Gubernur Jambi
Sorotan terbaru dari Tag # Gubernur Jambi
Kelapa Sawit Primadona di Jambi Kalahkan Karet, Ini Kata Gubernur Jambi
Jambi, katakabar.com - Sektor perkebunan kelapa sawit saat ini paling digandrungi bahkan jadi primadona di wiayah Provinsi Jambi mengalahkan komoditas karet. "Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini tengah meningkat, salah satu alasan komoditas ini mampu kuasai sektor perkebunan di Provinsi Jambi," ujar Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris dilansir dari laman website resmi Pemprov Jambi, pada Minggu (13/8). Kata Al Haris sudah menjabat Gubernur Jambi dari Juli 2021, perkembangan lahan kelapa sawit milik masyarakat lebih pesat ketimbang milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini. "Saya lihat, harga kelapa sawit lagi bagus-bagusnya, di mana harga sedang naik membikin komiditas ini sudah jadi primadona," jelas Gubernur Jambi saat memberikan pemapara di Facus Group Discussion (FGD) antara perusahaan-pengusaha dan Pemprov Jambi. "Dulu, ada komoditasbkaret yang luar biasa, kini kelapa sawit jadi primadona di Provinsi Jambi. Petani kita sudah banyak beralih ke kelapa sawit. Itu artinya sawit sangat menjanjikan meski harga terkadang naik-turun cenderung tak stabil tapi sangat prospek ke depan," ulasnya. Menurut Al Haris, perkembangan signifikan lahan perkebunan kelapa sawit imbas kebutuhan pokok minyak goreng yang terus meningkat di tengah masyarakat. Untuk itu, demi mengakomodir perkembangan lahan perkebunan kelapa sawit, khususnya milik masyarakat di Provinsi Jambi, lelaki umur 49 tahun ini menegaskan pemerintah bakal sediakan kemitraan. Kemitraan ini beber Al Haris, tidak memiliki lahan kelapa sawit bakal membantu pengelolaan lahan kelapa sawit itu sendiri. “Maksudnya, masyarakat sudah semakin banyak perkebunan kelapa sawit. Itu sebabnya, penting kemitraan, sehingga pemerintah sekarang lagi mendirikan pabrik meski tak ada kebun tapi mitra yang kita siapkan," tegasnya. Sisi lain, dari dara hasil pemetaan lahan perkebunan kelapa sawit terakhir oleh Kementerian Pertalian RI pada tahun 2019, hamparan lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi seluas 1.134.640 hektar. Dari total keseluruhan hamparan lahan perekebunan itu, seluas 150.000 hektar perkebunan kelapa sawit plasma. Terus, seluas 400.000 hektar kebun kelapa sawit milik masyarakat yang dikelola secara swadaya. Dan selebihnya, seluas 500.000 hektar lagi perkebunan inti milik perusahaan.
Gubernur Jambi: Pengusaha Sawit Wajib Punya Desain Strategi Prinsip Keberlanjutan
Jambi, katakabar.com - Gubernur Provinsi Jambi, Dr Al Haris, buka Focus Group Discussion (FGD) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi, pada Senin (7/8) kemari. Kepada pengusaha kelapa sawit seru Al Haris, mesti punya desain strategi perencanaan pembangunan kelapa sawit dengan memperhatikan prinsip-prinsip berkelanjutan, dan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan ekologi. "Kelapa sawit komoditas unggulan di Provinsi Jambi, sehingga punya peran strategis bagi perekonomian daerah," ujarnya. Dijelaskan Al Haris, kebun kelapa sawit seluas 1.134.640 hektar di Jambi. Melihat dari kepemilikannya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kelola seluas 23.057 hektar, pihak swasta seluas 518.869 hektar, dan perkebunan rakyat seluas 592.714 hektar. "Luasan kelapa sawit mampu memberikan kontribusi entaskan kemiskinan bagi jutaan orang," bebernya. Industri kelapa sawit ceritanya, menampung jutaan lapangan pekerjaan baik secara langsung maupun tidak langsung. “Ini tidak lepas dari meningkatnya kinerja ekspor minyak sawit atau CPO dan produk turunannya seperti biodiesel dan oleochemical," katanya. Masih Al Haris, belakangan ini perluasan lahan kelapa sawit milik masyarakat lebih cepat dibandingkan perusahaan dan BUMN. "Dulu di Jambi ada karet jadi andalan masyarakat tapi kini primadonanya kelapa sawit. Banyak petani yang beralih ke kelapa sawit. Meski harganya turun naik tapi dinilai sangat menjanjikan," terangnya. Memang, kelangsungan industri sawit hadapi berbagai tantangan, salah satunya gimana meningkatkan komitmen para pihak yang terlibat dalam pembangunan kelapa sawit berkelanjutan untuk mensinergikan prinsip People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership (5P). Untuk itu, penting desain strategi perencanaan pembangunan kelapa sawit dengan prinsip-prinsip berkelanjutan yang mengedepankan aspek ekonomi, sosial, budaya dan ekologi. "Kepada semua perusahaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi agar bergabung menjadi anggota GAPKI. Organinsasi ini menjadi wadah bagi para pengusaha sawit untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, dan menunjang kebijakan pemerintah pada sektor perkebunan menuju tata kelola industri kelapa sawit yang baik," imbaunya. Lewat FGD ini lanjutnya, saya berharap semakin memperkuat data dan koordinasi, kapasitas dan kapabilitas tata kelola, serta dukungan terhadap sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan akses pasar produk kelapa sawit. Kepada pengusaha kelapa sawit terus membangun hubungan baik dengan masyarakat dengan menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. "Kami berharap pertemuan seperti ini bisa terjalin silahturahmi antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat yang ada di sekitar perkebunan," timpalnya. Dengan diskusi seperti ini sebenarnya kita mau agar para pemilik perusahaan rukun, warga masyarakat yang berdomisili disekitar kebun sawit rukun. Perlu ada hubungan baik dengan masyarakat dan kewajiban perusahaan perkebunan untuk memberikan CSR, tambahnya. Ketua GAPKI Jambi, Tidar M Bagaskara menjabarkan, kegiatan yang diikuti sebanyak 100 peserta tersebut digelar untuk satukan visi dan misi sesama perusahaan perkebunan kelapa sawit, serta menjalin sinergitas dengan instansi pemerintah terkait di Provinsi Jambi. "Kami mengajak seluruh stakeholder terkait agar bersama-sama memajukan kelapa sawit di Provinsi Jambi," serunya. Isu negatif masih terus merongrong industri sawit. Ini tugas kita bersama untuk menepis kampanye negatif dari negara luar. Sawit penghasil devisa negara terbesar selain migas dan produksi minyak sawit berkontribusi 36 persen terhadap total produksi minyak nabati dunia, tandasnya.