Investasi
Sorotan terbaru dari Tag # Investasi
Bittime Soroti Momentum Hari Gajian Bagian dari Kebiasaan Investasi
Jakarta, katakabar.com - Bittime menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Melalui program ini, pengguna berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam bentuk Ethereum, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan data CoinGecko, harga ETH tercatat berada di sekitar US$2.752 pada 22 September 2026, naik dari sekitar US$2.398 pada 15 September, atau meningkat sekitar 14,8% dalam satu pekan. Pada 22 September, volume perdagangan ETH juga tercatat mencapai sekitar US$27,2 miliar, menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan pada periode tersebut. Pergerakan tersebut berlangsung setelah ETH mengalami penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Reuters, ETH telah melewati level resistensi US$2.661,52 pada 11 September setelah sebelumnya mengalami reli lebih dari 30% pada akhir Agustus. Meski demikian, pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar sehingga investor perlu mempertimbangkan risiko dan kondisi finansial masing-masing sebelum mengambil keputusan. Di tengah dinamika tersebut, momentum hari gajian juga menjadi konteks bagi Bittime untuk menghadirkan PayDay GainDay, sebuah program yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program. Momentum hari gajian dapat menjadi salah satu kesempatan untuk membangun kebiasaan mengalokasikan sebagian pendapatan secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, Bittime menghadirkan mekanisme yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program. Terdapat lima level dalam program ini, dengan bonus mulai dari Rp50 ribu hingga Rp5 juta dan kuota yang berbeda pada setiap level. Pada level tertinggi, pengguna yang memenuhi minimum net deposit Rp350 juta dan total pembelian Rp1,5 miliar berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam $ETH. Sementara itu, level lainnya menawarkan bonus sebesar Rp50 ribu, Rp200 ribu, Rp500 ribu, dan Rp2 juta berdasarkan ketentuan yang berlaku. Seluruh bonus memiliki kuota terbatas dan diberikan berdasarkan mekanisme first come, first served. Untuk mengikuti program, pengguna perlu melakukan verifikasi akun (KYC) dan registrasi pada halaman event. Perhitungan net deposit dilakukan berdasarkan total deposit IDR dikurangi total withdrawal selama periode program, sementara total pembelian dihitung berdasarkan akumulasi volume pembelian aset selama periode yang ditentukan. “Momentum hari gajian dapat dimanfaatkan sebagai pengingat untuk mulai mengalokasikan dana secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, kami ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk membangun kebiasaan tersebut sambil mengenal lebih jauh bagaimana investasi aset digital dilakukan. Namun, setiap keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi finansial masing-masing,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Bittime mengingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dengan harga yang dapat berubah secara signifikan. Program PayDay GainDay bersifat informasi dan bukan merupakan nasihat, rekomendasi, tawaran, maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Informasi lengkap mengenai mekanisme, syarat dan ketentuan, serta cara mengikuti PayDay GainDay dapat dilihat melalui artikel resmi Bittime.
Gap Literasi Keuangan Masih 24 Poin, Dhiraj Kelly Dorong Masyarakat Pahami Risiko Sebelum Berinvestasi
Jakarta, katakabar.com - Kemudahan membuka akun investasi, membeli aset keuangan, dan mengakses platform trading belum sepenuhnya diikuti kemampuan masyarakat memahami risiko yang harus ditanggung. Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai biaya, potensi kerugian, profil risiko, dan pengelolaan modal semakin mendesak. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,61 persen. Sedang, indeks literasi keuangan masih berada di angka 69,57 persen. Selisih 24,04 poin persentase tersebut menunjukkan bahwa tingginya penggunaan produk dan layanan keuangan belum sepenuhnya diimbangi tingkat pemahaman yang setara. Masyarakat dapat memiliki akses terhadap suatu produk, tetapi belum tentu memahami cara kerjanya, struktur biaya, tingkat risiko, maupun kesesuaiannya dengan kondisi keuangan pribadi. Kesenjangan itu dapat memengaruhi kualitas keputusan finansial. Tanpa pemahaman yang memadai, seseorang berisiko memilih produk yang tidak sesuai, menggunakan dana kebutuhan untuk investasi berisiko tinggi, mengambil posisi trading berlebihan, atau mengikuti promosi keuntungan tanpa mempertimbangkan kemungkinan kerugian. “Masalah yang dihadapi masyarakat saat ini bukan lagi sekadar sulit memperoleh akses. Produk keuangan sudah tersedia melalui telepon genggam, tetapi akses yang mudah perlu diikuti kemampuan menilai risiko dan mengambil keputusan secara rasional,” ujar Dr. Dhiraj Kelly. Membantu Masyarakat Mengajukan Pertanyaan Tepat Sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami tujuan keuangan, jangka waktu, kemampuan menanggung kerugian, dan karakteristik produk yang akan digunakan. Keputusan investasi tidak seharusnya hanya didasarkan pada potensi keuntungan atau rekomendasi figur tertentu. Beberapa pertanyaan mendasar yang perlu dijawab antara lain: Apakah produk tersebut dipahami dengan baik?Apa risiko terburuk yang mungkin terjadi?Berapa besar kerugian yang masih sanggup ditanggung?Apakah dana yang digunakan merupakan dana dingin?Berapa biaya transaksi dan biaya lainnya?Apakah keputusan dibuat berdasarkan analisis atau tekanan emosional?Bagaimana rencana jika hasilnya tidak sesuai harapan? Menurut Dhiraj, kemampuan mengajukan pertanyaan tersebut dapat membantu masyarakat menghindari keputusan impulsif. Edukasi keuangan harus membentuk proses berpikir, bukan sekadar memberikan daftar instrumen atau prediksi pergerakan harga. “Setiap orang memiliki tujuan, kondisi modal, dan toleransi risiko yang berbeda. Karena itu, sebuah strategi yang berhasil bagi seseorang belum tentu tepat untuk orang lain,” ucapnya. Risiko Perlu Dibahas Sejelas Peluang Keuntungan Informasi mengenai investasi dan trading di media sosial sering kali lebih menarik ketika menampilkan keuntungan. Masyarakat juga membutuhkan penjelasan yang seimbang mengenai kerugian, volatilitas, drawdown, leverage, biaya transaksi, dan tekanan psikologis ketika menghadapi perubahan pasar. Untuk memperluas akses terhadap pembahasan tersebut, kanal YouTube Dr. Dhiraj Kelly menghadirkan konten mengenai investasi, trading, pengelolaan portofolio, manajemen risiko, psikologi keuangan, serta strategi membangun pendapatan secara berkelanjutan. Materinya diarahkan untuk membantu audiens memahami alasan di balik suatu keputusan finansial. Pembahasan tidak hanya mencakup peluang, tetapi juga skenario kerugian, batas risiko, kesalahan yang perlu dihindari, dan langkah evaluasi setelah keputusan diambil. Topik yang dibahas meliputi pengenalan profil risiko, money management, pengendalian drawdown, perbedaan investasi dan spekulasi, psikologi ketika menghadapi keuntungan maupun kerugian, serta evaluasi terhadap keputusan finansial yang tidak berjalan sesuai rencana. Pengalaman Kegagalan Menjadi Bahan Pembelajaran Selain membahas konsep, kanal tersebut juga mengangkat pengalaman nyata dalam menjalankan bisnis, berinvestasi, dan menghadapi kerugian. Pendekatan ini dipilih agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih seimbang mengenai konsekuensi dari setiap keputusan. Menurut Dhiraj, keterbukaan membahas kegagalan diperlukan karena edukasi finansial akan terasa tidak lengkap apabila hanya menampilkan keberhasilan. Dari kasus nyata, audiens dapat mempelajari penyebab kesalahan, dampak keputusan, proses evaluasi, dan cara membangun kembali disiplin finansial. Konten dikemas dalam bentuk analisis, studi kasus, wawancara dengan praktisi, dan pembahasan perkembangan pasar. Kanal tersebut ditujukan bagi investor pemula, trader, pengusaha, profesional, serta masyarakat umum yang ingin memperbaiki kualitas keputusan keuangannya. Untuk menjaga konsistensi edukasi, kanal Dr. Dhiraj Kelly menargetkan publikasi 8–10 video berdurasi panjang setiap bulan. Namun, jumlah tayangan dan pelanggan bukan satu-satunya ukuran. Dampak konten juga dinilai dari kemampuannya membantu audiens memahami risiko sebelum mengambil keputusan. Menempatkan Perlindungan Modal sebagai Prioritas Pengembangan kanal ini menjadi bagian dari semangat Riskwise Community, yaitu “Manage Risk. Protect Capital. Trade Smarter.” Prinsip tersebut menempatkan pengelolaan risiko dan perlindungan modal sebagai fondasi sebelum mengejar pertumbuhan keuntungan. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menempatkan dana hanya karena melihat potensi imbal hasil. Keputusan perlu disesuaikan dengan tujuan, kondisi keuangan, kebutuhan likuiditas, serta kemampuan menghadapi kerugian. Seluruh konten yang dipublikasikan bersifat edukatif dan bukan rekomendasi personal untuk membeli atau menjual instrumen tertentu. Investasi dan trading tetap memiliki risiko, sedangkan setiap keputusan menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Di Tengah Tren Emas Global, Bittime Perkenalkan Investasi Kripto Berbasis Emas
Jakarta, katakabar.com - Emas kembali menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan di pasar global sepanjang 2026. Laporan Gold Demand Trends Q2 2026 dari World Gold Council mencatat permintaan emas pada paruh pertama tahun ini mencapai 2.522 ton dengan nilai rekor US$380 miliar. Di tengah tren tersebut, teknologi blockchain juga menghadirkan aset kripto yang memberikan eksposur terhadap harga emas, salah satunya Tether Gold ($XAUT). Sebagai aset kripto berbasis blockchain yang nilainya merujuk pada emas fisik, $XAUT memiliki karakteristik yang berbeda dari kepemilikan emas fisik. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Bittime menghadirkan program Bonus $XAUT hingga Rp1.500.000 untuk Investasi Pertama di Bittime yang berlangsung pada 1 hingga 30 September 2026. Melalui program ini, pengguna dapat memulai investasi dari Rp10.000 sekaligus mengenal $XAUT sebagai salah satu pilihan aset kripto dengan eksposur terhadap emas. “Investasi pertama sering kali menjadi langkah yang sulit karena banyak orang merasa harus menunggu sampai memiliki modal besar atau pengetahuan yang sempurna. Melalui campaign ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai mengambil langkah pertama dan mengenal berbagai pilihan aset yang tersedia untuk membangun portofolio,” ujar Ryan Lymn, COO Bittime. Melalui program tersebut, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama di Bittime dengan nilai di atas Rp250.000 dapat memperoleh bonus $XAUT senilai Rp25.000. Selain itu, pengguna dapat memperoleh bonus tambahan berdasarkan total volume trading yang dicapai dalam periode akumulasi, mulai dari Rp50.000 hingga Rp1 juta dalam bentuk $XAUT. Dengan demikian, total bonus yang tersedia dapat mencapai Rp1,5 juta. Program ini terdiri dari lima kategori, yakni Entry, Bronze, Silver, Gold, dan Black, yang ditentukan berdasarkan total volume trading selama 14 hari setelah transaksi pertama. Setelah periode tersebut, pengguna yang memenuhi ketentuan juga perlu mempertahankan aset kripto yang dibeli selama tujuh hari. Kehadiran $XAUT dalam program ini menambah pilihan aset yang dapat diakses melalui ekosistem aset kripto. Sebagai aset kripto yang nilainya merujuk pada emas fisik, $XAUT memiliki karakteristik yang berbeda dari kepemilikan emas fisik. Karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan risiko aset sebelum melakukan transaksi. Pergerakan harga $XAUT juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang memengaruhi pasar emas, seperti suku bunga, nilai dolar AS, inflasi, dan kondisi geopolitik. Di tengah dinamika pasar, pemahaman terhadap setiap aset dan diversifikasi tetap menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan investasi. “Setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, kami mendorong pengguna untuk terus meningkatkan pemahaman sebelum berinvestasi dan menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan serta profil risikonya,” tambah Ryan. Informasi lengkap mengenai program Bonus $XAUT hingga Rp1.500.000 untuk Investasi Pertama di Bittime, termasuk mekanisme dan syarat serta ketentuannya, dapat dilihat melalui halaman resmi program Bittime.
Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasi
Kepulauan Meranti, katakabar.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Selatpanjang mulai melakukan peningkatan akses jalan menuju Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (4/9). Peningkatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari investasi lanjutan Pelindo dalam memperbaiki fasilitas pelayanan di Terminal Penumpang Tanjung Harapan. Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa, pekerjaan ini juga diarahkan untuk mengurangi dampak banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pelabuhan, terutama pada akhir tahun. Manager Operasi Pelindo Selatpanjang, Bruri Sumantri, mengatakan peningkatan akses jalan dilakukan karena jalan menuju terminal merupakan bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan kelancaran aktivitas penumpang. Menurutnya, jalan yang ditingkatkan memiliki panjang sekitar 169,5 meter dengan lebar rata-rata 6,55 meter. “Panjang jalan 169,5 meter, lebar rata-rata 6,55 meter,” ujar Bruri. Ia menjelaskan, konstruksi peningkatan jalan tersebut terdiri atas lapisan perkerasan sekitar 20 sentimeter dan lapisan base sekitar 20 sentimeter. Secara keseluruhan, elevasi struktur jalan nantinya akan bertambah sekitar 40 sentimeter dari kondisi saat ini. “Untuk tebal jalan kira-kira 40 sentimeter dari saat ini,” ucapnya. Kata Bruri, peningkatan elevasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk menghadapi kondisi kawasan pelabuhan yang rawan terdampak pasang air laut atau banjir rob. “Peningkatan akses ini kita lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang datang maupun keluar dari terminal, sekaligus mengurangi dampak banjir rob yang biasanya terjadi pada akhir tahun,” imbuhnya. Dengan elevasi jalan yang lebih tinggi, Pelindo berharap akses menuju terminal tetap dapat digunakan dengan lebih baik ketika terjadi genangan akibat pasang air laut. Pekerjaan peningkatan akses jalan tersebut memiliki masa pelaksanaan sekitar 90 hari kerja. Berdasarkan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari peningkatan Jalan Akses Terminal Penumpang Pelabuhan Selatpanjang. Bruri menambahkan, peningkatan akses jalan merupakan bagian dari komitmen Pelindo untuk terus melakukan pembenahan fasilitas pelabuhan, khususnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Kita ingin fasilitas yang digunakan masyarakat semakin baik. Akses jalan merupakan salah satu bagian yang harus kita tingkatkan agar pelayanan kepada pengguna jasa juga semakin nyaman,” ulasnya. Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan sendiri menjadi salah satu fasilitas penting bagi mobilitas masyarakat Kepulauan Meranti yang menggunakan transportasi laut. Melalui peningkatan infrastruktur tersebut, Pelindo berharap akses menuju terminal tidak hanya semakin nyaman, tetapi juga lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan kawasan pesisir. Investasi pada akses jalan ini sekaligus menunjukkan upaya Pelindo dalam meningkatkan kualitas fasilitas kepelabuhanan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Bittime Dorong Kebiasaan Investasi di Hari Gajian Lewat PayDay GainDay
Jakarta, katakabar.com - Hari gajian selama ini identik dengan membayar kebutuhan bulanan, melunasi tagihan, dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan. Di tengah kebutuhan untuk mengelola keuangan secara lebih terencana, momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan investasi secara rutin. Melihat peluang tersebut, Bittime menghadirkan PayDay GainDay, sebuah kampanye yang mengajak masyarakat menjadikan setiap hari gajian sebagai pengingat untuk menyisihkan sebagian penghasilan dan mulai berinvestasi secara konsisten. Alih-alih menunggu hingga memiliki penghasilan lebih besar atau dana dalam jumlah besar, PayDay GainDay membawa gagasan bahwa kebiasaan investasi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara berkala. Setelah kebutuhan utama dan kewajiban bulanan terpenuhi, sebagian penghasilan dapat dialokasikan untuk tujuan investasi sesuai dengan kemampuan dan profil masing-masing. “Financial freedom tidak dibangun dalam semalam. Perjalanan menuju kondisi finansial yang lebih baik justru terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Hari gajian dapat menjadi momentum sederhana untuk mulai menyisihkan sebagian penghasilan dan mengalokasikannya untuk investasi,” kata Ryan Lymn, COO Bittime. Menurut Bittime, menjadikan payday sebagai financial checkpoint dapat membantu masyarakat membangun rutinitas finansial yang lebih terstruktur. Dengan menjadikan hari gajian sebagai pengingat, investasi dapat diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan keuangan rutin, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan sesekali. Dari Payday ke Portfolio: Mengenal Diversifikasi Global Selain mendorong kebiasaan investasi rutin, PayDay GainDay juga memperkenalkan konsep global asset allocation sebagai salah satu pendekatan dalam melakukan diversifikasi portofolio. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat mengenal beragam pilihan aset dan eksposur pasar, termasuk aset berbasis USD seperti USDY, emas, dan saham AS. Salah satunya adalah USDY, token dari Ondo US Dollar Yield, produk real-world asset (RWA) yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap dolar AS sekaligus potensi imbal hasil yang berasal dari aset pendukungnya, termasuk obligasi pemerintah AS jangka pendek. Berbeda dengan stablecoin yang umumnya dirancang untuk mempertahankan nilai di sekitar US$1, USDY dirancang untuk mengalami pertumbuhan nilai seiring dengan akumulasi hasil dari aset yang mendasarinya. USDY juga menawarkan imbal hasil dalam denominasi USD yang berada di kisaran 4%, meski tingkat imbal hasil dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan mekanisme produk. Dengan mengenal pilihan aset seperti USDY, masyarakat dapat melihat alternatif untuk membangun portofolio dengan eksposur terhadap aset dan mata uang yang lebih beragam. “Membangun kebiasaan investasi tidak harus dimulai dari strategi yang kompleks. Yang penting adalah memahami tujuan finansial dan membangun pola investasi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui PayDay GainDay, kami ingin menjadikan investasi sebagai bagian yang lebih sederhana dan relevan dari rutinitas finansial sehari-hari, termasuk dengan mengenalkan pilihan aset berbasis USD seperti USDY sebagai bagian dari diversifikasi,” sambung Ryan. Sebagai bagian dari kampanye, Bittime juga menyediakan bonus investasi hingga Rp5 juta dalam bentuk Tether Gold ($XAUT) bagi pengguna yang memenuhi persyaratan program. Insentif tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk mulai menjadikan investasi sebagai bagian dari rutinitas pengelolaan keuangan setelah menerima penghasilan. Mekanisme Campaign PayDay GainDay berlangsung pada 24 Agustus hingga 9 September 2026. Pengguna dapat mengikuti kampanye dengan melakukan deposit dan memenuhi minimum total pembelian sesuai dengan level yang dipilih. Program ini terdiri dari lima level dengan besaran deposit, total pembelian, bonus, dan kuota peserta yang berbeda. Level pertama dimulai dari deposit minimum Rp500.000 dan total pembelian minimum Rp2,5 juta, dengan bonus investasi Rp50.000. Sementara itu, level tertinggi membutuhkan deposit minimum Rp250 juta dan total pembelian minimum Rp1,5 miliar, dengan bonus investasi hingga Rp5 juta. Secara keseluruhan, bonus yang tersedia berkisar antara Rp50.000 hingga Rp5 juta, dengan kuota terbatas pada setiap level. Pemberian bonus berlaku sesuai dengan syarat dan ketentuan kampanye. Melalui PayDay GainDay, Bittime ingin membawa investasi lebih dekat dengan rutinitas finansial sehari-hari, bukan sebagai aktivitas yang dilakukan sesekali, melainkan sebagai kebiasaan yang dapat dimulai setiap kali menerima penghasilan. Pada akhirnya, membangun kondisi finansial yang lebih baik bukan hanya tentang satu keputusan besar saja, tetapi tentang kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, satu payday pada satu waktu. Tentang Bittime Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya. Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store. Disclaimer Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar dan diawasi OJK yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.
Kepastian Investasi Perlu Diperkuat Menuju Model Pembiayaan Baru Jalan Tol
Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya mengurangi ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan memperbesar peran swasta membutuhkan dukungan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi menjadi salah satu faktor kunci agar investasi di sektor jalan tol tetap menarik, sekaligus memberikan kepastian dalam perencanaan dan pengambilan investasi jangka panjang bagi investor. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) usung tema “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan” yang ditaja Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Rabu (12/8) lalu. FGD ini membahas berbagai isu strategis dalam pengusahaan jalan tol sekaligus membuka ruang dialog konstruktif, strategis dan solutif antara lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan regulasi, menjaga kelayakan iklim investasi, termasuk kebutuhan untuk mendorong model pembiayaan yang lebih berkelanjutan dengan memperbesar peran investasi swasta serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol yang optimal bagi masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Dody Hanggodo, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam arah yang sama. FGD ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, bukan sekadar menyamakan pandangan. Karena yang kita sambungkan bukan hanya jalan, tetapi menyambungkan produksi dengan pasar, investasi dengan pekerjaan, dan pertumbuhan dengan kesejahteraan,” terang Dody. Pembahasan dalam FGD mencakup berbagai topik termasuk investasi jalan tol yang bankable dan sustainable, kepastian dalam pengusahaan, konsistensi terhadap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), mekanisme penyesuaian tarif, penerapan prinsip fair risk sharing, serta pengelolaan berbagai perubahan dan dinamika usaha yang menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kepercayaan investor dan lembaga pembiayaan. Berbagai isu seperti integrasi jalan tol, pemanfaatan ruang milik jalan tol, TIP, hingga penerapan MLFF juga dibahas secara kolaboratif dengan mempertimbangkan kondisi jaringan, kebutuhan pelayanan, struktur pembiayaan, dan keberlanjutan investasi. Mantan Kepala BAPPENAS dan Menteri Keuangan, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., yang sekarang menjabat sebagai Dean & CEO ADB Institute, mengatakan pembangunan jalan tol memiliki manfaat ekonomi yang jauh lebih luas dari sekadar penyediaan infrastruktur transportasi. “Di tengah kebutuhan pembangunan yang besar dan ruang fiskal yang perlu dikelola secara optimal, keterlibatan swasta menjadi semakin penting. Karena itu, kita perlu membangun model pembiayaan dan ekosistem pengusahaan yang mampu menarik investasi jangka panjang, sekaligus memastikan manfaat pembangunan jalan tol dapat dirasakan oleh masyarakat dan perekonomian secara luas,” ucap Bambang. Mantan Menteri Keuangan Dr. M. Chatib Basri, Visiting Scholar di Harvard CID dan Visiting Professor in Practice di London School of Economics memberikan tanggapan. Menurutnya di tengah kondisi APBN yang sangat ketat saat ini, partisipasi swasta dalam pembangunan dan pembiayaan infrastruktur akan menjadi sangat penting. “Boleh jadi, APBN kita tidak memiliki ruang, bukan saja untuk membiayai infrastruktur, tetapi juga untuk memberikan insentif fiskal bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, untuk menarik minat dan partisipasi swasta, yang dapat dilakukan adalah melakukan deregulasi, kemudahan perizinan dan yang sangat penting adalah memastikan bahwa pemerintah dan otoritas terkait senantiasa memenuhi komitmen yang telah disepakati dan mengikat dalam kontrak yang telah ditandatangani dengan pemegang konsesi. Terlebih lagi, untuk menarik investor asing yang punya kebebasan memilih untuk menempatkan modalnya di mana saja, tentunya kita harus dapat memberikan penawaran yang lebih menarik dibandingkan negara lain,” jelas Chatib Basri. Di sisi lain, Kepala Kajian Transportasi, Real Estate, dan Studi Perkotaan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., juga turut memberikan pandangannya dalam FGD ini. “Pengembangan jaringan jalan tol memberikan manfaat ekonomi yang besar, dan manfaat tersebut meningkat sebanding dengan skala jaringan yang terbangun. Namun laju realisasi pembangunan saat ini masih jauh dibawah kebutuhan untuk mencapai target tersebut. Karena kebutuhan modalnya melampaui kapasitas pembiayaan publik, percepatan pembangunan bergantung pada peran swasta. Karena itu, mendorong ekosistem jalan tol yang sehat menjadi penting agar peran swasta dapat dioptimalkan secara berkesinambungan," papar Yudhistira. Saat ini, panjang jaringan tol beroperasi melebihi 3.115 kilometer dengan nilai akumulasi investasi yang menembus Rp668 triliun hingga diproyeksikan mendekati Rp1.000 triliun, oleh karenanya industri jalan tol memegang peran vital sebagai tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, pengembangan industri jalan tol perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan bagi masyarakat. Ketua Umum ATI, Rivan A. Purwantono, menuturkan industri jalan tol kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia infrastruktur fisik menjadi bagian dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional yang berperan dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan wilayah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pengguna jalan harus berjalan selaras dengan keberlanjutan iklim investasi melalui penyelarasan arah kebijakan bersama. "Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif. Pada akhirnya, dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi yang baik, kita ingin membangun ekosistem jalan tol yang menciptakan nilai secara berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun pelaku industri. Forum hari ini merupakan langkah awal yang perlu kita tindak lanjuti secara konkret, baik melalui pembentukan working group maupun penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. Berbagai perspektif dan masukan berharga hari ini menjadi modal penting untuk menyelaraskan langkah serta memperkuat ekosistem jalan tol nasional yang berkelanjutan," urai Rivan. Pelaksanaan FGD ini mempertegas peran ATI sebagai mitra strategis Pemerintah dalam membangun iklim investasi jalan tol yang sehat dan transparan. ATI berkomitmen menciptakan ekosistem jalan tol yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun industri sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap Bagi Pemula
Jakarta, katakabar.com - Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi dengan cara menanamkan dana dalam jumlah yang sama secara berkala, misalnya setiap bulan. Strategi ini banyak digunakan oleh investor karena membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk masuk ke pasar. Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi, DCA dapat menjadi salah satu pendekatan yang layak dipertimbangkan. Bahkan, investasi dapat dimulai dari nominal yang relatif terjangkau, misalnya reksa dana 100 ribu, sesuai produk dan ketentuan yang berlaku. Apa Itu Dollar Cost Averaging Reksa Dana? Dollar Cost Averaging atau DCA adalah metode investasi rutin dengan nominal tetap dalam periode tertentu, misalnya setiap bulan. Sebagai contoh, seseorang memutuskan untuk berinvestasi Rp1.000.000 setiap bulan ke produk reksa dana yang sama. Saat harga unit penyertaan naik, dana tersebut akan membeli unit lebih sedikit. Sebaliknya, ketika harga turun, dana yang sama akan memperoleh unit lebih banyak. Dengan cara ini, investor tidak perlu terlalu fokus mencari waktu terbaik untuk mulai berinvestasi. Mengapa Dollar Cost Averaging Banyak Digunakan? Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar. Karena itu, tidak mudah menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli. Melalui strategi DCA, investasi dilakukan secara konsisten sehingga keputusan investasi tidak hanya bergantung pada kondisi pasar dalam satu waktu tertentu. Beberapa manfaat pendekatan ini antara lain: 1. Membantu membangun kebiasaan investasi secara rutin 2. Mengurangi kecenderungan mengambil keputusan berdasarkan emosi 3. Memudahkan pengelolaan anggaran bulanan 4. Cocok bagi investor yang ingin berinvestasi secara bertahap Perlu dipahami bahwa DCA bukan merupakan strategi yang menjamin keuntungan atau menghilangkan risiko investasi. Reksa Dana 100 Ribu, Apakah Bisa? Banyak orang mengira investasi harus dimulai dengan modal besar. Padahal, kini tersedia produk yang memungkinkan investasi mulai dari nominal yang lebih terjangkau. Misalnya, terdapat pilihan reksa dana 100 ribu yang dapat menjadi langkah awal bagi investor pemula untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Bagaimana Jika Investasi Reksa Dana 1 Juta per Bulan? Jika memiliki anggaran lebih besar, sebagian investor memilih berinvestasi reksa dana 1 juta per bulan menggunakan strategi Dollar Cost Averaging. Dengan investasi rutin setiap bulan, investor dapat membangun portofolio secara bertahap sesuai rencana keuangan jangka menengah maupun jangka panjang. Besaran investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Hindari menggunakan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat. Bagaimana Memilih Reksa Dana yang Bagus? Tidak ada satu produk yang dapat disebut sebagai reksa dana yang bagus untuk semua orang. Pilihan produk bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sebelum memilih reksa dana antara lain: - Tujuan investasi - Profil risiko - Jenis reksa dana yang dipilih Kinerja produk berdasarkan informasi resmi (bukan sebagai jaminan hasil di masa depan) Memahami Prospektus dan Fund Fact Sheet sebelum berinvestasi Memahami karakteristik produk akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. Reksa Dana untuk Pemula, Mulai dari Sesuai Profil Risiko Bagi yang baru mengenal investasi, memilih reksa dana untuk pemula sebaiknya dimulai dengan memahami profil risiko terlebih dahulu. Setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda. Ada yang lebih nyaman dengan fluktuasi yang relatif rendah, sementara yang lain siap menghadapi pergerakan nilai investasi yang lebih tinggi untuk tujuan jangka panjang. Karena itu, penting memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan, bukan hanya mengikuti tren. Mulai Investasi Reksa Dana di neobank Reksa Dana neobank adalah layanan investasi reksa dana melalui mitra di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce yang memungkinkan nasabah berinvestasi pada berbagai pilihan produk sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Beberapa keunggulan Reksa Dana di neobank: - Investasi mulai dari Rp100.000 - Pilihan produk yang beragam sesuai profil risiko - Seluruh proses dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank - Dapat memantau investasi langsung dari aplikasi Dollar Cost Averaging merupakan strategi investasi yang dilakukan dengan nominal tetap secara berkala. Pendekatan ini dapat membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar. Baik memulai dengan reksa dana 100 ribu maupun reksa dana 1 juta per bulan, yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan kemampuan finansial. Sebelum memilih reksa dana yang bagus, pastikan memahami karakteristik produk, membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet, serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi. Tentang PT BNC Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Jika ingin mulai investasi reksa dana, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Reksa Dana di website resmi Bank Neo Commerce. PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi
Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan Rusia memperkuat penjajakan kerja sama industri perkapalan melalui forum Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market yang digelar di Indonesia Pavilion, Hall 4, pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri kedua negara untuk menjajaki peluang investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan produksi bersama guna meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia serta memperluas akses ke pasar ASEAN. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi. "Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional sekaligus memperluas akses ke pasar ASEAN. "Indonesia memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional," ujar Agus dalam keterangannya pada forum tersebut, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Forum tersebut mempertemukan asosiasi industri perkapalan dan komponen kapal dari Indonesia dengan perusahaan-perusahaan galangan kapal Rusia untuk membahas peluang kolaborasi bisnis dan pengembangan teknologi. Diskusi dipandu Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Feby Setyo Hariyono. Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perkapalan Indonesia–Rusia pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi di bidang pembangunan kapal, teknologi maritim, rekayasa kelautan, pengembangan SDM industri, dan investasi. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang mampu mendukung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, kegiatan energi lepas pantai, hingga pemerataan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan, mulai dari desain dan pembangunan kapal niaga hingga teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim. Karakteristik tersebut menjadikan kedua negara memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi. Peluang kolaborasi juga diperkirakan semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU). Di forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain pembangunankapa l penumpang dan feri, kapal logistik, kapal perikanan, kapal patroli, kapal pendukung lepas pantai, pengembangan industri komponen kapal, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy, menjelaskan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif. Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi serta pengalaman dalam pengembangan berbagai jenis kapal. "Kami berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri, mulai dari alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, investasi, hingga joint production yang dapat memperkuat industri perkapalan nasional dan memperluas akses ke pasar ASEAN," imbuh Tri. Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi industri di sektor maritim melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan proyek-proyek konkret yang mampu mempercepat transformasi industri perkapalan nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur maritim yang melayani pasar domestik maupun kawasan ASEAN.
Gajian Momentum Investasi, Bittime Siapkan Bonus BTC hingga Rp5 Juta
Jakarta, katakabar.com - Bittime mengajak masyarakat memanfaatkan momentum gajian untuk mulai membangun kebiasaan investasi melalui kampanye PayDay GainDay. Berlangsung hingga 6 Agustus 2026 nanti, pengguna berkesempatan mendapatkan bonus Bitcoin (BTC) hingga Rp5 juta dengan memenuhi syarat deposit dan pembelian aset. Momen gajian dapat menjadi waktu yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi dapat menjadi salah satu langkah untuk mulai membangun aset secara bertahap sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Di Indonesia, jumlah investor aset kripto telah mencapai lebih dari 22 juta investor. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, melaporkan nilai transaksi aset kripto pada Mei 2026 mencapai Rp23,01 triliun, naik tipis dibandingkan April 2026 yang mencapai Rp22,98 triliun. Melihat semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap aset kripto, Bittime mengajak masyarakat memanfaatkan momentum gajian untuk mulai berinvestasi melalui kampanye PayDay GainDay. Berlangsung pada 24 Juli hingga 6 Agustus 2026 nanti, kampanye ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mendapatkan bonus investasi dalam bentuk Bitcoin (BTC) hingga Rp5 juta. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan kebiasaan investasi dapat dimulai dari langkah sederhana dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten. Menurutnya, momentum gajian dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai mengalokasikan sebagian pendapatan sesuai dengan kondisi finansial masing-masing. “Kami ingin mengajak masyarakat melihat momen gajian bukan hanya sebagai waktu untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga sebagai momentum untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Melalui PayDay GainDay, pengguna dapat memulai perjalanan investasinya sesuai dengan kemampuan masing-masing sekaligus berkesempatan mendapatkan bonus Bitcoin hingga Rp5 juta,” seru Ryan. Mulai Investasi dari Gaji, Dapatkan Bonus BTC Melalui PayDay GainDay, pengguna dapat mengikuti program berdasarkan jumlah deposit dan total pembelian aset selama periode kampanye. Pada tier pertama, pengguna yang melakukan minimum deposit Rp500 ribu dan minimum total pembelian Rp2,5 juta berkesempatan mendapatkan bonus Rp50 ribu. Bonus meningkat menjadi Rp200 ribu untuk pengguna yang mencapai minimum deposit Rp2,5 juta dan total pembelian Rp10 juta. Selanjutnya, pengguna yang mencapai minimum deposit Rp10 juta dan total pembelian Rp100 juta berkesempatan mendapatkan bonus Rp500 ribu. Untuk tier berikutnya, pengguna dengan minimum deposit Rp50 juta dan total pembelian Rp300 juta berkesempatan memperoleh bonus Rp2 juta. Sementara itu, bonus terbesar hingga Rp5 juta tersedia bagi pengguna yang mencapai minimum deposit Rp250 juta dan total pembelian Rp1,5 miliar. Pengguna juga dapat memanfaatkan momentum PayDay GainDay untuk melakukan transaksi pada beragam aset yang tersedia di Bittime. Selain aset kripto klasik seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), pengguna juga dapat memperdagangkan Tokenized AI Stocks seperti NVIDIA (NVDAX), Apple (AAPLX), Google (GOOGLX), dan Meta (METAX). Pengguna juga dapat melakukan transaksi IDR to USDT di Bittime sebagai salah satu pilihan dalam mengelola dan mempersiapkan aset untuk kebutuhan transaksi di pasar kripto. Bonus diberikan dalam bentuk Bitcoin (BTC) dan memiliki kuota terbatas untuk setiap tier. Pemberian reward menggunakan sistem first-come, first-serve, sehingga pengguna yang memenuhi target tetap perlu memperhatikan ketersediaan kuota. Untuk mengikuti program ini, pengguna wajib menyelesaikan verifikasi akun atau KYC dan melakukan registrasi pada halaman event. Reward akan dikreditkan ke wallet Bittime pengguna maksimal 7–14 hari kerja setelah periode kampanye berakhir. Melalui PayDay GainDay, Bittime mengajak masyarakat menjadikan momen gajian sebagai langkah awal untuk membangun kebiasaan investasi secara konsisten. Dengan periode kampanye yang berlangsung hingga 6 Agustus 2026, pengguna dapat memanfaatkan kesempatan untuk mulai berinvestasi sekaligus mendapatkan bonus Bitcoin sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Aplikasi Investasi Buat Pemula: Apa Saja Mesti Dimiliki?
Jakarta, katakabar.com - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi terus meningkat beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang mulai menyadari pentingnya mengelola keuangan d...