Berawal
Sorotan terbaru dari Tag # Berawal
Kesehatan Prostat Pria Sering Terabaikan, Padahal Bisa Berawal dari Keluhan Sepele
Jakarta, katakabar.com - Bagi banyak pria, membicarakan kesehatan prostat mungkin bukan hal yang menjadi prioritas. Padahal, prostat bagian penting dari sistem reproduksi pria dan berbagai gangguan pada organ ini dapat muncul seiring bertambahnya usia. Salah satu yang paling umum adalah pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Kondisi ini bukan kanker, tetapi ketika prostat membesar, aliran urine dapat terganggu dan menimbulkan berbagai keluhan. Menariknya, gangguan prostat kerap berawal dari hal yang dianggap sepele. Lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari, sulit memulai buang air kecil, pancaran urine melemah, urine menetes di akhir, atau merasa belum tuntas setelah buang air kecil adalah beberapa keluhan yang perlu diperhatikan. Data GLOBOCAN 2022 menunjukkan, kanker prostat mencatat sekitar 13.130 kasus baru di Indonesia dan menjadi salah satu kanker dengan kasus terbanyak pada pria. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa dalam salah satu kajian terhadap pasien di tiga rumah sakit pusat pendidikan, 59,3% kasus kanker prostat terdeteksi/ditemukan saat sudah memasuki stadium lanjut. Gejala tersebut memang tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit prostat, tetapi perubahan pola buang air kecil yang menetap sebaiknya tidak diabaikan dan perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis. Selain pembesaran prostat jinak, pria juga perlu mewaspadai kanker prostat. Salah satu tantangan terbesar adalah kanker prostat pada tahap awal dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, menunggu sampai muncul keluhan bukanlah cara yang bisa diandalkan untuk mengetahui kondisi prostat. Risiko juga meningkat seiring bertambahnya usia dan riwayat keluarga, sehingga pria dengan faktor risiko tertentu perlu lebih proaktif mendiskusikan pemeriksaan dengan dokter. Pemeriksaan Prostate-Specific Antigen (PSA) dapat menjadi salah satu bagian dari evaluasi, meskipun hasil PSA tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan adanya kanker prostat. Momentum World Prostate Awareness menjadi pengingat menjaga kesehatan prostat sebaiknya dimulai sebelum muncul masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengenali perubahan pada tubuh, menerapkan gaya hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan secara berkala sesuai faktor risiko masing-masing dapat menjadi langkah untuk lebih memahami kondisi kesehatan diri sendiri. Terlebih bagi pria yang sudah memasuki usia dengan risiko lebih tinggi atau memiliki riwayat keluarga, skrining dan konsultasi kesehatan dapat membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Untuk mendukung langkah tersebut, Prodia menghadirkan promo spesial World Prostate Awareness selama September 2026. Manfaatkan hemat 20%* untuk pemeriksaan terkait prostat di Prodia Lab dan Klinik. Jangan menunggu keluhan menjadi semakin mengganggu untuk mulai peduli. Kunjungi Prodia terdekat atau lakukan reservasi dengan mudah melalui WhatsApp Kontak Prodia 0855 1500 830 maupun aplikasi U by Prodia. Yuk, lebih aware terhadap kesehatan prostat dan jadwalkan pemeriksaan sekarang. #TenangKarenaTau
Berawal dari Jadi Ojol, Rayyan Kenal Kripto hingga Tembus Coinfest Asia 2026
Bali, katakabar.com - Siang-siang Rayyan biasanya dihabiskan di atas sepeda motor. Pemuda berusia 23 tahun yang lahir di Bali itu berpindah dari satu titik ke titik lain, mengikuti pesanan yang muncul di layar ponselnya sebagai pengemudi ojek daring. Tetapi, satu perjalanan membawanya lebih jauh dari sekadar alamat tujuan. Semua bermula ketika salah seorang karyawan FLOQ menggunakan jasa Rayyan. Seperti banyak percakapan singkat antara pengemudi dan penumpang, obrolan awalnya berlangsung sederhana. Hingga pembicaraan mengarah pada pekerjaan, investasi, dan aset kripto. Dari percakapan itu, karyawan FLOQ mengetahui Rayyan ternyata sedang memulai perjalanan investasinya. Kripto bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Ia sudah lebih dulu mengenalnya melalui berbagai konten edukasi di internet, salah satunya dari Akademi Crypto, platform pembelajaran yang membahas aset kripto dan ekosistemnya. Rasa ingin tahu itu kemudian mendorongRayyan membuka akun di FLOQ. Ia tidak langsung menjadi trader yang setiap hari memandangi pergerakan grafik harga. Justru sebaliknya. Rayyan mengaku masih belum berani melakukan trading aktif. Ia memilih berjalan perlahan. Alih-alih mengejar pergerakan harga jangka pendek, Rayyan menggunakan pendekatan dollarcost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto tertentu secara bertahap dalam periode tertentu. Di sela aktivitasnya sebagai pengemudi ojol, ia juga terus mengikuti konten edukasi untuk memahami dunia yang baru dimasukinya itu. Bagi Rayyan, langkah pertamanya di kripto bukan dimulai dari keberanian mengambil risiko besar, melainkan dari belajar. Undangan Membuka Pintu Lebih Lebar Pertemuan sederhana antara pengemudidan penumpang tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman yang tidakdiduga Rayyan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajarnya, FLOQ mengundang Rayyan menghadiri Coinfest Asia 2026. Festival kripto tersebut berlangsung pada 20 hingga 21 Agustus 2026 lalu di Melasti Beach, Bali, dan mempertemukan pelaku industri, komunitas, pengembang, hingga trader dariberbagai negara. Bagi seseorang yang sebelumnya mengenal kripto terutama melalui layar ponsel, kesempatan itu menawarkan pengalaman berbeda. Di Coinfest Asia, Rayyan dapat melihat dunia kripto bukanhanya tentang harga Bitcoin yang naik dan turun. Di baliknya terdapat komunitas, perusahaan teknologi, pengembang blockchain, pelaku industrikeuangan, regulator, hingga orang-orang yang sedang membangun berbagai layanan berbasis aset digital. Perjalanan itu seakan mempertemukan dua dunia. Di satu sisi adalah keseharian Rayyan di jalanan Bali, menerima pesanan demi pesanan melalui aplikasi. Di sisi lain adalah sebuah industri digital yang berkembang cepat dan semakin banyak diakses masyarakat melaluiperangkat yang sama: ponsel di genggaman. Cerita Rayyan menjadi potret kecil dari perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital telah mencapai 22,69 juta pada Juni 2026. Pada bulan yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp28,58 triliun, meningkat 24,20 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa aset kripto semakin dekat dengan masyarakat. tetapi, semakin mudahnya akses juga membawa pekerjaan rumah lain: literasi. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Sementara indeks literasi keuanganberada pada 66,46 persen. Jarak antara akses dan pemahaman itu menjadi penting. Memiliki aplikasi keuangan di ponsel belum tentu berarti seseorang telah memahami produk yang digunakan, termasuk risiko di dalamnya. Di sinilah perjalanan Rayyan menjadi relevan. Ia tidak memulai dengan transaksi besar atau keputusan yang rumit. Ia memulai dengan menonton, membaca, bertanya, kemudian mencoba memahami sebelum mengambil langkah berikutnya. Kripto Tidak Mengenal Profesi CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, melihat cerita semacam Rayyan sebagai gambaran bagaimana teknologi finansial dapat menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang semakin beragam. “Bagi kami, cerita Rayyan menunjukkan akses terhadap aset digital tidak seharusnya dibatasi oleh profesi atau latar belakang. Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memulainya dengan pengetahuan, memahami risikonya, lalu mengambil keputusan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Yudho. Menurut Yudho, perkembangan industri aset digital juga perlu dibarengi dengan semakin luasnya akses terhadap pendidikan finansial. “Teknologi bisa membuka akses, tetapi edukasi yang membuat akses tersebut menjadi lebih bermakna. Kami ingin semakin banyak orang merasa bahwa mereka boleh belajar, boleh bertanya, dan tidak perlu menjadi ahli keuangan terlebih dahulu untuk mulai memahami aset digital,” ucapnya. Pandangan tersebut sejalan dengan misi FLOQ yang menyebut ingin membuat perjalanan menuju investasi aset digital menjadi lebih sederhana dan inklusif. Perusahaan itu sendiri telah mencatat sekitar 1,8 juta pengguna setelah satu tahun beroperasi. Di tengah pertumbuhan tersebut, cerita Rayyan menunjukkan wajah lain dari adopsi kripto Indonesia. Bukan tentang layar perdagangan dengan deretan angka. Bukan pula tentang siapa yang memiliki modal paling besar. Melainkan tentang bagaimana pengetahuan yang sebelumnya terasa jauh kini dapat ditemukan lewat sebuah video, aplikasi, percakapan dengan orang asing, bahkan perjalanan singkat mengantar seorang penumpang. Bagi Rayyan, perjalanan itu masih berada di awal. Ia masih bekerja sebagai pengemudi ojol. Masih menjalani rutinitasnya di jalanan Bali. Masih mempelajari kripto sedikit demi sedikit dan memilih pendekatan investasi yang menurutnya lebih nyaman dibanding trading aktif. Tetapi, kini ada satu hal yang berbeda. Ponsel yang sehari-hari membantunya menemukan penumpang dan mencari penghasilan juga telah menjadi pintu masuk menuju pengetahuan finansial yang lebih luas. Sebuah perjalanan yang bermula dari jalanan Bali, lalu membawanya ke tengah pertemuan industri kripto dunia di pulau tempat ia dilahirkan.