BPOM

Sorotan terbaru dari Tag # BPOM

Wuih! BPOM Cetak 100 Kader Pramuka Pelopor Keamanan Obat dan Makanan Lewat Diklat Nasional
Nasional
17 jam yang lalu

Wuih! BPOM Cetak 100 Kader Pramuka Pelopor Keamanan Obat dan Makanan Lewat Diklat

Surabaya, katakabar.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya terus perkuat perlindungan masyarakat dari risiko peredaran obat, kosmetik, dan pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) Tahun 2026 dengan membekali 100 anggota Pramuka agar menjadi pelopor keamanan obat dan makanan. Melalui program ini, BPOM memperluas edukasi hingga menjangkau sekolah, kampus, keluarga, dan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BPOM dalam membangun sistem pengawasan yang lebih kuat melalui pendekatan edukatif. Selain melakukan pengawasan di lapangan, BPOM juga mendorong keterlibatan generasi muda sebagai mitra strategis untuk menyebarluaskan informasi yang benar. Dengan demikian, budaya sadar keamanan obat dan makanan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Diklat SAKA POM Tahun 2026 dibuka Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) SAKA POM Jawa Timur sekaligus Kepala BPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, M.Sc., Tech., Apt. Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah, Gerakan Pramuka, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta para Pimpinan Satuan Karya. Kolaborasi tersebut menjadi langkah bersama dalam mencetak kader muda yang siap menjadi garda terdepan edukasi keamanan obat dan makanan. Yudi Noviandi, M.Sc., Tech., Apt., Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) SAKA POM Jawa Timur, mengatakan pengawasan obat dan makanan tidak akan maksimal jika hanya dilakukan oleh BPOM. Makanya, kami membangun gerakan bersama dengan mencetak kader-kader muda SAKA POM yang mampu menjadi pelopor keamanan obat dan makanan di lingkungannya. "Mereka kami bekali dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengenali produk yang memenuhi ketentuan, menyampaikan informasi yang benar, serta mengedukasi masyarakat secara langsung. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang BPOM untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat," jelasnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan yang diikuti 100 peserta, terdiri atas Pramuka Penegak tingkat SMA sederajat dan Pramuka Pandega dari berbagai perguruan tinggi di Kota Surabaya. Selama kegiatan, peserta dibekali tiga krida utama SAKA POM, yaitu Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Krida Informasi Obat dan Makanan. Pembekalan ini dirancang agar peserta memiliki kemampuan untuk menjadi edukator keamanan obat dan makanan di lingkungan masing-masing. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai layanan digital BPOM serta praktik pengujian sederhana untuk mendeteksi bahan berbahaya pada pangan. Melalui diskusi dan praktik secara langsung, peserta memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan saat memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui Diklat SAKA POM Tahun 2026, BPOM di Surabaya memperkuat upayanya membangun perlindungan masyarakat melalui pemberdayaan generasi muda. Totoal 100 kader yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan diharapkan menjadi penggerak edukasi sekaligus perpanjangan tangan BPOM dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai keamanan obat dan makanan. Dengan semakin luasnya edukasi yang diberikan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu memilih produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat sehingga perlindungan kesehatan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

BPOM Gercep! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar AS Nasional
Nasional
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:24 WIB

BPOM Gercep! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar AS

Jakarta, katakabar.com - Industri jamu nasional resmi masuki era baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT), sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan jamu kini bukan sekadar warisan budaya, tetapi siap bersaing sebagai produk kesehatan global. Dukungan tersebut muncul dalam audiensi resmi BPOM dengan delegasi PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan Pembina, Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum, Heri Susanto. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November 2025, yang telah menjajaki kerja sama dengan Amazon Fulfillment Center dan melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI. Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM, menegaskan, kami apresiasi langkah PPJAI yang serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. "BPOM siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga memenuhi persyaratan FDA (Food and Drug Administration)," jelasnya. Audiensi ini menjadi kabar baik bagi industri jamu. Pasar Amerika Serikat dikenal ketat dan selektif, terutama soal keamanan, mutu, dan bukti ilmiah. Dukungan BPOM bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi kunci percepatan transformasi jamu Indonesia dari pasar domestik ke global. Pertemuan dihadiri jajaran strategis BPOM, termasuk Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSK), Dian Putri Anggraweni serta Direktur Registrasi OTSK, Imelda Ester Riana P., dan delapan pengurus inti PPJAI termasuk Dewan Pakar, menunjukkan keseriusan dalam menyusun peta jalan ekspor jamu secara sistematis. Dalam audiensi, PPJAI menyampaikan lima agenda strategis, memaparkan perkembangan organisasi sebagai wadah konsolidasi pelaku jamu alami, meminta pendampingan teknis BPOM untuk pengembangan OHT, mendorong Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu kambing, meminta asistensi perizinan FDA, dan mengundang Kepala BPOM dalam Musyawarah Nasional PPJAI mendatang. Heri Susanto, Ketua Umum PPJAI, menegaskan, agenda ekspor jamu ke Amerika Serikat kami susun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan. Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment by Amazon serta koordinasi dengan KBRI Washington, fokus berikutnya adalah memastikan seluruh produk memenuhi ketentuan FDA. Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki nilai tambah dan daya saing global.“ Sementara, Mukit Hendrayatno, Ketua Pembina PPJAI, menambahkan sejumlah anggota PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good Manufacturing Practice. "Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana ekspor perdana ke Amerika Serikat dapat segera terwujud," ulasnya. Dukungan BPOM menandai titik balik strategis bagi jamu Indonesia. Dari produk tradisional berbasis kearifan lokal, jamu kini bergerak menuju produk kesehatan berstandar ilmiah dan regulasi internasional. Sinergi antara regulator dan pelaku usaha menegaskan kehadiran negara sebagai penggerak industri, membuka jalan jamu menembus pasar global, dan menjadikannya komoditas strategis bangsa yang kompetitif, terpercaya, dan membanggakan di panggung dunia.

Registrasi BPOM Kosmetik di Indonesia, Ini Panduan Merek Asing Nasional
Nasional
Senin, 21 April 2025 | 08:20 WIB

Registrasi BPOM Kosmetik di Indonesia, Ini Panduan Merek Asing

Jakarta, katakabar.com - Indonesia pasar yang menggiurkan dan berkembang pesat untuk merek kosmetik asing, dengan kelas menengah yang terus tumbuh, konsumen yang sadar akan kecantikan, serta sektor e-commerce yang berkembang pesat. Iklim tropis, pengaruh media sosial, dan budaya yang menekankan perawatan kulit turut mendorong permintaan terhadap produk kecantikan internasional. Tapi, untuk bisa masuk dan beroperasi secara legal di pasar ini, produk kosmetik asing harus melewati proses registrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Artikel ini sajikan panduan lengkap bagi merek asing yang ingin mendaftarkan produk kosmetiknya di Indonesia, mulai dari gambaran regulasi, langkah-langkah registrasi, dokumen yang diperlukan, estimasi waktu proses, hingga tips praktis dalam menghadapi tantangan umum. BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan adalah lembaga resmi pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab mengawasi keamanan, mutu, dan khasiat makanan, obat-obatan, obat tradisional, suplemen kesehatan, serta kosmetik. BPOM berperan sebagai pengawas untuk melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan hanya produk yang aman serta sesuai standar yang boleh beredar di pasar. Semua produk kosmetik, baik yang diproduksi lokal maupun impor, wajib didaftarkan ke BPOM sebelum dijual di Indonesia.

Panduan Praktis Pendaftaran Produk BPOM di Indonesia Nasional
Nasional
Kamis, 05 September 2024 | 07:23 WIB

Panduan Praktis Pendaftaran Produk BPOM di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Mendaftarkan produk Anda ke BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan adalah langkah penting bagi bisnis yang ingin memasuki pasar Indonesia. Artikel ini memberikan gambaran mendalam tentang proses pendaftaran BPOM, termasuk pentingnya, jenis produk yang diatur, dokumen yang diperlukan, dan prosedur pendaftaran langkah demi langkah. Selain itu, artikel ini membahas tantangan umum, menawarkan tips praktis untuk proses yang lancar, dan menyoroti manfaat mendapatkan sertifikasi BPOM.