Industri
Sorotan terbaru dari Tag # Industri
Talenta Muda, Industri dan Pemerintah Bertemu dalam Ekosistem Geospasial Indonesia di MAPID Catalyst 2026
Jakarta, katakabar.com - MAPID, perusahaan teknologi geospasial Indonesia, gelar MAPID Catalyst 2026 angkat tema "Maps That Think" pada 23 hingga 24 September 2026 lalu di Jakarta. Acara ini didukung Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pembina MAPID WebGIS Competition 2026. Selama dua hari, MAPID Catalyst 2026 mempertemukan talenta muda, akademisi, pelaku industri, dan pemerintah untuk membahas peran data lokasi dalam pengambilan keputusan.
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya Bagi Industri?
Jakarta, katakabar.com - Transaksi aset kripto di Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp268,95 miliar hingga 31 Agustus 2026. Jika diakumulasikan sejak 2022, total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto telah mencapai Rp2,15 triliun. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, mengatakan, penerimaan pajak kripto sepanjang 2022 hingga Agustus 2026 mencapai Rp2,15 triliun. “Penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp2,15 triliun,” ujar Inge, dikutip Jumat (18/9). Berdasarkan data DJP, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto tercatat Rp246,54 miliar pada 2022. Angka tersebut kemudian mencapai Rp220,89 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp620,38 miliar pada 2024, dan mencapai Rp796,74 miliar sepanjang 2025. Sementara, hingga akhir Agustus 2026, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto, seperti Bitcoin dan lainnya telah mencapai Rp268,95 miliar. PPh 22 Jadi Kontributor Terbesar Penerimaan pajak kripto hingga Agustus 2026 berasal dari dua jenis pungutan, yakni Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri. DJP mencatat penerimaan PPh Pasal 22 dari transaksi aset kripto mencapai Rp1,27 triliun. Sementara itu, penerimaan PPN Dalam Negeri tercatat sebesar Rp881,82 miliar. Dengan demikian, PPh Pasal 22 menjadi kontributor terbesar terhadap total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto. Penerimaan pajak kripto tersebut merupakan bagian dari penerimaan pajak ekonomi digital Indonesia. Secara keseluruhan, penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026. Selain aset kripto, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE), pajak fintech, dan pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP). PPN PMSE menjadi penyumbang terbesar dengan penerimaan Rp44,05 triliun. Kemudian pajak SIPP mencapai Rp5,75 triliun dan pajak fintech sebesar Rp5,28 triliun. Industri Kripto Makin Terintegrasi CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kontribusi pajak dari transaksi aset kripto menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas aset digital semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi formal. Menurut dia, perkembangan tersebut tidak hanya menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang semakin besar, tetapi juga mencerminkan meningkatnya keterhubungan industri aset digital dengan sistem perpajakan dan regulasi di Indonesia. “Penerimaan pajak kripto yang sudah mencapai Rp2,15 triliun menunjukkan bahwa aktivitas aset digital telah menjadi bagian dari ekonomi formal dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Ini juga menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia semakin terintegrasi dengan sistem perpajakan dan regulasi,” ucap Yudho. Kata Yudho, kepastian regulasi dan perpajakan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem aset digital yang lebih terstruktur. “Bagi industri, kejelasan mekanisme perpajakan penting untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendorong kepatuhan. Di sisi lain, pemerintah juga memperoleh basis penerimaan yang semakin terukur dari perkembangan ekonomi digital,” jelasnya. Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan perpajakan atas transaksi aset kripto. Dalam ketentuan tersebut, transaksi aset kripto melalui penyelenggara perdagangan dalam negeri dikenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen dari nilai transaksi. Perubahan ketentuan perpajakan tersebut juga menghapus pengenaan PPN atas transaksi jual beli aset kripto. Sementara itu, jasa tertentu dalam ekosistem aset kripto tetap memiliki ketentuan perpajakan sesuai dengan jenis transaksinya. Kepatuhan Jadi Bagian dari Pertumbuhan Industri Dengan semakin besarnya aktivitas perdagangan aset digital, aspek kepatuhan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kripto di Indonesia. CE FLOQ ini menilai pertumbuhan industri perlu berjalan seiring dengan transparansi dan kepastian regulasi agar perkembangan aset digital dapat berlangsung secara berkelanjutan. “Pertumbuhan industri ke depan tidak hanya soal meningkatnya jumlah transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat berkembang dengan mengedepankan kepatuhan, transparansi, perlindungan konsumen, dan inovasi,” sebut Yudho. Menurut dia, meningkatnya kontribusi pajak dapat menjadi salah satu gambaran mengenai semakin formalnya aktivitas aset digital di Indonesia. “Ketika aktivitas aset digital semakin terdata dan terintegrasi dengan sistem ekonomi formal, ruang untuk membangun industri yang lebih transparan dan berkelanjutan juga semakin terbuka,” tandas Yudho.
Optimalisasi Efisiensi Logistik dan Industri: Peran Vital Sistem Pintu Industri dan Docking Modern
Jakarta, katakabar.com - Di era otomasi industri dan pesatnya pertumbuhan sektor logistik, efisiensi operasional di area pergudangan serta fasilitas manufaktur menjadi faktor penentu daya saing perusahaan. Hambatan teknis seperti kebocoran suhu pada ruang cold storage, tingginya durasi loading-unloading, hingga risiko kontaminasi debu dan partikel asing sering kali memicu kerugian finansial yang tak terduga. Untuk mengatasi tantangan tersebut, integrasi sistem pintu industri otomatis dan teknologi loading bay canggih kini bukan lagi sekadar pelengkap bangunan, melainkan investasi strategis yang krusial bagi keberlanjutan rantai pasok (supply chain). Solusi Pintu Industri dan Sistem Otomasisasi Berstandar Internasional Memilih spesifikasi pintu otomatis industri yang tepat memerlukan kalkulasi rekayasa teknis yang matang, menyesuaikan dengan karakteristik lalu lintas barang, perbedaan suhu ruang, hingga standar keamanan kerja. Beberapa segmen solusi utama yang menjadi perhatian industri antara lain: High Speed Doors & Rapid Roll-Up Doors: Dirancang khusus untuk area dengan frekuensi lalu lintas tinggi. Kecepatan buka-tutup yang tinggi meminimalkan pertukaran udara, menjaga konsistensi suhu internal, dan mencegah masuknya kontaminan dari luar. Sectional & Overhead Doors: Menawarkan perlindungan ekstra, insulasi termal, serta ketahanan dari aus (low wear). Panel muka ganda berlapisan galvanized menjadikannya kokoh untuk mengamankan akses utama fasilitas pergudangan. Pintu Khusus Cold Storage: Sistem pintu kedap udara (airtight) dan tahan terhadap perbedaan suhu (fire-rated) yang memastikan kesinambungan jaringan rantai dingin (cold chain) tanpa risiko pembentukan kondensasi atau fluktuasi temperatur. Loading Bay Technology (Dock Levellers & Shelters): Membantu menjembatani perbedaan ketinggian antara area muat dan armada truk secara presisi, mempercepat rantai distribusi barang, serta menjamin keselamatan staf operasional. Kemitraan B2B: Keunggulan Solusi Terpadu dari PT Sinar Gading Sakti Sebagai pionir dan spesialis terkemuka dalam penyediaan sistem pintu otomatis industri, docking system, serta access control, PT Sinar Gading Sakti hadir sebagai mitra terpercaya bagi sektor komersial, manufaktur, farmasi, hingga logistik di Indonesia. Sebagai distributor dari Hörmann, Infraca, dan Uniflow, PT Sinar Gading Sakti menyediakan layanan komprehensif berstandar internasional yang mencakup konsultasi teknis, pengadaan produk, instalasi presisi, hingga layanan purnajual (after-sales service). Tingkatkan Standar Fasilitas Industri Anda Hari Ini Efisiensi energi, keamanan operasional, dan perlindungan aset produk adalah kunci utama kesuksesan manajemen fasilitas modern. Mengintegrasikan teknologi pintu otomatis dan docking terpercaya bersama mitra berpengalaman akan memberikan kepastian nilai investasi jangka panjang bagi bisnis Anda. Jajaki berbagai katalog produk unggulan serta konsultasikan kebutuhan proyek industri Anda melalui website resmi PT Sinar Gading Sakti.
Isu Dumping Crane di Eropa Jadi Peringatan bagi Industri Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Dalam konteks perdagangan internasional, dumping umumnya merujuk pada praktik penjualan produk ekspor dengan harga sangat rendah sehingga dapat merugikan industri lokal di negara tujuan. Tetapi, bagi pengguna crane industri, isu dumping memberi pesan yang lebih luas: harga murah tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Isu dumping crane di Eropa menunjukkan transparansi asal produk, struktur harga, dan rantai pasok crane menjadi perhatian penting dalam industri global. Bagi buyer Indonesia, hal ini menjadi momentum untuk lebih kritis terhadap klaim “standar Eropa” pada crane industri. Komisi Eropa menerbitkan Commission Implementing Regulation (EU) 2026/441 pada 26 Februari 2026 lalu yang mewajibkan registrasi impor new mobile cranes asal Republik Rakyat Tiongkok dengan tujuan memungkinkan pengenaan anti-dumping duties secara retroaktif apabila hasil investigasi mendukung. Sebelumnya, pada 19 Desember 2025, European Commission juga membuka investigasi anti-dumping terhadap impor crane dari Tiongkok setelah adanya keluhan resmi dari industri crane Eropa. VDMA Materials Handling and Intralogistics Association menyebut investigasi ini diluncurkan setelah formal complaint dari pelaku industri crane Eropa. Bagi industri Indonesia, isu ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali proses procurement crane. Crane bukan produk komoditas biasa. Crane adalah equipment kritikal yang berhubungan langsung dengan produktivitas, keselamatan kerja, downtime, dan total cost of ownership. Temuan Inspeksi ElectroMech di Indonesia Berdasarkan temuan inspeksi lapangan ElectroMech Indonesia terhadap lebih dari 50 perusahaan sepanjang 2026. Terdapat pola berulang pada sejumlah sistem crane yang diklaim berstandar Eropa, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh kejelasan dokumen teknis, traceability material, kualitas komponen, serta dukungan service dan spare part yang memadai. Temuan utama yang perlu menjadi perhatian industri antara lain: 1. Klaim “European standard” tidak selalu disertai bukti teknis yang lengkap 2. Traceability material dan komponen masih menjadi tantangan 3. Dokumentasi testing dan commissioning belum selalu lengkap 4. Crane tidak selalu dirancang berdasarkan duty cycle pabrik 5. After-sales support dan spare part menjadi faktor kritikal Temuan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa seluruh produk dari negara tertentu memiliki kualitas rendah. Isu utamanya adalah transparansi teknis dan verifikasi procurement. Crane yang diklaim berstandar Eropa perlu dibuktikan melalui dokumen, pengujian, dan dukungan teknis yang jelas. Standar Eropa Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Label Dalam praktik pengadaan crane, istilah “European standard” sering digunakan untuk menggambarkan crane dengan desain compact, efisien, dan modern. Tetapi, ElectroMech Indonesia menekankan bahwa standar Eropa tidak cukup hanya dilihat dari tampilan fisik, brosur penawaran, atau klaim vendor. Ada lima hal yang sebaiknya diperiksa sebelum perusahaan membeli crane industri: 1. Certificate of origin dan bukti authorized partner 2. Material certificate dan design calculation 3. Welding procedure dan quality control fabrikasi 4. Load test, FAT, dan commissioning report 5. Manual, spare part list, warranty, dan service support Tanpa verifikasi tersebut, perusahaan sulit memastikan apakah crane benar-benar memiliki standar engineering, safety, dan reliability yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri. Risiko Crane Tidak Sesuai Kebutuhan Operasional Crane bekerja di bawah beban dinamis dan sering menjadi bagian penting dari alur produksi. Jika desain, material, atau komponen tidak sesuai dengan duty cycle pabrik, risiko yang muncul dapat berdampak langsung pada produktivitas dan keselamatan kerja. Lima risiko utama yang perlu dipahami manajemen dan tim lapangan adalah: 1. Downtime produksi, 2. Biaya maintenance lebih tinggi, 3. Risiko keselamatan kerja meningkat. 4. Kesulitan spare part dan warranty claim, 5. Total cost of ownership menjadi lebih mahal Karena itu, crane procurement tidak seharusnya hanya membandingkan kapasitas angkat dan harga awal. Perusahaan perlu melihat keseluruhan lifecycle cost, termasuk reliability, serviceability, safety, dan ketersediaan support lokal. Teknologi Crane Eropa dan Pentingnya Authorized Partner ElectroMech Sebagai authorized partner ABUS Crane System di Indonesia sejak 2017, mendorong industri untuk memilih crane berbasis engineering assessment dan bukti teknis yang dapat diverifikasi. ABUS Group adalah salah satu produsen overhead crane dan hoist, dengan lebih dari 1.300 karyawan di Eropa, beberapa fasilitas produksi di Jerman, serta product range crane systems hingga 120 tonnes SWL. Melalui dukungan teknologi crane Jerman dan layanan lokal di Indonesia, ElectroMech Indonesia membantu perusahaan dalam proses site survey, engineering assessment, crane design, installation, testing, commissioning, preventive maintenance, crane inspection, spare part support, hingga modernization. Isu dumping crane di Eropa memperlihatkan bahwa industri crane global sedang menghadapi tantangan terkait harga, asal produk, dan transparansi rantai pasok. Bagi industri Indonesia, perkembangan ini menjadi momentum untuk memperkuat proses procurement crane secara lebih cermat. Klaim “standar Eropa” seharusnya menjadi awal dari proses verifikasi, bukan jaminan otomatis. Crane yang tepat harus memiliki kejelasan teknologi, material, proses fabrikasi, dokumentasi teknis, testing, serta dukungan service jangka panjang. Dengan pendekatan procurement berbasis engineering, perusahaan dapat menekan risiko downtime, meningkatkan keselamatan kerja, dan mengoptimalkan total cost of ownership.
Philippines 2026 Soroti Peluang Pertumbuhan Industri Peternakan dan Perunggasan Filipina
Manila, katakabar.com - Industri peternakan dan perunggasan Filipina tengah membuka peluang bisnis yang semakin menarik. Pertumbuhan kebutuhan protein, modernisasi produksi ternak, serta tuntutan untuk meningkatkan produktivitas mendorong kebutuhan baru akan teknologi, keahlian, dan investasi. Peluang tersebut akan menjadi fokus utama Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Agustus 2026 di SMX Convention Center Manila. Selama tiga hari, pameran ini mempertemukan produsen, pelaku agribisnis, pembeli, penyedia teknologi, dan profesional industri untuk mencari solusi, berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan mengembangkan bisnis. Edisi 2026 hadir dengan area pameran gross seluas 8.000 m², lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Sebanyak 173 perusahaan peserta telah dikonfirmasi—67 perusahaan lokal dan 106 perusahaan internasional—yang mewakili 22 negara, serta paviliun internasional dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok. Pasar Tumbuh Buka Peluang Bisnis Baru Data resmi terbaru menunjukkan momentum positif sektor perunggasan Filipina. Menurut Philippine Statistics Authority (PSA), produksi unggas mencapai 3,21 juta metrik ton pada 2025, naik 9,1% dibandingkan 2024, sementara produksi ayam tumbuh 9,8%. Tren positif berlanjut pada kuartal pertama 2026, ketika produksi unggas meningkat 7,0% secara tahunan. Dari sisi nilai, produksi unggas tumbuh 7,1% dan nilai produksi peternakan meningkat 5,1% pada periode yang sama. “Filipina merupakan pasar yang patut diperhatikan oleh perusahaan peternakan internasional. Produksi unggas terus tumbuh, sementara produsen juga menghadapi tekanan untuk meningkatkan efisiensi, mengendalikan biaya, memperkuat kesehatan hewan dan biosekuriti, serta memodernisasi operasional. Kondisi ini menciptakan peluang nyata bagi perusahaan yang mampu menghadirkan teknologi dan solusi praktis yang tepat,” ujar Kevin Zhao, Senior Project Manager, VNU Asia Pacific. “Dengan 173 perusahaan peserta dari 22 negara, termasuk partisipasi internasional yang kuat dan paviliun dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok, Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 dirancang untuk mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan nyata pasar Filipina. Bagi perusahaan internasional, pameran ini bukan hanya tempat memperkenalkan produk, tetapi juga kesempatan untuk memahami pasar, bertemu calon distributor dan mitra bisnis, serta membangun hubungan jangka panjang di Filipina,” ucapnya. Tantangan Industri Jadi Peluang bagi Teknologi dan Investasi Industri masih menghadapi kenaikan biaya pakan dan produksi, risiko penyakit hewan, tekanan perubahan iklim, persaingan produk impor, fluktuasi harga di tingkat peternak, serta perubahan kebutuhan konsumen. Kondisi ini mempercepat permintaan terhadap solusi yang mampu meningkatkan efisiensi pakan, kesehatan hewan, biosekuriti, otomatisasi, manajemen peternakan, dan kinerja pengolahan. Bagi pemasok internasional, peluang tersedia di seluruh rantai nilai: bahan baku dan aditif pakan; kesehatan hewan dan solusi veteriner; genetika, breeding dan hatchery; sistem kandang, pemberian pakan dan minum, serta kontrol iklim; otomatisasi dan produksi berbasis data; hingga teknologi pengolahan, penanganan, dan pengemasan telur serta unggas. Pasar ini juga membuka ruang untuk membangun jaringan distribusi, representasi lokal, kemitraan teknologi, dan hubungan jangka panjang dengan produsen serta perusahaan agribisnis Filipina. Teknologi Global Bertemu Agribisnis Filipina Berdasarkan profil peserta saat ini, tiga segmen terbesar adalah Feed Ingredients & Additives (38,3%), Farm Production (29,8%), dan Animal Health (27,2%). Di sektor kesehatan hewan, pakan, dan nutrisi, peserta mencakup DSM-Firmenich, Kemin, ADM, PhilNutri Corporation, Philchema Inc., Pure Bioscience, Elanco, Angel Yeast, Arm & Hammer Animal Nutrition, dan Zinpro Animal Nutrition. Untuk breeding dan hatchery terdapat Aviagen, Hubbard, Emka Hatchery, dan Tetra Poultry Genetics, sementara sektor teknologi pakan menghadirkan antara lain New Hope, Alltech, BMEG, CPF Philippines, UNAHCO, Vitarich Corporation, dan Kasetphand Phils. Corp. Pemilik peternakan dan integrator juga dapat mengeksplorasi teknologi produksi dari Big Dutchman, SKOV, LUBING, Salmet-Fienhage, dan Qingdao Retech Farming Technology. Untuk solusi processing dan handling, perusahaan yang hadir antara lain MOBA, Nabel, Sanovo, dan Ovotherm Asia Pacific. Teknologi + Pengetahuan + Koneksi Bisnis Selain sourcing produk dan teknologi, edisi 2026 menghadirkan Poultry Forum untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan industri, dilengkapi kegiatan networking. Hosted Buyer Programme akan membantu mempertemukan qualified buyers dengan perusahaan peserta, membuka peluang untuk menemukan pemasok, pelanggan, distributor, dan mitra potensial. Pameran ini relevan bagi pemilik dan operator peternakan unggas, usaha broiler, layer dan breeder, integrator komersial, produsen ternak independen, peternak babi, sapi dan dairy, operator akuakultur, pemilik feed mill, produsen pakan, importir bahan baku pakan, nutritionist, formulator, dan grain trader. Bagi peserta pameran, platform ini membuka peluang untuk meluncurkan produk, meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan membangun kemitraan. Bagi pengunjung, ini adalah kesempatan untuk mencari dan membandingkan solusi, belajar, berinvestasi, memperluas jaringan, dan mengembangkan bisnis. Gerbang Menuju Pasar Filipina Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines diposisikan sebagai platform pengembangan bisnis yang menghubungkan kebutuhan pasar Filipina dengan inovasi dan keahlian internasional. Bagi produsen Filipina, acara ini memberikan akses langsung ke teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Bagi perusahaan internasional, acara ini menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan pembeli, menemukan mitra lokal, dan menjajaki ekspansi jangka panjang di Filipina.
Demi Kemajuan Industri Perkebunan BPDP Dukung Mahasiswa Kembangkan Riset Inovatif
Yogyakarta, katakabar.com - BLU Kemenkeu, yakni Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus dukung keterlibatan generasi muda dalam pengembangan riset dan inovasi melalui Sosialisasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Yogyakarta, serta peserta yang mengikuti kegiatan secara daring. Sosialisasi turut melibatkan Akademi Komunikasi Perkebunan Yogyakarta (AKPY), pimpinan perguruan tinggi, serta Komite Lomba Riset Tingkat Mahasiswa BPDP 2026. Program penelitian dan pengembangan di antara upaya BPDP dalam memperkuat, mengembangkan, dan meningkatkan pemberdayaan sektor perkebunan dan industri sawit melalui sinergi sektor hulu dan hilir untuk mendukung terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari program tersebut, BPDP secara rutin memberikan dukungan pendanaan penelitian dan pengembangan, salah satunya melalui Lomba Riset Tingkat Mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Dalam Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026, terdapat tujuh bidang penelitian yang dapat dikembangkan, yaitu budidaya/lahan/tanah, pascapanen/pengolahan, biomaterial/oleokimia, pangan/kesehatan, bioenergi, lingkungan/pengolahan limbah, serta sosial ekonomi/pasar/ICT. Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPDP memberikan informasi secara transparan dan menyeluruh mengenai ketentuan, mekanisme, serta alur pelaksanaan lomba sehingga calon peserta memperoleh pemahaman yang sama dalam mempersiapkan proposal penelitian. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya BPDP mendorong tumbuhnya budaya riset ilmiah di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pengembangan inovasi yang berbasis pada data akurat dan terukur serta relevan dengan tujuh bidang prioritas penelitian. Lomba Riset Tingkat Mahasiswa diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat maupun industri perkebunan. Selain mendorong lahirnya inovasi, program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkuat portofolio akademik sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, penulisan ilmiah, serta komunikasi dan public speaking sebagai bekal dalam pengembangan karier maupun penyelesaian studi. BPDP berharap penelitian yang dihasilkan para mahasiswa nantinya dapat mencapai target keluaran yang telah direncanakan, diselesaikan tepat waktu, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan bagi perkembangan penelitian dan kemajuan industri perkebunan Indonesia. Melalui Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026, BPDP berupaya memperluas ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, penelitian, dan industri sekaligus menumbuhkan generasi peneliti muda yang mampu menghadirkan inovasi untuk mendukung industri perkebunan Indonesia yang semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Perempuan Bukan Sekadar Berpartisipasi, Tetapi Ikut Tentukan Arah Industri Kripto Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Indonesia Blockchain Week (IDBW) edisi keenam yang berlangsung 12 hingga 13 Agustus 2026 sukses terselenggara. Konferensi yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di industri blockchain dan Web3, mulai dari pelaku aset digital, perusahaan teknologi finansial, investor, korporasi, hingga pembuat kebijakan dari Indonesia dan berbagai negara. Tahun ini, IDBW 2026 usung tema “Turning Infrastructure into Impact” yang menyoroti perkembangan industri blockchain dari fase pembangunan dan eksperimen menuju penerapan teknologi yang mampu memberikan dampak nyata. Berbagai topik dibahas, termasuk implementasi blockchain di sektor keuangan dan pembayaran, tokenisasi aset, identitas digital, kecerdasan buatan, serta pengembangan infrastruktur. Salah satu sesi yang menjadi perhatian adalah panel bertajuk “Building The Future, Her Way: Women Shaping Indonesia’s Crypto Industry”. Panel yang berlangsung pada 13 Agustus 2026 tersebut mengajak industri menggeser pembahasan mengenai perempuan di sektor kripto: dari sekadar melihat jumlah partisipasi menuju pengakuan atas peran mereka dalam menentukan strategi, bisnis, produk, dan pengembangan komunitas. Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan tingkat adopsi yang kuat. Dalam Global Crypto Adoption Index 2025, Chainalysis menempatkan Indonesia pada peringkat ketujuh dunia dalam adopsi kripto akar rumput. Sementara, Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 mencatat hampir 20 juta investor kripto di Indonesia. Partisipasi perempuan juga menjadi bagian penting dari perkembangan tersebut. Berdasarkan Gemini 2022 Global State of Crypto Report, perempuan mewakili 51% pemilik aset kripto di Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan telah aktif berpartisipasi. Namun, partisipasi belum tentu diikuti oleh kewenangan yang setara dalam pengambilan keputusan. Pesan utama sesi panel ini adalah partisipasi tidak sama dengan kuasa untuk menentukan arah industri. Ekosistem kripto perlu memastikan perempuan tidak hanya hadir sebagai pengguna dan investor, tetapi juga memperoleh ruang, kewenangan, dan dukungan untuk membentuk produk, strategi bisnis, serta masa depan industri. Diskusi dimoderatori oleh Rieka Handayani, SVP Marketing BTSE Indonesia, bersama empat panelis, diantaranya Stephanie Kusnadi, CSO BTSE Indonesia, Rika Hariman, CEO & Director CAMP Investment Technology, Theresa Tjandrawinata, Co-Founder & CEO yapp.com; Nadia Putri, Product Manager D3 Labs; serta Angelina Vivian, Bank 3.0 Business Development Manager Nobu. Dalam diskusi tersebut, para panelis menguraikan berbagai keputusan konkret yang pernah mereka ambil, mulai dari keputusan bisnis dan pengembangan produk hingga strategi komunitas. Mereka juga membagikan tantangan yang dihadapi dalam perjalanan menuju posisi kepemimpinan serta perubahan yang terjadi ketika perempuan memiliki suara langsung di ruang pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut menempatkan pengalaman kepemimpinan perempuan sebagai bukti nyata, bukan sekadar narasi mengenai keberagaman. “Kehadiran perempuan di industri kripto perlu dilihat bukan hanya dari jumlah pengguna, tetapi juga dari seberapa besar kesempatan mereka untuk ikut menentukan arah produk, bisnis, dan komunitas. Ketika lebih banyak perempuan berada di ruang pengambilan keputusan, industri memperoleh perspektif yang lebih luas dan fondasi pertumbuhan yang lebih inklusif,” ujar Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer BTSE Indonesia. Diskusi ditutup dengan pesan setiap perempuan harus memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan memimpin. Selain tersedianya kesempatan, perempuan juga perlu memperoleh kepemilikan atas tanggung jawab yang diberikan, didukung untuk menetapkan skala prioritas, dan memiliki ruang untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan personal. “Indonesia telah menunjukkan bahwa perempuan berpartisipasi aktif dalam industri ini. Tetapi, peran perempuan tidak hanya dapat dinilai dari jumlahnya. Hal yang lebih penting adalah seberapa banyak perempuan yang memperoleh kesempatan, kepercayaan diri, dan ruang untuk ikut menentukan ke mana industri ini akan bergerak selanjutnya,” ucap Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer BTSE Indonesia.
Press Tour Kalteng: BPDP Ajak Media Telusuri Kontribusi Industri Sawit Pada Perekonomian Nasional
Pangkalan Bun, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Press Tour Media BPDP Tahun 2026 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman publik mengenai peran strategis industri kelapa sawit dalam perekonomian nasional sekaligus memperlihatkan implementasi program-program pengembangan perkebunan yang didukung BPDP. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan industri kelapa sawit tidak hanya menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia, tetapi penggerak pembangunan ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan pekebun, hingga penguatan ketahanan energi nasional. "Kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memiliki dimensi ekonomi, sosial, energi, bahkan geopolitik. Makanya pengembangan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat," kata Zaid. Menurutnya, kebutuhan minyak nabati dunia yang terus meningkat menjadikan sawit sebagai komoditas yang memiliki keunggulan kompetitif. Dengan produktivitas sekitar 4 ton minyak per hektare, kelapa sawit mampu menghasilkan minyak nabati jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas lainnya, sehingga menjadi tanaman minyak nabati yang paling efisien dalam pemanfaatan lahan. Di sisi lain, lebih dari 80 persen ekspor sawit Indonesia kini telah berupa produk hilir, menunjukkan keberhasilan transformasi industri menuju penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Zaid menambahkan manfaat industri sawit tidak hanya tercermin dari capaian ekspor maupun kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto, tetapi juga dari dampak sosial yang dirasakan masyarakat. Sekitar 41 persen luas perkebunan sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat, sementara industri sawit menopang mata pencaharian sekitar 16,5 juta tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan industri sawit sangat erat kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan jutaan keluarga Indonesia. Di tengah berbagai tantangan, seperti peningkatan produktivitas kebun rakyat, tuntutan keberlanjutan, hingga dinamika perdagangan global, Zaid menegaskan bahwa keberhasilan industri sawit hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, media, dan para pekebun. "BPDP hadir sebagai bridging institution yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha dan pekebun. Dana Perkebunan yang kami kelola dikembalikan kepada sektor perkebunan melalui program-program strategis yang bertujuan meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan industri," jelasnya. Melalui mandat yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP menghimpun, mengelola, dan menyalurkan Dana Perkebunan untuk mendukung pengembangan komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Program tersebut diwujudkan melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, serta dukungan terhadap implementasi mandatori biodiesel melalui pembayaran insentif. Selama satu dekade terakhir, berbagai program tersebut telah memberikan dampak nyata. BPDP telah mendukung peremajaan lebih dari 408 ribu hektare kebun rakyat yang melibatkan lebih dari 182 ribu pekebun, menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 13 ribu mahasiswa, mendukung lebih dari 400 kontrak riset, mendukung pemenuhan Bahan Bakar Nabati hingga 83,8 juta KL, dan aktif dalam mempromosikan sawit Indonesia baik di dalam dan luar negeri. Melalui kegiatan Press Tour ini, BPDP mengajak insan media untuk melihat secara langsung ekosistem industri sawit dari hulu hingga hilir, termasuk implementasi praktik perkebunan berkelanjutan, proses pengolahan, fasilitas logistik dan kepabeanan, serta berbagai program pemberdayaan pekebun yang menjadi bagian dari upaya membangun industri sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan. "Kami berharap rekan-rekan media dapat melihat secara langsung bagaimana kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat membangun ekosistem sawit Indonesia. Informasi yang utuh dan berimbang akan memberikan pemahaman kepada publik bahwa industri sawit bukan hanya menghasilkan komoditas ekspor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mendorong hilirisasi, memperkuat ketahanan energi, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi bangsa," sebut Zaid.
Wow! RI Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026
Rusia, katakabar.com - Indonesia terus memperkuat promosi kawasan industri sebagai destinasi investasi global. Dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan potensi kawasan industri nasional kepada pemerintah dan pelaku usaha Rusia sebagai pintu masuk pengembangan klaster industri internasional yang saling menguntungkan. “Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga daya saing industri nasional di tingkat global” ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita pada sesi Business Talk - Panel Discussion Dialogue between Russian and Indonesian SEZs/Industrial Estate: Regulatory Harmonization and The Development of International Industrial Clusters di Ekaterinburg, Rusia, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Optimisme tersebut didukung oleh kinerja kawasan industri yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, kawasan industri berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy menegaskan bahwa harmonisasi regulasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim investasi kawasan industri yang semakin kondusif antara Indonesia dan Rusia. "Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri kedua negara," ucap Tri. Diskusi tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, asosiasi kawasan industri, serta pengelola kawasan industri dari Indonesia dan Rusia guna membahas peluang kerja sama investasi, pengembangan kawasan industri, serta pembentukan kawasan industri yang saling terhubung (klaster industri internasional). Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu perusahaan atau tenan. Pengembangan kawasan industri dilakukan melalui empat pendekatan utama, yakni kawasan berteknologi tinggi, kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam, kawasan hemat air di luar Pulau Jawa, serta kawasan padat karya di Pulau Jawa guna meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional. Untuk memperkuat daya tarik investasi, pemerintah juga menyediakan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal. Fasilitas tersebut meliputi kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko, status kawasan industri sebagai Objek Vital Nasional yang memberikan kepastian keamanan investasi, pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri tertentu, program restrukturisasi mesin dan peralatan industri, serta berbagai insentif perpajakan seperti investment allowance, tax allowance, super tax deduction untuk kegiatan riset dan pelatihan vokasi, hingga pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku melalui skema masterlist. Selain itu, Indonesia juga menawarkan tingkat upah yang kompetitif di sejumlah wilayah industri sebagai salah satu daya tarik bagi investor manufaktur. Sebagai contoh keberhasilan pengembangan kawasan industri, Kemenperin turut memaparkan Kendal Special Economic Zone (Kendal SEZ). Kawasan yang dikembangkan melalui kerja sama Jababeka & Co. dan Sembcorp Urban Development Singapura tersebut telah menjadi salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Hingga 2025, Kendal SEZ mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp187,05 triliun dan menyerap lebih dari 76 ribu tenaga kerja. Saat ini, Kendal SEZ telah menampung 142 badan usaha dari berbagai negara, dengan sektor fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika sebagai sektor dominan. Tingginya tingkat okupansi kawasan mendorong pengembangan Ecosystem Hub seluas 1.200 hektar yang akan mencakup pusat riset dan inovasi, kawasan industri berkelanjutan, kawasan komersial, serta permukiman terpadu. Pengembangan tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 250 ribu tenaga kerja dengan tambahan investasi sekitar Rp370 triliun. Selain menawarkan infrastruktur industri yang lengkap, Kendal SEZ juga membuka peluang kolaborasi di bidang pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan sejumlah politeknik vokasi serta pengembangan digitalisasi pengelolaan kawasan industri. Dialog mengenai harmonisasi regulasi ini melengkapi penandatanganan Nota Kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia yang dilakukan sehari sebelumnya di Ekaterinburg. Kesepahaman tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan Indonesia dan Rusia dalam pengembangan kawasan industri, peningkatan investasi, serta pembentukan klaster industri internasional yang berdaya saing.
Melalui Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia Indonesia Perkuat Diplomasi Industri
Jakarta, katakabar.com - Pasar Rusia dan Eurasia Kian Terbuka untuk produk kelapa sawit dan turunannya Pemerintah Indonesia memanfaatkan Forum Bisnis Indonesia–Rusia pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi industri melalui pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit. Forum bertema Palm Oil and the Future of Sustainable Energy tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi industri nasional sekaligus membuka peluang kerja sama investasi, perdagangan, dan pengembangan teknologi dengan Rusia serta negara-negara di kawasan Eurasia. "Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit melalui kerja sama dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional, kami ingin menjadikan industri sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai bagian dari solusi menuju ketahanan energi dan pembangunan industri yang berkelanjutan," ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Rusia, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar industri nasional melalui kolaborasi internasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap energi yang lebih bersih, Indonesia menawarkan pengalaman dan kapasitas industrinya dalam mengembangkan bioenergi berbasis kelapa sawit sebagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Forum yang dihadiri lebih dari 100 pemimpin industri, pejabat pemerintah, pelaku usaha, dan pengunjung INNOPROM 2026 itu menjadi ruang dialog antara pelaku industri Indonesia dan Rusia untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring bisnis, serta menjajaki peluang investasi dan pengembangan teknologi di sektor bioenergi. Pada kegiatan yang sama, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI, Tri Supondy, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa transformasi industri sawit Indonesia telah berkembang jauh melampaui perannya sebagai komoditas ekspor. "Forum ini sangat bagus dan merupakan kesempatan berharga untuk menyampaikan Indonesia bukan cuma menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, tapi juga terus berinovasi melalui produk unggulan industri nasional," beber Tri di Ekaterinburg Expo, Rusia. Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk memperlihatkan kesiapan industrinya dalam mendukung transisi energi global. Salah satu langkah yang dipaparkan adalah penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada Juli 2026. Program ini mewajibkan penggunaan bahan bakar diesel yang mengandung 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menekan emisi karbon. Indonesia juga memperkenalkan berbagai kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program peremajaan kebun rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan teknologi di industri biodiesel dan produk turunannya melalui Indonesia Plantation Fund (IPF). Selain itu, penerapan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus diperkuat agar produksi kelapa sawit Indonesia memenuhi standar keberlanjutan global dan semakin kompetitif di pasar internasional. Direktur Urusan Hukum dan Kerja Sama Kelembagaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Pangihutan Siagian, mengatakan keberhasilan program biodiesel nasional menunjukkan bahwa pengembangan industri sawit dapat berjalan seiring dengan agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan BPDPKS juga mencakup program peremajaan kebun rakyat, pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta pembangunan sarana dan prasarana perkebunan untuk memperkuat daya saing industri sawit Indonesia dari hulu hingga hilir. Selain mempromosikan inovasi bioenergi, forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dengan Rusia. Salah satu peluang yang mengemuka adalah penguatan hubungan perdagangan melalui penyelesaian perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Dengan posisi Rusia sebagai salah satu mitra utama di kawasan tersebut, kolaborasi di sektor bioenergi diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama industri, investasi, transfer teknologi, dan perluasan akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia. Melalui Forum Bisnis Indonesia–Rusia di INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan inovasi bioenergi berbasis kelapa sawit bukan hanya menjadi bagian dari strategi transisi energi nasional, tetapi juga instrumen diplomasi industri untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan Rusia. Dengan memadukan kekuatan inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi internasional, Indonesia berharap dapat menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan industri sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia.