Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Lewat Intelligent Core Tekno
Tekno
Kemarin

Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Lewat Intelligent Core

Jakarta, katakabar.com - Lintasarta perkuat komitmen guna mendukung transformasi industri di era AI melalui jasa andalan Intelligent Core—The Intelligent Foundation Powering Indonesia's Digital Sovereignty. Intelligent Core membantu organisasi mengubah kompleksitas teknologi menjadi business outcomes yang dibutuhkan pelanggan dan industri melalui integrasi connectivity, cloud, cybersecurity, dan collaboration-AI dalam satu ekosistem digital yang aman, terhubung, dan andal. Hal tersebut disampaikan di acara Lintasarta Media Gathering yang berlangsung Selasa (9/6) kemarin, di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Lintasarta memaparkan bagaimana percepatan adopsi AI dalam memenuhi kebutuhan organisasi di berbagai sektor dengan cara mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital yang dimiliki Lintasarta dalam menghasilkan dampak bisnis yang nyata. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan industri. Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai strategic foundation yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (yang biasa disebut 4C capability) dalam satu end-to-end digital solution yang dapat secara signifikany) dalam satu end-to-end  meningkatkan Customer Experience (CX). Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui one end-to-end solution unifying the 4Cs, serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital bagi pelanggan (CX) yang terintegrasi, andal, dan efisien. “Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu Solusi Digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan. Sebagai implementasi nyata dari Intelligent Core, Lintasarta menghadirkan pendekatan berbasis Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan setiap sektor. Melalui pendekatan ini, Lintasarta bertransformasi dari penyedia layanan teknologi menjadi Industry Digital Infrastructure Orchestrator melalui Intelligent Core yang mengintegrasikan kapabilitas digital, AI, digital partner ecosystem, dan managed services untuk menghasilkan dampak bisnis yang lebih terukur. Lintasarta menghadirkan berbagai solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti diantaranya seperti Secure Banking Stack untuk sektor keuangan, Sovereign Government Stack untuk sektor pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail untuk sektor ritel. Setiap solusi dirancang untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital dan AI, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keandalan dan keamanan, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan. Saat ini Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan 74.196 jaringan di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, basis yang menjadikan integrasi 4C dalam satu arsitektur digital sebagai keunggulan nyata, bukan sekadar konsep. Melalui Intelligent Core, Lintasarta memperkuat perannya sebagai mitra strategis transformasi AI yang relevan dan trusted bagi industri nasional. Dengan menggabungkan sovereign infrastructure, AI, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Lintasarta berkomitmen membangun fondasi digital yang aman, andal terhubung, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia di era AI.

Bantu Brand Agar Direkomendasikan AI, Avonetiq luncurkan AVO AI Tekno
Tekno
Senin, 08 Juni 2026 | 10:30 WIB

Bantu Brand Agar Direkomendasikan AI, Avonetiq luncurkan AVO AI

Jakarta, katakabar.com - Perubahan perilaku pencarian informasi yang semakin bergeser ke platform berbasis kecerdasan buatan (AI) menciptakan tantangan baru bagi perusahaan untuk memastikan brand mereka tetap mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq resmi meluncurkan AVO AI (getavo.ai), platform yang membantu perusahaan mengukur, memantau, dan meningkatkan kehadiran brand di berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, hingga Google AI Overviews. Jika sebelumnya strategi digital berfokus pada optimasi mesin pencari (SEO), kini semakin banyak konsumen yang mengandalkan AI untuk memperoleh rekomendasi, membandingkan produk, hingga mencari referensi sebelum mengambil keputusan. Pada kondisi ini, posisi sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh peringkat di halaman pencarian, tetapi juga oleh seberapa sering dan seberapa akurat brand tersebut direkomendasikan oleh sistem AI. Pergeseran tersebut diperkirakan akan terus berlanjut. Gartner memprediksi volume penggunaan mesin pencari tradisional akan turun hingga 25 persen pada 2026 seiring meningkatnya penggunaan chatbot AI dan virtual agents sebagai sumber informasi.  Sementara, Adobe Analytics mencatat traffic dari platform AI generatif ke situs retail meningkat hingga 1.200 persen dalam kurun tujuh bulan terakhir, menunjukkan AI mulai berperan sebagai jalur baru bagi konsumen dalam menemukan informasi, produk, dan layanan. Melihat perubahan tersebut, AVO AI hadir untuk membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka direpresentasikan dalam jawaban AI sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya. Melalui platform ini, pengguna dapat memantau kemunculan brand pada berbagai model AI, menganalisis sumber informasi yang digunakan AI dalam menghasilkan jawaban, membandingkan posisi dengan kompetitor, serta memperoleh rekomendasi strategis untuk meningkatkan peluang brand direkomendasikan dalam percakapan berbasis AI. Berbeda dengan tools analitik digital konvensional yang berfokus pada performa website atau mesin pencari, AVO AI dirancang untuk memantau bagaimana sebuah brand muncul dan dipersepsikan di berbagai platform AI generatif. Pendekatan ini membantu perusahaan memahami posisi mereka di kanal pencarian yang semakin banyak digunakan konsumen saat ini. "Selama bertahun-tahun, perusahaan mengukur keberhasilan kehadiran digital melalui peringkat pencarian, traffic website, atau engagement. Namun ketika konsumen mulai bertanya langsung kepada AI, metrik tersebut tidak lagi cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah brand ditemukan dan dipertimbangkan. Di sinilah kebutuhan baru mulai muncul," kata Alexandro Wibowo, Co-Founder & Partner Avonetiq, dalam konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (5/6). Menurutnya, perusahaan yang mampu membangun otoritas dan representasi yang kuat di platform AI akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pertimbangan konsumen sejak tahap awal proses pengambilan keputusan. AVO AI dikembangkan untuk digunakan oleh brand, praktisi pemasaran, hingga agensi yang ingin beradaptasi dengan perubahan perilaku pencarian digital. Selain menyediakan pemantauan secara berkala, platform ini juga membantu pengguna mengidentifikasi peluang peningkatan melalui analisis konten, struktur informasi, dan sumber referensi yang paling berpengaruh terhadap jawaban AI. Sebagai perusahaan yang berfokus pada pemanfaatan AI untuk pemasaran dan komunikasi digital, Avonetiq melihat munculnya AI Search sebagai salah satu perubahan paling signifikan dalam lanskap pemasaran digital sejak hadirnya mesin pencari modern. Karena itu, pengembangan AVO AI menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu brand memahami bagaimana mereka muncul, dipersepsikan, dan direkomendasikan di era AI. "Sebelumnya, brand fokus mencari cara agar ditemukan di mesin pencari. Sekarang, tantangannya berkembang menjadi bagaimana brand direpresentasikan dalam jawaban AI. Ke depan, kemampuan sebuah brand untuk dipahami dan direkomendasikan oleh AI akan menjadi faktor penting yang memengaruhi cara konsumen menemukan, mengenal, dan mempertimbangkan sebuah produk maupun layanan," ucap Alexandro. Untuk informasi lebih lanjut mengenai AVO AI, kunjungi getavo.ai.

Belajar AI Tanpa Coding, Telkom AI Center Padang Ajak Peserta Bangun Sistem Otomatis Tekno
Tekno
Senin, 01 Juni 2026 | 14:05 WIB

Belajar AI Tanpa Coding, Telkom AI Center Padang Ajak Peserta Bangun Sistem Otomatis

Padang, katakabar.com - Telkom AI Center Padang kembali gelar AI Connect Offline Series usung tema “Dari Ide ke Sistem Otomatis Tanpa Coding” di Telkom AI Center Padang. Kegiatan ini membahas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan automation system sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja serta membantu berbagai kebutuhan produktivitas di era digital. Menghadirkan Fadli Digital (@fadlildigital), AI Content Creator & Web Specialist, kegiatan ini dikemas dalam format workshop interaktif yang membahas berbagai tools AI dan automation tanpa coding yang dapat diterapkan oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja profesional, freelancer, hingga masyarakat yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Workshop diikuti 31 peserta yang aktif mengikuti sesi praktik, diskusi, serta sharing session bersama narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyederhanakan pekerjaan, membangun sistem otomatis, serta meningkatkan produktivitas tanpa harus memiliki kemampuan coding secara mendalam. Di sesi pemaparannya, Fadli menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi AI yang saat ini berkembang sangat cepat. “AI akan menggantikan orang yang tidak menggunakan AI, jadi gunakan AI sebaik mungkin sebagai tool yang membantu untuk mempermudah pekerjaan,” ujarnya. Selain membahas konsep dasar automation, peserta juga diajak mengenal berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari, mulai dari pembuatan sistem otomatis, pengelolaan workflow, hingga optimalisasi produktivitas digital. Kegiatan turut dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan sharing pengalaman yang memberikan ruang diskusi lebih mendalam terkait penerapan AI di berbagai bidang pekerjaan. Syafira E, selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect Padang, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Telkom AI Center dalam memperluas akses literasi AI yang praktis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. “Perkembangan AI dan automation saat ini membuka peluang yang sangat besar bagi siapa saja. Melalui AI Connect, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang aplikatif agar masyarakat tidak hanya memahami AI sebagai tren teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dunia kerja,” ujarnya. Melalui AI Connect Offline Series, Telkom AI Center Padang terus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran teknologi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan menghadirkan topik-topik praktis serta narasumber yang berpengalaman di bidangnya, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi transformasi digital yang terus berkembang.

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:13 WIB

Nvidia Bikin Wall Street Makin Bullish, Demam AI Dorong Optimisme Investor

Jakarta, katakabar.com - Wall Street kembali bergerak positif setelah perusahaan teknologi raksasa Nvidia berhasil melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Hasil ini semakin memperkuat optimisme investor terhadap masa depan industri artificial intelligence (AI). Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari perkembangan AI global. Permintaan terhadap chip AI terus meningkat seiring semakin banyak perusahaan teknologi berlomba mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan. Selain mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat, Nvidia juga mengejutkan pasar dengan keputusan menaikkan dividen. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki kondisi keuangan yang sangat solid dan percaya diri terhadap prospek bisnis ke depan. Kinerja Nvidia langsung memberikan dampak besar terhadap sentimen pasar secara keseluruhan. Investor kembali masuk ke saham-saham teknologi karena percaya tren AI masih memiliki ruang pertumbuhan yang panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, AI memang menjadi salah satu tema investasi terbesar di pasar global. Banyak perusahaan mulai mengintegrasikan teknologi AI ke dalam bisnis mereka, mulai dari sektor cloud computing, otomotif, kesehatan, hingga layanan finansial. Hal tersebut membuat perusahaan penyedia infrastruktur AI seperti Nvidia berada di posisi yang sangat strategis. Chip buatan Nvidia kini menjadi komponen penting dalam pengembangan sistem AI modern. Optimisme terhadap AI bahkan disebut-sebut sebagai salah satu alasan utama mengapa Wall Street terus mampu bertahan di tengah berbagai tekanan global. Investor melihat AI bukan sekadar tren sementara, melainkan revolusi teknologi yang berpotensi mengubah banyak industri secara permanen. Selain Nvidia, saham teknologi besar lainnya juga ikut menguat karena pasar percaya pertumbuhan sektor digital masih akan berlanjut. Reli saham teknologi akhirnya membantu indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor baru. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar saat ini semakin fokus pada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang berbasis inovasi teknologi. Investor global mulai berlomba mencari emiten yang diperkirakan mampu menjadi pemimpin industri AI di masa depan. Tidak sedikit analis yang memprediksi perkembangan AI akan menciptakan gelombang transformasi ekonomi baru seperti internet pada era 2000-an. Teknologi ini diperkirakan akan meningkatkan efisiensi bisnis, mempercepat otomatisasi, hingga membuka peluang industri baru yang sebelumnya belum pernah ada. Di sisi lain, meningkatnya antusiasme terhadap AI juga memicu lonjakan valuasi saham teknologi. Beberapa investor mulai khawatir bahwa euforia pasar bisa membuat harga saham bergerak terlalu tinggi dalam waktu singkat. Lantaran itu, investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi. Kinerja laba, pertumbuhan bisnis, arus kas, dan prospek jangka panjang tetap menjadi faktor utama yang harus dianalisis. Selain saham teknologi, investor kini juga mulai memperhatikan peluang investasi lain seperti aset kripto dan emas digital. Menariknya, perkembangan AI juga mulai berkaitan dengan dunia blockchain dan aset digital. Beberapa proyek kripto berbasis AI mulai mendapatkan perhatian pasar karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital kini mulai menyentuh hampir seluruh sektor investasi. Tidak hanya investor institusi, investor ritel juga mulai aktif mencari peluang di tengah perkembangan teknologi global. Akses terhadap pasar internasional yang semakin mudah membuat investor Indonesia kini dapat ikut memantau dan berinvestasi pada aset global secara lebih praktis. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di Nanovest. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Momentum pertumbuhan AI saat ini menjadi salah satu cerita terbesar di pasar global. Banyak investor percaya bahwa perusahaan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik akan menjadi pemimpin ekonomi di masa depan. Dengan Wall Street yang terus mencetak rekor baru dan sektor teknologi menjadi motor utama penggerak pasar, investor kini semakin optimistis terhadap peluang pertumbuhan ekonomi digital global dalam jangka panjang. Meski demikian, volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai karena faktor geopolitik, kebijakan suku bunga, dan kondisi ekonomi global masih dapat memengaruhi arah pergerakan pasar sewaktu-waktu. Karena itu, disiplin dalam mengelola risiko dan melakukan diversifikasi tetap menjadi strategi penting bagi investor modern. Di tengah perubahan besar yang terjadi akibat revolusi AI, investor yang mampu memahami tren teknologi dan mengelola portofolio secara bijak berpotensi memperoleh peluang pertumbuhan yang menarik di masa depan.

Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85 Persen, Saham Terbang 9,3 Persen Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 05 Mei 2026 | 18:10 WIB

Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85 Persen, Saham Terbang 9,3 Persen

Jakarta, katakabar.com - Raksasa teknologi Alphabet Inc. mengejutkan pasar dengan laporan keuangan kuartal pertama 2026 yang jauh melampaui ekspektasi membuktikan taruhan besar mereka pada kecerdasan buatan mulai berbuah nyata. Saham Alphabet (NASDAQ: GOOGL) langsung melonjak 9,3 persen, setelah perusahaan induk Google itu merilis kinerja kuartal pertama 2026 yang spektakuler. Pendapatan tumbuh hampir 22 persen secara tahunan menjadi $109,9 miliar, sementara laba per saham meroket 85 persen ke angka $5,11 hampir dua kali lipat dari estimasi konsensus analis Wall Street. Mesin utama di balik lonjakan kinerja ini adalah Google Cloud, yang mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 63,4 persen. Angka ini bukan sekadar statistik ini adalah sinyal bahwa Alphabet berhasil merebut pangsa pasar yang selama ini dikuasai oleh Amazon Web Services dan Microsoft Azure. Perang cloud tiga besar kini semakin sengit, dan Google tampak semakin percaya diri masuk ke dalam pertempuran. Integrasi AI generatif di seluruh ekosistem produk Google mulai dari mesin pencari Search yang kini dilengkapi fitur AI Overview, hingga monetisasi konten di YouTube menjadi katalis yang mendorong permintaan secara masif. Pengguna semakin bergantung pada layanan berbasis AI, dan setiap interaksi itu berujung pada pendapatan iklan maupun langganan berbayar yang terus tumbuh. Meski pergerakan harga saham Alphabet cenderung stabil sepanjang tahun, lonjakan kali ini mengonfirmasi bahwa pasar melihat hasil ini sebagai titik infleksi penting. Dengan kenaikan 22 persen sejak awal tahun dan harga yang mendekati level tertinggi sepanjang masa (all-time high), Alphabet kembali memimpin reli saham-saham teknologi mega cap didukung pula oleh meredanya tensi geopolitik yang memulihkan selera risiko investor global. Bagi investor jangka panjang, laporan ini mempertegas satu narasi besar: perusahaan yang mampu mengkapitalisasi gelombang AI tidak akan sekadar bertahan mereka akan tumbuh eksponensial. Dan Alphabet, dengan ekosistem data terbesar di dunia, berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk terus memperlebar jarak dari para pesaingnya. Pertanyaannya sekarang: apakah kamu sudah memanfaatkan momentum ini sebagai investor? Momen seperti lonjakan saham Alphabet ini adalah pengingat nyata: peluang investasi bisa datang kapan saja. Dengan aplikasi Nanovest, kamu bisa memantau pergerakan saham Amerika Serikat termasuk GOOGL secara real-time, sekaligus langsung berinvestasi dari genggaman tanganmu. Tidak perlu khawatir soal keamanan: asetmu terlindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, dan Nanovest telah resmi terdaftar sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital oleh OJK. Saham AS, Aset Kripto, Emas Digital, semua ada dalam 1 aplikasi. Nanovest tersedia di Play Store dan App Store. Cocok untuk investor pemula maupun berpengalaman yang ingin diversifikasi portofolio secara mudah dan aman. Coba Nanovest Sekarang! Dunia investasi bergerak cepat. Alphabet hari ini adalah contoh sempurna bagaimana satu laporan keuangan bisa mengubah sentimen pasar dalam semalam. Dengan alat yang tepat di tangan, kamu tidak perlu jadi analis Wall Street untuk bisa ikut menikmati pertumbuhan perusahaan-perusahaan terbaik dunia.

Bersama Disdik, SU Kukuhkan Diri PTS Terdepan Penguatan Kompetensi AI Guru se Sumsel Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 30 April 2026 | 13:04 WIB

Bersama Disdik, SU Kukuhkan Diri PTS Terdepan Penguatan Kompetensi AI Guru se Sumsel

Palembang, katakabar.com - Dinas Pendidikan Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan gandeng Satu University Palembang dan platform edukasi GreatNusa sebagai upaya perkuat kompetensi guru di bidang teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan bertajuk “AI for Education” yang menyasar guru SMA dan SMK di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang telah dilakukan oleh Rektor Satu University, Bapak Win Ce, S.Kom,. M.M. dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan Februari 2026 lalu. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini diikuti oleh 40 guru secara langsung di Satu University Palembang dan lebih dari 394 guru SMA/SMK kurang lebih dari 11 Kabupaten dan 3 Kota di Provinsi Sumatera Selatan secara daring. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran yang lebih adaptif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan era digital, sejalan dengan upaya Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Bersama Satu University Palembang dalam mendorong transformasi pendidikan. Acara diawali dengan pembukaan secara daring oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd.. Meskipun berhalangan hadir secara langsung, beliau tetap memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Pembukaan kegiatan secara langsung di Kampus Satu University Palembang dilaksanakan oleh Dr. Febriansyah, S.E., M.M. (Kasi PTK SMK) yang hadir langsung di Satu University Palembang mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus menandai dimulainya kegiatan secara resmi. Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd. menegaskan penguatan kompetensi guru dalam bidang teknologi menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. “Penguatan kapasitas guru dalam memahami dan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Kami sangat mendukung program-program positif seperti ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan,” ujarnya. Wakil Rektor II Satu University Palembang, Bapak Dr. Lodovicus Lasdi, S.E., M.M., A.k., CA., CPA., CAP., menyampaikan bahwa peran institusi pendidikan tinggi sangat penting dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan.  “Pemanfaatan AI dalam pendidikan bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran modern. Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru agar siap menghadapi disrupsi teknologi,” jelasnya. Sebagai bentuk komitmen institusi dalam mengawal kualitas pelaksanaan kegiatan, jajaran akademik SATU University Palembang juga turut hadir secara langsung, di antaranya Dr. Febriyanti Panjaitan, S.Kom., M.Kom. (Head of Program Teknik Informatika) dan Hery Oktafiandi, S.T., M.Eng. (Head of Program Sistem Informasi). Keterlibatan langsung ini mencerminkan dedikasi kampus dalam memastikan program pengembangan kompetensi berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi para peserta. Dari sisi implementasi teknis, GreatNusa melalui expert di bidang AI, Marisca Revani Putri, yang membawakan materi prompting, menekankan bahwa kemampuan menyusun perintah (prompt) yang tepat menjadi fondasi utama dalam penggunaan AI secara efektif dalam pembelajaran. “Prompting adalah keterampilan dasar dalam menggunakan AI. Dengan prompt yang tepat, guru dapat menghasilkan materi ajar, soal, hingga konten pembelajaran yang lebih personal, dan efisien sesuai kebutuhan siswa,” ulasnya. Di pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari teknik dasar hingga lanjutan dalam prompting, pemanfaatan AI untuk penyusunan materi ajar, pengembangan metode pembelajaran interaktif, hingga optimalisasi evaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain sesi pemaparan, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung dan diskusi interaktif guna memastikan para peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Salah satu peserta kegiatan AI for Education, Desra Triyunsari, M.Kom., guru Informatika SMA Negeri 19 Palembang, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan yang diikuti. “Sebagai guru Informatika, saya mendapatkan banyak ilmu baru melalui kegiatan ini, khususnya pemanfaatan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Pelatihan ini membantu kami dalam mengakses dan mengembangkan materi ajar yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi tenaga pengajar lainnya, sehingga kami dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh kepada siswa secara lebih optimal,” ucapnya. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Satu University Palembang, dan GreatNusa ini menjadi langkah pasti mendorong percepatan transformasi digital pendidikan khususnya di Sumatera Selatan. Dengan menjangkau lebih dari 400 tenaga pendidik dari berbagai kabupaten dan kota, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, efisiensi kerja guru, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif dan relevan bagi siswa. Ke depan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan bersama Satu University Palembang berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik. Apabila terdapat kesempatan lanjutan, kolaborasi ini akan kembali diwujudkan melalui program-program yang inovatif dan berdampak.

Kamis, 23 April 2026 | 17:11 WIB

Kolaborasi Teknologi: Blaize dan Datacomm Eksplorasi Solusi AI Inference se Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Blaize Holdings, Inc (Blaize), perusahaan global di bidang komputasi AI yang programmable dan hemat energi, bersama PT Datacomm Diangraha (Datacomm), salah satu penyedia layanan TI terkemuka di Indonesia, resmi teken Nota Kesepahaman (MoU) untuk aliansi teknologi eksplorasi potensi solusi AI inference di seluruh Indonesia. Seremoni penandatanganan dilakukan di Gitex Asia 2026, Singapura, sebagai langkah awal komitmen kedua perusahaan dalam mendorong pemanfaatan AI yang lebih aplikatif di pasar Indonesia. Indonesia: Pasar AI Kian Strategis Indonesia menjadi salah satu pasar AI dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik. Masuknya hyperscaler global, pengembangan infrastruktur digital berdaulat, serta ekspansi teknologi enterprise mempercepat adopsi AI di berbagai sektor. Laporan Empowering Indonesia Report 2025 dari Indosat Ooredoo Hutchison dan Twimbit, menyebutkan sovereign AI berpotensi menyumbang hingga USD 140 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030, dengan pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 6,8 persen. Sementara, sektor AI Indonesia tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 31 persen. Angka tersebut tertinggi di Asia Tenggara (Digital in Asia, 2026). Melihat peluang ini, Blaize dan Datacomm memposisikan aliansi mereka untuk menjawab kebutuhan pasar, dengan fokus pada Physical AI, keamanan publik dan pengawasan, AI industry, dan logistik. Ruang Lingkup Kerja Sama Melalui MoU ini, kedua perusahaan berencana mengeksplorasi sejumlah area, di antaranya: AI Inference as a Service di DCloud Integrasi platform Hybrid AI Blaize dengan DCloud (layanan cloud Datacomm), dan infrastruktur data center Datacomm untuk menghadirkan layanan inference yang scalable bagi pelanggan enterprise. Physical AI, Keamanan Publik, Pengawasan dan Logistik Pengembangan use case AI inference seperti analitik video, smart surveillance, peningkatan keamanan fisik, serta optimalisasi logistik di sektor publik maupun enterprise di Indonesia. AI Industri Pemanfaatan AI inference untuk otomasi industri di Indonesia, termasuk computer vision dan teknologi berbasis sensor. “Asia Pasifik saat ini berada pada titik krusial dalam perkembangan AI inference, dan Indonesia menonjol sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut,” kata Dinakar Munagala, Co-Founder dan Chief Executive Officer Blaize. Menurut Dinakar, Datacomm memiliki fondasi infrastruktur yang kuat serta relasi enterprise yang solid. Mereka punya relasi kuat dengan pelanggan enterprise yang dibutuhkan pasar ini. Jadi, ucap Dinakar, kami bersama-sama eksplorasi bagaimana platform AI Blaize yang dapat diprogram dan hemat energi dapat menghadirkan nilai nyata di dunia nyata, mulai dari keamanan publik, infrastruktur cerdas, physical AI, hingga logistik di seluruh Indonesia. Aliansi ini menjadi fondasi yang kuat, dan kami berkomitmen untuk terus mengembangkannya. Presiden Direktur dan Founder Datacomm, Tan Wie Tjin, menegaskan kesiapan perusahaan menyambut era AI. “Di Datacomm, kami telah menghabiskan lebih dari tiga dekade untuk membangun kepercayaan dari berbagai pelanggan enterprise, instansi pemerintah, dan operator infrastruktur kritikal di Indonesia,” ujar Wie Tjin. “Indonesia berada di ambang transformasi AI yang signifikan, dan kebutuhan akan solusi inference yang cerdas, scalable, serta aman terus meningkat di setiap sektor yang kami layani. Aliansi dengan Blaize ini langkah yang natural sekaligus menarik dalam perjalanan kami menuju era AI," imbuhnya. Dijelaskannya, kombinasi antara infrastruktur cloud dan data center Datacomm dengan platform AI inference kelas dunia dari Blaize menempatkan kami pada posisi yang unik untuk menjawab kebutuhan tersebut. Saya menantikan berbagai peluang yang akan dihadirkan aliansi teknologi ini, baik bagi pelanggan kami maupun masa depan digital Indonesia, tuturnya. MoU ini bersifat non-binding dan menjadi kerangka awal kerja sama. Kedua pihak dapat melanjutkan ke proyek konkret melalui perjanjian lanjutan di masa mendatang. Kolaborasi ini akan memprioritaskan pengembangan solusi AI inference yang aman, scalable, dan hemat energi, serta dapat terintegrasi secara mulus dengan lingkungan cloud, data center, maupun infrastruktur fisik yang telah ada di seluruh Indonesia. Tentang Blaize Blaize Holdings, Inc. merupakan perusahaan teknologi global yang mengembangkan platform AI programmable untuk kebutuhan inference di dunia nyata. Dengan arsitektur Hybrid AI, Blaize menggabungkan Graph Streaming Processor (GSP) dengan infrastruktur berbasis GPU untuk mendukung berbagai aplikasi seperti computer vision, smart city, industri, hingga logistik. Kunjungi www.blaize.com atau follow LinkedIn @blaizeinc untuk informasi lebih lanjut. Tentang Datacomm PT Datacomm Diangraha adalah perusahaan layanan Teknologi Informasi terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Datacomm mengoperasikan platform cloud publik DCloud yang didukung data center bersertifikasi global di wilayah Jabodetabek.

Mini Demo Day Tampilkan Solusi AI Otomasi Workflow UMKM di Makassar Nasional
Nasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 14:08 WIB

Mini Demo Day Tampilkan Solusi AI Otomasi Workflow UMKM di Makassar

Makassar, katakabar.com - Talenta digital mempresentasikan solusi AI untuk otomasi workflow UMKM dalam Mini Demo Day yang digelar Telkom AI Center Makassar lewat program AI Connect. Program AI Connect yang diinisiasi Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence gelar Mini Demo Day – AI Automation for SME pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Telkom AI Center Makassar. Kegiatan ini menjadi wadah bagi developer muda, mahasiswa, dan talenta teknologi untuk mempresentasikan berbagai solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inisiatif ini dinilai relevan mengingat sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai lebih dari 64 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari total unit usaha, dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan inovasi teknologi yang dapat membantu UMKM meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. Pada sesi Mini Demo Day, beberapa tim mempresentasikan proyek AI yang berfokus pada otomasi proses bisnis UMKM, di antaranya KasirTa' POS, sistem kasir pintar berbasis AI dengan fitur input suara, serta SmartBiz Blast AI, asisten pemasaran digital yang membantu menghitung profitabilitas produk sekaligus mengotomatisasi promosi. Selain itu, peserta juga menampilkan Laporin.AI yang mampu mengubah data mentah menjadi laporan bisnis secara otomatis, Mandja.bot sebagai chatbot layanan pelanggan berbasis web, U-Smart Apps untuk menghasilkan visual promosi produk secara otomatis melalui teknologi AI generatif, serta SAPI (Sistem Atur Penjualan & Inventory) yang membantu pengelolaan penjualan dan stok barang secara lebih terstruktur. Sesi demo menghadirkan Khairul Umam dari Inkubator Bisnis Kota Makassar dan Kholil Haq Al Hakim CTO GoDentist. Keduanya berperan sebagai judges yang memberikan feedback kepada peserta terkait pengembangan model bisnis, serta aspek teknologi dan implementasi Artificial Intelligence dari solusi yang dipresentasikan. Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, pada sesi opening menyampaikan keynote pemanfaatan teknologi AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka peluang inovasi baru bagi pelaku usaha. “Melalui program seperti ini, kami ingin membantu talenta digital tidak hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana solusi AI tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi bisnis dan memiliki model yang berkelanjutan,” kata Mizan. Salah satu peserta, Fachrul Muslihi, yang mengembangkan KasirTa' POS, menyampaikan kegiatan ini memberikan kesempatan bagi talenta teknologi untuk menguji sekaligus menyempurnakan solusi yang dikembangkan. “Melalui kegiatan ini kami mendapatkan banyak masukan dari praktisi industri, terutama terkait bagaimana solusi AI yang kami bangun dapat lebih relevan dengan kebutuhan pelaku usaha dan berpotensi untuk diterapkan atau mendapatkan usecase di Inkubator Bisnis Kota Makassar,” ulasnya. Melalui kegiatan ini, AI Center Makassar mendorong lahirnya inovasi AI yang tidak hanya berhenti sebagai prototipe, tetapi mampu berkembang menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan pelaku UMKM serta berpotensi diimplementasikan secara nyata di dunia usaha.

Krakatau IT Dukung Peningkatan Kompetensi Guru YPKS Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI Nasional
Nasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 14:25 WIB

Krakatau IT Dukung Peningkatan Kompetensi Guru YPKS Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Information Technology (Krakatau IT) sebagai narasumber usung tema seputar pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Pembelajaran yang ditaja Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan teknologi informasi. Program yang telah dilaksanakan pada akhir 2025 merupakan bagian dari serangkain Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan diharapkan dapat terus berlanjut. Pelatihan ini bertujuan membekali para tenaga pendidik dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan di dunia pendidikan. Melalui pelatihan ini, para guru di lingkungan YPKS diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi AI dalam proses belajar-mengajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif, dan relevan dengan tuntutan era industri 4.0. Direktur Utama Krakatau IT, Sugeng Pangraksa, menuturkan kegiatan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas tenaga pendidik, khususnya dalam menghadapi era digital. Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan satu kali, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan Krakatau IT dalam membangun ekosistem literasi digital di lingkungan pendidikan. “Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan YPKS. Ke depan, Krakatau IT juga membuka peluang kolaborasi lanjutan, baik dalam bentuk program pendampingan, pengembangan kurikulum digital, maupun implementasi platform pembelajaran berbasis teknologi,” ujar Sugeng. Sementara, Bendahara Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS), Dian Bahtiar, mengapresiasi dukungan Krakatau IT dalam kegiatan ini. “Kami berterima kasih atas sinergi yang terjalin dengan Krakatau IT. Pelatihan ini menjadi langkah strategis bagi guru-guru kami untuk lebih siap menghadapi perubahan paradigma pembelajaran di era digital,” kata Dian. Sebagai bagian dari Krakatau Steel Group, Krakatau IT terus berperan aktif dukung penguatan literasi digital serta peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Kolaborasi dengan YPKS ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menyiapkan generasi muda yang melek teknologi, kreatif, dan siap menjadi inovator dan pemimpin di era transformasi digital. Program tersebut bagian dari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat. PT Krakatau Information Technology (Krakatau IT) anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dipimpin Dr. Akbar Djohan selaku Direktur Utama, sekaligus Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron dan Steel Industry Association).

AI Kini Jadi Penentu Awal Pilihan Konsumen, Brand Berisiko Tersaring dari Persaingan Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 06 Maret 2026 | 09:10 WIB

AI Kini Jadi Penentu Awal Pilihan Konsumen, Brand Berisiko Tersaring dari Persaingan

Jakarta, katakabar.com - AI kini berfungsi sebagai gerbang awal persaingan brand dengan menyaring dan merekomendasikan hanya beberapa nama yang dianggap paling kredibel. Dengan meningkatnya adopsi dan kepercayaan terhadap AI secara global, brand yang tidak membangun otoritas digital berisiko tersaring dari consideration set sejak tahap awal pengambilan keputusan konsumen. Peran kecerdasan buatan (AI) dalam proses pengambilan keputusan konsumen kini berkembang jauh melampaui fungsi pencarian informasi. AI mulai berperan sebagai “penjaga gerbang” yang menentukan brand mana yang masuk dalam daftar pertimbangan awal sebelum konsumen melakukan evaluasi lebih lanjut. Saat pengguna bertanya kepada sistem, seperti AI Overviews atau ChatGPT, mengenai rekomendasi produk, layanan, atau solusi tertentu, AI tidak menampilkan seluruh pemain di pasar. Sistem tersebut menyaring sejumlah brand yang dinilai paling relevan dan kredibel, lalu merangkumnya menjadi jawaban instan. Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya adopsi dan kepercayaan terhadap AI secara global. Survei internasional yang melibatkan lebih dari 48.000 responden di 47 negara menunjukkan bahwa sekitar dua per tiga responden kini menggunakan AI secara rutin, dan 83% percaya bahwa AI akan memberikan manfaat dalam kehidupan mereka, termasuk dalam membantu pengambilan keputusan. Di sisi korporasi, laporan global menunjukkan lebih dari 70 persen organisasi telah mengintegrasikan AI dalam berbagai fungsi bisnis, seperti pemasaran, analitik, dan pengambilan keputusan strategis. Artinya, AI tidak lagi menjadi eksperimen teknologi, melainkan telah menjadi infrastruktur kompetitif di berbagai industri. Pada konteks ini, AI tidak hanya memfasilitasi pencarian, tetapi membentuk persepsi awal konsumen terhadap brand. Jika sebuah brand tidak disebut dalam jawaban AI, maka ia berpotensi tidak dipertimbangkan sejak awal. “Masalahnya bukan lagi soal ditemukan atau tidak. Masalahnya sekarang siapa yang masuk ke daftar pilihan awal yang disaring oleh AI. Kalau tidak masuk, brand praktis tidak ikut dipertimbangkan,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI. Menurut Alexandro, sistem AI bekerja dengan logika seleksi yang berbeda dari mesin pencari tradisional. AI mengumpulkan berbagai sumber informasi, mengevaluasi konsistensi narasi, reputasi digital, serta validasi eksternal, lalu merangkum brand yang dianggap paling layak direkomendasikan. Penelitian McKinsey dan Company tentang bagaimana kecerdasan buatan mampu mendorong produktivitas dan inovasi juga menunjukkan meskipun mayoritas perusahaan mulai merangkul penggunaan AI, hanya sebagian kecil yang benar-benar mampu mengekstraksi nilai strategis secara menyeluruh. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan kompetitif antara brand yang sekadar menggunakan kecerdasan buatan dengan brand yang memahami cara membangun posisi dalam ekosistem AI. Fenomena ini berpotensi menciptakan efek konsentrasi di berbagai industri. Akibatnya, hanya segelintir brand yang terus disebut dan diperkuat oleh sistem AI, sementara lainnya semakin jarang terlihat. “AI sekarang berperan seperti asisten pribadi konsumen. Dan asisten ini tidak menampilkan semua opsi, hanya yang dianggap paling kredibel dan relevan. Kalau brand tidak membangun fondasi otoritas digitalnya, AI tidak punya alasan untuk menyebutnya,” jelas Alexandro. Perusahaan yang tidak menyesuaikan strategi visibilitasnya berisiko mengalami erosi daya saing secara perlahan. Bukan karena produknya tidak kompetitif, melainkan karena tidak masuk dalam radar sistem yang kini menjadi perantara utama antara brand dan konsumen. Di era AI, persaingan tidak lagi dimulai ketika konsumen membuka website atau marketplace. Persaingan sudah dimulai pada tahap yang lebih awal, di algoritma yang menentukan siapa yang layak direkomendasikan.