Fondasi

Sorotan terbaru dari Tag # Fondasi

Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia Internasional
Internasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 15:05 WIB

Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Google.org umumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Google & YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7) lalu, yang juga menjadi momentum peluncuran laporan mengenai peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif Indonesia. Dukungan ini menandai kolaborasi antara Google.org dan ION dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur yang lebih terbuka, inklusif, dan interoperabel. Dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperkuat Digital Public Infrastructure (DPI) yang memungkinkan usaha mikro dan wirausaha, khususnya di wilayah perdesaan, memasuki pasar digital dengan lebih mudah, terbuka, dan tanpa dibebani biaya awal yang besar. Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Berbasis ONDC Indonesia Open Network (ION) merupakan inisiatif yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka (open digital commerce network) di Indonesia dengan mengadaptasi prinsip Open Network for Digital Commerce (ONDC), sebuah inisiatif Pemerintah India yang dirancang untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih terbuka, inklusif, dan tidak bergantung pada satu platform tertentu. ION dikembangkan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta berbagai mitra strategis lainnya. Berbeda dengan model marketplace konvensional yang mengumpulkan seluruh penjual dan pembeli dalam satu aplikasi, ION membangun jaringan terbuka yang menghubungkan penjual, pembeli, penyedia pembayaran, perusahaan logistik, lembaga keuangan, hingga berbagai aplikasi digital melalui standar teknologi yang sama. Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha cukup mendaftarkan identitas usaha beserta katalog produknya satu kali ke dalam jaringan ION. Setelah itu, produk dapat ditemukan dan ditransaksikan melalui berbagai aplikasi pembeli yang telah terhubung ke jaringan tersebut tanpa harus membuka dan mengelola toko secara terpisah di setiap platform. Presiden Direktur PT Indonesia Open Network, Bayu Prawira Hie menegaskan bahwa ION bukan dibangun sebagai marketplace baru, melainkan sebagai infrastruktur digital publik yang menghubungkan seluruh pelaku dalam ekosistem perdagangan digital. "ION bukan marketplace. ION adalah jaringan digital terbuka yang memungkinkan seluruh pelaku ekosistem perdagangan digital saling terhubung," ujar Bayu. Menurut Bayu, perdagangan digital saat ini masih didominasi oleh closed network, yaitu ekosistem tertutup yang dikendalikan oleh masing-masing platform. Sebaliknya, ION mengusung konsep open network yang memungkinkan marketplace, sistem pembayaran, perbankan, perusahaan logistik, hingga pelaku UMKM saling terhubung melalui protokol yang sama. "Yang kami bangun adalah infrastrukturnya. Marketplace tetap ada, tetapi semuanya dapat saling terhubung dalam jaringan yang sama," tambahnya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengatasi fragmentasi perdagangan digital sekaligus memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha dalam memilih layanan pembayaran, logistik, maupun platform penjualan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Semakin banyak pelaku yang bergabung ke dalam jaringan, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat tercipta melalui efek jaringan (network effect). AI Berpotensi Tambah Rp910 Triliun bagi Perekonomian Indonesia Pengumuman hibah tersebut juga bertepatan dengan peluncuran AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Google bersama Public First dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI secara lebih luas berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun (US$55 miliar) atau setara sekitar 3,8% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, apabila usaha kecil dan menengah mampu mengadopsi AI pada tingkat yang setara dengan perusahaan besar. Saat ini, baru sekitar 14,5% UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan AI, dibandingkan dengan 62,5% perusahaan berskala besar. Menurut Vice President Government Affairs and Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, kesenjangan tersebut justru menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia. "Jadi, peluang besar ada di depan kita," kata Markham. Menurutnya, apabila tingkat adopsi AI di kalangan UMKM dapat ditingkatkan hingga setara dengan perusahaan besar, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun sekaligus menciptakan lebih dari 510.000 lapangan kerja baru melalui lahirnya produk, layanan, dan model bisnis baru. Selain itu, pemanfaatan generative AI di sektor kreatif dan media diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi tahunan hingga Rp66 triliun. Teknologi tersebut juga berpotensi menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun bagi pekerja kreatif, sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan ide, kreativitas, dan storytelling. Sementara itu, teknologi lokalisasi berbasis AI seperti penerjemahan otomatis, subtitling, dan dubbing diperkirakan dapat membuka potensi ekspor ekonomi kreatif hingga Rp6,7 triliun setiap tahun. Fondasi Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia Google juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab. Perusahaan menilai AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang ekonomi baru, serta membantu kreator dan pelaku usaha Indonesia menjangkau pasar global sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai Indonesia harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai pasar digital, tetapi juga sebagai pusat lahirnya karya kreatif dan kekayaan intelektual. "Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang," ucap Irene. Melalui dukungan Google.org, pengembangan ION sebagai jaringan perdagangan digital terbuka diharapkan mampu mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus memperluas akses mereka terhadap pembayaran digital, logistik, pembiayaan, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas. Dengan mengadaptasi model ONDC dari India dan menargetkan pemberdayaan 100.000 usaha mikro pada tahun pertama, ION diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem perdagangan digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif, sehingga semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ekonomi digital yang diproyeksikan terus tumbuh di era AI.

B2B Tech Asia Expo 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Tegaskan AI Fondasi Utama Bisnis di Asia Tenggara Internasional
Internasional
Senin, 13 Juli 2026 | 11:52 WIB

B2B Tech Asia Expo 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Tegaskan AI Fondasi Utama Bisnis di Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - Pameran dua hari yang dihelat VRIGroup bersama DailySocial ini mempertemukan lebih dari 2.800 pemimpin bisnis, penyedia software, pengembang AI, dan investor dari berbagai negara Asia. B2B Tech Asia Expo 2026 (BTA '26) resmi digelar pada 1 hingga 2 Juli 2026 lalu, di AXA Tower, Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta, membawa pesan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan software kini menjadi fondasi utama operasional perusahaan di Asia Tenggara. Pameran ini mempertemukan pemimpin perusahaan, penyedia software, pengembang AI, investor, hingga eksekutif transformasi digital dari berbagai negara di kawasan. Angkat tema "The Dawn of Asia's B2B Tech Mega Market", BTA '26 menyoroti meningkatnya investasi perusahaan pada otomatisasi, kecerdasan operasional, komputasi awan, serta platform produktivitas berbasis AI. Dua hari penyelenggaraan berhasil menarik sekitar 3.000 pengunjung yang mengikuti rangkaian keynote dan diskusi panel seputar adopsi AI di perusahaan, transformasi tenaga kerja, skalabilitas software, hingga pemanfaatan data dalam operasional bisnis. Pendiri sekaligus CEO VRIGroup, Yuiichiro Sasaki, menyampaikan Asia Tenggara telah melewati fase awal digitalisasi dan kini memasuki periode ketika integrasi AI dan software menjadi kebutuhan mendasar bagi perusahaan untuk beroperasi dan bertumbuh. Menurutnya, penyelenggaraan BTA '26 menjadi bukti bahwa pasar solusi B2B di kawasan ini telah benar-benar terbentuk. Sejalan hal itu, Pendiri dan CEO DailySocial Group, Rama Mamuaya, menjelaskan bahwa BTA '26 hadir sebagai ruang bagi perusahaan untuk mengevaluasi berbagai solusi AI dan software yang dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas bisnis mereka. Seiring semakin matangnya pasar software global, Asia Tenggara dinilai menjadi kawasan ekspansi baru bagi perusahaan teknologi B2B. Hal ini didorong oleh besarnya jumlah tenaga kerja digital, percepatan digitalisasi perusahaan, serta meningkatnya kebutuhan akan efisiensi operasional berbasis AI. Kini, AI tidak lagi diposisikan sebagai teknologi pelengkap, melainkan sebagai infrastruktur inti yang mendukung layanan pelanggan, operasional sumber daya manusia, keuangan, analitik, keamanan siber, hingga produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Selain sesi konferensi, BTA '26 juga menghadirkan area pameran yang memperkenalkan berbagai solusi bisnis mulai dari platform AI, software enterprise, layanan cloud, HR tech, infrastruktur fintech, solusi keamanan siber, hingga teknologi otomasi dari perusahaan regional maupun internasional. Penyelenggaraan hari kedua berfokus pada strategi perluasan inovasi perusahaan, operasional software lintas negara, sesi business matchmaking, serta perkembangan ekosistem teknologi perusahaan di Asia.

Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Lewat Intelligent Core Tekno
Tekno
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:08 WIB

Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Lewat Intelligent Core

Jakarta, katakabar.com - Lintasarta perkuat komitmen guna mendukung transformasi industri di era AI melalui jasa andalan Intelligent Core—The Intelligent Foundation Powering Indonesia's Digital Sovereignty. Intelligent Core membantu organisasi mengubah kompleksitas teknologi menjadi business outcomes yang dibutuhkan pelanggan dan industri melalui integrasi connectivity, cloud, cybersecurity, dan collaboration-AI dalam satu ekosistem digital yang aman, terhubung, dan andal. Hal tersebut disampaikan di acara Lintasarta Media Gathering yang berlangsung Selasa (9/6) kemarin, di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Lintasarta memaparkan bagaimana percepatan adopsi AI dalam memenuhi kebutuhan organisasi di berbagai sektor dengan cara mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital yang dimiliki Lintasarta dalam menghasilkan dampak bisnis yang nyata. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan industri. Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai strategic foundation yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (yang biasa disebut 4C capability) dalam satu end-to-end digital solution yang dapat secara signifikany) dalam satu end-to-end  meningkatkan Customer Experience (CX). Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui one end-to-end solution unifying the 4Cs, serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital bagi pelanggan (CX) yang terintegrasi, andal, dan efisien. “Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu Solusi Digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan. Sebagai implementasi nyata dari Intelligent Core, Lintasarta menghadirkan pendekatan berbasis Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan setiap sektor. Melalui pendekatan ini, Lintasarta bertransformasi dari penyedia layanan teknologi menjadi Industry Digital Infrastructure Orchestrator melalui Intelligent Core yang mengintegrasikan kapabilitas digital, AI, digital partner ecosystem, dan managed services untuk menghasilkan dampak bisnis yang lebih terukur. Lintasarta menghadirkan berbagai solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti diantaranya seperti Secure Banking Stack untuk sektor keuangan, Sovereign Government Stack untuk sektor pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail untuk sektor ritel. Setiap solusi dirancang untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital dan AI, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keandalan dan keamanan, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan. Saat ini Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan 74.196 jaringan di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, basis yang menjadikan integrasi 4C dalam satu arsitektur digital sebagai keunggulan nyata, bukan sekadar konsep. Melalui Intelligent Core, Lintasarta memperkuat perannya sebagai mitra strategis transformasi AI yang relevan dan trusted bagi industri nasional. Dengan menggabungkan sovereign infrastructure, AI, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Lintasarta berkomitmen membangun fondasi digital yang aman, andal terhubung, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia di era AI.

ION Siapkan Peluncuran dan Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 24 Mei 2026 | 14:05 WIB

ION Siapkan Peluncuran dan Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Open Network (ION) resmi awali langkah menuju peluncuran nasionalnya melalui ION Launch Workshop yang digelar di SMESCO, Jakarta, Senin (19/5) lalu. Workshop tersebut bakal dilaksanakan selama empat hari jadi tahapan penting persiapan peluncuran ION yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 nanti, dan ditargetkan menjadi fondasi baru ekosistem perdagangan digital terbuka di Indonesia. Berbeda dengan marketplace umumnya, ION hadir bukan sebagai platform tertutup yang mengendalikan seluruh transaksi, dan pengguna. ION dirancang sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) atau infrastruktur digital publik yang memungkinkan berbagai aplikasi, penyedia logistik, layanan pembayaran, UMKM, hingga pengembang teknologi terhubung dalam satu jaringan perdagangan terbuka yang saling terintegrasi. Workshop tersebut pertemukan berbagai mitra ekosistem yang akan terlibat dalam fase implementasi awal, mulai dari sektor perbankan, logistik, teknologi, pembayaran digital, hingga pengembang aplikasi yang dipersiapkan untuk fase go-live. Sachin V Gopalan dari ION Accelerator, mengatakan Indonesia menjadi negara kedua setelah India yang mengembangkan model open commerce berbasis jaringan terbuka. Menurutnya Indonesia membawa pendekatan yang lebih mutakhir. "Indonesia menghadirkan teknologi open commerce terbaru dan paling modern sebagai Digital Public Infrastructure. Sistem yang dibangun di Indonesia juga menggunakan pendekatan AI-first dan teknologi agent-native," ujarnya. Dijelaskannya, pengembangan ION di Indonesia juga diproyeksikan menjadi pintu menuju integrasi perdagangan digital lintas negara di kawasan ASEAN. Ketua Steering Committee ION, Dr. Bayu Prawira Hie, menjelaskan peluncuran ION ditargetkan berlangsung awal Juli, dan diharapkan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia. Peresmian itu direncanakan melibatkan Presiden RI, H Prabowo Subianto sebagai bagian dari tindak lanjut kerjasama digital kedua negara. Kata Dr. Bayu, peluncuran tersebut bukan sekadar acara seremonial. "Pada akhirnya yang paling penting adalah implementasi di lapangan. Implementasi itulah yang ingin kami tampilkan saat peresmian nanti," katanya. Dari Platform Tertutup Menuju Jalan Raya Digital Konsep utama ION sepanjang workshop dijelaskan melalui pendekatan yang berbeda dari platform digital saat ini. Dr. Bayu menggambarkan ION sebagai sebuah jalan raya digital yang dapat digunakan banyak pihak. "Kalau platform yang ada sekarang, pintu masuk dan pintu keluarnya dimiliki oleh satu perusahaan. Kalau ION, kami membangun satu jalan, sementara pihak lain bisa membuat pintu masuk dan pintu keluarnya sendiri," terangnya. Pendekatan tersebut, ucap Dr. Bayu, memungkinkan lebih banyak pihak membangun layanan di atas jaringan yang sama tanpa harus bergantung pada satu perusahaan besar. Pandangan itu diperkuat oleh Advisory Council Member ION, T Koshy, menilai tantangan terbesar justru mengubah cara berpikir industri digital. "ION bukan platform," tegas Koshy. Menurutnya, perdagangan digital selama ini cenderung memusatkan pengguna di satu platform besar. Model open network justru dibangun agar pembeli dan penjual memiliki akses yang lebih terbuka. "Bayangkan besarnya kekuatan yang diberikan kepada pembeli dan penjual," timpalnya. Ia mencontohkan pelaku usaha kecil nantinya cukup membuat katalog satu kali, lalu produk mereka dapat ditemukan di berbagai aplikasi berbeda. "Setiap produk atau layanan yang bisa dibuat dalam bentuk katalog dapat masuk ke jaringan ini," ujarnya. Targetkan Satu Juta Seller dan Ekosistem Nasional Dalam pemaparannya, Sachin mengungkapkan pemerintah saat ini telah memvalidasi sekitar 30 juta UMKM aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar empat juta dinilai telah siap masuk ke perdagangan digital. Dari angka itu, ION targetkan 100 ribu seller pada akhir tahun sebelum berkembang menuju satu juta seller pada tahap berikutnya. Berbagai pihak telah terlibat dalam pengembangan awal, mulai dari BRI, Flip, Padi UMKM, SiCepat, perusahaan teknologi, asosiasi logistik, hingga pengembang aplikasi lain. Sementara, Chief Architect ION, Binu Raj mengajak peserta workshop melihat ION sebagai proyek jangka panjang yang dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun. "Kita semua sedang menjadi bagian dari pertumbuhan sesuatu yang sebesar internet," imbuhnya. Ia menyebut ION sebagai "internet untuk perdagangan" yang keberhasilannya tidak diukur dalam hitungan bulan, melainkan tahun bahkan dekade. "Bukan hanya kami yang membangun ION. Semua orang di ruangan ini adalah pendiri ION," ulasnya. Di sisi lain, Dr. Bayu menegaskan tujuan utama proyek ini bukan hanya membangun teknologi. "Ini adalah proyek untuk kebaikan ekonomi semua orang," sebutnya. Masih Dr. Bayu, pengembangan ION nantinya juga akan disertai pelatihan dan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. Ia menilai keberhasilan jaringan terbuka tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami cara memanfaatkannya agar akses digital benar-benar dapat dirasakan secara luas. "Kalau ada jalan tapi hanya sedikit orang yang tahu cara menggunakannya, dampaknya juga akan terbatas," tuturnya, seraya menggambarkan pentingnya membangun ekosistem yang berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengguna. Peluncuran pada Juli mendatang memang baru menjadi langkah awal. J⁰ka demonstrasi transaksi perdana berhasil berjalan sesuai rencana, ION akan memulai fase berikutnya untuk memperluas jaringan, menambah mitra, serta membangun ekosistem digital yang lebih matang di berbagai sektor. Apabila peluncuran tersebut menjadi momen "pecah telur", seperti istilah yang digunakan Dr. Bayu, workshop perdana di SMESCO hari ini dapat menjadi fondasi awal lahirnya jalan raya digital baru yang kelak menghubungkan jutaan pelaku usaha Indonesia dalam ekosistem perdagangan yang lebih terbuka, terhubung, dan inklusif.

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi Nasional
Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 15:53 WIB

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan terus jaga momentum transformasi keselamatan kerja di awal tahun 2026. Kurun tiga bulan pasca evaluasi menyeluruh, perusahaan mencatat capaian sebelas juta jam kerja selamat. Hal ini sebuah hasil dari upaya kolektif untuk memastikan setiap langkah operasional berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan melibatkan total 43.639 tenaga kerja, capaian ini menjadi refleksi nyata sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan diperkuat. Di tengah kompleksitas operasi berskala besar, keselamatan tidak lagi dimaknai sebatas kepatuhan terhadap prosedur, tetapi kesadaran dan komitmen untuk melakukan intervensi dengan landasan peduli sesama pekerja, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Transformasi itu ditopang dengan langkah modernisasi, di antaranya melalui implementasi SHIELD AI. Penerapan tersebut, yakni sebuah proses inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Selain meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, teknologi ini juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko terjadinya insiden. Di sisi lain, budaya pencegahan tumbuh semakin nyata di lapangan. Tercatat 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) dalam periode yang sama. Angka ini mencerminkan keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling menjaga satu sama lain. Pasalnya, keselamatan tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Pencapaian sebelas juta jam kerja selamat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil dari refleksi mendalam atas apa yang pernah terjadi, dan komitmen kami untuk memastikan hal tersebut tidak terulang,” kata Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya. Setiap laporan baik UA/UC, ulas Nyoman, setiap langkah inspeksi dan keputusan lapangan merupakan bentuk nyata dari penguatan budaya keselamatan yang sedang dilakukan bersama. Transformasi HSE di Zona Rokan juga menyentuh aspek keandalan aset dan kepatuhan lingkungan. Ia menegaskan capaian ini bukanlah langkah terakhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang. “Kami pastikan setiap operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Di sisi lain, melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya. Di tengah dinamika industri migas yang kompleks, Zona Rokan menunjukkan keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya berjalan beriringan.saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Karena akhirnya, setiap jam kerja selamat adalah upaya menekan insiden dan menjaga setiap pekerja kembali ke rumah dengan selamat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Freeport Indonesia Tetap Jadi Penopang dan Fondasi Ekonomi Papua Ekonomi
Ekonomi
Senin, 13 April 2026 | 18:03 WIB

Freeport Indonesia Tetap Jadi Penopang dan Fondasi Ekonomi Papua

Jakarta, katakabar.com - PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus menjadi penopang utama perekonomian di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika. Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika pada 2025 tercatat tetap tinggi sebesar Rp131,07 triliun. Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi. Pada 2025, kontribusi sektor ini tercatat sebesar Rp114,48 triliun. Porsi kontribusi dari sektor tambang terhadap total PDRB pun meningkat. Pada 2025, kontribusinya mencapai 14,51 persen, naik dari 12,35 persen pada 2024. Dari sisi kontribusi fiskal, pada 2025 PTFI mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 4 persen atau senilai 112,4 juta dolar AS, serta kontribusi untuk pemerintah daerah sebesar 6 persen atau 168,6 juta dolar AS. Total kontribusi langsung tersebut mencapai 281 juta dolar AS atau sekitar Rp4,5 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS). Selain itu, kontribusi royalti PTFI tercatat sebesar 345,8 juta dolar AS atau setara Rp5,9 triliun. Dari sisi ketenagakerjaan, pada 2025 total ekosistem tenaga kerja PTFI mencapai sekitar 34.000 orang, terdiri dari 6.630 karyawan langsung dan 27.707 tenaga kerja kontraktor. Sebagian besar tenaga kerja terserap di wilayah operasional Papua, serta fasilitas hilirisasi seperti smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) di Gresik. Selain kontribusi langsung, aktivitas PTFI juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui rantai pasok dan kegiatan ekonomi turunan lainnya. Di sisi sosial, belanja program pengembangan masyarakat pada 2025 mencapai 86,2 juta dolar AS, yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kontribusi PTFI dalam lima tahun terakhir semakin signifikan, terutama setelah proses divestasi yang membuat kepemilikan Indonesia mencapai 51 persen. “Kontribusi Freeport untuk negara itu besar sekali, baik dari dividen maupun pajak. Sekarang juga terus berekspansi hingga ke hilirisasi, sehingga tidak hanya kontribusi fiskalnya besar, tapi juga potensi serapan tenaga kerja,” ujar Ferdy. Menurutnya, keberadaan PTFI menjadikan Papua sebagai salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional, terutama melalui komoditas strategis seperti emas dan tembaga. “Tembaga itu penting untuk industri, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik. Ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” jelasnya. Ferdy menyoroti transformasi operasional PTFI di bawah MIND ID dari tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground) sebagai capaian besar dengan standar internasional dan nilai investasi yang signifikan. “Investasinya sangat besar, bisa mencapai 15 miliar dolar AS sampai 20 miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia,” ucapnya. Dari sisi daerah, ia menambahkan kontribusi PTFI terhadap perekonomian Papua, khususnya Mimika, sangat dominan, termasuk melalui kepemilikan saham daerah sebesar 10 persen yang memberikan tambahan dividen bagi pemerintah daerah. Tetapu, Ferdy mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut. “Freeport sudah berkontribusi besar untuk negara dan daerah. Harapannya, dana itu benar-benar digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Papua,” bebernya. Selain itu, ia menilai PTFI telah memberikan kontribusi sosial melalui pembangunan fasilitas seperti rumah sakit dan infrastruktur olahraga di Mimika, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat lokal. Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pendapatan daerah dalam APBD 2026 sebesar Rp2,43 triliun. Dengan kontribusi yang besar terhadap struktur ekonomi dan fiskal daerah, PTFI diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama dalam mendukung pencapaian target tersebut.

Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional Nasional
Nasional
Senin, 16 Februari 2026 | 12:10 WIB

Ekspansi Proyek Logistik PTBA Fondasi Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, katakabar.com - MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia konsisten dukung agenda ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan batu bara yang andal dan berkelanjutan. Melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA), MIND ID terus mendorong peningkatan kapasitas produksi yang menjadi salah satu penopang utama bauran energi nasional. Saat ini, Bukit Asam memiliki kapasitas produksi sebesar 43 juta ton per tahun dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga mencapai 100 juta ton per tahun dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Sebagian besar produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, di mana sekitar 52 persen produksi untuk mencukupi kebutuhan listrik domestik. Ke depan, permintaan batu bara domestik diperkirakan masih akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi industri manufaktur, serta pengembangan hilirisasi di dalam negeri. Untuk memastikan kelancaran pasokan tersebut, Bukit Asam memulai pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan. Fasilitas ini akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Hingga periode 31 Januari 2026, progres pembangunan CHF dan TLS 6-7 mencapai 80,81 persen. Untuk memastikan penyelesaian proyek, PTBA telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank HIMBARA. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan kedaulatan energi merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya energi yang besar. MIND ID sebagai salah satu pengelola cadangan batu bara nasional terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden. "Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” kata Tedy dalam Kunjungan Kerjanya ke Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Kamis (12/2) lalu. Tedy menambahkan, melalui pilar strategis optimalisasi logistik, PTBA akan terus didorong untuk melakukan peningkatan kapasitas angkutan sebagai prioritas utama. “Kami berharap melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara PTBA dapat meningkat, sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Lindungan Baja Nasional Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri Nasional
Nasional
Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:49 WIB

Lindungan Baja Nasional Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) sambut pernyataan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita soal pentingnya keberanian Indonesia melindungi industri dalam negeri sebagai sinyal kebijakan yang konstruktif dan strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, di pertengahan Desember 2025 lalu. Di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks dan tidak sepenuhnya simetris, sikap tersebut mencerminkan kesadaran negara dalam menjaga keberlanjutan industri nasional yang bersifat fundamental, termasuk industri baja. Sebagai industri hulu yang menopang berbagai sektor strategis, baja memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional. Proteksi Baja Sebagai Arus Utama Global Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan perlindungan industri baja bukanlah praktik eksklusif atau menyimpang, melainkan bagian dari arus utama kebijakan perdagangan internasional. “Pengalaman Korea Selatan menunjukkan bahwa bahkan kampiun baja dunia sekalipun tetap membutuhkan instrumen perlindungan perdagangan. Proteksi baja bukan tanda kelemahan industri, tetapi bagian dari tata kelola untuk menjaga keberlanjutan di tengah distorsi pasar global,” kata Widodo. Ia menjelaskan Korea Selatan secara konsisten menggunakan instrumen trade remedies, termasuk bea anti dumping, untuk menjaga pasar domestik dari tekanan impor yang merugikan produsen nasional. Pendekatan serupa juga dilakukan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga negara-negara ASEAN seperti Thailand dan Malaysia. Mewujudkan Persaingan Adil Bagi Krakatau Steel Group, sinyal kebijakan tersebut memiliki arti penting dalam menciptakan level playing field yang adil bagi industri baja nasional. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menerangkan industri baja nasional membutuhkan proteksi dalam negeri agar transformasi yang tengah dilakukan dapat berjalan optimal. “Industri baja adalah fondasi industrialisasi. Tanpa kebijakan yang adil dan berimbang, industri strategis nasional akan terus tertekan oleh praktik perdagangan global yang tidak simetris,” jelas Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Ia menambahkan Krakatau Steel terus melakukan pembenahan internal melalui peningkatan efisiensi, kualitas produk, serta penguatan struktur bisnis, tetapi upaya tersebut perlu ditopang oleh kebijakan industri yang berpihak pada kepentingan nasional. “Proteksi yang terukur memastikan industri baja nasional tumbuh sehat, berkelanjutan, dan mampu menopang pembangunan jangka panjang,” tambahnya. Diketahui, industri baja merupakan tulang punggung pembangunan infrastruktur, energi, transportasi, manufaktur, hingga pertahanan. Dengan demikian, menjaga keberlanjutan industri baja nasional berarti memastikan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional dalam jangka panjang. Dalam hal ini Danantara menjadi faktor yang kuat mendukung Krakatau Steel Group. Dan program ini menjadi bagian penting bagi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran bangsa.

Revisi UU P2SK Diharapkan Jadi Fondasi Penguatan Ekosistem Kripto Nasional Ekonomi
Ekonomi
Senin, 20 Oktober 2025 | 11:33 WIB

Revisi UU P2SK Diharapkan Jadi Fondasi Penguatan Ekosistem Kripto Nasional

Jakarta, katakabar.com -Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) tengah menjadi fokus utama antara regulator dan pelaku industri keuangan digital di Indonesia. Meski materi pembahasannya masih bersifat terbatas dan belum dapat dipublikasikan, sejumlah kalangan menilai langkah ini strategis untuk memperkuat ekosistem keuangan digital nasional, termasuk sektor aset kripto yang kian berkembang pesat. Pada draf yang tengah ditelaah, revisi Undang Undang P2SK disebut akan memperkuat landasan hukum bagi pengawasan dan pengaturan aset keuangan digital. Beberapa arah pembahasannya mencakup aspek perlindungan konsumen, pengawasan transaksi aset kripto, penguatan izin operasional lembaga jasa keuangan digital, serta koordinasi lintas lembaga antara otoritas moneter dan otoritas pengawas sektor keuangan. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi regulasi yang lebih terintegrasi di bawah koordinasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai pelaku industri, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai pembaruan regulasi di sektor keuangan ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan industri aset digital di Indonesia berjalan secara baik dan berkelanjutan dengan dukungan kepercayaan publik yang kuat. Menurutnya, kepastian hukum yang jelas akan membantu menjaga stabilitas pasar sekaligus menciptakan ekosistem yang sehat bagi inovasi teknologi finansial. “Kami menyambut baik inisiatif pemerintah dan regulator yang tengah menelaah revisi UU P2SK. Harapan kami, kerangka hukum yang sedang dibangun dapat menjadi dasar yang adaptif terhadap inovasi. Dengan kerangka hukum yang terarah, pelaku industri dapat beroperasi lebih optimal dan bertanggung jawab, sementara masyarakat juga terlindungi dari potensi risiko yang ada dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional,” ujar Calvin. Kontribusi Industri Kripto Calvin menambahkan, industri aset kripto telah terbukti memiliki kontribusi ekonomi yang nyata. Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), aktivitas perdagangan aset kripto secara legal telah menyumbang Rp 70,04 triliun atau 0,32 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024. Angka ini melonjak signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 0,05 persen. Dari sisi ketenagakerjaan, industri kripto juga menciptakan 333.000 lapangan kerja, setara dengan 0,23 persen dari total angkatan kerja nasional pada 2024, meningkat tajam dibandingkan kontribusi tahun sebelumnya yang baru mencapai 0,04 persen. “Data tersebut menunjukkan bahwa industri kripto bukan lagi fenomena sementara, melainkan bagian dari ekonomi digital Indonesia yang nyata kontribusinya. Oleh karena itu, regulasi yang kuat dan adaptif menjadi kunci agar pertumbuhan ini bisa dikelola dengan baik, aman, dan berorientasi pada perlindungan konsumen,” jelasnya. Proses Dialog Terbuka Lebih lanjut, Calvin menekankan pentingnya proses dialog yang terbuka antara regulator dan pelaku industri, agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan di lapangan. “Kami memahami diskusi mengenai revisi undang-undang ini masih bersifat terbatas dan tertutup. Namun, kami berharap semangatnya tetap inklusif, agar semua pihak memiliki kesempatan untuk memberikan pandangan yang konstruktif demi kemajuan ekosistem keuangan digital Indonesia,” ucapnya. Calvin juga menyoroti dengan penguatan aturan di revisi Undang Undang P2SK, Indonesia berpotensi mempercepat transisi menuju keuangan digital yang lebih inklusif, transparan, dan terukur, termasuk mungkin dalam aspek tokenisasi aset, pengelolaan dana berbasis blockchain, serta inovasi stablecoin dan mengatur bentuk investasi dan produk turunan berbasis aset kripto yang dapat dilegalkan.

MIND ID Kokohkan Fondasi ESG Hilirisasi dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:47 WIB

MIND ID Kokohkan Fondasi ESG Hilirisasi dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bagian menyeluruh dari setiap proses bisnis pertambangan. Komitmen keberlanjutan dijalankan sejak tahap pratambang melalui program nursery bibit endemik dan studi baseline lingkungan hingga tahap operasi dan pascatambang melalui reklamasi terpadu serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyampaikan MIND ID sebagai strategic Active Holding konsisten mengintegrasikan seluruh program yang bertujuan untuk mampu memberikan manfaat berkelanjutan pembangunan masa depan. Implementasi prinsip ESG, kata Pria, dijalankan secara komprehensif ke dalam proses bisnis, dan diupayakan agar mampu memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Implementasi proses bisnis yang berlandaskan keberlanjutan adalah langkah strategi jangka panjang dalam membangun peradaban. Kami akan terus memastikan kegiatan tambang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya. Capaian nyata terlihat pada sejumlah anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID. PT Freeport Indonesia, misalnya, telah menanam 164 jenis tanaman pada lahan bekas pengendapan tailing dan area percobaan reklamasi. Sekitar 100 hektar areal tailing di MP21 dikelola menjadi lahan multi-pemanfaatan untuk perkebunan, pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan konservasi sebuah bukti rehabilitasi lahan yang memberi nilai tambah ekologis dan sosial setelah dua dekade pengelolaan. Dari 2005 silam, seluas 1.552 hektar lahan muara yang dialiri tailing juga telah direhabilitasi melalui penanaman mangrove, memperkuat fungsi kawasannya sebagai benteng alami pesisir dan daerah tangkapan karbon. Sebagai upaya transisi energi dan pengurangan emisi, PT Aneka Tambang Tbk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tambang emas Pongkor, yang berhasil menekan emisi CO₂ hingga puluhan ribu ton per tahun dan menjadi langkah konkret bagi transformasi energi di sektor pertambangan. Sementara, PT Timah Tbk terus bergerak aktif dalam pemberdayaan sosial ekonomi lokal di Bangka Belitung melalui program pembinaan UMKM, pembekalan digitalisasi usaha, dan akses permodalan. Program-program ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke rantai pasok tambang dan mendorong peningkatan kapasitas, serta pendapatannbeberapa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan mencatat kenaikan omzet rata-rata hingga 30 persen. Pria Utama menegaskan bahwa program hilirisasi BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dirancang untuk memberikan manfaat yang inklusif tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan.