57 menit yang lalu

Solid di Tengah Gejolak, Kinerja Grup MIND ID Lampaui Ekspektasi Pasar

Jakarta, katakabar.com - Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berhasil menavigasi tantangan volatilitas harga komoditas dan gejolak geopolitik global sepanjang 2025. Alih-alih tertekan, seluruh anggota holding tambang pelat merah tersebut justru mencatat kinerja yang solid dan konsisten positif sepanjang tahun lalu. Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai capaian kinerja Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi dan bukan semata-mata hasil dari kenaikan harga komoditas. "Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil," tutur Toto. Bila dirinci berdasarkan komoditas, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan kinerja mencolok dengan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan laba tahun berjalan 2024 yang sebesar Rp3,85 triliun. Pertumbuhan laba itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas yang menyumbang sekitar 79 persen terhadap total penjualan perusahaan. Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15 persen dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat. Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini berlangsung di tengah tekanan harga batu bara global yang masih berlanjut, yang mana Harga Newcastle Index justru tercatat turun 22% secara tahunan, sementara Indonesia Coal Index (ICI-3) melemah 16 persen. PTBA terbukti mampu menjaga kinerja melalui peningkatan volume penjualan sebesar 6% secara tahunan, dengan porsi penjualan domestik mencapai 54 persen dan ekspor 46 persen ke pasar Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina. PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp 16.698 per dolar AS) pada 2025 dengan pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau sekitar Rp143,9 triliun. Capaian ini mencerminkan kekuatan dari operasional tambang tembaga dan emas di Papua, sekaligus hasil dari penguatan hilirisasi melalui fasilitas smelter tembaga di JIIPE Gresik. Beranjak ke komoditas aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 15 persen sepanjang 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan sekitar 10 persen menjadi US$785,7 juta. Kinerja ini mencerminkan stabilitas operasional pabrik peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara di tengah fluktuasi harga aluminium global. Di segmen timah, PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target RKAP 2025. Pendapatan TINS tercatat sebesar Rp11,55 triliun atau meningkat 6,41% dibandingkan Rp10,86 triliun pada 2024. Dari sisi operasional, perusahaan membukukan produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah mencapai 16.634 metrik ton. Dari hasil tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mencatatkan pertumbuhan laba yang solid pada 2025 dengan pendapatan naik 4,19 persen menjadi US$990,19 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi operasional yang konsisten di wilayah Sorowako, Sulawesi Selatan. Secara keseluruhan, kinerja solid Grup MIND ID sepanjang 2025 turut memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada pemegang saham, hasil operasional seluruh anggota holding mengalir kembali sebagai manfaat nyata bagi perekonomian nasional. Hal ini menegaskan pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai korporasi, tetapi juga memperkuat fondasi fiskal negara.

Asisten AI Asuransi Perjalanan Perdana di Asia Tenggara Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir Tekno
Tekno
2 jam yang lalu

Asisten AI Asuransi Perjalanan Perdana di Asia Tenggara Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir

Jakarta, katakabar.com - Igloo, perusahaan insurtech full-stack satu-satunya di Asia Tenggara yang membangun infrastruktur digital menyeluruh untuk industri asuransi, meluncurkan Igi, asisten AI asuransi perjalanan di platform konsumennya, igloo.co.id.  Igi memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian asuransi perjalanan: mulai dari memilih destinasi, membandingkan paket, menerima rekomendasi yang disesuaikan dengan profil perjalanan, hingga pembayaran dan penerbitan polis, semuanya dalam satu jendela percakapan. Igi berbeda dari chatbot FAQ atau layanan bantuan pasca-pembelian yang umum digunakan di industri asuransi. Igi adalah agen penjualan otonom yang menangani seluruh proses pembelian secara langsung dalam sistem produksi: menerima pertanyaan, membandingkan produk, memberikan rekomendasi, dan menyelesaikan transaksi. Halaman web tetap tersinkronisasi dengan percakapan, sehingga pengguna dapat berpindah antarmuka tanpa kehilangan proses pembelian. Untuk pertanyaan yang memerlukan penanganan manusia, Igi mengalihkan percakapan ke tim telesales melalui WhatsApp. Peluncuran ini menandai evolusi platform konsumen Igloo di Indonesia, dari katalog produk menjadi platform asuransi berbasis AI. Selama beberapa tahun terakhir, Igloo telah mengembangkan dan menerapkan teknologi AI di berbagai lini operasional, mulai dari rekomendasi produk, pemrosesan klaim, deteksi potensi kecurangan, hingga dukungan penjualan. Igi adalah salah satu agen pertama yang dibangun khusus untuk melayani konsumen dari awal hingga akhir, dan menjadi cerminan arah Igloo dalam memanfaatkan AI untuk membangun infrastruktur asuransi yang berjalan secara otonom. Source: Igloo’s Press Kit Igi menunjukkan hasil awal yang positif. Sejak diluncurkan pada awal Mei, tingkat penyelesaian pembelian asuransi perjalanan oleh pengguna yang berinteraksi dengan Igi tercatat 44 persen lebih tinggi dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan situs web. Igi menerapkan pendekatan hibrida: memadukan panduan AI percakapan dengan tampilan situs web yang sudah biasa digunakan pelanggan. Igi tidak menggantikan cara pelanggan berbelanja, melainkan mendampingi mereka di sepanjang proses. Pada tahap pembayaran, tingkat konversi pengguna yang mengikuti pengalaman hibrida antara AI dan antarmuka web mencapai 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan proses pembelian konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara percakapan berbasis AI dan pengalaman digital mandiri mampu membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih percaya diri. "Setahun terakhir kami habiskan untuk mematangkan strategi dan infrastruktur AI-native kami. Igi membawa infrastruktur yang sama ke hadapan konsumen. Igi mendampingi pelanggan, memahami kebutuhan perjalanan mereka, merekomendasikan paket yang paling sesuai, dan menyelesaikan pembelian, kapan saja, dalam hitungan menit. Di pasar di mana sebagian besar penduduk belum pernah membeli produk asuransi, menghilangkan kerumitan dalam proses pembelian adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan. Indonesia adalah tempat kami membuktikan hal tersebut," jelas Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo. Menjawab tantangan asuransi perjalanan di Indonesia Penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 2,7 persen, salah satu yang terendah di kawasan. Sebagian besar dari 280 juta penduduk Indonesia belum memiliki perlindungan asuransi yang memadai. Asuransi perjalanan, meskipun perjalanan ke luar negeri terus pulih sejak pandemi, tetap jauh dari tingkat adopsi yang seharusnya. Hambatannya nyata: halaman produk dipenuhi jargon dan tabel manfaat yang membingungkan, pelanggan harus membandingkan sendiri berbagai paket dari perusahaan asuransi yang berbeda tanpa panduan, dan layanan umumnya tidak tersedia di luar jam kerja. Igi menjawab kedua persoalan tersebut dengan asisten AI yang beroperasi sepanjang waktu dan memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian dalam bahasa yang mudah dipahami. Igloo berencana memperluas Igi ke WhatsApp, sehingga pelanggan dapat mengakses layanan ini langsung di aplikasi pesan yang sudah mereka gunakan sehari-hari. Kemampuan penjualan berbasis percakapan yang sama juga akan diterapkan di lini produk lain di igloo.co.id, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan kecelakaan diri. Peluncuran Igi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Igloo untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi, sekaligus mendorong transformasi industri menuju pengalaman yang lebih sederhana, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. .

Apa yang Harus Disiapkan untuk Kuliah di Luar Negeri? Pendidikan
Pendidikan
19 jam yang lalu

Apa yang Harus Disiapkan untuk Kuliah di Luar Negeri?

Jakarta, katakabar.com - Kuliah di luar negeri adalah impian bagi banyak mahasiswa walau proses transisinya sering kali penuh tantangan. Tanpa persiapan yang matang, perbedaan sistem akademik dan standar penilaian bisa menjadi kendala serius yang menghambat kelancaran studi. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan beberapa hal agar proses transfer kreditmu berjalan lancar. Untuk memastikan proses transfer kredit dan masa kuliah ke luar negeri berjalan mulus, berikut adalah beberapa aspek krusial yang harus kamu siapkan. 1. Kemampuan bahasa Inggris Umumnya, sebelum kuliah di luar negeri, kamu harus mengasah kemampuan berbahasa Inggris secara intens di luar ruang kelas. Namun, mahasiswa di BINUS International memiliki keuntungan besar karena sudah terbiasa dengan lingkungan English-only sejak hari pertama kuliah. Kamu tidak perlu lagi merasa asing dengan istilah-istilah akademik internasional atau merasa gugup saat berdiskusi. Apalagi, seluruh materi dan interaksi harian telah menggunakan bahasa Inggris sebagaimana program international di Indonesia pada umumnya. Kebiasaan ini tentu sangat membantumu menyiapkan diri sebelum tiba di negara tujuan. Sehingga, fokusmu bisa langsung beralih pada pemahaman materi kuliah, 2. IPK sesuai syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau GPA merupakan indikator utama bagi universitas mitra untuk menerima transfer kreditmu. Sebagian besar universitas top di dunia memiliki standar minimum yang kompetitif untuk memastikan bahwa mahasiswa yang datang memiliki kapasitas akademik mumpuni. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menjaga performa nilai sejak semester awal. Sebab, IPK yang stabil mencerminkan kedisiplinan dan kesiapanmu menghadapi beban akademik di lingkungan yang baru. 3. Kemampuan belajar yang baik Kuliah di luar negeri menuntut kemandirian belajar yang jauh lebih tinggi daripada biasanya, termasuk kuliah program international di tanah air. Kamu harus menguasai keterampilan akademik, seperti manajemen waktu, teknik riset, hingga kemampuan menulis esai yang bebas plagiat. Perlu kamu tahu bahwa standar akademik internasional sangat mengutamakan orisinalitas dan argumen yang kritis. Dengan mengasah kemampuan belajar ini sejak di Indonesia, kamu tidak akan merasa kewalahan saat harus menghadapi tumpukan tugas atau proyek penelitian mandiri di universitas mitra. 4. Kemampuan adaptasi budaya Perbedaan budaya bukan hanya soal bahasa, tetapi juga etika sosial dan cara berinteraksi di lingkungan kampus. Mahasiswa yang sukses adalah mereka yang mampu bersikap terbuka dan cepat beradaptasi dengan norma lokal di negara tujuan. Mempelajari budaya setempat sebelum berangkat akan membantumu menghindari culture shock yang berlebihan. Dengan adaptasi yang baik, kamu jadi bisa membangun jejaring pertemanan internasional yang luas untuk memperkaya pengalaman globalmu. 5. Persiapan mental dan kemandirian Tinggal jauh dari rumah menuntut ketangguhan mental dan kemandirian dalam mengurus kebutuhan sehari-hari, mulai dari manajemen keuangan pribadi hingga mengelola emosi saat jauh dari keluarga. Kamu akan dihadapkan pada situasi yang mengharuskanmu mengambil keputusan sendiri dengan cepat. Mental yang kuat sangat diperlukan agar kamu tetap fokus pada tujuan studi meskipun sedang menghadapi tantangan di lingkungan baru. 6. Berkas administrasi Meskipun bersifat teknis, persiapan administrasi adalah langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan. Kamu perlu memastikan semua dokumen mulai dari paspor, visa pelajar, transkrip nilai resmi, hingga surat penerimaan dari universitas mitra sudah lengkap dan valid. Kelalaian dalam mengurus satu dokumen kecil dapat berdampak pada tertundanya keberangkatan atau kegagalan proses transfer kredit. Maka, siapkan dokumen-dokumenmu dengan baik, ya! 7. GPA & kemampuan belajar Aspek terakhir yang harus diperhatikan adalah kaitan antara Grade Point Average (GPA) dan kemampuan belajarmu secara keseluruhan. Di luar negeri, GPA sering kali menjadi tolak ukur awal bagi para dosen untuk melihat kapasitas intelektualmu. Menggabungkan performa GPA yang tinggi dengan kemampuan belajar yang eksploratif akan membuatmu lebih menonjol di mata para pengajar internasional. Konsistensi dalam menjaga kualitas belajar ini memastikan bahwa setiap kredit yang kamu transfer memiliki nilai yang sepadan dengan standar pendidikan tinggi dunia. BINUS International senantiasa mendukung setiap mahasiswa yang hendak melakukan kuliah di luar negeri melalui program transfer kredit, terutama untuk kamu yang menjalani program double degree. Persiapan yang matang akan membuat manfaat dari pengalaman global ini semakin terasa bagi pertumbuhan pribadi dan pembentukan global mindset. Siap untuk memulai langkah pertamamu menjadi bagian dari komunitas global? Gabung di BINUS International sekarang!

Tegaskan Dominasi Lokal, Quadra dan Roman Hadirkan Inovasi Material Standar Global Lifestyle
Lifestyle
19 jam yang lalu

Tegaskan Dominasi Lokal, Quadra dan Roman Hadirkan Inovasi Material Standar Global

Jakarta, katakabar.com - Sebagai pionir di industri sintered stone big slab di Indonesia, QUADRA kembali meraih prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi Meja Sintered Stone Seamless (Tanpa Sambungan) Terpanjang, pada ajang Keramika 2026, Jumat (5/6). Pencapaian ini membuktikan keunggulan QUADRA dalam memadukan teknologi manufaktur lokal dan craftsmanship kelas Internasional untuk mendukung tren arsitektur dan interior modern. Rekor MURI ini menambah deretan pencapaian QUADRA di tahun 2026, setelah sebelumnya, QUADRA sukses mencatatkan prestasi dalam ajang internasional dengan menerima penghargaan Asia Pacific Property Awards untuk kategori Best Retail Architecture Indonesia atas desain inovatif QUADRA Gallery Signature Bali. Pimpinan QUADRA & ROMAN, Willie Low, mengatakan proses manufaktur meja sintered stone sepanjang 5 meter menggunakan teknologi Sacmi Continua+, teknologi Italia yang memiliki beberapa keunggulan seperti, nyaris tidak berpori, tahan gores, tahan noda, dan tahan panas. “Dengan inovasi teknologi manufaktur di pabrik QUADRA, material alami pilihan dipadatkan hingga mencapai tingkat yang optimal dan daya serap air nyaris nol untuk menciptakan slab berukuran super besar dengan konsistensi struktural yang sempurna. Inilah hasilnya meja sintered stone 5 meter tanpa sambungan,” kata Willie. Permukaan tidak berpori dan mudah dibersihkan menjadikan meja seamless QUADRA sangat ideal untuk mendukung kebutuhan ruang modern baik untuk aplikasi residensial seperti kitchen island mewah, maupun ruang komersial dan profesional seperti meja ruang rapat eksekutif (boardroom table). Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, menimpali pemberian rekor MURI kepada QUADRA merupakan bentuk apresiasi karya dan inovasi anak bangsa dalam bidang ekonomi dan industri. “Meja berbahan sintered stone yang berhasil dicatatkan sebagai rekor merupakan hasil produksi dalam negeri, dengan seluruh proses manufaktur dilakukan di fasilitas produksi di Indonesia. MURI berharap dengan rekor tersebut mampu menumbuhkan semangat, kreativitas, dan inovasi anak bangsa,” ujar Osmar. Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto mengapresiasi rekor MURI yang diraih oleh QUADRA. Pencapaian monumental ini menjadi bukti konkret bahwa industri lokal semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar internasional. “Selamat kepada QUADRA atas prestasi MURI yang membanggakan, penghargaan ini sebagai bukti nyata inovasi, teknologi dan kualitas produk QUADRA setara dengan produk-produk premium dari Eropa khususnya Italia dan Amerika Serikat. Bangga dan selalu menjadi yang terdepan," tutur Edy. QUADRA Hadirkan Solusi Material Fleksibel Melalui partisipasinya pada acara KERAMIKA 2026, QUADRA juga menampilkan inovasi produk terbarunya, QUADRA eXential yang hadir dengan dengan tiga ukuran: 100x100 cm, 120x60 cm dan 80x80 cm, cm. Variasi ukuran ini memberikan fleksibilitas dalam proses desain dan aplikasi, khususnya untuk ruang dengan dimensi yang lebih compact, sekaligus mendukung pemasangan yang lebih efisien dan presisi. Selain itu, QUADRA juga menghadirkan inovasi sintered stone slab dengan ketebalan 6 mm yang dirancang untuk menjawab kebutuhan arsitektur modern terhadap material ringan, kuat dan fleksibel dalam pengaplikasiannya. Dengan metode pemasangan tile on tile, produk ini memungkinkan instalasi tanpa membebani struktur, sehingga ideal diaplikasikan pada dinding, pintu pivot, pelapis kabinet, hingga lantai ruang lift. Mengangkat Kearifan Lokal Lewat ROMAN moZaik Melengkapi portofolio inovasi grup, ROMAN resmi menghadirkan moZaik, lini produk yang diproduksi langsung di Indonesia dengan memadukan presisi teknologi modern, kekayaan alam Indonesia, dan sentuhan artistik yang detail. Kehadiran moZaik menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kreatif lokal melalui inovasi bernilai tambah tinggi. “Melalui berbagai inovasi yang kami hadirkan, mulai dari meja seamless 5 meter, koleksi sintered stone dengan ketebalan 6mm hingga koleksi moZaik, merupakan wujud komitmen kami untuk membuktikan bahwa industri lokal mampu menghadirkan produk dengan standar kualitas global. Dalam inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk terus mendorong eksplorasi baru dalam desain interior dan arsitektur,” terang Willie. Inovasi produk tersebut dapat disaksikan di pameran Keramika yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Juni 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 tepatnya di booth KM 01-07. Selain QUADRA & ROMAN, di booth ini pengunjung dapat melihat berbagai inovasi produk terbaru genteng keramik KANMURI.

Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit Ekonomi
Ekonomi
20 jam yang lalu

Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto Indonesia terus memperlihatkan perkembangan positif, baik dari sisi transaksi perdagangan dan jumlah investor. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aktivitas transaksi kripto di pasar spot telah mencapai Rp99,01 triliun secara year-to-date hingga April 2026, mendekati ambang Rp100 triliun hanya dalam periode empat bulan. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen aset digital masih tetap kuat, meski kondisi pasar global masih bergerak fluktuatif. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan nilai transaksi aset kripto pada April 2026 tercatat sebesar Rp22,98 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi 2,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di level Rp22,34 triliun. Dengan tambahan transaksi pada April, akumulasi transaksi kripto nasional sejak awal tahun telah mencapai Rp99,01 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia masih cukup solid di tengah dinamika pasar. “Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto di Indonesia tercatat masih terjaga dengan baik,” ujar Adi Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Mei 2026, Juma (5/6). Jumlah Konsumen Terus Bertumbuh Selain dari sisi transaksi, OJK juga mencatat adanya kenaikan jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto. Pada April 2026, jumlah akun konsumen mencapai 21,70 juta, meningkat dari 21,37 juta akun pada Maret 2026. Kenaikan sebesar 1,57 persen secara bulanan tersebut menjadi sinyal bahwa adopsi aset kripto di Indonesia masih berlanjut. Bertambahnya jumlah akun konsumen juga memperlihatkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap pemanfaatan aset digital sebagai bagian dari aktivitas keuangan mereka. Kondisi ini sekaligus memperkuat pandangan ekosistem aset kripto nasional mulai memasuki tahap perkembangan yang lebih matang, tidak hanya dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga dari sisi aktivitas transaksi dan kesiapan pelaku usaha. PAKD Mulai Tunjukkan Kinerja Positif Perkembangan industri juga terlihat dari kinerja Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). OJK menyampaikan bahwa seluruh PAKD telah menyerahkan laporan keuangan untuk tahun buku 2025. Dari laporan tersebut, sebagian pelaku usaha telah berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Di sisi lain, masih terdapat pelaku usaha yang berada dalam tahap konsolidasi dan investasi. Fase tersebut terutama berkaitan dengan kebutuhan pengembangan teknologi, penguatan infrastruktur, serta penyesuaian terhadap kerangka pengawasan OJK. Salah satu PAKD yang mencatatkan performa positif adalah Tokocrypto. Perusahaan berhasil membukukan profitabilitas selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat model bisnis, menjaga efisiensi operasional, serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa industri kripto di Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang sehat apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik, inovasi berkelanjutan, dan komitmen terhadap perlindungan konsumen. “Capaian profitabilitas Tokocrypto dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa industri aset kripto dapat berkembang secara lebih sehat dan berkelanjutan. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seimbang dengan penguatan produk, peningkatan kualitas layanan, keamanan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi,” ulas Calvin. Produk Kripto Semakin Beragam Calvin menjelaskan, Tokocrypto terus mengembangkan produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Penguatan layanan ini dilakukan untuk menciptakan pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan relevan dengan kondisi pasar. Saat ini, sejumlah produk yang paling banyak diminati pengguna Tokocrypto mencakup perdagangan spot, staking, serta fitur Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian berkala. Ketiga layanan tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi pengguna dengan kebutuhan dan strategi yang berbeda. Perdagangan spot masih menjadi pilihan utama karena memberikan akses langsung bagi pengguna untuk melakukan jual beli aset kripto. Sementara itu, staking menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan aset kripto yang dimiliki. Di sisi lain, DCA semakin diminati karena membantu pengguna melakukan pembelian secara bertahap dalam periode tertentu. “Dalam situasi pasar yang masih bergerak dinamis, pengguna membutuhkan layanan yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga membantu mereka mengambil keputusan secara lebih terencana. Spot trading tetap menjadi produk utama, sementara staking dan DCA semakin relevan bagi pengguna yang ingin menghadapi volatilitas pasar dengan pendekatan yang lebih disiplin,” jelas Calvin. Ketahanan Industri Jadi Perhatian Utama OJK menegaskan penilaian terhadap industri aset keuangan digital dan aset kripto tidak hanya bertumpu pada aspek profitabilitas. Regulator juga memperhatikan kecukupan modal, kualitas tata kelola, keandalan teknologi, keamanan siber, serta kemampuan pelaku usaha dalam melindungi aset dan dana konsumen. “Yang paling penting adalah industri memiliki ketahanan, tata kelola yang baik, dan mampu menjalankan kewajibannya kepada konsumen secara kredibel,” ujar Adi. OJK juga menyoroti profitabilitas industri masih memiliki tantangan. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain beban biaya transaksi serta aspek perpajakan. Oleh karena itu, regulator bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan kajian untuk mendorong ekosistem aset keuangan digital yang lebih sehat dan kompetitif. Ekosistem Kripto Nasional Terus Diperkuat Dengan nilai transaksi yang hampir menyentuh Rp100 triliun hingga April 2026, pertumbuhan jumlah konsumen, serta mulai membaiknya kinerja sejumlah PAKD, industri kripto Indonesia dinilai berada pada jalur pertumbuhan yang lebih kuat. Calvin menilai momentum ini perlu dijaga melalui kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Penguatan edukasi, peningkatan standar layanan, inovasi produk, serta penerapan tata kelola yang baik menjadi faktor penting untuk membangun ekosistem aset kripto yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, industri aset kripto nasional diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi transaksi, tetapi juga mampu memperkuat kepercayaan publik melalui layanan yang kredibel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah