Bittime
Sorotan terbaru dari Tag # Bittime
Bittime Soroti Momentum Hari Gajian Bagian dari Kebiasaan Investasi
Jakarta, katakabar.com - Bittime menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Melalui program ini, pengguna berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam bentuk Ethereum, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan data CoinGecko, harga ETH tercatat berada di sekitar US$2.752 pada 22 September 2026, naik dari sekitar US$2.398 pada 15 September, atau meningkat sekitar 14,8% dalam satu pekan. Pada 22 September, volume perdagangan ETH juga tercatat mencapai sekitar US$27,2 miliar, menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan pada periode tersebut. Pergerakan tersebut berlangsung setelah ETH mengalami penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Reuters, ETH telah melewati level resistensi US$2.661,52 pada 11 September setelah sebelumnya mengalami reli lebih dari 30% pada akhir Agustus. Meski demikian, pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar sehingga investor perlu mempertimbangkan risiko dan kondisi finansial masing-masing sebelum mengambil keputusan. Di tengah dinamika tersebut, momentum hari gajian juga menjadi konteks bagi Bittime untuk menghadirkan PayDay GainDay, sebuah program yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program. Momentum hari gajian dapat menjadi salah satu kesempatan untuk membangun kebiasaan mengalokasikan sebagian pendapatan secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, Bittime menghadirkan mekanisme yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program. Terdapat lima level dalam program ini, dengan bonus mulai dari Rp50 ribu hingga Rp5 juta dan kuota yang berbeda pada setiap level. Pada level tertinggi, pengguna yang memenuhi minimum net deposit Rp350 juta dan total pembelian Rp1,5 miliar berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam $ETH. Sementara itu, level lainnya menawarkan bonus sebesar Rp50 ribu, Rp200 ribu, Rp500 ribu, dan Rp2 juta berdasarkan ketentuan yang berlaku. Seluruh bonus memiliki kuota terbatas dan diberikan berdasarkan mekanisme first come, first served. Untuk mengikuti program, pengguna perlu melakukan verifikasi akun (KYC) dan registrasi pada halaman event. Perhitungan net deposit dilakukan berdasarkan total deposit IDR dikurangi total withdrawal selama periode program, sementara total pembelian dihitung berdasarkan akumulasi volume pembelian aset selama periode yang ditentukan. “Momentum hari gajian dapat dimanfaatkan sebagai pengingat untuk mulai mengalokasikan dana secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, kami ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk membangun kebiasaan tersebut sambil mengenal lebih jauh bagaimana investasi aset digital dilakukan. Namun, setiap keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi finansial masing-masing,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Bittime mengingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dengan harga yang dapat berubah secara signifikan. Program PayDay GainDay bersifat informasi dan bukan merupakan nasihat, rekomendasi, tawaran, maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Informasi lengkap mengenai mekanisme, syarat dan ketentuan, serta cara mengikuti PayDay GainDay dapat dilihat melalui artikel resmi Bittime.
Bitcoin Menguat, Bittime Soroti Aktivitas Futures di Tengah Sentimen Fed dan CLARITY Act
Jakarta, katakabar.com - Aktivitas Futures global mengalami perubahan di tengah sentimen The Fed, perkembangan CLARITY Act, dan penguatan Bitcoin. Bittime mencermati perubahan volume, open interest, dan likuidasi sebagai bagian dari dinamika pasar, sekaligus menghadirkan Bittime Futures dengan pilihan posisi long dan short serta leverage hingga 25x. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencermati penguatan Bitcoin dan perubahan aktivitas perdagangan kripto Futures di tengah perkembangan kebijakan moneter serta regulasi aset digital global. Data CoinMarketCap Rabu (23/9) pagi kemarin menunjukkan, Bitcoin berada di kisaran US$86.300, menguat 0,76% dalam 24 jam terakhir dan 14,17% dalam sepekan. Bitcoin Menguat Setelah Lewati Dua Sentimen Utama Penguatan Bitcoin terjadi setelah pasar melewati dua agenda penting pada pekan sebelumnya, yakni keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed dan perkembangan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat. Pada 16 September 2026 lalu, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Berdasarkan pernyataan resmi Federal Reserve, keputusan tersebut dilakukan ketika inflasi masih berada pada level tinggi dan aktivitas ekonomi AS terus berkembang. Sehari sebelumnya, Senat AS gagal melanjutkan proses legislasi CLARITY Act setelah pemungutan suara hanya memperoleh 50 suara berbanding 49, di bawah ambang 60 suara yang diperlukan. Berdasarkan pemberitaan Reuters, Bitcoin dan sejumlah aset kripto sempat mengalami tekanan setelah hasil pemungutan suara tersebut. Tetapi, Bitcoin kemudian kembali menguat dan menembus US$85.000 pada 21 September. Berdasarkan pemberitaan The Block, Bitcoin naik lebih dari 5% dalam 24 jam, sementara lebih dari US$750 juta posisi kripto mengalami likuidasi. Sekitar US$648,3 juta di antaranya berasal dari posisi short. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menjelaskan perubahan tersebut menunjukkan bahwa respons pelaku pasar terhadap perkembangan makroekonomi dan regulasi dapat berlangsung cepat. “Pergerakan Bitcoin setelah keputusan The Fed dan perkembangan CLARITY Act menunjukkan bahwa pasar dapat kembali menyesuaikan posisi dalam waktu singkat. Karena itu, penting untuk melihat perubahan harga bersama dengan volume perdagangan, posisi Futures, serta perkembangan sentimen pasar secara keseluruhan,” ujar Ryan. Aktivitas Futures Sebelum dan Setelah Keputusan Fed dan CLARITY Act Perubahan aktivitas di pasar Futures sudah terlihat sebelum kedua agenda tersebut berlangsung. Berdasarkan data Sentiment yang dikutip CoinNess, open interest Bitcoin Futures turun sekitar 13,5%, dari 321.497 BTC pada 3 September menjadi 278.151 BTC pada 11 September. Penurunan open interest tersebut menunjukkan adanya pengurangan posisi atau leverage oleh sebagian pelaku pasar menjelang agenda yang berpotensi meningkatkan volatilitas. Data dari situs Talos menunjukkan untuk periode 10-16 September juga menunjukkan volume perdagangan Futures meningkat 6,3% secara mingguan menjadi US$1,07 triliun. Di sisi lain, open interest Bitcoin dalam denominasi dolar turun 1,6% menjadi US$44,4 miliar. Likuidasi Bitcoin meningkat 15,9% secara mingguan menjadi US$398,3 juta, dengan aktivitas likuidasi terkonsentrasi di sekitar waktu kegagalan pemungutan suara CLARITY Act. Setelah Bitcoin kembali menguat, aktivitas Futures ikut meningkat. Berdasarkan pemberitaan The Block, lebih dari US$648 juta posisi short mengalami likuidasi ketika Bitcoin menembus US$85.000. Ryan menambahkan bahwa perubahan posisi di pasar Futures perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan tidak secara otomatis menunjukkan arah pergerakan Bitcoin berikutnya. “Kenaikan aktivitas Futures dan likuidasi posisi short dapat memperkuat pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren tertentu akan berlanjut. Trader tetap perlu memahami bahwa posisi di pasar Futures dapat berubah cepat mengikuti volatilitas dan sentimen pasar,” ucap Ryan. Bittime Cermati Aktivitas Futures Perkembangan aktivitas Futures global juga menjadi konteks bagi pertumbuhan perdagangan Futures di Bittime. Di Bittime Futures, BTCUSDT-PERP menctatakan aktivitas perdagangan yang melampaui pair lainnya sepanjang pekan, diikuti ARBUSDT-PERP, UNIUSDT-PERP, XRPUSDT-PERP, dan ETHUSDT-PERP. Dominasi pair tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Futures tidak hanya terpusat pada aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, tetapi juga mencakup aset kripto lain yang memiliki aktivitas perdagangan cukup tinggi di platform. “Futures memberikan fleksibilitas melalui pilihan posisi long dan short, tetapi penggunaan leverage juga dapat memperbesar risiko ketika pergerakan pasar tidak sesuai dengan posisi yang diambil. Karena itu, trader perlu memahami margin, leverage, likuidasi, dan manajemen risiko sebelum menggunakan produk Futures,” ujar Ryan. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengakses perdagangan Futures dengan pilihan posisi long dan short serta leverage hingga 25x. Bittime terus mendorong pemahaman mengenai mekanisme Futures dan manajemen risiko agar pengguna dapat memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi. Penggunaan leverage juga dapat meningkatkan eksposur sekaligus risiko. Karena itu, Bittime terus mendorong pemahaman mengenai mekanisme Futures dan manajemen risiko agar pengguna memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi
Bittime Perluas Akses Futures Lewat Program Position Boost
Jakarta, katakabar.com - Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi saat harga aset kripto bergerak naik maupun turun, menghadirkan program Bittime Futures Position Boost sebagai bagian dari upaya memperkenalkan fitur futures kepada pengguna. Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi saat harga aset kripto bergerak naik maupun turun, menghadirkan program Bittime Futures Position Boost sebagai bagian dari upaya memperkenalkan fitur futures kepada pengguna. Program yang berlangsung pada 15 hingga 29 September 2026 ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk memperoleh Position Experience Coupon hingga 5.000 USDT, sekaligus memperkenalkan fitur Futures Bittime kepada lebih banyak pengguna. Melalui instrumen futures, pengguna dapat menyesuaikan strategi dengan pandangan mereka terhadap kondisi pasar, dengan tetap mempertimbangkan risiko yang melekat pada perdagangan derivatif. “Kami melihat trader memiliki kebutuhan yang berbeda dalam menghadapi berbagai kondisi market. Melalui Bittime Futures Position Boost, kami ingin membantu pengguna mengenal dan memahami fitur Futures Bittime serta cara kerjanya. Program ini juga menjadi bagian dari upaya kami memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengguna dalam memahami instrumen futures dan risikonya,” kata Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Program Position Boost memiliki dua mekanisme utama, yaitu Bonus Pengguna Baru dan Trading Volume Ladder. Pengguna baru yang menyelesaikan proses KYC selama periode campaign dapat memperoleh Position Experience Coupon senilai 100 USDT, dengan memenuhi ketentuan deposit dan penggunaan akun Futures sesuai dengan syarat program. Sementara, melalui Trading Volume Ladder, pengguna dapat memperoleh coupon berdasarkan akumulasi volume trading Futures selama periode campaign. Besaran coupon meningkat mengikuti volume trading yang dicapai. Pengguna dengan volume trading minimal 100 USDT berkesempatan memperoleh coupon sebesar 25 USDT, sementara volume trading yang lebih tinggi akan memberikan coupon yang lebih besar. Reward meningkat secara bertahap hingga 5.000 USDT bagi pengguna yang mencapai akumulasi volume trading sebesar 1 juta USDT selama periode program, sesuai ketentuan yang berlaku. Perhitungan volume trading dilakukan melalui beberapa checkpoint selama campaign berlangsung. Pada setiap checkpoint, pengguna dapat memperoleh reward berdasarkan tier baru yang dicapai dan dikurangi dengan reward yang telah diterima sebelumnya. Dengan mekanisme tersebut, besaran coupon yang diterima mengikuti perkembangan volume trading pengguna selama periode program. Position Experience Coupon merupakan kupon yang dapat digunakan untuk aktivitas posisi Futures sesuai dengan ketentuan program. Coupon bukan merupakan uang tunai, saldo akun, maupun Futures Trial Funds. Pengguna juga perlu memperhatikan masa berlaku coupon serta ketentuan penggunaan posisi yang berlaku. Bittime mengingatkan perdagangan Futures memiliki risiko, terutama karena volatilitas pasar dan penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian. Trader perlu mempertimbangkan ukuran posisi, tingkat leverage, dan potensi likuidasi sebelum melakukan transaksi. “Kami ingin pengguna tidak hanya aktif bertransaksi, tetapi juga memahami instrumen yang mereka gunakan. Melalui Position Boost, pengguna bisa mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan fitur Futures sekaligus memahami bagaimana instrumen ini bekerja dalam kondisi pasar yang berbeda,” tambah Ryan. Informasi lengkap mengenai mekanisme dan ketentuan program tersedia melalui halaman resmi Bittime.
Bittime Soroti Hasil FOMC September 2026 dan Dampaknya Pada Pasar Kripto
Jalarta, katakabar.com - Bittime bahas hasil FOMC September 2026 dan pengaruhnya terhadap pergerakan pasar kripto serta sentimen investor. Dalam kondisi pasar yang dinamis, Bittime Futures menawarkan perdagangan futures aset kripto dengan pilihan posisi Long dan Short. Bittime Futures dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna untuk menyesuaikan strategi perdagangan dengan kondisi pasar, dengan tetap memperhatikan penggunaan leverage, manajemen risiko, dan karakteristik perdagangan Futures. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencermati perkembangan terbaru pergerakan perdagangan di pasar kripto serta peluang bagi investor melalui Bittime Futures. Hal ini menyusul hasil keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat pada September 2026. Federal Reserve (The Fed) menaikkan target suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dalam rapat FOMC pada 15 hingga 16 September 2026 lalu. Berdasarkan pernyataan resmi Federal Reserve, keputusan tersebut diambil ketika inflasi masih berada pada level tinggi, sementara aktivitas ekonomi AS terus berkembang dengan solid. FOMC dan Pengaruhnya terhadap Pasar Kripto Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor makroekonomi yang diperhatikan pelaku pasar kripto. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi biaya pendanaan, kondisi likuiditas, serta minat investor terhadap aset berisiko. Suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat kondisi keuangan lebih ketat dan memengaruhi minat terhadap aset seperti kripto, sementara ekspektasi kebijakan yang lebih longgar dapat meningkatkan risk appetite. Selain keputusan suku bunga, pasar juga mencermati arah kebijakan dan proyeksi The Fed. Berdasarkan proyeksi ekonomi FOMC September 2026, median proyeksi federal funds rate berada di 4,1% pada akhir 2026, sementara proyeksi inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) berada di 3,7%. Perubahan ekspektasi menjadi penting karena pasar dapat merespons bukan hanya keputusan FOMC, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya. Reuters melaporkan bahwa kenaikan suku bunga 25 basis poin telah banyak diantisipasi pasar, sehingga perhatian investor beralih pada sinyal kebijakan berikutnya dan proyeksi inflasi The Fed. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menuturkan perkembangan kebijakan moneter dapat memengaruhi sentimen pasar karena pelaku pasar tidak hanya mencermati keputusan suku bunga saat ini, tetapi juga arah kebijakan berikutnya. “Hasil FOMC September menunjukkan bahwa perkembangan inflasi masih menjadi salah satu pertimbangan penting dalam arah kebijakan moneter The Fed. Bagi pasar kripto, keputusan suku bunga dan ekspektasi terhadap kebijakan berikutnya dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen serta volatilitas pasar,” ujar Ryan. Bitcoin dan Ethereum Bergerak Menguat Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada 18 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran harga US$76.698, menguat 0,42% dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 0,40% dalam sepekan. Sementara, pada periode yang sama, Ethereum berada di kisaran US$2.456, menguat 1,24% dalam 24 jam dan 0,15% dalam sepekan. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar kripto tetap dinamis setelah keputusan FOMC. Selain suku bunga, pelaku pasar dapat mencermati data inflasi, kondisi ekonomi, likuiditas, serta komunikasi The Fed mengenai arah kebijakan berikutnya. “Pergerakan harga aset kripto tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Karena itu, memahami perkembangan ekonomi makro dan potensi volatilitas menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan aset digital,” ucap Ryan. Bittime Futures di Tengah Dinamika Pasar Di tengah kondisi pasar yang dinamis, Bittime Futures menyediakan akses terhadap perdagangan futures aset kripto yang memungkinkan pengguna mengambil posisi Long maupun Short. Fitur tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna dalam mengelola posisi sesuai dengan strategi dan pandangan terhadap pergerakan pasar yang memungkinkan pengguna mengambil posisi Long maupun Short. Pengguna dapat menyesuaikan strategi perdagangan dengan kondisi pasar dan pandangan masing-masing, dengan tetap mempertimbangkan risiko yang melekat pada perdagangan Futures. Namun, perdagangan Futures memiliki risiko yang lebih tinggi karena penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus potensi kerugian. Pengguna perlu memahami mekanisme Futures dan menerapkan manajemen risiko sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Setiap produk memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Bagi pengguna yang mempertimbangkan perdagangan Futures, penting untuk memahami mekanisme Long dan Short, penggunaan leverage, serta risiko yang menyertainya,” sebut Ryan.
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar
Jakarta, katakabar.com - Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik maupun turun, menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar crypto derivatives di tengah pergerakan sejumlah aset kripto. Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik maupun turun, menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar crypto derivatives di tengah pergerakan sejumlah aset kripto. Perkembangan itu menunjukkan semakin besarnya perhatian trader terhadap instrumen derivatives sebagai salah satu cara untuk merespons volatilitas dan tren pasar. Salah satunya terlihat pada HYPE, token native Hyperliquid, yang mencatat all-time high (ATH) sebesar US$89,60 pada 6 September 2026, berdasarkan data CoinGecko. Sementara, berdasarkan KuCoin dan FinanceFeeds, total open interest di Hyperliquid mencapai sekitar US$14,3 miliar pada 13 September 2026, menunjukkan tingginya nilai posisi derivatives yang masih terbuka di pasar. Pergerakan harga dan tingginya open interest dapat mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan, tetapi tidak dapat digunakan sebagai sinyal tunggal untuk menentukan arah pasar maupun potensi keuntungan. Dalam perdagangan futures, termasuk melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengambil posisi long maupun short dengan leverage. Fitur ini memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan posisi dengan kondisi pasar, namun juga dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian, termasuk risiko likuidasi. Open interest (OI) salah satu indikator yang dapat digunakan untuk membaca aktivitas di pasar derivatives, dengan menunjukkan total nilai kontrak yang masih terbuka. Tetapi, OI tidak menunjukkan dominasi posisi long maupun short. Karena itu, OI perlu dibaca bersama indikator lain, seperti funding rate dan positioning, agar trader dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pasar. “Pasar derivatives yang dinamis membutuhkan strategi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan pandangan trader terhadap pasar. Bittime Futures memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengambil posisi long maupun short dengan leverage. Namun, setiap strategi tetap perlu mempertimbangkan volatilitas pasar dan profil risiko masing-masing trader,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Di Bittime Futures, penggunaan leverage memberikan fleksibilitas dalam menentukan eksposur terhadap suatu aset dengan modal yang tersedia. Namun, leverage juga dapat memperbesar potensi kerugian, termasuk risiko likuidasi, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik futures sebelum membuka posisi. Untuk membaca kondisi pasar secara lebih menyeluruh, trader juga dapat memperhatikan sejumlah indikator yang menggambarkan aktivitas dan posisi di pasar derivatives. “Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk merespons berbagai kondisi pasar, tetapi fleksibilitas tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap mekanisme dan risikonya. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat menyesuaikan posisi dengan strategi masing-masing, baik saat melihat peluang kenaikan maupun penurunan harga. Karena itu, penting bagi trader untuk memahami risiko sebelum menggunakan leverage dan menentukan posisi sesuai dengan profil risikonya,” terang Ryan.
Pasar Crypto Semakin Dinamis, Bittime Hadirkan Program Berhadiah $HYPE hingga Sepuluh Juta Rupiah
Jakarta, katakabar.com - Bittime menghadirkan program perdagangan pada 11 hingga 27 September 2026 dengan total reward hingga sepuluh juta rupiah dalam bentuk $HYPE. Program ini memberikan apresiasi kepada pengguna berdasarkan akumulasi volume perdagangan yang dicapai selama periode berlangsung. Pasar aset digital terus berkembang dengan munculnya berbagai ekosistem blockchain yang menawarkan fungsi dan aktivitas berbeda. Salah satunya adalah Hyperliquid, blockchain yang dikenal dengan aktivitas perdagangan aset digital, khususnya perpetual futures dan spot trading. Berdasarkan data CoinGecko, token native ekosistem tersebut, $HYPE, mencatatkan all-time high (ATH) sebesar US$89,60. Pergerakan tersebut turut diikuti oleh volume perdagangan yang tinggi, dengan volume harian $HYPE menembus lebih dari US$1 miliar pada sejumlah hari di awal September, termasuk sekitar US$1,68 miliar pada 4 September dan US$1,48 miliar pada 7 September. Melihat perhatian pasar terhadap ekosistem tersebut, Bittime menghadirkan program perdagangan pada 11 hingga 27 September 2026 dengan total reward hingga sepuluh juta rupiah dalam bentuk $HYPE. Program ini memberikan apresiasi kepada pengguna berdasarkan akumulasi volume perdagangan yang dicapai selama periode berlangsung. Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, mengatakan meningkatnya perhatian terhadap $HYPE mencerminkan semakin beragamnya ekosistem dan aset yang tersedia di pasar crypto. “Perkembangan $HYPE dan ekosistem Hyperliquid menjadi salah satu dinamika yang menarik untuk diperhatikan. Semakin beragamnya ekosistem aset digital memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku pasar untuk mengeksplorasi berbagai instrumen. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada pengguna berdasarkan aktivitas perdagangan yang memenuhi ketentuan program,” jelas Ryan. Berbeda dari program yang hanya menghitung transaksi pada satu aset, volume perdagangan dalam program Bittime ini diakumulasikan dari seluruh token yang diperdagangkan pengguna selama periode berlangsung. Transaksi dalam IDR maupun USDT akan diperhitungkan dalam menentukan pencapaian tier reward, sehingga volume dapat dikumpulkan dari berbagai aset yang tersedia di Bittime.Syarat dan Ketentuan Program Reward diberikan satu kali berdasarkan tier volume trading yang dicapai pengguna selama periode kampanye. Pengguna dengan volume trading minimal Rp5 juta berkesempatan memperoleh reward hingga Rp100 ribu, dengan nominal reward yang meningkat sesuai tier, yaitu hingga Rp300 ribu untuk volume Rp25 juta, Rp1 juta untuk Rp100 juta, Rp2,5 juta untuk Rp350 juta, dan hingga Rp10 juta dalam bentuk $HYPE untuk volume minimal Rp2 miliar. Besaran reward yang diterima dapat berbeda-beda, tergantung pada proporsi volume trading dalam tier yang dicapai serta ketersediaan kuota. Pemberian reward dilakukan secara first-come, first-served, sehingga mencapai minimum volume pada suatu tier tidak otomatis menjamin pengguna mendapatkan reward maksimum. Menurut Ryan, semakin banyaknya pilihan aset dan strategi di pasar crypto juga perlu diikuti dengan pemahaman yang memadai mengenai karakteristik serta risiko masing-masing aset. “Di tengah pasar yang semakin dinamis, edukasi tetap menjadi bagian penting dalam aktivitas trading. Pengguna perlu memahami karakteristik aset, mekanisme perdagangan, dan risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan. Dengan pemahaman yang baik, pengguna dapat menyikapi peluang pasar secara lebih terukur dan tidak hanya mengikuti momentum,” ujar Ryan. Untuk berpartisipasi, pengguna wajib menyelesaikan verifikasi akun atau KYC dan melakukan registrasi melalui halaman event Bittime. Program menggunakan mekanisme first-come, first-served dengan kuota terbatas pada setiap tier. Bittime juga menerapkan ketentuan untuk menjaga integritas program, termasuk larangan penggunaan multi-akun, wash trading, maupun aktivitas manipulatif lainnya. Reward akan diberikan dalam bentuk $HYPE dan dikreditkan ke wallet Bittime pengguna maksimal 7–14 hari kerja setelah periode program berakhir, sesuai ketentuan program. Melalui program ini, Bittime melihat dinamika $HYPE dan ekosistem Hyperliquid sebagai bagian dari semakin beragamnya perkembangan pasar aset digital, sekaligus memberikan apresiasi kepada pengguna yang berpartisipasi dalam aktivitas perdagangan selama periode program. Informasi lengkap mengenai program ini dapat dilihat melalui halaman resmi program Bittime.
Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS Pada Pergerakan Harga Kripto
Jakarta, katakabar.com - Bittime soroti pengaruh data ekonomi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan pasar kripto. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik, leverage, dan risiko produk aset digital, terutama di tengah tingginya aktivitas perdagangan derivatif global. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor untuk memahami pergerakan pasar aset kripto. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan. Pergerakan tersebut berlangsung ketika investor masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Mengapa Data Makro Diperhatikan Investor? Data seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payrolls (NFP), dan keputusan Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah suku bunga. Ketika data ekonomi berbeda dari perkiraan pasar, investor dapat menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap kebijakan moneter. Perubahan ekspektasi tersebut kemudian dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai dolar AS, dan minat investor terhadap aset berisiko. Riset International Monetary Fund (IMF) pada 2023 yang berjudul “The Crypto Cycle and US Monetary Policy” menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS dapat memengaruhi pasar kripto melalui perubahan risk appetite investor. IMF juga menemukan bahwa meningkatnya keterkaitan pasar kripto dengan pasar saham terjadi seiring masuknya investor institusional ke pasar kripto. Dengan demikian, reaksi pasar terhadap suatu data tidak selalu bergantung pada apakah angkanya naik atau turun. Investor juga melihat bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya serta apa dampaknya terhadap kebijakan moneter ke depan. “Investor perlu memahami bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap apakah suatu data ekonomi naik atau turun, tetapi juga bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi dan apa artinya terhadap kebijakan moneter ke depan. Karena itu, data makro juga menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi,” kata Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. Pergerakan Pasar Kripto Investor dan trader global tidak hanya mencermati data makroekonomi Amerika Serikat, tetapi juga perkembangan aktivitas perdagangan aset kripto di pasar spot dan derivatif. Pasar derivatif merupakan salah satu bagian dari aktivitas perdagangan aset kripto global. Berdasarkan laporan CoinMarketCap berjudul August Exchange Monthly Report, 11 bursa yang dipantau mencatat total volume perdagangan spot dan derivatif sekitar US$4,23 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,3% dibandingkan Juli 2026. Dari total tersebut, perdagangan spot menyumbang sekitar 13,8%, sedangkan perdagangan derivatif mencapai sekitar 86,2%, atau setara dengan US$3,65 triliun. Laporan tersebut juga mencatat volume perdagangan derivatif sekitar 6,25 kali dari volume perdagangan spot pada Agustus 2026. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai komposisi aktivitas perdagangan aset kripto pada bursa yang dipantau CoinMarketCap selama periode tersebut. Data tersebut menggambarkan bahwa pasar derivatif memiliki aktivitas perdagangan yang besar sekaligus memiliki risiko yang perlu dipahami oleh pelaku pasar. Perubahan harga yang cepat dapat memengaruhi posisi futures, terutama pada transaksi yang menggunakan leverage. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi. “Setiap produk aset digital memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami cara kerja produk, termasuk penggunaan leverage dan pengelolaan posisi, sebelum melakukan transaksi. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyesuaikan penggunaan produk dengan kebutuhan dan tingkat pemahamannya,” sebut Ryan.
Bittime Sambut Aturan OJK Terbaru: Dorong Penguatan Tata Kelola Industri Aset Digital
Jakarta, katakabar.com - Bittime menyambut berlakunya PADK OJK Nomor 3 Tahun 2026 sebagai langkah penguatan tata kelola industri aset digital. Regulasi ini mengatur mekanisme pelaporan bagi penyelenggara, yang dinilai dapat mendorong industri yang lebih transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyambut baik berlakunya Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK (PADK OJK) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto sejak 1 September 2026. Bittime menilai penguatan mekanisme pelaporan dapat mendukung terciptanya industri aset digital yang semakin transparan, akuntabel, dan memiliki tata kelola yang baik. Melansir situs OJK, PADK No. 3 Tahun 2026 menetapkan pedoman terkait mekanisme dan format pelaporan bagi penyelenggara perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto. Ketentuan tersebut mencakup sejumlah bentuk pelaporan, antara lain laporan bulanan, penilaian mandiri manajemen risiko, laporan kegiatan tahunan, dan laporan insidental. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penguatan regulasi dan mekanisme pelaporan menjadi langkah positif dalam membangun industri aset digital yang semakin terstruktur. “Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, kami menyambut baik penguatan regulasi dan mekanisme pelaporan ini. Kami melihatnya sebagai langkah positif untuk membangun industri aset digital yang semakin transparan dan memiliki tata kelola yang baik. Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan perkembangan industri berjalan secara bertanggung jawab,” kata Ryan. Perkembangan Aset Digital di Pasar Global Perkembangan industri aset digital juga terus berlangsung di tingkat global, seiring semakin beragamnya instrumen yang tersedia bagi pelaku pasar. Salah satunya adalah perdagangan derivatives, yang menjadi bagian signifikan dari aktivitas perdagangan aset kripto. Berdasarkan laporan CoinMarketCap Research, 11 bursa yang dipantau mencatat total volume perdagangan spot dan derivatives sebesar US$4,74 triliun pada Juni 2026. Dari jumlah tersebut, derivatives mencapai sekitar US$4,00 triliun atau 84,5% dari total volume perdagangan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu konteks bagi Bittime dalam mengembangkan Bittime Futures, yang melengkapi ekosistem Spot dan Staking. Pentingnya Pahami Risiko Futures Di tengah perkembangan perdagangan derivatives, futures memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan perdagangan spot sehingga pemahaman terhadap mekanisme dan risikonya menjadi penting. “Futures memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda dibandingkan perdagangan spot sehingga pemahaman terhadap mekanisme, manajemen risiko, dan kondisi pasar menjadi hal yang penting. Karena itu, inovasi produk perlu berjalan seiring dengan edukasi dan perlindungan konsumen,” jelas Ryan. Penggunaan leverage dapat meningkatkan eksposur terhadap pergerakan harga. Perubahan harga yang berlawanan dengan posisi juga dapat memperbesar potensi kerugian dan dalam kondisi tertentu menyebabkan likuidasi. Karena itu, futures tidak sesuai untuk semua investor dan calon pengguna perlu memahami karakteristik serta risiko produk sebelum melakukan transaksi. Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem aset digital, Bittime menyediakan sejumlah produk 3 in 1 di dalam satu aplikasi yaitu Spot, Staking, dan Futures. Pengembangan produk tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek edukasi, perlindungan konsumen, manajemen risiko, serta ketentuan yang berlaku. “Bittime akan terus berkomitmen memenuhi ketentuan OJK, memperkuat perlindungan konsumen, dan menghadirkan inovasi secara bertanggung jawab. Kami melihat Bittime Futures sebagai bagian dari inovasi produk yang perlu dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek kepatuhan, edukasi, dan manajemen risiko,” sebut Ryan.
Pasar Derivatif Indonesia Berkembang, Bittime Sorot Futures Bagian dari Evolusi Strategi Trading
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset keuangan digital Indonesia terus berkembang, dengan jumlah akun konsumen Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) mencapai 22,93 juta pada Juli 2026, naik 1,03% secara bulanan dari Juni 2026. Data tersebut tercatat dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agustus 2026. Melihat perkembangan tersebut, Bittime menilai pasar aset digital Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih matang, termasuk dengan berkembangnya perdagangan derivatif. Semakin beragamnya instrumen membuka lebih banyak pilihan strategi trading bagi investor, sekaligus menuntut pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik dan risiko setiap instrumen. Pada Juli 2026, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun, sementara nilai transaksi derivatif Aset Keuangan Digital (AKD) mencapai Rp3,41 triliun. Meski nilai transaksi mengalami penurunan secara bulanan, OJK mencatat kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto, tetap terjaga dan menunjukkan perkembangan positif. Bagi Bittime, semakin beragamnya instrumen di pasar menunjukkan bahwa kebutuhan investor juga berkembang. Salah satunya adalah futures, yang memiliki karakteristik berbeda dari perdagangan spot dan dapat digunakan untuk berbagai strategi berdasarkan pergerakan harga. Namun, karakteristik tersebut juga membuat futures memiliki risiko yang perlu dipahami, terutama terkait leverage, volatilitas, dan manajemen risiko. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengakses perdagangan futures sebagai salah satu pilihan instrumen dalam ekosistem aset digital. Layanan ini menjadi bagian dari upaya Bittime untuk mengikuti perkembangan kebutuhan pasar sekaligus memberikan akses terhadap instrumen derivatif dalam ekosistem yang berada dalam kerangka regulasi yang berlaku. CFX sebelumnya menyebut peluncuran layanan futures Bittime pada tanggal 15 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar dan perluasan use case industri aset digital di Indonesia. “Pasar derivatif Indonesia terus berkembang dan memberikan pilihan baru bagi investor dalam menghadapi dinamika pasar. Namun, semakin beragam instrumennya, semakin penting pula pemahaman mengenai bagaimana instrumen tersebut bekerja dan risiko yang menyertainya. Futures bukan hanya tentang mengejar peluang dari pergerakan harga, tetapi juga tentang bagaimana mengelola posisi dan risiko dengan disiplin,” ucap Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Berbeda dengan perdagangan spot, futures dapat melibatkan leverage yang memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian. Karena itu, pemahaman mengenai mekanisme kontrak, pergerakan harga, leverage, dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum investor menggunakan instrumen tersebut. Perkembangan futures juga sejalan dengan upaya regulator untuk membangun ekosistem aset keuangan digital yang lebih matang. Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Agustus 2026, OJK menyatakan akan terus memperkuat regulatory sandbox, perizinan, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto yang inovatif, terpercaya, inklusif, dan berkelanjutan. Selain itu, OJK menekankan inovasi perlu berkembang melampaui tahap eksperimentasi dengan didukung tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta perlindungan konsumen. Bittime melihat sinergi antara inovasi, regulasi, dan edukasi sebagai fondasi penting bagi perkembangan pasar derivatif Indonesia. Semakin beragam instrumen yang tersedia, semakin penting pula bagi pengguna untuk memahami karakteristik dan risiko sebelum menentukan strategi trading. “Kami melihat perkembangan futures sebagai bagian penting dari evolusi pasar aset digital Indonesia. Melalui Bittime Futures, kami ingin memberikan akses yang lebih luas terhadap instrumen aset digital sekaligus turut mendorong terbentuknya pasar yang semakin matang dan bertanggung jawab,” jelas Ryan. Ke depan, Bittime akan terus mendukung perkembangan pasar aset digital Indonesia melalui inovasi, edukasi, dan pengembangan layanan yang mengedepankan tata kelola serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Seiring berkembangnya pasar derivatif, Bittime mendorong investor untuk tidak hanya melihat futures dari sisi peluang, tetapi juga memahami strategi dan risiko sebagai bagian dari aktivitas trading.
Di Tengah Tren Emas Global, Bittime Perkenalkan Investasi Kripto Berbasis Emas
Jakarta, katakabar.com - Emas kembali menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan di pasar global sepanjang 2026. Laporan Gold Demand Trends Q2 2026 dari World Gold Council mencatat permintaan emas pada paruh pertama tahun ini mencapai 2.522 ton dengan nilai rekor US$380 miliar. Di tengah tren tersebut, teknologi blockchain juga menghadirkan aset kripto yang memberikan eksposur terhadap harga emas, salah satunya Tether Gold ($XAUT). Sebagai aset kripto berbasis blockchain yang nilainya merujuk pada emas fisik, $XAUT memiliki karakteristik yang berbeda dari kepemilikan emas fisik. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Bittime menghadirkan program Bonus $XAUT hingga Rp1.500.000 untuk Investasi Pertama di Bittime yang berlangsung pada 1 hingga 30 September 2026. Melalui program ini, pengguna dapat memulai investasi dari Rp10.000 sekaligus mengenal $XAUT sebagai salah satu pilihan aset kripto dengan eksposur terhadap emas. “Investasi pertama sering kali menjadi langkah yang sulit karena banyak orang merasa harus menunggu sampai memiliki modal besar atau pengetahuan yang sempurna. Melalui campaign ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai mengambil langkah pertama dan mengenal berbagai pilihan aset yang tersedia untuk membangun portofolio,” ujar Ryan Lymn, COO Bittime. Melalui program tersebut, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama di Bittime dengan nilai di atas Rp250.000 dapat memperoleh bonus $XAUT senilai Rp25.000. Selain itu, pengguna dapat memperoleh bonus tambahan berdasarkan total volume trading yang dicapai dalam periode akumulasi, mulai dari Rp50.000 hingga Rp1 juta dalam bentuk $XAUT. Dengan demikian, total bonus yang tersedia dapat mencapai Rp1,5 juta. Program ini terdiri dari lima kategori, yakni Entry, Bronze, Silver, Gold, dan Black, yang ditentukan berdasarkan total volume trading selama 14 hari setelah transaksi pertama. Setelah periode tersebut, pengguna yang memenuhi ketentuan juga perlu mempertahankan aset kripto yang dibeli selama tujuh hari. Kehadiran $XAUT dalam program ini menambah pilihan aset yang dapat diakses melalui ekosistem aset kripto. Sebagai aset kripto yang nilainya merujuk pada emas fisik, $XAUT memiliki karakteristik yang berbeda dari kepemilikan emas fisik. Karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan risiko aset sebelum melakukan transaksi. Pergerakan harga $XAUT juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang memengaruhi pasar emas, seperti suku bunga, nilai dolar AS, inflasi, dan kondisi geopolitik. Di tengah dinamika pasar, pemahaman terhadap setiap aset dan diversifikasi tetap menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan investasi. “Setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, kami mendorong pengguna untuk terus meningkatkan pemahaman sebelum berinvestasi dan menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan serta profil risikonya,” tambah Ryan. Informasi lengkap mengenai program Bonus $XAUT hingga Rp1.500.000 untuk Investasi Pertama di Bittime, termasuk mekanisme dan syarat serta ketentuannya, dapat dilihat melalui halaman resmi program Bittime.