Bersiap

Sorotan terbaru dari Tag # Bersiap

Harga Emas Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish Internasional
Internasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 15:00 WIB

Harga Emas Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diprediksi masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Rabu (22/7) lalu. Dari analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang kenaikan masih cukup terbuka seiring munculnya sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan perubahan arah pasar ke fase bullish. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan bahwa tekanan beli mulai mengambil alih dominasi pasar setelah sebelumnya emas (XAUUSD) berada dalam tren penurunan. Selama harga tetap bertahan di atas area support utama, potensi kenaikan menuju level resistance berikutnya dinilai masih cukup besar. Dijelaskannya, dalam kajian teknikal yang disampaikan Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily memperlihatkan perkembangan yang semakin konstruktif. Salah satu sinyal penting yang menjadi perhatian adalah terbentuknya pola Double Bottom, pola grafik yang sering dipandang sebagai indikasi berakhirnya tren bearish sekaligus membuka peluang terjadinya pembalikan arah menuju tren naik. Geraldo Kofit menuturkan kemunculan pola tersebut mencerminkan mulai menguatnya minat beli dari pelaku pasar setelah harga beberapa kali gagal mencetak level terendah baru. Kondisi tersebut memberikan optimisme bahwa momentum bullish berpotensi berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Tidak hanya itu, kata Geraldo, Dupoin Futures juga menyoroti keberhasilan emas (XAUUSD) menembus Moving Average (MA) 21, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dinamis. Penembusan level ini dinilai sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara pembeli semakin percaya diri untuk membawa harga bergerak lebih tinggi. Setelah berhasil dilewati, MA 21 kini diperkirakan berubah fungsi menjadi area support dinamis yang dapat menopang harga apabila terjadi koreksi dalam jangka pendek. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, prospek kenaikan dinilai masih tetap terjaga. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, level 4.060 menjadi area support penting yang perlu dipertahankan oleh emas (XAUUSD). Apabila harga tetap mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance pertama di kisaran 4.201 masih sangat terbuka. Selanjutnya, jika tekanan beli semakin kuat dan terjadi breakout yang didukung volume transaksi yang memadai, Dupoin Futures memperkirakan emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju target resistance berikutnya di level 4.329. Area tersebut menjadi target teknikal utama yang patut diperhatikan investor maupun trader dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, juga melihat indikator Stochastic masih memberikan sinyal yang mendukung kelanjutan tren naik. Saat ini indikator tersebut bergerak menuju area overbought, menandakan bahwa momentum beli masih cukup dominan. Meskipun posisi overbought sering dikaitkan dengan peluang koreksi, hingga saat ini belum terdapat indikasi pelemahan yang kuat maupun sinyal pembalikan arah yang valid. Dengan demikian, Dupoin Futures menilai kekuatan buyer masih mampu menopang pergerakan emas (XAUUSD) selama tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari pasar global. Meski prospek bullish masih menjadi skenario utama, Dupoin Futures tetap mengingatkan bahwa potensi koreksi jangka pendek tidak dapat diabaikan. Ketika harga mendekati area resistance 4.201 hingga 4.329, peluang munculnya aksi ambil untung atau profit taking cenderung meningkat. Koreksi seperti ini bagian normal dari dinamika pasar dan tidak serta-merta mengubah tren utama yang sedang berkembang. Oleh karena itu, Dupoin Futures menyarankan pelaku pasar untuk tetap disiplin menerapkan manajemen risiko serta menunggu konfirmasi lanjutan sebelum membuka posisi baru. Dari sisi fundamental, kata Geraldo, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara, serta berbagai risiko geopolitik masih menjadi faktor yang mendorong investor mencari instrumen investasi yang relatif lebih aman. Dalam kondisi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu pilihan utama sebagai aset lindung nilai sehingga mampu menopang harga di tengah volatilitas pasar keuangan. Selain faktor safe haven, perhatian investor juga masih tertuju pada arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Menurut Dupoin Futures, apabila data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan atau tekanan inflasi mulai mereda, peluang bank sentral AS untuk mengambil kebijakan yang lebih akomodatif akan semakin besar. Skenario tersebut berpotensi melemahkan dolar AS sekaligus menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kombinasi kedua faktor tersebut umumnya memberikan sentimen positif bagi harga emas (XAUUSD) karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Jadi, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar. Rilis indikator seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), hingga keputusan suku bunga The Fed dapat memicu volatilitas yang cukup tinggi. Jika hasil data tersebut lebih kuat dari perkiraan pasar, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memicu tekanan terhadap emas (XAUUSD) melalui aksi profit taking. Sebaliknya, apabila data menunjukkan perlambatan ekonomi, peluang kenaikan harga emas diperkirakan akan semakin besar. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan hari ini masih mengarah ke sisi positif. Kombinasi terbentuknya pola Double Bottom, keberhasilan harga menembus MA 21, serta penguatan indikator Stochastic memberikan sinyal bahwa momentum bullish masih layak diperhitungkan. Selama emas (XAUUSD) mampu mempertahankan posisinya di atas level support 4.060, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance 4.201 hingga 4.329 dinilai masih terbuka. Meskipun demikian, Dupoin Futures mengimbau investor dan trader agar tetap mencermati perkembangan data ekonomi global serta dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat karena faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas (XAUUSD) dalam jangka pendek maupun menengah.

Inflasi Mendingin, Wall Street Reli: Saatnya Investor Bersiap? Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 21 Juli 2026 | 11:16 WIB

Inflasi Mendingin, Wall Street Reli: Saatnya Investor Bersiap?

Jakarta, katakabar.com - Wall Street kembali menunjukkan penguatan setelah data inflasi Amerika Serikat memberikan angin segar bagi pelaku pasar. Laporan terbaru menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda, meningkatkan optimisme investor terhadap kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Di saat yang sama, pasar masih dibayangi berbagai risiko global, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga dinamika kebijakan politik Amerika Serikat. Tetapi, awal musim laporan keuangan (earnings season) yang solid berhasil menjaga sentimen positif di pasar saham. Data terbaru menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat mencatat perlambatan yang lebih baik dari ekspektasi. Bahkan, inflasi bulanan sempat mencatatkan deflasi, sementara Core CPI, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi yang cenderung berfluktuasi, juga melambat. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga di ekonomi terbesar dunia tersebut mulai terkendali setelah sebelumnya berada di level yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Meredanya inflasi memberikan ruang yang lebih besar bagi Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih dovish dalam menentukan arah suku bunga. Selama dua tahun terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga tinggi sebagai upaya menekan inflasi. Kini, dengan inflasi yang menunjukkan tren penurunan, pasar mulai memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan semakin terbuka. Ekspektasi tersebut langsung direspons positif oleh pasar saham. Indeks-indeks utama Wall Street bergerak menguat dengan sektor teknologi menjadi salah satu motor penggerak utama. Saham-saham growth, khususnya perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kembali menarik minat investor. Perusahaan teknologi besar yang selama ini memimpin perkembangan AI dipandang sebagai pihak yang paling diuntungkan apabila biaya pendanaan menjadi lebih rendah. Suku bunga yang lebih bersahabat umumnya meningkatkan valuasi saham growth karena prospek pendapatan jangka panjang menjadi lebih menarik dibandingkan saat suku bunga berada di level tinggi. Optimisme pasar belum sepenuhnya lepas dari berbagai tantangan. Salah satu faktor yang masih menjadi perhatian investor adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia karena pasar mengantisipasi potensi gangguan terhadap pasokan energi global. Harga minyak yang lebih tinggi dapat kembali memicu tekanan inflasi apabila berlangsung dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, investor masih terus memantau perkembangan geopolitik sebagai salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter maupun kinerja pasar keuangan global. Selain itu, pasar juga memperhatikan berbagai perkembangan kebijakan politik di Amerika Serikat, termasuk sejumlah pernyataan dan agenda ekonomi yang dikaitkan dengan Donald Trump menjelang dinamika politik berikutnya. Ketidakpastian kebijakan perdagangan, tarif impor, hingga hubungan dagang internasional tetap menjadi variabel yang diperhitungkan investor dalam menyusun strategi investasi. Di tengah berbagai tantangan tersebut, musim laporan keuangan kuartalan memberikan dorongan positif bagi pasar. Beberapa bank terbesar Amerika Serikat berhasil membukukan kinerja yang lebih baik dibandingkan ekspektasi analis. JPMorgan Chase, Bank of America, serta sejumlah institusi keuangan besar lainnya melaporkan pendapatan dan laba yang solid, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan sektor perbankan masih berada dalam kondisi yang cukup sehat. Kinerja positif sektor perbankan memberikan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Amerika Serikat masih cukup kuat meski sebelumnya menghadapi tekanan akibat suku bunga tinggi. Hal ini juga menjadi indikator awal yang penting menjelang laporan keuangan perusahaan-perusahaan dari sektor teknologi, manufaktur, hingga konsumen dalam beberapa pekan mendatang. Bagi investor, kombinasi antara inflasi yang mulai melandai, potensi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta laporan keuangan perusahaan yang solid dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham. Namun demikian, volatilitas diperkirakan masih akan tetap tinggi mengingat berbagai risiko eksternal yang belum sepenuhnya mereda. Investor juga disarankan untuk tetap menerapkan strategi diversifikasi portofolio dan terus memantau perkembangan data ekonomi, keputusan Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan Emas Digital saat ini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest. Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi di saham Amerika Serikat maupun mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya serta aman bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi juga tidak perlu khawatir karena aset yang dimiliki di aplikasi Nanovest mendapatkan perlindungan terhadap risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Tidak hanya itu, Nanovest telah resmi terdaftar dan berlisensi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga memberikan rasa aman dalam berinvestasi. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fitur yang tersedia, masyarakat dapat mengunjungi www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga telah tersedia di Google Play Store maupun Apple App Store, sehingga investor dapat memantau pergerakan pasar dan mulai berinvestasi dengan lebih mudah kapan saja dan di mana saja.

Bitcoin Terkoreksi di $109.000, Investor Bersiap Sambut Listing Token MET di Bittime Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 02 November 2025 | 09:59 WIB

Bitcoin Terkoreksi di $109.000, Investor Bersiap Sambut Listing Token MET di Bittime

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto global saat ini sedang berada dalam fase koreksi, di mana harga Bitcoin BTC terpantau bergerak di sekitar $109.000 setelah sempat mencapai puncak yang lebih tinggi. Koreksi minor ini merupakan bagian alami dari siklus pasar, sering terjadi setelah periode kenaikan yang kuat, dan mengindikasikan adanya aksi profit-taking sementara oleh para investor. Meski ada sedikit penurunan, level harga saat ini masih menunjukkan upaya serius dari para bull untuk mempertahankan posisi dukungan penting. Pergerakan harga di kisaran $109.000 ini juga tercermin pada indikator relative srength index atau RSI. Pada grafik jangka pendek, pasar menunjukkan sinyal kehati-hatian atau bahkan potensi penurunan lanjutan sebelum tren naik dapat kembali berlanjut. Menjelang pengumuman penting dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, mengenai kebijakan suku bunga, sentimen terhadap aset seperti saham dan aset kripto sering kali menghadapi tekanan. Meskipun demikian, secara umum, para pakar melihat adanya alasan kuat untuk tetap optimistis. Secara keseluruhan, meski pasar mungkin mengalami gejolak jangka pendek karena faktor makroekonomi, prospek jangka panjang untuk aset berisiko, termasuk Bitcoin, tetap cerah. Di tengah situasi pasar saat ini, sebuah perkembangan penting datang dari ekosistem decentralized finance atau DeFi, khususnya dengan munculnya token baru yang menjadi bagian dari inovasi likuiditas. Token tersebut adalah MET, aset digital utama yang dimiliki oleh Meteora. Meteora merupakan platform decentralized exchange atau DEX yang dibangun di atas jaringan berkecepatan tinggi, Solana. Proyek ini secara khusus fokus untuk menyediakan infrastruktur likuiditas yang modern, aman, dan efisien, yang sangat vital untuk mendukung pertumbuhan ekosistem Solana dan komunitas DeFi. Dengan fitur-fitur canggih seperti Dynamic AMM Pools yang dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan smart vaults, Meteora membantu pengguna mengelola dana mereka untuk likuiditas dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan potensi keuntungan secara transparan. Sebagai kabar gembira bagi para investor di Tanah Air, bursa aset kripto terkemuka di Indonesia, Bittime, telah mengumumkan akan segera melakukan listing token MET, memungkinkan para pengguna untuk memperdagangkan aset inovatif ini di platform mereka. Melihat hal tersebut Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, resmi melisting token tersebut pada platformnya. Dengan menghadirkan token ini, Bittime tidak hanya menyediakan beragam pilihan bagi para investor, tetapi juga memperlihatkan evolusi aset kripto yang terus berinovasi, menggabungkan teknologi canggih dengan ekspresi budaya yang unik. Langkah ini menjadi bukti Bittime terus mengikuti perkembangan industri kripto global, menghadirkan aset-aset dengan potensi pertumbuhan jangka panjang dan peran yang jelas dalam ekosistem digital. Tentu perlu dipahami seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan sekadar euforia pasar.