Mamuju, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat melakukan pengasapan atau fogging untuk pengendalian serangan hama ulat api pada perkebunan kelapa sawit di Desa Tinali, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Sebelum fogging untuk pengendalian hama ulat api dilakukan, tim dari Bidang Perlindungan Perkebunan Disbun Sulbar bersama anggota Regu Pengendali OPT (RPO) Disbun Mateng, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tinali, dan warga setempat, lebih dulu melaksanakan pengamatan awal di siang hari.

Tujuannya untuk mengevaluasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan ulat api, dan menentukan langkah-langkah pengendalian yang efektif.

Tim gabungan fokus pada identifikasi area yang paling terdampak dan menyusun strategi penanganan yang melibatkan teknik pengendalian hama berbasis ilmu pengetahuan terbaru dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Selama pengamatan, ditemukan ulat api spesies Susica malayana di pelepah daun kelapa sawit dengan intensitas serangan yang berat, mencapai lebih dari 10 ekor per pelepah.

Selain itu, PPL Desa Tinali juga mengidentifikasi keberadaan ulat api spesies Sethosea asigna di area yang sama.

Di malam harinya, sesuai dengan agenda hasil musyawarah dengan petani, dilakukan pengendalian hama menggunakan metode fogging. Pengendalian ini bertujuan untuk mengurangi populasi ulat api yang menyerang tanaman.

Selama proses fogging, banyak ulat api berjatuhan dari daun kelapa sawit, menandakan efektivitas metode ini.

Proses pengendalian dihentikan sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WITA, dan dijadwalkan dilanjutkan di hari berikutnya di blok kebun selanjutnya.

Total luas area yang akan dilakukan pengendalian mencapai sekitar 100 hektar.

Kadis Perkebunan Sulawesi Barat, Herdin Ismail mengutarakan, metode fogging telah diterapkan pada kebun sawit seluas 12 hektar dan menunjukkan hasil yang positif dengan banyaknya ulat api yang berjatuhan.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengatasi masalah secara efektif dan melindungi tanaman dari kerusakan lebih lanjut,” jelasnya melalui rilis Disbun Sulawesi Barat, dilansir dari laman EMG, Senin (15/9).

Tapi, ujar Herdin, kami menyadari pengendalian hama proses berkelanjutan. Kami terus pantau hasil pengendalian ini dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Ia ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pengendalian ini bersama dengan Disbun Sulbar.

“Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat penting untuk memastikan keberhasilan upaya pengendalian ini,” terangnya.

Dengan langkah-langkah ini, harap Herdin, serangan hama ulat api dapat dikendalikan dengan efektif, sehingga produktivitas perkebunan kelapa sawit di Desa Tinali dapat tetap terjaga, dan kerugian yang mungkin ditimbulkan dapat diminimalisir, serta produktivitas perkebunan tetap terjaga.