BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP Teknologi
Teknologi
Sabtu, 19 September 2026 | 16:25 WIB

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

Yogyakarta, katakabar.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sedikitnya 5,2 miliar anomali trafik internet terjadi di Indonesia sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 93,78 persen teridentifikasi sebagai aktivitas terkait malware yang berpotensi berkembang menjadi serangan ransomware. Data ini dipaparkan langsung oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN dalam sebuah forum industri di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Lanskap Keamanan Siber Indonesia yang disusun BSSN, sektor layanan publik, pemerintahan, dan keuangan menjadi yang paling sering menjadi sasaran pelaku kejahatan siber. Ketiga sektor ini menyimpan data pribadi dalam jumlah besar, mulai dari data kependudukan hingga transaksi finansial, sehingga menjadi target empuk bagi peretas yang mencari celah keamanan sistem. Widya Security, perusahaan penyedia layanan keamanan siber asal Yogyakarta, menilai lonjakan angka ini sejalan dengan meningkatnya urgensi kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Masa transisi UU PDP sendiri telah berakhir sejak 17 Oktober 2024, yang berarti setiap pelanggaran terkait pemrosesan dan perlindungan data pribadi kini bisa langsung dikenai sanksi tanpa masa tenggang lagi. Sanksi yang diatur dalam UU PDP terbilang berat. Denda administratif dapat mencapai dua persen dari pendapatan tahunan perusahaan, sementara sanksi pidana bagi korporasi berpotensi dikalikan sepuluh dari denda dasar sesuai Pasal 70, sehingga total nilainya bisa menembus puluhan miliar rupiah. Perusahaan yang mengelola data pribadi dalam skala besar, termasuk di sektor keuangan, kesehatan, dan e-commerce, juga diwajibkan menunjuk pejabat pelindungan data pribadi serta melaporkan insiden kebocoran data paling lambat tiga hari setelah diketahui. Yang menarik, hingga saat ini lembaga pengawas independen yang seharusnya menangani penegakan UU PDP, yaitu Badan Pelindungan Data Pribadi, belum juga terbentuk. Rancangan Peraturan Presiden soal pembentukan badan ini baru diajukan ke Presiden pada Mei 2026, dan operasionalisasinya diperkirakan masih membutuhkan waktu enam hingga dua belas bulan ke depan. Sementara itu, fungsi pengawasan untuk sementara dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. CEO Widya Security, Alwy Herfian, menyebut kondisi ini justru menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk berbenah lebih awal, sebelum pengawasan sepenuhnya berpindah ke lembaga independen. "Banyak perusahaan masih menunggu sampai ada insiden atau sampai diaudit baru bergerak memperbaiki sistem keamanannya. Padahal, selama Badan PDP belum terbentuk, ini justru waktu yang paling tepat untuk melakukan audit dan pembenahan secara mandiri, sebelum penegakan hukumnya semakin ketat. Kalau menunggu sampai ada kebocoran data dulu baru bertindak, risikonya sudah terlambat, baik dari sisi finansial maupun kepercayaan publik," ujar Alwy. Ia menambahkan, layanan seperti Vulnerability Assessment and Penetration Testing atau VAPT yang disediakan Widya Security dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi celah keamanan pada aplikasi, server, jaringan, hingga situs web sebelum dieksploitasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Proses ini juga menjadi salah satu bentuk kepatuhan teknis yang bisa ditunjukkan perusahaan ketika sewaktu-waktu diperiksa terkait UU PDP. Widya Security sejauh ini telah menangani audit keamanan untuk berbagai klien lintas sektor, mulai dari perbankan, fintech, hingga instansi pemerintah daerah, dengan metodologi pengujian yang merujuk pada standar internasional seperti OWASP dan MITRE ATT&CK.

OJK Catat Transaksi Kripto RI Melambat 28,2 Persen, Ada Apa? Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 11 September 2026 | 14:03 WIB

OJK Catat Transaksi Kripto RI Melambat 28,2 Persen, Ada Apa?

Jakarta, katakabar.com - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia mengalami perlambatan pada Juli 2026. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, nilai transaksi aset kripto di pasar spot mencapai Rp20,52 triliun, turun 28,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada transaksi derivatif aset keuangan digital. Nilainya tercatat Rp3,41 triliun sepanjang Juli 2026, atau melemah sekitar 18,52 persen secara bulanan. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan kripto di Indonesia tengah menghadapi tekanan setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan transaksi yang cukup signifikan. Tetapi, penurunan nilai transaksi tersebut belum diikuti dengan berkurangnya jumlah pengguna aset kripto di Tanah Air. Pengguna kripto Indonesia terus bertambah Dalam RDKB Agustus yang digelar pada Senin (7/9), OJK mencatat jumlah akun konsumen aset kripto hingga Juli 2026 mencapai 22,93 juta akun. Jumlah tersebut meningkat 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan jumlah akun di tengah penurunan transaksi memperlihatkan adanya kondisi yang cukup kontras di pasar kripto Indonesia. Aktivitas jual-beli aset, seperti BItcoin dan lainnya memang melambat, tetapi basis pengguna justru masih bertambah. OJK menilai pelemahan transaksi lebih mencerminkan dinamika pasar dan fluktuasi nilai aset digital, bukan menunjukkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kripto. “Ini disinyalir sesuai dengan dinamika dan fluktuasi nilai transaksi. Kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset digital termasuk aset kripto di Indonesia secara umum masih terjaga dan menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital OJK, Adi Budiarso, melalui keterangan resmi. Pergerakan pasar yang cenderung sideways juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi aktivitas perdagangan. Ketika harga aset bergerak dalam rentang yang relatif terbatas, investor dan trader cenderung lebih selektif dalam mengambil posisi. Industri Lihat Peluang di Tengah Pasar Melambat CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan penurunan transaksi dalam satu periode tidak dapat menjadi satu-satunya indikator untuk melihat perkembangan industri kripto secara keseluruhan. Menurut dia, pertumbuhan jumlah akun konsumen menunjukkan bahwa ketertarikan masyarakat terhadap aset digital masih tetap ada, meskipun aktivitas perdagangan mengalami perlambatan. “Kalau kita melihat dari perspektif industri, penurunan volume transaksi dalam satu bulan merupakan bagian dari dinamika pasar. Yang menarik justru jumlah pengguna masih bertumbuh. Artinya, minat terhadap aset digital belum hilang, tetapi aktivitas pengguna bisa saja lebih selektif mengikuti kondisi pasar,” kata Yudho. Ia menilai kondisi pasar seperti saat ini juga menjadi momentum bagi industri untuk memperkuat fondasi ekosistem, mulai dari edukasi, keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pengalaman pengguna. “Bagi pelaku industri, fase seperti ini penting untuk memastikan pertumbuhan pengguna tidak hanya didorong oleh momentum harga, tetapi juga oleh meningkatnya pemahaman dan kepercayaan terhadap aset digital,” jelas Yudho. Masih Yudho, semakin matang ekosistem kripto Indonesia, pertumbuhan jumlah pengguna diharapkan dapat diikuti oleh peningkatan kualitas aktivitas perdagangan secara berkelanjutan. “Pertumbuhan industri bukan hanya tentang mengejar angka transaksi setinggi-tingginya. Kita juga perlu membangun ekosistem yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab agar masyarakat memiliki kepercayaan untuk berpartisipasi dalam jangka panjang,” ucapnya. Pasar Kripto Masih Hadapi Dinamika Selain transaksi pasar spot kripto, pelemahan juga terlihat pada perdagangan derivatif. Penurunan sebesar 18,52 persen menjadi Rp3,41 triliun menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung mengurangi aktivitas perdagangan ketika kondisi pasar belum memberikan katalis yang cukup kuat. Meski demikian, pertumbuhan jumlah konsumen menunjukkan bahwa proses adopsi aset kripto di Indonesia masih berlangsung. Data tersebut juga datang di tengah perkembangan sektor keuangan digital nasional yang tetap mencatat aktivitas positif. OJK mencatat penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan membukukan transaksi yang disetujui mitra sebesar Rp2,41 triliun sepanjang Juli 2026. Jumlah pengguna Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) juga mencapai 19,26 juta orang pada periode yang sama. Sementara, penyelenggara Kredit Alternatif mencatat 28,32 juta hit permintaan data skor kredit atau inquiry sepanjang Juli 2026. Dengan demikian, pelemahan transaksi kripto pada Juli belum dapat diartikan sebagai berhentinya pertumbuhan ekosistem aset digital Indonesia. Justru, pertumbuhan basis pengguna menunjukkan bahwa ruang adopsi masih terbuka, sementara tantangan industri selanjutnya adalah menjaga kepercayaan dan meningkatkan kualitas ekosistem. Bagi pelaku industri seperti FLOQ, periode transaksi yang lebih rendah dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi sebelum pasar kembali memasuki fase dengan aktivitas perdagangan yang lebih tinggi.

Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026 Sawit
Sawit
Minggu, 28 Juni 2026 | 20:05 WIB

Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melaksanakan Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026. Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiwa aktif tingkat Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh menjadi lebih aplikatif dalam bentuk penelitian untuk mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan. Terhadap empat puluh kelompok penelitian, telah dilakukan penilaian laporan akhir dan ditetapkan sepuluh kelompok finalis bakal mengikuti “Final Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026”. Putaran final ini dilakukan melalui presentasi dan pendalaman hasil penelitian untuk menentukan Juara I, II, dan III. Daftar 10 (sepuluh) kelompok Lomba Riset Tingkat Mahasiswa yang lolos ke putaran final.

Harga Emas: Catat! Ini Faktor Mempengaruhi Pergerakan XAUUSD Internasional
Internasional
Minggu, 07 Juni 2026 | 19:05 WIB

Harga Emas: Catat! Ini Faktor Mempengaruhi Pergerakan XAUUSD

Jakarta, katakabar.com - Memantau pergerakan harga emas aktivitas rutin bagi para pelaku pasar yang ingin memahami denyut nadi ekonomi global. Di antara instrumen investasi tertua dan paling likuid, emas atau pasangan mata uang XAUUSD bertindak sebagai barometer sensitif terhadap berbagai dinamika makroekonomi dan geopolitik dunia. Pergerakan nilainya sering kali memberikan sinyal awal mengenai arah arus modal besar, apakah sedang menuju aset berisiko ataukah beralih mencari perlindungan. Memahami analisis emas secara mendalam memerlukan pemetaan terhadap faktor-faktor fundamental yang secara historis terbukti menjadi penggerak utama fluktuasi harganya di pasar spot internasional. Faktor paling dominan yang memengaruhi harga emas hari ini adalah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, terkait tingkat suku bunga acuan. Emas secara tradisional memiliki hubungan korelasi negatif yang sangat kuat dengan nilai tukar Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Ketika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga guna meredam inflasi, daya tarik memegang emas cenderung menurun karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga investor lebih memilih beralih ke mata uang Dolar yang sedang menguat. Sebaliknya, indikasi pelonggaran moneter atau penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif yang mendorong harga XAUUSD naik secara signifikan karena biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi lebih rendah. Selain kebijakan suku bunga, tingkat inflasi di Amerika Serikat juga memegang peranan krusial dalam membentuk tren harga harian. Emas telah lama dianggap sebagai aset pelindung nilai (hedge) utama untuk melawan penurunan daya beli akibat inflasi jangka panjang. Di tengah situasi di mana harga barang dan jasa merangkak naik secara global, investor institusi cenderung mengalihkan portofolio mereka ke sektor komoditas untuk menjaga nilai kekayaan mereka. Keseimbangan antara tingkat inflasi dan kekuatan Dolar AS inilah yang menciptakan volatilitas harian, memberikan peluang bagi para pelaku pasar untuk melakukan strategi trading gold baik dalam jangka pendek maupun panjang. Tensi Geopolitik dan Permintaan Safe Haven Dunia Lanskap geopolitik global sering kali menghadirkan katalis mendadak yang memicu lonjakan permintaan pada aset aman atau safe haven. Di tengah eskalasi konflik antarnegara, ketidakpastian hasil pemilu di negara ekonomi besar, hingga ancaman sanksi ekonomi global, emas selalu menjadi tujuan utama aliran modal karena sifatnya yang universal dan tidak memiliki risiko gagal bayar dari pemerintah mana pun. Perasaan cemas kolektif di kalangan investor biasanya memicu fenomena flight to safety, di mana harga emas dapat melonjak tajam meskipun fundamental ekonomi lainnya sedang terlihat stabil. Pada kondisi ketidakpastian ekstrem, emas sering kali melepaskan diri dari korelasi tradisionalnya dan bergerak murni berdasarkan sentimen risiko global. Bagi mereka yang aktif dalam aktivitas perdagangan harian, pemahaman terhadap kombinasi faktor teknis dan fundamental sangat diperlukan untuk menyusun analisis emas yang akurat. Volatilitas yang dipicu oleh berita geopolitik sering kali menciptakan celah harga yang lebar dan pergerakan agresif, yang bagi trader profesional merupakan momentum untuk meraih keuntungan dari perdagangan dua arah. Tetapi, untuk mengeksekusi strategi di tengah laju pasar yang cepat ini, dibutuhkan dukungan infrastruktur perdagangan yang stabil agar setiap posisi transaksi dapat diproses secara instan pada tingkat harga pasar yang sesungguhnya tanpa kendala teknis yang merugikan. Menavigasi peluang di pasar komoditas dunia dengan memperhatikan harga emas hari ini membutuhkan dukungan dari mitra broker yang memiliki komitmen tinggi terhadap stabilitas teknologi dan transparansi eksekusi. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan berjangka yang andal dan aman, memungkinkan Anda untuk mengelola risiko portofolio serta menangkap setiap momentum volatilitas global secara profesional melalui dukungan sistem eksekusi yang mutakhir. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah taktis Anda dengan menyediakan ekosistem transaksi yang transparan, aman, dan sepenuhnya patuh terhadap regulasi industri yang ketat. Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengoptimalkan tingkat akurasi strategi perdagangan mereka di segala kondisi pasar. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan spesifikasi kontrak perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures.

Bittime Catatkan Lonjakan BTC Capai 4,8 persen Susul Peningkatan Trading Volume USDT IDR Sepekan Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 16 April 2026 | 12:15 WIB

Bittime Catatkan Lonjakan BTC Capai 4,8 persen Susul Peningkatan Trading Volume USDT IDR Sepekan

Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, hari ini mencatat lonjakan signifikan pada harga Bitcoin (BTC) sebesar 4,8% hingga melampaui level $74.000. Sebelumnya, dalam sepekan terakhir Bittime mencatatkan volume perdagangan USDT/IDR yang terpantau naik hingga 45%. Kenaikan harga aset Bitcoin ini dipicu oleh pergeseran peta makroekonomi global di bawah kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Setelah periode volatilitas tinggi akibat blokade laut AS di Timur Tengah, pasar bereaksi positif terhadap sinyal negosiasi diplomatik, Selasa (14/4), serta kemajuan besar dalam rancangan undang-undang "Clarity Act" terkait regulasi stablecoin. Mulanya, ketegangan makroekonomi yang tidak menentu antara Amerika-Iran berhasil menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika hingga ke level terendah dan menyentuh Rp17.158 per dolar Amerika Serikat (USD) per 13 April 2026. Hal ini menciptakan kekhawatiran besar di pasar global termasuk investor lokal, sehingga banyak investor memilih beralih ke aset yang dianggap lebih aman. Investor kini sangat berhati-hati dan mulai mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil seperti Tether ($USDT). Di mana, $USDT yang memiliki likuiditas harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat, sehingga pergerakannya lebih stabil jika dibandingkan dengan aset-aset fluktuatif lainnya. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Apalagi, $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Saat ini, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime. IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu. Di sisi lain, Bittime turut menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Ini dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah. Diketahui, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tidak cuma itu, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT IDR Capai 45 Persen di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115 Default
Default
Rabu, 15 April 2026 | 18:13 WIB

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT IDR Capai 45 Persen di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

Jakarta, katakabar.com - Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.115 per dolar Amerika Serikat (USD) per 10 April 2026 lalu. Selaras dengan ini, Bittime Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) juga mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR capai 45 persen dalam 24 jam terakhir Sebelumnya, ketegangan makroekonomi yang tidak menentu akhir-akhir ini berhasil menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika hingga ke level terendah dan menyentuh 17.115 per-hari ini. Disaat yang bersamaan hal ini yang membuat investor sangat berhati-hati dan mulai mencari alternatif lindung nilai seperti Tether ($USD) yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil dengan harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Apalagi, $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Sementara, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime. IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu. Di sisi lain, Bittime menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Ini dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah. Tetapi, perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30 Persen Pasca USDT Sentuh Rp17 Ribu Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 10 April 2026 | 14:03 WIB

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30 Persen Pasca USDT Sentuh Rp17 Ribu

Jakarta, katakabar.com - Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat tembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan hal itu, Bittime catatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 30 persen pada platformnya sepekan belakangan ini. Sebelumnya, situasi makro ekonomi yang tidak menentu ini secara langsung berdampak pada pergerakan harga Bitcoin ($BTC) yang kembali mengalami koreksi hingga ke level $68.700 akibat aksi jual massal di pasar global. Menariknya, hal ini justru membuat para investor lebih tertarik terhadap aset kripto seperti $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Di mana, $USDT dipandang sebagai aset pelindung nilai di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Apalagi, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime. Lalu, IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu. Melalui slogan Begin Investing in Gold with $XAUT Today, Bittime turut menghadirkan Bittime cashback emas ($XAUT). Memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan cashback hingga Rp1,000,000 dengan deposit minimal Rp1.000.000 pada aset kripto apa saja termasuk USDT/IDR. Hal ini dipandang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital. Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang Saat Angkutan Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Minggu, 05 April 2026 | 18:03 WIB

KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang Saat Angkutan Lebaran 2026

Jakarta, katakabar.com - Kereta Apai Indonesoa (KAI) Bandara catat pertumbuhan jumlah penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026. Peningkatan ini terlihat baik di wilayah Yogyakarta maupun Sumatera Utara dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya. Di wilayah Yogyakarta, total penumpang KA Bandara mencapai 207.869 penumpang, meningkat sebesar 0,64% dibandingkan periode 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025 yang mencatat 206.553 penumpang. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kinerja positif layanan KA Bandara YIA yang mencatat 131.951 penumpang atau meningkat 3,66% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 127.296 penumpang. Sementara itu, KA Bandara Xpress melayani 75.918 penumpang. Di Sumatera Utara, KAI Bandara melayani total 288.897 penumpang, meningkat 5,34% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar 274.253 penumpang. Volume tersebut terdiri dari layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai–Kuala Bingai yang terus menjadi pilihan masyarakat dalam mendukung mobilitas selama masa Lebaran. Secara keseluruhan, total penumpang KAI Bandara di kedua wilayah mencapai 496.766 penumpang, meningkat 3,32% dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025 yang mencapai 480.806 penumpang. KAI Bandara menyampaikan peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan bandara. “Tren positif ini menunjukkan bahwa KA Bandara semakin menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pada periode peak season seperti Lebaran. Ke depan, kami akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, kapasitas operasional, serta kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar perwakilan manajemen KAI Bandara. KAI Bandara juga terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan optimal melalui peningkatan aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta pelayanan pelanggan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran. KAI Bandara juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, datang lebih awal ke stasiun, serta memanfaatkan layanan digital pembelian tiket KA Bandara dapat dipesan mulai H 7 keberangkatan melalui aplikasi KA Bandara agar perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman.

KAI Daop 2 Bandung Catat Tingginya Kepercayaan Pelanggan Tujuan Jakarta dan Jateng Dominasi Nasional
Nasional
Minggu, 05 April 2026 | 12:13 WIB

KAI Daop 2 Bandung Catat Tingginya Kepercayaan Pelanggan Tujuan Jakarta dan Jateng Dominasi

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung catat kinerja positif di masa Angkutan Lebaran 2026, khususnya dari sisi penjualan tiket, tingkat okupansi, serta tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah relasi favorit. Tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda transportasi kereta api kembali tercermin dalam capaian tahun ini. Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 29 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari seluruh wilayah Daop 2 Bandung. Jumlah tersebut mencakup 24 perjalanan KA reguler, 1 perjalanan KA Fakultatif, dan 4 perjalanan KA Tambahan yang dihadirkan guna mengakomodasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 345.840 kursi, dengan program angkutan sebesar 439.061 pelanggan. Sedang, dari program yang dicanangkan KAI Daop 2 Bandung berhasil mencatat penjualan tiket keberangkatan mencapai 441.610 tiket. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan capaian ini hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan serta penyesuaian kapasitas angkutan. “Tingginya tingkat okupansi hingga program angkutan menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik dan balik pada momen Lebaran,” ucapnya. Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang dilayani di wilayah Daop 2 Bandung pada Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 441.610 pelanggan melebihi 1% dari target sebesar 439.061 pelanggan yang diprogramkan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sebanyak 420.468 pelanggan pada periode yang sama. Puncak penjualan tiket keberangkatan tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada tanggal 23 Maret dengan jumlah pelanggan mencapai 26.517 orang. Terus masa arus mudik, puncak keberangkatan tercatat pada tanggal 18 Maret dengan total 20.619 pelanggan yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Menurut Kuswardojo, tingginya volume penumpang pada tanggal-tanggal tertentu telah diantisipasi melalui pengoperasian KA tambahan serta pengaturan pola perjalanan yang adaptif. “Kami terus memantau dinamika penjualan tiket dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” bebernya. Adapun sejumlah relasi favorit pada Angkutan Lebaran 2026 didominasi oleh rute-rute menuju Jakarta dan wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Relasi Bandung – Gambir menjadi yang paling diminati, diikuti oleh Bandung – Yogyakarta, Kiaracondong – Kutoarjo, Kiaracondong – Gombong, Bandung – Solo Balapan, serta Bandung – Surabaya Gubeng. Tingginya minat pada relasi tersebut menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat antara Kota Bandung dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, liburan, maupun aktivitas lainnya selama periode Lebaran. Kuswardojo apresiasi seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan menghadirkan layanan yang semakin baik ke depannya,” tandasnya.

KAI Bandara Catat Capai 250 Ribu Penumpang KA Srilelawangsa Selama Masa Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 17:10 WIB

KAI Bandara Catat Capai 250 Ribu Penumpang KA Srilelawangsa Selama Masa Lebaran 2026

Medan, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Bandara catat tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Srilelawangsa selama periode Angkutan Lebaran pada 11 Maret hingga 29 Maret 2026. Di mana total.250 ribu penumpang telah dilayani pada periode tersebut. Dari jumlah tersebut, relasi Medan – Binjai – Kuala Bingai menjadi kontributor terbesar dengan total 150 ribu penumpang, sementara relasi Medan – Bandara Kualanamu mencatat sebanyak hapir 100 ribu penumpang. Puncak arus balik terjadi pada 29 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai lebih dari 16 ribu penumpang dalam satu hari dengan rincian, sebanyak lebih dari 6 ribu penumpang untuk relasi Medan menuju Bandara Kualanamu dan hampir mencapai 10 ribu penumpang untuk relasi Medan – Binjai – Kuala Bingai. Tingginya angka ini menunjukkan KA Srilelawangsa menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat di wilayah Sumatera Utara, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan menuju bandara selama periode Lebaran. Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih layanan KA Srilelawangsa sebagai moda transportasi selama masa Angkutan Lebaran 2026. "Tingginya jumlah penumpang, khususnya pada puncak arus balik, menjadi bukti bahwa layanan kereta api semakin menjadi pilihan utama yang aman, nyaman, dan tepat waktu," jelasnya. Menurutnya, KAI Bandara di Stasiun Medan juga terintegrasi dengan kereta api jarak jauh yang menghubungan beberapa kota di wilayah Sumatera Utara seperti Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, dan Rantauprapat. KAI Bandara juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, datang lebih awal ke stasiun, serta memanfaatkan layanan digital pembelian tiket KA Bandara dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan melalui aplikasi KA Bandara agar perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di [email protected]