Daya Saing
Sorotan terbaru dari Tag # Daya Saing
Intensifkan Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus percepat transformasi sumber daya manusia melalui program sertifikasi kompetensi berskala besar. Dengan target 5.120 tenaga kerja tersertifikasi, PalmCo menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing sebagai fondasi utama peningkatan produktivitas, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan bisnis. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan pengembangan kompetensi merupakan investasi strategis perusahaan dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. "Standardisasi kompetensi tidak hanya meningkatkan kualitas individu karyawan, tetapi juga menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang semakin baik," ujar Jatmiko. Hingga Juni 2026, kata Jatmiko, PalmCo telah berhasil mencetak 2.581 tenaga kerja tersertifikasi pada bidang tanaman, yang terdiri atas 86 Asisten Kepala, 336 Asisten Afdeling, serta 2.159 Mandor I dan Mandor Pemeliharaan. Seluruh tenaga kerja tersebut telah memiliki kompetensi yang terverifikasi sesuai standar industri dan menjadi garda terdepan dalam mendukung operasional perkebunan yang lebih efektif dan berkinerja tinggi. "Transformasi kompetensi juga diperluas ke sektor pengolahan melalui pelaksanaan pengukuran kompetensi terhadap 1.312 karyawan mekanik di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keandalan operasional pabrik sekaligus menjaga konsistensi kualitas proses produksi," jelasnya. Selain membangun tenaga kerja yang kompeten, sambung Jatmiko, PalmCo juga memperkuat kapasitas internal melalui sertifikasi 42 asesor kompetensi, yang terdiri atas 29 Asisten dan 13 Asisten Kepala (Askep) di seluruh regional. Saat ini, 10 asesor telah aktif menjalankan tugas sebagai asesor kompetensi internal untuk mendukung percepatan sertifikasi di seluruh wilayah operasional. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, ucapnya, PalmCo juga menetapkan 30 Subject Matter Expert (SME) terbaik di bidang Tanaman dan Teknik Pengolahan dari Regional I hingga Regional VII. Para SME tersebut telah mengikuti program Train the Trainer di PT LPP Agro Nusantara (LPPAN) sebagai langkah membangun ekosistem pembelajaran internal yang kuat dan berkelanjutan. Holding Perkebunan Nusantara memandang penguatan kompetensi SDM sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung transformasi perusahaan. Peningkatan kompetensi para mandor dan asisten afdeling diyakini akan memberikan dampak nyata terhadap kinerja operasional, mulai dari peningkatan akurasi pemeliharaan tanaman, ketepatan aplikasi pemupukan, optimalisasi produktivitas, hingga pengurangan potensi losses pada proses panen. "Transformasi perusahaan hanya dapat diwujudkan melalui SDM yang terus belajar, berkembang, dan memiliki kompetensi yang terstandar. Karena itu, kami akan terus mengakselerasi program sertifikasi hingga mencapai target 5.000 tenaga kerja tersertifikasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam peningkatan kinerja, efisiensi, serta penguatan tata kelola perusahaan," tegas Jatmiko. Melalui percepatan program sertifikasi kompetensi ini, PTPN IV PalmCo semakin menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mendorong PalmCo menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia yang siap menghadapi dinamika industri kelapa sawit di masa depan.
Perkokoh Daya Saing Global, Tembakau Premium PTPN I Andalan Industri Cerutu Dunia
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat daya saing komoditas tembakau nasional melalui PTPN I (Persero). Berbekal pengalaman panjang dalam pengelolaan perkebunan tembakau premium, dua produk unggulan perusahaan, yakni Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, semakin diminati pasar internasional sebagai bahan baku pembungkus (wrapper) cerutu premium. Karakter daun yang elastis, bertekstur halus, memiliki stabilitas pembakaran yang baik, warna premium, serta cita rasa dan aroma khas menjadi keunggulan yang menarik minat pembeli dari Eropa, Amerika Latin, dan berbagai kawasan lainnya. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan prospek pasar tembakau premium terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam rapat gabungan di Jakarta, Kamis (25/6), ia menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan produksi melalui perluasan areal tanam sekaligus menjaga kualitas produk yang selama ini menjadi keunggulan utama PTPN I. “Kami yakin bisa mengembalikan kejayaan produk tembakau premium yang punya sejarah keemasan sejak lama. Optimisme kami lebih yakin karena progres permintaan pasar ekspor, terutama dari Eropa dan negara-negara makmur lainnya meningkat signifikan. Lebih dari itu, tembakau kita adalah produk eksklusif yang tak kenal krisis. Artinya, tingkat influence-nya sangat rendah,” kata Teddy. Menurut Teddy, Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli telah lama diakui secara global sebagai bahan baku pembungkus (wrapper) cerutu premium terbaik di dunia. Perkembangan transaksi ekspor kedua varietas tersebut dalam beberapa tahun terakhir semakin memperkuat reputasi Indonesia sebagai salah satu produsen tembakau premium dunia. "Tembakau premium kita memiliki karakteristik khas yang berbeda dengan produk Kuba maupun Amerika Latin. Keunggulan kami terletak pada tingkat elastisitas daun yang baik, struktur daun yang halus, kemampuan pembakaran yang stabil, serta warna yang menarik," ujarnya. Ia menambahkan, konsistensi kualitas tersebut menjadikan produk PTPN I sebagai pilihan utama industri cerutu premium dunia. Kinerja operasional komoditas tembakau PTPN I juga menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data perusahaan, volume produksi tembakau premium meningkat secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Produksi tercatat sebesar 748.638 kilogram pada 2021, kemudian mencapai 729.544 kilogram pada 2022, meningkat menjadi 932.837 kilogram pada 2023, naik lagi menjadi 974.489 kilogram pada 2024, dan tetap terjaga pada level 972.243 kilogram sepanjang 2025. Sejalan dengan pertumbuhan produksi, produktivitas lahan juga terus mengalami peningkatan. Produktivitas tercatat sebesar 1.238 kilogram per hektare pada 2021, 1.090 kilogram per hektare pada 2022, meningkat menjadi 1.372 kilogram per hektare pada 2023, mencapai 1.382 kilogram per hektare pada 2024, dan mencatatkan capaian tertinggi sebesar 1.397 kilogram per hektare pada 2025. Untuk menjawab meningkatnya permintaan pasar global, PTPN I melalui Divisi Komoditi Kopi dan Aneka Tanaman melakukan langkah strategis dengan memperluas areal tanam tembakau hingga 500 hektare pada musim tanam 2026. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keberlanjutan pasokan dalam memenuhi berbagai kontrak ekspor. Menurut Teddy, segmen cerutu premium tetap memiliki prospek yang menjanjikan meskipun industri tembakau global menghadapi berbagai regulasi yang semakin ketat. Permintaan terhadap produk premium terus tumbuh, terutama dari pasar luxury products, premium lifestyle, kolektor, hingga sektor high-end hospitality. Selain itu, meningkatnya tren produk berbasis asal-usul (origin-based products) semakin membuka peluang bagi Tembakau Besuki dan Deli untuk memperkuat posisinya di pasar internasional. Meski demikian, PTPN I tetap mewaspadai tantangan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas komoditas tembakau. Untuk menjaga konsistensi mutu, perusahaan menerapkan strategi mitigasi secara menyeluruh mulai dari penyesuaian kalender tanam, penguatan pemantauan kondisi cuaca secara real-time, penggunaan varietas yang adaptif, penerapan praktik budidaya berkelanjutan (sustainable farming), hingga penguatan sistem pengendalian mutu dan traceability sejak proses pembibitan hingga pascapanen.
Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing IBJ
Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus perkuat transformasi operasional melalui peningkatan utilisasi produksi dan program efisiensi terintegrasi guna menjaga daya saing industri baja nasional di tengah tekanan produk impor. Direktur Infrastruktur & Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan peningkatan produksi Hot Rolled Coil (HRC) dinilai cukup realistis seiring kesiapan operasional fasilitas Hot Strip Mill (HSM) serta penguatan utilisasi produksi yang terus berjalan. “Capaian produksi yang terus menunjukkan tren positif menjadi indikator bahwa penguatan operasional dan peningkatan kinerja pabrik berjalan efektif,” ujar Sidik. Untuk menjaga konsistensi produksi, Krakatau Steel Group menjalankan sejumlah strategi utama, antara lain memastikan ketersediaan pasokan bahan baku melalui kerja sama berkelanjutan dengan para pemasok dan produsen. Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) melalui penguatan reliability peralatan, efisiensi operasional, dan pengurangan downtime produksi guna menjaga stabilitas operasi dan produktivitas pabrik. Menurut Sidik, peningkatan utilisasi pabrik menjadi salah satu faktor penting dalam menekan biaya produksi per unit sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri baja yang semakin kompetitif. Program Efisiensi Terintegrasi Krakatau Steel Group juga menjalankan berbagai inisiatif efisiensi secara menyeluruh melalui optimalisasi inventory, efisiensi energi, penguatan strategi maintenance, renegosiasi kontrak energi dan utilitas, hingga perombakan struktur organisasi yang lebih ramping dan fleksibel. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan operasi yang lebih stabil, efisien, dan adaptif tanpa mengorbankan kualitas produk. “Kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan agar biaya produksi semakin kompetitif, namun tetap menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” kata Sidik. Mendukung Ketahanan Industri Nasional Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan penguatan operasional dan efisiensi yang dijalankan perusahaan sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat industrialisasi nasional, ketahanan ekonomi, dan hilirisasi industri strategis. Menurutnya, industri baja memiliki peran penting sebagai fondasi pembangunan nasional dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri. “Transformasi operasional yang dijalankan Krakatau Steel merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun industri baja nasional yang semakin efisien, berdaya saing, dan mampu menjadi fondasi pertumbuhan industri nasional ke depan,” ulas Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
KS Perkuat Daya Saing di Tengah Penurunan Produksi Baja Global dan Meroketnya Tekanan Perdagangan
Jakarta, katakabar.com - Penurunan produksi baja global pada Januari 2026 jadi momentum bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) untuk perkuat daya saing dan posisi di pasar domestik, seiring meningkatnya arus perdagangan baja dunia yang berpotensi menekan industri nasional. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi industri baja nasional. Data World Steel Association menunjukkan, produksi baja global mencapai 147,3 juta ton pada Januari 2026, turun 6,5% secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi Tiongkok sebesar 13,9 persen. Tetapi, di tengah penurunan tersebut, arus ekspor baja global justru meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kelebihan kapasitas. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan komitmen perusahaan memperkuat fundamental industri nasional. “Krakatau Steel terus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk guna memastikan industri baja nasional tetap kompetitif dan berperan strategis dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan penurunan produksi global tidak identik dengan berkurangnya tekanan eksternal. Menurutnya, ketika permintaan domestik melemah, ekspor meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kapasitas. “Situasi ini dapat menjadi momentum konsolidasi industri nasional apabila didukung oleh kebijakan perdagangan dan strategi industri yang tepat,” kata Widodo. Upaya penguatan industri baja nasional tentunya sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang pada Asta Cita dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi. Sebagai industri strategis, baja memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, ketahanan industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Holding PTPN Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus Benua Amerika dan Eropa
Bondowoso, katakabar.com - Kinerja ekspor kopi Indonesia awal 2026 menunjukkan tren positif. Salah satunya ditunjukkan dengan pengiriman kopi Arabika dari kawasan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, yang sukses tembus pasar Amerika Serikat dan Inggris. Melalui PTPN IV PalmCo, salah satu subholding PTPN III (Persero), tercatat lebih dari 50 ton kopi Arabika yang diproduksi Java Coffee Estate (JCE) diekspor ke dua negara tersebut pada pengiriman awal tahun ini. Inggris menjadi tujuan utama dengan volume sekitar 36 ton, disusul Amerika Serikat sebesar 19,2 ton. Secara nilai, ekspor ke Inggris tercatat mencapai lebih dari 280.000 dollar AS, sementara ke Amerika Serikat sekitar 151.000 dollar AS. Total nilai transaksi dari kedua pasar tersebut melampaui Rp7 miliar. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian ini menjadi indikator meningkatnya daya saing kopi Jawa di pasar internasional, khususnya pada segmen specialty coffee. “Permintaan dari negara-negara maju menunjukkan bahwa kualitas kopi Arabika dari Ijen mampu memenuhi standar yang ketat, baik dari sisi rasa maupun konsistensi,” terang Jatmiko saat dihubungi dari Jakarta, di pekan kedua April 2026 lalu. Menurutnya, perusahaan kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga membangun ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Upaya tersebut, lanjut Jatmiko, juga sejalan dengan penguatan identitas Bondowoso sebagai salah satu sentra kopi unggulan nasional. Pemerintah daerah setempat bahkan telah lama mengusung branding “Bondowoso Republik Kopi untuk memperluas pengakuan di pasar global. Di sisi lain, peningkatan kinerja ekspor tidak lepas dari pembenahan di sektor hulu. Manajer Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan perusahaan tengah menjalankan program peremajaan tanaman atau replanting untuk menjaga produktivitas kebun. “Sebagian tanaman sudah memasuki usia tidak produktif, sehingga perlu diganti dengan bibit unggul yang tersertifikasi. Ini penting untuk menjaga kualitas sekaligus meningkatkan hasil panen ke depan,” kata Hastudy saat ditemui di kawasan Ijen. Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga karakter rasa khas kopi Arabika Ijen-Bondowoso yang selama ini diminati pasar Eropa dan Amerika. Selain peremajaan tanaman, imbuhnya, perusahaan juga melakukan pembenahan praktik budidaya melalui penerapan *Good Agricultural Practices* (GAP), serta memperkuat sistem ketertelusuran produk (*traceability*). Hal ini menjadi tuntutan utama pasar global, terutama untuk segmen kopi premium. “Pembeli saat ini tidak hanya melihat kualitas rasa, tetapi juga aspek keberlanjutan dan transparansi proses produksi,” ujarnya. Modernisasi juga dilakukan pada tahap pascapanen, termasuk pengolahan dan penyimpanan biji kopi, guna menjaga mutu sebelum dikirim ke pasar ekspor. Hastudy menilai, pengiriman ke Inggris dan Amerika Serikat pada awal tahun ini menjadi langkah awal untuk memperluas penetrasi pasar. Dengan dukungan program replanting dan optimalisasi kebun, perusahaan optimistis dapat meningkatkan volume ekspor ke berbagai negara tujuan lain sepanjang 2026. “Kami melihat peluang pasar masih terbuka lebar, terutama untuk kopi dengan kualitas premium dan karakter rasa yang kuat,” sebutnya.
Tingkatkan Daya Saing Angkutan KA Kontainer, KAI Logistik Siapkan Skema Block Space
Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik terus perkuat peran angkutan kereta api ekosistem logistik nasional melalui optimalisasi layanan angkutan kontainer berbasis kereta api. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing moda kereta api sekaligus mendorong efisiensi biaya logistik bagi pelaku industri. Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang efisien dan berkelanjutan, KAI Logistik menghadirkan berbagai skema layanan yang lebih fleksibel bagi pelanggan. Salah satunya melalui skema blocking space pada layanan angkutan kontainer yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan kapasitas ruang angkut dengan volume dan periode tertentu dengan tarif yang lebih kompetitif. Skema ini memberikan kepastian kapasitas sekaligus membantu pelanggan dalam merencanakan distribusi barang secara lebih optimal dan efisien. Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menyampaikan optimalisasi layanan angkutan kontainer menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis. "Melalui skema blocking space ini, pelanggan dapat memperoleh kepastian kapasitas, efisiensi operasional, stabilitas biaya logistik, serta keandalan rantai pasok sekaligus tarif yang lebih kompetitif. Hal ini menjadi solusi bagi pelaku industri dalam merencanakan distribusi barang secara lebih efisien dan terukur," ujar Fahdel. Saat ini, KAI Logistik mengelola 11 rangkaian KA Kontainer dengan berbagai perjalanan pulang pergi (PP) seperti Jakarta – Surabaya, JICT - Cikarang Dry Port, Jakarta – Karawang, Karawang – Surabaya. Jakarta – Semarang, Semarang – Surabaya, dengan kapasitas harian per KA 3.600 TEUs PP atau setara 64.800 ton. Selain melayani general cargo, layanan KA Kontainer KAI Logistik juga melayani komoditi lain seperti 12 jenis dangerous goods, hingga perishable commodity melalui reefer container(Kontainer berpendingin). KAI Logistik juga terus meningkatkan daya saing dari sisi layanan seperti implementasi RFID pada kontainer serta sertifikasi halal di 4 titik terminal seperti Sungai Lagoa, Klari, Kalimas dan Ronggowarsito. Dengan serangkaian langkah insiatif tersebut, turut mendorong Kinerja angkutan kontainer KAI Logistik yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, volume angkutan kontainer tercatat mencapai 2,5 juta ton, meningkat 8 persen secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton. Sementara memasuki awal tahun 2026, kinerja tersebut juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.Perseroan membukukan volume angkutan kontainer sebesar 222.000 ton, meningkat 44.persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 154.000 ton. Peningkatan ini turut didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi menjelang sejumlah momen keagamaan strategis yang mendorong mobilitas barang di berbagai sektor industri. Selain memberikan kepastian kapasitas dan efisiensi biaya, pemanfaatan moda kereta api juga dinilai mampu membantu menekan biaya logistik nasional melalui distribusi barang yang lebih efisien, tepat waktu, serta memiliki kapasitas angkut yang besar. Di sisi lain, tren industri saat ini juga menunjukkan adanya pergeseran perhatian pelaku usaha terhadap praktik logistik yang lebih ramah lingkungan atau green logistics. Moda transportasi berbasis kereta api memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi serta emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi berbasis jalan. KAI Logistik melihat peluang ini sebagai momentum untuk mendorong lebih banyak pelaku industri beralih menggunakan moda kereta api sebagai bagian dari strategi distribusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan. "Optimalisasi angkutan kontainer melalui kereta api tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi mendukung praktik logistik yang lebih berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pelaku industri terhadap pentingnya green logistics dan sangat relevan dengan layanan kami yang telah dilengkapi dengan informasi emisi karbon pada invoice pelanggan," sebut Fahdel. Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan angkutan kontainer melalui peningkatan kapasitas, pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan, serta optimalisasi jaringan logistik berbasis kereta api. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan di Indonesia.
Telkom AI Center Bandung Bekali 49 UMKM dan Mahasiswa Kuasai Strategi Kreatif Konten Berbasis AI
Bandung, katakabar.com - Workshop AI dan AI Clinic for Business dari Telkom AI Connect Bandung bantu talenta muda dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memanfaatkan AI secara produktif dan aplikatif. Perkembangan gig economy yang semakin pesat menuntut talenta muda dan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan cepat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menjawab tantangan tersebut, AI Center Bandung melalui pillar AI Connect menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk From Zero to Idea: AI for Content Ideation dan Creative Thinking serta AI Clinic for Business: Solving Real Business Problems with AI, di penghujung Januari 2026. Kegiatan ini bagian dari program Telkom AI Center Bandung pada Kuartal 1 Tahun 2026, sekaligus tindak lanjut dari inisiatif nasional Program Pelatihan Gig Economy dan AI Open Innovation Challenge yang diinisiasi oleh pemerintah untuk mempercepat pengembangan potensi ekonomi digital Indonesia. Workshop From Zero to Idea: AI for Content Ideation & Creative Thinking menghadirkan Rizky Fahmi Hidayat, content creator sekaligus pengelola platform edukatif @solusiremaja.id, sebagai narasumber utama. Sesi ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan AI secara praktis dalam proses pengembangan ide, penguatan kreativitas, hingga produksi konten digital yang relevan dengan kebutuhan audiens masa kini. Total 49 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelaku UMKM mengikuti workshop ini dengan antusias. Kegiatan dikemas secara interaktif dan hands-on, memungkinkan peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung mempraktekkan penggunaan berbagai tools AI untuk ideasi konten, pengembangan narasi, serta eksplorasi format konten digital. Melalui pendekatan aplikatif ini, peserta diarahkan untuk mengalami transformasi kompetensi dari kondisi belum bisa menjadi bisa dan siap berkarya. Transformasi tersebut tidak hanya mencakup aspek teknis pembuatan konten, tetapi juga perubahan cara berpikir, pola kerja, dan kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja berbasis proyek dan portofolio yang menjadi ciri utama gig economy. Di hari yang sama, AI Centaer Bandung juga menyelenggarakan kegiatan AI Clinic for Business: Solving Real Business Problems with AI. Masih bersama Rizky Fahmi Hidayat sebagai mentor, sesi ini menggunakan format mentoring 1-on-1 yang lebih fokus dan personal. AI Clinic for Business diikuti oleh lima peserta dari kalangan startup dan UMKM, yakni ASETA, GREVO, Koperasi Konsumen SMART, Dapurnisa, dan Hareudang Bandung. Masing-masing peserta membawa kebutuhan dan tantangan bisnis yang spesifik, khususnya dalam pemanfaatan AI untuk pengembangan konten bisnis. Dalam sesi konsultatif ini, peserta mendapatkan pendampingan langsung terkait strategi penggunaan AI dalam content creation, mulai dari perumusan ide yang sesuai dengan karakter brand, peningkatan efisiensi produksi konten, hingga optimalisasi konten untuk menjawab permasalahan bisnis yang dihadapi. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha memanfaatkan AI secara tepat guna dan aplikatif, bukan sekadar sebagai tren teknologi. Sebagai kota kreatif dan pusat talenta digital, Bandung menurunkan fokus program ke Content Creation Track. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kesiapan talenta muda agar mampu memanfaatkan AI secara produktif, menghasilkan karya konten berkualitas, serta masuk ke ekosistem gig economy berbasis skill. Program ini juga memperkuat peran Telkom sebagai AI Center of Excellence, khususnya pada pilar AI Connect dan pengembangan talenta AI berbasis solusi nyata. Melalui kolaborasi antara edukasi, praktik langsung, dan pendampingan bisnis, Telkom AI Center Bandung berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran AI yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar. Sejalan dengan upaya tersebut, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menyampaikan program AI Connect dirancang untuk memberikan dampak yang nyata bagi peserta. “Program ini dirancang bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk membantu teman-teman memahami bagaimana teknologi, termasuk kecerdasan buatan, bisa digunakan secara nyata: untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang penghasilan baru, dan memperkuat daya saing, baik sebagai individu maupun pelaku usaha,” ujar Mizan. Dorong Literasi AI dan Daya Saing Digital Melalui rangkaian kegiatan AI Connect ini, diharapkan terjadi peningkatan literasi AI di kalangan generasi muda dan pelaku usaha. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka wawasan bahwa teknologi AI dapat menjadi alat strategis untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan daya saing di tengah ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang. Ke depan, AI Center Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan talenta dan UMKM yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi pada solusi, guna mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Ekosistem Baterai Terintegrasi: Strategi Indonesia Perkuat Daya Saing Industri
Jakarta, katakabar.com - Indonesia terus perkuat daya saing industri melalui percepatan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Kehadiran pabrik baterai yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir dinilai bukan sekadar upaya transisi energi, melainkan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing manufaktur dan posisi Indonesia sebagai pemain salah satu kunci di rantai pasok global. Pemerintah melalui Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID saat ini tengah memacu Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi. Salah satu proyek yang kini dijalankan adalah pembangunan Fasilitas Produksi Baterai Cell di Karawang, yang merupakan hasil kerja sama perusahaan patungan (joint venture) antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) dengan membentuk PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Hingga Januari 2026, instalasi Battery Manufacture Equipment telah rampung, sehingga fasilitas ini dijadwalkan memulai operasi komersial pada akhir tahun ini dengan kapasitas awal 6,9 GWh, dan diproyeksikan meningkat hingga 15 GWh pada 2028. Sekretaris Jenderal Asosiasi Ekosistem Kendaraan Listrik (AEML), Rian Ernest, menilai kehadiran pabrik baterai lokal ini memiliki peran strategis lebih dari sekadar unit produksi. Menurutnya, fasilitas Fasilitas Produksi Baterai Cell ini berfungsi sebagai anchor atau jangkar yang akan menarik gerbong investasi pendukung lainnya sehingga semakin memperkuat ekosistem industri di dalam negeri. "Semakin banyak korporasi yang tertarik membangun industri di Indonesia mulai dari penyedia material, komponen, hingga industri daur ulang," jelasnya. Rian menekankan dampak instan yang akan dirasakan industri adalah kepastian pasokan bagi para produsen kendaraan (OEM/assembler). "Kehadiran standar kualitas yang jelas di dalam negeri dipercaya bakal menurunkan hambatan masuk bagi pemasok lokal serta mempercepat pembangunan SDM di bidang teknologi tinggi yang berdampak langsung pada daya saing industri," bebernya. Dia menambahkan, Indonesia bukan lagi sekadar negara yang bergantung pada ekspor mineral tambang mentah. Kekayaan alam sudah mampu diolah menjadi sebuah produk jadi yang dapat digunakan langsung oleh konsumer, sehingga menjadi pengungkit bagi kinerja pertumbuhan ekonomi di masa depan. "Itu adalah modal tawar kita. Tapi nilainya baru benar-benar naik jika sudah menjadi produk bernilai tinggi. Ukuran daya saing kita bukan lagi berapa ton bijih nikel yang dihasilkan, melainkan kualitas sel baterai dan kemampuan industri yang konsisten serta memenuhi standar pabrikan global," tuturnya. Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi aminkan Rian. Ia menegaskan bahwa industrialisasi baterai dalam negeri adalah langkah mendesak untuk menekan harga kendaraan listrik di tingkat konsumen. “Jika komponen utamanya bisa ditekan harganya karena diproduksi di dalam negeri melalui efisiensi logistik, otomatis harga EV akan turun. Proyek hilirisasi ini harus berlanjut agar kita tidak hanya menjual tanah, tapi menjual produk dengan nilai tambah belasan kali lipat,” terang Ali. Ali memandang ketergantungan pada produk luar harus segera diakhiri melalui transfer teknologi. Ia mendorong agar pemain global yang membawa teknologi ke Indonesia wajib membangun basis produksinya di tanah air, sehingga ikut meningkatkan daya saing industri Indonesia. "Meski mungkin ada tantangan bisnis di tahap awal, jalur ini harus ditempuh. Ini adalah fondasi Indonesia menuju era industri baru yang mandiri," tandasnya.
Senapelan 2025: Dorong Inovasi dan Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Kelapa Indonesia di Era Globalisasi
Pekanbaru, katakabar.com - Fakultas Pertanian Universitas Riau sukses gelar Seminar Nasional Pertanian Berkelanjutan (SENAPELAN) 2025 angkat tema “Inovasi dan Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing Kelapa Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi dan Perubahan Iklim”. Acara berlangsung di salah satu hotel di Pekanbaru ini menghadirkan para pakar nasional, akademisi, praktisi industri, serta peneliti dari berbagai daerah di Indonesia. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Dr. Ahmad Rifai, S.P., M.P., yang buka acara. Ia menegaskan kelapa komoditas strategis yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi, penelitian, dan sinergi berbagai pihak. Untuk itu, Dr. Ahmad mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia. Pemateri Nasional Kupas Tantangan dan Peluang Industri Kelapa Di sesi pertama, acara menghadirkan pembicara dari lembaga strategis nasional secara daring yang dipandu moderator Dosen Fakultas Pertanian, Ibu Dr. Ir. Fifi Puspita, M.P., meliputi Normansyah Syahruddin, M.Eng.Sc., Ph.D. (Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu – BPDP) membawakan materi “Optimalisasi Pendanaan dan Inovasi untuk Mendorong Pertanian Kelapa yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing di Indonesia”. Terus Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. (Sekretaris Satgas Perencanaan dan Percepatan Hilirisasi Tanaman Kelapa, Kementerian PPN/Bappenas), menyampaikan “Akselerasi Hilirisasi Kelapa Nasional”, menyoroti strategi peningkatan nilai tambah produk kelapa nasional untuk menembus pasar global. Sementara, di sesi kedua dilanjutkan dengan paparan para ahli bidang agroforestri, agronomi, hingga tata niaga kelapa yang dipandu oleh moderator Ibu Dr. Isna Rahma Dini, S.Pi., M.Si., (dosen Fakultas Pertanian), yakni Mulyadi, S.P. (Direktur Yayasan Gambut) Tentang “Model Agroforestri Berbasis Kelapa–Kopi pada Ekosistem Gambut untuk Mendukung Pertanian Rendah Emisi dan Ketahanan Lanskap”. Dilanjutkan Dr. Deviona, S.P., M.P. (Dosen Agroteknologi UNRI) Membahas “Inovasi Agronomi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kelapa”. Lalu Ir. Syaiful Hadi, M.Si., Ph.D. (Dosen Agribisnis UNRI) Menyampaikan “Mewujudkan Tataniaga Kelapa Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan: Menyeimbangkan Aspek Ekonomi dan Ekologi”. Berikutnya, Kasrul A. Dahlan, S.P., M.Si. (Alumni Fakultas Pertanian UNRI) Memaparkan “Penguatan Rantai Pasok Kelapa Berkelanjutan: Kolaborasi Industri, Petani, dan Alumni UNRI dalam Mewujudkan Produk Bernilai Tambah” Diskusi interaktif berlangsung dinamis dengan fokus pada isu keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, serta pembangunan ekosistem industri kelapa yang kompetitif. Ajang Diseminasi Riset Kelapa dan Pertanian Berkelanjutan Selain sesi seminar utama, SENAPELAN 2025 juga menghadirkan penyampaian hasil penelitian dari Penelitian Afirmasi Kelapa serta penelitian mandiri dari dosen, guru, mahasiswa, dan peneliti umum dipandu oleh Moderator Dosen Fakultas Pertanian, Puan Habibah, S.P., M.P. Sesi ini menjadi ruang inovasi bagi akademisi dan peneliti di bidang pertanian, khususnya kelapa. Para pemakalah mendapatkan kesempatan untuk memaparkan hasil penelitiannya serta berdiskusi langsung dengan moderator dan peserta, sehingga mendorong terbentuknya jaringan kolaborasi penelitian baru. Komitmen UNRI Pengembangan Kelapa Berkelanjutan SENAPELAN 2025 menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian Universitas Riau dalam: · mendukung hilirisasi komoditas kelapa nasional, · menguatkan peran akademisi dalam penelitian aplikatif, · membangun jejaring dengan lembaga pemerintah, industri, dan masyarakat, · mendorong inovasi yang relevan dengan isu global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan. Acara ditutup dengan harapan seminar ini menjadi agenda rutin yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik lapangan demi terwujudnya pertanian kelapa Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan global.
Sawit Indonesia Tegaskan Daya Saing Global Generasi Muda Kunci Jaga Keberlanjutan
Integrasi Hulu-Hilir Pemerintah terus mendorong integrasi industri sawit dari hulu hingga hilir. Di tingkat petani, program peremajaan, penyediaan sarana produksi, dan pelatihan menjadi prioritas. "Petani adalah garda depan. Kalau produktivitas mereka naik, seluruh rantai industri akan lebih kuat,” tegas Putu. Di sisi pasar, stabilisasi harga CPO dijaga dengan memperkuat serapan domestik melalui program biodiesel. Sementara di hilir, riset diarahkan tidak hanya pada energi terbarukan seperti bio-hydrocarbon fuel, tetapi juga pangan sehat, biomaterial, hingga bio-packaging berbasis tandan kosong kelapa sawit. Generasi Muda Jadi Kunci Kulih Umum ini menjadi pengalaman awal mahasiswa AKPY untuk memahami peran strategis sawit, tidak hanya dari sisi budidaya, tapi pada konteks energi, pangan, dan masa depan ekonomi Indonesia. “Mahasiswa harus memahami bahwa sawit bukan cuma urusan kebun, tetapi juga menyangkut energi, pangan, hingga masa depan ekonomi Indonesia,” pesan Putu.