Anak Binaan

Sorotan terbaru dari Tag # Anak Binaan

Wow! Anak Binaan DLEC Duri Juara Umum di Kompetisi Scrabble Ajang NEO UNRI 2026 Riau
Riau
4 jam yang lalu

Wow! Anak Binaan DLEC Duri Juara Umum di Kompetisi Scrabble Ajang NEO UNRI 2026

Duri, katakabar.com - Kompetisi scrabble di ajang National English Olympiad (NEO) 2026 tajaan Universitas Riau di Pekanbaru pada Sabtu (25/4) hingga Ahad (26/4) lalu berlangsung cukup meriah. Di ajang NEO tahun ini, anak-anak binaan atau pernah dibina intensif Dicky Limra English Course (DLEC) Duri berhasil gondol predikat juara umum. Sebelumnya pada 5 hingga 6 Februari 2026, anak binaan DLEC juga telah menyapu bersih gelar juara scrabble di ajang Cendana English Competition (CEC) 2026 tajaan SMA Cendana Mandau. Hal itu dikatakan pemilik sekaligus pimpinan DLEC Duri, Dikky Limra kepada katakabar.com, Rabu (29/4). "Alhamdulillah, anak-anak binaan atau pernah dibina di DLEC kembali berhasil mendominasi lomba scrabble NEO 2026 Unri, baik untuk tingkat SMP maupun SMA," ujar Dikky didampingi pelatih scrabble yang didatangkan khusus dari Lampung, Sunardi. Ditambahkannya, kompetisi scrabble rutin tahunan tajaan Unri tersebut diramaikan 100 peserta. Terdiri dari 50 peserta untuk tingkat SMP (junior high school/JHS). Dan 50 peserta lagi untuk tingkat SMA (senior high school/SHS). Menurut Dikky dan Sunardi, untuk tingkat SMP tercatat sebanyak 7 peserta dari area Duri. Sedang untuk tingkat SMA ada 5 peserta. Untuk tingkat SMP, anak-anak Duri dan sekitarnya berhasil menyumbangkan tiga gelar. Masing-masing juara 1, 3, dan 4. Hasil lengkapnya, yakni Juara 1, Muhammad Rasyid Alfikri (SMPS IT Maqdis Ibadurrahman Duri), utusan Dicky Limra English Course. Rasyid juga meraih predikat high word. Juara 2 diraih James Thursviando Yhang dari SMP Witama Nasional Plus, Pekanbaru. Sedang, juara 3 digondol Dastan Zaynparsha Attaya (SMP IT Mutiara Pinggir), utusan DLEC. Juara 4, Alif Firmansyah (SMPN 2 Bathin Solapan), juga utusan DLEC. Peserta tingkat SMA pun berhasil pula mempersembahkan tiga gelar. Terdiri dari juara 1, 2, dan 4. Masing-masing, juara 1 atas nama Jimo De Raffa (SMAN 2 Mandau), utusan DLEC. Jimo pun berhasil meraih predikat high word. Juara 2 dipegang Raymond Wijaya (SMAS Cendana Mandau). Juara 3, Azzam Naufal Ali Habsyi (MAN 2 Pekanbaru). Dan juara 4, Shifa Febri Aulia (SMAN 2 Mandau), utusan DLEC. Jimo Sempat Pesimis Pelatih scrabble khusus DLEC, Sunardi mengaku sempat memprediksi peluang menang Jimo maupun Raymond Wijaya fifty-fifty kalau mereka berdua bertemu di final scrabble tingkat SMA. Ternyata prediksinya tidak meleset. Kedua anak yang pernah dibina DLEC itu bertemu di partai final tingkat SMA, Ahad (26/4). Jimo, imbuh Sunardi, sempat pesimis bakal menang dari Raymond andai mereka bertemu di final. Sikap itu, kata Sunardi, wajar. Apalagi Raymond lebih senior dan punya pengalaman tanding lebih banyak. Raymond juga tampil menggila sejak di babak penyisihan. Sementara Jimo melaju pelan-pelan. "Malam sebelum pertandingan, Jimo mengaku pesimis. Katanya takut jumpa Raymond karena jam terbangnya lebih tinggi. Saya minta dia untuk tidak pesimis. Paginya saya semangati lagi," ujarnya. Sunardi menyebut, siapa tahu justru Jimo bakal dapat 2 blank dan 4 huruf s sehingga mudah membuat bingo di final. "Ternyata dia memang dapat 2 blank dan 3 huruf s di partai final. Karena Raymond membuat sedikit kesalahan, akhirnya Jimo yang menang. Skor bingo mereka, Jimo 2, Raymond 1," ulasnya. Ditambahkan Sunardi, Raymond memilih membiarkan Jimo bikin bingo walau ada kata yang tak valid tapi tak di-chalenge Raymond. Alasan Raymond, huruf q-nya bisa dikeluarkan. "Kalau Raymond challenge, mungkin akhir pertandingan bisa jadi bakal berbeda," jelasnya. Sementara, Shifa Febri Aulia yang juara 4, awalnya diprediksi Sunardi bisa juara 3. Namun di partai perebutan tempat ketiga dia dikalahkan Azzam Naufal Ali Habsyi dari MAN 2 Pekanbaru. Di sesi latihan, imbuhnya, Shifa juga sering bikin bingo. Malah pernah dalam satu kali permainan dia membuat 4 kali bingo. Dua anak lainnya, masing-masing Haifa Suci Elvatiah dan Valencia Agatha. Keduanya harus gugur di babak penyisihan tingkat SMA lantaran kalah dari pemain lain. Akhirnya Valencia berada di posisi 18 dan Haifa di peringkat 19 dari total 50 peserta. Peserta SMP Pun Sangat Antusias Sebanyak 4 dari 7 peserta scrabble tingkat SMP binaan DLEC belum begitu beruntung di ajang NEO tahun ini. Meski begitu, mereka tetap menunjukkan harapan besar. Masing-masing Arkha Maulana Zahran yang kandas melaju ke babak semi final karena kalah dari rekannya Muhammad Rasyid di babak 8 besar. Berikutnya Xander Albert Kho yang berada di peringkat 13. Meski lajunya tertahan, Xander sempat mengalahkan juara 2 James Thursviando Yhang di babak penyisihan. Juga ada Naufal Afkar yang belum beruntung dan harus berada di peringkat 18. Lalu, binaan DLEC lain, Jennie Marcelyna yang berada di peringkat 17 pun diberi apresiasi khusus oleh Sunardi. "Jennie baru kelas 8 di SMPS Pelopor Duri. Baru ikut bergabung latihan dua bulan belakangan. Sayangnya dia belum beruntung lolos ke babak 8 besar," ucapnya. Dalam latihan, lanjutnya, dia sering bikin bingo. Bakatnya besar, bisa digembleng terus. Apalagi dukungan dari orang tuanya pun bagus sekali. Malah, sehabis kandas melaju di ajang NEO, dia tidak sedih dan menangis sama sekali. Dia tetap enjoy dan sangat bersemangat. Malam usai pertandingan tingkat SMP pada 25 April, dia malah langsung mengajak saya untuk latihan lagi," terang Sunardi gembira.