ETF

Sorotan terbaru dari Tag # ETF

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:05 WIB

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin

Jakarta, katakabar.com - Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama pengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026.  FLOQ menilai peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital.  Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.  Di saat yang sama, pasar kripto juga menghadapi tekanan dari perpindahan lebih dari 10.000 BTC yang terkait dengan estate Mt. Gox, serta arus keluar (outflow) ETF kripto di Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar AS dalam sepekan. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga Bitcoin turun dari level psikologis 70.000 dolar AS dan sempat menyentuh area 60.000 dolar AS.  “Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. Meski tekanan jangka pendek masih tinggi, kami melihat koreksi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan penting bagi investor untuk tetap berfokus pada fundamental serta manajemen risiko,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ.  Berdasarkan tim riset FLOQ, sebagian pelaku pasar memandang penurunan harga Bitcoin ke area 66.000 dolar AS hingga 69.000 dolar AS sebagai leverage flush atau proses pembersihan posisi berlebihan yang berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan harga berikutnya. Namun, potensi rebound akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah, dan kepastian distribusi aset Mt. Gox tidak memicu tekanan jual besar-besaran di pasar terbuka.  Selain faktor global, pasar domestik Indonesia juga menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun lebih dari 4 persen pada awal Juni, didorong oleh sentimen risk-off dan arus keluar modal asing. Di tengah kondisi tersebut, otoritas memilih untuk tidak melakukan intervensi karena tingkat inflasi nasional masih berada pada level yang terkendali.  FLOQ juga menyoroti kembali penegasan Pemerintah Provinsi Bali terkait larangan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran. Kebijakan tersebut menegaskan di Indonesia, aset kripto tetap diposisikan sebagai komoditas investasi, dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah.  Pada situasi pasar saat ini, FLOQ merekomendasikan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan fokus pada aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin bagi investor pemula. Sementara bagi trader aktif, disiplin dalam penggunaan stop-loss dan pengurangan leverage dinilai penting untuk menghadapi volatilitas yang tinggi. Untuk investor jangka panjang, momentum koreksi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi aset dengan fundamental kuat, dengan tetap memperhatikan risiko inflasi energi global apabila ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar terealisasi.  Ke depan, FLOQ memperkirakan arah pasar kripto pada Juni 2026 akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kondisi likuiditas global, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Dalam kondisi pasar yang dinamis, pendekatan investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang dinilai menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi fluktuasi pasar aset digital.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform aset kripto terdaftar dan berizin di Indonesia yang berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, 255.000+ pengikut media sosial, serta komunitas yang terus berkembang dengan lebih dari 28.000 anggota aktif, FLOQ secara konsisten membangun ekosistem berbasis edukasi, inovasi, dan kepercayaan melalui inisiatif seperti FLOQ Academy dan FLOQ Circle. Melalui pendekatan inklusif dan berorientasi jangka panjang, FLOQ berupaya memperluas literasi finansial serta mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

XRP Kembali Terkoreksi di Tengah Debut ETF dan Lonjakan Investor Institusi Internasional
Internasional
Minggu, 14 Desember 2025 | 11:00 WIB

XRP Kembali Terkoreksi di Tengah Debut ETF dan Lonjakan Investor Institusi

Jakarta, katakabar.com - XRP baru-baru ini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, mencapai $2.00 dengan koreksi sebesar 6 persen dalam tujuh hari. Penurunan ini terjadi meski ekosistem Ripple secara keseluruhan mencatatkan kinerja institusional terkuatnya dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu alasan utama di balik penurunan harga ini terkait erat dengan peristiwa keuangan yang terstruktur, yakni berakhirnya sejumlah besar kontrak opsi XRP. Ketika kontrak-kontrak derivatif ini mencapai masa kadaluarsa, harga yang terjadi di pasar berada di bawah level yang dikenal sebagai harga max pain. Kondisi ini seringkali memaksa banyak trader untuk menjual aset mereka guna membatasi kerugian, yang secara instan menciptakan tekanan jual yang cepat dan signifikan. Selain faktor internal ini, aset digital ini juga terseret oleh sentimen pasar yang lebih luas. Terlihat adanya pergeseran minat investor secara umum ketika pasar aset kripto secara keseluruhan mengalami kontraksi, altcoin seperti XRP ini cenderung kehilangan perhatian, sementara aset utama seperti Bitcoin justru semakin mendominasi, menunjukkan bahwa modal mengalir keluar dari sektor altcoin. Menariknya, pelemahan harga ini berlawanan secara tajam dengan kondisi fundamental XRP yang sedang berada di puncaknya. Minat dari kalangan investor besar dan institusi terhadap ekosistem Ripple terlihat sangat jelas. Misalnya, peluncuran produk investasi yang diperdagangkan di Exchange Traded Fund XRP pertama di Amerika Serikat yang menarik perhatian finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Volume perdagangan hari pertama produk ini menjadi yang terbesar sepanjang tahun untuk kelas aset sejenis, dan nilai aset yang dikelolanya melonjak pesat, menandakan kepercayaan yang kuat dari investor institusional. Selain itu, ekosistem XRP semakin diperkaya dengan hadirnya stablecoin baru dari Ripple yang dengan cepat mencapai kapitalisasi pasar yang besar, menambah utilitas dan likuiditas. Secara keseluruhan, total dana institusional yang masuk melalui produk ETF terkait XRP terus bertumbuh, menggarisbawahi adopsi yang solid dari pihak-pihak dengan modal besar. Meskipun fondasi ekosistemnya kukuh, harga XRP kini berada di sebuah persimpangan teknis yang sangat penting. Para analis pasar menaruh perhatian pada sebuah level support yang sangat krusial. Level ini akan menjadi batas penentu apakah harga akan melanjutkan penurunan atau memulai pemulihan. Apabila harga mampu mempertahankan posisinya di atas batas support ini, maka para pembeli diperkirakan akan mendapatkan momentum untuk mendorong harga kembali naik, berpotensi memulai sebuah tren bullish baru. Jika batas support vital ini gagal dipertahankan, maka aset ini kemungkinan besar akan mengalami penurunan nilai yang lebih dalam sebelum akhirnya menemukan pijakan yang kuat untuk memulai pemulihan. Oleh karena itu, langkah selanjutnya bagi XRP akan sangat ditentukan oleh seberapa kuat pasar merespons di level teknis yang sangat signifikan ini. Pada konteks ini, investasi bukan hanya tentang memaksimalkan potensi keuntungan, tetapi yang lebih fundamental adalah tentang strategi cerdas untuk membangun dan memelihara nilai aset yang sudah dimiliki di tengah pergerakan pasar. Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Sehingga sangat penting untuk memilih platform investasi yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan, berizin merupakan top 3 crypto exchange di Indonesia berdasarkan Coingecko, dan telah resmi beroperasi sejak 2022. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya

Resmi Hadir! ETF Spot XRP Diluncurkan dengan Volume Transaksi Fantastis! Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 19 November 2025 | 23:00 WIB

Resmi Hadir! ETF Spot XRP Diluncurkan dengan Volume Transaksi Fantastis!

Jakarta, katakabar.com - Dunia aset kripto kembali mencatat sejarah baru pada 13 November 2025 lalu, saat ETF spot pertama yang melacak XRP resmi diperdagangkan kepada publik. Produk yang diluncurkan Canary Capital ini, dengan ticker XRPC, langsung mencuri perhatian pasar global berkat performa debut yang luar biasa. Dalam tiga jam pertama setelah peluncuran, XRPC mencatat volume perdagangan lebih dari US$ 36 juta, sebuah pencapaian yang menandai antusiasme kuat investor terhadap aset yang selama ini sempat terseret ketidakpastian regulasi. XRPC diperdagangkan di kisaran US$ 25,74, sementara volume yang tercatat menunjukkan minat pasar terhadap produk ini sangat besar. Untuk konteks, volume tersebut mencapai sekitar 63 persen dari volume hari pertama milik ETF spot BSOL dari Bitwise Asset Management produk yang selama ini dikenal sebagai salah satu tolok ukur performa ETF kripto tahun 2025. Dengan kata lain, XRPC berhasil mencatat performa yang sangat kompetitif hanya dalam beberapa jam pertama peluncurannya. Analis ETF senior dari Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, bahkan menyebut performa XRPC berpotensi melampaui ekspektasi awal sebesar US$ 17 juta. Tidak hanya itu, ia menyatakan XRPC mungkin mampu menantang atau bahkan menyaingi rekor debut BSOL yang mencapai US$ 57 juta dalam satu hari. Jika skenario ini terjadi, ulasnya, XRP akan resmi menempatkan dirinya di jajaran aset kripto yang mampu menarik perhatian institusional pada level yang sebanding dengan proyek-proyek blockchain besar lainnya. Peluncuran XRPC bukan sekadar angka, melainkan sebuah tonggak penting dalam perkembangan XRP dan ekosistemnya. Diketahui, XRP selama beberapa tahun terakhir berada dalam bayang-bayang ketidakpastian hukum yang cukup panjang akibat proses litigasi antara Ripple dan regulator Amerika Serikat. Ketidakpastian tersebut sempat membuat banyak investor institusional menahan diri. Tetapi, hadirnya ETF spot pertama ini menjadi sinyal kuat bahwa keraguan itu perlahan memudar dan minat institusional terhadap XRP justru meningkat. ETF spot seperti XRPC memungkinkan investor tradisional yang sebelumnya enggan membeli kripto secara langsung untuk mendapatkan eksposur terhadap XRP melalui kerangka keuangan yang lebih familiar, aman, dan teratur. Dengan kata lain, peluncuran ETF ini menjadi bukti bahwa XRP telah masuk ke babak baru: era adopsi institusional. Saatnya Investor Indonesia Turut Ikuti Tren Global Di tengah perkembangan pesat dunia aset digital internasional ini, investor Indonesia juga memiliki peluang untuk terlibat dan mempelajari aset-aset kripto seperti XRP melalui platform investasi yang aman dan tepercaya. Nanovest, aplikasi investasi Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital, kini menjadi salah satu pilihan terbaik untuk memulai perjalanan investasi. Melalui aplikasi Nanovest, kamu dapat mengeksplor berbagai jenis aset kripto selain XRP dan mulai berinvestasi dengan mudah. Bagi kamu yang ingin memulai namun masih ragu, Nanovest memberikan lapisan keamanan tambahan. Aset kamu terlindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman. Dengan tampilan aplikasi yang sederhana dan informatif, Nanovest memungkinkan investor untuk memahami, memantau, dan memperluas portofolio dengan nyaman. Aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan App Store, sehingga kamu dapat langsung mengunduh dan mulai berinvestasi kapan saja. Pencapaian volume perdagangan yang tinggi di hari debut XRPC jelas menunjukkan adanya permintaan nyata terhadap eksposur reguler XRP melalui instrumen yang lebih konvensional seperti ETF. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa tingginya volume tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa akan ada aliran dana besar-besaran secara berkelanjutan ataupun reli harga dalam waktu dekat. ETF spot cenderung digunakan oleh investor institusional untuk memperoleh eksposur yang stabil dan terukur. Oleh karena itu, kinerja jangka panjang XRPC akan sangat bergantung pada kondisi pasar, sentimen investor, serta perkembangan regulasi yang terus berjalan. Meski demikian, momentum debut ini memberikan sinyal kuat bahwa XRP tidak lagi dipandang sebagai aset bermasalah, melainkan sebagai salah satu aset kripto yang kini mendapat legitimasi dalam ranah finansial tradisional. Jika antusiasme ini bertahan, bukan tidak mungkin XRP akan mengalami peningkatan adopsi yang lebih luas, baik di sektor ritel maupun institusional. ETF spot berpotensi menarik investor baru yang sebelumnya ragu masuk ke ekosistem kripto karena kompleksitas teknis dan inilah yang menjadikan XRPC sebagai pemicu babak baru dalam perjalanan XRP. Peluncuran ETF spot XRPC oleh Canary Capital menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah XRP, menandai pergeseran besar dalam cara aset ini dipandang oleh pasar global. Dengan volume perdagangan yang fantastis di hari pertama, XRPC mencerminkan minat yang terus tumbuh dari investor institusional, sekaligus membuka peluang bagi investor ritel di seluruh dunia untuk ikut serta.

OJK Kaji ETF Kripto Dorong Regulasi Pasar Inklusif Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 04 Mei 2025 | 23:12 WIB

OJK Kaji ETF Kripto Dorong Regulasi Pasar Inklusif

Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto sambut positif langkah Otoritas Jasa Keuangan atau OJK yang tengah mengkaji Exchange Traded Fund atau ETF kripto sebagai salah satu instrumen investasi baru di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Menurut Tokocrypto, kebijakan ini bisa menjadi momentum penting dalam memperluas adopsi aset kripto di kalangan investor tradisional. ETF kripto memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa perlu memiliki dan menyimpannya secara langsung. Inovasi ini diyakini mampu menjembatani antara pasar modal konvensional dan ekosistem aset digital yang sedang berkembang. CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, menilai langkah OJK sebagai bentuk keterbukaan terhadap transformasi pasar keuangan yang lebih modern dan inklusif. Ia menambahkan bahwa regulasi yang adaptif akan mendorong inovasi di sektor aset kripto sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi investor. "Inisiatif OJK untuk mengkaji ETF kripto merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia siap mengambil posisi lebih strategis di ranah investasi digital global. Skema ini bisa membuka akses lebih luas bagi investor ritel maupun institusional terhadap aset kripto, tanpa harus menghadapi kompleksitas teknis dalam kepemilikan aset digital," kata Wan Iqbal. Ia menambahkan, keberadaan ETF kripto dapat memperkuat legitimasi aset digital di Indonesia, serta memberi alternatif diversifikasi portofolio bagi investor. Dengan mekanisme yang teregulasi, ETF kripto diharapkan dapat menarik minat investor institusional yang sebelumnya mungkin ragu untuk berinvestasi langsung pada aset kripto. Lebih lanjut, hal ini berpotensi meningkatkan likuiditas pasar dan mengurangi volatilitas, menciptakan lingkungan investasi yang lebih stabil dan terpercaya. "Jika dirancang dengan regulasi yang tepat dan perlindungan investor yang memadai, ETF kripto bisa menjadi jembatan kepercayaan antara publik dan teknologi blockchain. Ini sejalan dengan semangat kami pelaku industri kripto untuk mendorong ekosistem yang aman, transparan, dan mudah diakses," jelasnya.

Masa Depan Staking Bitcoin dalam ETF Kripto, Dapatkah Diharapkan? Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 11 Agustus 2024 | 15:02 WIB

Masa Depan Staking Bitcoin dalam ETF Kripto, Dapatkah Diharapkan?

Jakarta, katakabar.com - Baru-baru ini, Komisaris SEC Hester Peirce menghidupkan kembali diskusi mengenai kemungkinan memasukkan fitur staking dan penebusan dalam bentuk barang dan jasa ke dalam ETF kripto. Komentar Peirce kepada Coinage Media membuka kemungkinan fitur-fitur ini, yang sebelumnya tidak disertakan dalam penawaran ETF awal, bisa saja dipertimbangkan kembali di masa mendatang.

Market Optimis Prediksi Harga ETH Tembus USD $10.000 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 24 Mei 2024 | 19:01 WIB

Market Optimis Prediksi Harga ETH Tembus USD $10.000

Jakarta, katakabar.com - Persetujuan dana perdagangan pada ETF Ethereum Spot di Amerika Serikat oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menghasilkan lonjakan signifikan harga berbagai aset kripto, terutama harga Ethereum (ETH) yang diprediksi akan mencapai level $10.000 atau sekitar Rp150 juta per koin. “Pertumbuhan harga dan fundamental Ethereum secara psikologis mulai terlihat saat wacana Ethereum Spot ETF naik pada bulan Oktober 2023, harga ETH naik sebesar 20 persen, enam bulan kemudian naik lagi dengan total mencapai 201 perzen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2023.” ujar M Yusuf Musa, Head of Strategy Nanovest. ETF suatu channel yang efektif untuk sebuah aset menjadi lebih likuid, kata Yusuf, hal ini Ethereum (ETH) sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar nomor 2 terbesar setelah Bitcoin (BTC) mulai mendapatkan tempat di hati investor besar. “Dengan masuknya capital in-flow dari investor besar ke ETH berpengaruh kepada ekosistem aset kripto berada pada jaringan Blockchain Ethereum. Aset kripto Layer-1 seperti MATIC, BNB, dan SOL berpotensi ikut naik seiring dengan disahkannya Ethereum Spot ETF," jelasnya. ETF memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam Ethereum tanpa harus langsung membeli dan menyimpan aset digital, yang sering kali dianggap lebih aman dan menarik bagi investor tradisional. Ini bisa meningkatkan permintaan Ethereum secara signifikan, yang pada gilirannya mendorong harga naik. ETF Ethereum berpotensi mendorong adopsi lebih luas dan integrasikan aset kripto ke dalam lanskap keuangan tradisional. Jadi, mempermudah akses investasi dan meningkatkan keamanan bagi para investor. Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, sebelumnya telah meningkatkan peluang persetujuan untuk proposal ini menjadi 75 persen, naik dari 25 persen. Tapi, peningkatan kemungkinan ini hanya berlaku untuk formulir 19b-4 (perubahan aturan bursa) dan S-1 (pernyataan pendaftaran). Saat ini SEC sedang meninjau aplikasi dari bursa saham yang ingin mendaftarkan ETF yang akan diperdagangkan bursa utama seperti NYSE dan Nasdaq. Dengan perspektif jangka panjang, investasi dalam Ethereum melalui ETF bisa menjadi langkah strategis yang menguntungkan, memberikan akses lebih luas kepada investor dan meningkatkan likuiditas pasar kripto secara keseluruhan. Kamu dapat melihat harga Ethereum hari ini melalui Nanovest, aplikasi investasi dengan koin kripto terlengkap yang bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk para investor di indonesia. Pengguna dapat mengakses lebih dari 600 koin kripto yang rare atau sulit didapatkan karena Nanovest berkomitmen untuk selalu melakukan listing setiap minggunya. Memiliki tampilan yang sangat simple & mudah untuk digunakan, Nanovest utamakan kenyamanan untuk para investor pemula. Tidak hanya itu, cukup dengan biaya yang kecil para pengguna bisa membeli berbagai jenis aset digital mulai dari 5000 rupiah saja tanpa harus dikenakan biaya transaksi. Bagi para investor yang ingin memulai investasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari resiko cybercrime. Dan Nanovest telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Kontak: Cindy Claudia Yunefi Senior Marketing Communication 0813 7273 8935 | [email protected]