Peluang Kripto Belum Habis, Cara Mainnya Sudah Berubah
Jakarta, katakabar.com - Industri aset kripto dinilai tengah memasuki fase yang lebih matang, seiring berkembangnya regulasi, produk investasi institusional, hingga tokenisasi aset tradisional. Perubahan itu menjadi salah satu topik utama dalam fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” di ajang BINUS Crypto Week 2026, yang mempertemukan Founder Crypstock, Andy Lynn, dan CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis. Dalam diskusi tersebut, Yudho menilai prospek industri kripto masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ia menyoroti kapitalisasi pasar kripto global yang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pasar aset tradisional seperti saham global.
Bittime Soroti Momentum Hari Gajian Bagian dari Kebiasaan Investasi
Jakarta, katakabar.com - Bittime menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Melalui program ini, pengguna berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam bentuk Ethereum, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan data CoinGecko, harga ETH tercatat berada di sekitar US$2.752 pada 22 September 2026, naik dari sekitar US$2.398 pada 15 September, atau meningkat sekitar 14,8% dalam satu pekan. Pada 22 September, volume perdagangan ETH juga tercatat mencapai sekitar US$27,2 miliar, menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan pada periode tersebut. Pergerakan tersebut berlangsung setelah ETH mengalami penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Reuters, ETH telah melewati level resistensi US$2.661,52 pada 11 September setelah sebelumnya mengalami reli lebih dari 30% pada akhir Agustus. Meski demikian, pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar sehingga investor perlu mempertimbangkan risiko dan kondisi finansial masing-masing sebelum mengambil keputusan. Di tengah dinamika tersebut, momentum hari gajian juga menjadi konteks bagi Bittime untuk menghadirkan PayDay GainDay, sebuah program yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program. Momentum hari gajian dapat menjadi salah satu kesempatan untuk membangun kebiasaan mengalokasikan sebagian pendapatan secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, Bittime menghadirkan mekanisme yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program. Terdapat lima level dalam program ini, dengan bonus mulai dari Rp50 ribu hingga Rp5 juta dan kuota yang berbeda pada setiap level. Pada level tertinggi, pengguna yang memenuhi minimum net deposit Rp350 juta dan total pembelian Rp1,5 miliar berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam $ETH. Sementara itu, level lainnya menawarkan bonus sebesar Rp50 ribu, Rp200 ribu, Rp500 ribu, dan Rp2 juta berdasarkan ketentuan yang berlaku. Seluruh bonus memiliki kuota terbatas dan diberikan berdasarkan mekanisme first come, first served. Untuk mengikuti program, pengguna perlu melakukan verifikasi akun (KYC) dan registrasi pada halaman event. Perhitungan net deposit dilakukan berdasarkan total deposit IDR dikurangi total withdrawal selama periode program, sementara total pembelian dihitung berdasarkan akumulasi volume pembelian aset selama periode yang ditentukan. “Momentum hari gajian dapat dimanfaatkan sebagai pengingat untuk mulai mengalokasikan dana secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, kami ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk membangun kebiasaan tersebut sambil mengenal lebih jauh bagaimana investasi aset digital dilakukan. Namun, setiap keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi finansial masing-masing,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Bittime mengingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dengan harga yang dapat berubah secara signifikan. Program PayDay GainDay bersifat informasi dan bukan merupakan nasihat, rekomendasi, tawaran, maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Informasi lengkap mengenai mekanisme, syarat dan ketentuan, serta cara mengikuti PayDay GainDay dapat dilihat melalui artikel resmi Bittime.
Bitcoin Bertahan di Kisaran US$80.000, Bittime: Pasar Kripto Tangguh di Tengah Ketidakpastian CLARITY Act
Jakarta, katakabar.com - Bittime menyoroti ketahanan pasar kripto setelah Senat AS gagal memajukan CLARITY Act. Bitcoin kembali bergerak di kisaran US$80.000, sementara pasar mulai pulih di tengah ketidakpastian regulasi. Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime menghadirkan ekosistem Spot, Staking, dan Bittime Futures dalam satu platform.
Slot Terbatas, Tanah Kapling Untuk Tapak Rumah di Jalan Musi Simpang Padang: DP Terjangkau Cicilan Disesuaikan!
Bathin Solapan, katakabar.com - Memiliki hunian impian atau berinvestasi di masa depan kini bukan lagi sekadar mimpi. Bagi Anda yang sedang mencari aset properti yang aman, strategis, dan tidak mencekik kantong di wilayah Duri, ini adalah momen yang sangat tepat.
Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif Pada Suku Bunga
Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan pada perdagangan di pekan keempat September 2026. BTC turun sekitar 2 persen, dan bergerak di kisaran US$84.000 setelah sebelumnya gagal menembus level US$87.000. Koreksi terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak hingga 5,11 persen, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu perhatian utama pasar karena dapat meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap sekaligus memperketat kondisi likuiditas bagi aset berisiko, termasuk aset kripto. Laporan data pasar terbaru yang FLOQ rangkum menunjukkan, BTC sempat menyentuh sekitar US$84.425 setelah mengalami penurunan 2,06 perse dalam sehari. Di sisi teknikal, area US$83.520 menjadi salah satu level support yang diperhatikan pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, BTC berpotensi menguji area US$81.000. Yield Treasury Jadi Perhatian Pasar Lonjakan yield US Treasury terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Data pasar menunjukkan yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 15 basis poin dalam 24 jam hingga mencapai 5,11 persen. Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhatikan hubungan antara kebijakan suku bunga, imbal hasil obligasi, dan aset berisiko. Ketika yield meningkat, sebagian investor dapat memilih instrumen berpendapatan tetap dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi sehingga tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat meningkat. Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks makroekonomi yang lebih luas, bukan hanya dari pergerakan harga BTC. “Koreksi Bitcoin ke area US$84.000 menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield Treasury. Ketika yield 10 tahun menembus 5 persen, investor kembali melakukan penyesuaian terhadap tingkat risiko dan imbal hasil di berbagai kelas aset,” jelas Yudho. Kata Yudho, kenaikan yield tidak serta-merta mengubah fundamental Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas karena investor melakukan rebalancing portofolio. “Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah Bitcoin turun hari ini, tetapi bagaimana pasar merespons setelah tekanan makro tersebut mereda. Selama permintaan struktural terhadap Bitcoin tetap ada, koreksi dapat menjadi bagian dari proses price discovery. Karena itu, investor perlu membedakan antara tekanan jangka pendek akibat kondisi makro dan perubahan fundamental aset,”lanjutnya. Arus ETF Bitcoin Masih Menunjukkan Permintaan Institusional Di tengah koreksi harga, minat terhadap produk investasi Bitcoin berbasis spot ETF di Amerika Serikat masih terlihat kuat. Pada 21 September 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$998,95 juta, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Oktober 2025. BlackRock IBIT mencatat inflow sekitar US$381,37 juta, disusul ARKB sekitar US$289,12 juta dan FBTC sekitar US$238,84 juta. Data tersebut menunjukkan bahwa koreksi harga belum sepenuhnya diikuti oleh pelemahan permintaan institusional. Bahkan, arus masuk ETF Bitcoin pada September masih mencatat nilai positif secara keseluruhan. Bagi Yudho, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pasar berikutnya. “Arus masuk ETF yang tetap besar menunjukkan bahwa di balik volatilitas harga, masih terdapat permintaan dari investor dengan horizon yang lebih panjang. Jadi, pasar saat ini menghadapi dua kekuatan sekaligus: tekanan jangka pendek dari kenaikan yield dan permintaan struktural yang masih terlihat dari produk ETF,” ulasnya. Level US$83.500 Jadi Perhatian Berikutnya Dari sisi teknikal, area US$87.000 masih menjadi resistance penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikannya. Sementara itu, level sekitar US$83.500 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Penembusan support tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut menuju US$81.000. Yudho menambahkan, volatilitas Bitcoin kemungkinan masih tinggi selama pasar global merespons perkembangan yield, inflasi, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik. “Untuk beberapa waktu ke depan, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian dari pasar. Investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu level harga, tetapi juga memperhatikan likuiditas, arus ETF, kebijakan moneter, serta perkembangan ekonomi global sebagai satu kesatuan,” sebutnya.
Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Ramai Bertransaksi Lagi
Jakarta, katakabar.com - Adopsi Bitcoin di Indonesia terus menunjukkan perkembangan seiring dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aset digital. Momentum tersebut kembali terlihat ketika harga Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan sekitar 13 persen dalam sepekan, yang turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi investor kripto di dalam negeri.
Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan
Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 pada 6 September 2026 untuk mendorong masyarakat menyiapkan masa purnabakti sejak dini. Momentum ini mengangkat kebutuhan pekerja muda untuk menghitung biaya hidup dan sumber pendapatan setelah tidak lagi menerima gaji dari pekerjaan utama.
Kementerian UMKM: 25 Usaha Mikro Aceh Tembus ke Jaringan Ritel Modern Lewat Program KUMITRA
Banda Aceh, katakabar.com - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus akselerasi penguatan ekosistem usaha mikro dan pemulihan ekonomi daerah pascabencana di wilayah Sumatra melalui pembukaan akses pasar terintegrasi serta pengembangan kemitraan rantai pasok strategis. Langkah konkret ini diwujudkan melalui agenda temu bisnis (business matching) yang digelar di Hotel Portola Grand Arabia, Banda Aceh, Selasa (22/9) lalu.
Bitcoin Menguat, Bittime Soroti Aktivitas Futures di Tengah Sentimen Fed dan CLARITY Act
Jakarta, katakabar.com - Aktivitas Futures global mengalami perubahan di tengah sentimen The Fed, perkembangan CLARITY Act, dan penguatan Bitcoin. Bittime mencermati perubahan volume, open interest, dan likuidasi sebagai bagian dari dinamika pasar, sekaligus menghadirkan Bittime Futures dengan pilihan posisi long dan short serta leverage hingga 25x. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencermati penguatan Bitcoin dan perubahan aktivitas perdagangan kripto Futures di tengah perkembangan kebijakan moneter serta regulasi aset digital global. Data CoinMarketCap Rabu (23/9) pagi kemarin menunjukkan, Bitcoin berada di kisaran US$86.300, menguat 0,76% dalam 24 jam terakhir dan 14,17% dalam sepekan. Bitcoin Menguat Setelah Lewati Dua Sentimen Utama Penguatan Bitcoin terjadi setelah pasar melewati dua agenda penting pada pekan sebelumnya, yakni keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed dan perkembangan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat. Pada 16 September 2026 lalu, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Berdasarkan pernyataan resmi Federal Reserve, keputusan tersebut dilakukan ketika inflasi masih berada pada level tinggi dan aktivitas ekonomi AS terus berkembang. Sehari sebelumnya, Senat AS gagal melanjutkan proses legislasi CLARITY Act setelah pemungutan suara hanya memperoleh 50 suara berbanding 49, di bawah ambang 60 suara yang diperlukan. Berdasarkan pemberitaan Reuters, Bitcoin dan sejumlah aset kripto sempat mengalami tekanan setelah hasil pemungutan suara tersebut. Tetapi, Bitcoin kemudian kembali menguat dan menembus US$85.000 pada 21 September. Berdasarkan pemberitaan The Block, Bitcoin naik lebih dari 5% dalam 24 jam, sementara lebih dari US$750 juta posisi kripto mengalami likuidasi. Sekitar US$648,3 juta di antaranya berasal dari posisi short. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menjelaskan perubahan tersebut menunjukkan bahwa respons pelaku pasar terhadap perkembangan makroekonomi dan regulasi dapat berlangsung cepat. “Pergerakan Bitcoin setelah keputusan The Fed dan perkembangan CLARITY Act menunjukkan bahwa pasar dapat kembali menyesuaikan posisi dalam waktu singkat. Karena itu, penting untuk melihat perubahan harga bersama dengan volume perdagangan, posisi Futures, serta perkembangan sentimen pasar secara keseluruhan,” ujar Ryan. Aktivitas Futures Sebelum dan Setelah Keputusan Fed dan CLARITY Act Perubahan aktivitas di pasar Futures sudah terlihat sebelum kedua agenda tersebut berlangsung. Berdasarkan data Sentiment yang dikutip CoinNess, open interest Bitcoin Futures turun sekitar 13,5%, dari 321.497 BTC pada 3 September menjadi 278.151 BTC pada 11 September. Penurunan open interest tersebut menunjukkan adanya pengurangan posisi atau leverage oleh sebagian pelaku pasar menjelang agenda yang berpotensi meningkatkan volatilitas. Data dari situs Talos menunjukkan untuk periode 10-16 September juga menunjukkan volume perdagangan Futures meningkat 6,3% secara mingguan menjadi US$1,07 triliun. Di sisi lain, open interest Bitcoin dalam denominasi dolar turun 1,6% menjadi US$44,4 miliar. Likuidasi Bitcoin meningkat 15,9% secara mingguan menjadi US$398,3 juta, dengan aktivitas likuidasi terkonsentrasi di sekitar waktu kegagalan pemungutan suara CLARITY Act. Setelah Bitcoin kembali menguat, aktivitas Futures ikut meningkat. Berdasarkan pemberitaan The Block, lebih dari US$648 juta posisi short mengalami likuidasi ketika Bitcoin menembus US$85.000. Ryan menambahkan bahwa perubahan posisi di pasar Futures perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan tidak secara otomatis menunjukkan arah pergerakan Bitcoin berikutnya. “Kenaikan aktivitas Futures dan likuidasi posisi short dapat memperkuat pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren tertentu akan berlanjut. Trader tetap perlu memahami bahwa posisi di pasar Futures dapat berubah cepat mengikuti volatilitas dan sentimen pasar,” ucap Ryan. Bittime Cermati Aktivitas Futures Perkembangan aktivitas Futures global juga menjadi konteks bagi pertumbuhan perdagangan Futures di Bittime. Di Bittime Futures, BTCUSDT-PERP menctatakan aktivitas perdagangan yang melampaui pair lainnya sepanjang pekan, diikuti ARBUSDT-PERP, UNIUSDT-PERP, XRPUSDT-PERP, dan ETHUSDT-PERP. Dominasi pair tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Futures tidak hanya terpusat pada aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, tetapi juga mencakup aset kripto lain yang memiliki aktivitas perdagangan cukup tinggi di platform. “Futures memberikan fleksibilitas melalui pilihan posisi long dan short, tetapi penggunaan leverage juga dapat memperbesar risiko ketika pergerakan pasar tidak sesuai dengan posisi yang diambil. Karena itu, trader perlu memahami margin, leverage, likuidasi, dan manajemen risiko sebelum menggunakan produk Futures,” ujar Ryan. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengakses perdagangan Futures dengan pilihan posisi long dan short serta leverage hingga 25x. Bittime terus mendorong pemahaman mengenai mekanisme Futures dan manajemen risiko agar pengguna dapat memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi. Penggunaan leverage juga dapat meningkatkan eksposur sekaligus risiko. Karena itu, Bittime terus mendorong pemahaman mengenai mekanisme Futures dan manajemen risiko agar pengguna memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi
Tantangan dan Tips Menabung Emas
Jakarta, katakabar.com - Menabung emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengelola dana dan mencapai tujuan keuangan. Namun, seperti pilihan investasi lainnya, emas juga memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dipahami sebelum mulai bertransaksi. Bagi kamu yang tertarik mencoba investasi emas online melalui neobank, memahami tantangannya sejak awal dapat membantu membuat keputusan yang lebih terencana. Dengan mengetahui cara kerja emas, memperhatikan harga, dan menyesuaikan pembelian dengan kondisi keuangan, prosesnya dapat dilakukan secara lebih bijak. Apa Saja Tantangan dalam Menabung Emas? Setiap pilihan investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan emas. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan ketika ingin mulai menabung emas. 1. Harga Emas Bisa Naik dan Turun Harga emas tidak selalu bergerak naik. Nilainya dapat mengalami kenaikan maupun penurunan karena dipengaruhi berbagai kondisi pasar. Karena itu, jangan menganggap emas sebagai aset yang nilainya selalu meningkat. Sebelum membeli, pahami bahwa nilai emas dapat berfluktuasi dan hasil investasi tidak dapat dipastikan. 2. Perlu Memahami Selisih Harga Beli dan Jual Saat membeli emas, harga yang dibayarkan dapat berbeda dengan harga yang diterima ketika menjualnya. Selisih tersebut perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi. Jika kamu ingin menabung emas secara rutin, biasakan mengecek harga beli dan harga jual sebelum melakukan transaksi. Dengan begitu, kamu dapat memahami biaya dan kondisi transaksi yang dilakukan. 3. Menentukan Nominal yang Sesuai Menabung emas tidak harus dimulai dengan nominal besar. Namun, jumlah dana yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Daripada menetapkan nominal yang terlalu besar dan mengganggu kebutuhan utama, kamu dapat menentukan jumlah yang realistis. Setelah itu, lakukan pembelian secara berkala jika memang sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan. 4. Menentukan Tujuan Keuangan Tujuan keuangan dapat membantu menentukan bagaimana kamu menggunakan dana untuk investasi. Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana untuk kebutuhan tertentu dalam beberapa tahun mendatang. Sebelum memilih emas, pertimbangkan jangka waktu, kebutuhan likuiditas, profil risiko, serta karakteristik emas sebagai investasi. Tidak ada satu instrumen yang cocok untuk semua tujuan. Karena itu, pastikan pilihan investasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. 5. Konsisten dengan Rencana Salah satu tantangan dalam menabung emas adalah menjaga konsistensi. Ketika kondisi keuangan berubah, rencana pembelian juga mungkin perlu disesuaikan. Kamu tidak perlu memaksakan pembelian jika dana yang tersedia sedang dibutuhkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Evaluasi anggaran secara berkala dan sesuaikan nominal investasi dengan kemampuan keuangan. Tips Menabung Emas agar Lebih Terencana Setelah memahami tantangannya, kamu bisa mulai membuat strategi sederhana. 1. Tentukan Tujuan Investasi Tentukan terlebih dahulu untuk apa emas tersebut dibeli. Tujuan yang jelas dapat membantu menentukan nominal dan jangka waktu investasi. 2. Gunakan Dana yang Tidak Mengganggu Kebutuhan Utama Pastikan dana untuk investasi berasal dari uang yang memang dialokasikan untuk tujuan tersebut. Kebutuhan pokok, kewajiban pembayaran, dan dana untuk kebutuhan mendesak tetap perlu menjadi pertimbangan. 3. Pantau Harga Sebelum Bertransaksi Perhatikan harga beli dan jual emas sebelum melakukan transaksi. Jangan mengambil keputusan hanya karena melihat harga sedang naik atau turun dalam jangka pendek. 4. Pahami Biaya dan Ketentuan Sebelum melakukan transaksi, periksa biaya, mekanisme pembelian dan penjualan, penyimpanan, serta ketentuan lain yang berlaku pada layanan emas yang digunakan. Investasi Emas Online neobank melalui Fitur Emas Salah satu pilihan yang tersedia adalah Emas di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Emas menyediakan fitur jual-beli emas digital melalui mitra Lakuemas dan Treasury. Pembelian emas dapat dilakukan mulai dari Rp10.000 melalui aplikasi. Kamu dapat melakukan transaksi secara digital tanpa perlu menyimpan emas fisik sendiri di rumah. Sebelum melakukan transaksi, perhatikan harga beli dan harga jual, biaya yang mungkin berlaku, serta syarat dan ketentuan layanan. Pastikan juga dana yang digunakan untuk membeli emas sudah disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan investasimu. Dengan memahami karakteristik emas dan membuat rencana yang realistis, tantangan dalam menabung emas dapat dikelola dengan lebih baik. Jangan lupa, pilih nominal dan frekuensi transaksi yang sesuai dengan kemampuan serta tujuan keuanganmu. Investasi emas mengandung risiko. Harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sehingga nilai investasi tidak dijamin. Pastikan kamu membaca informasi produk dan memahami seluruh syarat serta ketentuan sebelum melakukan transaksi. Jika ingin mulai investasi emas unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Emas di website resmi Bank Neo Commerce. PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).