Teknologi

Sorotan terbaru dari Kategori Teknologi

Ini Dia Harga Samsung Tab A11 Plus Terbaru 2026, Cek di Blibli Teknologi
Teknologi
Jumat, 25 September 2026 | 14:59 WIB

Ini Dia Harga Samsung Tab A11 Plus Terbaru 2026, Cek di Blibli

Samsung Tab A11 Plus resmi hadir di Indonesia dengan dua pilihan konektivitas yang bikin banyak orang bimbang. Varian WiFi cocok buat kamu yang sering di rumah atau kantor dengan akses internet stabil. Sementara versi 5G pas untuk yang mobilitasnya tinggi dan butuh koneksi di mana saja. Pertanyaannya, berapa selisih harganya, dan mana yang lebih worth it untuk kebutuhanmu? Yuk, kita bedah satu per satu.

RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis Teknologi
Teknologi
Kamis, 24 September 2026 | 08:30 WIB

RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis

Jakarta, katakabar.com - RevComm Indonesia, perusahaan teknologi AI-powered conversation intelligence asal Jepang, jadi narasumber dalam program Business Update di PAS FM Jakarta 92.4.  Di momen tersebut, Country Manager RevComm Indonesia, Hargunadi Soemantri, membahas bagaimana teknologi AI dapat membantu perusahaan memahami komunikasi bisnis secara lebih mendalam dan mengubah percakapan menjadi sumber insight untuk meningkatkan performa tim bisnis. Wawancara yang dipandu oleh jurnalis PAS FM, Robert Saputra, angkat berbagai tantangan dalam komunikasi bisnis, termasuk bagaimana perusahaan dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik setiap percakapan antara tim dan pelanggan. Membuka “Black Box” Komunikasi Bisnis RevComm didirikan di Jepang pada tahun 2017 dan mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021. Produk unggulannya, MiiTel, menghadirkan solusi AI-powered conversation intelligence yang membantu perusahaan mentranskripsikan, merangkum, dan menganalisis percakapan bisnis. Dalam wawancara tersebut, Hargunadi menjelaskan bahwa komunikasi dengan pelanggan merupakan bagian penting dari aktivitas bisnis sehari-hari. Di dalam percakapan, terdapat berbagai informasi mengenai kebutuhan dan kekhawatiran pelanggan, alasan mereka tertarik atau tidak tertarik terhadap suatu produk, hingga bagaimana tim merespons setiap situasi. Namun, perusahaan sering kali hanya melihat hasil akhirnya, seperti jumlah leads, tingkat konversi, atau performa penjualan. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi, tetapi belum tentu menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi. Kesenjangan inilah yang disebut Hargunadi sebagai Black Box Problem. “Perusahaan bisa melihat hasil (dari komunikasi bisnis), tetapi belum tentu bisa melihat apa yang sebenarnya dibicarakan dan bagaimana komunikasi tersebut berlangsung. Inilah yang kami sebut sebagai Black Box Problem,” jelas Hargunadi Soemantri, Country Manager RevComm Indonesia Melalui MiiTel, percakapan telepon dan meeting dapat diubah menjadi data yang dapat ditranskripsikan, dirangkum, dan dianalisis. Dengan demikian, perusahaan dapat memahami tidak hanya apa yang dibicarakan, tetapi juga bagaimana percakapan tersebut dilakukan. Dari insight tersebut, perusahaan dapat melihat pola komunikasi, menemukan hal-hal yang sudah berjalan dengan baik, serta mengidentifikasi area yang masih dapat ditingkatkan. Secara sederhana, MiiTel membantu perusahaan tidak hanya having conversations, tetapi juga learning from conversations. Pahami Apa yang Ada di Balik Performa Sales Salah satu use case MiiTel yang dibahas dalam wawancara adalah pemanfaatannya untuk tim Sales. Dalam proses penjualan, berbagai hal penting terjadi melalui percakapan. Kebutuhan pelanggan digali, concern dan objection muncul, nilai produk disampaikan, hingga pelanggan akhirnya mengambil keputusan. Perusahaan mungkin mengetahui bahwa seorang Sales konsisten menghasilkan closing, sementara Sales lainnya masih mengalami kesulitan. Namun, jika hanya melihat angka di CRM, perusahaan belum tentu mengetahui apa yang membedakan cara kedua sales tersebut berkomunikasi dengan pelanggan. Hargunadi memberikan ilustrasi ketika dua Sales memiliki pengalaman dan pelatihan yang relatif sama, menjual produk yang sama, tetapi menghasilkan performa yang berbeda. Pertanyaan berikutnya adalah: what’s happening in their conversation? Dengan MiiTel, perusahaan dapat menganalisis percakapan untuk melihat berbagai pola komunikasi, seperti seberapa banyak Sales mendengarkan pelanggan, kecepatan berbicara, bagaimana kebutuhan pelanggan digali, hingga bagaimana objection ditangani. Insight tersebut dapat memberikan manajer bahan yang lebih konkret untuk melakukan coaching. Alih-alih hanya mengandalkan observasi atau feeling, manajer dapat melihat pola komunikasi yang benar-benar terjadi dalam percakapan. Perusahaan juga dapat mempelajari pola komunikasi dari Sales yang memiliki performa baik. Cara mereka membuka percakapan, menggali kebutuhan, maupun menyampaikan value dapat menjadi bahan pembelajaran dan coaching bagi anggota tim lainnya. “Conversation tidak berhenti sebagai aktivitas antara Sales dan customer. Conversation bisa menjadi sumber pembelajaran untuk membantu perusahaan mengembangkan tim dan proses Sales secara berkelanjutan,” tambah Hargunadi. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana conversation intelligence dapat membantu perusahaan memahami apa yang ada di balik performa, sekaligus menyediakan dasar yang lebih konkret untuk melakukan perbaikan pada proses Sales. Terintegrasi dengan Workflow Bisnis Selain menganalisis percakapan, MiiTel juga dapat terintegrasi dengan sistem bisnis yang telah digunakan perusahaan, termasuk platform CRM seperti Salesforce dan Zoho. Integrasi tersebut membantu perusahaan menyelaraskan aktivitas komunikasi dengan workflow bisnis sehari-hari, sehingga data dan insight dari percakapan dapat lebih mudah dimanfaatkan dalam proses kerja yang sudah berjalan. Dengan pendekatan ini, percakapan tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas antara Sales dan pelanggan, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem data perusahaan. Indonesia Fokus Pengembangan RevComm RevComm mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021 sebagai bagian dari ekspansi perusahaan di luar Jepang. Sejak saat itu, RevComm Indonesia terus mengembangkan tim dan ekosistem lokal untuk mendukung kebutuhan perusahaan di Indonesia. RevComm Indonesia memiliki kantor di Summitmas 1, Sudirman, Jakarta, serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung pengembangan bisnis dan implementasi solusi komunikasi berbasis AI di Indonesia. Dalam pengembangan pasar tersebut, Hargunadi menekankan pentingnya membangun kepercayaan, baik dari sisi produk maupun hubungan dengan pelanggan. “Di saat kita masuk ke sebuah industri, yang perlu dibangun itu adalah trust dari sisi produk dan customer,” kata Hargunadi. Sejalan dengan pengembangan ekosistem teknologi komunikasi bisnis berbasis AI, RevComm Indonesia juga membuka peluang kemitraan bagi perusahaan maupun individu yang ingin turut memperluas pemanfaatan MiiTel di Indonesia. Informasi mengenai MiiTel, program free demo, dan peluang kemitraan dapat diakses melalui miitel.id.

Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia Teknologi
Teknologi
Rabu, 23 September 2026 | 17:07 WIB

Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia

Jakarta, katakabar.com -  PT Alita Praya Mitra (Alita) menggandeng Fujitsu Limited untuk menghadirkan teknologi analitik gerak manusia berbasis kecerdasan buatan, Human Motion Analytics, ke Indonesia. Kerja sama ini menyasar sektor olahraga dan kesehatan, dan teknologinya sudah dapat dicoba langsung oleh publik mulai hari ini di Indonesia Sports Summit 2026, Jakarta Convention Center. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan di Jakarta pada Jumat (11/9) oleh Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol dan Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited Naoko Otsuka, dalam rangkaian kunjungan delegasi Fujitsu ke kantor pusat Alita. Di booth bersama Alita dan Fujitsu, pengunjung Indonesia Sports Summit 2026 dapat mencoba empat penerapan teknologi ini secara langsung. AI Gait Analysis menganalisis pola jalan dan mobilitas. Senior Functional Training ditujukan untuk kebugaran lansia dan pengurangan risiko jatuh. Rowing Performance Analysis mengukur teknik dan efisiensi gerakan mendayung. Golf Swing Analysis membedah mekanika ayunan untuk kebutuhan pelatihan. Booth terbuka untuk umum pada 11 sampai 13 September. "Selama lebih dari 30 tahun, Alita membangun infrastruktur digital yang diandalkan banyak institusi di Indonesia. Sekarang kami membawa kemampuan itu ke ranah yang baru," kata Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol. "Teknologi ini membuat analisis gerak yang tadinya hanya bisa dilakukan di laboratorium menjadi jauh lebih terjangkau. Bagi kami, ini bukan sekadar mendatangkan produk dari luar, tetapi Alita sebagai perusahaan teknologi lokal akan mengembangkan penggunaan teknologinya dengan konteks Indonesia agar benar-benar menjawab kebutuhan atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Indonesia." Teknologi yang dikembangkan Fujitsu ini, dikenal sebagai skeleton recognition AI, mendigitalkan gerak tubuh manusia secara tiga dimensi hanya dari rekaman video biasa. Tidak diperlukan sensor yang dikenakan di tubuh maupun studio motion capture khusus. Selama ini, analisis gerak yang objektif menuntut laboratorium dan peralatan mahal, sehingga sulit dijangkau sebagian besar klub olahraga, klinik, dan pusat pelatihan di Indonesia. Dengan kamera biasa dan pengolahan berbasis AI, analisis serupa dapat dilakukan di lapangan, di ruang latihan, atau di klinik. Penerapannya mencakup identifikasi bakat, peningkatan performa atlet, pencegahan cedera, hingga pemantauan proses rehabilitasi. Bagi Alita, kerja sama ini memperluas penerapan pilar Business Productivity, salah satu dari empat pilar solusi bisnis yang dikembangkan Alita, yang mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kebutuhan organisasi. Sektor olahraga dan kesehatan menjadi segmen baru di luar basis pelanggan telekomunikasi, korporasi, dan institusi publik yang selama ini dilayani Alita. Teknologi Human Motion Analytics merupakan bagian dari Fujitsu Uvance, portofolio solusi lintas industri Fujitsu. Alita telah disetujui berpartisipasi dalam program Uvance Partner, yaitu program kemitraan strategis Fujitsu untuk mengembangkan peluang bisnis bersama di pasar masing-masing mitra. "Indonesia menyimpan peluang besar bagi teknologi yang mendukung kesehatan, performa manusia, dan kualitas hidup," kata Naoko Otsuka. "Melalui kerja sama dengan Alita, yang memiliki pemahaman pasar lokal, keahlian di bidang infrastruktur, dan jangkauan nasional yang kuat, kami akan menjajaki bagaimana teknologi dan keahlian Fujitsu dapat menjawab kebutuhan sektor olahraga dan kesehatan di Indonesia," jelasnya. Ke depan, kedua perusahaan akan mengidentifikasi prioritas penerapan, menjajaki kerja sama dengan pemangku kepentingan di ekosistem olahraga, kesehatan, dan pendidikan, serta mengevaluasi kebutuhan teknis dan komersial untuk implementasi di Indonesia. Nota Kesepahaman ini merupakan kerangka kerja yang tidak mengikat, dan setiap kesepakatan komersial yang dihasilkan akan tunduk pada perjanjian terpisah.

Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya Teknologi
Teknologi
Rabu, 23 September 2026 | 13:57 WIB

Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya

Jakarta, katakabar.com  - Barantum solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center satu platform terintegrasi. Guna untuk kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Iklan Click-to-WhatsApp tidak hanya membuka percakapan langsung dengan calon pelanggan. Dalam kondisi tertentu, chat yang dimulai dari iklan juga dapat memperoleh window gratis selama 72 jam. Kesempatan ini dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, melakukan kualifikasi, dan menyiapkan tindak lanjut tanpa menambah biaya service message selama window berlaku. Namun, window tersebut tidak aktif tanpa syarat. Bisnis harus merespons pelanggan dalam batas waktu yang ditentukan dan tetap memerlukan alur yang rapi agar tiga hari tidak habis untuk pertanyaan dasar. Cara Kerja Window Gratis 72 Jam Alurnya dimulai ketika pelanggan mengklik iklan Click-to-WhatsApp dan mengirim pesan. Bisnis kemudian perlu memberikan respons dalam 24 jam. Jika ketentuan terpenuhi, window gratis 72 jam dihitung sejak balasan pertama bisnis terkirim. Window ini berlaku untuk percakapan yang memenuhi kriteria, bukan seluruh chat WhatsApp. Tim marketing dan customer service perlu membedakan source agar percakapan organik, campaign lain, dan CTWA tidak tercampur dalam laporan. Setelah window berakhir, tindak lanjut kembali mengikuti kategori dan ketentuan pesan yang berlaku. Karena itu, jadwal follow-up harus dirancang berdasarkan prioritas lead, bukan hanya karena kontak pernah masuk dari iklan. Gunakan 72 Jam untuk Menjawab dan Mengualifikasi Respons pertama sebaiknya menyelesaikan dua hal: menjawab kebutuhan utama dan mengumpulkan informasi yang benar-benar diperlukan. Hindari banyak sapaan terpisah sebelum memahami maksud pelanggan. Pertanyaan kualifikasi dapat diringkas melalui Form agar nama, kebutuhan, skala bisnis, dan waktu rencana diterima sekaligus. Setelah data awal tersedia, percakapan dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan. Lead yang siap berbicara dengan sales diteruskan kepada owner yang tepat, sedangkan pertanyaan umum dijawab dari knowledge base. Kasus yang belum siap membeli dapat menerima informasi relevan tanpa dipaksa melalui rangkaian pesan panjang. Tim juga perlu menetapkan batas waktu internal. Respons pertama diprioritaskan pada jam yang sama, kualifikasi diselesaikan lebih awal, dan tindak lanjut penting dilakukan sebelum window berakhir. Tujuannya bukan mengirim sebanyak mungkin pesan, melainkan mempercepat keputusan. Sebelum campaign aktif, siapkan jawaban utama, field Form, kriteria lead, owner tiap kategori, dan batas kapan chat diteruskan ke sales atau support. Persiapan ini mengurangi keputusan ad hoc yang biasanya menambah pesan dan memperlambat respons. Lacak Campaign sampai Closing Window gratis hanya bernilai jika bisnis dapat mengetahui campaign mana yang menghasilkan percakapan berkualitas. Karena itu, source perlu ditandai sejak teks awal dan dibawa sampai lead, deal, serta won. Barantum menyediakan CTA WhatsApp Tracking Barantum untuk menyiapkan kode unik pada setiap campaign Click-to-WhatsApp. Kode dibaca dari teks awal percakapan dan mengikuti contact, lead, serta deal. Dengan cara ini, campaign yang masuk ke nomor yang sama tetap dapat dibedakan tanpa mengandalkan sumber terakhir. CRM Barantum kemudian menghubungkan source dengan sales owner, tahapan pipeline, nilai deal, dan status closing sehingga kualitas traffic dapat dinilai sampai hasil akhir. Biaya iklan tidak ditarik otomatis ke Barantum. ROAS tetap dihitung manual dengan membandingkan ad spend di platform iklan terhadap revenue atau margin dari source yang sudah tercatat. Untuk menjaga peluang window 72 jam pada chat yang masuk di luar jam kerja, AI Agent Barantum dapat membantu memberi respons awal berbasis knowledge base. Penggunaannya tetap mengikuti flow yang disetujui dan bukan alasan untuk mengirim pesan berlebihan. Selain revenue, pantau kecepatan respons, proporsi chat yang memenuhi syarat window, qualified lead, dan waktu menuju follow-up pertama. Campaign dengan biaya klik murah belum tentu lebih baik jika respons terlambat atau mayoritas chat tidak bergerak ke tahap berikutnya. Setelah window berakhir, tinjau minat, tahapan pipeline, dan izin komunikasi sebelum follow-up. Pesan yang tepat sasaran lebih bernilai daripada menambah volume kepada seluruh kontak tanpa prioritas.

Saat Kontrak Digugat, Bukti Dokumen Elektronik Apa yang Diminta? Teknologi
Teknologi
Minggu, 20 September 2026 | 13:17 WIB

Saat Kontrak Digugat, Bukti Dokumen Elektronik Apa yang Diminta?

Jakarta, katakabar.com - Dokumen elektronik dalam kontrak perlu dilengkapi bukti pendukung yang dapat menjelaskan identitas penanda tangan dan proses penandatanganannya. Kelengkapan bukti membantu memperkuat posisi dokumen ketika terjadi sengketa di kemudian hari. Kontrak diteken secara elektronik, lalu setahun kemudian salah satu pihak menggugat. Tim legal baru sibuk mencari bukti dokumen elektronik yang bisa diandalkan. Sayangnya yang tersimpan sering hanya berkas PDF tanpa keterangan pendukung apa pun. Di situlah persoalannya menumpuk. Pihak lawan cukup mempertanyakan siapa yang menekan tombol tanda tangan. Bila tidak ada jawaban teknis, dokumen itu kehilangan sebagian daya bujuknya. Ujungnya, perkara berlarut dan biaya penasihat hukum terus berjalan. Padahal bahan pembuktiannya bisa disiapkan jauh sebelum sengketa muncul. Kuncinya ada pada Sertifikat Elektronik yang melekat di tanda tangan. Dari sanalah identitas, keutuhan, dan waktu penandatanganan bisa ditelusuri kembali. Empat Hal Biasa Ditanyakan soal Bukti Dokumen Elektronik Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengakui dokumen elektronik sebagai alat bukti yang sah. Pengakuan itu tidak otomatis, karena syarat teknisnya tetap harus dipenuhi. Pertanyaan yang muncul di meja pemeriksaan biasanya berputar di empat hal. ● Identitas: siapa penandatangan dan bagaimana identitasnya diverifikasi. ● Keutuhan: apakah isi dokumen berubah setelah proses penandatanganan. ● Waktu: kapan tepatnya tanda tangan itu dibubuhkan. ● Keabsahan sertifikat: apakah sertifikatnya masih berlaku saat dipakai. Mengapa tangkapan layar tidak cukup Banyak tim menyimpan bukti berupa foto layar atau tangkapan percakapan. Materi itu membantu menjelaskan konteks, tetapi lemah pada sisi teknis. Tangkapan layar tidak bisa membuktikan bahwa file aslinya tidak pernah diubah. Berkas cetak juga punya keterbatasan serupa. Begitu dicetak, seluruh data sertifikat yang menempel di dokumen ikut hilang. Karena itu versi elektronik aslinya wajib disimpan, bukan sekadar hasil cetaknya. Sertifikat di Balik Tanda Tangan Menentukan Kekuatan Pembuktian Penilaian tidak berhenti pada gambar tanda tangan yang tampak di halaman. Yang diperiksa justru data sertifikat yang menempel di balik dokumen. Sertifikat itulah yang mengikat nama penandatangan dengan berkas yang bersangkutan. Di sinilah jenis tanda tangannya ikut menentukan. Hasil pindai tanda tangan basah tidak membawa sertifikat apa pun. Secara tampilan mirip, tetapi secara pembuktian jauh berbeda kekuatannya. Terbaca di Properti Tanda Tangan Pembaca PDF umum sudah bisa menampilkan sebagian informasinya. Di sana terlihat nama penerbit sertifikat, nama pemilik, serta masa berlakunya. Terlihat pula keterangan apakah dokumen mengalami perubahan setelah diteken. Portal verifikasi milik Kementerian Komunikasi dan Digital menyediakan pemeriksaan serupa. Hasilnya menampilkan status sertifikat, identitas penandatangan, dan stempel waktu dokumen. Sebelum buat tanda tangan digital untuk kontrak penting, pastikan penyedianya memang tersertifikasi. Jejak Aktivitas Melengkapi Cerita di Balik Dokumen Sertifikat menjawab pertanyaan teknis, tetapi tidak menceritakan prosesnya. Siapa mengirim, siapa meninjau, dan kapan persetujuan diberikan sama pentingnya. Catatan aktivitas inilah yang sering menentukan arah pemeriksaan. Nilai tambahnya ada pada posisi pencatatnya. Riwayat yang dibuat sistem penyelenggara dinilai lebih netral daripada catatan internal. Alasannya sederhana, karena tidak ada pihak berkepentingan yang bisa menyuntingnya belakangan. Tahapan Menyiapkan Berkas Pembuktian 1. Kumpulkan dokumen final beserta versi aslinya yang bertanda tangan. 2. Unduh riwayat aktivitas dari sistem penandatanganan yang dipakai. 3. Cetak hasil verifikasi dari pembaca PDF atau portal resmi. 4. Sertakan bukti pengiriman dokumen kepada tiap pihak. 5. Simpan semuanya dalam satu berkas perkara yang tertata. Urutan ini terdengar sederhana, tetapi jarang disiapkan sejak awal. Perusahaan biasanya baru menyusunnya ketika somasi sudah masuk. Padahal sebagian datanya bisa hilang bila sistemnya tidak menyimpan riwayat. Menjaga Bukti Dokumen Elektronik Tetap Terbaca Bertahun-tahun Sengketa kontrak jarang muncul di tahun pertama. Perjanjian jangka panjang justru sering dipersoalkan menjelang masa berakhirnya. Masalahnya, masa berlaku sertifikat penandatangan biasanya lebih pendek dari umur kontraknya. Fitur long term validation dirancang untuk keadaan seperti itu. Dokumen tetap dapat diverifikasi meski sertifikatnya sudah melewati masa berlaku. Stempel waktu dari penyelenggara juga memperkuat keterangan mengenai kapan dokumen diteken. Perlu diingat, penilaian akhir tetap berada di tangan pemeriksa perkara. Kelengkapan teknis tidak menjamin hasil, tetapi memperjelas posisi Anda. Tanpa data itu, pembuktian bergantung pada ingatan dan saling bantah antar pihak. Menyiapkan Pembuktian Sejak Dokumen Diteken Bukti yang kuat tidak dikumpulkan saat gugatan datang. Ia terbentuk otomatis bila proses penandatanganannya memang tertata sejak awal. Identitas terverifikasi, keutuhan terjaga, dan riwayat tersimpan rapi di satu tempat. ezSign merupakan layanan PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Layanannya mencakup sertifikat elektronik, tanda tangan, e-Meterai, serta pencatatan aktivitas dokumen. Tim legal yang hendak buat tanda tangan digital dengan standar pembuktian jelas dapat menjadikannya rujukan diskusi. Pertanyaan Sering Diajukan 1. Apakah dokumen elektronik diakui sebagai alat bukti di Indonesia? Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengakuinya sepanjang syarat teknis dan keandalan sistemnya terpenuhi. 2. Bagaimana cara memeriksa apakah dokumen sudah pernah diubah? Pembaca PDF dan portal verifikasi resmi akan menampilkan keterangan bila isi dokumen berubah setelah penandatanganan. 3. Apakah riwayat aktivitas dokumen perlu disimpan terpisah? Sebaiknya diunduh dan diarsipkan bersama dokumennya agar tetap tersedia saat dibutuhkan sewaktu-waktu.

Beralih dari Telepon Kabel ke IP Phone, Apa Keuntungannya Buat Bisnis? Teknologi
Teknologi
Sabtu, 19 September 2026 | 21:46 WIB

Beralih dari Telepon Kabel ke IP Phone, Apa Keuntungannya Buat Bisnis?

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital saat ini, banyak perusahaan mulai beralih dari telepon kabel ke IP phone. Bukan tanpa alasan, IP phone menawarkan operasional komunikasi bisnis dengan biaya yang lebih hemat, fleksibilitas tinggi, hingga kemampuannya untuk terintegrasi dengan berbagai tools bisnis lainnya. pakah IP phone benar-benar pilihan solusi terbaik untuk bisnis Anda? Sebelum memutuskan untuk mengganti sistem telepon bisnis Anda, penting untuk memahami dan mempertimbangkan apa saja keuntungan menggunakan IP phone dibandingkan telepon kabel. Dengan demikian, Anda dapat memaksimalkan manfaatnya sekaligus mengantisipasi risikonya. Apa itu IP Phone? IP Phone (Internet protocol Phone) atau yang juga populer disebut VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah sistem telepon yang menggunakan koneksi internet untuk melakukan panggilan, menggantikan jaringan telepon konvensional. Berbeda dengan telepon konvensional yang memerlukan infrastruktur fisik seperti kabel dan PBX, IP phone bekerja melalui cloud, sehingga lebih fleksibel dan efisien digunakan melalui laptop maupun smartphone.  Kemampuan ini membuat IP phone menjadi solusi ideal untuk kebutuhan kerja di era modern dan juga pada sistem kerja jarak jauh (remote). 7 Keuntungan Menggunakan IP phone Bisnis Anda 1. Biaya Panggilan Lebih Hemat Salah satu alasan kuat untuk beralih ke IP phone adalah biayanya yang lebih hemat dibandingkan dengan telepon kabel. Pada sistem telepon kabel, biaya panggilan sering kali bergantung pada jarak dan durasi, terutama untuk panggilan antarkota atau internasional. Sebaliknya, IP phone menggunakan internet sehingga biaya komunikasi menjadi jauh lebih rendah. Bahkan, untuk komunikasi antarpengguna dalam jaringan yang sama, panggilan dapat dilakukan tanpa biaya tambahan. IP phone menjadi solusi ideal untuk perusahaan dengan aktivitas penelponan yang tinggi. Efisiensi ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran operasional. 2. Biaya Implementasi Lebih Rendah Penggunaan telepon kabel membutuhkan investasi awal yang tidak sedikit, mulai dari pembelian perangkat telepon, instalasi kabel, hingga pengadaan PBX (Private Branch Exchange). Dengan IP phone, sistem komunikasi dapat dijalankan melalui cloud, sehingga perusahaan hanya perlu memanfaatkan perangkat yang sudah ada, seperti laptop dan smartphone. Selain lebih hemat, proses implementasi IP Phone juga jauh lebih cepat dan tidak rumit. 3. Fleksibel Digunakan Di Mana Saja Fleksibilitas menjadi faktor penting, khususnya di era kerja hybrid dan remote saat ini. IP phone memungkinkan staf tetap terhubung dengan sistem komunikasi perusahaan tanpa harus berada di kantor. Selama terhubung dengan internet, panggilan dapat dilakukan dari mana saja. Baik dari rumah, di perjalanan, maupun lokasi kerja lainnya. Menariknya, semua tetap menggunakan nomor bisnis yang sama, sehingga profesionalitas komunikasi tetap terjaga. 4. Mudah Integrasi dengan Sistem Bisnis Keunggulan lain dari IP Phone adalah kemampuannya untuk terhubung dengan berbagai tools bisnis. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan CRM, platform call center, hingga aplikasi meeting online. Integrasi ini membuat alur kerja menjadi lebih efisien. Misalnya, ketika terdapat panggilan masuk, data pelanggan dapat langsung muncul secara otomatis. Hal ini tidak hanya mempercepat respons, tetapi juga membantu tim Anda memberikan layanan yang lebih personal dan tepat sasaran. 5. Kelola Sistem Telepon secara Terpusat Bagi perusahaan yang memiliki banyak tim atau cabang, mengelola sistem telepon sering kali menjadi tantangan tersendiri. IP phone mampu menyederhanakan hal ini dengan menghadirkan sistem yang terpusat. Seluruh aktivitas komunikasi dapat dipantau dan diatur dari satu dashboard. Internal call antar cabang dapat dilakukan tanpa biaya, dan pengaturan seperti call forwarding atau distribusi panggilan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hasilnya, operasional dapat menjadi lebih efisien dan mudah dikontrol. 6. Mendukung Sistem Kerja Hybrid dan Remote Work Perubahan cara kerja dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak perusahaan beradaptasi dengan sistem remote dan hybrid. IP phone menjadi salah satu teknologi yang mendukung transisi ini. Tanpa perangkat tambahan, staf dapat menggunakan smartphone atau laptop sebagai telepon kantor. Mereka tetap dapat mengakses fitur komunikasi yang sama seperti di kantor, sehingga produktivitas tetap terjaga meskipun bekerja dari lokasi yang berbeda. 7. Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Komunikasi Tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, IP phone juga dapat menjadi alat untuk meningkatkan performa tim. Beberapa IP phone seperti MiiTel Phone sudah dilengkapi dengan fitur call recording, voice-to-text transcription, hingga voice analytics. Dengan data tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi kualitas komunikasi tim, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan memberikan pelatihan yang lebih efektif. Tidak hanya itu, pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi lebih baik dan berdampak langsung pada peningkatan kepuasan pelanggan. Tertarik Beralih ke IP phone? Coba MiiTel Phone Sekarang Juga! Jika Anda berencana beralih dari telepon kabel ke IP phone, memilih layanan yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan manfaatnya. MiiTel Phone adalah solusi IP phone berbasis AI yang tidak hanya menghadirkan kualitas panggilan jernih dan implementasi cepat, tetapi juga dilengkapi fitur seperti recording, transkripsi, dan analisis percakapan untuk meningkatkan performa tim. Didukung integrasi dengan CRM dan sistem bisnis lainnya, MiiTel membantu menyederhanakan operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Dengan dukungan customer success yang responsif, MiiTel siap membantu Anda mengoptimalkan komunikasi bisnis secara lebih efektif. Tertarik mengeksplorasi solusi MiiTel Phone untuk bisnis Anda? Klaim demo gratis di sini.

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP Teknologi
Teknologi
Sabtu, 19 September 2026 | 16:25 WIB

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

Yogyakarta, katakabar.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sedikitnya 5,2 miliar anomali trafik internet terjadi di Indonesia sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 93,78 persen teridentifikasi sebagai aktivitas terkait malware yang berpotensi berkembang menjadi serangan ransomware. Data ini dipaparkan langsung oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN dalam sebuah forum industri di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Lanskap Keamanan Siber Indonesia yang disusun BSSN, sektor layanan publik, pemerintahan, dan keuangan menjadi yang paling sering menjadi sasaran pelaku kejahatan siber. Ketiga sektor ini menyimpan data pribadi dalam jumlah besar, mulai dari data kependudukan hingga transaksi finansial, sehingga menjadi target empuk bagi peretas yang mencari celah keamanan sistem. Widya Security, perusahaan penyedia layanan keamanan siber asal Yogyakarta, menilai lonjakan angka ini sejalan dengan meningkatnya urgensi kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Masa transisi UU PDP sendiri telah berakhir sejak 17 Oktober 2024, yang berarti setiap pelanggaran terkait pemrosesan dan perlindungan data pribadi kini bisa langsung dikenai sanksi tanpa masa tenggang lagi. Sanksi yang diatur dalam UU PDP terbilang berat. Denda administratif dapat mencapai dua persen dari pendapatan tahunan perusahaan, sementara sanksi pidana bagi korporasi berpotensi dikalikan sepuluh dari denda dasar sesuai Pasal 70, sehingga total nilainya bisa menembus puluhan miliar rupiah. Perusahaan yang mengelola data pribadi dalam skala besar, termasuk di sektor keuangan, kesehatan, dan e-commerce, juga diwajibkan menunjuk pejabat pelindungan data pribadi serta melaporkan insiden kebocoran data paling lambat tiga hari setelah diketahui. Yang menarik, hingga saat ini lembaga pengawas independen yang seharusnya menangani penegakan UU PDP, yaitu Badan Pelindungan Data Pribadi, belum juga terbentuk. Rancangan Peraturan Presiden soal pembentukan badan ini baru diajukan ke Presiden pada Mei 2026, dan operasionalisasinya diperkirakan masih membutuhkan waktu enam hingga dua belas bulan ke depan. Sementara itu, fungsi pengawasan untuk sementara dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. CEO Widya Security, Alwy Herfian, menyebut kondisi ini justru menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk berbenah lebih awal, sebelum pengawasan sepenuhnya berpindah ke lembaga independen. "Banyak perusahaan masih menunggu sampai ada insiden atau sampai diaudit baru bergerak memperbaiki sistem keamanannya. Padahal, selama Badan PDP belum terbentuk, ini justru waktu yang paling tepat untuk melakukan audit dan pembenahan secara mandiri, sebelum penegakan hukumnya semakin ketat. Kalau menunggu sampai ada kebocoran data dulu baru bertindak, risikonya sudah terlambat, baik dari sisi finansial maupun kepercayaan publik," ujar Alwy. Ia menambahkan, layanan seperti Vulnerability Assessment and Penetration Testing atau VAPT yang disediakan Widya Security dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi celah keamanan pada aplikasi, server, jaringan, hingga situs web sebelum dieksploitasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Proses ini juga menjadi salah satu bentuk kepatuhan teknis yang bisa ditunjukkan perusahaan ketika sewaktu-waktu diperiksa terkait UU PDP. Widya Security sejauh ini telah menangani audit keamanan untuk berbagai klien lintas sektor, mulai dari perbankan, fintech, hingga instansi pemerintah daerah, dengan metodologi pengujian yang merujuk pada standar internasional seperti OWASP dan MITRE ATT&CK.

Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya Teknologi
Teknologi
Sabtu, 19 September 2026 | 11:15 WIB

Pesan Balasan WhatsApp Jadi Berbayar, Masih Worth It Kah? Begini Cara Hitungnya

Jakarta, katakabar.com - Barantum solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center satu platform terintegrasi mengelola dan mengoptimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Ketika biaya balasan WhatsApp meningkat, pertanyaan “mahal atau murah” tidak cukup dijawab dari tarif per pesan. Biaya Rp350-an dapat terasa tinggi bila percakapan tidak menghasilkan apa pun, tetapi tetap efisien ketika membantu bisnis mendapatkan qualified lead, deal, dan closing bernilai lebih besar. Itu sebabnya, evaluasi perlu dimulai dari hasil. Manajemen perlu menghitung return on investment sekaligus total cost of ownership: hubungkan jumlah pesan dengan perjalanan pelanggan, lalu bandingkan manfaat yang dihasilkan dengan seluruh biaya operasional yang menyertainya. Hitung ROI dan TCO, Bukan Hanya Biaya per Pesan Gunakan empat metrik dasar. Cost per Chat dihitung dari total biaya pesan dibagi jumlah chat. Cost per Qualified Lead adalah biaya pesan dibagi jumlah lead yang memenuhi kriteria. Cost per Won membagi biaya pesan dengan jumlah deal yang berhasil ditutup. Messaging ROI dapat dihitung dari margin kontribusi deal won dikurangi biaya pesan, lalu hasilnya dibagi biaya pesan dan dikalikan 100 persen. Gunakan margin kontribusi, bukan seluruh revenue, agar perhitungannya tidak melebih-lebihkan manfaat. Untuk menghitung TCO, jumlahkan biaya pesan, lisensi atau paket, biaya AI atau panggilan yang digunakan, serta biaya tenaga kerja dan operasional yang relevan. Iklan, tenaga sales, diskon, dan platform lain tetap perlu dipisahkan agar pembaca tidak menganggap biaya pesan mewakili seluruh investasi. TCO juga perlu memasukkan waktu yang hilang akibat percakapan berulang, duplikasi data, dan handoff tanpa konteks. Biaya ini tidak selalu tampak pada invoice, tetapi memengaruhi kapasitas agent serta kebutuhan penambahan tenaga kerja. Gunakan periode evaluasi yang sama agar komponen tersebut tidak dihitung secara acak. Benchmark universal tidak banyak membantu karena nilai deal, tingkat kualifikasi, dan margin setiap bisnis berbeda. Bandingkan campaign, produk, sumber lead, atau periode dengan definisi yang sama. Hubungkan Source Percakapan hingga Deal dan Won Perhitungan hanya akurat jika bisnis mengetahui dari mana percakapan berasal dan apa hasil akhirnya. Source harus tetap terbawa dari chat pertama sampai contact, lead, deal, dan won; tanpa itu, biaya mudah terlihat besar karena revenue tidak terhubung ke asal percakapan. Pada kebutuhan tersebut, CTA WhatsApp Tracking Barantum dapat digunakan untuk menandai source dari teks awal campaign melalui kode yang disiapkan bisnis. Kode tersebut mengikuti contact, lead, dan deal sehingga tim dapat membedakan beberapa campaign yang masuk ke nomor yang sama. Pencatatan ini tetap memerlukan setup dan konsistensi penggunaan kode. Setelah source terbentuk, CRM Barantum mencatat sales owner, tahapan pipeline, nilai deal, serta status won atau lost agar biaya dapat dibandingkan dengan hasil. Barantum tidak menarik ad spend langsung dari platform iklan. Karena itu, ROAS penuh tetap dihitung manual dengan membandingkan biaya campaign dari platform terhadap revenue atau margin yang sudah dikaitkan dengan source. Batas ini penting agar laporan tidak dianggap menghitung profitabilitas otomatis. Agar data konsisten, tetapkan definisi setiap tahap. “Lead” tidak cukup berarti nomor yang mengirim pesan, sedangkan “qualified” perlu memiliki kriteria kebutuhan, anggaran, kewenangan, atau waktu implementasi yang jelas. Pastikan deal won tetap membawa source awal meski percakapan berpindah agent atau kanal. Tanpa disiplin ini, campaign yang sebenarnya menghasilkan revenue dapat terlihat tidak efektif, sementara sumber terakhir memperoleh kredit yang berlebihan. Kapan WhatsApp Masih Worth It? WhatsApp masih layak ketika cost per qualified lead dan cost per won berada di bawah margin yang dihasilkan, waktu respons mendukung conversion, dan pelanggan memang memilih kanal tersebut. Nilai deal yang tinggi dapat membuat biaya pesan relatif kecil. Alur perlu diperbaiki ketika banyak pesan tidak menghasilkan kualifikasi, agent menanyakan data yang sama berulang kali, atau follow-up dilakukan tanpa prioritas. WhatsApp Business API Barantum dapat menjadi bagian dari alur yang lebih terukur, tetapi keputusan kanal tetap harus mengikuti data penggunaan dan kebutuhan pelanggan. Jangan menilai keberhasilan hanya dari turunnya jumlah pesan. Bandingkan juga qualified lead, deal, won, waktu penyelesaian, dan margin kontribusi sebelum serta sesudah perubahan. Dengan pendekatan tersebut, bisnis dapat menentukan secara objektif kapan WhatsApp tetap worth it dan kapan alur perlu diringkas atau dialihkan. Mulailah dari satu campaign dengan data source yang rapi. Hitung biaya per tahap, identifikasi pesan yang tidak membantu pelanggan maju, lalu uji perubahan alur. Hasil uji tersebut lebih berguna daripada menetapkan satu batas biaya yang sama untuk semua produk dan pelanggan.

Hisense Perkenalkan RoamView, Layar Bisa Mengikuti Aktivitas Penggunanya Teknologi
Teknologi
Kamis, 17 September 2026 | 10:05 WIB

Hisense Perkenalkan RoamView, Layar Bisa Mengikuti Aktivitas Penggunanya

Tiongkok, katakabar.com - Hisense, merek peralatan elektronik dan rumah tangga terkemuka di dunia, memperkenalkan RoamView, produk terbaru dari Lifestyle Series. RoamView hadir untuk menjawab kebutuhan sederhana dalam kehidupan modern: pengalaman menikmati layar tidak lagi harus terpaku di satu ruangan atau posisi tertentu. Mulai dari mencari resep saat memasak di dapur, berolahraga di ruang keluarga, hingga bersantai sambil menonton film sebelum tidur, pengguna kini membutuhkan layar yang dapat mengikuti aktivitasnya. Televisi konvensional memiliki posisi tetap, sementara tablet terkadang belum mampu memberikan pengalaman menonton dengan ukuran layar yang imersif. Hisense menghadirkan RoamView yang menawarkan keleluasaan maksimal untuk menikmati konten di mana saja. Pengguna bisa membawanya dari satu ruangan ke ruangan lain, kemudian memutar, memiringkan, atau mengangkat layarnya agar mendapatkan sudut pandang yang paling pas. Berkat baterai bawaan yang tahan lama, RoamView dapat digunakan untuk menikmati konten favorit tanpa harus terus mencari stopkontak, baik saat bersantai, bekerja, berkreasi, maupun berinteraksi. RoamView tidak hanya untuk menikmati tayangan. Pengguna dapat menuangkan gagasan melalui fitur Whiteboard, mengembangkan proyek kreatif dengan digital sketchpad, mempercantik suasana ruangan lewat Art Gallery, hingga mengubah ruang apa pun menjadi panggung karaoke dengan Karafun. Untuk waktu bersantai, dukungan streaming 4K menghadirkan pengalaman menonton dengan kualitas gambar yang tajam dan imersif. Dari sisi performa, RoamView dibekali platform processing kinerja tinggi, RAM 8 GB, dan penyimpanan 128 GB. Kombinasi tersebut mendukung penggunaan berbagai aplikasi secara bersamaan dengan lancar, serta menyediakan ruang penyimpanan data untuk film, acara, foto, dan beragam konten favorit pengguna. RoamView melengkapi lini CanvasTV yang menghadirkan karya seni digital sebagai bagian dari interior rumah, serta DécoTV yang memadukan desain elegan dengan pengalaman menonton premium. Kehadiran RoamView semakin memperkaya Lifestyle Series Hisense sebagai pilihan layar yang tak hanya menyatu dengan hunian, namun juga dapat berpindah mengikuti aktivitas dan kebutuhan penggunanya sehari-hari.