Sinergi Positif Kajari Rohul Dukung ESI, Esport Wadah Generasi Muda
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Olahraga elektronik atau esports kini kian mendapat tempat istimewa di hati masyarakat, khususnya generasi muda. Menyadari potensi besar ini, Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Rokan Hulu melakukan langkah strategis dengan menjalin silaturahmi dan menggandakan sinergi bersama Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Rabu (3/6). Kedatangan rombongan ESI disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak, SH., MH., di ruang kerjanya. Suasana pertemuan terasa sangat akrab dan penuh kekeluargaan, menjadi momen penting untuk mempererat hubungan kelembagaan demi kemajuan dunia olahraga di daerah. Di kegiatan tersebut, Ketua ESI Kabupaten Rokan Hulu, Fachruddin Siregar, ST., MT., secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dan plakat penghargaan kepada Kajari Rokan Hulu, Fredy. Penyerahan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus kepercayaan agar beliau turut serta membina dan mengawal organisasi ini ke arah yang lebih baik. "ESI adalah induk organisasi resmi di bawah naungan KONI. Kami ingin esports tidak hanya sekadar permainan, tapi menjadi wadah yang positif, terstruktur, dan melahirkan prestasi," ujar Fachruddin. Ia menjelaskan, selain Bupati sebagai pembina utama, kehadiran Kejaksaan Negeri (Kejari) sangat dinantikan untuk memberikan arahan, bimbingan, dan pengawasan agar organisasi berjalan sesuai koridor hukum dan norma yang berlaku. "Kami sangat berharap masukan dari Bapak Kajari. Sebagai organisasi yang menyatukan anak muda, kami butuh pandangan bijak agar bisa berkembang optimal dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," ucapnya. Tanggapan Penuh Semangat dari Kajari Rohul Kajari Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak menyambut baik kepercayaan yang diberikan dengan wajah berseri dan penuh antusias. "Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Ini sungguh sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi saya bisa dipercaya menjadi bagian dari keluarga besar ESI Rokan Hulu," jelasnya hangat. Meski mengakui baru bertugas kurang dari sebulan di bumi Seribu Suluk, beliau langsung menunjukkan komitmen kuat untuk bersinergi. "Baru saja saya menginjakkan kaki di Rokan Hulu, saya langsung disambut dengan kehangatan dan kepercayaan yang luar biasa. Tentu ini menjadi tanggung jawab yang saya emban dengan senang hati," tuturnya. Kajari Rokan Hulu, Fredy pun memandang esports bukan sekadar permainan biasa, melainkan sarana pembinaan karakter yang sangat strategis. "Saya melihat perkembangan zaman, anak-anak muda sekarang sangat melek teknologi. Esports ini adalah ladang yang sangat bagus untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreativitas mereka. Justru dengan wadah yang teratur seperti ini, kita bisa mengarahkan energi positif mereka agar terhindar dari hal-hal negatif atau kenakalan remaja," bebernya dengan bijak. "Daripada waktu luang terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat, lebih baik dikumpulkan di sini, berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah. Itu visi yang sangat mulia dan saya siap mendukung penuh," tegasnya. Pertemuan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi. Diharapkan sinergi antara kejaksaan dan ESI ini mampu melahirkan atlet-atlet berbakat serta menciptakan ekosistem generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi di 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu.
Resmikan Klub Domino ORADO Swiss Zone di Pekanbaru, Arif Eka Saputra: Siap Cetak Atlet Berprestasi
Pekanbaru, katakabar.com - Perkembangan olahraga domino di Provinsi Riau terus menunjukkan tren positif. Hal itu ditandai dengan peresmian Klub Domino ORADO Swiss Zone oleh Arif Eka Saputra di Kota Pekanbaru, Minggu (31/5). Klub yang berlokasi di Jalan Garuda Sakti, Gang Puskesmas Pembantu, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan sekaligus pengembangan atlet domino yang mampu bersaing di tingkat daerah hingga nasional. Peresmian klub berlangsung meriah, dan dihadiri para pecinta? serta atlet domino dari berbagai kabupaten dan kota di Riau. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan turnamen domino yang diikuti 52 pasangan peserta yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah. Hadiah turnamen disiapkan oleh Arif Eka Saputra bersama Sekretaris ORADO Kota Pekanbaru, Yudi Tarigan. Selain itu, Ketua Klub Domino ORADO Swiss Zone, H. Syafri Simalinyang, turut menambah hadiah khusus bagi para pemenang. Arif Eka Saputra, sekaligus menjabat sebagai Dewan Pembina ORADO Provinsi Riau mengaku bangga melihat perkembangan komunitas domino di Riau yang semakin pesat. Menurutnya, keberadaan klub-klub domino menjadi faktor penting cetak atlet yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah. “Saya sangat bangga dengan semakin banyaknya klub domino yang berdiri di Riau. Apalagi saat ini ORADO atau Federasi Olahraga Domino telah resmi menjadi salah satu cabang olahraga di bawah KONI Indonesia. Semakin banyak klub dan turnamen yang digelar, maka semakin tinggi jam terbang para atlet domino yang lahir dari kompetisi-kompetisi tersebut,” ujar Arif. Ia menambahkan, klub domino tidak hanya menjadi tempat berlatih, tetapi juga sarana efektif untuk meningkatkan kualitas permainan serta memperkuat ekosistem olahraga domino yang kini semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Sementara, Yudi Tarigan menyambut positif berdirinya Klub Domino ORADO Swiss Zone. Ia menilai kehadiran klub baru akan semakin menghidupkan aktivitas organisasi sekaligus memperluas ruang pembinaan bagi atlet-atlet domino di Kota Pekanbaru. “Hadirnya klub-klub domino seperti Swiss Zone ini akan membuat ORADO semakin hidup dan berkembang. Kami dari pengurus ORADO Kota Pekanbaru, mewakili Ketua Andri, siap mendukung setiap klub yang berdiri demi kemajuan olahraga domino di daerah,” ucapnya. Di sisi lain, H. Syafri Simalinyang, mengungkapkan ORADO merupakan wadah yang sangat positif bagi masyarakat yang memiliki hobi bermain domino. Atas dasar itu, dirinya berinisiatif mendirikan Klub Domino Swiss Zone sebagai tempat berkumpul, berlatih, sekaligus meningkatkan kemampuan para pemain. “Saya sangat senang dengan hadirnya Federasi Olahraga Domino ini karena menjadi wadah resmi bagi para pecinta domino. Klub Swiss Zone kami dirikan sebagai tempat latihan sekaligus ajang silaturahmi bagi para pemain. Kami ingin melahirkan atlet-atlet domino yang berprestasi dari klub ini,” tutur Syafri. Syafri yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia Provinsi Riau itu mengajak masyarakat, khususnya para pecinta domino, untuk bergabung dan bersama-sama mengembangkan olahraga tersebut. “Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Mari bersama-sama memajukan olahraga domino melalui Klub Domino Swiss Zone,” imbuhnya. Dengan hadirnya Klub Domino ORADO Swiss Zone, pembinaan atlet domino di Riau diharapkan semakin terarah dan berkelanjutan. Keberadaan klub tersebut juga menjadi bukti olahraga domino kini semakin berkembang sebagai cabang olahraga prestasi yang mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun para pemangku kepentingan olahraga di Indonesia.
Rudi Iskandar Baros Nahkodai KORMI Binjai, Ribuan Warga Meriahkan Gebyar Olahraga Masyarakat
Binjai, Katakabar.com – Rudi Iskandar Baros, S.T. resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Binjai masa bakti 2026–2030 dalam suasana meriah di Tribun Lapangan Merdeka Binjai, Minggu (31/5/2026).
Siswa U11 SSB Disporasu Juara Turnamen Garuda Anak Indonesia 2026
SSB Disporasu sukses meraih juara pertama Turnamen Garuda Anak Indonesia kategori Usia 11 Tahun (U11)
64 Tim Ramaikan Turnamen Domino HUT ke-154 Kota Binjai
Sebanyak 64 tim ambil bagian dalam Turnamen Domino yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-154 Kota Binjai di Tribun Tanah Lapang Kota Binjai
Pemko Binjai Dukung Turnamen Futsal DPC BMI Cup II 2026 untuk Pengembangan Bakat Pelajar
Pemerintah Kota Binjai mendukung pelaksanaan Turnamen Futsal DPC BMI Cup II Tahun 2026 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Binjai
Cetak Atlet Tenis Muda Berprestasi, Tiga Atlet PalmCo Masuk Radar Timnas
Pekanbaru, katakabar.com - Tiga atlet tenis junior binaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo dan entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III, berpeluang memperkuat tim nasional tenis Indonesia setelah masuk dalam radar seleksi nasional untuk ajang Asian Tennis Federation 12 dan Under Team Competition 2026. Ketiga atlet tersebut yakni Sadat Arjuna Ardi dan M Al Fatih di kategori putra, serta Rajwa Alesha di kategori putri. Mereka telah bersaing bersama sejumlah atlet terbaik dari berbagai provinsi dalam proses seleksi yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 6 April 2026 di Lapangan Tenis Kapten Muslihat Pakansari, Bogor. Seleksi ini menjadi gerbang penting bagi para atlet muda untuk menembus skuad nasional dan tampil di tingkat Asia. Kehadiran tiga nama dari Riau tersebut sekaligus menegaskan kualitas pembinaan tenis usia dini yang dilakukan oleh Akademi Tenis Nusalima (ATN) PTPN IV Regional III. Pembina ATN PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, menyebut kesempatan ini sebagai momentum emas bagi para atlet untuk naik kelas dan menunjukkan kapasitasnya di panggung yang lebih tinggi. Ia menilai, kompetisi ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga pembentukan karakter dan mental bertanding. “Ini adalah kesempatan terbaik bagi atlet junior untuk naik kelas dan mengharumkan nama Riau di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan peluang ini dengan maksimal,” ujar Sori. Ia menambahkan seluruh atlet telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental. Program latihan intensif telah dijalankan dalam beberapa waktu terakhir guna memastikan kesiapan mereka menghadapi persaingan ketat di seleksi nasional. Menurutnya, Sadat, Fatih, dan Rajwa bukanlah nama baru dalam dunia tenis junior. Ketiganya merupakan atlet berprestasi yang telah mengoleksi berbagai gelar dalam sejumlah kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional, dalam beberapa tahun terakhir. “Dari segi kemampuan dan pengalaman, mereka sudah teruji. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mereka menjaga fokus, kepercayaan diri, dan semangat juang di lapangan,” jelasnya. Sori yang juga merupakan Operation Head PTPN IV Regional III turut menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan, terutama dalam ajang seleksi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia. Ia optimistis anak didiknya mampu memberikan performa terbaik. “Kami yakin mereka memiliki potensi besar dan semangat juang tinggi. Dengan kerja keras dan doa, kami percaya mereka bisa meraih hasil terbaik dan membawa nama baik daerah,” tegasnya. Sementara, kiprah Akademi Tenis Nusalima PTPN IV Regional III dalam beberapa waktu terakhir juga semakin mendapat perhatian luas. Program pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan telah melahirkan sejumlah atlet muda berbakat yang mampu bersaing di level nasional. Selain fokus pada prestasi, ATN juga dikenal aktif dalam membangun karakter atlet melalui pendekatan disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas. Keikutsertaan tiga atlet ini dalam seleksi nasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Riau untuk terus mengembangkan potensi di bidang olahraga. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan, pelatih, dan masyarakat, menjadi kunci dalam melahirkan atlet-atlet unggul di masa depan.
Turnamen Truf Gembira Meriahkan HUT ke-154 Kota Binjai, Pererat Silaturahmi Warga
Turnamen trup gembira dalam rangka meriahkan HUT Kota Binjai ke 154 tahun 2026
Liga.Tennis Luncurkan RSR 2026, Ungkap Perkembangan Olahraga Raket di Indonesia
Bali, katakabar.com - Sejumlah cabang olahraga raket menunjukkan tren pertumbuhan yang solid secara global. Tenis tercatat sebagai salah satu olahraga paling populer di dunia, sementara padel berkembang pesat dengan Asia Tenggara sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru. Di sisi lain, pickleball mencatat ekspansi signifikan di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia dan Australia, serta squash yang terus mengalami peningkatan adopsi di berbagai negara. Di Indonesia, Bali muncul sebagai salah satu episentrum pertumbuhan olahraga raket. Hal ini didukung oleh kombinasi faktor demografis dan ekonomi, mulai dari tingginya populasi usia produktif dan aktif, pertumbuhan kelas menengah dan atas, hingga posisinya sebagai destinasi pariwisata global. Dalam ekosistem tersebut, Liga.Tennis berkembang sebagai salah satu platform olahraga raket di Indonesia. Berawal dari Bali sejak 9 tahun lalu, Liga.Tennis kini merilis Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026, laporan industri yang merangkum tren olahraga raket berdasarkan data aktivitas pengguna di platformnya. Laporan ini disusun dari hampir 100.000 pengguna yang tersebar di tujuh klub Liga.Tennis sepanjang periode Januari–Desember 2025. Berdasarkan laporan tersebut, tenis mencatat tingkat okupansi rata-rata sebesar 80 persen di antara seluruh cabang olahraga, diikuti oleh padel sebesar 75 persen dan pickleball sebesar 41 persen. (Adapun tingkat okupansi tertinggi untuk tenis mencapai 92 persen di lapangan klub Umalas, dan untuk padel sebesar 82 persen di klub Sanur). Sementara itu, squash mencatat tingkat okupansi sebesar 18 persen dan berperan sebagai olahraga pelengkap dalam ekosistem dengan karakter permainan yang lebih teknikal dan intens. Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov menyampaikan, kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga. Meskipun tenis masih menjadi olahraga dengan tingkat pemesanan tertinggi, padel berperan sebagai growth engine dalam ekosistem Liga.Tennis. Karakternya yang sosial dan mudah diakses menjadikannya efektif dalam menarik pemain baru sekaligus meningkatkan frekuensi bermain. Dari sisi demografi, kelompok usia muda menjadi pendorong utama pertumbuhan. Partisipasi tertinggi berasal dari kelompok usia 21 hingga 40 tahun, khususnya pada tenis (65,31 persen) dan padel (58,30 persen). Squash menunjukkan distribusi yang lebih seimbang antara pemain muda dan paruh baya, sementara pickleball memiliki variasi usia paling beragam, dengan distribusi yang relatif merata dari kelompok junior hingga senior. Dari sisi perilaku, tenis cenderung dimainkan sepanjang pagi hingga malam hari dengan aktivitas puncak antara pukul 08.00 hingga 20.00. Sementara itu, padel menunjukkan pola penggunaan yang tinggi pada pagi dan malam hari, dengan peningkatan aktivitas pada jam setelah kerja hingga pukul 21.00, mencerminkan karakter pengguna yang lebih sosial dan fleksibel. Laporan ini juga mencatat rata-rata pengeluaran pengguna sebesar Rp400.000 untuk aktivitas olahraga raket, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi dalam satu kunjungan. Secara keseluruhan, pengguna Liga.Tennis didominasi oleh pemain lokal, dengan partisipasi ekspatriat dari berbagai negara seperti Rusia, Australia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Komposisi gender menunjukkan 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan, sementara kelompok usia 31–40 tahun menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh kelompok 21–30 tahun. Sebagai operator dan pengembang ekosistem olahraga raket, Liga.Tennis menghadirkan berbagai fasilitas mulai dari lapangan, kelas pelatihan, hingga penyelenggaraan turnamen dan aktivitas komunitas. Hingga 2025, Liga.Tennis telah menyelenggarakan 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship yang menarik partisipasi domestik dan internasional. Pendekatan berbasis komunitas tersebut turut mendorong kinerja bisnis perusahaan. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen, dengan margin laba bersih mencapai 31 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 105 persen secara tahunan. Perusahaan juga mengembangkan berbagai sumber pendapatan, tidak hanya dari penyewaan lapangan, tetapi juga dari pelatihan, turnamen, gym & recovery service, hingga layanan pendukung lainnya. “Kami melihat olahraga raket akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial yang berkualitas. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis ekosistem ini akan menjadi salah satu sektor olahraga dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun ke depan,” tambah pria biasa disapa Dimas ini. Ke depan, Liga.Tennis membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, untuk pengembangan lokasi baru. Perusahaan menargetkan return on investment (ROI) tahunan sebesar 25–35 persen, serta ekspansi hingga 77 klub dalam 10 tahun mendatang. Didukung oleh aset digital seperti Liga App yang telah memiliki hampir 100.000 pengguna, Liga.Tennis juga menyiapkan langkah ekspansi ke pasar regional, khususnya Asia Tenggara. Pelajari lebih lanjut tentang tren olahraga raket dalam ekosistem Liga.Tennis di Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026 yang bisa diakses di sini.
Mini Soccer Persahabatan Kejati Sumut vs Mahasiswa-KNPI, Perkuat Sinergi Pemuda
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menggelar pertandingan mini soccer persahabatan bersama aliansi mahasiswa Cipayung Plus dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut