Asahan, Katakabar.come -Proyek pembangunan SMK 1 di Desa Alang Bombon, Kecamatan Aek Kuasa, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), disoal.
Pasalnya pengerjaan menggunakan anggaran Dinas Pendidikan Sumut tersebut terkesan asal jadi.
Hal tersebut dikatakan Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Indonesia (LPKPI) Kabupaten Asahan.
"Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, hasil proyek pembangunan gedung SMKN 1 Aek Kuasan senilai Rp 3.395.490.000 yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan Provinsi Utara tahun 2022 tersebut disinyalir belum rampung 100 persen," ujar Sugito selaku Ketua LPKPI Kabupaten Asahan, Selasa (17/01/23)
Sugito menjelaskan jika berdasarkan pantauan di lapangan, ada beberapa item/bagian yang dianggap perlu untuk diperhatikan dan dinilai belum selesai untuk dikerjakan oleh pihak rekanan/ kontraktor CV AMMAR MULIA tersebut.
"Pada pemasangan keramik pada lantai gedung, lapisan timbunan / dasar gedung tersebut disinyalir belum benar-benar padat, sehingga permukaannya beresiko mudah pecah saat digunakan nantinya," ketusnya.
Pemasangan paving blok pada halaman, lanjut Sugito, terkesan terburu buru. Selain itu, ada juga titik / lokasi yang sampai saat ini belum juga dipasang paving blok nya.
"Pada sistem penataan pembuangan saluran air juga dianggap belum terselesaikan, karena sebahagian titik / lokasi pembuangan saluran air juga belum diselesaikan / dikerjakan pihak rekanan CV AMMAR MULIA tersebut," ucapnya.
Menurut Sugito, pihak rekanan / kontraktor CV AMMAR MULIA dinilai harus lebih kooperatif untuk membersihkan seluruh sisa-sisa material konstruksi yang berada di sekitar gedung SMKN 1 Aek Kuasan tersebut.
"Hal tersebut bertujuan agar tidak menimbulkan kesan jorok dan kurang terawasi pada lokasi tersebut," ketusnya.
Berdasarkan nilai estetika, Dirinya berharap kepada pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara agar segera memperhatikan aspek tersebut.
Sementara, beberapa warga yang berada di sekitar lokasi pembangunan SMKN 1 Aek Kuasan tersebut yang identitasnya minta dirahasiakan tersebut mengaku heran dengan sikap dan perilaku para pekerja proyek yang dihadirkan oleh CV AMMAR MULIA tersebut.
"Kami heran juga bang, karena para pekerja proyek tersebut sudah pergi ya. padahal ada beberapa bagian tuh yang belum selesai untuk dikerjakan," jelas mereka.
Sebelum para pekerja proyek tersebut pergi, lanjut mereka, sejumlah para pekerja tersebut berjanji akan kembali ke lokasi bangunan sekolah SMKN 1 Aek Kuasan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang dianggap belum selesai.
"Menurut keterangan dari beberapa pekerja proyek itu bang, mereka akan kembali kesini untuk mengerjakan beberapa bagian yang belum selesai untuk dikerjakan," ucap mereka.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini tidak dapat dikonfirmasi terkait adanya persoalan tersebut. (MG -BIB)
Telan Anggaran 3 Milyar Lebih, Proyek Pembangunan SMK 1 Aek Kuasa Asahan Disoal
Diskusi pembaca untuk berita ini