Aha do ito niluluanmu...
na mangolu on...
Mulak ma ho, mulak ma ho ito...
Tinggalhon dalan mi...

Itulah pengulangan lagu 'Sigaret Begu' yang dilantunkan Erick Sihotang, Rabu malam dua bulan lalu.

Malam itu, giliran abang kandung Judika Sihotang ini yang didapuk menghibur tetamu New Hunter Pub (NHP) lewat tajuk Show Time 'Satu Jam Bersama Eric Sihotang'.

Diiringi musisi handal besutan Rudolf Naibaho, jadilah tembang-tembang yang didendangkan Erick itu renyah berseliweran di telinga para tetamu yang hampir semua matanya memaku ke panggung. 

Erick hanyalah satu dari sederet penyanyi kondang yang sudah menjejakkan kaki di panggung bernuansa pentas konser itu. 

Sebab sebelum Erick, Judika, Rita Butar-Butar, Vicktor Hutabarat, Buntora Situmorang, Trio Ambisi dan yang lain sudah merasakan iringan para musisi handal besutan Rudolf Naibaho, pendiri NHP itu.  

"Alhamdulillah, sejak NHP ini berdiri 14 tahun silam, kita memang selalu membikin Show Time pada Rabu malam. Tujuannya tentu memberikan warna tersendiri demi memanjakan tetamu NHP," cerita Nani Yusman, Koordinator Pelayanan NHP kepada katakabar.com Jumat malam. 

Pub yang berdiri apik di kawasan jalan DI Panjaitan 94 Cawang Bawah Jakarta Timur ini kata Nani sebenarnya enggak hanya menyuguhkan yang semacam itu. 

Tapi tiap Senin malam dan Kamis malam ada pula yang namanya Uning-uningan Embas-Embas (UUEE). Di sesi ini, suasana berselimut adat batak nampak kental.    

"Pub ini memang enggak hanya menyuguhkan suasana dan lagu-lagu kekinian, tapi di waktu tertentu kita tetap kembali ke 'bona pasogit'. Jadi siapa pun yang rindu akan lagu-lagu kampung halaman, bolehlah menumpahkan kerinduan di sini," kata perempuan kelahiran Bangka ini.

Terus, di hari tertentu, NHP juga memberikan kesempatan kepada penyanyi-penyanyi disabilitas untuk tampil di sana. "Mereka punya potensi besar dan mungkin kurang mendapat tempat. Nah di kita, mereka punya tempat. Dengan cara seperti itu pula kita membantu ekonomi mereka," cerita Rinto Naibaho pula. Lelaki 42 tahun ini menjadi salah satu pendiri NHP itu. 

Punya suguhan musik yang unik dan beragam, NHP pun melengkapinya dengan kantin dengan menu lengkap dan para pelayanan yang ramah dan sopan. 

Ada sekitar 60 orang lelaki dan perempuan terlatih untuk melayani tetamu di 41 table yang ada. "Jadi mohon maaf, kesan negatif dunia malam, enggak ada di NHP. Semua pelayan berpakaian sopan dan ini juga salah satu ciri khas kita," Lanser Sihombing, lelaki yang kini mengomandani NHP itu, menimpali. 

Khusus soal kantin, makanan khas batak ada disajikan, tentunya makanan yang juga bisa dimakan oleh mereka yang muslim. "Soal harga, kami boleh diadulah. Bisa disebut lebih murah dibanding Pub sekelasnya," kata Nani setengah promosi. 

Jadi kata Nani, tetamu yang datang ke NHP enggak bakal kecewalah. Sebab semuanya sudah didisain sedemikian rupa. Mulai dari suguhan tempat yang nyaman, lagu-lagu yang oke, makanan yang mantap hingga parkiran yang aman. 

Itu semua kata Nani bisa optimal disuguhkan lantaran sejak awal, rasa kekeluargaan yang kental sudah dibangun dulu di NHP. "Di sini antara atasan dan bawahan enggak ada batasan. Kayak keluarga saja. Itulah makanya semua karyawan enggak punya beban menjalankan SOP yang ada," ujar Nani. 

Dan oleh kentalnya rasa kekeluargaan tadi, NHP kemudian membikin tembang khusus yang ternyata menjadi hits.

Penggalannya begini;

Molo sojumpangmu au disi, tu cawang bawah maho ro...
Tu New Hunter Pub batak nauli...

 
So, bagi yang belum pernah bertandang ke NHP, ada baiknya segera datang, tentu setelah pandemi Covid 19 lenyap. 

"Kalau yang belum sempat datang, silahkan mencari tahu update kegiatan kita di facebook/NEW HUNTER PUB dan https://www.youtube.com/channel/UCJ2mnde41Vi9Ou9YkFerN9g," pesan Nani.