Yahya Siregar
Penulis

Yahya Siregar

Berita dipublish
1,103
Terakhir update
Senin, 28 Sep 2026
Petani Lubuk Bendahara Gelisah: TBS Sawit 'Dininja' Sebelum Waktu Panen Hukrim
Hukrim
9 jam yang lalu

Petani Lubuk Bendahara Gelisah: TBS Sawit 'Dininja' Sebelum Waktu Panen

Rokan Hulu, katakabar.com - Para petani di wilayah Lubuk Bendahara Siliwangi, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, kini merasa gelisah. Pasalnya, pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit makin marak terjadi, bahkan buah yang belum matang pun ikut diambil. Warga menyebut pelaku pencurian ini dengan sebutan "Ninja Sawit". Mereka kerap mengambil buah sebelum tiba masa panen, sehingga merugikan petani secara langsung.

Setoran dari Bandar Sabu Mencuat, Kapolres Rohul Bungkam Janji Transparansi Polda Riau Cuma 'Lip Service' Hukrim
Hukrim
Sabtu, 26 September 2026 | 10:24 WIB

Setoran dari Bandar Sabu Mencuat, Kapolres Rohul Bungkam Janji Transparansi Polda Riau Cuma 'Lip Service'

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di saat rakyat menaruh harapan tinggi pada institusi kepolisian untuk membasmi narkoba hingga ke akar-akarnya, justru kabar yang mengerikan bergema dari dalam rumah tangga kepolisian sendiri. Lima personel Polres Rokan Hulu berinisial US, GL, FK, RZ, dan RF, kini diduga tak sekadar terlibat penyalahgunaan narkoba, melainkan secara terstruktur menerima uang setoran dari bandar sabu. Kabar ini bukan isapan jempol; ia berputar di mulut warga, mengundang kemarahan, sekaligus mempertanyakan integritas pimpinan yang seharusnya menjaga. Yang lebih menyakitkan: hingga saat ini, kebisuan menyelimuti kasus itu. Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra tak membuka suara sedikit pun. Kabid Humas Polda Riau, saat dikonfirmasi katakabar.com, Sabtu (26/9). Boleh jadi tak memberikan jawaban yang jelas dan pasti seolah ada hal yang sengaja ditutup rapat. Padahal sebelumnya, pada 16 September 2026, pihaknya telah menyampaikan pernyataan resmi: "Menanggapi informasi yang beredar terkait penanganan kasus yang melibatkan personel, Polres Rokan Hulu bersama jajaran Bid Propam Polda Riau memastikan perkara tersebut telah ditangani secara profesional dan transparan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku." Janji itu kini terlihat retak. Jika sudah ditangani secara profesional di mana hasilnya? Jika transparan, mengapa tak ada satu pun informasi yang boleh diketahui publik? Fakta di lapangan berbicara sebaliknya: proses pemeriksaan masih berjalan di Bidang Propam Polda Riau hingga Kamis (24/9). Tetapu bentuk pelanggaran apa yang sesungguhnya didalami, tetap tertutup rapat. Apakah ini cara kerja yang disebut transparan? Dugaan penerimaan uang dari bandar narkoba adalah tuduhan yang sangat berat. Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin ini pengkhianatan terhadap amanat rakyat. Jika benar anggota berseragam menerima keuntungan dari peredaran sabu yang merusak masa depan generasi, maka mereka bukan lagi pelindung masyarakat, melainkan sekutu pelaku kejahatan. Dan jika hal ini dibiarkan berlangsung tanpa tindakan tegas, berarti ada perlindungan dari atas. Pertanyaan yang tak bisa lagi dihindari: apakah Kapolres Rohul tidak tahu, atau sengaja pura-pura tidak tahu? Di bawah kepemimpinannya, anggota diduga terlibat dalam jaringan yang seharusnya diberantas. Peredaran narkoba di Kabupaten Rokan Hulu makin merajalela, sementara mereka yang diduga terlibat tetap berjalan tanpa ada jeratan hukum yang terlihat. Apakah ini ketidakmampuan memimpin? Atau ada kepentingan yang membuatnya bungkam? Masyarakat Rokan Hulu kini menuntut kejelasan. Jika lima orang itu bersalah proses hukum secepatnya, sanksi seberat-beratnya, hingga pemberhentian dari keanggotaan Polri. Jika tidak bersalah buktikan kepada publik, kembalikan nama baik mereka, dan minta maaf atas keresahan yang timbul. Tapi berdiam diri, menutup mulut, membiarkan dugaan terus menguat itu bukan kepemimpinan. Itu kelalaian yang tak termaafkan. Kini pandangan seluruh rakyat tertuju kepada Kapolda Riau. Janji pada 16 September lalu harus dibuktikan. Jangan biarkan kasus ini senyap begitu saja. Rokan Hulu tak butuh pemimpin yang menutup mata Rokan Hulu butuh pemimpin yang berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu, bahkan jika pelakunya ada di lingkaran terdekatnya sendiri.

Kinerja Dipandang 'Bobrok', Kapolda Riau Didesak Copot Kapolres Rohul Hukrim
Hukrim
Jumat, 25 September 2026 | 09:10 WIB

Kinerja Dipandang 'Bobrok', Kapolda Riau Didesak Copot Kapolres Rohul

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Ketika seluruh bangsa mengangkat senjata memerangi narkotika, justru dari barisan depan yang seharusnya memimpin perang itu muncul kebocoran yang mengkhawatirkan. Lima personel Polres Rokan Hulu ber isial US, GL, FK, RZ, dan RF kini dikabarkan penanganannya mandek begitu saja tanpa proses hukum yang memadai, padahal nama-nama mereka telah terjerat dugaan keterlibatan dalam penyalahgunaan hingga peredaran narkoba. Bahkan ironinya para oknum anggota polri di Rokan Hulu itu diduga kerap terima uang dari bandar sabu. Kabar ini bukan sekadar angin lalu. Ia menjadi bukti nyata pengawasan di lingkungan Polres Rohul seakan lenyap, tak berbekas jejak. Lebih memilukan, dugaan keterlibatan ini tak berdiri sendiri tercium kuat diduga adanya keterkaitan dengan para petinggi dan pejabat utama di kesatuan tersebut. Jika bukan ada perlindungan dari atas, bagaimana mungkin anggota yang diduga terlibat kejahatan berat seperti narkoba bisa berjalan bebas tanpa satu pun jeratan hukum yang menjerat mereka? Di bawah kepemimpinan Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, kondisi justru terlihat makin tak terkendali. Bukankah tugas utama seorang pemimpin adalah mengawasi, membimbing, dan menindak tegas setiap anggota yang menyimpang? Tetapi di sini, yang terjadi sebaliknya: peredaran narkoba di Kabupaten Rokan Hulu makin merajalela, sementara oknum yang diduga terlibat dibiarkan bebas tanpa kejelasan proses hukum. Ada pertanyaan besar yang kini menggema di setiap sudut percakapan warga: Apakah ini ketidakmampuan memimpin? Atau justru ada permainan yang sengaja dibiarkan berjalan? Kabid Humas Polda Riau telah mengarahkan konfirmasi kepada Kapolres Rohul, namun hingga kini yang muncul hanyalah kebisuan. AKBP Emil Eka Putra memilih bungkam, seolah diam bisa menutup fakta yang terlanjur terlihat jelas oleh mata seluruh masyarakat. Fenomena ini memancing kemarahan publik. F Hasibuan mewakili sejumlah aktivis dan komunitas menyuarakan kecaman tajam: "Menjadi sangat aneh anggota Polres Rohul kerap saja terlibat kasus narkoba. Apakah ini ketidakmampuan seorang Kapolres memimpin anggotanya atau sebaliknya? Kita minta Polda Riau segera menuntaskan kasus ini, bila perlu copot Kapolres Rokan Hulu!" Suara itu bukan sekadar luapan emosi. Ia adalah tuntutan keadilan yang tak bisa lagi ditunda. Di dalam tubuh institusi yang seharusnya menjadi pelindung, pengayom, dan penegak hukum, tidak boleh ada yang kebal dari aturan. Jika seorang anggota terbukti terlibat narkoba, jalannya sudah tertulis tegas: proses hukum, sanksi berat, hingga pemberhentian dari keanggotaan Polri. Tidak ada kompromi. Tidak ada ampun. Kini pandangan seluruh masyarakat Rokan Hulu tertuju lurus kepada Kapolda Riau. Jika pimpinan di tingkat lokal tak mampu atau tak berani bertindak, maka tangan kekuasaan yang lebih tinggi harus turun sendiri. Rokan Hulu tak boleh dibiarkan menjadi ladang subur narkoba apalagi yang ditanam, dan dipelihara oleh mereka yang berseragam. Kapolres Rokan Hulu tak bisa lagi bersembunyi di balik kebisuan. Pimpinan berarti tanggung jawab. Jika tak mampu mengendalikan anggotanya, dan kalau tak mampu menjaga nama baik institusi, maka langkah yang paling jujur adalah menyerahkan jabatan atau menerima keputusan agar yang lebih mampu mengambil alih kemudi. Rakyat sudah menunggu terlalu lama, dan kesabaran itu kini menipis menggerus kepercayaan kepada aparat penegak hukum.

Pastikan Progres Tepat Sasaran, Bupati Rohul Tinjau Pembangunan Mal Pelayanan Publik Rohul Riau
Riau
Jumat, 18 September 2026 | 15:35 WIB

Pastikan Progres Tepat Sasaran, Bupati Rohul Tinjau Pembangunan Mal Pelayanan Publik Rohul

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Langkah nyata pastikan pelayanan publik kian prima dan berkelas. Bupati Rokan Hulu, Anton, ST., MM., menyempatkan diri turun tinjau progres pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Rokan Hulu. Kehadirannya bukan sekadar memantau, melainkan memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan siap memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat. Peninjauan ini menjadi bukti keseriusan pemerintahan daerah untuk memprioritaskan kualitas pelayanan kepada warga. Bupati hadir melihat langsung kondisi fisik bangunan, kesiapan sarana penunjang, hingga tata ruang yang nantinya akan menjadi wajah pelayanan pemerintah daerah. “Kami ingin pastikan pekerjaan berjalan lancar, berkualitas, dan sesuai standar. Tempat ini nantinya akan menjadi jendela utama pelayanan bagi seluruh masyarakat Rokan Hulu,” ujar Bupati Anton di lokasi, Jumat (18/9). Hadirnya Mal Pelayanan Publik di Rokan Hulu bukan sekadar bangunan baru tetapi lompatan besar dalam tata kelola pemerintahan. Berbagai layanan yang selama ini tersebar kini akan terkumpul dalam satu atap. Warga cukup datang ke satu tempat untuk mengurus beragam keperluan, tanpa harus berpindah-pindah kantor, tanpa antre berbelit, dan tanpa keraguan akan kejelasan proses. Layanan yang terintegrasi, cepat, transparan, dan nyaman, itulah yang ditawarkan kehadiran MPP ini. Setiap sudutnya dirancang agar masyarakat merasa dihargai, dilayani dengan tulus, dan memperoleh kepastian atas setiap urusan yang diserahkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Bupati Anton terus bertekad memajukan kualitas pelayanan yang berpusat pada kebutuhan rakyat. Standar pelayanan publik ditingkatkan secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan sebagai wujud tanggung jawab dan pengabdian kepada warga. “Pelayanan semakin dekat, urusan semakin mudah.” Inilah semangat yang diusung. Dengan MPP, Rokan Hulu bergerak menuju pelayanan yang lebih modern, responsif, dan ramah di mana setiap warga merasa diperhatikan dan dibantu. Rokan Hulu Bergerak, Rokan Hulu Maju. Lewat pembangunan Mal Pelayanan Publik ini, cita-cita pelayanan yang adil, mudah, dan bermartabat semakin dekat menjadi kenyataan bagi seluruh masyarakat.

Dibekukan! PAC Pemuda Pancasila Tambusai Utara Punya Karateker Menuju RPP IV Riau
Riau
Jumat, 18 September 2026 | 13:35 WIB

Dibekukan! PAC Pemuda Pancasila Tambusai Utara Punya Karateker Menuju RPP IV

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Langkah penertiban internal kembali diambil Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Rokan Hulu. Melalui Keputusan tertulis, kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Tambusai Utara resmi dibekukan. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 211.A1/MPC-PP/ROHUL/SK/PEMBEKUAN/IX/2026. Pihak MPC menjelaskan, langkah ini diambil seiring dinamika yang berkembang di lingkungan organisasi serta demi menjaga kepatuhan terhadap ketentuan dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Sebagai solusi pengganti, MPC segera menunjuk kepengurusan karateker. Tugas utama tim ini bukan sekadar mengisi kekosongan, melainkan mempersiapkan seluruh rangkaian menuju terbentuknya kepengurusan definitif yang baru. Penyerahan Surat Keputusan Karateker Nomor 212.A1/MPC-PP/ROHUL/SK/KARATEKER PAC-TAMBUSAI berlangsung khidmat di Sekretariat MPC Pemuda Pancasila Rokan Hulu, Jalan Lingkar Pasir Pengaraian, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Kamis (17/9/2026) sore. Dokumen resmi diserahkan langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Rokan Hulu yang diwakili Sekretaris MPC, Carles, ST. SK tersebut diterima Darsono selaku Ketua PAC Karateker, didampingi Burhanuddin Simatupang sebagai Sekretaris dan Adinar Damanik sebagai Bendahara. Dalam arahannya, Carles menegaskan penunjukan karateker adalah mekanisme organisasi yang wajar dilakukan setelah masa jabatan pengurus sebelumnya berakhir. Amanah yang dipikul pun jelas: memastikan roda organisasi tetap berjalan sekaligus mematangkan persiapan Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) IV. “Karateker diberi kewenangan penuh untuk memimpin dan mempersiapkan Rapat Pemilihan Pengurus hingga lahir kepengurusan PAC yang baru, sah, dan definitif,” ujar Carles. Ia meminta tim karateker segera turun melakukan konsolidasi, menyapa seluruh kader, serta membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat. Seluruh proses pembentukan kepengurusan baru harus berjalan tertib, transparan, dan taat pada aturan organisasi. Jaga Marwah, Jauhi Narkoba Di momen ini, Carles juga menyampaikan pesan penting dari Ketua MPC kepada seluruh jajaran: Pemuda Pancasila harus hadir bukan sebagai kekuatan yang ditakuti, melainkan organisasi yang dipercaya dan dicintai masyarakat. “Pemuda Pancasila harus hadir di tengah masyarakat dan membangun kepercayaan. Jangan biarkan organisasi ini dipandang hanya menunjukkan kekuatan atau bertindak arogan. Bangun hubungan yang baik dengan pemerintah dan warga,” tegasnya. Peringatan tegas juga disampaikan terkait ancaman narkotika. Seluruh kader diminta menjadi garda terdepan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan. “Jangan sampai ada satu pun anggota yang terlibat narkoba. Ini teguran serius baik pengguna maupun peredaran. Pemuda Pancasila harus bersih dari narkoba,” pesan Carles. Menerima mandat tersebut, Ketua Karateker Darsono menyatakan kesiapan penuh. Ia berjanji melangkah sesuai arahan MPC, merangkul seluruh elemen kader, dan menyelesaikan tahapan menuju pelantikan kepengurusan baru tepat waktu. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Di bawah bimbingan MPC, kami akan segera menyusun rencana kerja, melakukan konsolidasi, dan mematangkan persiapan RPP IV PAC Tambusai Utara secepatnya,” kata Darsono tegas. Dengan diserahkannya SK ini, babak baru dimulai. Langkah karateker ke depan tidak hanya tentang mengisi kekosongan melainkan membangun fondasi kepengurusan yang kokoh, bersih, dan mampu membawa Pemuda Pancasila Tambusai Utara semakin dihormati di tengah masyarakat.

Keluh Kesah Terwujud Jalan Ujungbatu Timur Diperbaiki, Warga Ucap Syukur Langkah Bupati Rohul Riau
Riau
Jumat, 18 September 2026 | 12:07 WIB

Keluh Kesah Terwujud Jalan Ujungbatu Timur Diperbaiki, Warga Ucap Syukur Langkah Bupati Rohul

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Ruas jalan yang selama ini menjadi keluh kesah kini berubah wajah tak lagi berlubang dan bergelombang, tetapi sudah padat dan rapi, berkat perbaikan melalui program swakelola yang digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu. Masyarakat Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu ucap syukur dan apresiasi langkah Bupati Rokan Hulu, Anton. Jalan Meranti dan Jalan Karet, dua jalur utama yang menghubungkan warga setempat sepanjang empat kilometer, kini dapat dilalui dengan nyaman. Meski belum beraspal, pengerasan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rokan Hulu telah mengubah suasana di wilayah IV ini. Kepala Desa Ujungbatu Timur, Adi Sanjaya, menyambut gembira perbaikan tersebut sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap arah kebijakan Bupati Anton, ST, MM, dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM. “Sebagai Kepala Desa, saya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya program-program yang dijalankan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu. Perbaikan jalan ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah daerah yang hadir hingga ke desa-desa. Langkah ini sejalan dengan harapan kami, dan kami siap bersinergi agar pembangunan di desa ini terus berlanjut,” kata Adi Sanjaya. Sementara, Kepala Dusun Sei Sepoteh, Abu Samahrawi, didampingi Ketua RT 23, Senen Ahmad Safin, juga menyampaikan rasa terima kasih. “Selama bertahun-tahun jalan ini rusak, berlubang, dan menyulitkan perjalanan. Kini sudah rata dan padat. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Anton beserta jajaran Dinas PUPR yang telah menindaklanjuti kebutuhan kami. Atas arahan Beliau, pekerjaan ini selesai dan kami pun merasa terbantu,” cerita mereka saat berbincang dengan awak media, Jumat (18/9). Warga menyebut perbaikan ini bukan sekadar urusan batu atau pengerasan melainkan bukti pemerintahan Anton-Poti benar-benar hadir di tengah masyarakat. Jalan yang baik memudahkan warga beraktivitas, mengantar anak ke sekolah, hingga membawa hasil kebun ke pasar tanpa cemas kendaraan tersangkut. Bahkan mereka berharap, kedepan ruas-ruas jalan tersebut bisa di aspal. Menyikapi rasa syukur dan dukungan tersebut, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menegaskan pemeliharaan jalan desa adalah prioritas utama. Program swakelola sengaja diarahkan untuk menjaga jalur penghubung yang langsung menyentuh kehidupan warga sehari-hari. “Kami menjadikan program swakelola ini skala prioritas setiap tahunnya. Tujuannya sederhana: memastikan jalan poros dan jalur produksi di pedesaan tetap dapat digunakan. Jika jalan lancar, hasil bumi mengalir ke mana-mana, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terangkat,” ucap Bupati Rokan Hulu. Kepala Dinas PUPR Rokan Hulu, H Zulfikri ST, menjelaskan pemeliharaan rutin ini sudah menyasar empat wilayah sejak bulan lalu. Penanganan ini menjadi langkah nyata menjaga konektivitas dari desa ke kecamatan hingga ke ibu kota kabupaten sebagai fondasi pembangunan yang merata. “Penanganan ini bersifat pemeliharaan berkelanjutan. Kami ingin memastikan tidak ada desa yang terputus aksesnya, terutama dalam mendukung kelancaran pengiriman hasil pertanian dan perkebunan masyarakat,” tegas Zulfikri. Bagi warga Ujungbatu Timur, jalan bukan sekadar perbaikan fisik tetapi harapan baru. Dukungan dari pimpinan desa hingga ke tingkat kabupaten menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan pembangunan yang benar-benar dirasakan semua pihak.

DPC PKB Rohul Bertemu Bupati Bahas Sinergi Pembangunan Politik
Politik
Rabu, 16 September 2026 | 14:05 WIB

DPC PKB Rohul Bertemu Bupati Bahas Sinergi Pembangunan

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di ruang kerja yang penuh suasana kekeluargaan di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Rokan Hulu, jajaran Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Rokan Hulu melangkah bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Mereka datang membawa niat tulus: menyatukan dukungan sekaligus menegaskan tanggung jawab mengawal jalannya pemerintahan demi kemaslahatan rakyat. Pertemuan berlangsung Rabu (16/9) dihadiri Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Gorneng, S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinas Kominfo, Suharman Nst, S.Pi., M.M. Sementara dari barisan PKB hadir Ketua DPC, Ir. H. Hafith Syukri, M.M., Sekretaris, Arnold Syahputra B, S.H., M.H., Anggota DPRD, Alex Febrima, S.Pd., M.Si., beserta jajaran pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Rokan Hulu. Komunikasi terbuka antara kekuatan politik dan pemerintah bukan sekadar seremoni, itulah ruh pertemuan ini. Ketua DPC PKB Rohul, Hafith Syukri, menyampaikan bahwa kehadiran partai tidak boleh hanya terasa saat musim pemilihan. "PKB Rokan Hulu berdiri mendukung sepenuhnya program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati yang telah bergerak nyata," ujar Hafith tegas. "Kepuasan tidak boleh membuat kita lengah. Dukungan kami beriringan dengan tanggung jawab mengawal dan memastikan setiap kebijakan benar-benar membawa manfaat, dan roda pemerintahan terus berjalan ke arah yang lebih baik," terangnya Pernyataan ini menegaskan posisi PKB: tidak sekadar membenarkan segala sesuatu yang terjadi, melainkan mendampingi sekaligus mengawasi agar arah pembangunan tetap setia pada kepentingan publik. Hafith menekankan membangun Rokan Hulu bukan tugas satu pihak saja. Sinergi antar pemerintah, partai politik, lembaga legislatif, dan seluruh elemen masyarakat mutlak diperlukan agar setiap langkah yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan warga. Komunikasi yang terjalin terbuka, menurutnya, adalah jembatan agar persoalan yang muncul dapat dihadapi bersama, dicarikan solusi yang adil dan tepat. Bupati Rokan Hulu, Anton menyambut hangat kehadiran jajaran PKB. Baginya, keterbukaan dan kerjasama lintas elemen adalah fondasi kokoh yang menjaga jalannya pembangunan tetap stabil dan terarah. Pertukaran pandangan yang berlangsung hangat dan terbuka menjadi bukti: di Rokan Hulu, perbedaan peran bukan sekat, melainkan kekuatan untuk melangkah bersama. Audiensi ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan, ia menjadi janji bersama: pemerintahan yang berjalan transparan, didukung kekuatan politik yang bertanggung jawab, dan seluruh langkah pembangunan senantiasa dikawal demi kesejahteraan rakyat Rokan Hulu.

Ikhsan Ramadona, S.IP: Niat Mengabdi, Langkah Nyata Buat Teluk Sono Resmi Daftar Bacalon Kades Politik
Politik
Selasa, 08 September 2026 | 12:30 WIB

Ikhsan Ramadona, S.IP: Niat Mengabdi, Langkah Nyata Buat Teluk Sono Resmi Daftar Bacalon Kades

Rokan Hulu, katakabar.com - Sebuah niat tulus yang lama dipendam, untuk kembali ke kampung halaman dan membangunnya dari dekat, kini diwujudkan dalam langkah yang pasti dan penuh keyakinan. Pagi itu, pada 7 September 2026, suasana di Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa Teluk Sono terasa hangat dan penuh harapan, ketika Ikhsan Ramadona, S.IP. melangkah masuk dengan wajah tenang tetapi penuh tekad membawa serta cita-cita luhur untuk mengabdikan diri sepenuhnya memajukan desa yang dicintainya sejak kecil. Kedatangannya disambut langsung Ketua Panitia Pilkades, Hendri, beserta seluruh anggota panitia, didampingi oleh jajaran Panwaslu Desa Teluk Sono dan Ketua BPD Teluk Sono. Suasana berlangsung khidmat namun penuh keakraban, mencerminkan semangat demokrasi yang tumbuh di tengah masyarakat desa. Setelah berbincang sejenak tentang proses pencalonan dan harapan bagi kemajuan desa, Ikhsan secara resmi menyerahkan seluruh berkas administrasi persyaratan pencalonan untuk diperiksa oleh panitia. Ketua Panitia, Hendri, kemudian memeriksa satu per satu kelengkapan dokumen tersebut dengan teliti. Setelah dicermati secara menyeluruh, ia menyampaikan penilaiannya secara terbuka dan transparan: “Berkas yang diserahkan Ikhsan Ramadona, S.IP. secara garis besar telah memenuhi persyaratan utama sebagai bakal calon Kepala Desa Teluk Sono. Tetapi, masih terdapat dua berkas pendukung yang belum kami terima secara lengkap. Kami telah menyampaikan hal tersebut kepada Bapak Ikhsan, dan memohon agar kekurangan tersebut dapat dilengkapi sebelum batas waktu yang telah ditetapkan, serta tetap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan panitia pelaksana," kata Hendri. Mendengar penjelasan tersebut, Ikhsan Ramadona menyambut baik arahan panitia dan tidak mempermasalahkan hal itu. Dengan sikap terbuka dan rendah hati, ia menyatakan: “Saya berjanji akan segera melengkapi kedua persyaratan yang belum terpenuhi itu secepat mungkin, sebelum batas waktu yang ditentukan. Saya berharap seluruh proses pemilihan Kepala Desa Serentak tahun 2026 ini dapat berjalan dengan lancar, jujur, aman, dan damai sesuai harapan kita semua," jelas Ikhsan. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada panitia pelaksana atas sambutan yang hangat serta arahan yang diberikan. “Terima kasih kepada Bapak Ketua, seluruh anggota panitia, BPD, dan Panwaslu yang telah menyambut saya dengan baik. Semoga kerja sama kita ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan desa kita bersama," ucapnya. Asa Besar: Memajukan Teluk Sono, Membangun Bersama dari Bawah Bagi Ikhsan Ramadona, pencalonan ini bukan sekadar keinginan untuk menduduki jabatan, melainkan sebuah panggilan hati untuk pulang dan mengabdi. Ia mengakui Desa Teluk Sono memiliki potensi yang sangat besar baik dari segi sumber daya alam, letak geografis, maupun semangat dan keramahan masyarakatnya. Tetapi, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap secara maksimal karena berbagai keterbatasan dan tantangan yang dihadapi desa selama ini. “Teluk Sono adalah tanah tempat saya dilahirkan, tempat saya tumbuh besar, dan tempat keluarga serta orang-orang yang saya cintai berada. Saya tidak bisa berdiri diam melihat desa kita tertinggal dari desa-desa lain. Saya ingin hadir bukan untuk menjadi pemimpin yang jauh dari rakyat, melainkan pemimpin yang berada di tengah-tengah masyarakat, mendengar setiap keluh kesah, dan bekerja bersama-sama dari bawah,” cerita Ikhsan dengan suara mantap namun penuh kerendahan hati. Ia memiliki harapan besar untuk memajukan Teluk Sono di berbagai bidang, yakni: • Pembangunan infrastruktur desa yang merata — memperbaiki jalan, jembatan, dan akses air bersih yang menjadi kebutuhan dasar warga. ​ • Pemberdayaan ekonomi masyarakat — mengembangkan potensi pertanian, perkebunan, dan usaha mikro agar warga desa memiliki penghasilan yang layak dan meningkat dari hari ke hari. ​ • Peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan pemuda — memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak desa untuk belajar dan berprestasi, serta menciptakan lapangan kerja agar para pemuda tidak harus pergi merantau untuk mencari nafkah. ​ • Penguatan pelestarian budaya dan lingkungan — menjaga warisan leluhur sekaligus menjaga kelestarian alam agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang. “Jika saya dipercaya nanti, saya tidak akan bekerja sendirian. Kemajuan Teluk Sono adalah tanggung jawab kita semua — pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu, dan seluruh warga desa. Saya ingin membangun dengan musyawarah, keterbukaan, dan kebersamaan. Tidak ada warga yang ditinggalkan, tidak ada aspirasi yang diabaikan,” tegasnya. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya, Ikhsan Ramadona bertekad membawa perubahan yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Teluk Sono. “Kembali untuk membangun, hadir untuk mengabdi — itulah janji yang ingin saya wujudkan bersama seluruh warga Teluk Sono. Mari kita berjalan bersama, bergandengan tangan, memajukan desa yang kita cintai ini menjadi desa yang makmur, sejahtera, dan bermartabat," sebutnya.

Di Antara Jejak Kepemimpinan Anton dan Poti Kokohkan Ketahanan Pangan Rokan Hulu Riau
Riau
Senin, 07 September 2026 | 14:10 WIB

Di Antara Jejak Kepemimpinan Anton dan Poti Kokohkan Ketahanan Pangan Rokan Hulu

Rokan Hulu, katakabar.com - Hamparan sawah hijau di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, berubah menjadi lautan emas sebagai tanda padi siap dipanen, Senin (7/9). Di tengah kegembiraan para petani, Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., pegang rumpun padi senyum lebar. Hal ini bukan sekadar memanen hasil bumi, melainkan memanen hasil kerja keras, keseriusan, dan komitmen nyata pemerintahan Rokan Hulu di bawah duet Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti untuk mewujudkan Rokan Hulu Maju. Panen bersama ini bukan sekadar seremoni. Angka yang tercatat berbicara sendiri: produktivitas padi di Desa Rambah Baru melonjak signifikan mencapai 8,9 ton per hektar, naik tajam dibandingkan tahun 2025 yang masih di angka 6,92 ton per hektar. Sebuah lompatan yang membuktikan kebijakan pertanian yang digagas Bupati Anton dan didukung penuh oleh Wakil Bupati Poti berjalan pada jalur yang tepat, berbasis data, berpihak pada petani, dan berorientasi pada ketahanan pangan daerah. Visi Bersama: Pertanian Tulang Punggung Kemajuan Rohul Kepemimpinan Anton dan Poti sejak awal menempatkan pertanian bukan sekadar sektor ekonomi biasa, melainkan fondasi utama pembangunan dan kemandirian daerah. Di tengah dinamika ekonomi yang berubah-ubah, pertanian tetap menjadi benteng yang menjaga kestabilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin Rambah Baru tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi berkembang menjadi kawasan agrowisata dan edukasi pertanian terpadu yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga infrastruktur,” ujar Anton, menegaskan visi jangka panjang yang menjadi kesepakatan bersama dengan Wakil Bupati Poti. Visi ini tercermin dalam langkah konkret yang dijalankan: Pertama, penyuluran bantuan benih untuk 400 hektar lahan di Rokan Hulu, dengan penekanan khusus 170 hektare di Kecamatan Rambah Samo. Kedua, pemberian 20 set alat mesin pertanian (Alsintan) modern kepada Kelompok Tani Agri Pondok, lengkap dengan bantuan pupuk NPK dari kemitraan CSR Perumda Rohul Hutan Jaya bukti sinergi pemerintah, BUMD, dan dunia usaha. ​ Ketiga, penerapan teknologi modern, pengembangan benih unggul, pengendalian hama terpadu, dan peningkatan indeks pertanaman paket lengkap yang dirancang untuk menaikkan rata-rata produktivitas daerah menjadi 5,5 ton/ha pada tahun 2026. Sinergi Anton dan Poti: Menggandeng Semua Pihak untuk Petani Kehadiran jajaran pejabat tinggi dalam kegiatan ini, mulai dari Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini, Perwira Polres dan Kejari Rokan Hulu, Ketua KTNA Rokan Hulul, Kepala Dinas Tanaman Pangan, hingga Camat Rambah Samo menunjukkan agenda ketahanan pangan bukan urusan satu orang atau satu dinas saja. Di bawah kepemimpinan Anton dan Poti, pembangunan pertanian menjadi gerakan bersama lintas sektor. Bupati Anton menegaskan, panen hari ini adalah bukti nyata kerja keras melahirkan hasil. Dari tangan para petani, kita tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menjaga kemandirian daerah. Pertanian harus menjadi kekuatan ekonomi sekaligus fondasi utama ketahanan pangan Rokan Hulu," jelasnya, Senin siang. Perhatian terhadap petani tidak berhenti di panen. Pemerintah Rohul terus memetakan potensi lahan sawah: dari total luas baku lahan sawah 1.432 hektar, lahan aktif mencapai ±1.100 hektar yang tersebar di 8 kecamatan dengan Kecamatan Rambah Samo sendiri menyumbang 467,75 hektar dan Desa Rambah Baru 129 hektar. Data tahun 2025 menunjukkan total luas panen mencapai 3.520,4 hektar dengan produksi 18.390,62 ton GKP, yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun program yang lebih presisi dan menyentuh kebutuhan petani secara langsung. Rokan Hulu Maju: Pertanian Kuat, Rakyat Sejahtera Keberhasilan panen di Rambah Baru adalah satu dari sekian banyak bab yang sedang ditulis pemerintahan Anton dan Poti. Visi “Rokan Hulu Maju — Maju, Berbudaya, Sejahtera, Berkelanjutan” tidak hanya diucapkan dalam pidato, tetapi ditanam di setiap jengkal tanah garapan petani, dipupuk dengan kebijakan yang berpihak, dan dipanen dalam bentuk kesejahteraan yang nyata. Dengan komitmen yang tak tergoyahkan, sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati, serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, Rokan Hulu melangkah mantap di mana pertanian yang kuat menjadi penjamin pangan rakyat, dan rakyat yang sejahtera menjadi jaminan masa depan daerah yang gemilang. Rokan Hulu Maju bukan sekadar slogan. Ia adalah janji yang ditunaikan di sawah, di ladang, di setiap kebijakan yang lahir untuk rakyat.