Indragiri Hilir, katakabar.com - Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan asusila yang menimpa pelajar SMP menjadi trending di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Para pelaku kriminal itu sudah diamankan Kepolisian Daerah (Polres) Inhil.

Ada tiga kasus yang membikin heboh masyarakat Inhil di awal Januari 2025. Pertama kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kateman.

Kejadiannya sebetulnya pada awal Desember 2024 lalu. Namun pelakunya diciduk pada Januari 2025.

"Korban yang membikin laporan sebanyak lima orang. Sementara pelakunya dua orang inisial RD (25) dan inisial RO (25)," kata Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora saat jumpa pers, Kamis (16/1).

Farouk menjelaskan, para pelaku beraksi di malam hari saat jalanan sepi. Ketika masyarakat melintas langsung dihadang dan mengancam dengan senjata tajam.

"Handphone hingga barang berharga milik korban langsung dirampas. Setelah itu para pelaku langsung kabur," terangnya.

Terus, kasus Curanmor yang terjadi pada Minggu 5 Januari 2025 lalu. Korbannya bernama Idris (48), warga Parit Sinar Kuantan, Desa Pancur Kecamatan Keritang. Motornya yang terparkir di teras rumahnya hilang digondol maling.

"Kejadiannya dini hari. Padahal motor itu dikunci setang. Biasanya tak hilang. Tiba-tiba saat korban hendak Salat Subuh, motor yahg terparkir di teras rumah itu hilang," kata Kapolres.

"Pelakunya berinisial RS (DPO) warga Desa Danau Tiga, Kecamatan Rengat Barat, Inhu. Sementara penadah motor curian ini berinisial HS (35) diamankan pada Minggu 12 Januari 2025 lalu di rumahnya," tambah Kapolres.

Lalu, kasus yang membikin heboh masyarakat Inhil lainnya yakni kasus pemerkosaan yang menimpa pelajar SMP pada Selasa 14 Januari 2025 lalu di kebun sawit, tepatnya di Kelurahan Tembilahan Hilir. Korbannya masih berumur 12 tahun.

"Pelakunya inisial R (20), warga Tembilahan Kota. Dia diamankan di kos-kosan Jalan Ki Hajar Dewantara Tembilahan. Modus pelaku berpura-pura nanyakan tempat penjual es batu kepada korban. Lalu pelaku meminta kepada korban untuk diantarkan ke penjual es  batu tersebut. Namun pelaku membawa korban ke tempat sepi hingga melakukan perbuatan tak senonoh," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Inhil juga melakukan serah terima pengembalian sepeda motor kepada korban.

Pengembalian sepeda motor ini bagian dari memberikan perlindungan kepada masyarakat, sehingga kendaraan tersebut dapat digunakan kembali oleh korban.