Hama

Sorotan terbaru dari Tag # Hama

Binus @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama Apel Manalagi Pendidikan
Pendidikan
Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Binus @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama Apel Manalagi

Malang, katakabar.com - Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil apel terbesar di Indonesia, terutama varietas Apel Manalagi yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal. Tetapi beberapa tahun terakhir, petani menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta perekonomian daerah. Menanggapi fenomena tersebut, dosen Program Studi Computer Science Binus@Malang, M. Aldiki Febriantono, ST., MT mengambil langkah inovatif melalui kegiatan Inovasi Teknologi untuk Mengatasi Penyakit dan Hama pada Tanaman Apel Manalagi di Kabupaten Malang. "Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan semangat Digitechpreneur, yaknipenggabungan inovasi digital dan pemecahan masalah nyata di masyarakat melalui pendekatan kewirausahaan dan teknologi," ujarnya. Langkah ini, kata Aldiki, bertujuan untuk mengatasi penurunan hasil panen yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit melalui penerapan teknologi digital berbasis mobile. Dengan adanya solusi ini, petani dapat lebih cepat dan akurat dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman, sehingga dapat melakukan tindakan pengendalian yang lebih efektif. "Teknologi ini diharapkan mampu meminimalkan kerugian dan meningkatkan hasil panen apel Manalagi yang berkualitas tinggi," jelasnya. Proses pengembangan ini telah dimulai sejak Januari 2025 melalui forum diskusi grup (FDG) antara Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPELITBANGDA) Kabupaten Malang dan Binus @Malang, kemudian berlanjut pada Agustus 2025 dengan kunjungan lapangan ke kebun apel Manalagi. Di kegiatan ini, tim dosen melakukan observasi langsung terhadap kondisi tanaman, berdialog dengan petani, serta memperkenalkan solusi digital yang diberi nama ManalagiCare. Aplikasi ManalagiCare menjadi hasil nyata dari kolaborasi ini. Aplikasi berbasis mobile ini dirancang khusus untuk membantu petani dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman apel secara real-time. Salah satu fitur unggulannya adalah identifikasi visual menggunakan kamera ponsel. Petani cukup mengarahkan kamera ke bagian tanaman yang dicurigai terinfeksi, dan aplikasi akan secara otomatis mendeteksi jenis penyakit atau hama tersebut. Setelah itu, sistem menampilkan informasi diagnostik yang jelas, termasuk jenis penyakit atau hama serta rekomendasi tindakan pengendalian yang sesuai. Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), aplikasi ini terus belajar dari data lapangan untuk meningkatkan akurasi deteksi dan efektivitas saran yang diberikan. Melalui teknologi ini, petani tidak hanya terbantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, tetapi juga mendapatkan akses terhadap informasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain itu, data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memantau pola serangan penyakit dan hama secara lebih luas, sehingga kebijakan pertanian dapat dibuat dengan lebih efektif dan terarah. “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Melalui pengembangan aplikasi ManalagiCare, kami berharap petani dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan pertanian lokal," ucap Aldiki. Selain memberikan manfaat langsung bagi petani apel Manalagi, inovasi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan di bidang agritech, mendorong kolaborasi lintas disiplin antara teknologi informasi dan pertanian, serta memperluas dampak ekonomi daerah.

PT Inecda Gembleng Poktan di Empat Desa Budidaya Holtikultura dan Pengendalian Hama Sawit
Sawit
Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:26 WIB

PT Inecda Gembleng Poktan di Empat Desa Budidaya Holtikultura dan Pengendalian Hama

Indragiri Hulu, katakabar.com - Total tiga puluh petani asal empat desa di Kecamatan Seberida, Indragiri Hulu, Riau dikumpulkan satu tempat oleh korporasi perkebunan kelapa sawit, PT Inecda, Selasa (21/10) kemarin. Di desa Titian Resak misalnya, mereka semua digembleng berbudidaya tanaman holtikultura, dan pengendalian hama tanaman hingga diajari bagaimana pengolahan lahan ramah lingkungan. Pelatihan itu salah satu bagian dari sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya yang selama ini terus direalisasikan. Arinda, Koordinator CSR PT Inecda, menuturkan kegiatan dihadiri beberapa perwakilan pemerintah desa. “Peserta sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan ini,” ujarnya kepada katakabar.com. Ia menjelaskan sebagai bentuk apresiasi, PT. Inecda memberikan bantuan berupa bibit tanaman holtikultura seperti kangkung, bayam, cabai rawit, terong, jagung manis, pupuk, serta sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman. “Kami yakin program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan ini mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat disekitar perusahaan,” jelasnya. Sementara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (membuka lahan tanpa membakar), sekaligus pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), dan DMPG di Desa Titian Resak, Petala Bumi, Sibabat, Tani Makmur.

Para Petani Diminta Gunakan Bibit Sawit Bersertifikat Cegah Hama dan Penyakit Sawit
Sawit
Sabtu, 02 November 2024 | 20:19 WIB

Para Petani Diminta Gunakan Bibit Sawit Bersertifikat Cegah Hama dan Penyakit

Samarinda, katakabar.com - Para petani kelapa sawit di Kalimantan Timur diminta menggunakan bibit kelap sawit yang bagus dan bersertifikasi resmi untuk menghindari serangan hama dan penyakit yang mengancam produktivitas sawit di masa mendatang. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal mengatakan, Disbun Kalimantan Timur memiliki UPTD Pengembangan Tanaman Perkebunan yang tersebar di kabupaten dan kota.

Disbun Sulbar Lakukan Pengamatan Ancaman Hama Ulat Api Kelapa Sawit di Tinali Sawit
Sawit
Minggu, 15 September 2024 | 18:46 WIB

Disbun Sulbar Lakukan Pengamatan Ancaman Hama Ulat Api Kelapa Sawit di Tinali

Mamuju, katakabar.com - Para petani kelapa sawit di Desa Tinali, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, saat ini galau disebabkan hama Ulat Api yang mengancam kelapa sawit. Menjawab kegalaun para petani kelapa sawit Tinali, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat lewat Bidang Perlindungan Tanaman Perkebunan melakukan pengamatan awal terhadap serangan hama ulat api yang mengancam komoditi kelapa sawit di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.

Halo Robotics Melawan Hama Tanaman Eukaliptus Pakai Drone Pertanian DJI Agras Tekno
Tekno
Kamis, 25 Juli 2024 | 10:35 WIB

Halo Robotics Melawan Hama Tanaman Eukaliptus Pakai Drone Pertanian DJI Agras

Jakarta, katakabar.com - Halo Robotics, perusahaan teknologi drone terdepan, menghadirkan solusi inovatif untuk mengatasi hama tanaman eukaliptus dengan menggunakan drone pertanian DJI Agras T20P. Eukaliptus, tanaman yang banyak dimanfaatkan di berbagai industri, tak luput dari serangan hama seperti semut putih, belatung, jangkrik mol, cacing kayu, dan kumbang kulit kayu.