Cangkang

Sorotan terbaru dari Tag # Cangkang

Ribuan Ton Cangkang Inti Sawit Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang Internasional
Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:07 WIB

Ribuan Ton Cangkang Inti Sawit Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang

Aceh Utara, katakabar.com -  PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, kembali mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh melalui Branch Lhokseumawe atau biasa disebut Pelabuhan Krueng Geukueh. Total 9.275 metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang inti sawit bersertifikat Green Gold Label (GGL) diberangkatkan menuju Omaezaki Port, Jepang, Rabu (22/7), untuk bahan baku biomassa untuk energi terbarukan. Pengiriman yang dilakukan PT Kharisma Inti Mitra Indonesia tersebut menjadi pengapalan ketiga komoditas biomassa melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, pelabuhan ini telah melayani ekspor PKS ke Jepang dengan total volume mencapai 29.775 metrik ton, yang menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Krueng Geukueh dalam mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar global. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman, menilai keberhasilan ekspor tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai salah satu simpul logistik yang memiliki daya saing di kawasan barat Indonesia. "Pelabuhan Krueng Geukueh terus dikembangkan sebagai pelabuhan yang mengedepankan konektivitas, keandalan pelayanan, serta kemudahan bagi pengguna jasa. Kami didukung sumber daya manusia yang profesional, fasilitas operasional yang memadai, dan koordinasi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan. Kombinasi tersebut menciptakan iklim bisnis yang semakin kondusif sehingga memberikan kepastian pelayanan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional," kata Aulia. Ia menambahkan Pelindo akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan ekspor berbagai komoditas unggulan Aceh, baik dari sektor perkebunan, pertanian, industri, maupun komoditas strategis lainnya. Palm Kernel Shell di antara produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai strategis sebagai bahan bakar biomassa untuk pembangkit energi ramah lingkungan. Seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi di berbagai negara, permintaan terhadap biomassa berkelanjutan terus meningkat, termasuk dari Jepang sebagai salah satu pasar utamanya. Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, menyampaikan setiap aktivitas pelayaran internasional di Pelabuhan Krueng Geukueh selalu dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. "KSOP bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta instansi terkait memastikan seluruh proses pelayanan kapal berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengawasan keselamatan pelayaran, hingga koordinasi dengan instansi CIQP. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap pelayanan pelabuhan," jelasnya. Sedang, Site Manager PT Kharisma Inti Mitra Indonesia, Anthony Kumala, menimpali tingginya minat pasar internasional terhadap PKS asal Aceh tidak terlepas dari kualitas komoditas yang dihasilkan serta dukungan ekosistem logistik yang semakin kompetitif. "Kemudahan koordinasi antar pemangku kepentingan, proses pelayanan yang semakin cepat, serta dukungan infrastruktur logistik di Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi nilai tambah yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekspor," ucapnya. Melalui kolaborasi yang erat antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha, Pelabuhan Krueng Geukueh terus memperkuat perannya sebagai gerbang perdagangan internasional di wilayah Aceh. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung konektivitas logistik dan peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke pasar global.

Cangkang Dibeli Rp23,06 per Kg dan TBS Sawit Mitra Swadaya Dihargai Rp3.698,50 per Kg di Riau Sawit
Sawit
Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Cangkang Dibeli Rp23,06 per Kg dan TBS Sawit Mitra Swadaya Dihargai Rp3.698,50 per Kg di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dibeli Rp3.698,50 per kilogram periode 15 hingga 21 Oktober 2025 nanti. Sementara, Crude Palm Oil (CPO) dibanderal sebesar Rp14.825,25 per kilogram, Cangkang sebesar RP23,06 per kilogram untuk sebulan ke depan, dan harga kernel turun dibeli Rp322,88 per kilogram. Dinas Perkebunan(Disbun) Provinsi Riau bersama tim penetapan yang melakukan penetapan harga dari hasil rapat penetapan harga, Selasa (14/10) kemarin. Menurut hasil penetapan harga TBS kelapa sawit itu, kelompok umur 9 tahun naik sebesar Rp42,30 per kilogram setara 1,16 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga pembelian TBS petani menjadi Rp3.698,50 per kilogram dan berlaku untuk satu sepekan ke depan. Sedang harga cangkang, itu tadi ditetapkan sebesar Rp23,06 per kilogram dan berlaku sebulan ke depan. Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si, menjelaskan kenaikan harga TBS periode ini lebih banyak dipengaruhi naiknya harga crude palm oil (CPO). “Kita tahu bersama, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya mengalami kenaikan. Kenaikan periode ini disebabkan faktor naiknya harga CPO,” kata Defris Hatmaja, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (15/10. Proses penetapan harga TBS kelapa sawit ini, ucap Defris, pihaknya bersama tim selalu melakukan perbaikan tata kelola agar hasil yang ditetapkan sesuai regulasi, dan berkeadilan bagi petani maupun perusahaan mitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Komitmen ini diharapkan berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Di periode ini, lanjutnya, indeks K yang digunakan sebesar 92,83 persen, dengan harga penjualan CPO naik Rp290,75 per kilogram dari pekan lalu, sedang harga kernel turun Rp322,88 per kilogram. Untuk perusahaan yang tidak melakukan penjualan, digunakan harga rata-rata tim sesuai ketentuan Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8. "Harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini tercatat Rp14.825,25 per kilogram sedang Kernel KPBN sebesar Rp13.353,00 per kilogram," tuturnya. Ini Daftar Harga TBS Kemitraan Swadaya Riau Periode 15 hingga 21 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun: Rp2.864,16 per kilogram, umur 4 tahun: Rp3.194,08 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.427,46 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.559,43 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.639,75 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.683,77 per kilogram. Berikutnya, umur 9 tahun Rp3.698,50 per kilogram, umur 10–20 tahun Rp3.660,30 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.598,96 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.528,23 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.447,79 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.386,85 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.336,89 per kilogram.

Mantap! Bikin Karya Tulis Limbah Cangkang Sawit Mahasiswa Umsida Juara 2 LKTI Nasional Sawit
Sawit
Selasa, 17 September 2024 | 13:02 WIB

Mantap! Bikin Karya Tulis Limbah Cangkang Sawit Mahasiswa Umsida Juara 2 LKTI Nasional

Surabaya, katakabar com - Mahasiswa program studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jawa Timur, raih juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Mesin Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Karya tulis tersebut berjudul 'Pemanfaatan Energi Biomassa Limbah Cangkang Kelapa Sawit Menjadi Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif'.