TMMD Kodim 0726 Sukoharjo Tunjukkan Aksi Nyata Bangun Kesejahteraan Desa Nusantara
Nusantara
Jumat, 31 Juli 2026 | 09:01 WIB

TMMD Kodim 0726 Sukoharjo Tunjukkan Aksi Nyata Bangun Kesejahteraan Desa

Sukoharjo, katakabar.com - Kodim 0726 Sukoharjo melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 129 kembali tunjukkan komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain membangun infrastruktur desa, Kodim 0726.Sukoharjo juga menghadirkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sebanyak lima rumah warga direnovasi agar menjadi lebih aman, sehat, dan layak dihuni. Salah satu rumah yang mendapat manfaat adalah milik Margono. Sebelumnya, rumah tersebut berdinding papan lapuk, beratap bocor, dan masih berlantaikan tanah. Melalui program RTLH Kodim 0726 Sukoharjo, rumah itu kini berubah dengan dinding batako, lantai keramik, atap baru, serta pintu dan jendela yang lebih layak sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Proses renovasi lima unit RTLH dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD Kodim 0726 Sukoharjo bersama masyarakat. Setiap hari, anggota TNI dan warga bahu-membahu mengangkat material, memasang bata, mengaduk semen, hingga memperbaiki bagian atap rumah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dansatgas TMMD Reg ke 129, Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., menegaskan bahwa program renovasi RTLH merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Melalui TMMD ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Lima rumah yang menjadi sasaran RTLH ini merupakan bentuk kepedulian TNI agar masyarakat di wilayah binaan dapat hidup lebih layak. Harapannya, program seperti ini dapat terus memperkuat sinergi dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat," jelasnya. Kepala Desa Parangjoro, Hardiman, S.H., mengapresiasi pelaksanaan TMMD Reguler ke 129 yang digelar Kodim 0726 Sukoharjo. Menurutnya, renovasi lima rumah warga menjadi bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini mendambakan tempat tinggal yang lebih layak. Ia juga menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat. Salah satu penerima manfaat, Margono, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya harus tinggal di rumah yang bocor saat hujan dan kurang nyaman untuk ditempati. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah melalui TNI yang telah membantu keluarga kami. Saya tidak menyangka rumah ini bisa menjadi lebih baik seperti sekarang. Semoga TNI selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas," ucapnya. Program bedah RTLH menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Kodim 0726/Sukoharjo melalui TMMD Reguler ke 129. Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lainnya, program ini menunjukkan TMMD tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan di desa. Seluruh proses rehabilitasi lima unit RTLH ditargetkan selesai bersamaan dengan penutupan TMMD Reguler ke 129 pada 14 Agustus 2026. Melalui program ini, Kodim 0726 Sukoharjo kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari Desa Parangjoro, lahir harapan baru bagi lima keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih layak, aman, dan sejahtera.

Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Lagi Renggut Nyawa Nusantara
Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB

Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Lagi Renggut Nyawa

Yahukimo, katakabar.com - Di balik duka yang kembali menyelimuti Yahukimo, Komando Operasi (Koops) TNI Habema memperkuat komitmennya untuk melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga keamanan bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan memastikan setiap warga dapat menjalani kehidupan dengan aman, bekerja dengan tenang, serta membangun masa depan tanpa dibayangi rasa takut. Komitmen tersebut semakin relevan menyusul peristiwa tragis yang terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin (20/7) lalu. Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo). Berdasarkan informasi awal yang diterima, serta pernyataan yang dipublikasikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Korban adalah sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga kini, identitas lengkap maupun kronologi secara menyeluruh masih dalam proses pendalaman oleh aparat yang berwenang. Atas peristiwa tersebut, Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban, karena kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menegaskan setiap tindakan aparat keamanan selalu berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum yang profesional. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," jelasnya. Sejalan dengan komitmen tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini tidak hanya bertujuan mengungkap pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil. Dalam setiap pelaksanaan tugasnya, Koops TNI Habema tetap mengedepankan prinsip selektif, terukur, profesional, dan sesuai koridor hukum. Pendekatan tersebut menjadi landasan agar setiap tindakan aparat tidak hanya efektif dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta melindungi hak-hak masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik. Bagi Koops TNI Habema, keamanan bukan sekadar kondisi yang bebas dari gangguan, melainkan fondasi utama bagi kehidupan masyarakat Papua. Ketika situasi kondusif terjaga, anak-anak dapat kembali belajar tanpa rasa takut, pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat, aktivitas ekonomi kembali bergerak, dan kehidupan sosial dapat tumbuh dengan penuh harapan. Itu sebabnya, Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Sinergi antara aparat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh warga menjadi kekuatan penting dalam mencegah lahirnya kembali aksi-aksi kekerasan yang hanya membawa penderitaan bagi masyarakat Papua. Bagi Koops TNI Habema, setiap nyawa masyarakat Papua adalah amanah yang harus dijaga. Tidak ada keberhasilan operasi yang lebih bermakna selain melihat seorang ayah pulang dengan selamat kepada keluarganya, seorang ibu dapat memeluk anak-anaknya tanpa rasa cemas, serta generasi muda Papua tumbuh dengan harapan, bukan ketakutan. Dari duka Yahukimo, komitmen itu justru semakin diperkuat, negara akan terus hadir melindungi setiap warga, menegakkan hukum secara profesional dan bermartabat, serta menjaga agar tidak ada lagi keluarga Papua yang kehilangan orang tercinta akibat kekerasan.

BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR Nusantara
Nusantara
Minggu, 26 Juli 2026 | 14:07 WIB

BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR

Jakarta, katakabar.com - Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama (SEB), serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selaras dengan itu, BP Tapera menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Direksi BRI, Wali Kota Bandung, Komisioner BP Tapera, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait. Pada rapat tersebut, dibahas langkah strategis mempercepat sertifikasi tanah lintas sektor sebagai upaya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap pembiayaan perumahan. Pemerintah juga mempersiapkan pelaksanaan penyerahan sertifikat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang direncanakan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Komisioner BP Tapera menyampaikan percepatan sertifikasi tanah merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih kuat. Dengan kepastian status kepemilikan tanah, masyarakat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengakses berbagai program pembiayaan rumah yang disiapkan pemerintah. "Sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan. Kepastian hukum atas tanah akan memperkuat ekosistem pembiayaan sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang dapat memiliki rumah layak huni," ujar Komisioner BP Tapera. BP Tapera menyambut baik langkah pemerintah yang memprioritaskan percepatan sertifikasi tanah bagi penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Berdasarkan hasil verifikasi, masih terdapat sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS yang belum memiliki sertifikat. "Pemerintah menargetkan percepatan penerbitan sertifikat sebagai bagian dari agenda nasional penyerahan sertifikat kepada masyarakat," bebernya. Dalam rapat juga disepakati penyusunan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Kementerian PKP, Kementerian ATR/BPN, dan Badan Pusat Statistik (BPS). SEB tersebut akan menjadi pedoman pelaksanaan percepatan sertifikasi tanah lintas sektor, termasuk penyediaan dan pemutakhiran data, verifikasi penerima manfaat, serta pendampingan pelaksanaan sertifikasi di lapangan. BP Tapera mendukung pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima manfaat agar seluruh program perumahan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Integrasi data antarlembaga dinilai penting untuk memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh manfaat secara optimal. Selain membahas percepatan sertifikasi tanah, rapat juga membahas penguatan ekosistem perumahan melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan UMKM yang bergerak di bidang perumahan, serta pemanfaatan konsep Smart City dalam mendukung pembangunan kawasan hunian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Menteri PKP menegaskan percepatan sertifikasi tanah harus dilaksanakan secara terpadu melalui kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga terkait. "Kita harus membangun ekosistem perumahan secara menyeluruh. Sertifikasi tanah harus dipercepat agar masyarakat memiliki kepastian hukum, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan perumahan. Seluruh kementerian dan lembaga harus bekerja secara terpadu agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya. Di kegiatan yang sama, Wali Kota Bandung turut menyampaikan perkembangan penyelesaian persoalan pertanahan sebagai bagian dari rencana pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) di Kota Bandung. Menteri PKP menilai penyelesaian aspek pertanahan menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan. Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama, serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Alamak! Lima Ribu Batang Ganja Terungkap TNI Habema Gagalkan Peredaran Narkotika Nusantara
Nusantara
Minggu, 26 Juli 2026 | 09:12 WIB

Alamak! Lima Ribu Batang Ganja Terungkap TNI Habema Gagalkan Peredaran Narkotika

Papua, katakabar.com - Upaya menyelamatkan generasi muda Papua dari ancaman narkotika kembali dibuktikan Komando Operasi (Koops) TNI Habema. Melalui Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 725/Woroagi, prajurit berhasil temukan sekitar lima ribu batang tanaman ganja yang ditanam di dua lokasi di Kabupaten Yahukimo. Pengungkapan ini menjadi bukti menjaga Papua tidak hanya dilakukan melalui pengamanan wilayah, tetapi juga dengan memutus ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan masyarakat. Keberhasilan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan adanya ladang ganja di pedalaman Yahukimo. Menindaklanjuti laporan itu, prajurit segera melaksanakan penyelidikan dan patroli keamanan dengan menyisir kawasan pegunungan yang terjal, hutan lebat, serta akses yang sangat terbatas. Operasi dilakukan secara terukur untuk memastikan informasi tersebut sekaligus mengantisipasi potensi ancaman lain di sekitar lokasi. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, mengatakan, prajurit kami mempertaruhkan tenaga dan keselamatan dengan menembus medan yang sangat berat demi memastikan ancaman ini tidak berkembang. "Setiap batang ganja yang berhasil ditemukan merupakan langkah nyata untuk melindungi generasi muda Papua dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Kami juga menemukan satu busur dan 26 anak panah di sekitar lokasi kedua. Temuan tersebut kini masih didalami bersama aparat terkait untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan ladang ganja tersebut," ujarnya. Hasil patroli kemudian mengungkap sekitar tiga ribu batang tanaman ganja di kawasan Kampung Kima Kompleks. Pengembangan operasi dilanjutkan hingga prajurit kembali menemukan sekitar dua ribu batang tanaman ganja di Kampung Air Garam. Dengan demikian, total sekitar lima ribu batang tanaman ganja berhasil ditemukan dan diamankan dari dua lokasi berbeda. Selain ribuan batang ganja, prajurit juga mengamankan satu busur dan 26 anak panah yang ditemukan di sekitar lokasi kedua. Seluruh barang bukti telah didokumentasikan dan diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting yang kini terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan maupun pihak yang bertanggung jawab. Selanjutnya, penanganan kasus dilakukan melalui koordinasi dengan Polri dan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing. Sinergi antar lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses penegakan hukum sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkotika di wilayah Papua Pegunungan. Keberhasilan operasi ini kembali menegaskan bahwa kehadiran TNI Habema tidak hanya berfokus menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga melindungi masyarakat dari berbagai ancaman yang dapat merusak kehidupan. Setiap operasi yang dilaksanakan selalu diarahkan untuk menciptakan situasi yang aman agar masyarakat dapat beraktivitas, belajar, dan bekerja dengan tenang. Bagi TNI Habema, setiap informasi dari masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga Papua. Karena itu, setiap laporan akan ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan terukur sebagai bentuk komitmen menghadirkan rasa aman serta melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman narkotika maupun kejahatan lainnya. Keberhasilan mengungkap sekitar lima ribu batang tanaman ganja ini bukan sekadar capaian operasi, tetapi wujud nyata keberpihakan kepada masa depan Papua. Di balik langkah prajurit yang menembus pegunungan Yahukimo, tersimpan tekad untuk memastikan tidak ada ruang bagi narkotika merampas mimpi anak-anak Papua. Selama ancaman itu masih ada, TNI Habema akan terus hadir di garis terdepan, menjaga tanah Papua dengan keberanian, pengabdian, dan aksi nyata demi masa depan yang lebih aman dan penuh harapan.

TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Berhasil Dicegah Nusantara
Nusantara
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:03 WIB

TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Berhasil Dicegah

Intan Jaya, katakabar.com - Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Melalui operasi yang dilaksanakan secara terukur dan berbasis informasi intelijen, pasukan berhasil menguasai sebuah honai yang diduga menjadi lokasi transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya mencegah potensi ancaman keamanan sebelum membahayakan masyarakat. Operasi tersebut diawali dengan rangkaian pengumpulan informasi, pengamatan lapangan, dan proses verifikasi yang dilakukan secara cermat. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta mengutamakan keselamatan masyarakat, sehingga operasi dapat berjalan secara profesional, selektif, dan terukur. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, mengatakan operasi dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai dugaan rencana aksi bersenjata dan aktivitas konsolidasi kelompok tersebut di wilayah Intan Jaya. "Kami tidak bergerak karena dugaan semata. Setiap langkah diawali dengan pengintaian, verifikasi, dan analisis yang matang agar tindakan yang diambil benar-benar tepat sasaran. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap aman dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang," jelasnya. Dalam operasi tersebut, pasukan mengamankan satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, serta berbagai perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Koops TNI Habema dalam memutus potensi ancaman bersenjata sejak dini. Pengamanan terhadap senjata dan perlengkapan yang ditemukan di lokasi diharapkan dapat mencegah penyalahgunaannya dalam aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat di Intan Jaya dan wilayah sekitarnya. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil. "Setiap tindakan dilakukan secara profesional, berdasarkan informasi yang valid, serta selalu mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya. Di saat yang sama, Koops TNI Habema kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui mekanisme yang bermartabat, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan rekonsiliasi. Bagi TNI Habema, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari senjata yang berhasil diamankan, tetapi dari rasa aman yang kembali dirasakan masyarakat. Harapan terbesar adalah agar anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, dan kehidupan di Tanah Papua terus berjalan dalam suasana damai dan aman.

Bangun Generasi Emas, Grup MIND ID Salurkan 5.322 Beasiswa Nusantara
Nusantara
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:05 WIB

Bangun Generasi Emas, Grup MIND ID Salurkan 5.322 Beasiswa

Jakarta, katakabar.com - MIND ID bersama seluruh Anggota Grup konsisten mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia melalui investasi sosial di bidang pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Sepanjang 2025, Grup MIND ID merealisasikan pemberian 5.322 beasiswa, pendampingan belajar bagi 13.388 siswa, pelatihan kepada 408 guru, pelatihan vokasi dan keterampilan bagi 1.944 orang, serta peningkatan 389 unit sarana dan prasarana pendidikan. Program-program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia unggul yang siap mendukung pembangunan peradaban masa depan Indonesia. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah MINDucation: Empowering Coastal Students. Program ini menjadi bagian dari upaya MIND ID bersama PT Timah, dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi siswa di wilayah pesisir dan pulau terpencil. Sejak tahun 2000, PT Timah melalui Pemali Boarding School telah memberikan akses pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Program asrama tersebut telah meluluskan 886 alumni dan saat ini membina 107 siswa aktif yang menempuh pendidikan di SMAN 1 Pemali. MIND ID dan PT Timah juga berkolaborasi dengan Ruangguru melalui program bimbingan belajar MINDucation. Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing siswa agar lebih siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja profesional. Salah satu siswi Pemali Boarding School, Andara Vista mengaku sebelumnya sempat memandang pendidikan tinggi sebagai sesuatu yang sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi keluarga. Namun, MINDucation membuatnya lebih percaya diri untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. "Sekarang saya mendapatkan bimbingan belajar tambahan melalui MINDucation, dan tinggal di lingkungan asrama yang sangat mendukung pertumbuhan saya. Kini, beban orang tua saya menjadi sangat ringan, dan saya merasa jauh lebih percaya diri serta siap untuk mengejar cita-cita melanjutkan pendidikan untuk membanggakan keluarga dan desa saya," ujar Andara. Keberadaan program tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Program ini juga menjadi katalisator inklusi sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang. Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan, MIND ID turut mendukung target SDGs Indonesia 2030 dalam menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Dukungan fasilitas asrama dan pendampingan yang berkelanjutan dinilai mampu memperkuat peluang siswa dari daerah terpencil untuk memutus rantai kemiskinan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah asalnya. Selama program ini berjalan, 72 siswa kelas 11 dan 12 mendapatkan pendampingan pembelajaran tambahan untuk persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sebagai hasilnya, sebanyak 27 Siswa atau 75 persen lulus ke PTN. Adapun, penguatan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grup MIND ID dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan memberikan kesempatan belajar yang lebih luas, MIND ID berkontribusi nyata dalam melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju.

Evakuasi Berhasil, Koops TNI Habema Perkuat Pengamanan dan Kejar Pelaku di Yahukimo Nusantara
Nusantara
Minggu, 12 Juli 2026 | 15:04 WIB

Evakuasi Berhasil, Koops TNI Habema Perkuat Pengamanan dan Kejar Pelaku di Yahukimo

Yahukimo, katakabar.com - Koops TNI Habema bergerak cepat mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7) lalu. Di saat yang sama, tim patroli juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan pilot serta pembakaran pesawat. Operasi evakuasi dilaksanakan dengan mengedepankan kecepatan, ketelitian, dan faktor keamanan mengingat lokasi kejadian berada di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau. Total 10 personel Koops TNI Habema diterjunkan dengan dukungan dua helikopter Caracal sehingga proses evakuasi dapat berjalan secara aman dan terkoordinasi. Berkat operasi yang berjalan lancar, jenazah Nicholas F. Goselin berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan diterbangkan menuju Timika menggunakan dukungan udara Koops TNI Habema. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pilot PT AMA Air sekaligus menegaskan komitmen Koops TNI Habema dalam menjaga keamanan wilayah. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya pilot PT AMA Air. Koops TNI Habema berkomitmen mendukung proses evakuasi, menjaga keamanan wilayah, serta membantu penegakan hukum. Tim patroli juga terus melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga," ujarnya. Sejalan dengan komitmen tersebut, kata Wirya, tim patroli Koops TNI Habema terus bergerak melakukan penyisiran dan pengejaran bersama unsur terkait. "Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses penegakan hukum sekaligus memastikan situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo tetap kondusif," jelasnya. Selain operasi pengejaran, lanjutnya, Koops TNI Habema bersama unsur terkait memperkuat pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna mendukung proses penyelidikan. Pengamanan juga dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga kelancaran penerbangan perintis yang menjadi jalur penting bagi wilayah pedalaman Papua. "Bagi masyarakat Papua Pegunungan, penerbangan perintis memiliki peran yang sangat vital. Moda transportasi ini menjadi penghubung distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ucapnya. Koops TNI Habema memastikan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait akan terus diperkuat. Pengamanan wilayah, pendalaman kronologi kejadian, hingga operasi pengejaran terhadap para pelaku akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di Yahukimo dan wilayah sekitarnya. Keberhasilan operasi evakuasi ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan medan Papua yang berat, keselamatan dan kemanusiaan tetap menjadi prioritas. Bersamaan dengan itu, Koops TNI Habema akan terus hadir menjaga keamanan, mendukung penegakan hukum, serta memastikan masyarakat Papua dapat beraktivitas dengan tenang dan pelayanan penerbangan perintis tetap berjalan demi menghubungkan harapan di setiap pelosok negeri.

BP Tapera Dampingi Kunker Menteri PKP Lihat Hunian Rumah FLPP di Malang Nusantara
Nusantara
Jumat, 10 Juli 2026 | 11:13 WIB

BP Tapera Dampingi Kunker Menteri PKP Lihat Hunian Rumah FLPP di Malang

Malang, katakabar.com - Monitoring keterhunian bagian dari komitmen BP Tapera untuk memastikan rumah subsidi yang dibiayai melalui Program KPR Sejahtera FLPP benar-benar dihuni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berhak menerima manfaat. Selain memantau tingkat keterhunian, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kualitas bangunan, kondisi lingkungan, serta keberlangsungan pemanfaatan rumah subsidi. BP Tapera mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) keterhunian rumah subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Lawang Park Residence 2, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (1/7) lalu. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Bupati Malang, M. Sanusi, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, serta pihak pengembang. Monitoring keterhunian bagian dari komitmen BP Tapera untuk memastikan rumah subsidi yang dibiayai melalui Program KPR Sejahtera FLPP benar-benar dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berhak menerima manfaat. Selain memantau tingkat keterhunian, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kualitas bangunan, kondisi lingkungan, serta keberlangsungan pemanfaatan rumah subsidi. Pada kunjungan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait yang didampingi Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho meninjau rumah milik Yeni Puji Astuti 45 tahun, pelaku usaha penjualan pisang molen di Pasar Lawang sekaligus penerima manfaat KPR Sejahtera FLPP. Selain melihat kondisi rumah, Menteri PKP juga berdialog langsung dengan Yeni mengenai manfaat Program FLPP. Usai peninjauan, Maruarar Sirait mengapresiasi kualitas rumah subsidi di Perumahan Lawang Park Residence 2.  "Saya kasih nilai 8,5 karena airnya bagus, rumahnya bagus, temboknya tidak retak, dan saya cek langsung kepada warga juga tidak banjir. Kualitas rumah subsidi harus terus dijaga agar masyarakat memperoleh hunian yang nyaman dan layak," ujar Maruarar Sirait. Sementara, Yeni mengaku Program KPR Sejahtera FLPP telah membantunya memiliki rumah pertama dengan pembiayaan yang terjangkau. Ia mengetahui informasi mengenai rumah subsidi melalui media sosial, kemudian mengajukan KPR setelah melakukan survei lokasi. "Setelah survei, proses BI checking hingga akad tidak sampai dua bulan. DP-nya Rp1,6 juta dengan angsuran sekitar Rp1 jutaan flat selama 20 tahun. Alhamdulillah, angsurannya tidak terlalu memberatkan karena keluarga kami berjualan molen di Pasar Lawang," tutur Yeni. Melalui skema FLPP, Yeni berhasil memiliki rumah seharga Rp166 juta dengan uang muka sekitar Rp1,6 juta. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki kesempatan untuk mempunyai rumah layak. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan bahwa monitoring keterhunian merupakan bagian dari komitmen BP Tapera dalam menjaga kualitas penyaluran FLPP sekaligus memastikan rumah subsidi benar-benar dimanfaatkan oleh penerima manfaat. "BP Tapera tidak hanya berperan dalam menyalurkan pembiayaan rumah melalui FLPP, tetapi juga memastikan manfaat program terus dirasakan masyarakat. Melalui monitoring yang dilakukan secara berkala bersama Kementerian PKP, pemerintah daerah, bank penyalur, dan pengembang, kami ingin memastikan rumah subsidi tetap berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar menjadi tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ucap Heru Pudyo Nugroho. Hingga 1 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP secara nasional telah mencapai 93.339 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp11,6 triliun. Penyaluran tersebut didukung oleh 36 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, 10.902 pengembang, dan 9.358 perumahan yang tersebar di 35 provinsi serta 377 kabupaten/kota di Indonesia. Di Provinsi Jawa Timur, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 24.763 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp2,9 triliun. Penyaluran tersebut melibatkan 9 bank penyalur, 13 asosiasi pengembang, 1.104 pengembang, dan 1.178 perumahan. Adapun tiga daerah dengan realisasi penyaluran FLPP terbesar di Jawa Timur yaitu Kabupaten Jember sebanyak 939 unit, Kabupaten Malang sebanyak 813 unit, dan Kabupaten Kediri sebanyak 533 unit. Heru menegaskan, BP Tapera akan terus memperkuat pengawasan dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar Program FLPP tetap tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama.

Dampingi Menteri PKP Bertemu Para Gubernur Daerah, BP Tapera Siap Support Program Hunian Lewat FLPP Nusantara
Nusantara
Rabu, 01 Juli 2026 | 15:10 WIB

Dampingi Menteri PKP Bertemu Para Gubernur Daerah, BP Tapera Siap Support Program Hunian Lewat FLPP

Jakarta, katakabar.com - Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho bersama Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma hadir saat rapat yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Di rapat tersebut, hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait berdiskusi bersama dengan beberapa Kepala Daerah guna membahas seputar program pemerintah yang berfokus pada hunian. Adapun para pejabat daerah yang hadir di pertemuan tersebut, yakni Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Plt. Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian; serta Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa. Pada kegiatan tersebut, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan program bantuan pembiayaan perumahan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Heru juga menitipkan pesan kepada para Kepala Daerah yang hadir untuk dapat mendorong Bank Pembangunan Daerah setempat agar dapat diberdayakan. “Berapapun kuota yang dibutuhkan, dapat kami sediakan. Jangan kalah dengan bank Nasional, kami siap support untuk sosialisasikan program ini ke daerah,” jelas Heru lebih lanjut. Selain program FLPP, turut disampaikan Maruarar Sirait berbagai program hunian lainnya dari pemerintah, seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) Perumahan hingga BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) “Keberhasilan berbagai program hunian pemerintah bergantung pada kualitas penyelenggaranya. Kita harus terus terbuka, agar rakyat dapat mengetahui haknya,” tegas Maruarar Sirait. Pada 2026 ini, Per 30 Juni BP Tapera telah menyalurkan FLPP sebesar 91.531 unit rumah senilai Rp11,4 Triliun. Capaian secara nasional tersebut sudah termasuk pada capaian di Provinsi Riau sebanyak 2.608 unit, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 1.233 unit, Provinsi Bengkulu sebanyak 757 unit, Provinsi Gorontalo sebanyak 610 unit, Sulawesi Barat sebanyak 574 unit; dan Papua Selatan sebanyak 4 unit.

PTPN Group Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai Nusantara
Nusantara
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:15 WIB

PTPN Group Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai

Serdang Bedagai, katakabar.com -  PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara III (Persero), terus perkuat kontribusi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di antara program TJSL ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah dan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara. Kehadiran program tersebut membawa kebahagiaan bagi Darmawan, warga Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, selama ini mendambakan tempat tinggal yang aman dan layak huni. "Seperti mimpi rasanya bisa punya rumah yang layak huni seperti ini," ucap Darmawan saat menghadiri acara Penyerahan Bantuan Bedah Rumah dan Jamban Sehat yang berlangsung di Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, di pekan kedua Juni 2026 lalu. Program ini bagian dari komitmen berkelanjutan PTPN IV PalmCo mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada 2026 ini, perusahaan merealisasikan bantuan berupa satu unit bedah rumah dan pembangunan tujuh unit jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai. Pelaksana Harian (Plh) Region Head PTPN IV Regional I, Ahmad Diponegoro, menjelaskan perbaikan kualitas hunian dan sanitasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari intervensi gizi yang telah dijalankan perusahaan sejak September 2025. "Tahun lalu, kami mendampingi hingga 200 balita di Sergai melalui pemberian makanan tambahan bergizi setiap minggunya selama enam bulan penuh, lengkap dengan paket komoditas pangan esensial berupa telur, beras, kacang hijau, dan minyak goreng. Hasil evaluasi bersama Dinas P2KBP2PA menunjukkan tingkat keberhasilan yang mencapai 98 persen. Sebanyak 196 balita secara total berhasil terbebas dari risiko stunting dan kini mencapai tumbuh kembang ideal," tutur Ahmad Diponegoro. Keberhasilan tersebut mendorong perusahaan untuk melanjutkan intervensi yang lebih komprehensif. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat (people), perusahaan juga memperhatikan aspek sanitasi dan lingkungan tempat tinggal (planet) guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dalam jangka panjang. Program TJSL ini dijalankan dengan berpedoman pada prinsip keberlanjutan 3P (People, Planet, Profit). Melalui pendekatan tersebut, PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan. Acara penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Serdang Bedagai, General Manager Unit Group Serdang 2, Manajer Kebun Rambutan, serta jajaran camat dari Kecamatan Sei Bamban, Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Tebing Tinggi. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, PTPN IV Regional I berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan juga berharap produktivitas operasional yang terus terjaga dapat menjadi fondasi untuk memperluas berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai bagian dari transformasi yang dijalankan PTPN IV PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pembangunan sosial yang inklusif, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta dukungan terhadap pencapaian target pembangunan nasional, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.