Budidaya

Sorotan terbaru dari Tag # Budidaya

Holding PTPN Perkuat Kompetensi Petani melalui Kelas Budidaya Teh Nasional
Nasional
Jumat, 24 Juli 2026 | 14:10 WIB

Holding PTPN Perkuat Kompetensi Petani melalui Kelas Budidaya Teh

Bandung, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas teh nasional, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) menyelenggarakan Kelas Belajar Budidaya Teh yang diikuti oleh petani teh rakyat dari berbagai kelompok tani di Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai teknologi budidaya teh yang optimal sesuai dengan kondisi dan karakteristik kebun masing-masing. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PPTK dalam memperkuat diseminasi inovasi dan hasil riset kepada masyarakat, khususnya petani teh rakyat. Melalui pembelajaran yang diberikan, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih efektif sehingga dapat meningkatkan produktivitas maupun kualitas hasil kebun teh. Program menghadirkan narasumber lintas bidang keahlian di PPTK, meliputi Agronomi, Tanah dan Nutrisi Tanaman, Pengolahan Hasil, Engineering, serta Sosial Ekonomi. Pendekatan multidisiplin tersebut memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta mengenai pengelolaan usaha tani teh dari hulu hingga hilir. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh para narasumber, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, serta kunjungan lapangan ke pabrik dan kebun sebagai sarana pembelajaran langsung. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga pengalaman praktis mengenai penerapan teknologi budidaya teh di lapangan. Antusiasme peserta selama sesi diskusi mencerminkan tingginya semangat petani untuk terus meningkatkan praktik budidaya teh yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Holding Perkebunan Nusantara bersama PT Riset Perkebunan Nusantara terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan inovasi perkebunan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas petani. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani teh rakyat melalui peningkatan kompetensi budidaya, sekaligus mempererat sinergi antara PPTK dan kelompok tani dalam mendukung pengembangan sektor teh nasional yang semakin berdaya saing.

Sukses! PT Bestari dan BPDP Tuntaskan Pelatihan Budidaya Sawit untuk 172 Pekebun Swadaya di Riau Sawit
Sawit
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:30 WIB

Sukses! PT Bestari dan BPDP Tuntaskan Pelatihan Budidaya Sawit untuk 172 Pekebun Swadaya di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sukses tuntaskan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026, lewat Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I–V yang diikuti 172 pekebun swadaya asal Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Pelatihan berlangsung pada 5 hingga 12 Juli 2026 dengan agenda pembelajaran efektif selama 6 hingga 11 Juli 2026. Penutupan kegiatan digelar di Novotel Pekanbaru, Sabtu (11/7), menandai berakhirnya rangkaian peningkatan kapasitas pekebun yang difokuskan pada penerapan budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Komisaris Utama PT Bestari, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, semangat belajar para pekebun menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus profesionalisme perkebunan rakyat. "Saya sudah 34 tahun mengikuti berbagai pelatihan. Terus terang, saya belum pernah merasakan pelatihan yang sekompak ini. Kekompakan peserta, panitia, dan narasumber benar-benar luar biasa," kata Gulat saat menutup kegiatan. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga ketika peserta kembali ke daerah masing-masing sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas pengelolaan kebun. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari regulasi dan kebijakan sektor perkebunan, persiapan lahan, penggunaan benih unggul, teknik penanaman, pemupukan, pengendalian gulma, hama dan penyakit tanaman, hingga praktik budidaya langsung di lapangan. Sebagai bagian dari pembelajaran, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Estate, anak usaha PT Sinarmas di Kandis, Kabupaten Siak. Di lokasi tersebut, mereka mempelajari penerapan standar operasional budidaya kelapa sawit modern, mulai dari teknik panen, pemupukan mekanis, aplikasi janjang kosong, penyemprotan, hingga pengelolaan pembibitan. Direktur PT Bestari Indonesia, Dr. Mulono Apriyanto, S.P., M.Si., mengatakan seluruh rangkaian pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan praktik budidaya yang baik di kebun masing-masing. "Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dari awal hingga akhir. Semoga seluruh ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun sehari-hari sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun," jelasnya. Kata Mulono, materi yang diberikan mencakup seluruh tahapan penting dalam budidaya tanaman kelapa sawit, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengelolaan tanaman belum menghasilkan (TBM). "Kegiatan ini memberikan pelatihan teknik budidaya kelapa sawit mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengelolaan tanaman belum menghasilkan. Harapan kami seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu tersebut di kebun masing-masing," terangnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang kembali mempercayakan PT Bestari sebagai penyelenggara program pengembangan SDM bagi pekebun sawit rakyat. "Terima kasih kepada BPDP atas kepercayaan yang diberikan kepada PT Bestari dalam menyelenggarakan pelatihan bagi 172 pekebun swadaya pada tahun 2026. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak petani sawit yang memperoleh manfaat dari program pengembangan SDM," ucapnya. Selama pelaksanaan kegiatan, Komite Pengarah BPDP turut melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan seluruh tahapan pelatihan berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas pembelajaran maupun pemanfaatan anggaran. Sedang, di sesi integrasi rangkuman hasil pelatihan, Head of International Relation APKASINDO, Dr. (Cn) Djono A. Burhan, S.Kom., MMgt (Int. Bus), CC, CL., mengingatkan seluruh peserta agar konsisten menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci utama untuk mendongkrak produktivitas perkebunan sawit rakyat yang hingga kini masih belum mencapai potensi maksimal. "Semoga seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di lapangan sehingga mampu meningkatkan produktivitas kebun sekaligus mendorong kesejahteraan pekebun sawit rakyat," tukasnya. Di akhir acara, panitia menyerahkan penghargaan kepada peserta paling aktif dan kelompok terbaik, serta membagikan berbagai perlengkapan praktik budidaya kelapa sawit sebagai bentuk dukungan agar peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Melalui Program SDMP 2026 ini, PT Bestari dan BPDP berharap semakin banyak pekebun sawit rakyat yang memiliki kompetensi teknis, menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, serta mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, dan daya saing perkebunan kelapa sawit nasional.

Kemandirian UMKM Seroja Lewat Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur Ekonomi
Ekonomi
Senin, 22 Juni 2026 | 11:45 WIB

Kemandirian UMKM Seroja Lewat Penguatan Kapasitas Budidaya Jamur

Pekanbaru, katakabar.com - Mutmainah tampak fokus mengamati instruktur yang begitu piawai merancang media tanam jamur tiram (baglog). Siang itu pertengahan Juni 2026, Mutmainah bersama sejumlah anggota kelompok pembudidaya jamur tiram UMKM Seroja, Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung, Kampar berkesempatan belajar mengenai proses pembuatan media tanam secara mandiri hingga teknik pengelolaan budidaya jamur tiram, di Rumah Jamur Bertuah, Pekanbaru. Tak sekadar bagaimana mencetak baglog, mereka mendapat pengetahuan ihwal pengolahan bahan baku yang sesuai standar. Memahami teknik pencampuran media tanam hingga pengemasan baglog yang kokoh.  Para penggerak ekonomi desa ini begitu antusias mengikuti setiap sesi kegiatan benchmarking dan pelatihan intensif pembuatan baglog secara mandiri. Pelatihan pembuatan baglog menjadi sangat berarti bagi kelompok UMKM Seroja. Mengapa tidak, keterampilan mencetak baglog secara mandiri mampu menekan biaya produksi yang selama ini bergantung pada pasokan pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta mengoptimalkan kualitas hasil panen secara berkelanjutan. Tak kalah pentingnya, mereka diharapkan mampu menguasai sistem pengaturan suhu, kelembapan, dan sanitasi rumah jamur guna mendukung pertumbuhan miselium jamur tiram secara optimal. Begitu pula menambah kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri jamur tiram yang sehat, higienis, serta memiliki produktivitas tinggi. Pengalaman dan ilmu pengetahuan tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kemandirian produksi kelompok, namun sekaligus menjawab keresahan atas kendala pada aspek teknis operasional, imbas minimnya pengetahuan. Kelompok UMKM Seroja mengaku merasakan langsung dampak positif. Wawasan baru, keterampilan teknis, dan pengalaman praktis yang didapat kini siap diimplementasikan secara langsung pada fasilitas budidaya di Desa Rimba Beringin. “Selama ini kami sering terkendala masalah teknis operasional karena minimnya pengetahuan. Pelatihan ini memberikan kami ilmu tentang teknik budidaya dan pengelolaan kumbung yang tepat. Tentunya memberikan rasa optimis dan motivasi buat kami untuk terus meningkatkan produktivitas guna mendukung kemajuan ekonomi di desa kami,” cerita Mutmainah.  Kegiatan benchmarking dan pelatihan intensif pembuatan baglog mandiri bagi UMKM Seroja terlaksana berkat dukungan penuh  PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan. Langkah strategis ini dirancang untuk mendorong peningkatan bisnis kelompok agar mampu berkembang, mandiri, dan berkelanjutan. "Melalui benchmarking dan pelatihan ini, Kelompok Seroja kini telah jauh lebih siap dalam mengembangkan budidaya jamur tiram secara mandiri. Penguatan kapasitas ini merupakan langkah nyata dukungan PHR bagi Masyarakat untuk kemandirian usaha dan penguatan ekonomi desa," Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Langkah PHR mendampingi Kelompok UMKM Seroja dilaksanakan secara bertahap dan konsisten. Program ini merupakan bagian penguatan kapasitas masyarakat dalam membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal di Bumi Lancang Kuning. Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram UMKM Seroja kini menjadi simbol harapan baru bagi masa depan ekonomi warga Desa Rimba Beringin. Hal ini sekaligus membuktikan, dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri, tumbuh dan berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Era Baru Budidaya Udang: FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Banyuwangi Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 13 Maret 2026 | 12:00 WIB

Era Baru Budidaya Udang: FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Banyuwangi

Banyuwangi, katakabar.com - Integrasi teknologi Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dari FisTx mulai diterapkan di tambak udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi ,Jawa Timur guna perkuat biosekuriti dan stabilitas kualitas air dalam budidaya udang modern. Ini sinyal penguatan industri udang Indonesia setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari tekanan harga global hingga risiko penyakit dalam budidaya. Momentum pemulihan ini dinilai perlu diikuti dengan penguatan teknologi budidaya serta peningkatan standar pengelolaan kualitas air tambak. Pengamat akuakultur nasional, Dr. Hasanuddin Atjo, menilai peningkatan daya saing industri udang Indonesia sangat bergantung pada konsistensi penerapan standar operasional budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat. “Industri udang Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menguat. Hal itu harus didukung dengan kalibrasi SOP yang konsisten, monitoring yang baik, serta teknologi yang mampu menjaga kualitas air tambak,” ujar Hasanuddin Atjo. Pengelolaan kualitas air sendiri menjadi faktor kunci dalam budidaya udang intensif. Stabilitas parameter air seperti oksigen terlarut, pH, serta tingkat mikroorganisme sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas udang dalam satu siklus budidaya. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi akuakultur nasional FisTx mengembangkan berbagai solusi pengolahan air tambak, salah satunya melalui teknologi elektrokimia Cakra Elektrolisis. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan proses elektrolisis untuk menghasilkan senyawa oksidator aktif seperti asam hipoklorit (HOCl) dari ion klorida yang secara alami terdapat dalam air laut. Senyawa tersebut dikenal efektif menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti Vibrio serta meningkatkan nilai oxidation-reduction potential (ORP) yang berperan penting dalam menjaga stabilitas kualitas air. CEO FisTx, Rico Wibisono, mengatakan penguatan sistem pengolahan air menjadi salah satu pendekatan penting dalam modernisasi tambak udang di Indonesia. “Kualitas air fondasi utama keberhasilan budidaya udang intensif. Melalui teknologi elektrolisis, kami ingin menghadirkan sistem pengolahan air yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan tambak yang lebih stabil dan aman bagi pertumbuhan udang,” kata Rico. Sebagai implementasi teknologi di lapangan, pada Maret 2025 FisTx mulai melakukan pemasangan sistem sterilisasi air terintegrasi di salah satu tambak budidaya udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi. Tambak ini memiliki sekitar 20 hingga 22 kolam budidaya, dengan luas kolam yang bervariasi mulai dari sekitar 2.500 meter persegi hingga 5.000 meter persegi per kolam. Skala tersebut memungkinkan penerapan sistem budidaya intensif dengan manajemen kualitas air yang lebih terkontrol. Di proyek ini, teknologi Cakra Elektrolisis digunakan bersamaan dengan sistem sterilisasi ultraviolet Baskara UV untuk menciptakan sistem perlindungan berlapis terhadap patogen dalam budidaya udang. Baskara UV memanfaatkan sinar ultraviolet untuk menonaktifkan mikroorganisme seperti bakteri dan virus pada air baku sebelum masuk ke dalam sistem tambak. Sementara, Cakra Elektrolisis menghasilkan senyawa oksidator aktif yang membantu menjaga kualitas air selama proses budidaya berlangsung. Integrasi kedua teknologi tersebut membentuk pendekatan multi-barrier biosecurity, yakni sistem perlindungan berlapis terhadap patogen yang semakin banyak diterapkan dalam budidaya udang modern. Menurut Rico, kombinasi teknologi sterilisasi fisik dan proses elektrokimia diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan stabilitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dalam pengelolaan kualitas air. Kabupaten Banyuwangi sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penting pengembangan budidaya udang vaname di Indonesia. Penerapan teknologi pengolahan air modern di kawasan Pantai Blimbingsari ini diharapkan dapat menjadi contoh transformasi teknologi tambak menuju sistem budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Holding PTPN Ajari Budidaya Petani Kelapa Sawit Jabar hingga Sulawesi Dongkrak Produktivitas Sawit
Sawit
Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:01 WIB

Holding PTPN Ajari Budidaya Petani Kelapa Sawit Jabar hingga Sulawesi Dongkrak Produktivitas

Jakarta, katakabar.com - Para pengurus koperasi petani kelapa sawit mulai Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan, hingga Sulawesi ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petani Mitra Binaan, berlangsung di Mess Tandun, Kabupaten Kampar, Riau. PTPN IV PalmCo yang gelar pelatihan dua hari lamanya mulai 30 hingga 31 Oktober 2025 ini sebagai upaya mempersempit kesenjangan produktivitas antara perkebunan sawit rakyat dan perusahaan. Selama pelatihan, para petani memperoleh materi dari sejumlah pakar budi daya sawit, mulai dari penggunaan bibit unggul, pengendalian hama terpadu, hingga teknik panen efisien. Pelatihan itu dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke kebun PTPN IV Regional III, serta koperasi Karyawa Mukti dan Makarti Jaya untuk melihat praktik terbaik pengelolaan sawit berkelanjutan. Pelaksana Tugas atau Plt. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi mengapresiasi langkah PalmCo dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani sawit salah satu kunci kemajuan daerah. “Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi sangat penting. Kami berterima kasih kepada PalmCo yang mengambil peran aktif dalam peningkatan kapasitas petani,” kata Supriadi, melalui keterangan tertulis dilansir Jumat (30/10) sore. Menurut Supriadi, sektor kelapa sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi Riau, dengan kontribusi mencapai sekitar 24 persen terhadap PDRB sektor pertanian provinsi. "Riau produsen sawit terbesar di Tanah Air, dengan luas areal lebih dari 3,4 juta hektare, sekitar 60 persen di antaranya kebun milik rakyat," ulasnya. “Dengan pengelolaan yang lebih baik, potensi ini bisa menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Supriadi. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin mengutarakan, pelatihan ini bagian dari strategi pihaknya memperkuat kemitraan, dan mengakselerasi transformasi sektor sawit menuju praktik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Disparitas produktivitas antara kebun petani dan perusahaan masih cukup besar, padahal sekitar 60 persen dari total 17 juta hektare perkebunan sawit nasional dikelola oleh petani,” ucap Irwan. Kata Irwan, rata-rata produktivitas sawit rakyat saat ini masih berkisar 2–3 ton minyak sawit mentah (CPO) per hektare per tahun. Sedang perkebunan besar negara dan swasta mampu mencapai 5 hingga 6 ton. “Kami ingin para petani mitra dapat naik kelas, dengan produktivitas yang sebanding dengan perusahaan,” jelas Irwan. Hingga Oktober 2025 ini, PTPN IV PalmCo tercatat telah bermitra dengan ribuan petani yang mengelola sekitar 20.000 hektare kebun sawit di berbagai wilayah Indonesia. Dari luasan tersebut, sekitar 5.000 hektare dikelola dengan pola single management seluruh proses budidaya, dari peremajaan hingga panen, dilakukan secara terpadu dengan standar perusahaan. Pola manajemen tunggal ini mendapat apresiasi dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir). Ketua Aspekpir, Setiyono menilai model kemitraan PalmCo sebagai bentuk pemberdayaan petani yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.

Legislator Kapuas Hulu Dukung POPSI Taja Sosialisasi Budidaya Sawit Berkualitas di Daerah 3T Sawit
Sawit
Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:31 WIB

Legislator Kapuas Hulu Dukung POPSI Taja Sosialisasi Budidaya Sawit Berkualitas di Daerah 3T

Kapuas Hulu, katakabar.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas Hulu, Yanto, SP dukung penuh langkah Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) gelar Sosialisasi Budidaya Sawit Berkualitas Tinggi. Usung tema “Pengembangan Kelapa Sawit untuk Kesejahteraan Masyarakat di Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)”. Kegiatan ini dijadwalkan Jumat (31/10) di Hotel Grand Banana, Putussibau, dan didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Orang Nomor Satu di Parlemen Kapuas Hulu itu menyadari di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, kehidupan masyarakat Kapuas Hulu banyak bergantung pada hasil alam termasuk perkebunan kelapa sawit rakyat. Tetapi, di tengah potensi lahan yang luas, kualitas budidaya dan produktivitas masih menjadi tantangan utama. Kabupaten Kapuas Hulu memiliki jumlah penduduk 278.428 jiwa dengan luas wilayah 31.318,25 kilometer, di mana 56,21 persen wilayahnya kawasan hutan lindung. Kondisi geografis yang menantang dengan akses sinyal yang terbatas serta minimnya infrastruktur menjadikan daerah ini termasuk kategori daerah 3T yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk dalam hal peningkatan kapasitas petani sawit. Menurut Yanto, mayoritas masyarakat di wilayah ini menggantungkan hidup dari sektor berbasis sumber daya alam seperti hasil hutan, kerajinan lokal, dan perkebunan rakyat. “Sebagian besar petani sawit di Kapuas Hulu masih belum menerapkan budidaya yang berkualitas. Masih banyak beredar bibit kelapa sawit ilegal yang berpotensi menurunkan produktivitas,” jelas Yanto, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Kamis sore. Ia menceritakan, sebagian besar petani sawit rakyat di Kapuas Hulu belum mengenal bibit unggul bersertifikat serta belum menerapkan Standar Agronomi Perkebunan (SAP). Di mana petani masih minim informasi tentang berbagai program pemerintah yang dikelola BPDP seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana (Sarpras), maupun pengembangan SDM perkebunan. “Kita di Kapuas Hulu punya lahan yang luas, tapi produktivitas belum optimal. Banyak petani membeli benih sawit dari e-commerce tanpa tahu sumbernya. Kasihan kalau masyarakat menanam dengan bibit yang tidak jelas,” ulasnya. Yanto mengakui, pengetahuan masyarakat terkait lembaga BPDP masih sangat terbatas. “Selama ini kami hanya tahu BPDP dari internet. Karena itu kegiatan sosialisasi POPSI sangat penting agar petani memahami cara mengakses bantuan pemerintah, baik untuk sarpras maupun peningkatan SDM,” ucapnya. DPRD Kapuas Hulu berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal memperkuat pemahaman dan kemampuan teknis petani sawit rakyat dalam membangun perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Siap-siap! POPSI Taja SosialIsasi Budidaya Sawit Berkualitas Daerah 3T di Kapuas Hulu Sawit
Sawit
Senin, 27 Oktober 2025 | 15:00 WIB

Siap-siap! POPSI Taja SosialIsasi Budidaya Sawit Berkualitas Daerah 3T di Kapuas Hulu

Jakarta, katakabar.com - Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) kolaborasi dengan Media Perkebunan akan mengadakan SosialIsasi Budiaya Sawit Berkualitas Tinggi usung tema “Pengembangan Kelapa Sawit untuk Kesejahteraan Masyarakat di Daerah 3 T”, di penghujung Oktober 2025 nanti di salah satu hotel ternama, Putussibau, Kapuas Hulu. Menurut Hendra J Purba, Sekjen POPSI dari acara ini nanti diharapkan meningkat pemahaman petani kelapa sawit Kapuas Hulu mengenai pentingnya penggunaan benih unggul bersertifikat, praktik budidaya yang benar, dan legalitas lahan. Selain itu, ujarnya, petani diharapkan dapat mengenali, dan memahami pentingnya penggunaan bibit unggul bersertifikat untuk menjamin produktivitas kebun sawit rakyat di masa depan sehingga terciptanya petani sawit yang siap berdaya saing dan mampu mengelola perkebunan secara mandiri dengan standar mutu tinggi. Terus, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat pengembangan sawit dapat membuat isu-isu negatif dapat ditekan dan menunjukan hasil nyata bahwa sawit merupakan komoditi yang dapat meningkatkan kesejahteraan petan. "Melalui acara ini, informasi mengenai program pemerintah terkait sarana- prasarana, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta dukungan lain untuk petani sawit dapat tersosialisasikan dengan baik sehingga tercipta komunikasi dan sinergi yang lebih baik antara perusahaan perkebunan dengan petani rakyat, terutama pengelolaan kebun, fasilitasi, dan kemitraan berkelanjutan, serta tumbuhnya semangat kebersamaan mengembangkan sawit sebagai komoditas unggulan," jelasnya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin (27/10). Diketahui, buku statistik perkebunan Ditjenbun tahun 2023 menunjukkan luas perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mencapai 6.279 hektar, yakni tanaman belum menghaslkan 6.111 hektar, dan tanaman menghasilkan 618 hektar, dikerjakan oleh 4.054 orang pekebun. Sementara, produksi Crude Palm Oil (CPO) 1.052 ton sedang produktivitas 1,702 ton per hektar. Ini menunjukkan kelapa sawit belum banyak diusahakan masyarakat. Jadi, kelapa sawit di Kapuas Hulu didominasi perusahaan perkebunan yang jumlahnya mencapai 24 perusahaan dengan luas perizinan 2,197 juta hektar dari luas wilayah 3,131 juta hektar. Investasi bidang perkebunan kelapa sawit merupakan yang terbesar di Kabupaten Kapuas Hulu. Perusahaan perkebunan kelapa sawit selain mencari keuntungan harus berkomitmen mensejahterakan masyarakat. Saat ini beberapa konflik antara perusahaan dan masyarakat sudah mulai timbul. Program pemerintah yang sudah masuk adalah sarana dan prasarana. Terdapat tiga koperasi mitra, Sinar Mas mengajukan intensifikasi yakni Koperasi Mitra Puyang Gana, Desa Semitau Hilir, mitra PT Paramata Internusa Pratama, luas 1.023,62 hektar dengan 285 pekebun, Koperasi Mitra Bintang Moga, Desa Penai, Kecamatan Silat Hilir, mitra PT Persada Graha Mandiri, luas 1.061,38 hektar dengan 328 pekebun, Koperasi Mitra Cipta Sejahtera, Desa Nanga Suhaid, Kecamatan Suhaid, mitra PT Kartika Prima Cipta. Sinar Mas mendampingi proses pengajuan Sarpras ini. Program intensikasi berupa bantuan pupuk dan pestisida. Kapuas Hulu merupakan daerah 3 T, yakni Tertinggal, Terluar, Terdepan berbatasan langsung dengan Malaysia, merupakan prioritas untuk mendapatkan bantuan sarpras yang dibiayai BPDP. Dengan masih kecilnya perkebunan rakyat dan banyaknya perusahaan, dimana-mana masing-masing perusahaan wajib bermitra, maka peluang pekebun mitra, dan masyarakat yang tidak bermitra untuk membuka kebun sendiri sangat terbuka. Apalagi kalau petani mitra sejahtera maka masyarakat akan membuka kebun sendiri.

PT Inecda Gembleng Poktan di Empat Desa Budidaya Holtikultura dan Pengendalian Hama Sawit
Sawit
Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:26 WIB

PT Inecda Gembleng Poktan di Empat Desa Budidaya Holtikultura dan Pengendalian Hama

Indragiri Hulu, katakabar.com - Total tiga puluh petani asal empat desa di Kecamatan Seberida, Indragiri Hulu, Riau dikumpulkan satu tempat oleh korporasi perkebunan kelapa sawit, PT Inecda, Selasa (21/10) kemarin. Di desa Titian Resak misalnya, mereka semua digembleng berbudidaya tanaman holtikultura, dan pengendalian hama tanaman hingga diajari bagaimana pengolahan lahan ramah lingkungan. Pelatihan itu salah satu bagian dari sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya yang selama ini terus direalisasikan. Arinda, Koordinator CSR PT Inecda, menuturkan kegiatan dihadiri beberapa perwakilan pemerintah desa. “Peserta sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan ini,” ujarnya kepada katakabar.com. Ia menjelaskan sebagai bentuk apresiasi, PT. Inecda memberikan bantuan berupa bibit tanaman holtikultura seperti kangkung, bayam, cabai rawit, terong, jagung manis, pupuk, serta sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman. “Kami yakin program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan ini mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat disekitar perusahaan,” jelasnya. Sementara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (membuka lahan tanpa membakar), sekaligus pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), dan DMPG di Desa Titian Resak, Petala Bumi, Sibabat, Tani Makmur.

MIND ID Komitmen Perkuat Pendampingan Budidaya Ikan Laut Default
Default
Sabtu, 19 Juli 2025 | 13:26 WIB

MIND ID Komitmen Perkuat Pendampingan Budidaya Ikan Laut

Jakarat, katakabar.com - MIND ID, sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia, berkomitmen memastikan manfaat dari pengelolaan sumber daya mineral dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah operasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL, Grup MIND ID secara konsisten menjalankan program pengembangan ekonomi masyarakat pesisir dan laut dengan mendukung kegiatan budidaya ikan. Masyarakat diharapkan memiliki sumber lapangan kerja baru yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di masa depan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan apresiasi atas kontribusi MIND ID dalam mendukung pemanfaatan ruang laut untuk kegiatan produktif dan ramah lingkungan, termasuk melalui praktik budidaya ikan. Ia menjelaskan, pemerintah saat ini fokus mendorong transformasi ekonomi masyarakat pesisir, dari kegiatan penangkapan ikan konvensional menjadi kegiatan budidaya yang lebih terencana,.dan menguntungkan. Selain itu, kegiatan budi daya berdampak baik pada keanekaragaman hayati laut, serta menjaga kualitas nutrisi yang diterima masyarakat dari konsumsi ikan hasil budidaya. “Kegiatan budidaya memang masih kecil, yakni sekitar 5 juta ton produksi per tahun. Namun, kami terus mendorong marine culture di setiap ruang laut agar terus dikembangkan. Awalnya berburu dan menangkap, kini kami arahkan masyarakat untuk beralih ke budidaya,” ujarnya. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama menjelaskan, pengembangan kegiatan budidaya ikan merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional laut Grup MIND ID. "Program ini diharapkan mampu menciptakan sumber ekonomi baru yang lebih stabil, khususnya bagi para nelayan yang menghadapi ketidakpastian hasil tangkapan dan tantangan iklim ekstrem," tuturnya. Menurutnya, melalui pemberian bantuan, pelatihan, dan pendampingan intensif, masyarakat dibekali keterampilan untuk menjalankan budidaya ikan secara profesional. Masyarakat binaan juga menjadi inspirasi bagi nelayan lain untuk mulai beralih dari penangkapan ke budidaya. “Program pengembangan kegiatan budidaya ikan ini terus dijalankan secara konsisten dan kami harap dampaknya semakin signifikan dan bisa menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi bagi masyarakat daerah,” ucapnya

Lewat Budidaya Sapi Pola Siska, BPDPKS dan Aspekpir Indonesia Bantu Pekebun Sawit di Sumsel Sawit
Sawit
Sabtu, 24 Agustus 2024 | 21:04 WIB

Lewat Budidaya Sapi Pola Siska, BPDPKS dan Aspekpir Indonesia Bantu Pekebun Sawit di Sumsel

Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia kembangkan budidaya sapi pola integrasi sapi sawit (Siska) bantu pekebun kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan. Diharapkan dengan program tersebut dapat mendukung, dan mewujudkan swasembada daging. Ini alasnya BPDPKS dan Aspekpir Indonesia membangun kolaborasi gelar Workshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit guna mengembangkan budidaya sapi melalui pola integrasi sapi sawit (Siska) di Kota Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (22/8) lalu.