Asisten AI Asuransi Perjalanan Perdana di Asia Tenggara Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir
Jakarta, katakabar.com - Igloo, perusahaan insurtech full-stack satu-satunya di Asia Tenggara yang membangun infrastruktur digital menyeluruh untuk industri asuransi, meluncurkan Igi, asisten AI asuransi perjalanan di platform konsumennya, igloo.co.id. Igi memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian asuransi perjalanan: mulai dari memilih destinasi, membandingkan paket, menerima rekomendasi yang disesuaikan dengan profil perjalanan, hingga pembayaran dan penerbitan polis, semuanya dalam satu jendela percakapan. Igi berbeda dari chatbot FAQ atau layanan bantuan pasca-pembelian yang umum digunakan di industri asuransi. Igi adalah agen penjualan otonom yang menangani seluruh proses pembelian secara langsung dalam sistem produksi: menerima pertanyaan, membandingkan produk, memberikan rekomendasi, dan menyelesaikan transaksi. Halaman web tetap tersinkronisasi dengan percakapan, sehingga pengguna dapat berpindah antarmuka tanpa kehilangan proses pembelian. Untuk pertanyaan yang memerlukan penanganan manusia, Igi mengalihkan percakapan ke tim telesales melalui WhatsApp. Peluncuran ini menandai evolusi platform konsumen Igloo di Indonesia, dari katalog produk menjadi platform asuransi berbasis AI. Selama beberapa tahun terakhir, Igloo telah mengembangkan dan menerapkan teknologi AI di berbagai lini operasional, mulai dari rekomendasi produk, pemrosesan klaim, deteksi potensi kecurangan, hingga dukungan penjualan. Igi adalah salah satu agen pertama yang dibangun khusus untuk melayani konsumen dari awal hingga akhir, dan menjadi cerminan arah Igloo dalam memanfaatkan AI untuk membangun infrastruktur asuransi yang berjalan secara otonom. Source: Igloo’s Press Kit Igi menunjukkan hasil awal yang positif. Sejak diluncurkan pada awal Mei, tingkat penyelesaian pembelian asuransi perjalanan oleh pengguna yang berinteraksi dengan Igi tercatat 44 persen lebih tinggi dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan situs web. Igi menerapkan pendekatan hibrida: memadukan panduan AI percakapan dengan tampilan situs web yang sudah biasa digunakan pelanggan. Igi tidak menggantikan cara pelanggan berbelanja, melainkan mendampingi mereka di sepanjang proses. Pada tahap pembayaran, tingkat konversi pengguna yang mengikuti pengalaman hibrida antara AI dan antarmuka web mencapai 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan proses pembelian konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara percakapan berbasis AI dan pengalaman digital mandiri mampu membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih percaya diri. "Setahun terakhir kami habiskan untuk mematangkan strategi dan infrastruktur AI-native kami. Igi membawa infrastruktur yang sama ke hadapan konsumen. Igi mendampingi pelanggan, memahami kebutuhan perjalanan mereka, merekomendasikan paket yang paling sesuai, dan menyelesaikan pembelian, kapan saja, dalam hitungan menit. Di pasar di mana sebagian besar penduduk belum pernah membeli produk asuransi, menghilangkan kerumitan dalam proses pembelian adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan. Indonesia adalah tempat kami membuktikan hal tersebut," jelas Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo. Menjawab tantangan asuransi perjalanan di Indonesia Penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 2,7 persen, salah satu yang terendah di kawasan. Sebagian besar dari 280 juta penduduk Indonesia belum memiliki perlindungan asuransi yang memadai. Asuransi perjalanan, meskipun perjalanan ke luar negeri terus pulih sejak pandemi, tetap jauh dari tingkat adopsi yang seharusnya. Hambatannya nyata: halaman produk dipenuhi jargon dan tabel manfaat yang membingungkan, pelanggan harus membandingkan sendiri berbagai paket dari perusahaan asuransi yang berbeda tanpa panduan, dan layanan umumnya tidak tersedia di luar jam kerja. Igi menjawab kedua persoalan tersebut dengan asisten AI yang beroperasi sepanjang waktu dan memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian dalam bahasa yang mudah dipahami. Igloo berencana memperluas Igi ke WhatsApp, sehingga pelanggan dapat mengakses layanan ini langsung di aplikasi pesan yang sudah mereka gunakan sehari-hari. Kemampuan penjualan berbasis percakapan yang sama juga akan diterapkan di lini produk lain di igloo.co.id, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan kecelakaan diri. Peluncuran Igi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Igloo untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi, sekaligus mendorong transformasi industri menuju pengalaman yang lebih sederhana, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. .
Perluas Akses Internet di Kalimantan, MyRepublic Air Hadir di Berbagai Kota dan Kabupaten
Pontianak, katakabar.com - Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas digital, MoraRepublic terus perluas jangkauan layanan MyRepublic Air di berbagai wilayah Indonesia. Kini, layanan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) tersebut telah tersedia di sejumlah kota dan kabupaten di Pulau Kalimantan, meliputi Pontianak, Singkawang, Banjar, Barito Kuala, Banjarbaru, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, dan Kutai Kartanegara. Di antara wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, Kalimantan memiliki kebutuhan internet yang semakin tinggi untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari bekerja dan belajar secara daring, menjalankan usaha, hingga mengakses layanan digital dan hiburan, konektivitas yang andal menjadi kebutuhan yang semakin penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui MyRepublic Air, masyarakat kini memiliki pilihan layanan internet yang lebih mudah diakses dan praktis. Dengan layanan internet rumah dengan kualitas True 5G Fiber Quality tanpa batas kuota dan kecepatan hingga 100 Mbps, pelanggan dapat memilih skema rental modem mulai 115 ribu per 30 hari atau skema beli modem mulai 100 ribu per 30 hari, dengan harga beli modem Rp850.000. "Dengan MyRepublic Air, masyarakat kini dapat menikmati internet rumah berkualitas dengan harga yang terjangkau mulai 100 ribuan dan fleksibilitas untuk menyewa atau membeli modem. Pelanggan juga akan mendapatkan nilai tambah berupa akses Vidio multiscreen dan berbagai channel hiburan melalui aplikasi MyRep Air," ujar Iman Syahrizal, Chief Sales & Marketing Officer MoraRepublic. Pelanggan mendapatkan akses Vidio hingga 61 tayangan hiburan yang multiscreen, serta channel internasional dan nasional dari aplikasi MyRep sebagai nilai tambah untuk kebutuhan hiburan keluarga. Aplikasi “MyRep Air” yang dapat diunduh di Play Store, untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan. Untuk pendaftaran dan informasi lengkap, dapat mengunjungi website myrepublic.co.id/air. Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak yang berkelanjutan, MoraRepublic meyakini bahwa akses internet yang semakin luas dapat menjadi pondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Konektivitas yang lebih mudah dijangkau diharapkan dapat membuka akses terhadap peluang pendidikan, pengembangan usaha, serta berbagai layanan digital yang mendukung aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan. Kalimantan juga menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan pesat dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, hingga transformasi digital. Dengan semakin luasnya akses internet, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia di era digital, sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing di tengah perkembangan ekonomi yang terus bergerak maju. Melalui perluasan jangkauan MyRepublic Air di berbagai kota dan kabupaten di Kalimantan, MoraRepublic berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terciptanya akses konektivitas yang semakin luas di seluruh Indonesia.
Bantu Brand Agar Direkomendasikan AI, Avonetiq luncurkan AVO AI
Jakarta, katakabar.com - Perubahan perilaku pencarian informasi yang semakin bergeser ke platform berbasis kecerdasan buatan (AI) menciptakan tantangan baru bagi perusahaan untuk memastikan brand mereka tetap mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq resmi meluncurkan AVO AI (getavo.ai), platform yang membantu perusahaan mengukur, memantau, dan meningkatkan kehadiran brand di berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, hingga Google AI Overviews. Jika sebelumnya strategi digital berfokus pada optimasi mesin pencari (SEO), kini semakin banyak konsumen yang mengandalkan AI untuk memperoleh rekomendasi, membandingkan produk, hingga mencari referensi sebelum mengambil keputusan. Pada kondisi ini, posisi sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh peringkat di halaman pencarian, tetapi juga oleh seberapa sering dan seberapa akurat brand tersebut direkomendasikan oleh sistem AI. Pergeseran tersebut diperkirakan akan terus berlanjut. Gartner memprediksi volume penggunaan mesin pencari tradisional akan turun hingga 25 persen pada 2026 seiring meningkatnya penggunaan chatbot AI dan virtual agents sebagai sumber informasi. Sementara, Adobe Analytics mencatat traffic dari platform AI generatif ke situs retail meningkat hingga 1.200 persen dalam kurun tujuh bulan terakhir, menunjukkan AI mulai berperan sebagai jalur baru bagi konsumen dalam menemukan informasi, produk, dan layanan. Melihat perubahan tersebut, AVO AI hadir untuk membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka direpresentasikan dalam jawaban AI sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya. Melalui platform ini, pengguna dapat memantau kemunculan brand pada berbagai model AI, menganalisis sumber informasi yang digunakan AI dalam menghasilkan jawaban, membandingkan posisi dengan kompetitor, serta memperoleh rekomendasi strategis untuk meningkatkan peluang brand direkomendasikan dalam percakapan berbasis AI. Berbeda dengan tools analitik digital konvensional yang berfokus pada performa website atau mesin pencari, AVO AI dirancang untuk memantau bagaimana sebuah brand muncul dan dipersepsikan di berbagai platform AI generatif. Pendekatan ini membantu perusahaan memahami posisi mereka di kanal pencarian yang semakin banyak digunakan konsumen saat ini. "Selama bertahun-tahun, perusahaan mengukur keberhasilan kehadiran digital melalui peringkat pencarian, traffic website, atau engagement. Namun ketika konsumen mulai bertanya langsung kepada AI, metrik tersebut tidak lagi cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah brand ditemukan dan dipertimbangkan. Di sinilah kebutuhan baru mulai muncul," kata Alexandro Wibowo, Co-Founder & Partner Avonetiq, dalam konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (5/6). Menurutnya, perusahaan yang mampu membangun otoritas dan representasi yang kuat di platform AI akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pertimbangan konsumen sejak tahap awal proses pengambilan keputusan. AVO AI dikembangkan untuk digunakan oleh brand, praktisi pemasaran, hingga agensi yang ingin beradaptasi dengan perubahan perilaku pencarian digital. Selain menyediakan pemantauan secara berkala, platform ini juga membantu pengguna mengidentifikasi peluang peningkatan melalui analisis konten, struktur informasi, dan sumber referensi yang paling berpengaruh terhadap jawaban AI. Sebagai perusahaan yang berfokus pada pemanfaatan AI untuk pemasaran dan komunikasi digital, Avonetiq melihat munculnya AI Search sebagai salah satu perubahan paling signifikan dalam lanskap pemasaran digital sejak hadirnya mesin pencari modern. Karena itu, pengembangan AVO AI menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu brand memahami bagaimana mereka muncul, dipersepsikan, dan direkomendasikan di era AI. "Sebelumnya, brand fokus mencari cara agar ditemukan di mesin pencari. Sekarang, tantangannya berkembang menjadi bagaimana brand direpresentasikan dalam jawaban AI. Ke depan, kemampuan sebuah brand untuk dipahami dan direkomendasikan oleh AI akan menjadi faktor penting yang memengaruhi cara konsumen menemukan, mengenal, dan mempertimbangkan sebuah produk maupun layanan," ucap Alexandro. Untuk informasi lebih lanjut mengenai AVO AI, kunjungi getavo.ai.
Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan
Jakarta, katakabar.com - Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. WhatsApp kini menjadi salah satu channel utama komunikasi bisnis dengan pelanggan. Tetapi di tengah maraknya akun palsu dan penipuan digital, banyak customer mulai lebih berhati-hati saat menerima chat dari nomor yang belum dikenal. Pelanggan Mulai Ragu Hubungi Bisnis Melalui WhatsApp Semakin banyak bisnis menggunakan WhatsApp untuk penjualan dan pelayanan customer. Sayangnya, tidak semua pelanggan langsung percaya bahwa akun yang menghubungi mereka benar-benar resmi. 1. Banyak Pelanggan Khawatir Terhadap Akun WhatsApp Palsu dan Penipuan Maraknya penipuan digital membuat pelanggan lebih selektif saat menerima chat dari bisnis. Banyak customer memilih mengabaikan pesan jika identitas akun terlihat kurang jelas atau mencurigakan. 2. Chat dari Bisnis Sering Diabaikan karena Tidak Terlihat Resmi Banyak pesan promosi atau follow up tidak mendapatkan respon karena pelanggan ragu terhadap akun pengirim. Akibatnya, peluang penjualan bisa menurun hanya karena bisnis terlihat kurang terpercaya. “Kepercayaan pelanggan sering terbentuk dalam beberapa detik pertama saat melihat identitas akun bisnis.” 3. Kepercayaan Pelanggan Menurun Saat Identitas Bisnis Tidak Jelas Pelanggan biasanya lebih nyaman berkomunikasi dengan akun yang memiliki identitas jelas dan mudah dikenali. Jika nama bisnis tidak terlihat resmi, customer cenderung lebih berhati-hati untuk melanjutkan percakapan. 4. Tim Kesulitan Membangun Kredibilitas Saat Menghubungi Pelanggan Baru Saat tim sales atau customer service menghubungi leads baru, proses membangun kepercayaan sering memakan waktu lebih lama. Kondisi ini membuat follow up menjadi kurang efektif dan respon pelanggan melambat. Verifikasi WhatsApp Membantu Bisnis Terlihat Lebih Profesional Banyak bisnis mulai menggunakan verifikasi WhatsApp untuk membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan. Selain membuat identitas bisnis lebih jelas, sistem ini juga membantu komunikasi terlihat lebih profesional dan konsisten. Dengan identitas akun yang lebih terpercaya, pelanggan biasanya lebih nyaman membalas chat dan melanjutkan proses komunikasi dengan bisnis. 1. Identitas Bisnis Menjadi Lebih Mudah Dikenali oleh Pelanggan Verifikasi akun membantu nama bisnis tampil lebih jelas saat pelanggan menerima chat. Hal ini membantu customer lebih cepat mengenali akun resmi perusahaan dibanding nomor biasa. 2. Kepercayaan Pelanggan Bisa Meningkat dengan Centang Biru WhatsApp Banyak bisnis mulai menggunakan Centang Biru WhatsApp untuk membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan saat proses komunikasi berlangsung. Identitas akun yang terlihat lebih resmi juga membantu meningkatkan response rate dan membuat customer lebih yakin untuk membalas chat bisnis. “Akun bisnis yang terverifikasi dapat membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan saat pertama kali dihubungi.” 3. Pelanggan Lebih Yakin untuk Membalas dan Melanjutkan Percakapan Pelanggan cenderung lebih nyaman melanjutkan percakapan dengan akun yang terlihat profesional. Hal ini membantu proses follow up berjalan lebih lancar tanpa banyak keraguan dari customer. 4. Proses Pelayanan Menjadi Lebih Profesional untuk Tim Customer Service Tim customer service dapat lebih mudah membangun komunikasi dengan pelanggan menggunakan akun bisnis yang terpercaya. Pelayanan juga terasa lebih profesional saat identitas perusahaan terlihat jelas di WhatsApp. 5. Komunikasi Bisnis di WhatsApp Terlihat Lebih Kredibel dan Konsisten Identitas bisnis yang konsisten membantu perusahaan menjaga citra profesional di berbagai aktivitas komunikasi customer. Hal ini penting terutama saat bisnis menangani banyak inquiry setiap hari. Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan Barantum membantu bisnis mengelola komunikasi customer menjadi lebih profesional dan terpercaya. Sistemnya dirancang untuk membantu perusahaan membangun pengalaman customer yang lebih aman dan konsisten melalui WhatsApp. Melalui layanan WhatsApp Centang Biru Barantum, bisnis dapat dibantu dalam proses pengajuan verifikasi akun secara lebih terarah. Hal ini membantu perusahaan lebih siap membangun kredibilitas saat berkomunikasi dengan pelanggan. 1. Proses Pengajuan Verifikasi WhatsApp Dibantu Lebih Mudah dan Terarah Barantum membantu bisnis memahami proses pengajuan verifikasi WhatsApp dengan lebih jelas dan terstruktur. Pendampingan ini membantu mengurangi risiko kesalahan saat proses pengajuan akun bisnis resmi. 2. Bisnis Bisa Membangun Kredibilitas Saat Berkomunikasi dengan Pelanggan Akun bisnis yang terverifikasi membantu perusahaan terlihat lebih profesional saat melakukan follow up customer. Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan sejak awal percakapan berlangsung. “Fitur verifikasi WhatsApp di Barantum membantu bisnis tampil lebih terpercaya saat berinteraksi dengan customer.” 3. Barantum Membantu Bisnis Tampil Lebih Profesional di WhatsApp Barantum membantu bisnis menjaga komunikasi customer tetap profesional melalui sistem WhatsApp resmi yang lebih terpercaya. Operasional customer service dan sales juga menjadi lebih siap menghadapi kebutuhan komunikasi digital yang terus meningkat. Di tengah tingginya persaingan digital saat ini, kepercayaan pelanggan menjadi faktor penting dalam proses penjualan dan pelayanan. Dengan sistem verifikasi WhatsApp dari Barantum, bisnis dapat tampil lebih profesional, meningkatkan kredibilitas, dan membangun komunikasi customer yang lebih terpercaya setiap hari.
S.id Luncurkan Program Referral: 'Dapat Cuan- Sambil Berbagi Link
Jakarta, katakabar.com - Platform penyingkat link, microsite, dan digital shop asal Indonesia, resmi meluncurkan Program Referral s.id. Lewat program ini, pengguna bisa mendapatkan reward berupa saldo e-wallet dengan cara mengajak orang lain untuk mendaftar dan mulai menggunakan platform. Program referral sendiri memang bukanlah hal yang baru. Tetapi, s.id memilih momen ini untuk meluncurkannya sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna yang selama ini ikut memperkenalkan platform ke lingkungan mereka. S.id adalah platform karya anak bangsa yang menyediakan layanan penyingkat link, pembuatan microsite, dan toko digital. Platform ini telah digunakan oleh jutaan pengguna di Indonesia dan dunia untuk mengelola kehadiran digital mereka. Siapa Bisa Ikut? Program ini terbuka untuk seluruh pengguna s.id di Indonesia yang sudah memiliki akun aktif, tanpa syarat berlangganan khusus. Mulai dari pelajar, kreator konten, pelaku UMKM, hingga profesional, semua bisa langsung mengakses menu Referral Program di dashboard akun masing-masing. Bagaimana Cara Kerjanya? Kamu sebagai Pengguna cukup membagikan kode referral unik yang bisa dibagikan melalui kanal mana saja, baik WhatsApp, Instagram, LinkedIn, maupun secara langsung. Setiap teman yang kamu ajak melakukan aktivitas tertentu di s.id, kamu akan mendapatkan poin yang kemudian dikumpulkan untuk mencapai milestone tertentu yang bisa ditukarkan dengan saldo e-wallet (GoPay, OVO, DANA, dll). Beberapa aktivitas yang menghasilkan poin antara lain: ● Mendaftar akun s.id ● Memverifikasi Email ● Membuat Link Pertama ● Membuat Microsite ● Membuat Toko Digital ● Berlangganan Layanan s.id Info lebih lanjut dapat mengunjungi situs kami di sini Cara Mulai: Bagi yang sudah memiliki akun s.id, program ini bisa langsung diakses melalui menu Referral Program di dashboard. Bagi yang belum, pendaftaran bisa dilakukan langsung di platform s.id tanpa dipungut biaya apapun. "Kami ingin s.id menjadi platform yang tumbuh bersama penggunanya. Program referral ini adalah cara kami berterima kasih kepada pengguna yang telah membantu memperluas ekosistem s.id di Indonesia" ujar Dimaz Maulana, selaku Direktur PT. Aidi Digital Global.
Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI
Bali, katakabar.com - Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence Bali bersama CABE Academy menggelar AI Introductory bertema “Practical AI for Your Creativity” untuk meningkatkan literasi AI kreatif, prompting, dan pembuatan konten digital berbasis AI secara praktis dan etis. Ruang Telkom AI Center Bali dipenuhi antusiasme saat "AI Introductory: Practical AI for Your Creativity" digelar secara luring, menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi para kreator dan pelaku konten digital. Acara yang berlangsung pada 8 Mei 2026 lalu ini merupakan kolaborasi Telkom AI Center Bali dengan CABE Academy dan dipandu oleh I Gede Suartha Eriyasa, Direktur PT Cabe Melek Literasi sekaligus pemegang sertifikasi Google Prompting Essentials Specialization, yang membawa pendekatan praktis untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses kreatif. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pemahaman teknis dan aplikatif, dari konsep dasar prompting hingga alur kerja end-to-end pembuatan konten video. Sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran, Suartha menekankan hal yang harus dipahami kreator, dalam hal ini konteks dalam merumuskan perintah dan kerangka kerja prompting yang terstruktur, agar AI dapat berfungsi sebagai mitra kreatif yang andal. Suartha membuka sesi dengan penegasan yang lugas, “AI bukanlah cenayang, melainkan mesin probabilitas kata yang kualitas output-nya sangat bergantung pada instruksi yang diberikan.” Ia memperkenalkan konsep Garbage In, Garbage Out dan prinsip Konteks = Kualitas. Tidak hanya itu, ia juga memaparkan dua framework prompting yang menjadi inti praktik yaitu, CTF (Context, Task, Format) untuk tugas harian dan PARTS (Persona, Aim, Recipient, Theme, Structure) untuk produksi konten kompleks. Lebih jauh, Suartha memperkenalkan workflow yang disebut “The Duo”: kombinasi Gemini Gems sebagai alat untuk memprogram AI agent dengan peran dan SOP permanen, serta Google Labs Flow sebagai studio kreatif yang mengeksekusi instruksi menjadi video menggunakan teknologi Veo 3.1 dan Imagen. Dengan pendekatan ini, peserta belajar bagaimana merancang Gems yang konsisten dan menerjemahkan prompt terstruktur menjadi output visual yang siap dipublikasikan. Bagian praktik menjadi puncak acara. Peserta dipandu menyusun prompt menggunakan metode PARTS, membangun Gems, lalu mengeksekusi hasilnya ke Google Labs Flow untuk menghasilkan video dari teks atau gambar. Antusiasme terlihat jelas: dari peserta yang baru pertama kali mencoba hingga yang sudah familiar, semua aktif bereksperimen, bertanya, dan saling berbagi hasil karya, menegaskan pendekatan hands‑on mempercepat pemahaman dan kemampuan produksi. Sesi ditutup dengan penekanan etika penggunaan AI melalui prinsip CABE: Cakap dalam mengoperasikan alat, Aman dari penyalahgunaan seperti deepfake, Berbudaya dengan mempertahankan orisinalitas karya, dan Etis dengan mengakui peran AI dalam proses kreatif. Pesan ini menegaskan bahwa kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab kreatif dan sosial. Melalui kolaborasi dengan CABE Academy, Telkom AI Center Bali berharap inisiatif seperti ini terus hadir sebagai ruang belajar praktis bagi kreator digital. Dengan kerangka prompting yang tepat dan perhatian pada etika, AI dapat menjadi alat yang memperkaya kreativitas, bukan menggantikan, serta mendorong lahirnya konten berkualitas yang berdampak bagi ekosistem ekonomi digital lokal.
Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI
Bali, katakabar.com - Telkom AI Center Bali perkuat ekosistem bisnis lokal melalui FGD Pentahelix Gathering, dorong implementasi AI praktis dan berdampak. Telkom AI Center Bali menggelar FGD Bali AI Pentahelix Gathering bertema “Why Your Business Needs to Embrace AI?”, sebuah forum diskusi lintas sektor yang dirancang sebagai focus group discussion untuk mengeksplorasi penerapan kecerdasan buatan dalam dunia usaha. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Mei 2026 lalu ini mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, komunitas, pemerintah, dan media dalam dialog langsung yang dipandu oleh Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead Telkom AI Connect Bali. Acara ini menjadi bagian dari inisiatif Telkom AI Connect salah satu pilar program Telkom AI Center of Excellence, yang kini hadir di sembilan kota di Indonesia, dengan visi AI Empowers Indonesia. Indria menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada dua pilar utama: literasi AI untuk meningkatkan pemahaman dasar masyarakat, serta pemetaan kasus penggunaan (use case) yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, sehingga implementasi teknologi dapat berjalan lebih aplikatif dan tepat sasaran. Dalam pemaparannya, Indria menegaskan AI bukan solusi instan yang otomatis memberikan jawaban sempurna. “AI hanya sebaik instruksi dan konteks yang diberikan oleh penggunanya,” ujarnya, menekankan pentingnya kerangka kerja dan tujuan yang jelas agar output AI benar-benar berguna bagi bisnis. Pesan ini menjadi landasan diskusi ketika peserta membahas tantangan praktis dalam mengadopsi teknologi tersebut. Diskusi mengangkat keresahan nyata dari pengguna pemula, yaitu banyak yang hanya mengenal AI dari sisi prompt dan belum memiliki jalur pembelajaran yang sistematis. Menanggapi hal itu, Indria menyatakan bahwa pendekatan bertahap dan inklusif lebih efektif; AI Connect berperan mengumpulkan data, menggali kasus penggunaan nyata, serta mendengar pengalaman dan keluhan pengguna sebagai dasar perancangan program yang relevan. Sesi perkenalan peserta menampilkan beragam profil yang menunjukkan luasnya potensi AI. Beberapa peserta berbagi pengalaman: Sofi seorang digital marketer memanfaatkan Claude dan Gemini untuk validasi data dan riset; Ikhwan, mentor UMKM, menggunakan AI untuk presisi data dan otomasi; Teguh dari IT mengembangkan solusi logistik berbasis AI; Yuli dan Sume menerapkan AI untuk kebutuhan pemasaran dan layanan; Akmal memakai Notebook LLM untuk analisis pembelajaran; sementara Iton mengintegrasikan ChatGPT dan Gemini dalam operasional hotel. Kegiatan ditutup dengan sesi Pentahelix Connect, yang mempertemukan kelima unsur pentahelix dalam satu forum kolaboratif untuk memperkuat ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan. Para peserta dan pemangku kepentingan sepakat keterlibatan lintas sektor diperlukan agar adopsi AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada manfaat sosial dan ekonomi. Melalui FGD ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat menjadi katalisator lahirnya pelaku usaha yang melek AI, yaitu mampu yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdampak nyata bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.
Belajar AI Tanpa Coding, Telkom AI Center Padang Ajak Peserta Bangun Sistem Otomatis
Padang, katakabar.com - Telkom AI Center Padang kembali gelar AI Connect Offline Series usung tema “Dari Ide ke Sistem Otomatis Tanpa Coding” di Telkom AI Center Padang. Kegiatan ini membahas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan automation system sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja serta membantu berbagai kebutuhan produktivitas di era digital. Menghadirkan Fadli Digital (@fadlildigital), AI Content Creator & Web Specialist, kegiatan ini dikemas dalam format workshop interaktif yang membahas berbagai tools AI dan automation tanpa coding yang dapat diterapkan oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja profesional, freelancer, hingga masyarakat yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Workshop diikuti 31 peserta yang aktif mengikuti sesi praktik, diskusi, serta sharing session bersama narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyederhanakan pekerjaan, membangun sistem otomatis, serta meningkatkan produktivitas tanpa harus memiliki kemampuan coding secara mendalam. Di sesi pemaparannya, Fadli menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi AI yang saat ini berkembang sangat cepat. “AI akan menggantikan orang yang tidak menggunakan AI, jadi gunakan AI sebaik mungkin sebagai tool yang membantu untuk mempermudah pekerjaan,” ujarnya. Selain membahas konsep dasar automation, peserta juga diajak mengenal berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari, mulai dari pembuatan sistem otomatis, pengelolaan workflow, hingga optimalisasi produktivitas digital. Kegiatan turut dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan sharing pengalaman yang memberikan ruang diskusi lebih mendalam terkait penerapan AI di berbagai bidang pekerjaan. Syafira E, selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect Padang, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Telkom AI Center dalam memperluas akses literasi AI yang praktis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. “Perkembangan AI dan automation saat ini membuka peluang yang sangat besar bagi siapa saja. Melalui AI Connect, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang aplikatif agar masyarakat tidak hanya memahami AI sebagai tren teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dunia kerja,” ujarnya. Melalui AI Connect Offline Series, Telkom AI Center Padang terus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran teknologi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan menghadirkan topik-topik praktis serta narasumber yang berpengalaman di bidangnya, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi transformasi digital yang terus berkembang.
Sales Pipeline Barantum Bantu Bisnis Pantau Progress Penjualan Lebih Mudah
Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API satu dashboard, guna memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis mulai menghadapi tantangan saat jumlah leads dan customer terus bertambah setiap hari. Tim sales sering kesulitan memantau progress penjualan karena data tersebar di chat, spreadsheet, dan catatan manual. Akibatnya, proses follow up menjadi tidak konsisten dan peluang closing sering terhambat. Kondisi ini cukup sering terjadi pada bisnis yang belum memiliki sistem monitoring penjualan yang terstruktur. Ketika jumlah leads meningkat, proses monitoring penjualan biasanya menjadi semakin kompleks. Banyak tim sales akhirnya kesulitan menjaga progress customer tetap berjalan sesuai target. Banyak tim sales masih mencatat progress customer secara manual melalui spreadsheet atau chat pribadi. Akibatnya, status leads sering tidak terupdate dan follow up mudah terlewat. Dalam operasional sehari-hari, perpindahan status customer sering hanya diinformasikan lewat chat internal tim. Situasi ini membuat histori penjualan sulit dilacak ketika dibutuhkan manajemen. “Semakin banyak leads yang masuk, semakin besar risiko follow up terlewat tanpa sistem monitoring yang jelas.” Supervisor sering kesulitan mengetahui progress penjualan setiap sales secara real time. Akibatnya, evaluasi performa tim menjadi kurang akurat dan target penjualan lebih sulit tercapai. Ketika monitoring penjualan masih dilakukan manual, proses koordinasi tim biasanya menjadi lebih lambat. Dampaknya tidak hanya pada follow up customer, tetapi juga pada peluang closing yang tertunda. Pentingnya Sistem Sales Pipeline Monitoring Penjualan Banyak bisnis mulai menggunakan sistem Sales Pipeline untuk membantu memantau aktivitas penjualan lebih terstruktur. Sistem ini membantu tim sales mengetahui posisi setiap customer dalam tahapan penjualan. Melalui sistem pipeline, seluruh tahapan customer dapat terlihat lebih jelas dalam satu dashboard. Tim sales jadi lebih mudah mengetahui leads prioritas sehingga follow up bisa berjalan 30–40% lebih cepat. Tim Sales Bisa Mengelola Tahapan Penjualan Lebih Rapi Setiap aktivitas customer dapat tercatat otomatis sehingga risiko follow up terlewat dapat berkurang hingga 50%. Hal ini membantu tim sales bekerja lebih terarah tanpa harus membuka banyak aplikasi berbeda. “Bisnis yang memiliki pipeline penjualan lebih rapi biasanya lebih cepat mencapai target closing bulanan.” Monitoring Target Penjualan Menjadi Lebih Terukur Melalui sistem seperti CRM, manajemen dapat memantau aktivitas sales dan progress target penjualan secara lebih real time. Bisnis dengan monitoring yang lebih terstruktur biasanya lebih cepat mengambil keputusan operasional dan menjaga peluang closing tetap optimal. Bisnis yang memiliki monitoring penjualan lebih terstruktur biasanya lebih cepat mengambil keputusan operasional. Hal ini membantu tim sales menjaga peluang closing tetap berjalan optimal. Sebagai platform CRM dan sales management, Barantum CRM membantu bisnis memantau aktivitas penjualan lebih terorganisir. Sistem ini dirancang untuk membantu tim sales bekerja lebih rapi dan lebih mudah dipantau. Melalui fitur sales pipeline, Barantum membantu bisnis melihat progress customer dari awal hingga closing dalam satu dashboard. Tim sales dan manajemen juga dapat berkolaborasi lebih mudah tanpa proses monitoring manual. Status Leads dan Customer Bisa Dipantau Real Time Barantum membantu tim sales memantau status leads dan customer secara langsung dalam satu dashboard. Hal ini membantu follow up berjalan lebih cepat dan lebih konsisten setiap hari. Dengan Barantum, perpindahan tahapan customer dapat tercatat otomatis tanpa input manual berulang. Proses penjualan menjadi lebih rapi dan lebih mudah dievaluasi oleh supervisor. “Fitur Sales Pipeline di Barantum membantu tim sales bekerja lebih terstruktur tanpa monitoring manual berulang.” Barantum membantu bisnis mengurangi proses monitoring manual yang sering memakan waktu operasional. Tim sales dapat lebih fokus membangun komunikasi dengan customer dan meningkatkan peluang closing. Saat jumlah leads terus meningkat, monitoring manual akan semakin sulit dikendalikan. Dengan sistem sales pipeline dari Barantum CRM, Anda dapat memantau progress penjualan lebih mudah dan menjaga proses closing tetap berjalan optimal setiap hari.
AkuSign Perkuat Ekosistem Tanda Tangan Digital Dukung Keamanan Transaksi Elektronik di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - AkuSign melalui acara "AkuSign Experience Day" perkuat komitmen membangun ekosistem tanda tangan elektronik tersertifikasi yang aman, sah, dan terpercaya. Bersama regulator seperti BSSN dan KOMDIGI serta kolaborasi dengan AITI, AkuSign menyoroti meningkatnya ancaman keamanan siber di era transformasi digital, mulai dari penyalahgunaan identitas hingga manipulasi dokumen berbasis AI. AkuSign, penyedia layanan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) berizin di Indonesia, resmi memperkuat komitmennya dalam mendukung keamanan transaksi digital nasional melalui pengembangan ekosistem tanda tangan elektronik yang aman, sah, dan terpercaya. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara “AkuSign Experience Day” yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Jakarta dan dihadiri oleh regulator, asosiasi industri, pelaku usaha, pelanggan, serta media. Di acara tersebut, AkuSign juga berkolaborasi bersama Asosiasi IT Indonesia (AITI) untuk mendorong peningkatan edukasi dan adopsi tanda tangan elektronik tersertifikasi sebagai bagian penting dari transformasi digital di berbagai sektor industri. Menjawab Tantangan Keamanan di Era Transformasi Digital Perkembangan transformasi digital yang semakin pesat di Indonesia menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses bisnis dan layanan elektronik. Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas digital juga diikuti oleh meningkatnya risiko keamanan siber, termasuk penyalahgunaan identitas digital dan pemalsuan dokumen elektronik. Masih banyak masyarakat maupun organisasi yang belum memahami bahwa tidak seluruh tanda tangan digital memiliki kekuatan hukum yang sama. Dalam praktiknya, terdapat tanda tangan yang hanya berupa gambar atau hasil scan pada dokumen PDF dan belum memenuhi standar keamanan maupun ketentuan legal sebagai tanda tangan elektronik tersertifikasi. Dua pembicara utama dari regulator nasional, yakni: - Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia BSSN - Martha Simbolon, S.T., Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) membahas pentingnya penguatan keamanan siber, tata kelola digital, serta implementasi layanan digital terpercaya dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional. Dalam paparannya, Dr. Sulistyo, menyampaikan keamanan digital kini menjadi pondasi utama dalam pembangunan ekosistem digital, khususnya di tengah meningkatnya penggunaan layanan elektronik di sektor pemerintahan maupun bisnis. “Penerapan sistem keamanan yang kuat, perlindungan data, serta penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan digital,” ujar Dr. Sulistyo. Sementara, Martha Simbolon menjelaskan gambaran aktivitas digital dan pertumbuhan nilai pasar ekonomi digital Indonesia meningkat setiap tahunnya, hal ini mengakibatkan munculnya ancaman terbaru terhadap keamanan siber seperti: Penipuan berbasis AI, Manipulasi digital (pemalsuan dokumen fisik) serta Penipuan terkini lebih canggih dan mudah di akses. Sehingga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, penyedia teknologi, dan pelaku usaha dalam menciptakan transformasi digital yang aman, berkelanjutan, dan sesuai regulasi. “Tanda tangan elektronik saat ini bukan lagi sekadar alat pendukung administrasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam ekosistem digital yang mendukung keamanan dan legalitas transaksi elektronik. Penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008/UU No. 1 Tahun 2024 (UU ITE), konsekuensi tidak digunakannya TTE tersertifikasi dapat mengakibatkan kontrak elektronik batal dan proses pembuktian yang sulit serta meningkatkan risiko serangan siber“, jelas Martha Simbolon. Dorong Penggunaan Tanda Tangan Elektronik Aman dan Tersertifikasi Seiring meningkatnya adopsi digitalisasi di Indonesia, ancaman terhadap keamanan transaksi elektronik juga terus berkembang. Berbagai modus penyalahgunaan mulai dari pemalsuan identitas, penyalahgunaan data pribadi, hingga manipulasi dokumen elektronik berbasis teknologi AI seperti deepfake menjadi tantangan baru bagi organisasi dan pelaku bisnis. Melalui rangkaian kegiatan AkuSign Experience Day, AkuSign hadir sebagai solusi tanda tangan elektronik tersertifikasi yang membantu organisasi dalam: - Menjamin keabsahan dan legalitas dokumen digital - Menghadirkan sistem keamanan berstandar tinggi - Mendukung integrasi dengan sistem bisnis perusahaan - Memenuhi kebutuhan transaksi digital untuk enterprise maupun institusi pemerintah AkuSign juga menyediakan berbagai layanan digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, di antaranya: - Sertifikat Pribadi untuk profesional, eksekutif, dan pemangku kepentingan eksternal. - Sertifikat Perusahaan untuk kebutuhan penandatanganan atas nama perusahaan. - Sertifikat E-Seal untuk otomatisasi dokumen dalam jumlah besar seperti invoice, laporan, kontrak, dan surat resmi. - Bulk Signing Solution untuk proses penandatanganan dokumen secara terstruktur dan otomatis sesuai alur organisasi. Didukung Ekosistem Teknologi ASABA Innotech Sebagai bagian dari ASABA Innotech, AkuSign didukung oleh ekosistem teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi digital, layanan IT, serta kapabilitas cybersecurity. Dukungan tersebut memperkuat komitmen AkuSign dalam menghadirkan layanan transaksi digital yang aman, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan organisasi modern di era transformasi digital. Untuk informasi lengkap mengenai AkuSign, kunjungi: akusign.id