Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar, menyebut Langkat dipilih langsung oleh pemerintah pusat sebagai pilot project nasional Program Sehati Bunda yang didukung pendanaan dari Swedia. “Program ini menjadi model yang nantinya dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Menanggapi hal itu, Syah Afandin menyatakan siap memperkuat regulasi dan dukungan sumber daya agar program dapat berjalan optimal hingga tingkat desa. “Secepatnya akan kami siapkan regulasi terkait kader. Jika diperlukan, jumlah kader juga akan kita tambah agar program ini semakin efektif menjangkau masyarakat,” tegasnya.

Menurut Syah Afandin, Program Sehati Bunda memiliki manfaat besar, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan marginal yang masih membutuhkan perhatian khusus dalam layanan kesehatan ibu dan anak.

Ia berharap perluasan program tersebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, memperkuat pencegahan stunting, serta mendorong terwujudnya keluarga yang lebih sehat dan sejahtera di seluruh Kabupaten Langkat.