Wow! RI Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026 Internasional
Internasional
9 jam yang lalu

Wow! RI Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026

Rusia, katakabar.com - Indonesia terus memperkuat promosi kawasan industri sebagai destinasi investasi global. Dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan potensi kawasan industri nasional kepada pemerintah dan pelaku usaha Rusia sebagai pintu masuk pengembangan klaster industri internasional yang saling menguntungkan. “Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga daya saing industri nasional di tingkat global” ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita pada sesi Business Talk - Panel Discussion Dialogue between Russian and Indonesian SEZs/Industrial Estate: Regulatory Harmonization and The Development of International Industrial Clusters di Ekaterinburg, Rusia, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Optimisme tersebut didukung oleh kinerja kawasan industri yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, kawasan industri berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy menegaskan bahwa harmonisasi regulasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim investasi kawasan industri yang semakin kondusif antara Indonesia dan Rusia. "Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri kedua negara," ucap Tri. Diskusi tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, asosiasi kawasan industri, serta pengelola kawasan industri dari Indonesia dan Rusia guna membahas peluang kerja sama investasi, pengembangan kawasan industri, serta pembentukan kawasan industri yang saling terhubung (klaster industri internasional). Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu perusahaan atau tenan. Pengembangan kawasan industri dilakukan melalui empat pendekatan utama, yakni kawasan berteknologi tinggi, kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam, kawasan hemat air di luar Pulau Jawa, serta kawasan padat karya di Pulau Jawa guna meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional. Untuk memperkuat daya tarik investasi, pemerintah juga menyediakan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal. Fasilitas tersebut meliputi kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko, status kawasan industri sebagai Objek Vital Nasional yang memberikan kepastian keamanan investasi, pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri tertentu, program restrukturisasi mesin dan peralatan industri, serta berbagai insentif perpajakan seperti investment allowance, tax allowance, super tax deduction untuk kegiatan riset dan pelatihan vokasi, hingga pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku melalui skema masterlist. Selain itu, Indonesia juga menawarkan tingkat upah yang kompetitif di sejumlah wilayah industri sebagai salah satu daya tarik bagi investor manufaktur. Sebagai contoh keberhasilan pengembangan kawasan industri, Kemenperin turut memaparkan Kendal Special Economic Zone (Kendal SEZ). Kawasan yang dikembangkan melalui kerja sama Jababeka & Co. dan Sembcorp Urban Development Singapura tersebut telah menjadi salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Hingga 2025, Kendal SEZ mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp187,05 triliun dan menyerap lebih dari 76 ribu tenaga kerja. Saat ini, Kendal SEZ telah menampung 142 badan usaha dari berbagai negara, dengan sektor fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika sebagai sektor dominan. Tingginya tingkat okupansi kawasan mendorong pengembangan Ecosystem Hub seluas 1.200 hektar yang akan mencakup pusat riset dan inovasi, kawasan industri berkelanjutan, kawasan komersial, serta permukiman terpadu. Pengembangan tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 250 ribu tenaga kerja dengan tambahan investasi sekitar Rp370 triliun. Selain menawarkan infrastruktur industri yang lengkap, Kendal SEZ juga membuka peluang kolaborasi di bidang pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan sejumlah politeknik vokasi serta pengembangan digitalisasi pengelolaan kawasan industri. Dialog mengenai harmonisasi regulasi ini melengkapi penandatanganan Nota Kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia yang dilakukan sehari sebelumnya di Ekaterinburg. Kesepahaman tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan Indonesia dan Rusia dalam pengembangan kawasan industri, peningkatan investasi, serta pembentukan klaster industri internasional yang berdaya saing.

RI Teken 7 MoU di INNOPROM 2026 Demi Tembus Pasar Eurasia Internasional
Internasional
Kemarin

RI Teken 7 MoU di INNOPROM 2026 Demi Tembus Pasar Eurasia

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong perluasan jaringan pasar industri domestik ke kancah global. Langkah strategis ini terlihat nyata melalui partisipasi aktif Indonesia sebagai negara mitra (Partner Country) dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang berlangsung di Yekaterinburg, Rusia. "Indonesia membawa agenda industri yang tegas, yaitu mempercepat hilirisasi mulai dari mineral kritis dan manufaktur maju, hingga energi, ketahanan pangan, dan kawasan industri," ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya pada acara Business Forum: Russia–Indonesia Industrial Dialogue di Yekaterinburg, Rusia, di penghujung pekan pertama Juli 2026 lalu. Agus juga menambahkan Indonesia sangat optimistis untuk memperdalam kemitraan teknologi dengan Rusia, serta mengintegrasikan manufaktur bernilai tambah tinggi ke dalam pasar Eurasia. Sektor manufaktur atau Industri Pengolahan (IP) terbukti masih menjadi penopang utama atau tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor IP pada Triwulan I Tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 5,04 persen. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang menyentuh angka 4,55 persen. Selain itu, sektor IP memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yaitu mencapai 19,07 persen atau setara dengan Rp1.179,62 triliun. Kinerja memukau ini juga terlihat dari realisasi investasi pada Triwulan I Tahun 2026, di mana sektor IP menyumbang hingga 36,49 persen atau senilai Rp182,04 triliun. Tidak hanya dari sisi modal, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat masif, yakni sebanyak 20,04 juta orang per Februari 2026. Sementara pada sektor perdagangan internasional, kontribusi ekspor IP pada periode Januari–Februari 2026 mendominasi hingga 83,61 persen dengan nilai penjualan mencapai Rp622,68 triliun. Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia sendiri memperlihatkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai total perdagangan bilateral kedua negara tumbuh sebesar 5,4 persen hingga mencapai USD 4,8 miliar pada tahun 2025. Nilai ekspor produk Indonesia ke Rusia pun melonjak tajam sebesar 7,5 persen dengan total nilai sekitar USD 1,8 miliar pada tahun 2025. Indonesia secara rutin mengekspor komoditas unggulan seperti karet, kopi, coklat, teh, alas kaki, komponen elektronik, serta produk kimia. Sebaliknya, Indonesia mengimpor komoditas penting dari Rusia seperti pupuk, besi, baja, sereal, kimia organik, hingga pesawat terbang. Lebih lanjut, pelaksanaan forum bisnis ini mengangkat tiga topik kunci, antara lain Joint industrial projects, Investment opportunities for industrial companies in Russia and Indonesia, dan Tools and mechanisms to support exporters. “Saya yakin forum hari ini akan membawa kedua negara, khususnya sektor industri dapat berkolaborasi secara konkret melalui inisiasi proyek-proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan” tambah Menperin. Guna memperkokoh jalinan kerja sama strategis ini, kedua negara sepakat menandatangani tujuh dokumen perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU) baru di bidang industri. Dokumen tersebut meliputi kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, serta lima dokumen kerjasama teknis dan komersial yang melibatkan pelaku usaha seperti Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) bersama United Industrial Corporation AK Bars dan MoU antara PT Minang Jordanindo dengan CHETRA LLC, serta nota kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dengan the Association of Clusters dan Technology Parks, and SEZs of the Russian Federation (ACTPRF). Kerja sama baru ini melengkapi dua MoU terdahulu yang sudah berjalan sejak Desember 2025 di bidang galangan kapal dan studi krisotil asbestos. Peran Indonesia sebagai Partner Country diharapkan dapat menjadi landasan kuat untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, baik bagi Indonesia dan Rusia maupun pada skala global, ditengah tantangan geoekonomi dan geopolitik.

Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi Internasional
Internasional
Kemarin

Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi

Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan Rusia memperkuat penjajakan kerja sama industri perkapalan melalui forum Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market yang digelar di Indonesia Pavilion, Hall 4, pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri kedua negara untuk menjajaki peluang investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan produksi bersama guna meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia serta memperluas akses ke pasar ASEAN. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi. "Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional sekaligus memperluas akses ke pasar ASEAN. "Indonesia memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional," ujar Agus dalam keterangannya pada forum tersebut, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Forum tersebut mempertemukan asosiasi industri perkapalan dan komponen kapal dari Indonesia dengan perusahaan-perusahaan galangan kapal Rusia untuk membahas peluang kolaborasi bisnis dan pengembangan teknologi. Diskusi dipandu  Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Feby Setyo Hariyono. Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perkapalan Indonesia–Rusia pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi di bidang pembangunan kapal, teknologi maritim, rekayasa kelautan, pengembangan SDM industri, dan investasi. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang mampu mendukung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, kegiatan energi lepas pantai, hingga pemerataan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan, mulai dari desain dan pembangunan kapal niaga hingga teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim. Karakteristik tersebut menjadikan kedua negara memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi. Peluang kolaborasi juga diperkirakan semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU). Di forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain pembangunankapa l penumpang dan feri, kapal logistik, kapal perikanan, kapal patroli, kapal pendukung lepas pantai, pengembangan industri komponen kapal, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy, menjelaskan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif. Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi serta pengalaman dalam pengembangan berbagai jenis kapal. "Kami berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri, mulai dari alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, investasi, hingga joint production yang dapat memperkuat industri perkapalan nasional dan memperluas akses ke pasar ASEAN," imbuh Tri. Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi industri di sektor maritim melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan proyek-proyek konkret yang mampu mempercepat transformasi industri perkapalan nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur maritim yang melayani pasar domestik maupun kawasan ASEAN.

Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia Internasional
Internasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 15:05 WIB

Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Google.org umumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Google & YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7) lalu, yang juga menjadi momentum peluncuran laporan mengenai peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif Indonesia. Dukungan ini menandai kolaborasi antara Google.org dan ION dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur yang lebih terbuka, inklusif, dan interoperabel. Dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperkuat Digital Public Infrastructure (DPI) yang memungkinkan usaha mikro dan wirausaha, khususnya di wilayah perdesaan, memasuki pasar digital dengan lebih mudah, terbuka, dan tanpa dibebani biaya awal yang besar. Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Berbasis ONDC Indonesia Open Network (ION) merupakan inisiatif yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka (open digital commerce network) di Indonesia dengan mengadaptasi prinsip Open Network for Digital Commerce (ONDC), sebuah inisiatif Pemerintah India yang dirancang untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih terbuka, inklusif, dan tidak bergantung pada satu platform tertentu. ION dikembangkan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta berbagai mitra strategis lainnya. Berbeda dengan model marketplace konvensional yang mengumpulkan seluruh penjual dan pembeli dalam satu aplikasi, ION membangun jaringan terbuka yang menghubungkan penjual, pembeli, penyedia pembayaran, perusahaan logistik, lembaga keuangan, hingga berbagai aplikasi digital melalui standar teknologi yang sama. Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha cukup mendaftarkan identitas usaha beserta katalog produknya satu kali ke dalam jaringan ION. Setelah itu, produk dapat ditemukan dan ditransaksikan melalui berbagai aplikasi pembeli yang telah terhubung ke jaringan tersebut tanpa harus membuka dan mengelola toko secara terpisah di setiap platform. Presiden Direktur PT Indonesia Open Network, Bayu Prawira Hie menegaskan bahwa ION bukan dibangun sebagai marketplace baru, melainkan sebagai infrastruktur digital publik yang menghubungkan seluruh pelaku dalam ekosistem perdagangan digital. "ION bukan marketplace. ION adalah jaringan digital terbuka yang memungkinkan seluruh pelaku ekosistem perdagangan digital saling terhubung," ujar Bayu. Menurut Bayu, perdagangan digital saat ini masih didominasi oleh closed network, yaitu ekosistem tertutup yang dikendalikan oleh masing-masing platform. Sebaliknya, ION mengusung konsep open network yang memungkinkan marketplace, sistem pembayaran, perbankan, perusahaan logistik, hingga pelaku UMKM saling terhubung melalui protokol yang sama. "Yang kami bangun adalah infrastrukturnya. Marketplace tetap ada, tetapi semuanya dapat saling terhubung dalam jaringan yang sama," tambahnya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengatasi fragmentasi perdagangan digital sekaligus memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha dalam memilih layanan pembayaran, logistik, maupun platform penjualan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Semakin banyak pelaku yang bergabung ke dalam jaringan, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat tercipta melalui efek jaringan (network effect). AI Berpotensi Tambah Rp910 Triliun bagi Perekonomian Indonesia Pengumuman hibah tersebut juga bertepatan dengan peluncuran AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Google bersama Public First dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI secara lebih luas berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun (US$55 miliar) atau setara sekitar 3,8% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, apabila usaha kecil dan menengah mampu mengadopsi AI pada tingkat yang setara dengan perusahaan besar. Saat ini, baru sekitar 14,5% UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan AI, dibandingkan dengan 62,5% perusahaan berskala besar. Menurut Vice President Government Affairs and Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, kesenjangan tersebut justru menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia. "Jadi, peluang besar ada di depan kita," kata Markham. Menurutnya, apabila tingkat adopsi AI di kalangan UMKM dapat ditingkatkan hingga setara dengan perusahaan besar, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun sekaligus menciptakan lebih dari 510.000 lapangan kerja baru melalui lahirnya produk, layanan, dan model bisnis baru. Selain itu, pemanfaatan generative AI di sektor kreatif dan media diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi tahunan hingga Rp66 triliun. Teknologi tersebut juga berpotensi menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun bagi pekerja kreatif, sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan ide, kreativitas, dan storytelling. Sementara itu, teknologi lokalisasi berbasis AI seperti penerjemahan otomatis, subtitling, dan dubbing diperkirakan dapat membuka potensi ekspor ekonomi kreatif hingga Rp6,7 triliun setiap tahun. Fondasi Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia Google juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab. Perusahaan menilai AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang ekonomi baru, serta membantu kreator dan pelaku usaha Indonesia menjangkau pasar global sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai Indonesia harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai pasar digital, tetapi juga sebagai pusat lahirnya karya kreatif dan kekayaan intelektual. "Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang," ucap Irene. Melalui dukungan Google.org, pengembangan ION sebagai jaringan perdagangan digital terbuka diharapkan mampu mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus memperluas akses mereka terhadap pembayaran digital, logistik, pembiayaan, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas. Dengan mengadaptasi model ONDC dari India dan menargetkan pemberdayaan 100.000 usaha mikro pada tahun pertama, ION diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem perdagangan digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif, sehingga semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ekonomi digital yang diproyeksikan terus tumbuh di era AI.

Ribuan Ton Cangkang Inti Sawit Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang Internasional
Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:07 WIB

Ribuan Ton Cangkang Inti Sawit Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang

Aceh Utara, katakabar.com -  PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, kembali mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh melalui Branch Lhokseumawe atau biasa disebut Pelabuhan Krueng Geukueh. Total 9.275 metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang inti sawit bersertifikat Green Gold Label (GGL) diberangkatkan menuju Omaezaki Port, Jepang, Rabu (22/7), untuk bahan baku biomassa untuk energi terbarukan. Pengiriman yang dilakukan PT Kharisma Inti Mitra Indonesia tersebut menjadi pengapalan ketiga komoditas biomassa melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, pelabuhan ini telah melayani ekspor PKS ke Jepang dengan total volume mencapai 29.775 metrik ton, yang menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Krueng Geukueh dalam mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar global. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman, menilai keberhasilan ekspor tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai salah satu simpul logistik yang memiliki daya saing di kawasan barat Indonesia. "Pelabuhan Krueng Geukueh terus dikembangkan sebagai pelabuhan yang mengedepankan konektivitas, keandalan pelayanan, serta kemudahan bagi pengguna jasa. Kami didukung sumber daya manusia yang profesional, fasilitas operasional yang memadai, dan koordinasi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan. Kombinasi tersebut menciptakan iklim bisnis yang semakin kondusif sehingga memberikan kepastian pelayanan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional," kata Aulia. Ia menambahkan Pelindo akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan ekspor berbagai komoditas unggulan Aceh, baik dari sektor perkebunan, pertanian, industri, maupun komoditas strategis lainnya. Palm Kernel Shell di antara produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai strategis sebagai bahan bakar biomassa untuk pembangkit energi ramah lingkungan. Seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi di berbagai negara, permintaan terhadap biomassa berkelanjutan terus meningkat, termasuk dari Jepang sebagai salah satu pasar utamanya. Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, menyampaikan setiap aktivitas pelayaran internasional di Pelabuhan Krueng Geukueh selalu dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. "KSOP bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta instansi terkait memastikan seluruh proses pelayanan kapal berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengawasan keselamatan pelayaran, hingga koordinasi dengan instansi CIQP. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap pelayanan pelabuhan," jelasnya. Sedang, Site Manager PT Kharisma Inti Mitra Indonesia, Anthony Kumala, menimpali tingginya minat pasar internasional terhadap PKS asal Aceh tidak terlepas dari kualitas komoditas yang dihasilkan serta dukungan ekosistem logistik yang semakin kompetitif. "Kemudahan koordinasi antar pemangku kepentingan, proses pelayanan yang semakin cepat, serta dukungan infrastruktur logistik di Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi nilai tambah yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekspor," ucapnya. Melalui kolaborasi yang erat antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha, Pelabuhan Krueng Geukueh terus memperkuat perannya sebagai gerbang perdagangan internasional di wilayah Aceh. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung konektivitas logistik dan peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke pasar global.

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor Internasional
Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 10:03 WIB

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

Jakarta, katakabar.com - Pasar tokenisasi aset Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030. Bittime melihat Tokenized US Stocks semakin diminati investor seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi ke aset global. Tokenisasi aset diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.  Riset Tiger Research menunjukkan, nilai pasar tokenisasi aset ata Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 31,7%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin kuatnya ekosistem digital Indonesia yang dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain. Tiger Research juga menilai investor Indonesia mulai meningkatkan minat terhadap aset global, khususnya Tokenized US Stocks, karena menawarkan akses yang lebih mudah ke perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia semakin terbuka terhadap diversifikasi portofolio ke aset global. "Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital," ujar Ryan. Pilihan Aset dan Fitur Jadi Faktor Pendorong Seiring meningkatnya minat investor, pilihan aset yang tersedia di platform tokenisasi menjadi salah satu pertimbangan. Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih komprehensif dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global. Berdasarkan benchmark tersebut, Bittime menyediakan salah satu lini Tokenized US Stocks paling lengkap di antara platform aset digital lokal, mencakup saham perusahaan global seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah ETF berbasis teknologi.  Selain kelengkapan pilihan aset, Bittime juga menjadi exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur Flexible Staking pada Tokenized US Stocks dengan reward hingga 7% APR, sehingga investor dapat memperoleh potensi imbal hasil tambahan tanpa kehilangan fleksibilitas dalam mengelola asetnya. Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab karakteristik saham Amerika Serikat yang umumnya memiliki dividend yield lebih rendah dibandingkan saham di Indonesia. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," jelas Ryan. Minat tersebut juga tercermin pada data internal Bittime. Dalam 48 jam setelah peluncuran Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenized saham bertema AI, terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Hampir 50% kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga langsung ditempatkan ke fitur Earn. Sementara, lima Tokenized US Stocks dengan kepemilikan terbesar pada pekan lalu adalah SpaceX (SPCXX), NVIDIA (NVDAX), Tesla (TSLAX), MicroStrategy (MSTRX), dan Apple (AAPLX).  Data tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai membangun portofolio global dengan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, mulai dari sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, hingga aset yang terkait dengan ekosistem aset digital. Ryan menilai proyeksi pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh menunjukkan peluang pengembangan investasi aset global di Indonesia juga semakin besar. "Potensi pasar tokenisasi aset yang terus berkembang menunjukkan investor Indonesia akan memiliki semakin banyak pilihan untuk mengakses aset global. Kami melihat Tokenized US Stocks menjadi salah satu segmen yang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi investasi dan dukungan regulasi yang semakin kuat," sebut Ryan.

Hisense Paparkan Strategi Pertumbuhan Berbasis AI Bentuk Era Baru Kehidupan Cerdas Internasional
Internasional
Senin, 27 Juli 2026 | 16:13 WIB

Hisense Paparkan Strategi Pertumbuhan Berbasis AI Bentuk Era Baru Kehidupan Cerdas

Tiongkok, katakabar.com - Hisense sebagai merek global elektronik dan peralatan rumah tangga, perkenalkan strategi pertumbuhan berbasis AI. Bersama strategi ini, Hisense siap memasuki babak baru pengembangan global untuk terus mendorong inovasi, menghadirkan kehidupan yang cerdas, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi konsumen. Pada Final FIFA World Cup 2026™ di New York, Hisense menggelar Hisense Global Partner Conference 2026. Momen ini menjadi wadah bagi Hisense untuk merangkul para konsumen dan mitra global dalam memperkenalkan visi masa depan di era AI. “AI telah mengubah segalanya, dan kita semua adalah bagian dari perubahan ini,” ujar Fisher Yu, CEO Hisense Group.  “Di era AI, kita harus menyambut gelombang besar ini. Kami memperkuat strategi perusahaan melalui lima pilar utama: memperluas rekam jejak di seluruh rantai nilai AI; mentransformasi perangkat pintar menjadi pendamping rumah cerdas melalui inovasi skenario berbasis AI; mempertahankan pemasaran olahraga jangka panjang untuk memperkuat merek global; mengutamakan pendekatan berbasis layanan demi meningkatkan pengalaman pengguna; serta  memperdalam glokalisasi guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan mitra kami,” imbuhnya. Di dalam pusat strategi, Hisense adalah wujud komitmen jangka panjang dalam perkembangan AI. Hisense tengah membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup seluruh rantai nilai.  “Ketika kami memetakan Hisense ke dalam arsitektur ini, visi kami jelas membangun kembali seluruh bisnis kami berbasis AI,” jelas Yu. Di saat yang sama, Hisense memacu pertumbuhan di berbagai sektor seperti AI Hub, semikonduktor, energi cerdas, teknologi laser, hingga elektronik otomotif, sembari terus memperkuat lini bisnis perangkat pintarnya.  Bagi konsumen, inovasi ini melahirkan era baru tempat perangkat rumah tangga bertransformasi menjadi pendamping cerdas. Bukan lagi sekadar alat, perangkat ini mampu membaca situasi, memahami preferensi personal, berinteraksi secara alami, dan bertindak secara proaktif.  “Perangkat biasa sekadar menerima instruksi. Sebaliknya, seorang pendamping hadir untuk memahami Anda, membaca kebutuhan Anda, dan menciptakan kehangatan di rumah. Inilah masa depan yang sedang kami bentuk,” pungkas Yu. ​Visi ini telah hadir di seluruh ekosistem Hisense. Didukung V AI OS, TV Hisense dapat membaca keinginan pengguna dan menghadirkan tontonan favorit di saat yang paling pas. Tak hanya untuk hiburan, ekosistem ConnectLife menyatukan berbagai peralatan rumah tangga agar bertindak pintar dalam urusan dapur, perawatan pakaian, kenyamanan udara, hingga penghematan energi. Perpaduan fungsi AI ini menghadirkan kehangatan dan kemudahan baru di tengah keluarga. Berupaya memperkuat merk globalnya, Hisense menyatukan konsumen di seluruh dunia denegan kemitraan olahraga jangka panjang, melalui bahasa universal yang dipahami semua orang.  “Sangat menyenangkan melihat mitra kami terus melangkah ke depan, menawarkan teknologi canggih seperti LED mutakhir, serta mendukung operasional VAR di setiap level pertandingan,” ungkap Romy Gai, Chief Business Officer FIFA. “Harvey Norman sangat mengapresiasi kemitraan dengan Hisense, terutama atas investasi global perusahaan yang berkelanjutan dalam teknologi mutakhir, inovasi, dan penguatan merek,” ucap Haydon Myers, Executive General Manager Electrical, Harvey Norman Australia.  "Komitmen Hisense terhadap standar premium global terbukti lewat kemitraannya di tiga Piala Dunia FIFA berturut-turut. Komitmen jangka panjang inilah yang terus memperkuat merek Hisense sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi konsumen, mitra ritel, dan industri secara luas,” imbuhnya. Investasi jangka panjang Hisense di dunia olahraga global tumbuh berdampingan dengan perjalanannya di ranah internasional. Memasuki era baru, di mana AI meredefinisikan berbagai industri, Hisense akan terus menyinergikan teknologi mutakhir, kemitraan global, serta inovasi yang mengedepankan kebutuhan pengguna untuk menciptakan pengalaman hidup cerdas yang lebih bermakna.

Harga Emas Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish Internasional
Internasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 15:00 WIB

Harga Emas Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diprediksi masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Rabu (22/7) lalu. Dari analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang kenaikan masih cukup terbuka seiring munculnya sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan perubahan arah pasar ke fase bullish. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan bahwa tekanan beli mulai mengambil alih dominasi pasar setelah sebelumnya emas (XAUUSD) berada dalam tren penurunan. Selama harga tetap bertahan di atas area support utama, potensi kenaikan menuju level resistance berikutnya dinilai masih cukup besar. Dijelaskannya, dalam kajian teknikal yang disampaikan Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily memperlihatkan perkembangan yang semakin konstruktif. Salah satu sinyal penting yang menjadi perhatian adalah terbentuknya pola Double Bottom, pola grafik yang sering dipandang sebagai indikasi berakhirnya tren bearish sekaligus membuka peluang terjadinya pembalikan arah menuju tren naik. Geraldo Kofit menuturkan kemunculan pola tersebut mencerminkan mulai menguatnya minat beli dari pelaku pasar setelah harga beberapa kali gagal mencetak level terendah baru. Kondisi tersebut memberikan optimisme bahwa momentum bullish berpotensi berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Tidak hanya itu, kata Geraldo, Dupoin Futures juga menyoroti keberhasilan emas (XAUUSD) menembus Moving Average (MA) 21, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dinamis. Penembusan level ini dinilai sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara pembeli semakin percaya diri untuk membawa harga bergerak lebih tinggi. Setelah berhasil dilewati, MA 21 kini diperkirakan berubah fungsi menjadi area support dinamis yang dapat menopang harga apabila terjadi koreksi dalam jangka pendek. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, prospek kenaikan dinilai masih tetap terjaga. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, level 4.060 menjadi area support penting yang perlu dipertahankan oleh emas (XAUUSD). Apabila harga tetap mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance pertama di kisaran 4.201 masih sangat terbuka. Selanjutnya, jika tekanan beli semakin kuat dan terjadi breakout yang didukung volume transaksi yang memadai, Dupoin Futures memperkirakan emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju target resistance berikutnya di level 4.329. Area tersebut menjadi target teknikal utama yang patut diperhatikan investor maupun trader dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, juga melihat indikator Stochastic masih memberikan sinyal yang mendukung kelanjutan tren naik. Saat ini indikator tersebut bergerak menuju area overbought, menandakan bahwa momentum beli masih cukup dominan. Meskipun posisi overbought sering dikaitkan dengan peluang koreksi, hingga saat ini belum terdapat indikasi pelemahan yang kuat maupun sinyal pembalikan arah yang valid. Dengan demikian, Dupoin Futures menilai kekuatan buyer masih mampu menopang pergerakan emas (XAUUSD) selama tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari pasar global. Meski prospek bullish masih menjadi skenario utama, Dupoin Futures tetap mengingatkan bahwa potensi koreksi jangka pendek tidak dapat diabaikan. Ketika harga mendekati area resistance 4.201 hingga 4.329, peluang munculnya aksi ambil untung atau profit taking cenderung meningkat. Koreksi seperti ini bagian normal dari dinamika pasar dan tidak serta-merta mengubah tren utama yang sedang berkembang. Oleh karena itu, Dupoin Futures menyarankan pelaku pasar untuk tetap disiplin menerapkan manajemen risiko serta menunggu konfirmasi lanjutan sebelum membuka posisi baru. Dari sisi fundamental, kata Geraldo, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara, serta berbagai risiko geopolitik masih menjadi faktor yang mendorong investor mencari instrumen investasi yang relatif lebih aman. Dalam kondisi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu pilihan utama sebagai aset lindung nilai sehingga mampu menopang harga di tengah volatilitas pasar keuangan. Selain faktor safe haven, perhatian investor juga masih tertuju pada arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Menurut Dupoin Futures, apabila data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan atau tekanan inflasi mulai mereda, peluang bank sentral AS untuk mengambil kebijakan yang lebih akomodatif akan semakin besar. Skenario tersebut berpotensi melemahkan dolar AS sekaligus menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kombinasi kedua faktor tersebut umumnya memberikan sentimen positif bagi harga emas (XAUUSD) karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Jadi, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar. Rilis indikator seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), hingga keputusan suku bunga The Fed dapat memicu volatilitas yang cukup tinggi. Jika hasil data tersebut lebih kuat dari perkiraan pasar, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memicu tekanan terhadap emas (XAUUSD) melalui aksi profit taking. Sebaliknya, apabila data menunjukkan perlambatan ekonomi, peluang kenaikan harga emas diperkirakan akan semakin besar. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan hari ini masih mengarah ke sisi positif. Kombinasi terbentuknya pola Double Bottom, keberhasilan harga menembus MA 21, serta penguatan indikator Stochastic memberikan sinyal bahwa momentum bullish masih layak diperhitungkan. Selama emas (XAUUSD) mampu mempertahankan posisinya di atas level support 4.060, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance 4.201 hingga 4.329 dinilai masih terbuka. Meskipun demikian, Dupoin Futures mengimbau investor dan trader agar tetap mencermati perkembangan data ekonomi global serta dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat karena faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas (XAUUSD) dalam jangka pendek maupun menengah.

WGS dan Mavvrik Jalin Kemitraan Strategis Hadirkan Solusi FinOps Generasi Baru di Indonesia dan Asteng Internasional
Internasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 12:13 WIB

WGS dan Mavvrik Jalin Kemitraan Strategis Hadirkan Solusi FinOps Generasi Baru di Indonesia dan Asteng

Bandung, katakabar.com - Walden Global Services (WGS) umumkan kemitraan strategis dengan Mavvrik, untuk menghadirkan solusi Financial Operations (FinOps) dan Cloud Cost Management bagi organisasi di Indonesia dan Asia Tenggara. Lewat kemitraan ini, Mavvrik resmi memperluas ekspansinya ke kawasan, sementara WGS memperkuat portofolio layanannya guna membantu perusahaan meningkatkan visibilitas biaya, tata kelola pengeluaran teknologi, serta optimalisasi investasi pada lingkungan cloud, AI, dan infrastruktur hybrid. Kolaborasi ini ditujukan untuk menjawab meningkatnya tantangan pengelolaan biaya teknologi seiring pesatnya adopsi cloud dan AI di Asia Tenggara, dengan menggabungkan platform cost governance milik Mavvrik dan keahlian implementasi serta konsultasi WGS. Walden Global Services (WGS), salah satu perusahaan konsultan teknologi informasi dan pengembang perangkat lunak enterprise terdepan di Indonesia. Sedang, Mavvrik, platform cost governance yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur hybrid. Seiring meningkatnya adopsi komputasi awan (cloud computing) dan AI di Asia Tenggara, berbagai organisasi menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengelola kenaikan biaya infrastruktur teknologi informasi. Dengan pasar cloud regional yang diproyeksikan terus bertumbuh, kebutuhan akan transparansi keuangan, tata kelola biaya (cost governance), dan optimalisasi pengeluaran teknologi menjadi semakin penting. Kemitraan ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui solusi yang memberikan visibilitas menyeluruh dan akuntabilitas finansial pada lingkungan public cloud, hybrid cloud, beban kerja AI, infrastruktur on-premises, hingga layanan Software as a Service (SaaS). Gabungkan Keahlian Lokal dengan Inovasi Global Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam mendukung transformasi digital perusahaan berskala besar, PT Walden Global Services (WGS) akan bekerja sama dengan Mavvrik untuk mendukung organisasi di Indonesia dan Asia Tenggara. WGS akan mengintegrasikan platform cost governance milik Mavvrik ke dalam portofolio layanan teknologi enterprise yang dimilikinya, guna membantu pelanggan memperkuat praktik FinOps, meningkatkan pengendalian finansial, serta memaksimalkan nilai investasi teknologi. "Kemitraan kami dengan Mavvrik menjadi tonggak penting dalam misi WGS untuk menghadirkan solusi teknologi yang inovatif dan berdampak tinggi bagi pelanggan," ujar Chairman WGS, Ikin Wirawan. "Seiring lingkungan TI yang semakin kompleks akibat pesatnya adopsi AI dan arsitektur hybrid cloud, kapabilitas FinOps bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Bersama Mavvrik, kami berkomitmen membantu organisasi di Indonesia dan Asia Tenggara memperoleh kendali penuh atas belanja teknologi mereka serta mengubah biaya TI menjadi investasi strategis bagi bisnis," jelasnya. Menjawab Tantangan FinOps di Era AI Mavvrik dikenal melalui platform cost governance inovatif yang dirancang untuk mendukung operasional TI modern. Platform ini membantu tim keuangan, FinOps, dan TI menghilangkan blind spot finansial melalui praktik Cloud Cost Management yang didukung visibilitas biaya secara tepat waktu, alokasi biaya otomatis, penyusunan anggaran yang lebih cerdas, serta pengendalian belanja secara proaktif.  Solusi tersebut membantu organisasi mengidentifikasi pemborosan sekaligus mengurangi risiko pembengkakan biaya cloud maupun AI. Berbeda dengan solusi yang hanya berfokus pada data penagihan public cloud, Mavvrik juga menghadirkan visibilitas biaya pada lingkungan yang tidak memiliki billing API, termasuk infrastruktur GPU on-premises, implementasi AI privat, dan self-hosted large language models (LLM). Kapabilitas ini dinilai semakin relevan bagi perusahaan di Asia Tenggara yang perlu menyeimbangkan kebutuhan data residency dengan meningkatnya biaya implementasi AI. "Biaya infrastruktur TI dan AI yang tidak terkendali bukan lagi sekadar tantangan teknis, tetapi telah menjadi risiko finansial yang signifikan bagi perusahaan saat ini," timpal Darmawan Suwirya, Co-founder Mavvrik. "Kami antusias bermitra dengan WGS, salah satu perusahaan teknologi terdepan di Indonesia, untuk mendukung perusahaan di seluruh Asia Tenggara. Dengan menggabungkan teknologi Mavvrik dan keahlian lokal serta kemampuan implementasi WGS, kami ingin membantu organisasi di kawasan berinovasi dengan AI dan cloud secara lebih percaya diri, efisien, dan bertanggung jawab," ucapnya. Memberikan Nilai Tambah Bagi Perusahaan di Asia Tenggara Melalui kemitraan ini, pelanggan WGS dan perusahaan di Asia Tenggara akan memperoleh sejumlah manfaat, yakni: · Visibilitas biaya yang komprehensif melalui pemantauan terpusat terhadap pengeluaran di berbagai layanan public cloud seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure, private cloud, layanan AI termasuk OpenAI, Anthropic, dan penyedia AI lainnya, autonomous agents, platform SaaS, serta infrastruktur on-premises. · Optimalisasi unit economics melalui kemampuan menghitung cost-to-serve hingga tingkat produk, fitur, dan pelanggan, sehingga mendukung penyusunan strategi harga dan analisis profitabilitas yang lebih akurat. · Tata kelola dan otomasi biaya melalui kebijakan chargeback otomatis, deteksi anomali secara cerdas, serta pengendalian anggaran secara proaktif untuk membantu organisasi mengidentifikasi pemborosan dan mencegah pembengkakan biaya sebelum terjadi. Melalui kolaborasi ini, WGS dan Mavvrik menargetkan percepatan adopsi dan peningkatan maturitas FinOps di Indonesia dan Asia Tenggara, sehingga organisasi dapat mewujudkan pertumbuhan teknologi yang berkelanjutan dengan tetap menjaga disiplin finansial.