kabupaten Paser. "Sertifikasi ISPO kepada KUD di Desa Kerta Bumi, Kecamatan Kuaro, Paser ini segera mencapai puncak pada Desember 2023 ini dengan dilaksanakannya audit ISPO oleh lembaga sertifikasi internasional PT. TSI," ujar Kepala Disbun Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir di Samarinda, kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Jumat (1/12). Selain PT. TSI, kata Ahmad, pihak lain yang digandeng pada sertifikasi ini Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser, dan mitra kerja pembangunan hijau Jaringan Solidaridad. Dijelaskannya, audit ISPO bagian dari rangkaian kegiatan ISPO Kebun Sawit Rakyat. Hal ini sebagai upaya Disbun Kalimantan Timur mendorong sertifikasi ISPO kebun sawit swadaya untuk mengakselerasi implementasi Perpres Nomor 44 tahun 2020 tentang Sistem Perkebunan Sawit Berkelanjutan. "Sertifikasi ISPO ini kali pertama dilaksanakan Dinas Perkebunan Kaltim dengan pendanaan melalui APBD FCPF-CF," terangnya. Menurutnya, sertifikasi ISPO untuk pekebun sawit swadaya memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Apalagi, banyak aspek teknis yang terkait langsung dalam implementasi pengelolaan perkebunan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 tahun 2020 dan Perda Provinsi Kalimantan Timur Nomor 7 tahun 2018 tentang Perkebunan Berkelanjutan. "Hal yang paling penting adalah adanya komitmen kuat dari pekebun sawit untuk konsisten melaksanakan semua tahapan sertifikasi ISPO hingga tuntas," bebernya. Sertifikasi percontohan ini, harap Ahmad, di tahun-tahun mendatang makin banyak pekebun kelapa sawit yang terlibat, lalu makin besar dukungan dari berbagai pihak dalam proses sertifikasi ISPO Kebun Sawit Rakyat di Kalimantan Timur. Kabid Perkebunan Berkelanjutan Disbun Kalimantan Timur, Asmirilda menimpali, soal proses sertifikasi, sebelumnya Disbun Kalimantan Timur secara langsung berperan melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis. "Misalnya Bimtek ICS ISPO untuk petugas, Bimtek SOP penggunaan pestisida, Bimtek pengendalian kebakaran lahan dan kebun, pengukuran dan pemasangan patok batas kebun, hingga pelaksanaan audit eksternal ISPO," sebut Asmirilda.

Rekomtek Sudah, Seluas 254 Hektar Kebun Sawit Direplanting di Paser Nasional
Nasional
Jumat, 15 September 2023 | 21:43 WIB

Rekomtek Sudah, Seluas 254 Hektar Kebun Sawit Direplanting di Paser

Paser, katakabar.com - Rekomendasi Teknis (Rekomtek) sudah dapat, dan seluas 254 hektar kebun kelapa sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tengah proses peremajaan. Koperasi Bhinneka Tunggal Ika, Desa Tajur, Kecamatan Long Ikis yang mengusulkan, dan sudah dapat persetujuan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). "Sudah diteken tiga pihak. Saat ini sedang proses untuk peremajaan," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD Apkasindo) Kabupaten Paser, Aliyadi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (15/9). Koperasi tersebut beranggotakan 100 orang petani kata Aliyadi, mereka anggota Apkasindo Kabupate Paser. Di mana lahan telah diusulkan dari 2 tahun lalu untuk direplanting. "Kita berharap kebun yang diusulkan lainnya menyusul dapat persetujuan PSR. Soalnya masih ada kebun yang diusulkan petani dari 2 tahun lalu tapi belum dapat kepastian, sebab masih ada kendala di BPN. Ada sekitar 9 kelembagaan lagi yang belum," ulasnya. Harapannya, semua pihak bisa membantu dan mempermudah kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat ini. Dari catatan Dinas Perkebunan Paser, dari tahun 2022 total kebun sawit di Kabupaten Paser yang sudah diremajakan seluas 7.689 hektar. Sektor perkebunan telah menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser hingga 8 persen. Sedang, dari industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menyumbang 5 persen PDRB. Dari sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menyumbang 11 persen.

Perkebunan Sawit Sangat Luas, Ini Impian Masyarakat Kabupaten Paser Nasional
Nasional
Sabtu, 26 Agustus 2023 | 19:04 WIB

Perkebunan Sawit Sangat Luas, Ini Impian Masyarakat Kabupaten Paser

Tana Paser, katakabar.com - Masyarakat Kabupaten Paser Kalimantan Timur punya impian memiliki alat pengolahan sawit mini berkapasitas 500 hingga 700 kilogram Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit per jam. Tujuannya sederhana biar hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik petani swadaya tidak busuk lantaran terlambat dibawa ke pabrik. Saat ini kelapa sawit jadi komoditas primadona bagi masyarakat Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Alasnya, lantaran budidaya yang tergolong mudah dibanding komoditas lain, dan tanaman kelapa sawit dinilai prosfek dan menjanjikan di mana hasilnya bisa dinikmati jangka panjang. "Kelapa sawit bisa diolah jadi ratusan produk, seperti minyak goreng, sabun hingga bahan bakar biodiesel. Itu sebabnya, petani meyakini kelapa sawit menjanjikan masa depan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (26/8). Provinsi Kalimantan Timur memiliki areal kebun kelapa sawit seluas sekitar 1,4 juta hektar, urutan kelima perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Sementara, Kabupaten Paser areal perkebunan kelapa sawit seluas 201.168,42 hektar. Boleh jadi masih berpotensi bertambah luas. "Kabupaten Paser punya potensi perkebunan kelapa sawit sangat besar. Tapi, para petani swadaya masih terbelit sejumlah permasalahan yang cukup mempengaruhi penghasilan mereka, meliputi jarak tempuh yang jauh, Tandan Buah Segar (TBS) rentan busuk disebabkan terlambat saat pengangkutan ke pabrik, ditambah pula dugaan permainan harga," ujarnya. Menurutnya, umur simpan TBS kelapa sawit maksimum cuma 24 jam. Untuk siasatinya agar tidak keburu busuk sebelum sampai di pabrik, beberapa petani panen TBS kelapa sawit yang belum matang atau masih muda. Akibatnya TBS dibeli murah atau bahkan ditolak oleh pabrik kelapa sawit. "Hal itu berimbas pada pendapatan petani kelapa sawit," jelasnya. Untuk mengatasi masalah itu sambungnya, petani kelapa sawit mesti bisa mengolah sendiri hasil panen di kebunnya. "Kami mengapresiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang melaksanakan workshop dan sosialisasi pengolahan TBS kelapa sawit menjadi Pra-CPO baru-baru ini. Apa yang disampaikan di kegiatan bisa menjadi solusi dan meningkatkan daya tawar petani swadaya," bebernya. Para petani swadaya ingin mengolah sendiri TBS kelapa sawit di sekitar perkebunan. Lantaran itu, Adi berharap BPDPKS membantu fasilitasi pengadaan alat pengolahan sawit mini. "Semua stakeholder hendaknya membantu para petani swadaya di Kabupaten Paser. Itu tadi agar hasil panen meningkat dan berdampak meningkatnya pendapatan para petani kelapa sawit," tandasnya.

Workshop, BRIN Ajari Petani Kelapa Sawit Olah TBS Jadi Pra CPO Tekno
Tekno
Rabu, 26 Juli 2023 | 23:36 WIB

Workshop, BRIN Ajari Petani Kelapa Sawit Olah TBS Jadi Pra CPO

Tana Paser, elaeis.co - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) taja workshop sekitar empat hari lamanya mulai 24 hingga 27 Juli di di Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur Workshop ini sekaligus sosialisasi aplikasi pengolahan Buah Kelapa sawit jadi Pra-CPO, guna peningkatan daya tawar petani sawit mandiri di sentra perkebunan kelapa sawit rakyat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, Kalimantan Timur beri pujian kepada BRIN dan BPDPKS digelarnya workshop. "Bagi sebagian besar masyarakat tanaman kelapa sawit komoditas primadona. Di mana saat ini jadi penyumbang devisa negara terbesar non migas," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana dilansir dari laman elaeis.co pada Rabu (26/7). Dijelaskan Adi, total 218.023 pekerja di perkebunan kelapa sawit di Paser. Dari total tenaga kerja itu, berjumlah 86.208 orang pekerja pola perkebunan rakyat. "Kelapa sawit sangat menjanjikan lantaran penanaman dan perawatan mudah, dan hasilnya bisa dinikmati waktu cukup lama. Tanaman ini alami tanpa limbah produksi, sebab setiap bagian dari tanaman bermanfaat, seperti berbagai produk olahan rumah tangga, yakni minyak goreng, sabun dan lainnya. Bahkan bisa jadi pupuk kompos, batang yang ditebang menjadi bahan dasar furnitur," ulasnya. Menurutnya, kelapa sawit bernas di Indonesia menjadikan nusantara raja biodiesel dengan produksi 7,9 miliar liter, mengalahkan Amerika dan Jerman. "Kelapa sawit dinilai lumbung energi terbarukan. Di mana kelapa sawit saat ini tengah diupayakan untuk mengalihkan jenis energi utama dunia dari fossil based energy menjadi renewable green energy," bebenya. Data Kementerian Pertanian RI yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 14,9 juta hektar di tahun 2022 lalu. Di Provinsi Kalimantan Timur posisinya diurutan kelima se Indonesia dengan luas areal sekitar 1,4 juta hektar dengan hasil produksi CPO sebanyak 3.982.723 ton. "Perkebunan rakyat luasnya capai 268.963 hektar memproduksi 576.781 ton CPO," ujarnya. Memang sangat menjanjikan, tapi tak luput dari berbagai persoalan dihadapi para petani sawit swadaya. Persoalan itu, meliputi jarak tempuh yang jauh ke pabrik, harga jual terganrung Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS), dan TBS kelapa sawit mudah rusak bila disimpan 24 jam lamanya. Selain itu, alur rantai pasok CPO terbilang panjang, dan TBS yang dijual masih muda atau terlalu matang membusuk begitu tiba di PMKS. sampai di PKS. Celakanya, berdampak kepada pendapatan yang diterima tidak sesuai harapan para petani. Kondisi itu lanjut Adi, dibutuhkan pemahaman agar hasil yang didapat petani jauh lebih meningkat. "Salah satunya melalui kegiatan pelatihan pengolahan TBS menjadi pra-CPO ini," terangnya. Pelatihan ini harap Adi, mudah-mudahan bisa jadi wadah bagi para petani kelapa sawit memperluas wawasan, dan saling tukar pendapat pengalaman secara langsung, baik dengan para narasumber maupun dengan rekan se profesi para petani sawit. BPDPKS hendaknya bisa membantu fasilitasi pengadaan alat pengolahan atau PMKS mini dengan kapasitas 500 hingga 700 kilogram TBS kelapa sawit per jam bagi petani sawit swadaya. "PMKS mini solusi hasil panen tidak busuk berdampak kepada meningkatnya pendapatan para petani di Paser," katanya. "Semua stakeholder ke depan, mudah-mudahan lebih memperhatikan para petani agar hasil panen lebih meningkat dari segi kuantitas, mulai dari penanaman hingga replanting tanaman sawit tidak produktif," timpalnya.