BP Tapera

Sorotan terbaru dari Tag # BP Tapera

Menteri PKP Pimpin Raper Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit Nasional
Nasional
Rabu, 23 September 2026 | 18:10 WIB

Menteri PKP Pimpin Raper Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memimpin langsung rapat evaluasi dan percepatan penyaluran rumah subsidi tahun 2026 di Kantor BP Tapera, Jakarta, Senin (21/9). Rapat tersebut dihadiri Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, serta jajaran terkait untuk membahas strategi percepatan realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir tahun. Hingga 21 September 2026, realisasi penyaluran FLPP tercatat mencapai 154.034 unit atau sekitar 44 persen dari target 350.000 unit rumah pada tahun ini. Capaian tersebut menjadi perhatian dalam rapat, mengingat masih terdapat selisih yang perlu dikejar dalam waktu sekitar tiga bulan menjelang akhir tahun. Dalam arahannya, Menteri PKP, Maruarar Sirait menyoroti perlunya pembenahan kinerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) BP Tapera untuk mendukung percepatan realisasi. Ia juga mendorong BP Tapera agar terus berinovasi dan menghadirkan terobosan yang mampu menjawab berbagai tantangan penyaluran rumah subsidi. “Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, BP Tapera harus melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM. Saya ingin jajaran BP Tapera mampu menghadirkan inovasi, menyelesaikan berbagai hambatan, dan bekerja lebih optimal agar target penyaluran rumah subsidi tahun 2026 dapat tercapai,” ujar Maruarar Sirait. Menindaklanjuti arahan Menteri PKP, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa BP Tapera terus mengakselerasi berbagai langkah strategis, baik melalui penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan maupun perluasan segmen hunian yang dapat dimanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menindaklanjuti Keputusan Menteri PKP Nomor 1721/KPTS/M/2026 terkait rumah susun subsidi. BP Tapera telah mengundang para pengembang rumah susun untuk mengunggah produk hunian mereka ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), sehingga pilihan hunian subsidi dapat semakin beragam dan mendukung perluasan akses pembiayaan perumahan bagi MBR. “Kami menindaklanjuti arahan Menteri PKP melalui berbagai langkah percepatan, termasuk implementasi Kepmen PKP Nomor 1721 Tahun 2026. BP Tapera telah mengundang para pengembang rumah susun untuk mengunggah produknya ke aplikasi SiKumbang. Kami juga menyiapkan percepatan realisasi melalui rencana akad massal pada Desember mendatang, yang tidak hanya mencakup rumah tapak subsidi, tetapi juga rumah susun subsidi,” jelas Heru Pudyo Nugroho. Sebagai bagian dari strategi percepatan, BP Tapera menyiapkan sekitar 71.000 unit rumah subsidi untuk akad massal pada Desember 2026. Kegiatan yang direncanakan berlangsung di Jawa Timur tersebut akan mencakup rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi, sebagai upaya memperluas pilihan hunian terjangkau bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan realisasi FLPP hingga akhir tahun. Melalui evaluasi berkala, peningkatan kualitas SDM, penguatan sinergi dengan pengembang dan perbankan penyalur, serta perluasan realisasi rumah tapak dan rumah susun subsidi, BP Tapera berkomitmen mendukung percepatan penyaluran FLPP. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan capaian target tahun 2026 sekaligus memperluas akses kepemilikan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Minggu, 20 September 2026 | 12:30 WIB

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus perluas sosialisasi Program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat dari berbagai latar belakang dan profesi. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses pembiayaan rumah subsidi sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memiliki rumah pertama. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kanal dan kegiatan, baik secara langsung maupun daring, dengan menjangkau ASN, pegawai instansi pemerintah, pekerja swasta, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, BP Tapera memberikan informasi mengenai persyaratan KPR Sejahtera FLPP, manfaat program, pilihan rumah subsidi, simulasi pembiayaan, hingga mekanisme pengajuan melalui bank penyalur. Salah satu kegiatan sosialisasi terbaru dilaksanakan di Pelataran Makam Proklamator RI, Mohammad Hatta, Jakarta Selatan, Selasa (15/9) lalu, yang menyasar PJLP dan PPSU Petugas TPU Tanah Kusir. Kegiatan ini tindak lanjut kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam rangkaian kegiatan Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS) 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai akses pembiayaan rumah pertama melalui Program KPR Sejahtera FLPP. Sosialisasi diikuti sekitar 210 peserta, yang terdiri atas PJLP dan PPSU Kecamatan Kebayoran Lama, perawat makam, serta ASN Suku Dinas Pertamanan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 calon debitur juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti dialog dan berdiskusi secara langsung mengenai peluang memperoleh pembiayaan rumah subsidi. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan Program KPR Sejahtera FLPP dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah pertama. Program tersebut memberikan sejumlah kemudahan, antara lain suku bunga tetap, cicilan tetap, uang muka ringan, serta pilihan tenor pembiayaan hingga maksimal 40 tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Penerima manfaat dapat berasal dari masyarakat dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap selama memenuhi persyaratan program. “Semua orang bisa punya rumah. Karena itu, kami mengajak masyarakat yang sampai saat ini masih tinggal dengan cara mengontrak atau belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi dan menghitung kemampuan. Jangan menunggu sampai merasa penghasilan sudah sangat besar. Program FLPP hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan agar dapat memiliki rumah pertama dengan pembiayaan yang lebih terjangkau,” ujar Heru. Upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai program FLPP juga telah dilakukan BP Tapera melalui berbagai kegiatan di sejumlah daerah dan komunitas. Sosialisasi antara lain dilakukan secara daring bersama ASN Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sosialisasi kepada pegawai Pengadilan Negeri Batam, ATR/BPN Batam, Universitas Islam Indonesia, pegawai Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), serta pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah. BP Tapera juga memanfaatkan berbagai kegiatan publik untuk membuka akses informasi secara langsung kepada masyarakat melalui open booth dan sosialisasi. Kegiatan tersebut antara lain dilaksanakan pada Muktamar NU ke 35, Danantara Housing Expo, kegiatan HIPPINDO, Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE), serta open booth dan sosialisasi di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB. Sosialisasi daring juga dilakukan bersama Gojek dan pegawai Bank Mandiri, serta berbagai kegiatan lainnya. Beragam kegiatan tersebut menjadi sarana bagi BP Tapera untuk mendekatkan informasi program perumahan kepada masyarakat sekaligus memberikan kesempatan bagi calon penerima manfaat untuk mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai akses pembiayaan rumah subsidi. Heru menambahkan, akses terhadap informasi menjadi langkah awal yang penting sebelum masyarakat mengajukan KPR subsidi. Masyarakat dapat mencari informasi mengenai rumah subsidi melalui SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) yang dapat diakses melalui situs sikumbang.tapera.go.id. Melalui SiKumbang, masyarakat dapat mencari rumah subsidi berdasarkan wilayah lokasi. Pengguna dapat memilih provinsi dan kabupaten/kota untuk melihat pilihan rumah subsidi yang tersedia. BP Tapera juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat informasi secara daring, tetapi melakukan kunjungan langsung ke lokasi perumahan untuk memastikan kondisi rumah, akses air, listrik, serta lingkungan hunian sebelum mengambil keputusan. Selain melalui SiKumbang, masyarakat juga dapat memanfaatkan Tapera Mobile untuk memperoleh informasi rumah, melakukan simulasi, serta mendapatkan akses pengajuan KPR subsidi FLPP. “Kami juga mengajak masyarakat untuk mengunduh Tapera Mobile. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat lebih mudah mencari informasi rumah subsidi, melakukan simulasi, dan mendapatkan informasi mengenai proses pengajuan KPR FLPP. Jadi, tidak perlu bingung harus mulai dari mana. Mulai saja dari genggaman, cari rumahnya, hitung kemampuannya, kemudian konsultasikan pengajuannya dengan bank penyalur,” jelas Heru. Hingga 15 September 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP secara nasional telah mencapai 148.712 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp18,50 triliun. Capaian tersebut merupakan bagian dari target penyaluran FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit rumah. Dari sisi jenis hunian, program FLPP tidak hanya menyediakan pilihan rumah tapak, tetapi juga memberikan alternatif rumah susun (rusun). Kehadiran skema pembiayaan rumah susun menjadi semakin relevan bagi masyarakat yang bekerja di kawasan perkotaan, termasuk Jakarta, yang menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan tingginya harga hunian. Rusun Menjadi Alternatif Buat Pekerja di Perkotaan Kebutuhan terhadap hunian yang dekat dengan lokasi pekerjaan menjadi salah satu tantangan utama masyarakat perkotaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Perumahan 2026, persentase backlog kepemilikan rumah atau backlog 1 di DKI Jakarta mencapai 39,36 persen pada 2026. Secara nasional, backlog 1 tercatat sekitar 9,29 juta rumah tangga atau 12,39 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hunian di Jakarta tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan rumah, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memperoleh hunian yang berada dalam jangkauan kemampuan finansial dan relatif dekat dengan pusat kegiatan ekonomi. Karena itu, rumah susun menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bekerja di kota. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan rumah susun subsidi di kawasan perkotaan sebagai bagian dari perluasan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau. Sebagai gambaran, berdasarkan ketentuan harga rumah susun dalam Kepmen PKP Nomor 1721/KPTS/M/2026 tanggal 6 Agustus 2026, harga rumah susun di wilayah Jakarta dapat mencapai sekitar Rp13 juta hingga Rp14,5 juta per meter persegi. Dengan asumsi unit memiliki luas 21-45 m², harga unit berada pada kisaran Rp585 juta hingga Rp652,5 juta. Sebagai simulasi, unit rusun seluas 45 m² dengan harga Rp14 juta per meter persegi memiliki harga sekitar Rp630 juta. Dengan asumsi uang muka 1 persen, bunga tetap 6 persen per tahun dan tenor 40 tahun, estimasi angsurannya sekitar Rp3,43 juta per bulan. Sementara itu, unit seluas 45 m² dengan harga Rp14,5 juta per meter persegi memiliki harga sekitar Rp652,5 juta, dengan estimasi angsuran sekitar Rp3,55 juta per bulan. Simulasi tersebut digunakan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai kisaran harga dan angsuran. Besaran uang muka dan perhitungan angsuran final mengikuti ketentuan pembiayaan dan hasil perhitungan bank penyalur.

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi Nasional
Nasional
Rabu, 02 September 2026 | 20:02 WIB

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Tangerang, katakabar.com - Danantara Housing Expo 2026 resmi dibuka di Hall A ICE PIK 2, Tangerang, Kamis (27/8) lalu. Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini menghadirkan berbagai pilihan hunian sekaligus mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, dan pelaku ekosistem perumahan. BP Tapera turut hadir melalui booth bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kehadiran BP Tapera menjadi salah satu sarana bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), untuk memperoleh informasi mengenai rumah subsidi dan akses pembiayaannya.Komisioner BP Tapera, Dr. Heru Pudyo Nugroho, mengatakan masyarakat yang belum memiliki rumah dapat memanfaatkan Danantara Housing Expo untuk melihat berbagai pilihan hunian yang tersedia. "Di sini dipamerkan seluruh produk-produk properti dari pengembang-pengembang ternama, baik rumah komersial maupun rumah subsidi. Dan ini kita ada di booth Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga BP Tapera," ujar Heru.Ia mengajak masyarakat untuk datang dan mencari informasi mengenai hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan."Silakan teman-teman semua, ayo bagi yang belum punya rumah, ini saatnya untuk lihat-lihat prospektus rumah, baik rumah subsidi maupun rumah komersial," ujarnya. Khusus bagi MBR yang memenuhi kriteria dan belum memiliki rumah, Heru mendorong masyarakat untuk berkonsultasi langsung mengenai akses rumah subsidi. "Khusus subsidi, bagi Anda yang masuk kriteria masyarakat berpenghasilan rendah dan belum punya rumah, ini saatnya untuk nanya-nanya bagaimana bisa mendapatkan rumah yang mudah, layak dan terjangkau di BP Tapera," ucapnya. Realisasi FLPP Capai 134.734 Unit Ajakan tersebut sejalan dengan pelaksanaan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola BP Tapera. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 26 Agustus 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi mencapai 134.734 unit, atau 38,50 persen dari target 350.000 unit tahun 2026. Nilai realisasi mencapai sekitar Rp16,765 triliun.Bank BTN menjadi penyalur terbesar dengan 62.944 unit, disusul Bank Syariah Nasional 32.905 unit, BRI 14.387 unit, BNI 9.670 unit, dan Bank Mandiri 4.004 unit. Dari sisi wilayah, Jawa Barat mencatat realisasi tertinggi sebanyak 31.844 unit, kemudian Jawa Tengah 11.755 unit, Sulawesi Selatan 11.111 unit, Jawa Timur 9.463 unit, dan Banten 8.612 unit. Sementara itu, realisasi FLPP tercatat 818 unit di Papua, 275 unit di Papua Tengah, 326 unit di Papua Barat Daya, 134 unit di Papua Barat, dan 62 unit di Papua Selatan. Expo Hadirkan Beragam Pilihan Hunian CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam sambutannya menyampaikan bahwa expo menghadirkan lebih dari 120 ribu pilihan hunian dan apartemen dari lebih dari 130 developer BUMN dan swasta. Pilihan tersebut dibagi dalam tiga zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living, serta dilengkapi 10 rumah contoh. "Terutama masyarakat berpenghasilan rendah, bawah, dan juga menengah ini dapat memiliki rumah dengan baik, cepat, dan layak," jelas Rosan. Ia juga menyebut inventory BUMN yang ditawarkan mencapai sekitar 16.500 unit. Dari sisi pembiayaan, tersedia skema dengan uang muka mulai 1 persen, bunga fixed pada periode awal mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 bahkan 40 tahun. Menteri PKP, Maruarar Sirait turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian. "Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah, tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan," uls Maruarar. Ia menyebut dukungan Kredit Program Perumahan tahun ini mencapai Rp50 triliun. Pemerintah juga meningkatkan kuota FLPP menjadi 350 ribu unit. Setelah sambutan Menteri PKP, acara dilanjutkan dengan prosesi simbolis pembukaan kunci rumah sebagai tanda dibukanya Danantara Housing Expo 2026.Menutup keterangannya dari lokasi, Heru kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum expo tersebut."Ayo ramaikan, Danantara Housing Expo 2026 sukses untuk kalian semua," pungkasnya

BP Tapera Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan bagi UMKM Lewat Bazar Pesona Merdeka 2026 Nasional
Nasional
Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:05 WIB

BP Tapera Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan bagi UMKM Lewat Bazar Pesona Merdeka 2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat edukasi dan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui Bazar Pesona Merdeka 2026 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di M Bloc Space, Jakarta. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho turut mendampingi Menteri PKP, Maruarar Sirait dalam melakukan interaksi langsung dengan pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan perumahan sekaligus melihat langsung kondisi dan latar belakang para peserta. Pada kegiatan tersebut, Menteri PKP melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah peserta, mulai dari pelaku usaha kreatif, barista, pekerja yayasan pendidikan, hingga pelaku UMKM yang memproduksi barang secara mandiri. Salah satu peserta juga mengembangkan karya seni lukis yang dibuat oleh anaknya yang merupakan penyandang autisme menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Heru menyampaikan keterlibatan BP Tapera dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan informasi mengenai KPR Sejahtera FLPP kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan akses kepemilikan rumah pertama. “BP Tapera hadir untuk mendekatkan informasi pembiayaan perumahan kepada masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah mengetahui bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengakses pembiayaan rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP,” kata Heru. Pada kegiatan tersebut, tercatat 89 masyarakat telah mendaftar untuk memperoleh informasi dan akses pembiayaan perumahan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan usaha, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap hunian pertama sekaligus akses pembiayaan semakin beragam. Dari kegiatan ini kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan terhadap rumah pertama masih sangat besar, termasuk dari kalangan pelaku usaha dan pekerja yang selama ini mungkin belum memahami bagaimana cara mengakses pembiayaan perumahan,” jelas Heru. Berdasarkan rekap realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP periode 1 Januari hingga 19 Agustus 2026, BP Tapera mencatat 131.516 unit rumah telah tersalurkan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp16,36 triliun. Penyaluran tersebut telah menjangkau 36 provinsi di Indonesia. Dengan kuota FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit, capaian tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang luas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan program pembiayaan rumah pertama. Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi terbesar, yakni 31.229 unit atau 23,75 persen dari total penyaluran, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3,93 triliun. Heru menegaskan BP Tapera akan terus memperluas sosialisasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, dan mekanisme pengajuan KPR Sejahtera FLPP. “Program pembiayaan perumahan harus semakin dekat dengan masyarakat. Kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, serta proses pengajuan sehingga mereka yang memenuhi ketentuan dapat memanfaatkan kesempatan memiliki rumah pertama,” ucap Heru. Sedang, dari interaksi Menteri PKP dengan para pelaku UMKM juga memperlihatkan keberagaman potensi ekonomi masyarakat. Menteri PKP memberikan motivasi kepada peserta agar tidak mudah menyerah dalam mengembangkan usaha. “Pantang menyerah itu harus dari diri kita sendiri. Dengan kemauan dan doa, kita harus yakin sukses,” pesan Menteri PKP kepada seorang peserta. Bazar Pesona Merdeka 2026 sendiri menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan mengembangkan usahanya. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi pengusaha muda dan pengusaha muda penyandang disabilitas untuk tampil dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, BP Tapera tidak hanya mendorong masyarakat memahami program pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas jangkauan informasi kepada kelompok masyarakat yang aktif menjalankan usaha. Upaya tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi, di mana rumah pertama diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi kemandirian keluarga sekaligus mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha. BP Tapera berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan edukasi pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap hunian pertama yang layak dan terjangkau.

BP Tapera Perkuat Sinergi Perumahan Lewat REI Kalsel Expo ke 20 Nasional
Nasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:07 WIB

BP Tapera Perkuat Sinergi Perumahan Lewat REI Kalsel Expo ke 20

Banjarmasin, katakabar.com -  Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadiri sekaligus membuka REI Kalsel Expo ke 20 Tahun 2026 di Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, pemerintah, dan stakeholder dalam memperluas akses hunian serta pembiayaan perumahan.Ketua DPD REI Kalimantan Selatan mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membuat REI Expo mampu bertahan hingga 20 tahun. “REI Kalsel Expo telah memasuki usia 20 tahun. Ini merupakan perjalanan panjang dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi REI Kalimantan Selatan,” ujarnya. Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan Syariah, Royzani Sjachril, menilai expo menjadi momentum memperkuat kolaborasi sektor perumahan. “Expo menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat, solusi perumahan dan pembiayaan. Tema sinergi tanpa batas sangat tepat, karena pembangunan perumahan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” kata Royzani. Sementara, Kepala Disperkim Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, yang mewakili Gubernur Kalsel, menekankan dampak ekonomi pembangunan perumahan. “Setiap hunian yang dibangun akan menggerakkan rantai pasok, membuka lapangan kerja, dan menambah pendapatan masyarakat di banyak lini sekaligus,” ucapnya. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan REI merupakan mitra strategis BP Tapera dalam penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.“BP Tapera adalah mitra yang luar biasa, karena dalam penyediaan rumah subsidi, tentu REI juaranya,” tutur Heru. Heru menjelaskan, BP Tapera mendapat mandat pemerintah untuk membantu MBR memperoleh rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP. Program tersebut juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. “Masih menjadi tantangan bahwa masih banyak keluarga di Kalimantan Selatan yang belum memiliki rumah, sehingga pemerintah harus hadir di sana,” terangnya. Berdasarkan data BP Tapera, hingga 12 Agustus 2026, realisasi KPR Sejahtera FLPP di Kalimantan Selatan mencapai 5.147 unit dengan nilai pembiayaan Rp676,5 miliar. Program tersebut menjangkau 13 kabupaten dan kota, didukung 9 bank penyalur, 9 asosiasi, 574 pengembang, dan 521 perumahan. Heru juga mendorong perluasan akses KPR subsidi bagi pekerja informal. "Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal. Pekerja informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,” tegasnya. Ia menambahkan, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menggerakkan tenaga kerja, industri bahan bangunan, konstruksi, hingga berbagai sektor ekonomi pendukung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya REI Kalsel Expo ke 20 Tahun 2026. Melalui expo tersebut, BP Tapera berharap sinergi dengan REI, perbankan, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder semakin kuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

BP Tapera Tinjau Mahantas Modern Land, Pekerja Muda Belum Menikah Sudah Miliki Rumah Nasional
Nasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:09 WIB

BP Tapera Tinjau Mahantas Modern Land, Pekerja Muda Belum Menikah Sudah Miliki Rumah

Banjarmasin, katakabar.com -  Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, tinjau langsung kawasan Mahantas Modern Land, perumahan subsidi dan komersial di Jalan AMD XII, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan. Kunjungan tersebut didampingi Ketua DPD REI Kalimantan Selatan H. Ahyat Sarbini dan Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan Syariah Royzani Sjachril. Pada kunjungan tersebut, Heru melihat sejumlah rumah yang telah dihuni masyarakat sekaligus berdialog dengan penerima KPR subsidi. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi hunian dan manfaat pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Salah satu penerima KPR subsidi yang ditemui M. Aries Apriliadi, seorang karyawan swasta yang masih berstatus single. Aries melakukan akad KPR pada 13 Juli 2026 dan kini telah memiliki rumah sebagai tempat tinggal sekaligus aset untuk masa depan. Kisah Aries menjadi gambaran akses KPR subsidi juga dapat dimanfaatkan pekerja muda yang belum menikah untuk mulai memiliki rumah sejak dini. “Luar biasa, masih muda dan belum menikah sudah berani mengambil rumah. Ini investasi untuk masa depan. Daripada uang dihabiskan untuk gaya hidup, lebih baik mulai dipikirkan untuk memiliki rumah,” kata Heru. Menurut Heru, kepemilikan rumah sejak usia muda merupakan langkah positif dalam mempersiapkan masa depan. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi aset jangka panjang.Mahantas Modern Land berada di kawasan dataran rendah atau rawa yang menjadi karakter geografis sebagian wilayah Banjarmasin. "Kondisi tersebut membutuhkan proses penyiapan dan pengurukan lahan sebelum dikembangkan menjadi kawasan hunian," jelas Heru. Meski berada di kawasan dengan karakter lahan rawa, rumah-rumah yang telah dibangun di Mahantas Modern Land terlihat tertata dengan desain sederhana dan modern. Sejumlah unit juga telah dihuni masyarakat.Peninjauan tersebut menjadi bagian dari perhatian BP Tapera terhadap penyediaan hunian yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memperhatikan kualitas bangunan dan kondisi lingkungan kawasan. Heru menegaskan program KPR subsidi merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama. “Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal. Pekerja informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,” tegasnya. Melalui sinergi BP Tapera bersama REI, pengembang, perbankan, dan pemerintah daerah, akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau diharapkan terus diperluas, termasuk bagi generasi muda yang mulai mempersiapkan kepemilikan rumah sejak dini.

Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, BP Tapera Dukung Pemenuhan Hunian Berdasarkan Data BPS Nasional
Nasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, BP Tapera Dukung Pemenuhan Hunian Berdasarkan Data BPS

Jakarta, katakabar.com -  Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho hadiri forum Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Rilis berupa statistik berbasis riset dan data yang disajikan BPS tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam menyusun kebijakan di bidang hunian. Ketua BPS, Amalia Adininggar, melaporkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman  (PKP) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kerap menggunakan data BPS dalam menyusun kebijakan. Disebutkan publikasi ini merupakan perdana, pertama kalinya diterbitkan dan belum pernah ada sebelumnya.Data rilis tersebut memuat mengenai Data Backlog 1 merupakan Kepemilikan, dan Data Backlog 2 merupakan Keluarga yang Menempati Rumah Sendiri Tetapi Tidak Memenuhi Layak Huni. "Rilis kami menyebutkan Backlog 1 menurun, dari 9,64 juta jiwa menjadi 9,29 juta jiwa. Sama halnya dengan Backlog 2, menurun dari 18,77 juta jiwa menjadi 18,01 juta jiwa," terang Amalia. Amalia menjelaskan sepanjang tahun 2025 hingga 2026 terjdi peningkatan akses rumah layak huni. Rilis ini menerbitkan capaian daa bantuan pembiayaan perumahan (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), seperti laki-laki lebih banyak mengakses manfaat daripada perempuan, pegawai swasta menjadi golongan pekerjaan dengan akses terbanyak, hingga kelompok penghasilan 4juta sampai dengan 6juta merupakan kelompok tertinggi yang memperoleh akses FLPP, dan kelompok penghasilan 8juta sampai dengan 10juta mulai meningkat dalam mengajukan akses FLPP. Menteri PKP dan Menteri Dalam Negeri dalam arahannya memberikan apresiasi atas penerbitan rilis ini. "Sebagai birokrat, kita harus berubah. Terus untuk jaga kepercayan, karena integritas itu mahal," ujar Maruarar Sirait. Senada dengan Menteri PKP, dalam arahannya Menteri Dalam Negeri menyatakan dukungannya dengan mendorong Kepala Daerah untuk proses perizinan dalam hal pembangunan serta bedah rumah.Dalam jumpa pers Heru Pudyo Nugroho menyampaikan BP Tapera tentunya mendukung keberadaan data yang dirilis tersebut dengan berkolaborasi bersama pengembang perumahan. Heru menimpali, pemerintah selama ini telah memberikan beragam dukungan dalam mendorong program Tiga Juta Rumah. "Setelah kebijakan mengenai SLIK OJK diterbitkan, tidak sampai 2 bulan terdapat realisasi mencapai 40 ribu unit rumah. Kebijakan ini dapat menjadi salah satu pengaruhnya, dan tentunya pemerintah akan terus melakukan evaluasi," sebut Heru.

BP Tapera Torehkan Sejarah,  Bersama Presiden RI Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP di Kabupaten Batang Nasional
Nasional
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:11 WIB

BP Tapera Torehkan Sejarah,  Bersama Presiden RI Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP di Kabupaten Batang

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kali ketiga gelar akad massal KPR Rumah Subsidi skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dengan mengundang Presiden RI, H Prabowo Subianto. Kegiatan serupa yang menghadirkan Presiden RI ini sebelumnya pernah digelar sebanyak dua kali pada 2025, yakni di Kecamatan Cileungsi Provinsi Jawa Barat sebanyak 26.000 unit rumah, dan Kota Serang Provinsi Banten, sebanyak 50.030 unit rumah. Kegiatan akad massal kali ini digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan 62.710 debitur KPR Rumah Subsidi melalui skema FLPP. Total 200 debitur dihadirkan secara langsung, dan 62.510 selebihnya hadir secara daring (online). Akad massal ini kembali mencetak pencapaian tertinggi dibandingkan akad massal sebelumnya, hal tersebut menunjukkan bahwa BP Tapera selalu memberikan komitmen untuk terus meningkatkan capaiannya. Akad massal juga dilakukan kepada 200 debitur Program KUR Perumahan, dengan total nilai akad mencapai Rp880 Miliar bagi 7.100 debitur, dengan rincian sisi permintaan (demand) sebanyak 6.873 debitur dan sisi penyedia (supply) sebanyak 227 debitur. Rangkaian kegiatan diawali Presiden RI kunjungi penghuni rumah subsidi setempat, yakni Kudung Slamet yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga, dan Rahma Yuliani yang berprofesi sebagai Satpam. Terus Kepala Negara hadiri seremoni untuk saksikan dan menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada 10 debitur perwakilan penerima KPR Sejahtera FLPP yang berasal dari beragam profesi baik yang yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap (nonfix income), seperti profesi Pengemudi Ojek Online, Pemuka Agama, Asisten Rumah Tangga, Guru, Perawat, Anggota TNI & Polri, hingga Penjual Jamu. Presiden juga menyempatkan diri untuk menyapa dan berdialog bersama dengan para debitur yang melakukan akad massal secara daring. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan akad yang dilaksanakan secara serentak ini tersebar sekurang-kurangnya 130 titik di 372 Kabupaten dan Kota pada 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Disampaikan Heru lebih lanjut, realisasi penyaluran KPR Subsidi FLPP tahun 2026, per 29 Juli telah mencapai 118.756 unit rumah senilai Rp14,76 Triliun. “Kinerja FLPP ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi kolaborasi dengan Ekosistem Perumahan, kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Serikat Pekerja, Asosiasi Profesi, serta mitra kerja penyaluran yakni PT Sarana Multi Griya Finansial (persero) bersama 43 bank penyalur yang terdiri Bank 6 HIMBARA, 34 Bank Pembangunan Daerah, dan 3 Bank Swasta,” ucap Heru. BP Tapera dalam menyalurkan FLPP terus menunjukkan tren peningkatan, dimulai pada tahun 2020 sebesar 109.253 unit, kemudian di tahun 2021 meningkat menjadi 178.728 unit, diikuti tahun berikutnya di 2022 sebesar 226.000 unit, dan tahun 2023 sebesar 229.000 unit. Penyaluran dana FLPP sempat mengalami penurunan tahun 2024 sebesar 200.300 unit, yang kemudian kembali menunjukkan kenaikan di tahun 2025 sebesar 278.868 unit. Capaian tahun 2025 ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP sejak tahun 2025. Sedangkan pada realisasi penyaluran tahun 2026, per 29 Juli FLPP telah disalurkan sebanyak 118.756 unit senilai Rp14,76 Triliun. Inovasi BP Tapera Tingkatkan Layanan dan Perlindungan Konsumen Guna terus mendukung Program Tiga Juta Rumah yang merupakan salah satu Program Strategis Pemerintah, BP Tapera terus meningkatkan layanannya melalui berbagai inovasi. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho dalam kesempatan yang sama menyampaikan BP Tapera saat ini terus melakukan peningkatan kualitas tata kelola Rumah Subsidi melalui inovasi Layanan Digital BP Tapera, dengan membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang terintegrasi, berbasis data, dan real-time. Heru menjelaskan, melalui inovasi Trilogi Stok, data sistem ketersediaan rumah diintegerasikan secara real-time antara pengembang perumahan, bank penyalur, dan konsumen. Hal ini dilakukan sebagai wujud perlindungan konsumen untuk memastikan rumah subsidi layak huni sebelum diakadkan. BP Tapera juga melakukan penguatan Infrastruktur IT melalui peningkatan kapasitas komputasi, AI, dan penyimpanan data yang didukung keamanan siber bersama BSSN. Ia menyatakan BP Tapera saat ini juga telah menyiapkan skema perluasan manfaat KPR Subsidi. “Menindaklanjuti Komitmen Pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi pekerja, khususnya di kawasan industri, kami telah mendukung penyiapan skema perluasan manfaat KPR Subsidi, baik hunian tapak maupun vertikal atau rusun,” terangnya.

BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR Nusantara
Nusantara
Minggu, 26 Juli 2026 | 14:07 WIB

BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR

Jakarta, katakabar.com - Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama (SEB), serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selaras dengan itu, BP Tapera menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Direksi BRI, Wali Kota Bandung, Komisioner BP Tapera, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait. Pada rapat tersebut, dibahas langkah strategis mempercepat sertifikasi tanah lintas sektor sebagai upaya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap pembiayaan perumahan. Pemerintah juga mempersiapkan pelaksanaan penyerahan sertifikat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang direncanakan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Komisioner BP Tapera menyampaikan percepatan sertifikasi tanah merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih kuat. Dengan kepastian status kepemilikan tanah, masyarakat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengakses berbagai program pembiayaan rumah yang disiapkan pemerintah. "Sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan. Kepastian hukum atas tanah akan memperkuat ekosistem pembiayaan sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang dapat memiliki rumah layak huni," ujar Komisioner BP Tapera. BP Tapera menyambut baik langkah pemerintah yang memprioritaskan percepatan sertifikasi tanah bagi penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Berdasarkan hasil verifikasi, masih terdapat sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS yang belum memiliki sertifikat. "Pemerintah menargetkan percepatan penerbitan sertifikat sebagai bagian dari agenda nasional penyerahan sertifikat kepada masyarakat," bebernya. Dalam rapat juga disepakati penyusunan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Kementerian PKP, Kementerian ATR/BPN, dan Badan Pusat Statistik (BPS). SEB tersebut akan menjadi pedoman pelaksanaan percepatan sertifikasi tanah lintas sektor, termasuk penyediaan dan pemutakhiran data, verifikasi penerima manfaat, serta pendampingan pelaksanaan sertifikasi di lapangan. BP Tapera mendukung pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima manfaat agar seluruh program perumahan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Integrasi data antarlembaga dinilai penting untuk memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh manfaat secara optimal. Selain membahas percepatan sertifikasi tanah, rapat juga membahas penguatan ekosistem perumahan melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan UMKM yang bergerak di bidang perumahan, serta pemanfaatan konsep Smart City dalam mendukung pembangunan kawasan hunian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Menteri PKP menegaskan percepatan sertifikasi tanah harus dilaksanakan secara terpadu melalui kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga terkait. "Kita harus membangun ekosistem perumahan secara menyeluruh. Sertifikasi tanah harus dipercepat agar masyarakat memiliki kepastian hukum, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan perumahan. Seluruh kementerian dan lembaga harus bekerja secara terpadu agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya. Di kegiatan yang sama, Wali Kota Bandung turut menyampaikan perkembangan penyelesaian persoalan pertanahan sebagai bagian dari rencana pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) di Kota Bandung. Menteri PKP menilai penyelesaian aspek pertanahan menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan. Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama, serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan ASPRUMNAS Percepat Program Tiga Juta Rumah Nasional
Nasional
Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:07 WIB

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan ASPRUMNAS Percepat Program Tiga Juta Rumah

Jakarta, katakabar.com - Melalui Rakernas ini, BP Tapera berharap sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, sektor perbankan, dan seluruh mitra pembangunan semakin kuat sehingga Program KPR Sejahtera FLPP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, serta mendukung terwujudnya Program Tiga Juta Rumah di Indonesia. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 13 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (DPP ASPRUMNAS) yang digelar di Auditorium Birawa, Bidakara, Jakarta, Senin (20/7) lalu. Angkat tema "Transformasi Digital Industri Properti dan Kedaulatan Hunian Rakyat", kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, BP Tapera, asosiasi pengembang, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, Ketua Umum DPP ASPRUMNAS, M. Syawali Pratna, mitra perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, serta pengurus ASPRUMNAS dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Umum DPP ASPRUMNAS, M. Syawali Pratna, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan perumahan nasional. "ASPRUMNAS terus membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi. Kami tidak hanya menyiapkan rumah, tetapi juga membangun kawasan yang didukung lapangan kerja, sektor pertanian, perikanan, dan aktivitas ekonomi agar masyarakat yang telah memiliki rumah juga memiliki sumber penghidupan," ujar Syawali. Ia lantas mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian PKP dan BP Tapera, yang terus memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan sehingga target pembangunan rumah bagi masyarakat dapat terus meningkat. Sementara, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan transformasi digital menjadi salah satu strategi utama dalam mempercepat layanan pembiayaan perumahan. "Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan Program Tiga Juta Rumah. Kami terus mengembangkan platform digital agar proses penyediaan rumah, pembiayaan, hingga distribusi KPR Sejahtera FLPP semakin efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat," kata Heru. Menurut Heru, BP Tapera tengah mengembangkan portal perumahan.go.id sebagai pusat layanan informasi perumahan yang akan mengintegrasikan informasi rumah subsidi, pembiayaan FLPP, hingga berbagai layanan digital lainnya. "Saat ini Indonesia masih menghadapi backlog sekitar 9,4 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Karena itu, FLPP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk mengurangi angka tersebut. Tahun 2025 menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah dengan kuota 350 ribu unit dan realisasi penyaluran lebih dari 258 ribu unit. Kami optimistis tahun ini dapat mencatatkan hasil yang lebih baik lagi," ucapnya. Menteri PKP, Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi seluruh asosiasi pengembang dalam mendukung penyediaan rumah subsidi. "Kontribusi ASPRUMNAS terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan BP Tapera, perbankan, dan seluruh asosiasi pengembang agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat memiliki rumah layak," tutur Ara. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pembangunan dan kepatuhan terhadap regulasi. "Silakan berusaha dan memperoleh keuntungan yang wajar, tetapi jangan melanggar aturan. Jaga kepercayaan masyarakat karena keberhasilan Program Tiga Juta Rumah bukan hanya soal jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga kualitas dan integritas seluruh pihak yang terlibat," tegasnya. Menutup sambutannya, Ara mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memperkuat kolaborasi guna mencapai target pembangunan perumahan nasional. Melalui Rakernas ini, BP Tapera berharap sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, sektor perbankan, dan seluruh mitra pembangunan semakin kuat sehingga Program KPR Sejahtera FLPP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendukung terwujudnya Program Tiga Juta Rumah di Indonesia.