Gajian Momentum Investasi, Bittime Siapkan Bonus BTC hingga Rp5 Juta Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 30 Juli 2026 | 09:05 WIB

Gajian Momentum Investasi, Bittime Siapkan Bonus BTC hingga Rp5 Juta

Jakarta, katakabar.com - Bittime mengajak masyarakat memanfaatkan momentum gajian untuk mulai membangun kebiasaan investasi melalui kampanye PayDay GainDay. Berlangsung hingga 6 Agustus 2026 nanti, pengguna berkesempatan mendapatkan bonus Bitcoin (BTC) hingga Rp5 juta dengan memenuhi syarat deposit dan pembelian aset. Momen gajian dapat menjadi waktu yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi dapat menjadi salah satu langkah untuk mulai membangun aset secara bertahap sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Di Indonesia, jumlah investor aset kripto telah mencapai lebih dari 22 juta investor. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, melaporkan nilai transaksi aset kripto pada Mei 2026 mencapai Rp23,01 triliun, naik tipis dibandingkan April 2026 yang mencapai Rp22,98 triliun. Melihat semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap aset kripto, Bittime mengajak masyarakat memanfaatkan momentum gajian untuk mulai berinvestasi melalui kampanye PayDay GainDay. Berlangsung pada 24 Juli hingga 6 Agustus 2026 nanti, kampanye ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mendapatkan bonus investasi dalam bentuk Bitcoin (BTC) hingga Rp5 juta. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan kebiasaan investasi dapat dimulai dari langkah sederhana dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten. Menurutnya, momentum gajian dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai mengalokasikan sebagian pendapatan sesuai dengan kondisi finansial masing-masing. “Kami ingin mengajak masyarakat melihat momen gajian bukan hanya sebagai waktu untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga sebagai momentum untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Melalui PayDay GainDay, pengguna dapat memulai perjalanan investasinya sesuai dengan kemampuan masing-masing sekaligus berkesempatan mendapatkan bonus Bitcoin hingga Rp5 juta,” seru Ryan. Mulai Investasi dari Gaji, Dapatkan Bonus BTC Melalui PayDay GainDay, pengguna dapat mengikuti program berdasarkan jumlah deposit dan total pembelian aset selama periode kampanye. Pada tier pertama, pengguna yang melakukan minimum deposit Rp500 ribu dan minimum total pembelian Rp2,5 juta berkesempatan mendapatkan bonus Rp50 ribu. Bonus meningkat menjadi Rp200 ribu untuk pengguna yang mencapai minimum deposit Rp2,5 juta dan total pembelian Rp10 juta. Selanjutnya, pengguna yang mencapai minimum deposit Rp10 juta dan total pembelian Rp100 juta berkesempatan mendapatkan bonus Rp500 ribu. Untuk tier berikutnya, pengguna dengan minimum deposit Rp50 juta dan total pembelian Rp300 juta berkesempatan memperoleh bonus Rp2 juta. Sementara itu, bonus terbesar hingga Rp5 juta tersedia bagi pengguna yang mencapai minimum deposit Rp250 juta dan total pembelian Rp1,5 miliar. Pengguna juga dapat memanfaatkan momentum PayDay GainDay untuk melakukan transaksi pada beragam aset yang tersedia di Bittime. Selain aset kripto klasik seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), pengguna juga dapat memperdagangkan Tokenized AI Stocks seperti NVIDIA (NVDAX), Apple (AAPLX), Google (GOOGLX), dan Meta (METAX). Pengguna juga dapat melakukan transaksi IDR to USDT di Bittime sebagai salah satu pilihan dalam mengelola dan mempersiapkan aset untuk kebutuhan transaksi di pasar kripto.  Bonus diberikan dalam bentuk Bitcoin (BTC) dan memiliki kuota terbatas untuk setiap tier. Pemberian reward menggunakan sistem first-come, first-serve, sehingga pengguna yang memenuhi target tetap perlu memperhatikan ketersediaan kuota. Untuk mengikuti program ini, pengguna wajib menyelesaikan verifikasi akun atau KYC dan melakukan registrasi pada halaman event. Reward akan dikreditkan ke wallet Bittime pengguna maksimal 7–14 hari kerja setelah periode kampanye berakhir. Melalui PayDay GainDay, Bittime mengajak masyarakat menjadikan momen gajian sebagai langkah awal untuk membangun kebiasaan investasi secara konsisten. Dengan periode kampanye yang berlangsung hingga 6 Agustus 2026, pengguna dapat memanfaatkan kesempatan untuk mulai berinvestasi sekaligus mendapatkan bonus Bitcoin sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bittime Ungkap Tren Investor di Tengah Perkembangan Pasar Futures Kripto di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:01 WIB

Bittime Ungkap Tren Investor di Tengah Perkembangan Pasar Futures Kripto di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Pasar futures kripto Indonesia dinilai memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital dan beragamnya profil trader. Bittime melihat perkembangan futures dapat memperluas ekosistem aset digital domestik dengan tetap mengedepankan literasi dan manajemen risiko. Pasar derivatif aset kripto Indonesia memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital global. Secara global, volume perdagangan futures juga tercatat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan perdagangan spot pada periode tertentu, menunjukkan besarnya potensi pasar derivatif dalam ekosistem aset digital.  Di Indonesia, pasar aset kripto saat ini masih didominasi perdagangan spot. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, melaporkan nilai transaksi aset kripto pada Mei 2026 mencapai Rp23,01 triliun, naik tipis dari Rp22,98 triliun pada April 2026. Perkembangan pasar futures berpotensi menambah ruang aktivitas perdagangan aset digital domestik. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar. “Kami melihat pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar, futures berpotensi menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem perdagangan aset digital nasional,” jelas Ryan. Beragam Profil Trader Futures Lokal  Gambaran awal terlihat dari aktivitas pengguna Bittime Futures yang menunjukkan rentang profil trader, mulai dari pengguna dengan modal relatif kecil hingga trader dengan volume transaksi mencapai jutaan dolar AS. Dalam periode beta, terdapat pengguna dengan modal awal di bawah US$500 yang menghasilkan volume perdagangan hingga puluhan ribu dolar AS. Di sisi lain, trader dengan modal lebih besar tercatat membukukan volume transaksi lebih besar melalui ratusan order. Pola keberhasilan transaksi juga beragam. Salah satu trader aktif mencatat 268 order dengan keuntungan kotor sekitar US$593 dibandingkan kerugian kotor sekitar US$198, tanpa mengalami likuidasi selama periode pengamatan. Pilihan aset yang diperdagangkan juga menunjukkan minat yang beragam. Lima pasangan futures dengan aktivitas perdagangan tertinggi di Bittime mencakup BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa trader lokal tidak hanya memperdagangkan aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga mengeksplorasi peluang pada aset kripto alternatif.  Data tersebut memberikan gambaran bahwa futures mulai digunakan oleh trader dengan karakter yang beragam. Namun, hasil perdagangan individual tidak mencerminkan potensi keuntungan pengguna lain, mengingat futures memiliki risiko tinggi dan penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian. Peluang Pendalaman Pasar Aset Digital  Ryan mengatakan salah satu karakteristik futures adalah fleksibilitas strategi dalam menghadapi berbagai kondisi pasar. Berbeda dengan perdagangan spot, futures memungkinkan trader mengambil posisi Long ketika memperkirakan harga akan naik atau Short ketika memperkirakan harga akan turun, berdasarkan analisis dan strategi masing-masing. “Futures memberikan ruang bagi trader untuk menerapkan strategi berdasarkan analisis dan kondisi pasar, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Namun, peluang tersebut tetap harus diimbangi dengan pemahaman produk dan manajemen risiko yang baik,” ujar Ryan. Dengan jumlah investor aset kripto Indonesia yang telah mencapai lebih dari 22 juta, perkembangan pasar derivatif berpotensi membuka ruang baru bagi ekosistem aset digital domestik. Ke depan, pertumbuhan volume perdagangan, jumlah pengguna, serta peningkatan literasi dan pemahaman risiko akan menjadi faktor penting dalam membentuk pasar derivatif Indonesia yang sehat dan berkelanjutan. Bittime Hadir di Coinfest Asia di Bali 2026  Perkembangan ini turut ditindaklanjuti melalui berbagai inisiatif Bittime untuk memperkuat ekosistem aset digital domestik, salah satunya lewat side event yang akan digelar bertepatan dengan rangkaian Coinfest Bali 2026 pada 19 Agustus 2026. Acara ini akan mempertemukan pelaku industri, trader, KOL, media, dan mitra ekosistem untuk membahas perkembangan industri aset digital, termasuk peluang dan perkembangan perdagangan crypto futures di Indonesia.

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor Internasional
Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 10:03 WIB

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

Jakarta, katakabar.com - Pasar tokenisasi aset Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030. Bittime melihat Tokenized US Stocks semakin diminati investor seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi ke aset global. Tokenisasi aset diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.  Riset Tiger Research menunjukkan, nilai pasar tokenisasi aset ata Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 31,7%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin kuatnya ekosistem digital Indonesia yang dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain. Tiger Research juga menilai investor Indonesia mulai meningkatkan minat terhadap aset global, khususnya Tokenized US Stocks, karena menawarkan akses yang lebih mudah ke perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia semakin terbuka terhadap diversifikasi portofolio ke aset global. "Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital," ujar Ryan. Pilihan Aset dan Fitur Jadi Faktor Pendorong Seiring meningkatnya minat investor, pilihan aset yang tersedia di platform tokenisasi menjadi salah satu pertimbangan. Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih komprehensif dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global. Berdasarkan benchmark tersebut, Bittime menyediakan salah satu lini Tokenized US Stocks paling lengkap di antara platform aset digital lokal, mencakup saham perusahaan global seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah ETF berbasis teknologi.  Selain kelengkapan pilihan aset, Bittime juga menjadi exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur Flexible Staking pada Tokenized US Stocks dengan reward hingga 7% APR, sehingga investor dapat memperoleh potensi imbal hasil tambahan tanpa kehilangan fleksibilitas dalam mengelola asetnya. Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab karakteristik saham Amerika Serikat yang umumnya memiliki dividend yield lebih rendah dibandingkan saham di Indonesia. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," jelas Ryan. Minat tersebut juga tercermin pada data internal Bittime. Dalam 48 jam setelah peluncuran Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenized saham bertema AI, terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Hampir 50% kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga langsung ditempatkan ke fitur Earn. Sementara, lima Tokenized US Stocks dengan kepemilikan terbesar pada pekan lalu adalah SpaceX (SPCXX), NVIDIA (NVDAX), Tesla (TSLAX), MicroStrategy (MSTRX), dan Apple (AAPLX).  Data tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai membangun portofolio global dengan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, mulai dari sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, hingga aset yang terkait dengan ekosistem aset digital. Ryan menilai proyeksi pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh menunjukkan peluang pengembangan investasi aset global di Indonesia juga semakin besar. "Potensi pasar tokenisasi aset yang terus berkembang menunjukkan investor Indonesia akan memiliki semakin banyak pilihan untuk mengakses aset global. Kami melihat Tokenized US Stocks menjadi salah satu segmen yang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi investasi dan dukungan regulasi yang semakin kuat," sebut Ryan.

Bittime Raih Izin Perdagangan Futures Perdana di Era Pengawasan Kripto OJK Ekonomi
Ekonomi
Senin, 20 Juli 2026 | 10:30 WIB

Bittime Raih Izin Perdagangan Futures Perdana di Era Pengawasan Kripto OJK

Jakarta, katakabar.com - Bittime resmi luncurkan layanan Bittime Futures setelah memperoleh izin dari CFX, menjadikannya PAKD pertama yang memperoleh izin penuh di era pengawasan OJK. Kehadiran layanan ini melengkapi ekosistem investasi Bittime yang kini mencakup Spot, Staking, dan Futures, sekaligus memperluas pilihan investasi digital yang aman, teregulasi, dan transparan bagi masyarakat Indonesia. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akan meluncurkan layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital pada 15 Juli 2026 lalu.  Peluncuran ini dilakukan setelah Bittime memperoleh izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Ini menjadikan Bittime sebagai pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh di bawah era pengawasan OJK. Penyebutan "pertama" mengacu pada proses perizinan yang sejak awal berlangsung sepenuhnya di bawah kerangka regulasi OJK. Seperti diketahui, pengaturan dan pengawasan aset kripto resmi beralih dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK. Dengan hadirnya layanan ini, Bittime kini menawarkan portofolio investasi kripto 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures. Kehadiran ketiga layanan tersebut memberikan lebih banyak cara bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar aset kripto sekaligus memperkuat posisi Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global. Regulasi OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital Peluncuran layanan ini sejalan dengan semakin kuatnya fondasi regulasi industri aset keuangan digital di Indonesia. Melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025, OJK memperluas ruang lingkup perdagangan aset keuangan digital dengan memasukkan derivatif aset keuangan digital sebagai bagian dari ekosistem yang diatur secara resmi, sekaligus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui penyusunan Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031. Hingga Juli 2026, OJK telah memberikan izin kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), dengan jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 22,4 juta. Data tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri aset keuangan digital yang didukung oleh kepastian regulasi. CFX Dukung Pendalaman Pasar Aset Keuangan Digital Direktur PT Central Finansial X (CFX), Lukas Lauw, menjelaskan bahwa peluncuran perdagangan derivatif aset keuangan digital ini merupakan langkah strategis dalam upaya pendalaman pasar dan perluasan use case industri di Indonesia. Sebagai pionir bursa aset kripto berizin di Indonesia, CFX terus mendorong hadirnya inovasi produk yang mematangkan ekosistem, namun tetap berada di dalam koridor pengawasan dan regulasi yang berlaku.  "Instrumen derivatif merupakan bagian penting untuk pendalaman pasar, karena memberikan opsi manajemen risiko dan strategi investasi yang lebih komprehensif bagi konsumen. Kami menyambut baik langkah inovatif dari anggota bursa dan berharap peluncuran layanan derivatif oleh Bittime ini dapat meningkatkan adopsi derivatif secara domestik, tentunya dengan tetap menjadikan tata kelola, integritas pasar, dan pelindungan konsumen sebagai prioritas utama," tegas Lukas.  Bittime Hadirkan Lebih Banyak Cara Berinvestasi Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan peluncuran layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperluas pilihan layanan investasi sekaligus menjawab kebutuhan trader Indonesia terhadap platform futures yang teregulasi. "Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi OJK, kami ingin menghadirkan alternatif platform futures yang aman, patuh terhadap regulasi, dan kompetitif. Dengan hadirnya Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform, Bittime memberikan lebih banyak cara bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar aset kripto," ujar Ryan. Menurut Ryan, langkah tersebut juga memperkuat positioning Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global melalui ekosistem investasi digital yang terintegrasi. Pada tahap awal peluncuran, Bittime Futures menghadirkan 49 trading pair aset kripto populer. Pengguna dapat membuka posisi long maupun short, menggunakan leverage hingga 25x, serta memilih Cross Margin atau Isolated Margin sesuai strategi dan preferensi manajemen risiko masing-masing. Seluruh pengguna wajib mengikuti knowledge test sebelum dapat mengakses fitur futures. Bittime juga menyediakan berbagai materi edukasi agar pengguna memahami karakteristik dan risiko perdagangan derivatif aset keuangan digital sebelum mulai bertransaksi. "Dengan jumlah konsumen aset keuangan digital yang telah mencapai 22,4 juta, kami melihat kebutuhan terhadap pilihan investasi digital akan terus berkembang. Karena itu, Bittime akan terus menghadirkan inovasi yang dibangun di atas fondasi kepatuhan, edukasi, dan pelindungan konsumen agar semakin banyak masyarakat dapat berinvestasi dengan percaya diri," jelas Ryan. Prospek Dinilai Semakin Menjanjikan Crypto Influencer Kimiko menilai hadirnya layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital Bittime menjadi perkembangan positif bagi komunitas trader Indonesia yang selama ini banyak mengakses perdagangan derivatif melalui platform luar negeri. "Selama ini banyak trader Indonesia memilih platform luar negeri karena akses terhadap produk derivatif sudah lebih dulu tersedia. Dengan semakin berkembangnya regulasi di Indonesia dan hadirnya futures dalam ekosistem yang diawasi regulator, saya melihat semakin banyak trader yang akan mempertimbangkan menggunakan platform dalam negeri," kata Kimiko. Menurut Kimiko, semakin jelasnya regulasi, bertambahnya pilihan produk, serta meningkatnya literasi investor akan menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan perdagangan derivatif aset keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai kehadiran platform seperti Bittime yang mengedepankan edukasi dan kepatuhan terhadap regulasi dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya industri aset keuangan digital yang lebih sehat. Melalui peluncuran layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital ini, Bittime menegaskan komitmennya sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi OJK untuk terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan perkembangan regulasi, memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi digital yang aman dan transparan, serta mendukung pengembangan ekosistem aset keuangan digital Indonesia yang semakin kuat, berintegritas, dan berkelanjutan.

Bittime Sambut Peta Jalan IAKD OJK Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital Nasional
Nasional
Jumat, 17 Juli 2026 | 15:05 WIB

Bittime Sambut Peta Jalan IAKD OJK Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital

Jakarta, katakabar.com - Bittime sambut positif penyusunan Roadmap (Peta Jalan) IAKD 2026–2031 oleh OJK sebagai langkah strategis perkuat ekosistem aset digital Indonesia. Roadmap ini dinilai memberikan kepastian regulasi yang mendorong inovasi, perlindungan investor, dan daya saing industri, sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap tokenisasi aset. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime menyambut positif langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah menyusun Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026-2031.  Pengumuman itu disampaikan OJK saat Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder IAKD pada 2 Juli 2026 lalu. OJK menuturkan, Roadmap tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem aset digital Indonesia sekaligus mendorong inovasi yang tetap mengedepankan tata kelola dan perlindungan investor. Roadmap IAKD akan menjadi arah pengembangan industri aset keuangan digital Indonesia dengan mencakup berbagai agenda strategis, seperti pengembangan tokenisasi aset dan stablecoin, penguatan keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga pengembangan Single Investor Identifier (SID).  Langkah tersebut sejalan dengan tren penguatan regulasi aset digital di berbagai negara, termasuk penerapan Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Uni Eropa serta pembahasan Digital Asset Market Clarity Act (Clarity Act) di Amerika Serikat. Roadmap Dinilai Perkuat Kepastian Inovasi Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penyusunan Roadmap IAKD menunjukkan komitmen OJK dalam membangun industri aset digital yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. "Kami sambut baik penyusunan Roadmap IAKD OJK 2026–2031. Kepastian arah kebijakan menjadi faktor penting bagi pelaku industri untuk menghadirkan inovasi yang tetap mengedepankan tata kelola, perlindungan investor, dan keberlanjutan industri aset digital," ujar Ryan. OJK menyusun roadmap tersebut dengan empat prinsip utama, yaitu Affordability, Integrity, Agility, dan Sovereignty sebagai fondasi pengembangan ekosistem IAKD. Menurut Ryan, pendekatan tersebut sejalan dengan arah regulasi global yang semakin menitikberatkan pada keseimbangan antara inovasi dan perlindungan investor. "Penerapan MiCA di Uni Eropa menunjukkan bahwa regulasi yang jelas mampu memperkuat kepercayaan investor sekaligus membuka ruang bagi inovasi. Kami melihat Indonesia berada pada jalur yang positif melalui Roadmap IAKD yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri aset digital nasional," ucapnya. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Bittime juga melihat meningkatnya minat masyarakat terhadap inovasi tokenisasi aset. Data awal Bittime menunjukkan kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106% dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized saham AS, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Untuk mendukung tren tersebut, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks dengan SpaceX Token (SPCXX) sebagai insentif utama berdasarkan preferensi pengguna pada kampanye sebelumnya. Pengguna juga tetap dapat memperoleh reward hingga 7% melalui flexible staking.

Trading Token Saham AS Makin Menarik, Bittime Siapkan Reward hingga Rp10 Juta Internasional
Internasional
Selasa, 14 Juli 2026 | 18:05 WIB

Trading Token Saham AS Makin Menarik, Bittime Siapkan Reward hingga Rp10 Juta

Jakarta, katakabar.com - Bittime mencatat kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106 persen dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking. Sejalan dengan penguatan ekosistem tokenisasi aset yang didorong OJK, Bittime menghadirkan Campaign Trading Token Saham AS dengan reward Tokenized SPACEX ($SPCXX) hingga Rp10 juta untuk mendorong adopsi investasi aset global. Pengembangan tokenisasi aset di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) melalui regulasi yang adaptif serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder IAKD pada 2 Juli 2026 lalu, OJK menyebut tokenisasi aset menjadi salah satu inovasi yang berpotensi mendorong pengembangan sektor keuangan. Regulator juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 sebagai arah pengembangan industri yang inovatif, aman, dan berkelanjutan. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penguatan ekosistem tersebut menjadi momentum positif bagi industri aset digital, termasuk semakin terbukanya akses masyarakat Indonesia terhadap instrumen investasi global melalui teknologi tokenisasi. "Penguatan ekosistem IAKD menjadi momentum positif bagi industri aset digital. Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin mengakses peluang investasi global dengan cara yang lebih mudah dan fleksibel," ujar Ryan. Bittime Hadirkan Campaign Trading Token Saham AS Seiring berkembangnya ekosistem tokenisasi aset, minat pengguna terhadap Tokenized US Stocks di Bittime juga terus meningkat. Dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized US Stocks, Bittime mencatat kepemilikan aset tersebut meningkat hingga 106 persen. Sebanyak 96 persen dana baru terkonsentrasi pada tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Sementara itu, hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime langsung ditempatkan ke flexible staking yang menawarkan reward hingga 7 persen, menunjukkan investor tidak hanya mencari eksposur ke saham global, tetapi juga peluang memperoleh imbal hasil dari aset digital. Melihat tingginya antusiasme tersebut, Bittime kembali menghadirkan Campaign Trading Token Saham AS yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Berdasarkan perilaku pengguna pada campaign sebelumnya, Tokenized SPACEX ($SPCXX) dipilih sebagai reward utama karena menjadi token saham yang paling diminati pengguna. Melalui campaign ini, pengguna Bittime yang telah menyelesaikan verifikasi akun (KYC) dan melakukan registrasi berkesempatan memperoleh reward Tokenized SPACEX ($SPCXX) dengan total hadiah hingga Rp10 juta. Reward diberikan berdasarkan akumulasi volume trading seluruh Tokenized US Stocks selama periode campaign. Pengguna dapat mengikuti lima tier transaksi, mulai dari volume trading Rp5 juta hingga Rp2 miliar, dengan reward mulai dari Rp100 ribu hingga Rp10 juta dalam bentuk Tokenized SPACEX ($SPCXX), sesuai tier yang dicapai dan selama kuota masih tersedia. Ryan mengatakan campaign tersebut merupakan bagian dari komitmen Bittime untuk memperluas adopsi Tokenized US Stocks di Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna yang ingin berinvestasi pada perusahaan-perusahaan global. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih menarik melalui Tokenized US Stocks. Selain memberikan akses yang lebih mudah ke saham-saham global, pengguna juga dapat memperoleh reward melalui campaign yang kami hadirkan," kata Ryan. Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia kini telah mencapai 22,4 juta. Menurut Ryan, perkembangan tersebut menunjukkan besarnya potensi pertumbuhan industri aset digital yang didukung oleh regulasi yang semakin adaptif, inovasi produk, serta meningkatnya literasi masyarakat terhadap investasi digital.

Pasar Kripto Masih Stagnan, Data Bittime Ungkap Minat Investor pada Tokenisasi Saham AI Meningkat Internasional
Internasional
Selasa, 14 Juli 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Masih Stagnan, Data Bittime Ungkap Minat Investor pada Tokenisasi Saham AI Meningkat

Jakarta, katakabar.com - Data awal Bittime menunjukkan minat investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks terus meningkat, dengan mayoritas dana baru mengalir ke saham-saham AI seperti NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Tren ini muncul di tengah pasar kripto yang masih bergerak stagnan dan sejalan dengan penguatan ekosistem inovasi keuangan digital oleh OJK. Minat investor Indonesia terhadap saham sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menunjukkan tren positif di tengah berkembangnya ekosistem tokenisasi aset di Indonesia. Sejalan dengan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat inovasi teknologi sektor keuangan, data awal Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin OJK, menunjukkan mayoritas dana investor pada layanan Tokenized US Stocks mengalir ke saham-saham AI. Di acara Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD), pada 2 Juli 2026 lalu, OJK menegaskan perkembangan teknologi, mulai dari AI hingga tokenisasi aset, membuka peluang besar bagi pengembangan sektor keuangan.  OJK juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga Single Investor Identifier (SID). Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penguatan regulasi akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia. "Komitmen OJK dalam penguatan IAKD,  memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi," ujar Ryan. Di sisi lain, kondisi pasar aset kripto global masih bergerak cenderung stagnan. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7) pagi, harga Bitcoin berada di kisaran US$62.900, turun 0,59% dalam 24 jam terakhir, namun masih mencatat kenaikan 6,61% dalam sepekan.  Sementara, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 atau fear, membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada kategori extreme fear. Kondisi ini menunjukkan sebagian investor mulai mencari alternatif diversifikasi investasi yang memiliki eksposur terhadap tema pertumbuhan global, termasuk melalui tokenisasi saham.  Tokenisasi Saham AI Dominasi Minat Investor Dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized US Stocks, Bittime mencatat kepemilikan tokenized saham AS meningkat 106%. Sekitar 96% dana baru terkonsentrasi pada tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft, sementara permintaan terhadap tokenized Apple, Google, Tesla, dan Amazon relatif lebih datar. Hampir 50% kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga langsung ditempatkan ke dalam fitur Earn untuk memperoleh reward hingga 7%, menunjukkan investor tidak hanya mencari eksposur ke saham global, tetapi juga peluang memperoleh imbal hasil dari aset digital. Melihat antusiasme tersebut, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks pada pekan ini. Berdasarkan perilaku pengguna pada kampanye sebelumnya, SpaceX Token (SPCXX) dipilih sebagai insentif utama, sementara pengguna tetap dapat menikmati fitur Earn dengan reward hingga 7%. Ryan mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai lebih selektif dalam memilih sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. "Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif," jelas Ryan. Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime terus memperluas akses masyarakat terhadap investasi global melalui Tokenized US Stocks. Sejalan dengan data OJK yang mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto telah mencapai 22,4 juta, data awal Bittime menunjukkan inovasi tokenisasi aset mulai mendapat respons positif dari investor Indonesia, khususnya untuk memperoleh eksposur pada perusahaan-perusahaan yang menjadi pemimpin perkembangan teknologi AI.

Minat Investor Indonesia pada Aset AI Global Meningkat, Bittime Luncurkan Fitur Earn Tokenized US Stocks Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:07 WIB

Minat Investor Indonesia pada Aset AI Global Meningkat, Bittime Luncurkan Fitur Earn Tokenized US Stocks

Jakarta, katakabar.com - Animo investor Indonesia pada aset global terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi global. Ketidakpastian geopolitik, pesatnya perkembangan teknologi, serta perubahan arah kebijakan moneter mendorong semakin banyak investor untuk melirik peluang investasi di luar pasar domestik, termasuk saham-saham perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Amerika Serikat. Perusahaan seperti NVIDIA, Apple, Microsoft, Tesla, Amazon, Alphabet, dan Meta menjadi perhatian investor karena menjadi motor utama inovasi di industri AI. Namun, karakteristik investasi di pasar Amerika Serikat berbeda dengan yang selama ini dikenal oleh banyak investor Indonesia.  Kalau saham-saham di Indonesia umumnya menawarkan tingkat dividen tahunan sekitar 3%–7%, sebagian besar perusahaan AI di Amerika Serikat hanya membagikan dividen tahunan di bawah 1%, bahkan beberapa di antaranya tidak membagikan dividen sama sekali karena lebih memprioritaskan reinvestasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis.  Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat dividen perusahaan AI di Amerika Serikat dapat lebih dari 10 kali lebih rendah dibandingkan karakteristik dividen yang umum ditemui di pasar saham Indonesia. Melihat karakteristik tersebut, Bittime menghadirkan fitur Earn (Fleksibel Staking pada platform), pada Tokenized US Stocks, sekaligus menjadi exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menawarkan fitur tersebut. Melalui Tokenized US Stocks, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham-saham perusahaan AI global dalam bentuk aset digital.  Melalui fitur ini, pengguna dapat memperoleh reward hingga 7% APR sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan pembagian dividen saham yang umumnya dilakukan setiap kuartal atau tahunan, reward pada fitur Earn didistribusikan setiap hari. Fitur ini juga dirancang tanpa periode lock-up sehingga pengguna tetap memiliki fleksibilitas dalam mengelola asetnya. Menghubungkan Pertumbuhan AI Global Preferensi Investor Indonesia Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan meningkatnya minat terhadap saham-saham AI global menunjukkan bahwa investor Indonesia kini semakin terbuka terhadap peluang investasi lintas negara. "Kami melihat semakin banyak investor Indonesia yang ingin memiliki eksposur terhadap saham-saham perusahaan AI global, khususnya yang tercatat di bursa Amerika Serikat. Namun, terdapat perbedaan karakteristik antara pasar Indonesia dan Amerika Serikat, terutama dari sisi pembagian dividen tahunan. Karena itu, kami menghadirkan Earn pada Tokenized US Stocks agar pengalaman berinvestasi di aset global menjadi lebih relevan dengan kebutuhan investor Indonesia," kata Ryan. Ryan menjelaskan tokenisasi membuka akses investasi global yang lebih fleksibel melalui perdagangan 24/7, nominal investasi yang lebih terjangkau, serta biaya transaksi yang kompetitif. Menurutnya, fitur Earn melengkapi pengalaman tersebut dengan tetap mempertahankan eksposur terhadap pertumbuhan perusahaan-perusahaan AI global. "Tujuan kami bukan hanya membuka akses terhadap perusahaan-perusahaan AI global, tetapi juga menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan bagi investor Indonesia. Kami percaya tokenisasi akan menjadi salah satu inovasi penting yang memperluas akses masyarakat terhadap aset global melalui platform yang aman, transparan, dan telah berizin," jelas Ryan. Sebagai bagian dari peluncuran, Bittime juga menghadirkan program khusus bagi pengguna baru selama periode 1 hingga 31 Juli 2026. Pengguna baru yang melakukan transaksi pertama Tokenized US Stocks dengan minimum transaksi Rp500.000 berkesempatan memperoleh Tokenized NVIDIA (NVDAX) sebagai hadiah sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Melalui inovasi ini, Bittime berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses peluang investasi pada perusahaan-perusahaan AI global melalui teknologi blockchain. Kehadiran Tokenized US Stocks dengan fitur Earn diharapkan dapat menjadi jembatan bagi investor Indonesia untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan industri AI global melalui platform yang aman, transparan, dan teregulasi.

Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS dan Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati Ekonomi
Ekonomi
Senin, 29 Juni 2026 | 08:54 WIB

Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS dan Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), menilai hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat.  Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan tidak menghadiri pertemuan di Swiss yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk mencapai kesepakatan dengan AS.  Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta sikap hati-hati bank sentral AS, investor dinilai perlu mencermati dinamika pasar global yang dapat membuka peluang pada aset kripto maupun saham Amerika Serikat. Selain ketidakjelasan hasil negosiasi AS-Iran, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan ke Lebanon.  Di sisi lain, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru, sehingga pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter AS selanjutnya. Kombinasi berbagai sentimen tersebut turut memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk aset kripto dan indeks saham Amerika Serikat. Ketidakpastian Global Dorong Volatilitas Pasar Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (23/6/2026), harga Bitcoin berada di level USD62.300, melemah 3,94% dalam 24 jam terakhir dan turun 6,58% dalam sepekan. Koreksi ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Di pasar saham Amerika Serikat, pergerakan indeks juga menunjukkan respons yang beragam. Nasdaq tercatat melemah 1,32% dalam sehari terakhir, sementara NYSE Composite menguat 0,41%. S&P 500 turun 0,37% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,30%. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan hasil negosiasi AS-Iran berpotensi menjadi katalis penting bagi arah pasar global. "Pasar saat ini berada dalam fase menunggu kepastian. Apapun hasil negosiasi AS-Iran nantinya dapat menjadi katalis yang mendorong pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi global,” ujar Ryan. Aset Tokenized Saham AS Bisa Dicermati Menurut Ryan, ketidakpastian pasar saat ini meningkatkan volatilitas, namun juga dapat menciptakan peluang bagi investor yang mampu membaca momentum dengan tepat. “Ketika ketidakpastian meningkat, volatilitas biasanya ikut naik. Namun kondisi seperti ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih menarik sesuai dengan strategi dan profil risikonya,” kata Ryan. Di tengah perkembangan pasar, Ryan menyoroti kehadiran tokenized US stocks sebagai salah satu inovasi di sektor aset digital. Instrumen ini memungkinkan representasi saham Amerika Serikat dalam bentuk token yang diperdagangkan di jaringan blockchain. "Investor yang ingin mendapatkan eksposur ke saham Amerika Serikat tanpa harus memiliki aset secara langsung dapat mempertimbangkan tokenized US stocks, yang memungkinkan akses lebih fleksibel terhadap pergerakan saham global dalam satu ekosistem investasi,” jelasnya.  Di tengah ketidakpastian global tersebut, pasar saham Amerika Serikat masih menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan investor, didukung kinerja perusahaan teknologi besar serta prospek ekonomi AS yang relatif stabil. Sejalan dengan tren tokenisasi aset yang berkembang secara global, Bittime menghadirkan berbagai aset berbasis real-world assets (RWA) seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Nasdaq Tokenized ETF (QQQX), serta Tokenized US Stocks seperti Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), dan Nvidia (NVDAX) yang memberikan akses lebih luas bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global dalam satu ekosistem digital. “Melalui beragam pilihan tokenized US stocks yang tersedia di Bittime, investor Indonesia memiliki lebih banyak alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global terkemuka," sebut Ryan.

Sambut Revisi UU PPSK, Bittime Optimistis Industri Kripto Kian Inovatif Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 26 Juni 2026 | 10:15 WIB

Sambut Revisi UU PPSK, Bittime Optimistis Industri Kripto Kian Inovatif

Jakarta, katakabar.com - Platform pedagang aset keuangan digital, Bittime menilai revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menjadi langkah penting dalam memperkuat industri keuangan nasional, termasuk sektor kripto dan aset keuangan digital. Penguatan regulasi melalui Undang Undang PPSK diharapkan dapat meningkatkan kepastian hukum, memperkuat koordinasi antara otoritas, serta mendukung pertumbuhan industri keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Bagi industri kripto, kejelasan regulasi menjadi faktor penting untuk mendorong inovasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem aset keuangan digital global.  Di ajang CFX Crypto Conference 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai fondasi pengembangan industri kripto ke depan.  OJK melihat kepercayaan tersebut sebagai katalis bagi lahirnya inovasi produk baru dan model bisnis baru, termasuk pengembangan tokenisasi aset, pemanfaatan stablecoin untuk aktivitas ekonomi domestik, dan integrasi aset keuangan digital dengan sektor ekonomi riil. Menurut OJK, potensi ekonomi dari aset digital tidak hanya berasal dari perdagangan kripto, tetapi juga dari pengembangan tokenisasi aset nyata (real-world assets atau RWA) dan berbagai inovasi berbasis blockchain yang dapat memperluas akses investasi masyarakat. Momentum Baru Industri Kripto Sebagai platform aset global untuk Indonesia, Bittime menilai revisi UU PPSK menjadi momentum penting bagi perkembangan industri kripto nasional. Regulasi yang semakin kuat diyakini dapat membuka ruang yang lebih besar bagi inovasi produk aset digital di Indonesia. Bittime, yang merupakan platform Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, menyambut positif penguatan regulasi tersebut.  Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan industri aset digital global saat ini menunjukkan potensi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar perdagangan aset kripto konvensional. "Kami sambut baik pengesahan revisi Undang Undang PPSK yang semakin memperkuat fondasi industri aset digital di Indonesia. Regulasi yang semakin jelas dan adaptif akan memberikan ruang bagi inovasi yang bertanggung jawab sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri kripto," ujar Ryan. Ryan berharap penguatan regulasi dapat membuka peluang bagi semakin banyak produk aset digital untuk memperoleh kepastian hukum dan persetujuan regulator sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan investasi selain aset kripto yang sudah umum dikenal seperti Bitcoin. Sejalan dengan tren tokenisasi aset yang saat ini berkembang secara global, Bittime juga menghadirkan berbagai aset berbasis real-world assets (RWA) yang memberikan akses kepada investor Indonesia terhadap aset global. Selain produk seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX), pengguna Bittime juga dapat memperoleh eksposur terhadap sejumlah Tokenized US Stocks, termasuk Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), dan Nvidia (NVDAX).  Dengan dukungan regulasi yang semakin kuat melalui revisi UU PPSK, Bittime optimistis industri kripto Indonesia akan terus berkembang dan menghadirkan lebih banyak inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.