Pendidikan
Sorotan terbaru dari Kategori Pendidikan
Talenta Muda, Industri dan Pemerintah Bertemu dalam Ekosistem Geospasial Indonesia di MAPID Catalyst 2026
Jakarta, katakabar.com - MAPID, perusahaan teknologi geospasial Indonesia, gelar MAPID Catalyst 2026 angkat tema "Maps That Think" pada 23 hingga 24 September 2026 lalu di Jakarta. Acara ini didukung Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pembina MAPID WebGIS Competition 2026. Selama dua hari, MAPID Catalyst 2026 mempertemukan talenta muda, akademisi, pelaku industri, dan pemerintah untuk membahas peran data lokasi dalam pengambilan keputusan.
Wali Kota Binjai Lantik Sofyan Syahputra Siregar sebagai Kadis Pendidikan, 41 Kepala Sekolah Terima SK
Kadis Pendidikan Kota Binjai dilantik bersamaan penyerahan SK Kepala sekolah SD dan SMP
Dukungan Wawako Binjai, Bripda Garal Habibi Raih Juara III Tahfidz 10 Juz MTQ Nasional
Wakil Wali Kota Binjai sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Binjai, Hasanul Jihadi, S.H., S.Sos., M.Kn., menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Pemko Binjai Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar di Pondok Pesantren As-Sanusiyah Al-'Aziziyah, Lorong Musala Al-Ikhlas, Jalan Pandega, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan
Wali Kota Binjai Ajak Generasi Muda Aktif dalam Aksi Kemanusiaan
HUT PMI. Peduli, Bergerak, Bersama” itu diikuti anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SD hingga SMA sederajat se-Kota Binjai
MAN 1 Labuhanbatu Galang Dana Komite Bermodus Sumbangan Siswa
Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN-red) 1 Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, kini terhendus masih tetap menggalang dana komite.
Kepsek SMK Negeri 1 Ratu Deva Daulay : Soft Skills Siswa Dibutuhkan Dunia Kerja
Sekolah Menengah Kejuaraan Negeri (SMKN-red), 1 Rantau Utara, Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, kian terus mendorong organisasi sekolah mengembangkan kompetensi di bidang industri digital, setelah usai terlaksana pemilihan ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS) massa periode 2026-2027.
Ratusan Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB STMIK Methodist Binjai, Gloria Tekankan Integritas dan Etika
Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gloria, S.Pd., M.Pd., mewakili Wali Kota Binjai, resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STMIK Methodist Binjai Tahun Akademik 2026/2027.
Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan PTI
Jakarta, katakabar.com - Lewat konsep Building Impactful Universities untuk membangun perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing global, Metranet melihat teknologi sebagai enabler. Perguruan tinggi Indonesia (PTI) tengah memasuki fase baru dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya memindahkan layanan dan proses ke platform digital, tetapi perlu diarahkan untuk membangun institusi yang lebih adaptif, berbasis data, inovatif, dan mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks kehadiran Metranet, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang berlangsung di Aula Timur dan Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026. Usung tema “Empowering PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence”, forum ini mempertemukan pimpinan teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bersama pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan terkait. Selama dua hari, forum ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi, mulai dari integrasi dan pelaporan PDDikti, perluasan konektivitas melalui Indonesia Research and Education Network (IDREN), tata kelola teknologi informasi, pemerintahan digital, ketahanan siber, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk analitik data dan pelaporan. Diskusi juga diperluas melalui sesi meja bundar yang membahas tata kelola dan kebijakan TI, ekosistem data pendidikan tinggi, transformasi digital, ketahanan siber, serta SDM digital dan kepemimpinan TI. Bagi Metranet, berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa masa depan kampus digital membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Teknologi perlu ditempatkan sebagai enabler yang menghubungkan kebutuhan akademik, operasional, data, inovasi, dan aktivitas ekonomi kampus sehingga menghasilkan nilai yang nyata. Pandangan tersebut dituangkan Metranet melalui kerangka “Building Impactful Universities”, yang menggambarkan evolusi perguruan tinggi menuju empat area utama: AI-Ready Campus, Digital University, Campus Economic Hub, serta Research to Impact to Market. Keempat area tersebut didukung oleh kapabilitas Metranet Group pada lima area, yaitu technology, AI, data, commerce, dan ecosystem. “Kami melihat transformasi perguruan tinggi bukan semata-mata mengenai seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar nilai yang dapat dihasilkan dari pemanfaatannya. Teknologi harus mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengambilan keputusan, membuka ruang inovasi, dan mendukung perguruan tinggi menghasilkan dampak yang lebih besar. Karena itu, Metranet mengambil posisi sebagai Digital Enabler for Nation untuk membantu menghadirkan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” kata Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet. Dalam visi tersebut, digitalisasi bukan sekadar membangun layanan berbasis teknologi, melainkan menyatukan berbagai aspek perguruan tinggi, mulai dari akademik dan riset hingga pengalaman mahasiswa dan operasional. Dukungan data dan AI kemudian memungkinkan institusi mengambil keputusan secara lebih cerdas, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh ekosistemnya. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Metranet menghadirkan sejumlah kapabilitas melalui portofolionya, antara lain SCALA sebagai digital transformation enabler, Xooply sebagai e-commerce platform, Cazbox sebagai community platform, dan Uzone sebagai digital literacy platform. Metranet juga memperkuat kapabilitasnya melalui kolaborasi dengan Google untuk produk Google Education dan Zoom Communications untuk produk Zoom Workplace di sektor pendidikan. Portofolio tersebut merepresentasikan pendekatan Metranet yang tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana berbagai kapabilitas dapat menjawab kebutuhan institusi secara lebih utuh, mulai dari transformasi proses, pengembangan layanan, penguatan komunitas, hingga peningkatan literasi digital. “Perguruan tinggi memiliki kebutuhan yang sangat beragam dan tidak dapat diselesaikan oleh satu solusi saja. Karena itu, pendekatannya harus berbasis ekosistem. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan arah nasional, perguruan tinggi memahami kebutuhan akademik dan institusionalnya, sementara industri dan technology partner dapat membawa kapabilitas untuk mempercepat implementasi. Metranet ingin mengambil peran sebagai penghubung kekuatan tersebut,” lanjut Faisal. Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin relevan ketika pendidikan tinggi dihadapkan pada tantangan yang bersifat lintas institusi. Perbedaan tingkat kematangan teknologi, kualitas dan interoperabilitas data, risiko keamanan siber, serta kebutuhan mengadopsi cloud dan AI secara strategis menjadi sejumlah isu yang perlu dijawab bersama oleh ekosistem pendidikan tinggi. Karena itu, Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 menjadi ruang untuk menyamakan perspektif dan menyusun langkah bersama. Forum ini diarahkan untuk membangun kesepahaman mengenai arah transformasi digital pendidikan tinggi sekaligus memperkuat tata kelola TI, infrastruktur dan konektivitas, keamanan siber, pemanfaatan AI, serta jejaring kolaborasi antar-CIO dengan perguruan tinggi. Bagi Metranet, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kontribusi TelkomGroup dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia. Dengan mempertemukan kapabilitas teknologi, mitra strategis, dan kebutuhan institusi, Metranet melihat peluang untuk membantu perguruan tinggi bergerak menuju institusi yang tidak hanya digital, tetapi juga bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing secara global. “Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan akhir. Teknologi adalah enabler untuk menciptakan perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mendunia. Kami percaya ketika pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan technology partner bergerak bersama, transformasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” sebut Faisal.
Tak Akurat Informasi Kadisdik Abdi Jaya Pohan, Aktivis Mulai Kritisi Rp43,9 Miliar
Kalangan Aktivis Masyarakat kini mulai menyoroti dana besaran Rp 43.998.920.000, bernomor kode RUP: 42676896 milik Dinas Pendidikan Labuhanbatu