Cicilan

Sorotan terbaru dari Tag # Cicilan

Ini Lima Hal Bikin Kamu Sulit Bayar Cicilan Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 23 September 2026 | 08:31 WIB

Ini Lima Hal Bikin Kamu Sulit Bayar Cicilan

Jakarta, katakabar.com - Memiliki cicilan berarti ada kewajiban pembayaran yang perlu diperhitungkan dalam anggaran secara rutin. Masalah dapat muncul ketika kondisi keuangan berubah atau pengeluaran tidak lagi seimbang dengan pemasukan. Hal ini juga perlu diperhatikan ketika mempertimbangkan Pinjaman Online dari Bank. Kemudahan mengajukan pinjaman secara digital tetap perlu diikuti dengan perhitungan kemampuan membayar. Lalu, apa saja hal yang dapat membuat seseorang kesulitan membayar cicilan? Berikut beberapa di antaranya. 1. Tidak Menghitung Kemampuan Membayar Salah satu penyebab kesulitan membayar cicilan adalah mengambil pinjaman tanpa terlebih dahulu menghitung kemampuan membayar. Sebelum mengajukan pinjaman, hitung pemasukan dan seluruh pengeluaran rutin. Setelah itu, perhatikan berapa dana yang masih tersedia untuk memenuhi kewajiban cicilan. Jangan hanya mempertimbangkan jumlah dana yang ingin diterima. Perhatikan juga jumlah pembayaran yang harus dilakukan selama tenor pinjaman. 2. Terlalu Banyak Cicilan Memiliki beberapa cicilan sekaligus dapat membuat sebagian besar pemasukan dialokasikan untuk membayar kewajiban. Misalnya, kamu sudah memiliki cicilan kendaraan dan kartu kredit, kemudian mengambil pinjaman tambahan untuk kebutuhan lain. Total pembayaran bulanan perlu dihitung kembali agar tidak mengganggu kebutuhan pokok dan kewajiban lainnya. Karena itu, sebelum mengambil Pinjaman Bank Online, pastikan kamu sudah memperhitungkan seluruh cicilan yang sedang berjalan. 3. Pengeluaran Lebih Besar daripada Pemasukan Kondisi keuangan dapat menjadi lebih sulit ketika pengeluaran rutin terus lebih besar daripada pemasukan. Pengeluaran yang tampak kecil, seperti makan di luar, belanja online, langganan digital, atau biaya hiburan, dapat terakumulasi dalam satu bulan. Coba catat seluruh pengeluaran dan bedakan kebutuhan dengan pengeluaran yang masih dapat ditunda. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui bagian mana yang perlu disesuaikan agar dana untuk membayar kewajiban tetap tersedia. 4. Tidak Menyiapkan Dana untuk Cicilan Cicilan memiliki jadwal pembayaran yang perlu diperhatikan. Jika seluruh pemasukan langsung digunakan untuk kebutuhan lain, dana untuk membayar cicilan bisa tidak tersedia ketika jatuh tempo. Salah satu cara yang dapat dicoba adalah memisahkan dana cicilan setelah menerima penghasilan. Dengan begitu, dana untuk kewajiban pembayaran tidak tercampur dengan anggaran kebutuhan sehari-hari. 5. Menggunakan Pinjaman Menutup Pengeluaran yang Terus Berulang Pinjaman dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, tetapi mengandalkan pinjaman secara berulang untuk menutup kekurangan pengeluaran dapat membuat beban keuangan bertambah. Misalnya, setiap bulan pemasukan tidak cukup untuk memenuhi pengeluaran, lalu kekurangannya ditutup dengan pinjaman baru. Pola tersebut dapat meningkatkan jumlah kewajiban yang harus dibayar. Jika kondisi ini terjadi, evaluasi kembali pemasukan dan pengeluaran sebelum mengambil pinjaman tambahan. Sebelum Mengajukan Pinjaman, Cek Kondisi Keuangan Jika sedang mempertimbangkan pinjaman online dari bank, jangan hanya melihat jumlah limit yang tersedia. Perhatikan juga bunga, biaya, tenor, jumlah cicilan, dan total kewajiban yang harus dibayarkan. Buat simulasi sederhana berdasarkan kondisi keuanganmu. Pastikan cicilan tidak membuat kebutuhan utama, dana darurat, dan kewajiban lain menjadi terabaikan. Selain itu, baca dan pahami Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) serta perjanjian kredit sebelum mengajukan pinjaman. Neo Pinjam sebagai Pilihan Pinjaman Digital Jika kebutuhan pinjaman memang diperlukan dan kamu sudah mempertimbangkan kemampuan membayar, Neo Pinjam merupakan fasilitas pinjaman dari Bank Neo Commerce yang pengajuannya dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank. Neo Pinjam merupakan pinjaman tanpa agunan dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor hingga 12 bulan. Persetujuan, limit, bunga, tenor, dan ketentuan lainnya mengikuti hasil analisis kredit serta informasi produk yang berlaku. Pengajuan secara digital tidak berarti setiap pengajuan otomatis disetujui. Karena itu, pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar. Fitur, limit, tenor, bunga, biaya, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce.  Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu. Baca dan pahami Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) serta perjanjian kredit sebelum mengajukan pinjaman.  Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Cicilan Tidak Terduga? Kenali Dulu Cara Menghitung dan Mengaturnya Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 06 September 2026 | 10:08 WIB

Cicilan Tidak Terduga? Kenali Dulu Cara Menghitung dan Mengaturnya

Jakarta, katakabar.com - Ada kalanya kebutuhan datang ketika kondisi keuangan sedang tidak siap. Kendaraan perlu diperbaiki, perlengkapan kerja harus diganti, atau ada kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditunda. Ketika dana yang tersedia belum cukup, cicilan bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Sebelum mengambil pinjaman, penting untuk memahami apa itu cicilan, berapa total kewajiban yang harus dibayar, serta bagaimana bunga dan biaya lainnya dihitung. Dengan begitu, keputusan mengambil kredit bisa disesuaikan dengan kemampuan membayar. Apa Itu Cicilan? Apa itu cicilan? Cicilan adalah pembayaran utang secara bertahap dalam periode tertentu sesuai jadwal yang telah disepakati. Dalam pinjaman, cicilan umumnya terdiri dari pokok pinjaman dan bunga. Bisa ada pula biaya lain sesuai ketentuan produk, misalnya biaya provisi atau biaya layanan. Itu sebabnya, jangan hanya melihat nominal dana yang diterima. Sebelum mengajukan pinjaman, perhatikan juga: - Jumlah pinjaman - Bunga - Tenor - Besaran cicilan - Biaya lain yang berlaku - Total pembayaran sampai pinjaman selesai Informasi tersebut perlu diperiksa dalam simulasi pinjaman dan perjanjian kredit sebelum pencairan. Kenapa Cicilan Bisa Muncul Secara Tidak Terduga? Kebutuhan mendadak bisa muncul tanpa banyak waktu untuk mempersiapkan dana. Contohnya: 1. Kendaraan bermasalah Kendaraan yang digunakan untuk bekerja atau aktivitas sehari-hari membutuhkan perbaikan. 2. Peralatan kerja rusak Laptop, perangkat usaha, atau perlengkapan lain perlu segera diganti agar aktivitas tetap berjalan. 3. Kebutuhan rumah tangga Ada perbaikan atau kebutuhan rumah yang tidak masuk dalam anggaran bulanan. 4. Kebutuhan pendidikan Muncul biaya pendidikan yang perlu dibayarkan sesuai jadwal. Situasi seperti ini dapat membuat seseorang mempertimbangkan pembiayaan tambahan. Namun, kebutuhan mendesak tetap perlu dibedakan dari keinginan konsumtif yang sebenarnya masih bisa ditunda. Apa Perlu Diperhatikan Sebelum Mengambil Cicilan? Cicilan akan menjadi kewajiban sampai periode pembayaran selesai. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum mengajukan pinjaman. 1. Hitung Kemampuan Bayar Lihat pemasukan dan pengeluaran rutin terlebih dahulu. Pastikan masih ada ruang untuk membayar cicilan setelah kebutuhan utama dan kewajiban lainnya terpenuhi. 2. Perhatikan Tenor Tenor adalah jangka waktu pembayaran pinjaman. Tenor yang lebih panjang dapat membuat cicilan periodik terlihat lebih ringan, tetapi periode pembayaran menjadi lebih lama dan total biaya pinjaman perlu diperhitungkan. 3. Jangan Hanya Melihat Bunga Periksa seluruh biaya yang tercantum dalam simulasi dan perjanjian kredit. Selain bunga, dapat terdapat biaya lain sesuai dengan ketentuan produk yang berlaku.  4. Pahami Risiko Keterlambatan Cicilan perlu dibayar sesuai jadwal. Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan konsekuensi sesuai perjanjian kredit dan dapat memengaruhi riwayat kredit. Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, pastikan sumber pembayaran cicilan sudah diperhitungkan. Pinjaman Online dari Bank, Apa Bedanya? Ketika mencari pinjaman online dari bank, penting membedakan produk kredit bank dengan pinjaman yang diberikan oleh perusahaan fintech lending. Neo Pinjam merupakan produk pinjaman di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce yang pengajuannya dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank. Sebagai produk kredit bank, proses pemberian pinjaman tetap melalui evaluasi kelayakan kredit dan prinsip kehati-hatian perbankan.  Artinya, pengajuan secara digital tidak berarti setiap pengajuan otomatis disetujui. Limit, bunga, tenor, dan persetujuan mengikuti hasil analisis kredit masing-masing nasabah.  Neo Pinjam Kebutuhan yang Perlu Ditangani Neo Pinjam di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat digunakan untuk kebutuhan nasabah sesuai ketentuan produk. Fasilitas ini merupakan pinjaman tanpa jaminan dengan limit hingga Rp100 juta dengan tenor hingga 12 bulan. Pengajuan dilakukan melalui aplikasi neobank.  Sebelum mengajukan, tentukan terlebih dahulu jumlah dana yang benar-benar dibutuhkan. Tidak perlu mengambil limit maksimal jika kebutuhan sebenarnya lebih kecil. Kebutuhan yang mendadak memang bisa membuat keputusan finansial terasa harus dilakukan dengan cepat. Justru dalam kondisi seperti itu, menghitung kemampuan bayar menjadi semakin penting. Mulai dengan memahami apa itu cicilan, hitung perkiraan bunga, cek tenor, periksa biaya lain, lalu pastikan cicilan masih sesuai dengan kemampuan keuangan. Kalau sedang mencari pinjaman online dari bank, Neo Pinjam di aplikasi neobank dapat menjadi salah satu fasilitas kredit yang dipertimbangkan untuk kebutuhan sesuai ketentuan produk. Gunakan pinjaman secara terukur dan pastikan memahami seluruh kewajiban sebelum mengajukan. Fitur, limit, tenor, bunga, biaya, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce.  Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu. Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

BP Tapera Urai Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp500 Ribu per Bulan Nusantara
Nusantara
Minggu, 28 Juni 2026 | 19:05 WIB

BP Tapera Urai Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp500 Ribu per Bulan

Jakarta, katakabar.com - Mimpi memiliki rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin terbuka lebar. BP Tapera urai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan masa cicilan hingga 40 tahun dalam Rapat Komite Tapera yang digelar di Kementerian Keuangan, Rabu (24/6) lalu. Dengan masa cicilan yang lebih panjang, angsuran rumah subsidi diperkirakan menjadi jauh lebih ringan, yakni sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. Skema ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan sekitar Rp2,8 juta per bulan, untuk memiliki rumah pertama. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan perpanjangan tenor hingga 40 tahun akan memperluas jangkauan penerima manfaat rumah subsidi karena kemampuan bayar masyarakat menjadi lebih baik. "Semakin panjang masa cicilan, semakin ringan angsuran yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi," kata Heru. Dalam usulan tersebut, suku bunga tetap rumah subsidi tetap dipertahankan, yakni sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun selama masa pembiayaan berlangsung. Dengan skema ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan suku bunga di masa mendatang. Usulan tersebut mendapat dukungan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait. Menurutnya, inovasi pembiayaan perumahan diperlukan agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses rumah layak huni. "Ada target besar yang harus kita capai. Karena itu diperlukan terobosan dan inovasi. Perpanjangan masa tenor ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah," terang Maruarar. Selain membahas tenor 40 tahun, rapat juga menyoroti pentingnya pengembangan rumah susun sebagai salah satu solusi penyediaan hunian di kawasan perkotaan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mendorong agar BP Tapera terus memperkuat kerja sama dengan kalangan pekerja dan buruh. Menurutnya, kelompok pekerja merupakan salah satu segmen terbesar yang membutuhkan akses terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau. Sedang, Anggota Komite Tapera, Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hunian yang dibangun, khususnya rumah susun. Ia berharap masyarakat mulai melihat rumah susun sebagai hunian yang nyaman, modern, dan layak untuk ditinggali. Pada rapat tersebut, BP Tapera juga mengajukan sejumlah dukungan yang diperlukan untuk implementasi program, antara lain penyesuaian kuota rumah susun subsidi, dukungan regulasi terkait perubahan tenor KPR subsidi hingga 40 tahun, serta penyesuaian premi asuransi  Selain membahas berbagai inovasi pembiayaan, BP Tapera juga melaporkan capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2026. Hingga 23 Juni 2026, sebanyak 81.286 unit rumah yang sudah direalisasikan, ditambah dengan 21.735 unit rumah yang sudah akad kredit. Sehingga total realisasi hingga saat ini mencapai 103.003 unit rumah FLPP. Untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit rumah hingga akhir tahun, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah percepatan. Dari sisi permintaan, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan serikat pekerja. Berbagai kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye bersama perbankan dan pengembang juga terus dilakukan. Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan koordinasi dengan asosiasi pengembang, serta memperkuat sinkronisasi data kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Melalui berbagai terobosan tersebut, BP Tapera optimistis semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas. Rapat yang diselenggarakan di Gedung Jusuf Anwar, Kementerian Keuangan ini dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait bersama dengan Anggota Komite Tapera lainnya, meliputi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, serta unsur Profesional, Eko Djoeli Heripoerwanto. Sedangkan dari pihak BP Tapera, hadir secara lengkap jajaran pimpinan Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera, yakni Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho bersama dengan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana, Sid Herdi Kusuma; Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana, Sugiyarto; Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana, Doddy Bursman; serta Deputi Bidang Hukum dan Administrasi, Wilson Lie Simatupang.