Google

Sorotan terbaru dari Tag # Google

CRM Indonesia Rating Tertinggi: Barantum Raih 4,9/5 dari 1.200 Ulasan Google Teknologi
Teknologi
Minggu, 21 Juni 2026 | 12:09 WIB

CRM Indonesia Rating Tertinggi: Barantum Raih 4,9/5 dari 1.200 Ulasan Google

Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan WhatsApp Business API satu dashboard. Ini memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Pasar aplikasi CRM Indonesia tumbuh pesat seiring percepatan transformasi digital. CRM kini digunakan berbagai jenis bisnis, dari korporasi besar hingga UMKM, untuk meningkatkan pengelolaan pelanggan, produktivitas sales, dan kualitas layanan.  Barantum adalah penyedia aplikasi CRM asal Indonesia yang berdiri sejak tahun 2015 yang kini mulai dilirik dan direkomendasikan banyak pebisnis di Indonesia. Sebagai partner resmi Meta untuk WhatsApp Business API, Barantum menghadirkan solusi all in one mulai dari aplikasi CRM, broadcast WhatsApp, AI agent hingga sistem call center dalam satu platform terintegrasi. Memudahkan bisnis mendapatkan solusi CRM secara end to end hanya dengan satu aplikasi. Per 12 Juni 2026, Barantum meraih rating 4,9/5 dari 1.221 ulasan di Google Bisnis, menjadikannya CRM lokal dengan rating tertinggi di Indonesia. Pencapaian ini mencerminkan tingginya tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas sistem dan pelayanan yang diberikan Barantum.  Kenapa Banyak Bisnis Indonesia Mulai Menggunakan Barantum CRM? Lebih dari 1.000 bisnis di Indonesia sudah menggunakan Barantum. Penggunanya berasal dari berbagai industri, mulai dari BRI Insurance, Adira Finance, Total Bangun Persada, AnterAja, Sekolah.mu, Pusat Gadai Indonesia, Bakmi GM, Mie Gacoan, Orang Tua, hingga Kimia Farma. Salah satu alasan banyaknya bisnis memilih Barantum adalah karena sistemnya mudah digunakan serta fiturnya yang cocok dengan yang dibutuhkan bisnis di Indonesia saat ini. Salah satu layanan unggulannya adalah WhatsApp Business API resmi, memungkinkan bisnis untuk mendapatkan akun centang biru dan mengirimkan pesan massal di WhatsApp secara aman dan minim risiko blokir. Ditambah aplikasi CRM, omnichannel chat dan call centernya yang sudah otomatis terintegrasi satu sama lain. Alasan yang menjadi faktor utama lainnya adalah karena Barantum merupakan produk lokal asli Indonesia. Menggunakan produk lokal untuk CRM dirasa lebih aman dibanding menggunakan CRM luar, seperti adanya keterbatasan komunikasi untuk layanan dukungan dan after salesnya. Berbeda dengan penyedia CRM lainnya yang sangat kompleks bagi pemula, Barantum lebih fokus pada UI yang user friendly serta proses onboarding & pelayanan yang cepat dan professional. Dibuktikan dengan tingginya tingkat kepuasan pelanggan dan tercermin dalam ulasan Google bisnisnya saat ini. CRM Indonesia Rating Tertinggi, Bukti Kepuasan Nyata Ulasan pengguna sering jadi pertimbangan utama sebelum perusahaan memilih aplikasi CRM Indonesia yang tepat. Barantum menjadi salah satu yang paling banyak direkomendasikan penggunanya, dan kepuasan ini terlihat langsung dari ulasan para penggunanya. Jittlada Group, misalnya, merasakan manfaat langsung dalam pengelolaan broadcast dan respons pelanggan setelah menggunakan Barantum: "We love using Barantum! It really helps us with marketing and reservation broadcasts. Sending promotions and managing customer responses can be done easily in one place. The system makes our daily operations faster and more organized. Their support team is always helpful and quick to respond. Totally recommended!" ujar Admin Jittlada Group Hal serupa juga dirasakan pengguna lain, "saya sangat puas dengan pengalaman menggunakan aplikasi Barantum. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap dan intuitif, sehingga sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja serta memperlancar komunikasi, baik di dalam tim maupun dengan pelanggan," timpal Finance Accounting Tax Dearbutter Lalu, berapa biaya menggunakan Barantum CRM? Paket tersedia mulai Rp897.000/bulan untuk kebutuhan dasar, hingga Rp1.797.000/bulan (Professional) dengan fitur lebih lengkap seperti automation, integrasi sistem, atau paket Enterprise untuk perusahaan besar dengan custom flow sesuai kebutuhan. Untuk implementasi, prosesnya umumnya selesai dalam 3 hingga 7 hari. Tim Barantum mendampingi langsung mulai dari konfigurasi pipeline hingga pelatihan pengguna. Soal keamanan data, Barantum sudah bersertifikasi ISO 27001 dan menerapkan enkripsi serta role-based access control untuk menjaga keamanan informasi bisnis, yang tentunya sudah sesuai dengan ketentuan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27 Tahun 2022). Layanan support pun tersedia 24 jam dengan tingkat kepuasan yang tinggi dari para penggunanya. Bukan Sekadar Aplikasi CRM, Tapi Mitra Tumbuh Bisnis Di tengah meningkatnya kebutuhan CRM, perusahaan tidak hanya membutuhkan aplikasi dengan fitur lengkap. Tapi juga partner yang mendampingi implementasi dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan. "Penyedia CRM tidak cukup hanya menawarkan fitur lengkap. Yang terpenting adalah bagaimana pelanggan merasakan pelayanan dan pendampingan yang membantu bisnis mereka berkembang. Bagi kami, CRM bukan hanya sekadar aplikasi, tetapi partner yang membantu perusahaan memaksimalkan sistem sesuai kebutuhan operasional," kata Handri Kosada, CEO Barantum. Memilih CRM yang tepat bukan sekadar investasi teknologi, tapi menentukan mitra yang mendampingi pertumbuhan bisnis jangka panjang. Mulai langkah transformasi digital bersama Barantum hari ini.

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat Internasional
Internasional
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:09 WIB

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat

Jakarta, katakabar.com - Apple resmi mengonfirmasi kerja sama teknologi dengan Google. Langkah strategis ini dinilai berdampak pada saham Apple, Alphabet, dan arah industri AI global. Apple Inc., salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, baru-baru ini mengonfirmasi langkah strategis penting dengan memperkuat hubungan kerjasama teknologi bersama Google. Informasi ini telah menjadi sorotan para investor global karena dampaknya yang luas terhadap ekosistem teknologi, termasuk di pasar modal Amerika Serikat. Menurut laporan terbaru dari Yahoo Finance, Apple akan menggunakan teknologi Google termasuk dukungan AI dan mesin pencari dalam fitur-fitur barunya, seperti Siri dan integrasi mesin pencari pada perangkat iOS mendatang. Kolaborasi multiyear ini menunjukkan bahwa Apple menghormati keahlian Google dalam kecerdasan buatan dan infrastruktur pencarian di internet, sekaligus mendukung pengalaman pengguna di perangkat Apple. Apa yang Dimaksud dengan Kolaborasi Apple dan Google? Kerja sama ini mencakup pemanfaatan teknologi Google untuk memperkuat kemampuan Siri dan proses pencarian menggunakan AI. Model AI seperti Google Gemini dipilih Apple untuk menghadirkan performa yang jauh lebih cepat dalam memahami permintaan pengguna, mengatasi kelemahan kompetitif yang selama ini melekat pada Siri dibanding kompetitor lain seperti Google Assistant atau bahkan ChatGPT. Langkah ini bukan sekadar penguatan fitur: ia mencerminkan perubahan paradigma di dunia teknologi. Apple yang sebelumnya selalu menekankan in-house development kini akhirnya menggandeng perusahaan lain dalam aspek inti pengalaman pengguna. Bukan hanya soal fitur, ini juga berdampak pada persepsi investor terhadap nilai saham Apple serta saham perusahaan teknologi lain. Dampaknya ke Saham Teknologi Kabar ini langsung memengaruhi pergerakan saham Apple dan Google di pasar AS. Pasar modal sangat peka terhadap berita strategis yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan pendapatan atau mengubah pandangan industri jangka panjang. Misalnya, pasar saham Alphabet (perusahaan induk Google) diperkirakan sempat mencapai valuasi lebih dari US$4 triliun setelah berita itu dirilis, memberikan sentimen positif bagi pemegang saham teknologi. Sementara itu, saham Apple tetap dipantau ketat karena investor menilai keputusan ini sebagai sinyal kuat bahwa AI akan menjadi kompetisi inti industri selama dekade berikutnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tetap menjadi pendorong utama indeks saham Amerika Serikat seperti NASDAQ dan S&P 500. Dengan banyak perusahaan besar seperti Apple, Google, Microsoft, dan Amazon yang terlibat dalam pengembangan AI, para investor global terus mengamati bagaimana tren ini berkembang di tahun-tahun mendatang. Apa Artinya bagi Investor di Indonesia? Bagi para investor di Indonesia yang ingin mengikuti pergerakan pasar AS, asset kripto, ataupun emas digital, berita seperti ini penting untuk dipantau secara berkala karena bisa memengaruhi tren aliran modal global. Pergerakan saham teknologi yang berfluktuasi sering kali bergerak seiring dinamika investasi kripto dan emas digital sebagai aset alternatif. ✨ Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena, Karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Menjaga Portofolio di Era AI Investasi pintar selalu dimulai dari pemahaman yang baik tentang tren pasar global seperti kolaborasi Apple–Google ini. AI bukan lagi sekadar janji teknologi masa depan, tetapi telah menjadi driver pertumbuhan nyata yang memengaruhi keputusan investor. Saham Apple dan Google, serta saham teknologi lainnya, sering kali menjadi barometer sentimen pasar global. Sementara itu, aset kripto dan emas digital menyediakan diversifikasi penting bagi portofolio investor yang ingin melindungi nilai dari volatilitas pasar saham ataupun inflasi ekonomi. Nanovest memudahkan pengguna untuk melakukan pengamatan real-time terhadap ketiga kelas aset tersebut di satu platform.

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat Tekno
Tekno
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:00 WIB

Kolaborasi Apple dan Google Dikonfirmasi, Sentimen Saham Teknologi Menguat

Jakarta, katakabar.com - Apple resmi mengonfirmasi kerja sama teknologi dengan Google. Langkah strategis ini dinilai berdampak pada saham Apple, Alphabet, dan arah industri AI global. Apple Inc., salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, baru-baru ini mengonfirmasi langkah strategis penting dengan memperkuat hubungan kerjasama teknologi bersama Google. Informasi ini telah menjadi sorotan para investor global karena dampaknya yang luas terhadap ekosistem teknologi, termasuk di pasar modal Amerika Serikat. Menurut laporan terbaru dari Yahoo Finance, Apple akan menggunakan teknologi Google termasuk dukungan AI dan mesin pencari dalam fitur-fitur barunya, seperti Siri dan integrasi mesin pencari pada perangkat iOS mendatang. Kolaborasi multiyear ini menunjukkan bahwa Apple menghormati keahlian Google dalam kecerdasan buatan dan infrastruktur pencarian di internet, sekaligus mendukung pengalaman pengguna di perangkat Apple. Apa yang Dimaksud dengan Kolaborasi Apple dan Google? Kerja sama ini mencakup pemanfaatan teknologi Google untuk memperkuat kemampuan Siri dan proses pencarian menggunakan AI. Model AI seperti Google Gemini dipilih Apple untuk menghadirkan performa yang jauh lebih cepat dalam memahami permintaan pengguna, mengatasi kelemahan kompetitif yang selama ini melekat pada Siri dibanding kompetitor lain seperti Google Assistant atau bahkan ChatGPT. Langkah ini bukan sekadar penguatan fitur: ia mencerminkan perubahan paradigma di dunia teknologi. Apple yang sebelumnya selalu menekankan in-house development kini akhirnya menggandeng perusahaan lain dalam aspek inti pengalaman pengguna. Bukan hanya soal fitur, ini juga berdampak pada persepsi investor terhadap nilai saham Apple serta saham perusahaan teknologi lain. Dampaknya ke Saham Teknologi Kabar ini langsung memengaruhi pergerakan saham Apple dan Google di pasar AS. Pasar modal sangat peka terhadap berita strategis yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan pendapatan atau mengubah pandangan industri jangka panjang. Misalnya, pasar saham Alphabet (perusahaan induk Google) diperkirakan sempat mencapai valuasi lebih dari US$4 triliun setelah berita itu dirilis, memberikan sentimen positif bagi pemegang saham teknologi. Sementara itu, saham Apple tetap dipantau ketat karena investor menilai keputusan ini sebagai sinyal kuat bahwa AI akan menjadi kompetisi inti industri selama dekade berikutnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tetap menjadi pendorong utama indeks saham Amerika Serikat seperti NASDAQ dan S&P 500. Dengan banyak perusahaan besar seperti Apple, Google, Microsoft, dan Amazon yang terlibat dalam pengembangan AI, para investor global terus mengamati bagaimana tren ini berkembang di tahun-tahun mendatang. Apa Artinya bagi Investor di Indonesia? Bagi para investor di Indonesia yang ingin mengikuti pergerakan pasar AS, asset kripto, ataupun emas digital, berita seperti ini penting untuk dipantau secara berkala karena bisa memengaruhi tren aliran modal global. Pergerakan saham teknologi yang berfluktuasi sering kali bergerak seiring dinamika investasi kripto dan emas digital sebagai aset alternatif. ✨ Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena, Karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Menjaga Portofolio di Era AI Investasi pintar selalu dimulai dari pemahaman yang baik tentang tren pasar global seperti kolaborasi Apple–Google ini. AI bukan lagi sekadar janji teknologi masa depan, tetapi telah menjadi driver pertumbuhan nyata yang memengaruhi keputusan investor. Saham Apple dan Google, serta saham teknologi lainnya, sering kali menjadi barometer sentimen pasar global. Sementara itu, aset kripto dan emas digital menyediakan diversifikasi penting bagi portofolio investor yang ingin melindungi nilai dari volatilitas pasar saham ataupun inflasi ekonomi. Nanovest memudahkan pengguna untuk melakukan pengamatan real-time terhadap ketiga kelas aset tersebut di satu platform.

Digital Day 2025: Kolaborasi STEB Group dan Google Soroti Peran AI Masa Depan Marketing di Indonesia Tekno
Tekno
Senin, 16 Juni 2025 | 09:00 WIB

Digital Day 2025: Kolaborasi STEB Group dan Google Soroti Peran AI Masa Depan Marketing di Indonesia

terbaru dari Google seperti Demand Gen, Google Search AI, Navigation Ads (Maps), Performance Max, dan YouTube Creative Tools mendukung strategi pemasaran menyeluruh berbasis AI yang lebih efektif. Sesi lainnya disampaikan oleh Fritzky Swastia, Group Business Director STEB Group. Ia menjelaskan pentingnya sinergi antara kreativitas dan performa media, sekaligus menampilkan kampanye inovatif berbasis AI yang telah dijalankan oleh STEB Group, seperti Weather Ads, Hyperlocal Ads, TV-to-Digital Real-Time Sync, Personalization Ads, hingga Conversational AI. Selain itu, ia memperkenalkan strategi contextual targeting berbasis semantic dan image analysis untuk meningkatkan relevansi pesan yang dapat diperluas cakupannya secara terukur.