Tantangan dan Tips Menabung Emas Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 24 September 2026 | 12:10 WIB

Tantangan dan Tips Menabung Emas

Jakarta, katakabar.com - Menabung emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengelola dana dan mencapai tujuan keuangan. Namun, seperti pilihan investasi lainnya, emas juga memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dipahami sebelum mulai bertransaksi. Bagi kamu yang tertarik mencoba investasi emas online melalui neobank, memahami tantangannya sejak awal dapat membantu membuat keputusan yang lebih terencana. Dengan mengetahui cara kerja emas, memperhatikan harga, dan menyesuaikan pembelian dengan kondisi keuangan, prosesnya dapat dilakukan secara lebih bijak. Apa Saja Tantangan dalam Menabung Emas? Setiap pilihan investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan emas. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan ketika ingin mulai menabung emas. 1. Harga Emas Bisa Naik dan Turun Harga emas tidak selalu bergerak naik. Nilainya dapat mengalami kenaikan maupun penurunan karena dipengaruhi berbagai kondisi pasar. Karena itu, jangan menganggap emas sebagai aset yang nilainya selalu meningkat. Sebelum membeli, pahami bahwa nilai emas dapat berfluktuasi dan hasil investasi tidak dapat dipastikan. 2. Perlu Memahami Selisih Harga Beli dan Jual Saat membeli emas, harga yang dibayarkan dapat berbeda dengan harga yang diterima ketika menjualnya. Selisih tersebut perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi. Jika kamu ingin menabung emas secara rutin, biasakan mengecek harga beli dan harga jual sebelum melakukan transaksi. Dengan begitu, kamu dapat memahami biaya dan kondisi transaksi yang dilakukan. 3. Menentukan Nominal yang Sesuai Menabung emas tidak harus dimulai dengan nominal besar. Namun, jumlah dana yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Daripada menetapkan nominal yang terlalu besar dan mengganggu kebutuhan utama, kamu dapat menentukan jumlah yang realistis. Setelah itu, lakukan pembelian secara berkala jika memang sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan. 4. Menentukan Tujuan Keuangan Tujuan keuangan dapat membantu menentukan bagaimana kamu menggunakan dana untuk investasi. Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana untuk kebutuhan tertentu dalam beberapa tahun mendatang. Sebelum memilih emas, pertimbangkan jangka waktu, kebutuhan likuiditas, profil risiko, serta karakteristik emas sebagai investasi. Tidak ada satu instrumen yang cocok untuk semua tujuan. Karena itu, pastikan pilihan investasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. 5. Konsisten dengan Rencana Salah satu tantangan dalam menabung emas adalah menjaga konsistensi. Ketika kondisi keuangan berubah, rencana pembelian juga mungkin perlu disesuaikan. Kamu tidak perlu memaksakan pembelian jika dana yang tersedia sedang dibutuhkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Evaluasi anggaran secara berkala dan sesuaikan nominal investasi dengan kemampuan keuangan. Tips Menabung Emas agar Lebih Terencana Setelah memahami tantangannya, kamu bisa mulai membuat strategi sederhana. 1. Tentukan Tujuan Investasi Tentukan terlebih dahulu untuk apa emas tersebut dibeli. Tujuan yang jelas dapat membantu menentukan nominal dan jangka waktu investasi. 2. Gunakan Dana yang Tidak Mengganggu Kebutuhan Utama Pastikan dana untuk investasi berasal dari uang yang memang dialokasikan untuk tujuan tersebut. Kebutuhan pokok, kewajiban pembayaran, dan dana untuk kebutuhan mendesak tetap perlu menjadi pertimbangan. 3. Pantau Harga Sebelum Bertransaksi Perhatikan harga beli dan jual emas sebelum melakukan transaksi. Jangan mengambil keputusan hanya karena melihat harga sedang naik atau turun dalam jangka pendek. 4. Pahami Biaya dan Ketentuan Sebelum melakukan transaksi, periksa biaya, mekanisme pembelian dan penjualan, penyimpanan, serta ketentuan lain yang berlaku pada layanan emas yang digunakan. Investasi Emas Online neobank melalui Fitur Emas Salah satu pilihan yang tersedia adalah Emas di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Emas menyediakan fitur jual-beli emas digital melalui mitra Lakuemas dan Treasury. Pembelian emas dapat dilakukan mulai dari Rp10.000 melalui aplikasi. Kamu dapat melakukan transaksi secara digital tanpa perlu menyimpan emas fisik sendiri di rumah. Sebelum melakukan transaksi, perhatikan harga beli dan harga jual, biaya yang mungkin berlaku, serta syarat dan ketentuan layanan. Pastikan juga dana yang digunakan untuk membeli emas sudah disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan investasimu. Dengan memahami karakteristik emas dan membuat rencana yang realistis, tantangan dalam menabung emas dapat dikelola dengan lebih baik. Jangan lupa, pilih nominal dan frekuensi transaksi yang sesuai dengan kemampuan serta tujuan keuanganmu. Investasi emas mengandung risiko. Harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sehingga nilai investasi tidak dijamin. Pastikan kamu membaca informasi produk dan memahami seluruh syarat serta ketentuan sebelum melakukan transaksi. Jika ingin mulai investasi emas unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Emas di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282 Internasional
Internasional
Minggu, 20 September 2026 | 14:19 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia atau XAUUSD diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily telah memasuki fase bearish dan saat ini sedang membentuk secondary trend. Kondisi tersebut membuat arah pergerakan XAUUSD masih perlu dicermati, terutama ketika harga mendekati area resistance penting. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat harga emas saat ini tertahan di sekitar resistance pertama pada level 4.357. Dalam analisis Dupoin Futures, area tersebut menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan arah XAUUSD berikutnya. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance kuat 4.357 hingga 4.403, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut. Menurut Dia, kegagalan XAUUSD menembus area 4.357-4.403 dapat membuka peluang bagi harga emas untuk kembali mengalami pelemahan. Dalam skenario tersebut, support terdekat berada pada level 4.282. Level ini menjadi area yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali meningkat pada perdagangan pekan depan. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures juga mencermati pola Head and Shoulders yang terbentuk pada chart Daily. Pola tersebut menjadi salah satu faktor teknikal yang mendukung potensi pelemahan harga apabila struktur bearish tetap terjaga. Dengan demikian, Dupoin Futures melihat area 4.282 sebagai level support penting yang berpotensi diuji apabila harga tidak mampu mengatasi resistance 4.357-4.403. Meski demikian, pergerakan emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya pemulihan. Harga emas sempat rebound lebih dari 2% setelah dolar AS dan yield Treasury 10 tahun melemah, sementara harga minyak juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap emas karena turunnya yield membuat aset non-yielding seperti emas menjadi relatif lebih menarik. Tetapi, Dupoin Futures menilai rebound tersebut masih perlu dilihat dalam konteks tren Daily yang lebih besar. Secara fundamental, The Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir 2026. Kebijakan The Fed tersebut dapat menjadi tantangan bagi harga emas karena suku bunga yang lebih tinggi berpotensi mempertahankan daya tarik dolar AS dan aset berbasis yield. Dupoin Futures melihat pergerakan USD menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan pekan depan. Apabila dolar kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi meningkat. Selain dolar, Treasury yield juga menjadi indikator penting dalam analisis Dupoin Futures. Yield Treasury 10 tahun sempat menembus level 5% pada pekan ini, mencerminkan tingginya ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dan risiko inflasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi emas. Harga minyak yang lebih rendah dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga tekanan terhadap kebijakan moneter dapat berkurang. Dalam perdagangan terbaru, penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu emas mengalami rebound. Untuk pekan depan, Dupoin Futures memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada keseimbangan antara sentimen hawkish The Fed dan perkembangan USD serta Treasury yield. Jika dolar dan yield kembali meningkat, peluang tekanan bearish terhadap emas dapat semakin besar. Sebaliknya, pelemahan USD dan yield dapat memberikan ruang bagi XAUUSD untuk mempertahankan rebound. Dari sisi teknikal, Dupoin Futures tetap menempatkan resistance 4.357-4.403 sebagai zona kunci. Selama harga belum mampu breakout dan bertahan di atas area tersebut, tren bearish pada timeframe Daily masih menjadi perhatian. Apabila tekanan jual kembali muncul, XAUUSD berpotensi bergerak menuju support 4.282. Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan dari Dupoin Futures menunjukkan XAUUSD masih berpotensi melemah setelah memasuki fase bearish dan membentuk secondary trend. Resistance 4.357-4.403 menjadi area penentu, sedangkan support 4.282 menjadi level yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Sementara itu, arah USD, Treasury yield, harga minyak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akan menjadi katalis utama yang menentukan volatilitas emas sepanjang pekan depan.

Emas Gagal Tembus 4.355, Harga Berisiko Lanjut Melemah Internasional
Internasional
Rabu, 16 September 2026 | 11:12 WIB

Emas Gagal Tembus 4.355, Harga Berisiko Lanjut Melemah

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia atau XAUUSD masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Selasa (15/9). Analisis Dupoin Futures mengatakan, pergerakan harga emas pada time frame Daily menunjukkan kecenderungan bearish yang masih cukup kuat. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tekanan jual berpotensi berlanjut apabila harga belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas level resistance penting 4.355. Menurut analisis Dupoin Futures, level 4.355 menjadi area yang perlu diperhatikan pelaku pasar karena dapat menjadi penentu arah pergerakan XAUUSD selanjutnya. Selama harga emas masih bergerak di bawah resistance tersebut, peluang terjadinya pelemahan masih terbuka. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan bearish masih mendominasi struktur pergerakan harga emas pada time frame Daily. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, menjelaskan apabila XAUUSD kembali mendapatkan tekanan jual dan tidak mampu melakukan breakout terhadap resistance 4.355, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya. Dalam analisis Dupoin Futures, level 4.223 menjadi target support yang perlu diperhatikan karena berada di sekitar area Order Block dan Unfilled Order. Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini menurut Dupoin Futures masih cenderung bearish. Selama tidak terdapat penguatan signifikan yang mampu membawa XAUUSD melewati resistance 4.355, peluang harga untuk menguji area 4.223 tetap terbuka. Pergerakan di sekitar kedua level tersebut menjadi penting untuk melihat apakah tekanan jual akan semakin kuat atau justru mulai kehilangan momentum. Dupoin Futures juga menilai reaksi harga ketika mendekati area 4.223 perlu menjadi perhatian. Jika support tersebut mampu menahan tekanan jual, XAUUSD berpotensi mengalami rebound atau konsolidasi. Sebaliknya, apabila harga emas berhasil menembus support tersebut, tekanan bearish dapat semakin terkonfirmasi dan membuka peluang pelemahan ke area yang lebih rendah. Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga masih dipengaruhi oleh perkembangan fundamental global. Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa penguatan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi salah satu faktor yang membebani harga emas. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau mengambil langkah yang lebih ketat dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS dan memberikan tekanan terhadap emas. Kondisi tersebut semakin diperhatikan karena harga emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika tingkat suku bunga dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat meningkat, opportunity cost dalam memegang emas menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu, menurut Dupoin Futures, pergerakan dolar AS dan Treasury yield akan menjadi dua indikator penting yang dapat memengaruhi arah XAUUSD dalam jangka pendek. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor yang berpotensi memberikan dukungan terhadap emas. Situasi geopolitik yang meningkat biasanya mendorong investor untuk mencari aset safe haven, termasuk emas. Namun, menurut analisis Dupoin Futures, dukungan dari faktor safe haven tersebut masih harus berhadapan dengan tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah juga menjadi perhatian pasar. Harga minyak yang meningkat dapat menambah risiko inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral, khususnya The Fed, lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya. Bagi harga emas, situasi tersebut dapat menjadi tekanan apabila pasar kembali meningkatkan ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama. Lantaran itu, Dupoin Futures melihat arah pergerakan XAUUSD akan sangat bergantung pada keseimbangan antara sentimen safe haven dan tekanan dari dolar AS serta imbal hasil obligasi. Jika USD dan Treasury yield tetap tinggi, ruang penguatan emas dapat menjadi lebih terbatas. Sebaliknya, peningkatan ketidakpastian geopolitik yang signifikan dapat memberikan dorongan terhadap permintaan emas sebagai aset perlindungan. Secara keseluruhan, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures masih mengarah pada potensi pelemahan. Level 4.355 menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk mengurangi dominasi tekanan bearish. Selama XAUUSD belum mampu breakout dan bertahan di atas area tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 4.223. Pelaku pasar juga disarankan mencermati perkembangan keputusan dan komunikasi The Fed, pergerakan dolar AS, serta Treasury yield sebagai katalis utama. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika inflasi, Dupoin Futures menilai kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah harga emas berikutnya.

Peluang Harga Emas Bisa Tembus 4.500, Ini Analisis Dupoin Futures Internasional
Internasional
Minggu, 13 September 2026 | 07:30 WIB

Peluang Harga Emas Bisa Tembus 4.500, Ini Analisis Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diprediksi masih punga peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan  Kamis (10/9). Analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya potensi pembentukan pola double bottom pada grafik harian yang dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga emas. Dalam skenario tersebut, XAUUSD berpeluang bergerak menuju area resistance terdekat di level 4.479 hingga 4.510. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan peluang penguatan harga emas masih terbuka selama XAUUSD mampu mempertahankan area support penting. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, zona support yang perlu diperhatikan berada di kisaran 4.366 hingga 4.340. Menurut Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, selama harga emas tidak menembus area support tersebut, struktur pergerakan pada time frame Daily masih memberikan indikasi bullish. Kondisi ini membuat area 4.479–4.510 menjadi target resistance yang berpotensi diuji apabila momentum beli terus berlanjut. Analisis Dupoin Futures melihat pola double bottom sebagai salah satu faktor teknikal yang mendukung peluang kenaikan XAUUSD. Pola tersebut biasanya terbentuk setelah harga mengalami tekanan dan kemudian menemukan area yang mampu menahan penurunan sebanyak dua kali. Apabila harga mampu bergerak lebih tinggi dari area neckline, peluang terjadinya pembalikan tren menuju level yang lebih tinggi akan semakin terbuka. Dalam konteks pergerakan saat ini, Dupoin Futures menilai area support 4.366–4.340 menjadi batas penting bagi skenario bullish tersebut. Selama harga masih bertahan di atas zona itu, tekanan beli berpotensi tetap mendominasi. Sebaliknya, apabila support tersebut berhasil ditembus, skenario kenaikan yang disampaikan dalam analisis Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali karena dapat membuka ruang bagi pelemahan lebih lanjut. Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen fundamental. Berdasarkan rangkuman berita Reuters, emas masih memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Situasi tersebut membuat aset emas tetap menarik bagi investor yang mencari instrumen safe haven di tengah meningkatnya risiko global. Dupoin Futures melihat perkembangan dolar AS sebagai salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan XAUUSD. Ketika dolar AS mengalami tekanan, emas yang dihargai dalam mata uang tersebut cenderung menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini dapat memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas. Di sisi lain, Dupoin Futures juga menilai pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor kini menunggu rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada hari ini dan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Kedua indikator tersebut berpotensi memberikan gambaran baru mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Data inflasi menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed. Berdasarkan pemberitaan Reuters, peluang kenaikan suku bunga saat ini berada di sekitar 60%. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi penguatan emas, terutama apabila kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil Treasury AS semakin tinggi. Kenaikan yield Treasury menjadi tantangan bagi emas karena instrumen tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Dengan demikian, apabila imbal hasil obligasi AS terus meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan perhatian ke aset berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih tinggi. Namun, menurut analisis Dupoin Futures, tekanan dari kenaikan yield dan ekspektasi suku bunga masih perlu dilihat bersama dengan kondisi teknikal XAUUSD. Jika dolar AS tetap melemah dan ketidakpastian geopolitik terus meningkat, permintaan terhadap emas berpotensi tetap kuat. Dengan mempertimbangkan analisis Dupoin Futures dan perkembangan sentimen pasar, Geraldo Kofit memperkirakan XAUUSD masih memiliki peluang untuk bergerak naik selama area support 4.366–4.340 tetap bertahan. Jika momentum bullish semakin kuat, harga emas berpotensi menguji resistance 4.479–4.510. Sebaliknya, apabila harga menembus support 4.340, pelaku pasar perlu mewaspadai perubahan struktur harga karena tekanan jual dapat kembali meningkat. Itu sebabnya, Dupoin Futures menilai respons XAUUSD terhadap area support dan resistance tersebut menjadi kunci untuk melihat arah pergerakan emas selanjutnya, terutama menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.

Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan Harga Internasional
Internasional
Sabtu, 12 September 2026 | 08:35 WIB

Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan Harga

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi melanjutkan pelemahan di pekan kedua September 2026. Analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menyebutkan, pergerakan emas pada time frame Daily masih menunjukkan tekanan bearish. Kondisi tersebut terlihat dari terbentuknya pola Head & Shoulder yang membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak menuju area support terdekat di level 4.281 hingga 4.221. Geraldo Kofit menilai pola Head & Shoulder yang terbentuk pada grafik harian menjadi sinyal penting bagi arah XAUUSD dalam jangka pendek. Pola tersebut umumnya menunjukkan adanya potensi perubahan momentum setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Dengan struktur tersebut, Dupoin Futures melihat ruang penurunan masih terbuka selama tekanan jual tetap mendominasi pergerakan emas. Area 4.281–4.221 menjadi zona support yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan bearish berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak secara bertahap menuju support tersebut. Level 4.281 menjadi area yang dapat diuji terlebih dahulu, sementara penurunan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju 4.221. Tetapi, respons harga ketika mencapai area support akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika support mampu menahan tekanan jual, peluang terjadinya rebound masih terbuka. Sebaliknya, apabila XAUUSD menembus zona tersebut, tekanan bearish dapat semakin kuat dan membuka ruang bagi pelemahan berikutnya. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menempatkan area support tersebut sebagai level penting yang perlu dicermati. Secara fundamental, harga emas pagi ini bergerak di sekitar US$4.350 per troy ounce dan masih berada di bawah tekanan setelah mengalami penurunan selama tiga sesi perdagangan terakhir. Pergerakan tersebut terjadi di tengah kombinasi sentimen pasar yang cenderung membebani emas, terutama kenaikan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko inflasi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi melalui kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dapat semakin terbatas. Bagi pasar emas, kondisi tersebut menjadi tantangan karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield Treasury Amerika Serikat. Kenaikan yield dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Dalam situasi tersebut, XAUUSD berpotensi menghadapi tekanan tambahan. Dupoin Futures melihat pergerakan yield Treasury dan dolar AS masih menjadi indikator penting bagi harga emas hari ini. Jika keduanya terus menguat akibat meningkatnya ekspektasi suku bunga The Fed, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi semakin besar. Kondisi tersebut dapat memperkuat peluang harga emas untuk menguji support 4.281–4.221 sesuai proyeksi teknikal Geraldo Kofit. Di sisi lain, perkembangan konflik Timur Tengah juga menghadirkan sentimen yang berlawanan. Meningkatnya ketegangan geopolitik biasanya mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Investor dapat meningkatkan kepemilikan emas ketika ketidakpastian global meningkat. Namun, dampak konflik terhadap kenaikan harga minyak dan inflasi membuat pengaruh geopolitik terhadap emas menjadi lebih kompleks. Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat. Setelah pergerakan harga emas mendapatkan tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga, data Consumer Price Index atau CPI akan menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan berpotensi menekan emas. Sebaliknya, apabila inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan yield Treasury sehingga memberikan ruang bagi emas untuk melakukan pemulihan. Dengan demikian, hasil CPI dapat menjadi katalis penting yang menentukan apakah tekanan bearish XAUUSD akan berlanjut atau mulai mereda. Berdasarkan kombinasi teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures masih melihat risiko pelemahan harga emas pada perdagangan hari ini. Geraldo Kofit memproyeksikan XAUUSD berpotensi turun menuju area support 4.281 hingga 4.221 setelah terbentuk pola Head & Shoulder pada time frame Daily. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta data inflasi AS dalam menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Head & Shoulder belum menunjukkan pembatalan, Dupoin Futures menilai peluang pelemahan menuju support 4.281–4.221 masih terbuka. Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures masih cenderung bearish. Area 4.281–4.221 menjadi target support utama, sementara perkembangan inflasi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi katalis penting yang dapat menentukan seberapa kuat tekanan terhadap harga emas dalam perdagangan berikutnya.

Emas Gagal Tembus 4.440, Harga Emas Berpotensi Anjlok ke 4.365–4.331 Internasional
Internasional
Rabu, 09 September 2026 | 13:07 WIB

Emas Gagal Tembus 4.440, Harga Emas Berpotensi Anjlok ke 4.365–4.331

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan Senin (7/9). Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures melihat harga emas pada time frame Daily masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 4.365 hingga 4.331. "Prospek tersebut muncul setelah XAUUSD gagal menembus resistance di level 4.440 dan membentuk pola ABC Correction," kata Geraldo. Dupoin Futures menilai kegagalan emas melewati resistance 4.440 menjadi sinyal penting dalam membaca arah pergerakan harga berikutnya. Level tersebut sebelumnya menjadi area yang harus ditembus apabila XAUUSD ingin mempertahankan momentum penguatan. Tetapi, lantaran harga kembali tertahan di bawah resistance, tekanan jual berpotensi mengambil alih dan membawa emas menuju level support yang lebih rendah. Dalam analisis Dupoin Futures, terbentuknya pola ABC Correction juga menunjukkan bahwa XAUUSD masih berada dalam fase koreksi. Pola tersebut memberikan indikasi bahwa harga memiliki peluang untuk melanjutkan penurunan sebelum menemukan area yang dapat menjadi titik pantulan. Lantaran itu, area 4.365–4.331 menjadi zona penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam perdagangan emas hari ini. Geraldo memperkirakan harga dapat terlebih dahulu menguji support 4.365 apabila tekanan jual terus berlanjut. Jika support tersebut tidak mampu menahan penurunan, XAUUSD berpotensi bergerak lebih rendah menuju 4.331. Bila harga mampu bertahan di zona tersebut dan muncul kembali minat beli, peluang terjadinya rebound tetap terbuka. Meski demikian, selama XAUUSD belum mampu menembus 4.440, Dupoin Futures masih melihat risiko koreksi sebagai skenario yang patut diwaspadai. Pergerakan emas hari ini juga tidak terlepas dari dinamika pasar global. Harga emas berada di sekitar US$4.410 per troy ounce dan menghadapi sejumlah sentimen yang saling berlawanan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga minyak yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan di sekitar Strait of Hormuz. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi karena energi merupakan salah satu komponen penting dalam aktivitas ekonomi. Jika harga minyak bertahan tinggi, pasar dapat kembali memperhitungkan risiko tekanan inflasi yang lebih persisten. Kondisi tersebut menjadi penting bagi harga emas karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Dupoin Futures melihat kebijakan The Fed masih menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pergerakan XAUUSD. Setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih kuat, ekspektasi pasar terhadap suku bunga kembali menjadi perhatian. Suku bunga yang berpotensi lebih tinggi dapat memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield Treasury, yang pada saat bersamaan dapat membatasi daya tarik emas. Ketika yield Treasury meningkat, investor memiliki alternatif aset dengan imbal hasil yang lebih tinggi sehingga biaya peluang memegang emas ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Karena itu, dalam analisis Dupoin Futures, arah pergerakan yield Treasury dan dolar AS menjadi dua indikator yang perlu terus dicermati untuk menentukan potensi XAUUSD dalam jangka pendek. Di sisi lain, pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury dapat memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Apabila ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi mereda. Situasi tersebut dapat menjadi katalis bagi emas untuk melakukan pemulihan dari area support. Perhatian pasar kini mulai bergeser ke data inflasi Amerika Serikat, terutama Consumer Price Index atau CPI. Data tersebut menjadi penting setelah laporan tenaga kerja AS memberikan sinyal yang relatif kuat. Menurut Dupoin Futures, pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan harga di Amerika Serikat masih cukup tinggi untuk memengaruhi keputusan The Fed pada pertemuan September. Jika CPI menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, pasar berpotensi meningkatkan kembali ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Skenario tersebut dapat memberikan dukungan bagi dolar AS dan yield Treasury sekaligus meningkatkan tekanan terhadap XAUUSD. Kondisi ini akan memperkuat risiko harga emas untuk menguji area 4.365–4.331 seperti yang diproyeksikan Dupoin Futures. Sebaliknya, apabila data CPI menunjukkan perlambatan inflasi, peluang pelonggaran kebijakan The Fed dapat kembali menjadi perhatian. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan yield Treasury sehingga memberikan dukungan bagi harga emas. Dalam kondisi demikian, XAUUSD dapat memperoleh momentum untuk kembali naik dan menguji resistance 4.440. Faktor geopolitik juga masih menjadi elemen penting dalam pergerakan emas. Ketegangan AS-Iran dan kondisi di sekitar Strait of Hormuz berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik biasanya mendorong investor mencari aset yang dinilai lebih defensif. Namun, Dupoin Futures menilai pengaruh geopolitik terhadap emas perlu dilihat bersamaan dengan dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi. Kenaikan minyak akibat ketegangan geopolitik dapat meningkatkan risiko inflasi, yang kemudian berpotensi membuat The Fed lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Dengan demikian, sentimen geopolitik tidak selalu memberikan dampak satu arah terhadap harga emas. Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat pergerakan XAUUSD berpotensi berlangsung volatil. Dari sisi teknikal, Dupoin Futures masih melihat peluang pelemahan setelah harga gagal menembus resistance 4.440 dan membentuk pola ABC Correction. Sementara dari sisi fundamental, arah dolar AS, yield Treasury, ekspektasi suku bunga, data CPI, serta perkembangan konflik AS-Iran akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas. Berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.365–4.331 menjadi target support yang perlu diperhatikan jika tekanan jual berlanjut. Selama XAUUSD belum mampu menembus kembali level 4.440, skenario koreksi masih menjadi perhatian utama Dupoin Futures untuk perdagangan hari ini. Pelaku pasar perlu mencermati respons harga ketika mendekati area support tersebut. Jika 4.365–4.331 mampu bertahan, peluang rebound dapat kembali terbuka. Namun, apabila support tersebut ditembus, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Dengan demikian, menurut Dupoin Futures, pergerakan emas hari ini akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan dari ekspektasi suku bunga dan permintaan safe haven akibat risiko geopolitik.

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Naik ke 4.551–4.634 Internasional
Internasional
Senin, 07 September 2026 | 08:30 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Naik ke 4.551–4.634

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan. Analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, harga emas pada time frame Weekly berhasil melakukan rejection kuat di area support 4.383 hingga 4.310. Kondisi tersebut membuka peluang bagi XAUUSD untuk bergerak menuju resistance terdekat di kisaran 4.551 hingga 4.634. Menurut Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.383–4.310 menjadi level penting untuk mempertahankan skenario bullish. Selama harga tidak menembus zona support tersebut, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka. Apabila momentum beli berlanjut, XAUUSD berpotensi terlebih dahulu menguji level 4.551 sebelum bergerak menuju resistance berikutnya di 4.634. Sebaliknya, penembusan support 4.383–4.310 dapat mengubah prospek pergerakan harga. Dupoin Futures menilai apabila harga mampu menembus dan bertahan di bawah area tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga skenario bullish perlu dievaluasi kembali. Karena itu, respons harga di sekitar support menjadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar pekan depan. Selain faktor teknikal, pergerakan emas akan sangat dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat, khususnya indikator pasar tenaga kerja dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Data ADP Agustus yang hanya menunjukkan penambahan 38 ribu pekerjaan membuat pasar kembali mencermati potensi perlambatan pasar tenaga kerja AS. Kondisi tersebut turut memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed. Perhatian berikutnya akan tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls atau NFP. Data payrolls, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah berpotensi menjadi katalis utama bagi harga emas pekan depan. Hasil NFP yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan memberikan sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih kuat dapat mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan yield Treasury Amerika Serikat, sehingga dapat memberikan tekanan terhadap XAUUSD. Oleh sebab itu, Dupoin Futures melihat data tenaga kerja AS sebagai salah satu faktor utama yang dapat menentukan apakah momentum bullish emas mampu berlanjut. Di sisi lain, perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran juga masih menjadi perhatian. Ketegangan di sekitar Strait of Hormuz dan kenaikan harga minyak dapat memberikan pengaruh ganda terhadap emas. Peningkatan risiko geopolitik berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, kenaikan harga energi juga dapat meningkatkan risiko inflasi dan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Kondisi tersebut membuat arah emas pekan depan akan ditentukan oleh kombinasi faktor teknikal, data ekonomi, dan sentimen geopolitik. Jika data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan sementara risiko geopolitik tetap tinggi, emas berpotensi mendapatkan dukungan dari meningkatnya ekspektasi pelonggaran suku bunga sekaligus permintaan safe haven. Berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, peluang bullish XAUUSD masih terbuka selama support 4.383–4.310 mampu dipertahankan. Dalam skenario tersebut, harga emas berpotensi bergerak menuju resistance 4.551 hingga 4.634. Pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta perkembangan konflik AS-Iran. Selama area support utama tidak ditembus, Dupoin Futures melihat peluang kenaikan masih menjadi skenario yang perlu diperhatikan untuk pergerakan harga emas pada pekan depan.

Emas Jadi Bekal Pensiun, Apakah Bisa? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 07 September 2026 | 07:30 WIB

Emas Jadi Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

Jakarta, katakabar.com - Pensiun mungkin masih terasa jauh ketika usia produktif sedang sibuk membangun karier. Namun, semakin panjang waktu yang tersedia, semakin banyak kesempatan untuk menyiapkan kebutuhan di masa depan. Salah satu aset yang dapat dipertimbangkan adalah emas. Emas telah lama digunakan sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai aset, termasuk untuk tujuan keuangan jangka panjang. Namun, apakah menjadikan emas sebagai bekal pensiun benar benar bisa dilakukan? Jawabannya, emas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari rencana keuangan untuk masa pensiun, dengan tetap memahami bahwa harga emas dapat naik dan turun serta tidak memberikan imbal hasil tetap. Apakah Emas Bisa Bekal Pensiun? Emas dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari strategi investasi jangka panjang. Untuk kebutuhan pensiun, hal yang perlu diperhatikan adalah jangka waktu, tujuan dana, kemampuan menabung, dan risiko investasi. Misalnya, seseorang yang masih memiliki waktu 15 atau 20 tahun sebelum pensiun dapat mulai mengalokasikan sebagian dana secara berkala untuk emas. Dengan periode yang panjang, pembelian dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus mengandalkan satu kali pembelian dalam jumlah besar. Tetapi, emas sebaiknya tidak dianggap sebagai satu satunya sumber dana pensiun. Diversifikasi tetap penting agar rencana keuangan tidak bergantung pada pergerakan satu jenis aset. Investasi Emas Pemula, Mulai dari Mana? Untuk investasi emas pemula, kamu tidak perlu langsung memulai dengan nominal besar. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menentukan nominal rutin yang sesuai dengan kemampuan. Misalnya, kamu menetapkan alokasi Rp100.000 setiap bulan. Dalam satu tahun, total dana pembelian secara nominal menjadi Rp1,2 juta, dengan asumsi dilakukan setiap bulan dan belum memperhitungkan perubahan harga emas. Nominal tersebut dapat disesuaikan ketika kondisi keuangan berubah. Jangan menggunakan dana untuk kebutuhan utama atau dana darurat untuk membeli emas. Pastikan kebutuhan sehari hari dan kewajiban finansial tetap terpenuhi terlebih dahulu. Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun? 1. Tentukan Target Dana Pensiun Hitung perkiraan kebutuhan hidup setelah pensiun. Pertimbangkan biaya tempat tinggal, kesehatan, kebutuhan sehari hari, dan pengeluaran lain yang mungkin muncul. 2. Jangan Menggunakan Seluruh Dana untuk Emas Emas dapat menjadi salah satu bagian dari aset, tetapi rencana pensiun sebaiknya tidak bergantung pada satu instrumen saja. 3. Pahami Risiko Harga Harga emas dapat naik dan turun. Jangan menganggap kenaikan harga masa lalu sebagai jaminan kenaikan di masa depan. 4. Perhatikan Selisih Harga Beli dan Jual Saat menjual emas, harga yang diterima dapat berbeda dari harga ketika membeli. Perbedaan ini perlu diperhitungkan ketika menentukan target investasi. 5. Evaluasi Secara Berkala Rencana pensiun dapat berubah seiring perubahan penghasilan, kebutuhan, dan usia. Evaluasi aset secara berkala agar strategi tetap sesuai dengan tujuan. Jadi, Bisa Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun? Bisa, selama emas ditempatkan sebagai salah satu bagian dari rencana keuangan pensiun. Emas dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin membangun aset secara bertahap dalam jangka panjang. Namun, jangan menganggap emas sebagai instrumen yang pasti memberikan keuntungan atau sebagai satu satunya sumber dana pensiun. Bagi investasi emas pemula, memulai dari nominal kecil dan melakukan pembelian secara berkala dapat menjadi salah satu cara membangun kebiasaan. Untuk yang mencari cara menabung emas di bank, Neo Emas di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce bisa menjadi pilihan. Melalui Neo Emas, kamu dapat melakukan pembelian dan penjualan emas secara digital melalui mitra Lakuemas dan Treasury di aplikasi neobank, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Pembelian dapat dimulai dari Rp10.000. Dengan emas digital, kamu tidak perlu menyimpan emas fisik sendiri di rumah. Saldo kepemilikan tercatat secara digital sesuai mekanisme layanan. Investasi emas online neobank memungkinkan kamu melakukan transaksi jual-beli emas secara digital melalui aplikasi. Investasi emas mengandung risiko. Harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sehingga nilai investasi tidak dijamin. Pastikan kamu membaca informasi produk dan memahami seluruh syarat serta ketentuan sebelum melakukan transaksi. Layanan investasi emas di aplikasi neobank mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika ingin mulai investasi emas unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Emas di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Emas Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204 Internasional
Internasional
Sabtu, 05 September 2026 | 09:05 WIB

Emas Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diprediksi masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures melihat harga emas pada time frame Daily masih berpotensi mengalami pelemahan menuju area support 4.237 hingga 4.204. Proyeksi Dupoin Futures tersebut menunjukkan tekanan jual masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek, meskipun penurunan yang terjadi belum dapat langsung dikategorikan sebagai pembalikan tren utama. Menurut analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, pergerakan emas saat ini masih membentuk secondary trend setelah sebelumnya mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Dengan kondisi tersebut, koreksi menuju area 4.237–4.204 masih dianggap sebagai pergerakan yang wajar dalam struktur pasar. Dupoin Futures menilai area support tersebut akan menjadi zona penting untuk menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa selama area support 4.237 hingga 4.204 masih mampu menahan tekanan jual, peluang harga emas untuk kembali bergerak mengikuti tren utamanya tetap terbuka. Artinya, pelemahan yang terjadi belum secara otomatis mengindikasikan bahwa tren utama emas telah berubah menjadi bearish. Sebaliknya, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa kegagalan harga mempertahankan area support tersebut dapat meningkatkan risiko pelemahan lanjutan. Apabila XAUUSD mampu menembus support 4.237–4.204 dan bertahan di bawah zona tersebut, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Kondisi ini menjadi skenario yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati pergerakan harga emas hari ini. Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, perbedaan antara koreksi dan pembalikan tren menjadi hal penting. Koreksi dapat terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan tren utama dalam periode tertentu, sementara tren reversal membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures masih menempatkan area 4.237–4.204 sebagai level kunci untuk melihat apakah tekanan yang terjadi hanya bersifat sementara atau berpotensi berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam. Selain faktor teknikal, Dupoin Futures turut mencermati sejumlah sentimen fundamental yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas. Salah satu faktor utama datang dari perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Strait of Hormuz. Eskalasi ketegangan tersebut kembali mendorong harga minyak naik lebih dari US$4 per barel dan meningkatkan perhatian pasar terhadap risiko inflasi yang berasal dari sektor energi. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi pasar emas karena perubahan harga energi dapat memengaruhi ekspektasi inflasi. Dupoin Futures melihat kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan Federal Reserve atau The Fed. Jika kenaikan harga energi membuat inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Perubahan ekspektasi suku bunga tersebut kemudian dapat tercermin melalui pergerakan yield Treasury Amerika Serikat dan dolar AS. Dalam kondisi yield Treasury meningkat, harga emas cenderung menghadapi tekanan karena kenaikan imbal hasil obligasi dapat mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan bunga seperti emas. Karena itu, pergerakan yield menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan dalam analisis pasar emas Dupoin Futures. Di sisi lain, pelemahan yield Treasury dan dolar AS berpotensi memberikan dukungan bagi XAUUSD. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar dapat meningkatkan minat terhadap emas, terutama apabila disertai dengan pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang akan dicermati Dupoin Futures dalam melihat peluang pergerakan emas selanjutnya. Faktor geopolitik juga tetap menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Ketegangan AS-Iran dan risiko yang berkaitan dengan Strait of Hormuz dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik, emas biasanya mendapatkan dukungan karena investor mencari aset yang dinilai lebih defensif untuk menghadapi peningkatan risiko pasar. Namun, terdapat dinamika lain yang perlu diperhatikan. Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dapat memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan yield Treasury dan memberikan dukungan terhadap dolar AS apabila pasar kembali memperkirakan kebijakan The Fed akan bertahan lebih ketat. Lantatan itu, Dupoin Futures menilai pergerakan emas akan dipengaruhi oleh tarik-menarik antara permintaan safe haven dan tekanan dari faktor suku bunga. Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, khususnya data tenaga kerja. Menurut analisis Dupoin Futures, perkembangan pasar tenaga kerja dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan The Fed. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga dan memberikan sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang lebih kuat, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan yield Treasury sekaligus memberikan tekanan terhadap XAUUSD. Dengan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures melihat pergerakan emas hari ini masih berpotensi berlangsung volatil. Dari perspektif teknikal, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD masih dapat mengalami koreksi menuju support 4.237 hingga 4.204. Reaksi harga di area tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah emas berikutnya. Jika support 4.237–4.204 mampu bertahan, Dupoin Futures menilai peluang terjadinya pemulihan harga masih terbuka dan emas berpotensi kembali mengikuti tren utamanya. Jika harga menembus area tersebut, risiko tekanan jual yang lebih besar perlu diwaspadai. Dengan demikian, berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.237–4.204 menjadi level yang perlu mendapat perhatian utama dalam perdagangan XAUUSD hari ini. Selain perkembangan teknikal, pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan harga minyak, yield Treasury AS, dolar AS, perkembangan konflik AS-Iran, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah koreksi harga emas masih bersifat sementara atau berkembang menjadi tekanan bearish berikutnya.

Harga Emas Gagal Tembus 4.464, Akankah Jatuh ke 4.396? Internasional
Internasional
Kamis, 03 September 2026 | 15:11 WIB

Harga Emas Gagal Tembus 4.464, Akankah Jatuh ke 4.396?

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pekan pertama September 2026. Soalnya menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada time frame H4 belum menunjukkan kekuatan yang cukup untuk melanjutkan penguatan. Harga belum berhasil ditutup di atas resistance 4.464 dan justru membentuk swing high baru. Kondisi tersebut, ujarnya, menjadi indikasi bahwa tekanan jual masih cukup kuat, sehingga Dupoin Futures memperkirakan XAUUSD berpotensi bergerak turun menuju area support 4.415 hingga 4.396. Secara teknikal, kata Geraldo, Dupoin Futures melihat level resistance 4.464 sebagai salah satu area penting dalam pergerakan harga emas saat ini. Upaya buyer untuk membawa harga melewati level tersebut belum menghasilkan breakout yang meyakinkan. Kegagalan tersebut menunjukkan seller masih mampu menahan kenaikan XAUUSD. "Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance tersebut, Dupoin Futures menilai peluang koreksi masih terbuka pada perdagangan," ucapnya. Pembentukan swing high baru turut menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan harga belum memberikan konfirmasi kuat mengenai perubahan tren menuju bullish. Ketika harga gagal melanjutkan kenaikan setelah membentuk swing high, tekanan jual berpotensi kembali muncul. Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD berpeluang bergerak menuju support terdekat di 4.415. Apabila tekanan jual semakin kuat, Dupoin Futures memproyeksikan pelemahan dapat berlanjut menuju level 4.396. Area tersebut menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Respons harga ketika mencapai kisaran 4.415–4.396 akan menjadi penting untuk menentukan apakah XAUUSD berpotensi mengalami rebound atau justru melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah. Masih Dupoin Futures, support 4.415 dan 4.396 dapat menjadi area yang menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Jika buyer kembali masuk dan mampu mempertahankan harga di atas support, terdapat peluang terjadinya pemulihan dalam jangka pendek. Namun, apabila tekanan bearish berhasil membawa harga menembus support tersebut, Dupoin Futures menilai risiko pelemahan lanjutan akan semakin terbuka. Di luar faktor teknikal, Dupoin Futures melihat harga emas masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pasar terus mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah komentar hawkish Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole sebelumnya. Pernyataan tersebut membuat investor kembali memperhitungkan kemungkinan perubahan suku bunga pada September, sehingga pergerakan dolar AS dan Treasury Yield menjadi perhatian utama. Kenaikan US Treasury Yield berpotensi memberikan tekanan terhadap emas. Dupoin Futures menjelaskan bahwa ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, aset tersebut menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas dan mendorong sebagian investor mengurangi eksposurnya terhadap logam mulia. Pergerakan dolar AS juga menjadi faktor yang diperhatikan Dupoin Futures. Ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi dapat memberikan dukungan terhadap dolar AS. Jika dolar kembali menguat, harga emas berpotensi menghadapi tekanan karena emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Situasi tersebut dapat memperkuat tekanan bearish yang terlihat pada grafik teknikal XAUUSD. Tetapi, Dupoin Futures menilai terdapat faktor lain yang berpotensi membatasi pelemahan emas, yaitu meningkatnya risiko geopolitik. Eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian pasar dan berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, investor biasanya meningkatkan perhatian terhadap emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai. Kondisi geopolitik tersebut membuat arah harga emas tidak hanya ditentukan oleh faktor suku bunga dan yield. Dupoin Futures melihat apabila ketegangan AS-Iran semakin meningkat, permintaan safe haven dapat memberikan dukungan terhadap XAUUSD. Sentimen tersebut berpotensi menahan laju penurunan meskipun secara teknikal harga masih berada dalam tekanan. Di sisi lain, Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Data ekonomi dapat memengaruhi kembali ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Data yang menunjukkan ekonomi AS tetap kuat berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan memberikan tekanan terhadap emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat mengurangi tekanan terhadap XAUUSD melalui perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures masih melihat prospek harga emas hari ini cenderung bearish dalam jangka pendek. Kegagalan XAUUSD menembus resistance 4.464 menjadi salah satu sinyal utama yang mendukung skenario tersebut. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan peluang pelemahan menuju support 4.415 hingga 4.396 masih terbuka. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan harga ketika memasuki area support tersebut. Jika support mampu bertahan, Dupoin Futures melihat peluang rebound masih dapat terjadi. Apabila XAUUSD menembus area 4.396, tekanan jual berpotensi semakin kuat. Pada saat yang sama, perkembangan Treasury Yield, dolar AS, kebijakan The Fed, serta eskalasi AS-Iran dapat meningkatkan volatilitas harga emas. Dengan demikian, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpotensi melemah menuju 4.415–4.396 pada perdagangan hari ini. Resistance 4.464 menjadi level penting yang perlu diperhatikan untuk melihat potensi perubahan momentum. Selama resistance tersebut belum berhasil ditembus secara meyakinkan, Dupoin Futures masih menempatkan skenario koreksi sebagai proyeksi utama, dengan perkembangan kebijakan The Fed dan sentimen safe haven menjadi faktor fundamental yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas sepanjang perdagangan.