LAMR dan Dinas Perkim LH Sepakati Desain Tugu Selamat Datang Selatpanjang Riau
Riau
Minggu, 16 November 2025 | 10:36 WIB

LAMR dan Dinas Perkim LH Sepakati Desain Tugu Selamat Datang Selatpanjang

Selatpanjang, katakabar.com - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) resmi sepakati desain final Tugu Selamat Datang yang akan dibangun di pintu masuk utama Kota Selatpanjang. Kesepakatan itu diambil saat pertemuan yang digelar di Balai Adat LAMR, Jalan Dorak, Jumat (14/11) malam lalum. Presentasi desain disampaikan oleh konsultan yang ditunjuk Dinas Perkim LH, dan LAMR memberikan sejumlah masukan terkait muatan adat, budaya, dan kearifan lokal Melayu. Di mana masukan tersebut tidak jauh berbeda dengan konsep awal sehingga rancangan akhir dapat disetujui bersama. Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Kepulauan Meranti, Agustiono, S.T., M.Si., menjelaskan tugu akan dibangun di lokasi strategis, tepatnya di Jalan Tanjung Harapan, persis di depan Gerbang Pelabuhan PT Pelindo. “Dengan posisinya yang berada di pintu masuk Pelabuhan Selatpanjang, pengunjung yang baru tiba akan langsung melihat Tugu Selamat Datang sebagai ikon identitas daerah,” ujar Agustiono. Wujudkan Identitas Budaya Melayu Meranti Ketua I Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Heri Saputra, S.H., menyampaikan pembangunan tugu memiliki makna penting memperkenalkan identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Melayu Kepulauan Meranti. “Pembangunan tugu ini menjadi pengingat bagi siapa pun yang datang dan pergi dari Selatpanjang. Kota ini dikenal sebagai kota sagu, sehingga di sebelah tugu juga akan ditanam pohon sagu sebagai simbol kekayaan alam dan ciri khas daerah,” tutur Datuk Heri. Ia menceritakan, kawasan tugu nantinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung. Hadir Para Pengurus LAMR Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pengurus LAMR, meliputi Timbalan Ketua Umum I DPH LAMR Datuk Dr. Abu Hanifah, M.Pd. Ketua I DPH LAMR Datuk Heri Saputra, S.H., Datuk Misdar Efendi, S.Pd., Datuk Ibrahim Munir, Datuk Zaini Mahadun, Puan Hj Nuryaningsih, S.Pd., Para pengurus dengan latar belakang teknik dan desain, seperti Datuk Herwanto Herman, S.T., dan Datuk Ikmal Trianda, S.Kom. Mereka hadir mewakili Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., yang berhalangan.

Emas Tertekan di Bawah $4.000, Pasar Tunggu Keputusan The Fed dan Pertemuan AS–Tiongkok Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Emas Tertekan di Bawah $4.000, Pasar Tunggu Keputusan The Fed dan Pertemuan AS–Tiongkok

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali terseret turun pada perdagangan Selasa (28/10) kemarin, menandai pelemahan signifikan setelah sempat bertahan di atas level psikologis $4.000. Logam mulia ini anjlok hingga $3.971 terendah sejak pertengahan Oktober karena pelaku pasar mulai kembali berani mengambil risiko setelah tensi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menunjukkan tanda-tanda mereda. Emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven ketika hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia mulai mencair, kondisi tersebut membuat permintaan terhadap aset berisiko seperti saham dan obligasi meningkat, sehingga tekanan jual pada emas kian kuat. Dari sisi teknikal, menurut analisis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menjelaskan kombinasi pola candlestick dan pergerakan Moving Average saat ini masih mengindikasikan tren bearish yang dominan pada XAU/USD. Dengan momentum yang cenderung negatif, potensi pelemahan lanjutan terbuka menuju area $3.950, yang menjadi level support kuat untuk jangka pendek. Namun jika harga gagal menembus level tersebut, potensi rebound menuju $4.059 bisa terjadi sebagai bentuk koreksi teknikal. Selain faktor teknikal, pelaku pasar global juga menanti rapat kebijakan The Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu mendatang. Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin kini mencapai hampir 97 persen, menurut data dari CME FedWatch Tool. Keputusan ini akan menjadi katalis penting bagi arah pergerakan emas berikutnya. “Jika The Fed memutuskan memangkas suku bunga, hal itu dapat menjadi penahan sementara bagi penurunan harga emas,” ujar Andy. Di sisi lain, kabar positif datang dari Washington dan Beijing. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa kedua negara telah menyepakati kerangka kerja baru untuk meredakan ketegangan perdagangan, termasuk pembatalan rencana tarif 100 persen terhadap produk Tiongkok yang semula akan berlaku mulai 1 November. Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di sela-sela KTT Asia di Korea Selatan pada Kamis nanti juga diharapkan memperkuat arah kesepakatan dagang yang lebih stabil. “Pasar kini mulai menilai bahwa risiko perang dagang semakin berkurang, sehingga investor cenderung meninggalkan aset pelindung seperti emas,” kata Andy. Pandangan ini sejalan dengan komentar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, yang menilai bahwa potensi kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok menandakan menurunnya permintaan terhadap aset safe haven. Meski begitu, tidak semua indikator ekonomi memberi tekanan tambahan. Indeks Dolar AS (DXY) justru melemah tipis 0,07% ke 98,84, dan imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun ke 3,997%. Penurunan imbal hasil riil AS yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan emas sempat menahan penurunan harga logam mulia tersebut. Andy menyarankan agar investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi menjelang keputusan The Fed. Menurutnya, volatilitas harga emas cenderung meningkat pada periode menjelang rilis kebijakan moneter dan berita geopolitik penting.

Temui Investor Singapura, H Asmar Bahas Peluang Investasi dan Komoditas Unggulan Riau
Riau
Rabu, 04 Juni 2025 | 10:30 WIB

Temui Investor Singapura, H Asmar Bahas Peluang Investasi dan Komoditas Unggulan

Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti gelar pertemuan, dan diskusi bersama sejumlah investor asal Singapura di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (4/6). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar. Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Dinas PUPR. Dari pihak investor, hadir Ron Salzberg, Tantra Wardhatia, Andi Hen Drizal, Andrian Hidayat, dan Rusdianto. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menegaskan, Pemerintah Daerah atau Pemda mendukung penuh setiap upaya investasi yang dapat mendorong percepatan pembangunan,.dan peningkatan pelayanan publik. Tapi, ia menekankan seluruh proses investasi harus tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. "Kita telah menginstruksikan beberapa OPD terkait untuk menindaklanjuti dan mendampingi jalannya proses investasi ini. Jika ada kendala, segera diselesaikan agar semuanya berjalan lancar," tegasnya. Di kesempatan itu, Bupati Kepulauan Meranti memaparkan potensi komoditas unggulan daerah, antara lain sagu, kelapa, karet, pinang, serta potensi besar dalam sektor budidaya ikan. Menanggapi itu, pihak investor dari Singapura turut memaparkan profil perusahaan mereka, dan menyampaikan sejumlah program yang berpotensi dijalankan di Kepulauan Meranti. Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

SEC Gelar Pertemuan dengan Perusahaan Bahas Regulasi Kripto Internasional
Internasional
Sabtu, 01 Maret 2025 | 10:27 WIB

SEC Gelar Pertemuan dengan Perusahaan Bahas Regulasi Kripto

Jakarta, katakabar.com - Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini membuat kemajuan signifikan terkait sikapnya terhadap regulasi aset kripto. Regulator ini telah menutup penyelidikannya terhadap Robinhood Crypto dan diperkirakan bakal membatalkan tindakan penegakan hukum terhadap Coinbase. Perubahan pendekatan ini memicu spekulasi bahwa SEC di bawah kepemimpinan baru setelah pelantikan Presiden Donald Trump, dapat mengurangi tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan crypto, yang menandakan kemungkinan perubahan regulasi di industri ini. Sepekan terakhir, tim tugas crypto SEC secara aktif terlibat dengan pemimpin industri untuk membahas masalah terkait regulasi crypto. Beberapa pertemuan telah diadakan antara pejabat SEC dan perwakilan dari perusahaan kripto besar serta kelompok advokasi. Di antara yang terlibat adalah Crypto Council for Innovation, penyedia infrastruktur Zero Hash, dan Paradigm Operations. Diskusi-diskusi ini mencerminkan strategi SEC yang berkembang dalam menangani kompleksitas regulasi aset kripto. Pembentukan tim tugas crypto SEC pada 21 Januari, yang dipimpin Komisaris Hester Peirce, menandakan perhatian yang semakin besar dari komisi terhadap regulasi aset kripto.

Bahas Edukasi WBP Hingga Rekernas Saat pertemuan Menteri Imipas dan PP IWO Nasional
Nasional
Kamis, 20 Februari 2025 | 16:55 WIB

Bahas Edukasi WBP Hingga Rekernas Saat pertemuan Menteri Imipas dan PP IWO

Jakarta, katakabar.com - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jendral (Purn) Agus Andrianto gelar pertemuan dengan Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) di Kantor Kemenimipas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/2) lalu. Di pertemuan itu, PP IWO dengan Menteri Imipas, Agus Andrianto tampak membahas berbagai hal, diantaranya mengenai fenomena di tanah air yang terjadi saat ini, persoalan politik, keamanan hingga gebrakan Agus Andrianto terkait edukasi terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai dengan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto. “Mas Agus Adrianto, selain menjabat sebagai Menteri Imipas, sejak awal kepemimpinan saya di IWO, beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan PP IWO. Lantaran itu, sebagai organisasi jurnalis, sekaligus generasi bangsa sangat wajar bersilaturahmi sambil berdiskusi tentang berbagai isu di tanah air era ini hingga bertukar pikiran tentang bangsa ke depannya, khususnya dalam mendukung program Kemenimipas," ujar Ketua Umum PP IWO, Teuku Yudhistira.

Dampingi Kepala Negara Bertemu PM Malaysia, Budi Santoso: Kerja Sama Sektor Sawit Diperkuat Sawit
Sawit
Selasa, 28 Januari 2025 | 22:22 WIB

Dampingi Kepala Negara Bertemu PM Malaysia, Budi Santoso: Kerja Sama Sektor Sawit Diperkuat

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso dampingi Presiden RI, H Prabowo Subianto saat bertemu Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/1). Pertemuan kedua kepala negara sepakati penguatan kerja sama strategis, termasuk bidang perdagangan dan investasi. Diantaranya pengelolaan industri kelapa sawit yang menjadi komoditas utama kedua negara. “Di pertemuan, Presiden RI, H Prabowo Subianto mengatakan, setiap negara yang dikunjungi selalu mengatakan perlu kelapa sawit. Presiden pun berharap kerja sama Indonesia dan Malaysia untuk sektor ini dapat ditingkatkan,” ujar Mendag melalui siaran pers, dilansir dari laman EMG, Selasa (28/1). Indonesia dan Malaysia adalah produsen terbesar kelapa sawit dunia yang mencakup 80 persen dari produksi global. Itu sebabnya, Mendag R mengapresiasi dukungan Malaysia dalam peningkatan kerja sama di sektor kelapa sawit. Menurutnya, Kemendag siap menindaklanjuti berbagai upaya untuk memperkuat kerja sama di sektor kelapa sawit. “Indonesia berharap kolaborasi Indonesia dan Malaysia tetap berlanjut untuk mengatasi munculnya hambatan-hambatan ekspor sawit baru di berbagai negara,” jelasnya. Malaysia adalah tujuan ekspor ke 6 dan sumber impor ke 5 bagi Indonesia. Pada periode Januari-November 2024, total perdagangan Indonesia dan Malaysia tercatat sebesar USD 21,06 miliar. Di periode ini, ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat sebesar USD 10,97 miliar sedangkan impor Indonesia dari Malaysia tercatat USD 10,09 miliar. Dengan demikian, pada periode tersebut, Indonesia masih mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD 882 juta.

Komisi II DPRD Inhu Minta PT BBSI Jangan Beraktivitas di Lahan Poktan Talang Permai Riau
Riau
Jumat, 10 Januari 2025 | 08:16 WIB

Komisi II DPRD Inhu Minta PT BBSI Jangan Beraktivitas di Lahan Poktan Talang Permai

Indragiri Hulu, katakabar.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Indragiri Hulu meminta PT Bukit Betabuh Sei Indah atau BBSI jangan beraktivitas di lahan sengketa dengan Kelompok Tani atau Poktan Talang Permai. "PT BBSI jangan beraktivitas di lahan sengketa dengan Poktan Talang Permai," tegas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hulu, Arsyadi SH, saat pertemuan di Kantor PT BBSI, Pranap, Kamis (9/1). Di pertemuan itu hadir Ketua Komisi II DPRD Indragiri Hulu, Arsyadi SH, Binsar Parulian, Rudi Hartono, Rahu Adi Guraha, Rokhim, dan Muhyar Hayat dari Komisi IV. Sedang, dari pihak PT BBSI hadir Simson sebagai humas PT BBSI.

Pertemuan dengan PT ITA, Plt Bupati Kepulauan Meranti Harap Ada Dampak Positif Riau
Riau
Selasa, 13 Agustus 2024 | 07:58 WIB

Pertemuan dengan PT ITA, Plt Bupati Kepulauan Meranti Harap Ada Dampak Positif

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar hadiri pertemuan antara PT Imbang Tata Alam atau ITA dengan pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, di Swiss-bellhotel Harbour Bay Batam, Senin (12/8). Di kegiatan itu hadir Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, Act Communication and CSR Manager EMP, Iman Soerjasantosa, Advisor EMP Group, Amru Mahalli, dan Senior Public Relations EMP, Wilya Retno Sari, serta Field Sr. CSR Officer PT ITA, Arip Hidayatuloh.

Total 128 Perusahaan Sawit Tak Miliki HGU di Riau, Ayo Cek di Daerahmu Riau
Riau
Rabu, 24 Januari 2024 | 17:00 WIB

Total 128 Perusahaan Sawit Tak Miliki HGU di Riau, Ayo Cek di Daerahmu

Pekanbaru, katakabar.com - Total 273 perusahaan perkebunan kelapa sawit beroperasi di dua belas kabupaten dan kota se Provinsi Riau. Di mana dua ratusan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut menguasai Izin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 1,739,300.85 hektar. Tapi dari luas perkebunan 1,7 juta hektar lebih itu, ternyata baru 145 perusahaan perkebunan sawit yang kantongi Hak Guna Usaha (HGU) atau setara 53 persen, dengan luas lahan 992.992,02 hektar atau setara 57 persen. Itu terungkap saat Gubernur Provinsi Riau, Edy Natar Nasution membahas persoalan konflik lahan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan bupati dan walikota se Provinsi Riau, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, pada Rabu (24/1). Menurut Gubri, luas lahan perkebunan kelapa sawit di Riau seluas 3,3 juta hektar atau setara 20,08 persen dari luas perkebunan kelapa sawit secara nasional seluas 16,3 juta hektar lebih. "Ini artinya luas lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau paling terluas di Indonesia. Dari angka itu, perizinan kelapa sawit di Riau ada seluas 1,7 juta hektar lebih, dengan jumlah perusahaan terdaftar 273 perusahaan. Sedang sudah memiliki dan kantongi HGU baru 145 perusahaan atau setara 53 persen," terangnya, dilansir dari laman situs resmi Pempriv Riau, pada Rabu sore. Ada perusahaan yang belum memiliki dan kantongi HGU sebanyak 128 perusahaan atau setara 47 persen, ulas Edy, dengan luas lahan seluas 746.100,12 hektar atau setara 43 persen. Bila kita cermati persoalan tersendiri. Dari data tersebut, ucap Gubri, begitu banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Provinsi Riau belum memiliki HGU, tetap menikmati hasil kelapa sawit. "Ini penyimpangan dan pelanggaran. Mestinya hal-hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi, kalau kita berada dan punya kesadaran yang baik. Itu baru soal izin. Belum lagi kita bicara soal kewajiban perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi. Di mana berkewajiban melaksana fasilitas pembangunan kebun kelapa sawit bagi masyarakat," tegasnya. Saat ini, sebut Orang Nomor Satu di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang baru melaksanakan partisipasi pembangunan kebun sawit masyarakat baru 56 perusahaan dari 273 perusahaan atau setara 20 persen dengan luas lahan 298.357,66 hektar, dari total lahan seluas 1,7 juta hektar lebih tadi," imbuhnya.