Polsek Singingi Hilir Tangani Penemuan Kerangka Manusia di Areal PT RAPP
Kuantan Singingi, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Singingi Hilir bersama Satreskrim Polres Kuantan Singingi (Kuansing) tangani penemuan kerangka atau tulang belulang manusia di Areal Compertemen E 057 PT RAPP Estate Teso Blok Teso Barat, Desa Bukit Raya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing, Rabu (4/3) kemarin. Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban, S.H., menyampaikan pihaknya menerima laporan dari perusahaan pada Rabu dini hari sekira pukul 00.10 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 10.00 WIB tim gabungan dari Polsek Singingi Hilir dan Satreskrim Polres Kuansing langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Penemuan kerangka manusia tersebut, cerita Iptu Alferdo, bermula Selasa (3/3) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, saksi Dedi Sumardin Laia bersama 17 pekerja lainnya tengah melakukan pembersihan gulma sejak pukul 10.00 WIB hingga 16.30 WIB. Nah, ulasnya, sekitar pukul 17.00 WIB, salah seorang pekerja bernama Palisbet menemukan tulang belulang yang berserakan di sekitar lokasi kerja, tidak jauh dari aliran sungai kecil. Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada pihak manajemen PT RAPP. Di malam harinya, kata Iptu Alferdo, pihak perusahaan melakukan pengecekan awal ke lokasi dan menemukan satu unit sepeda motor Suzuki Smash tanpa nomor polisi yang terparkir di areal tanaman eukaliptus dengan kondisi rantai digembok dan kepala busi dicabut. "Kerangka manusia ditemukan kondisi berserakan dengan jarak sekitar 300 meter dari kendaraan tersebut. Di sekitar lokasi juga ditemukan papan asbuk PETI serta satu helai baju," jelasnya. Berdasarkan hasil identifikasi awal dan keterangan saksi berinisial SM 33 tahun, sepeda motor yang ditemukan diduga kuat merupakan milik seorang warga Desa Bukit Raya berinisial T 47 tahun, yang sebelumnya telah dilaporkan hilang ke Polsek Singingi Hilir pada 18 Februari 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan yang bersangkutan tidak kembali ke rumah sejak Februari 2026, dan diketahui sehari-hari bekerja sebagai pendulang emas dengan lokasi yang berpindah-pindah. Iptu Alferdo Krisnata Kaban menjelaskan pihak kepolisian telah melakukan pemasangan garis polisi, mengamankan barang bukti, menghubungi keluarga yang bersangkutan, serta membawa kerangka tengkorak manusia ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan forensik guna memastikan identitas serta penyebab kematian. Ia menegaskan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak berspekulasi sebelum hasil resmi dari pemeriksaan forensik diumumkan. Hingga saat ini, Satreskrim Polres Kuansing bersama Polsek Singingi Hilir masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara pasti penyebab kematian, dan memastikan identitas kerangka manusia yang ditemukan tersebut.
Warga Kepulauan Meranti Geger! Pria 43 Tahun Ditemukan Tewas Tengkurap di Kamar
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Warga yang berada di kawasan Jalan Ismail Gang Jali, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti dikejutkan dengan penemuan seorang pria bernama Budiyanto 43 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (19/11) pagi. Korban yang berdomisili di Jalan Nusa Indah Gang Beringin itu kali pertama ditemukan pamannya, Akmamuddin, sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, saksi melihat kondisi rumah keponakannya keadaan tidak seperti biasa, di mana jendela terbuka, lampu rumah mati, sementara pintu depan terkunci. Ketika dipanggil berkali-kali, korban tidak memberikan jawaban. Lantaran curiga terjadi sesuatu, saksi kemudian membuka pintu seng di samping rumah, dan masuk melalui pintu belakang yang ternyata tidak terkunci. Saat menelusuri bagian dalam rumah, saksi terkejut menemukan korban posisi tengkurap di atas tempat tidur, dengan bercak darah di bantal guling akibat darah yang keluar dari hidung korban. Sontak, temuan itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, sekitar pukul 08.35 WIB, anggota Polsek Tebing Tinggi bersama Unit Identifikasi Polres Kepulauan Meranti tiba di lokasi untuk melakukan proses identifikasi dan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk pemeriksaan luar (Visum et Repertum). Dari hasil pemeriksaan dokter Aldi Kusuma, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tetapi, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan karena keluarga menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh paman korban, Akmamuddin. Selesai pemeriksaan, jenazah Budiyanto dipulangkan dan dibawa ke rumah duka di Jalan Ismail Gang Jali untuk disemayamkan.
Warga Air Jamban Heboh! Pria 32 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah
Mandau, katakabar.com - Masyatakat yang berada di bilangan Jalan Beringin, RT 03 RW 19, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, heboh, dengan ditemukan seorang pria 32 tahun belakangan diketahui bernama Sujar Wanto tewas gantung diri di salah satu rumah, Minggu (23/3) sekitar pukul 17.00 WIB sore kemarin. Menurut Kapolsek Mandau, AKP Primadona, pada Minggu (23/3) sekitar pukul 17.00 WIB, saksi I Elga dan saksi II Agil menuju ke Tempat Kejadian Perkara atau TKP hendak mengantarkan makanan. Tiba di TKP, saksi I masuk ke dalam rumah langsung menuju dapur hendak memasukkan makanan ke dalam lemari es, saat itu saksi I dan Saksi II melihat korban keadaan tergantung. "Lantatan ketakutan saksi I Elga dan saksi II Agil spontan berlari ke rumahnya, dan memberitahukan kepada saksi III Sajuri (ayah Korban). Bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung," ujar Kapolsek Mandau.