Provinsi Jambi
Sorotan terbaru dari Tag # Provinsi Jambi
Bupati Fadhil Arief Hadiri Kegiatan Tim TPID Provinsi Jambi
Batang Hari, katakabar.com - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi Jambi menggelar High Level Meeting (HLM) Tim...
Menanjak Signifikan Harga CPO di Jambi Dibeli Rp11.004 Per Kilogram Hingga Awal 2024
Jambi, katakabar.com - Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menanjak signifikan Rp150 per kilogram dari periode lalu Rp10.854 per kilogram jadi Rp11.004 per kilogram. Menanjaknga harga CPO itu diketahui dari penetapan tim perumus harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi untuk periode 29 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. “Tidak hanya CPO, tim telah sepakati harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit umur 10-20 tahun naik Rp32 per kilogram dari Rp2.417 jadi Rp2.459 per kilogram. Untuk inti sawit naik Rp228 per kilogram dari Rp5.210 jadi Rp5.438 per kilogram," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal di Jambi, kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Ahad (31/12). Harga TBS ini, kata Agusrizal, harga yang diperuntukkan bagi petani yang sudah jadi mitra dari perusahaan pengolahan sawit dimana Pemerintah Provinsi Jambi membentuk perpanjangan tangan lewat satgas harga TBS kelapa sawit yang ada di daerah. Berikut informasi selengkapnya harga TBS kelapa sawit di Jambi untuk TBS umur tanam tiga tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini sebesar Rp1.939 per kilogram, umur tanam empat tahun Rp2.052 per kilogram, umur tanam lima tahun Rp2.147 per kilogram, umur tanam enam tahun Rp2.238 per kilogram dan umur tanam tujuh tahun Rp2.295 per kilogram. Terus, untuk umur tanam delapan tahun senilai Rp2.342 per kilogram, umur tanam 9 tahun Rp2.389 per kilogram, umur tanam 10 hingga 20 tahun Rp2.459 per kilogram, umur tanam 21 hingga 24 tahun Rp2.382 per kilogram dan di atas umur tanam 25 tahun Rp2.268 per kilogram. Kesepakatan tim perumus saat rapat yang dihadiri para pengusaha, koperasi dan kelompok tani sawit yang berdasarkan peraturan menteri dan peraturan gubernur. Harga TBS kelap sawit bervariasi tergantung dengan umur masa tanam yang beragam. Harga ini berlaku untuk petani sawit yang telah bermitra dengan pabrik sawit. Demi menjaga kestabilan harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi, pihak pemerintah menyarankan kepada seluruh kabupaten agar membuat tim pemantau harga TBS kepala sawit di daerahnya masing-masing.
DBH Sawit Sudah Cair, Kanwil DJPb Jambi: Pemprov Segera Eksekusi Anggaran
Jambi, katakabar.com - Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan kelapa sawit sudah cair di Provinsi Jambi. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Jambi berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera eksekusi anggaran. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Jambi, Burhani membenarkan dana yang masuk dalam salah satu TKD dari pemerintah pusat tersebut sudah dicairkan. Itu mengkonfirmasi pernyataan Gubernur Jambi, Al Haris soal DBH Sawit. "Iya, DBH perkebunan kelapa sawit sudah," kata Burhani, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (4/12) malam. Ke depan, ujar Burhani, pihaknya bakal ikut serta melakukan pengawasan atau pemantauan terhadap dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Pasti, nanti kita pantau realisasinya seperti apa setelah kita transfer ke rekening kas daerah bagaimana penggunaannya," tegas Kanwil DJPb Jambi itu. Lantaran untuk alokasi atau pembayaran DBH perkebunan kelapa sawit tahap selanjutnya ditentukan kinerja keuangan atau realisasi DBH perkebunan kelapa sawot oleh Pemerintah Daerah (Pemda). "Jadi, pembayaran tahap berikutnya ditentukanpenggunaan pada tahap sebelumnya. Tergantung realisasi," tuturnya. Dengan telah diserahkannya DIPA dan Dana Alokasi TKD, Burhani berharap agar pemerintah daerah segera bekerja mengeksekusi anggaran. "Kalau di aturan undang undang APBN sebelum tahun anggaran dimulai, itu sudah bisa melakukan pelelangan, pada Desember ini sudah bisa. Prosesnya sudah bisa dimulai sebelum tahun anggaran 2024. Soalnya, sudah tahu jumlah, pagunya dan sebagainya," tambahnya. Infrastruktur Fokus Utama Gubernur Jambi, Al Haris menjelaskan Provinsi Jambi sudah menerima salah satu dana Transfer ke Daerah (TKD) terbaru dari pemerintah pusat, yakni DBH perkebunan kelapa sawit. Itu dikonfirmasi Al Haris selepas acara penyerahan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 lingkup Provinsi Jambi dari Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Jambi. DBH perkebunan sawit, sebut Al Haris, sudah terdapat dalam TKD yang baru diterima dari Kanwil DJPb Kemenkeu Jambi. "Ada, sudah ada. Totalnya bervariasi, kami Pemprov kalau enggak salah sekitar Rp34 miliar kayaknya," bebernya Gubernur Jambi, Al Haris pada Senin (4/12). Cerita Al Haris, ke depan DBH perkebunan kelapa sawit difokuskan bagi infrastruktur guna menunjang produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat. "Kita fokuskan untuk jalan-jalan produksi ke arah kebun-kebun kelapa sawit. Jadi, DBH perkebunan kelapa sawit fokusnya untuk infrastruktur," tandasnya.
MISETA UNJA Ajari Warga Olah Limbah Sawit Jadi Briket
Batanghari, katakabar.com - Tim Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (MISETA) Universitas Jambi (UNJA) taja sosialisasi sekaligus pelatihan "Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit menjadi Produk Ekonomis Berupa Briket dan pemanfaatan Digital Marketing”. Kegiatan ini bertujuan untuk menimbulkan rasa keingintahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengolahan limbah yang dapat menghasilkan produk olahan ekonomis nanti bisa dipasarkan melalui Digital Marketing. Kepala Desa Serasah dan jajaran, Ketua RT, Karang Taruna, Ketua PT PKK beserta anggota turut hadir di kegiatan yang digelar di Kantor Desa Serasah, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Kepala Desa Serasah, Anda Yani SKom sampaikan dukungan dan terima kasih kepada tim MISETA UNJA sudah melaksanakan kegiatan. “Program ini sangat bagus, apalagi program ini berlanjut nanti kepada ibu-ibu PKK atau masyarakat desa. Program ini sangat bermanfaat bagi desa. Saya sangat berterima kasih kepada anak-anak tim MISETA UNJA sudah membawa program ini ke Desa Serasah,” ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (22/9). Apa yang disampaikan di acara sosialisasi ini mudah-mudahan dapat melekat dan dilanjutkan masyarakat desa serasah, harapnya. Pelatihan pembuatan briket digelar di Sanggar Tani kawasan RT 02 Desa Serasah. Pihak desa dan masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan. Pelatihan berjalan lancar, berkat dukungan dari perangkat desa, ibu-ibu PKK, KWT, dan pemuda setempat. Ketua Pemuda RT 02 tertarik dengan sosialisasi dan pelatihan ini. Menurtnya, sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan sangat bagus. Penjelasan yang diberikan tim MISETA cukup jelas dan menarik. “Saya rasa sosialisasi dan pelatihan ini cukup bagus. Kami sedang melakukan pelatihan briket. Masyarakat kami mudah-mudahan dapat menyerap informasi yang diberikan dan dapat menjadi ilmu bagi masyarakat semuanya," kata Ketua RT 01. Sosialisasi ini ditutup dengan ujaran dan harapan dari Wakil Ketua Adat Desa Serasah, Badri. “Briket yang telah kita buat bersama saat pelatihan dapat kering sempurna, sehingh dapat berfungsi dengan baik semestinya,” harapnya.
Di Provinsi Ini Kawasan Perkebunan Sawit Jadi Kantong Kemiskinan Ekstrem
Jambi, katakabar.com - Keputusan Menteri Pertanian RI tentang penetapan luas tutupan kelapa sawit Indonesia pada 2019 menunjukkan luas lahan kelapa sawit di Provinsi Jambi mencapai 1.134.640 hektar. Rincian penguasaannya, perusahaan BUMN mengelola kebun kelapa sawit seluas 23.057 hektar, perusahaan besar swasta seluas 518.869 hektar, dan kelapa sawit milik rakyat dengan luas 592.714 hektar. Sekilas pandang, data itu mencerminkan betap besarnya kontribusi sektor kelapa untuk perekonomian Provinsi Jambi. Tapi nyatanya, kawasan perkebunan sawit justru menjadi kantong kemiskinan ekstrem. Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman menjelaskan, tercatat total 42.411 ribu masyarakat miskin ekstrem umumnya buruh perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. "Masyarakat tersebar di 11 kabupaten dan kota. Kita selama mendorong sektor perkebunan sawit. Ternyata setelah didalami, banyak para buruh yang bekerja mendodos tapi tak punya lahan sawit," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (5/9). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bakal melakukan pembinaan dan memberikan modal kerja dan bantuan peralatan untuk mengangkat taraf hidup buruh kebun kelapa sawit. "Harus ditolong, sebab pada 2024 mereka harus bisa keluar dari zona kemiskinan ekstrem di Provinsi Jambi," janjinya. "Buruh perkebunan ini yang belum disentuh, mereka yang sesungguhnya harus bisa ditingkatkan kualitasnya untuk peningkatan produktivitas. Pemilik kebun selama ini yang dilatih, kini giliran buruh kelapa sawit,” terangnya. Untuk itu, kepada para pekerja perkebunan kelapa sawit bentuk asosiasi tempat berkumpul, seperti koperasi. Soalnya, bantuan pemerintah tidak ke perorangan, tapi kelompok, bebernya. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal menimpali, pihaknya telah merancang program Dua Miliar Satu Kecamatan (DUMISAKE) untuk meningkatkan kesejahteraan buruh perkebunan di Provinsi Jambi. Dana dialokasikan untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi penduduk miskin ekstrem yang biasa bekerja atau menjadi buruh lepas di kebun sawit, pinang, dan kebun kelapa. “Kita bantu peralatan dan mesin. Ada kendaraan roda tiga, gerobak sorong, alat panen manual dan elektrik, mesin rumput, sprayer elektrik, dan sinso ukuran kecil,” ulasnya. Kepada penerima bantuan kata Agusrizal, bentuk kelompok beranggotan sekitar 20 orang. Nanti diverifikasi untuk memastikan mereka benar warga miskin ekstrem yang jadi buruh harian lepas di kebun. "Tahun ini bantuan dialokasikan untuk 21 kelompok pekerja di kebun kelapa sawit, 2 kelompok pekerja kebun pinang, dan 2 kelompok pekerja kebun kelapa," tandasnya.
Petani Sumringah di Jambi, Harga TBS Kelapa Sawit Berturut-turut Naik
Jambi, katakabar.com - Petani kelapa sawit bermitra sumringah di Provinsi Jambi. Soalnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sudah dua pekan ini berturut-turut naik. Sepekan ke depan diprediksi harga Tandan Buah Segar (TBS) bakal naik lagi. Dari hasil rapat Pokja penetapan harga Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, periode 7 hingga 13 Juli 2023 harga TBS kelapa sawit umur tanaman 10 hingga 20 tahun naik Rp59,13. Harga ini naik dari Rp2.262,36 menjadi Rp2.321,49 per kilogram. Pada rapat itu disetujui rata-rata harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah Rp10.605,74 per kilogram dan minyak inti sawit atau kernel Rp4.648,71 per kilogram, serta indeks 'K' ditetapkan 90,53 persen. Ini daftar harga TBS kelapa sawit pekebun bermitra semua umur tanam periode 7 hingga 13 Juli 2023 dari hasil rapat pentepan harga di Provinsi Jambi, yakni; umur 3 tahun Rp 1.834,47 per kilogram umur 4 tahun Rp 1.937,22 per kilogram umur 5 tahun Rp 2.028,03 per kilogram umur 6 tahun Rp 2.114,04 per kilogram umur 7 tahun Rp 2.167,64 per kilogram umur 8 tahun Rp 2.211,82 per kilogram umur 9 tahun Rp 2.256,60 per kilogram umur 10-20 tahun Rp 2.321,49 per kilogram umur 21-24 tahun Rp 2.248,34 per kilogram umur 25 tahun Rp 2.139,11 per kilogram